Aksiologiya Aksiologiya:: Jurnal JurnalPengabdian PengabdianKepada KepadaMasyarakat Masyarakat Vol. No. Mei 2021 Hal 163 - 171 Vol. No. Februari 2020 Hal 131 Ae 137 ISSN2528-4967 dan danISSN ISSN2548-219X 2548-219X. ISSN Optimalisasi Keterampilan Menulis Guru Penerapan Project Based Learning untuk Pada Meningkatkan Kemampuan Guru-Guru Sidoarjo dalam Menulis KhodijahSekolah Hayati1,Dasar Fitri Amilia Universitas Kreatif Cerita Anak Universitas Muhammadiyah Jember Ari Setyorini . Masulah2 Email : hayati@ecampus. , fitriamilia@unmuhjember. FKIP. Universitas Muhammadiyah Surabaya ABSTRAK Email: arisetyorini@fkip. um-surabaya. , mmasulah@gmail. Kemampuan dan keterampilan membaca menulis mutlak menjadi kompetensi yang harus ABSTRAK dimiliki setiap guru. Kemampuan membaca dapat diukur dalam kegiatan berbicara dan menulis. Kemampuan menulis masyarakat Berdasarkan Pengabdian ini bertujuan guru-guru dasar untuk kreatif sastra anak. Pelatihan ini didesain sejalan dengan program gerakan literasi nasional, yang pada guru di desa Pakusari teks buku ajar dan artikel salah satunya di tingkat sekolah Pengabdian Kegiatan Masyarakat bermitra dengan lima sekolah dasar di bawah pengelolaan Muhammadiyah Sidoarjo. Setiap sekolah (Abdima. literasi di mereka Desa Pakusari mulai tahun 2017 menulis hingga kreatif Hasil mengirim dua guru perwakilan untuk mengikuti yang dilaksanakan Abdimas Sekolah Dasar Guru Pendidikan Anak Usia Dini Desa Pakusari sejak Juli hingga September 2019. Kegiatan ini menggunakan metode Project Based Learning Luaran mana guru dilibatkan untuk membuat proyek penulisan karya sastra anak. Proses pelatihan cerita, buku bergambar, 16 jam luring dan 32 jam sesi dilakukan menulis secara daring. luring dilakukan Namun, sarana, dan menjadiSesi dalam kegiatan dasar kerja dan sastra Untuk itu, diperlukan semua penulisan pihak agarkreatif bisaSedangkan terus menerus online memfasilitasi dan mengkonsultasikan draf cerita mereka Kompetensi baik akan menjadi dasar dalam pengembangan fasilitator pengabdian, yang kemudian mendapatkan umpan balik untuk revisi. Menggunakan penilaian mastery learning, sebanyak 90% . akni 9 dari 10 pesert. berhasil menuntaskan proyek Lebih lanjut, para peserta menyatakan bahwa kegiatan ini memberikan Kata Kunci: manfaat bagi mereka, mengenalkan mereka akan pengetahuan literasi sastra dan meningkatkan kemampuan menulis sastra anak khususnya dalam bentuk cerita gambar dan cerita pendek. Optimization of TeacherAos Writing Skills Kata Kunci: guru sekolah dasar. penulisan kreatif sastra anak. project based learning. ABSTRACT ABSTRACT The reading and writing skills have absolutely become competency that must be possessed ThisReading to enhance teachersAo literary Writing literacy skills by teachers. can be and writing The was in Basedwriting on observations, need of writing the inclusion in formal in primary skills of of literary and scientific for teachers in Pakusari This The program was conducted by partnering with five the management is the series of Community Service (Abdima. onunder literacy-based Muhammadiyah Organizationin Sidoarjo. Each activities in Pakusari from 2017 to 2019. This activity was implemented for teachers of Elementary to join and the creative writing program was held The fromJuly September The Early Childhood Education in Pakusari. of the employed Project Based Learning in which the teachers were involved in children literature writing the teacherAos writing competency is good. The teachers have been able to create story books, picture The training procedure was designed by implementing blended learning consisting 16-hour books, and student worksheets as the concrete evidence of their ability in writing skills. However, offline creative writing workshop and 32-hour online coaching session. The offline sessions were lack of motivation, tools, and habit of writing, have become obstacles in writing activities. For this conducted to build the teachersAo basic knowledge on creative writing and children literature. The all parties is needed sotothat teacherAos online coaching the participants their drafts and revise based on Competent the facilitatorAos feedback. Measured by mastery learning assessment, 90% of participants . out of 10 participant. were successfully accomplished the writing project. For more, the participants Key Words: that teacher this program was beneficial for them to enhance their knowledge on literary literacy and their writing ability to create children literary works like picture book and short story. PENDAHULUAN penelusuran pembahasan menulis Kajian Keywords: of mendapat Berdasarkan Banyaknya jumlah artikel Copyright A 2020. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Copyright A 2021. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. http://journal. um-surabaya. id/index. php/Axiologiya/index http://journal. um-surabaya. id/index. php/Axiologiya/index DOI: http://dx. org/10. 30651/aks. DOI: http://dx. org/10. 30651/aks. Khodijah Hayati. Fitri Amilia/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Mei 2021 Hal 163 - 171 dengan tema menulis menjadi bukti pentingnya keterampilan ini. Tidak hanya itu, menulis menjadi salah indikator pencapaian kompetensi Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kegiatan baca tulis merupakan salah satu kompetensi literasi dasar disamping literasi numerasi, sains, digital, finansial, budaya dan kewargaan . Literasi dasar ini harus mulai dikembangkan guru Pendidikan Dasar untuk menumbuhkembangkan kecakapan di abad 21 ini. Sebelum kecakapan literasi pada murid, guru hendaknya menjadi model. Guru sebagai model mampu menunjukkan kecapakannya dalam membaca dan Amilia . menyebutan menjadi salah satu daya tarik dalam pengembangan literasi di sekolah. Ia mencontohkan bahwa kebiasaan guru dalam membaca dan menulis akan menjadi contoh untuk muridmuridnya. Keteladanan ini akan menjadi dasar, pondasi, dan bekal dalam pencapaian kecakapan literasi Keterampilan menulis sangat profesiolitas guru. Keterampilan empat kompetensi guru, meliputi kompetensi pedagogi, profesional, sikap, dan kepribadian. Hal ini sesuai dengan konsep pengembangan kompetensi guru yang diungkap oleh Musfah . Dia menyatakan guru profesional senantiasa merencanakan segala aktivitasnya untuk terus meningkatkan pengetahuan, sikap, perbuatan, dan keterampilan. Melalui kegiatan menulis, akan terekam jejak peningkatan kompetensi tersebut. Banyak hasil kegiatan untuk meningkatkan kemampuan menulis untuk guru. Fitria. Kristiawan, & Rahmat . menuliskan pentingnya keterampilan menulis penelitian tindakan kelas bagi Sebelumnya. Sodiq. Suryadi, & Ahmad . melaporkan bahwa peningkatan keterampilan menulis dapat dilakukan dengan pelatihan. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan merupakan pijakan dalam menulis. Tulisan atau karya guru merupakan bukti dari pengetahuan dan kompetensi yang dimilikinya. Berdasarkan observasi dan wawancara pada guru di Pendidikan Anak Usia Dini dan Sekolah Dasar ditemukan fenomena kurang maksimalnya pembiasaan menulis di kalangan guru. Guru sudah mengajar dengan cara terbaik sesuai analisis kebutuhan peserta didik. Namun, guru belum memiliki komitmen untuk selalu menulis, sehingga siswa pun hanya menulis kata dan kalimat sesuai instruksi tanpa adanya upaya menulis gagasan atau ide kreatif. Fenomena ini disebabkan banyak faktor. Pertama, guru belum menjadi teladan dalam kegiatan Di sekolah dasar telah dijumpai adanya majalah dinding . Guru belum memaksimalkan mading tersebut sebagai transfer pengetahuan Khodijah Hayati. Fitri Amilia/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Mei 2021 Hal 163 - 171 dan gagasan. Mading hanya menjadi media siswa menulis tanpa adanya komunikasi tulisan antara guru dan siswa dalam mading yang sama. Fenomena ini menunjukkan bahwa teladan menulis belum dilakukan guru secara maksimal. Idealnya, guru menjadi teladan dalam kegiatan siswa akan terinspirasi untuk menulis tanpa paksaan. Kondisi berbeda dengan guru di sekolah Pendidikan Anak Usia Dini yang belum memiliki mading untuk publikasi tulisan siswa. Namun, di PAUD ini aneka karya siswa bisa dipajang dan dipamerkan di kelas untuk menarik minat dan kreativitasnya. Ketiadaan sarana ini menjadikan guru PAUD tidak memiliki media dalam menulis. Belum ada ide untuk menghadirkan atau memilih sarana untuk bisa menulis dengan efektif. Hal ini menjadi faktor kedua atas fenomena belum adanya pembiasaan menulis di kalangan guru. Untuk mencapai pembiasaan perlu membiasakan diri menulis. Amilia . menyatakan siswa perlu dibiasakan dalam menulis. Pembiasaan menulis di kalangan siswa akan membangun keterampilan Tugas guru adalah melatih dan membiasakan kegiatan menulis dalam setiap kegiatan pembelajaran. Tema tulisan untuk siswa sekolah dasar bisa beraneka ragam, seperti puisi, cerita pengalaman pribadi, dan aneka tulisan santai lainnya. Atas dasar ini, kegiatan pengabdian ini dirancang untuk menyiapkan guru yang memiliki panggilan jiwa dalam pengembangan literasi di sekolah. Kegiatan ini juga dilakukan atas dasar kerja sama dengan mitra yaitu Pemerintah Desa Pakusari dalam tiga tahun pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat (Abdima. Dengan adanya kegiatan ini, ada harapan berupa peningkatan bagi pegiat pendidikan. Kegiatan ini dititikberatkan pada pelatihan menulis buku ajar untuk siswa dan artikel ilmiah. Pegiat pendidikan yang menjadi peserta dalam kegiatan ini adalah guru Sekolah Dasar dan Guru PAUD yang ada di desa Pakusari. Jumlah peserta dalam kegiatan ini adalah 25 guru. METODE PELAKSANAAN Secara umum kegiatan Abdimas ini dilaksanakan dengan metode Istilah lokakarya digunakan untuk merujuk pada kegiatan ilmiah dengan target luaran produk yang lebih terukur. Lokakarya terangkai dalam kegiatan pemberian materi, pendalaman materi, dan pelatihan penguatan materi. Richards & Farrell . menjelaskan bahwa lokakarya merupakan kegiatan pembelajaran yang relatif pendek untuk bertukar informasi, melatih keterampilan, dan mendapatkan umpan balik. Istilah lain dari lokakarya adalah workshop. Berdasarkan hasil penelitian, rangkaian kegiatan pelatihan dapat mengubah dan atau meningkatkan kompetensi guru. SaAobani . melaporkan bahwa kegiatan pelatihan dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyiapkan rencana kegiatan Khodijah Hayati. Fitri Amilia/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Mei 2021 Hal 163 - 171 Dengan demikian, metode ini dapat direkomendasi pengabdian masyarakat yang tepat. Selain itu. Mulyawan . merupakan kegiatan yang tepat dalam pengembangan profesional bagi Pelatihan berbagai tema yang diselenggarakan oleh dinas, instansi, atau perorangan akan menjadi wadah untuk menggali informasi baru, menjaga, serta meningkatkan kompetensi guru. Berdasarkan konsep tersebut, target luaran yang akan dicapai dalam kegiatan ini adalah karya tulis berupa gagasan guru yang bisa menjadi bahan bacaan siswa baik sebagai materi ajar atau pun pengayaan informasi. Target luaran tersebut akan diberikan oleh peserta untuk menunjukkan keberhasilan program yang dikerjakan. Adapun tahapan tahapan adalah Presentasi penyampaian program. Kerja individu dan kerja kelompok. Praktik pendampingan dan atau unjuk kerja, dan Refleksi dan atau evalusasi Rincian tahapan kegiatan pada tahun 2019 ini dipaparkan pada rincian berikut. Tahap penyampaian program Pada tahap ini, para staf edukatif UPBJJ Universitas Terbuka Jember menyampaikan materi pentingnnya literasi untuk guru, mulai dari kegiatan membaca dan menulis. Membaca dan menulis di era digital berbeda dengan kegiatan membaca dan menulis di era Perlu adanya pemahaman dalam penggunaan literasi berbasis digital untuk guru PAUD dan SD. Guru yang memiliki kompetensi literasi berbasis teknologi akan mampu menjadi bagian dari masyarakat yang mandiri dan berwirausaha. Penyampaian program dilakukan sebanyak dua kali, satu kali telah dilakukan tanggal 25 Oktober 2019. Pada pertemuan ini disampaikan kegiatan membaca dan menulis yang bisa dilakukan guru. Dari kegiatan tersebut, guru dapat menciptakan kreasi untuk meningkatkan mutu Tidak hanya mutu pendidikan, tetapi guru juga bisa lebih mandiri dalam mengembangkan kegiatan sekolah yang menyenangkan. Disepakati dalam kegiatan perdana ini, guru akan berlatih menulis Lembar Kegiatan Anak dan Bahan Bacaan Anak yang akan menjadi buku yang ditulis Bersama oleh kelompok kerja guru PAUD dan SD. Pada pertemuan kedua, akan ilmiah oleh guru. Publikasi ilmiah ini diakui belum banyak dipahami olehb guru baik PAUD aatau SD. Oleh sebab itu akan disampaikan urgensi literasi ilmiah untuk guru sehingga meningkatkan kualitas diri dan eksistensi profesionalisme mereka. Tahap kerja individu dan kerja Pada tahap ini, peserta akan menyusun tugas sesuai dengan materi yang disampaikan pada tahap Peserta akan bekerja secara mandiri yang kemudian disusun secara bersama-sama dalam kerja kelompok. Tahap pendampingan dan unjuk kerja Khodijah Hayati. Fitri Amilia/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Mei 2021 Hal 163 - 171 Pada tahap ini, para peserta pada program literasi guru. Hasil kinerja akan diberikan arahan dalam penyelesaian target yang akan . Tahap refleksi dan evaluasi Pada tahap ini, para staf edukatif UPBJJ Universitas Terbuka Jember dan juga peserta mengevaluasi kegiatan untuk mengukur keberhasilan program Para peserta dari program ini bisa mendapatkan manfaat dari kegiatan literasi yang telah dilaksanakan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil kegiatan ini akan dijelaskan sesuai tahapan yang dilaksanakan dalam kegiatan Abdimas . Tahap penyampaian program Pada tahap penyampaian program, ada dua tema bawahan dalam kegiatan literasi guru ini, yaitu konsep literasi guru secara umum dan konsep literasi ilmiah. Pada setiap kegiatan disampaikan motivasi untuk meningkatkan kompetensi literasi Hal ini perlu disampaikan karena melalui guru yang sadar pentingnya literasi akan lahir generasi penerus yang juga mencintai literasi. Dipaparkan di pertemuan pertama yaitu pentingnya literasi masa kini di era digital dan peluang menjadi bagian dari masyarakat yang mandiri dan berwirausaha melalui kegiatan Berdasarkan paparan tersebut beberapa guru memiliki inisiatif dan kesepakatan untuk menulis bersama yang diwujudkan dalam sebuah buku yang ditulis oleh guru-guru SD dan guru-guru PAUD di bawah gugus kegiatan guru. Pada didiskusikan luaran yang bisa menjadi bagian dari perjalanan usaha meningkatkan kompetensi literasi guru. Disepakati para peserta akan menyusun bahan bacaan untuk meningkatkan kompetensi guru dan memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Pada kegiatan ini, disampaikan setiap peserta membuat karya sesuai dengan kompetensi mereka. Hasil kinerja akan ditunjukkan di akhir kegiatan Abdimas ini. Kegiatan pelatihan pertama ini mendapatkan respon yang sangat positif, sehingga kami pun memiliki komitmen untuk memberikan layanan untuk merealisasikan mimpi menyusun dan menerbitkan buku bersama. Pada dipaparkan literasi ilmiah masa kini. Ini perlu disampaikan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam memperoleh, mengolah, dan memublikasi karya ilmiah yang telah Pengalaman menulis ilmiah di pendidikan strata satu sebelumnya akan menjadi bekal dalam pengembangan kemampuan menulis ilmiah ini. Berdasarkan kegiatan ini, beberapa guru ingin memublikasikan artikel ilmiah mereka di jurnal secara Namun, karena ketidaksiapan naskah, dibutuhkan waktu menunggu sampai artikel mereka bisa dikirim. Pada kegiatan ini, disampaikan peningkatan kompetensi guru melalui artikel ilmiah. Untuk mendukung kompetensi tersebut, disampaikan Khodijah Hayati. Fitri Amilia/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Mei 2021 Hal 163 - 171 cara memaksimalkan penggunaan Microsoft word dalam menyusun karya ilmiah. Dikenalkan fungsi setiap menu dalam Microsoft word mulai dari aneka menu di home, insert, design, layout, references, mailings, review, dan view. Berikut salah satu tampilan materi pelatihan. Gambar 1 Materi Pelatihan Setiap menu tersebut memiliki fungsi dalam menulis karya ilmiah. Pada pelatihan tersebut disampaikan cara menulis dengan heading untuk bisa menyusun daftar isi dengan otomatis, cara menulis daftar pustaka, tabel, gambar, dan grafis melalui Untuk mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan, pada pelatihan ini, peserta juga memiliki kesempatan untuk bertanya dan berpraktik langsung dalam menulis dengan mengoptimalkan fungsi menu di Microsoft word. Namun, sebelum peserta melakukan praktik, dijelaskan cara langsung pada draf artikel ilmiah dari pemateri. Melalui draf tersebut, beberapa menu dalam Microsoft yang dipelajari. Berdasarkan simulasi tersebut, peserta memiliki kesempatan untuk bertanya dan berpraktik langsung dalam menulis dengan mengoptimalkan fungsi menu di Microsoft word. Semua materi kegiatan telah dijelaskan dalam modul kegiatan yang dibagikan. Dengan harapan para peserta mampu meningkatkan kompetensi literasi dengan baik. Kompetensi literasi yang meningkat akan menjadi indikator peningkatan kompetensi guru profesional. Gambar 2 Modul Kegiatan Abdimas Dengan adanya modul tersebut, diharapkan peserta dapat membaca dan memahami kembali materi yang telah Hal ini sesuai dengan manfaat modul yang disampaikan Sungkono . , modul memiliki manfaat bagi guru dan murid. Dalam konteks kegiatan ini, guru adalah pelaksana Abdimas dan murid adalah peserta Abdimas. Manfaat bagi guru, modul sebagai bukti bahwa guru adalah fasilitator. Manfaat bagi murid yaitu mereka dapat terus belajar tanpa kehadiran guru. Hal ini juga sesuai dengan dugaan bahwa keterampilan menulis merupakan keterampilan yang harus terus diasah. Tahap kerja individu dan kerja Kerja individu dan kelompok dilakukan oleh setiap peserta. Hasil kerja peserta akan ditunjukkan saat pendampingan dan evaluasi. Berikut Kerja individu dan kelompok produk berupa artikel ilmiah belum dilakukan oleh setiap peserta. Hasil Ada banyak faktor kerja peserta akan ditunjukkan saat atas kondisi ini, faktor utamanya danFitrievaluasi. adalahVol. No. Khodijah Hayati. Amilia/Aksiologiya:Berikut Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Mei 2021 Hal 163 - 171dan karya yang dihasilkan sebagai luaran menulis ilmiah. Untuk menghasilkan Ada banyak faktor atas kegiatan pelatihan pertama. luaran berupa artikel ilmiah, kondisi ini, faktor utamanya adalah kegiatan pelatihan pertama. dibutuhkan pendampingan yang kompetensi dan habituasi menulis Pendampingan itu dilakukan Untuk menghasilkan luaran ide hingga Jika yang Gambar PesertaBerupa Berupa dilakukan hingga tuntas, sejak Pendampingan itu dilakukan Gambar3 3Produk Produk Peserta Buku Bergambar secara valid BukuCerita Cerita Bergambar Jikamelalui tidakdi dilakukan jurnal ilmiah Gambar 3 tersebut menunAjukkan peserta mengerjakan tagihan individu untuk membuat bahan bacaan untuk Guru membuat cerita bergambar dengan tema sahabat. Luaran ini dikerjakan untuk bisa menghasilkan buku yang ditulis oleh semua peserta Peserta Lembar Kerja Siswa dengan tema Binatang, subtema makanan binatang. Berikut karyanya. Gambar 4 Produk Peserta Lembar Kerja Siswa Variasi produk yang dihasilkan para peserta pelatihan memiliki kesulitan dalam pemaduan buku yang akan direncanakan diterbitkan. Untuk itu, diperlukan komitmen kuat dari semua peserta untuk menghasilkan buku yang diterbitkan sesuai dengan komitmen awal dalam kegiatan Pada kegiatan Abdimas ini, produk berupa artikel ilmiah belum hingga tuntas, kelayakan artikel belum bisa dicek secara valid melalui publikasi di jurnal ilmiah nasional. Dengan demikian, dapat disimpulkan menulis artikel ilmiah memerlukan usaha yang lebih konsisten dari peserta kegiatan Abdimas. Tahap pendampingan dan unjuk kerja Pendampingan dilakukan untuk memberikan layanan kepada peserta untuk mendapatkan pengalaman belajar yang baik. Pengalaman belajar yang menyenangkan akan menjadi bekal dalam pengembangan literasi di masa yang akan datang. Buku karya guru dicetak oleh tim pelaksana Abdimas. Produk ini menjadi bukti konkret kinerja dan performa mereka dalam kegiatan menulis. Tahap refleksi dan evaluasi Refleksi dan evaluasi akan rangkaian kegiatan Abdimas Literasi Guru telah tuntas. Refleksi untuk pelatihan pertama sudah dilakukan tanggal 20 bulan November 2019. Refleksi kegiatan kedua dilakukan 29 November 2019. Evaluasi kegiatan akan dilakukan setelah karya peserta dikumpulkan di bulan 15 Desember Hasil dari kegiatan refleksi dan Khodijah Hayati. Fitri Amilia/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Mei 2021 Hal 163 - 171 evaluasi, disimpulkan bahwa pelatihan ini bermanfaat untuk peningkatan Rangkaian memberikan pengalaman belajar yang Semua guru memiliki bakat dan potensi tersembunyi, melalui pelatihan ini, guru bisa mengekspos kemampuannya dalam menulis. SIMPULAN Kemampuan menulis merupakan dengan proses belajar yang lebih Komitmen yang kuat untuk terus menerus belajar menulis akan menjadi dasar dalam pengembangan potensi diri dalam menulis. Untuk itu, setiap guru harus memiliki komitmen pengembangan diri yang baik. Melalui kegiatan Abdimas ini, semua guru diharapkan terus meningkatkan komitmen dalam pengembangan diri, khususnya menulis. Dengan menulis, kompetensi guru akan meningkat. murid mendapatkan teladan untuk pengembangan diri yang lebih baik. Melalui kegiatan Abdimas ini, pengembangan kegiatan literasi menjadi media belajar guru untuk menjadi pribadi yang mandiri dan berwirausaha di bidang pendidikan melalui kemampuan literasi yang baik. Penyiapan sumberdaya manusia yang literat diperlukan komitmen dan kerja sama semua pihak, sehingga guru mampu memberikan contoh untuk melahirkan generasi yang literat. UCAPAN TERIMA KASIH Disampaikan terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Terbuka yang telah membiayai rangkaian kegiatan Abdimas dalam tiga tahun kegiatan. Kegiatan ini Abdimas di Desa Pakusari dengan tema literasi sejak tahun 2017 lalu. Kegiatan tahun pertama bertema literasi administrasi untuk staf desa. Kegiatan tahun kedua bertema literasi teknologi untuk pegiat usaha. Terakhir, tahun 2019, kegiatan Abdimas bertema literasi untuk pegiat pendidikan. DAFTAR PUSTAKA