JURNAL Volume 4. Nomor 2 Desember 2024 P-ISSN: 27752062 E-ISSN: 27758729 Al-Manaj ANALISIS KONTRIBUSI REMAJA MASJID TERHADAP MANAJEMEN DAKWAH Laila Amalia1. Risqie Nur Salsabilla2. Fahdina Dean Yustisia3. Eri Marsa Dwi Septiana4 Pesantren Riset Al-Muhatada Email: lailaamalia101@students. id, risqienurilman@students. fahdinayustisia@gmail. com, erimarsadwiseptiana@gmail. Kata kunci Abstrak Kontrubusi, remaja masjid, manajemen dakwah. Semarang Remaja masjid merupakan kelompok usia remaja setempat yang terlibat aktif dalam kegiatan dan pengurusan keagamaan di masjid, serta mendorong kehidupan beragama kepada generasi muda. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kontribusi rekan masjid terhadap pengelolaan dakwah di Masjid Daarussalam Kalisegoro. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif berdasarkan penelitian empiris, berupa studi kasus pada remaja Masjid Daarussalam Kalisegoro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dakwah Masjid Daarussalam Kalisegoro berjalan melalui beberapa proses yang terdiri dari pengorganisasian, kerjasama, pengelolaan dana, dan mendorong peran remaja yang nantinya akan mencapai tujuan dakwah secara lisan, tindakan, dan tertulis. Namun, peran rekan-rekan masjid ditemukan bersifat tidak langsung karena mereka cenderung menjadi eksekutor dibandingkan konseptor. Meski cukup mendukung pengembangan remaja masjid, para pengurus dan rekan-rekan masjid sendiri menghadapi beberapa tantangan dalam memaksimalkan potensi rekan-rekan masjid seperti pendidikan remaja, dan permasalahan regeneratif internal. Keywords Contribution, mosque peers, daAowah Semarang Abstract Mosque peers are local teenage age groups who are actively involved in religious activities and management in the mosque, as well as encouraging religious life to the youngsters. Therefore, this study aims to analyze how the contribution of mosque peers to da'wah management at the Daarussalam Kalisegoro Mosque. The research method is descriptive qualitative based on empirical research, as case studies on Daarussalam Kalisegoro mosque The results showed that da'wah management of the Daarussalam Kalisegoro Mosque runs by several process consisting of organizing, collaborating, managing funds, and encourage the role of teenagers who will later achieve da'wah goals orally, in action, and in writing. However, the role of mosque peers is found to be indirect as they are tend to be executor than the Besides being supportive, the commitees and mosque peers itself faces several challenge in maximizing the potential of mosque peers such as the teenagers' education, and regenerative Laila Amalia. Risqie Nur Salsabilla. Fahdina Dean Yustisia. Eri Marsa Dwi Septiana Analisis Kontribusi Remaja Masjid terhadap Manajemen Dakwah Jurnal Al-Manaj Vol. 04 No. 02 Desember 2024 : Hal 7-16 Pendahuluan Dakwah merupakan salah satu kewajiban umat muslim. Hukum berdakwah bagi umat Islam dapat menjadi kewajiban individu . ardhu 'ai. dan kewajiban bersama . ardhu Menurut A. Hasyimi dalam penelitiannya pada tahun 2022, menyatakan bahwa ini bukanlah tugas yang hanya ditanggung oleh kelompok tertentu di mana yang lain bebas dari tanggung jawab. 1 Seperti halnya tanggung jawab umat Muslim terhadap ibadah seperti salat dan zakat, setiap Muslim juga memiliki kewajiban untuk mengembangkan keimanan dalam hati yang hampa dan membimbing orang lain ke jalan yang benar menurut ajaran Allah. Firman Allah SWT dalam Surah Al-Imran ayat 104 memberikan petunjuk mengenai perintah A aN eE aI eIE aa aOaOE aiO aE aN aI eE aI eA aE a eOIA a A eOIa aEaO eE aO ae aOOa e aI a eOIa a eE aI e a eOA a eAaO eE a aE eN a cI eI aE eI a acIU OacA a a aOOa eI aN eOIA Artinya: "Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh . yang ma'ruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. " (QS 2:. Dalam prosesnya dakwah perlu dilakukan secara berkesinambungan, bukan insidental atau kebetulan, melainkan benar-benar direncanakan, dilaksanakan dan dievaluasi secara terus menerus oleh para pengemban dakwah sesuai dengan tujuan-tujuan yang dirumuskan (Rifai. Rizqi, 2. 2 Dalam konteks inilah relevansi manajemen dakwah dalam memaksimalkan pengelolaan dan koordinasi pihak-pihak yang terlibat pada program-program masjid yang menjadi poin fundamental dakwah. George R. Terry mengungkapkan bahwa manajemen adalah sebuah proses yang terdiri dari proses perencanaan, pengorganisasian, pergerakan, dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang awalnya sudah ditetapkan. Pada implementasinya prinsip ini menjadikan dakwah sebagai kegiatan yang memerlukan dorongan dari banyak pihak, tidak hanya kalangan ulama, ustaz, masjid juga perlu memiliki pengurus dari kalangan masyarakat, dan juga remaja masjid. Remaja masjid merupakan kelompok usia remaja dalam suatu lingkungan masjid yang terlibat aktif dalam kegiatan keagamaan maupun kepengurusan di masjid, memperkuat keterlibatan generasi muda dalam kehidupan beragama. Remaja diharapkan mampu bekerja di samping pengurus utama masjid untuk menyelaraskan manajemen dakwah dengan dinamika sosial dan mendorong partisipasi masyarakat yang lebih besar. Dalam mempertahankan kesinambungan program dan produktivitas masjid, anggota dan pengurus terkait harus mampu mengikuti dinamika masyarakat dan zaman, di sinilah peran pemuda menjaga keberlangsungan dakwah masjid menjadi penting. Dalam perkembangan dakwah, tidaklah cukup hanya mengandalkan kegiatan keagamaan yang telah menjadi kebiasaan di wilayah tersebut. Terlebih lagi, dengan pesatnya kemajuan teknologi dan informasi di era globalisasi saat ini, dakwah agama perlu disebarluaskan dan dikembangkan. Jika hanya mengandalkan pemuka agama di suatu Hidayat. Manajemen Dakwah Bil Lisan Perspektif Hadits. Jurnal Al-Tatwir, 6. , 33Ae50. https://doi. org/10. 35719/altatwir. Mahmud. Hakikat Manajemen Dakwah. Palita: Journal of Social Religion Research, 5. , 65Ae76. https://doi. org/10. 24256/pal. Adisaputro. , & Amrillah. Peran Remaja Masjid dalam Meningkatkan. Dakwah. J-KIs: Jurnal Komunikasi Islam, 2. , 43-52. Erisandi. Sanusi. , & Setiawan. Implementasi Perencanaan Program Ikatan Remaja Masjid dalam Meningkatkan Kemakmuran Masjid. Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah, 4. , 423Ae442. https://doi. org/10. 15575/tadbir. Laila Amalia. Risqie Nur Salsabilla. Fahdina Dean Yustisia. Eri Marsa Dwi Septiana Analisis Kontribusi Remaja Masjid terhadap Manajemen Dakwah Jurnal Al-Manaj Vol. 04 No. 02 Desember 2024 : Hal 7-16 wilayah, penyampaian dakwah tidak akan optimal. Keberadaan organisasi remaja masjid dapat menjadi wadah untuk menyebarluaskan informasi terkait kegiatan dakwah yang dilaksanakan masjid tersebut. Hadirnya remaja masjid dalam menjalankan tugasnya untuk mengelola masjid menjadikan salah satu penentu kebermanfaatan bagi jamaah dan masyarakat sekitar untuk kehidupan beragama dan kehidupan sosial jamaah. Selain itu, remaja masjid dapat menjadi wadah untuk mengembangkan bakat keagamaan di lingkungan sekitar masjid itu sendiri (Adisaputro & Amrillah, 2. 4 Dengan demikian nantinya remaja masjid memiliki potensi sebagai organisasi yang dapat memperbaiki manajemen masjid secara efektif. Tidak banyak masyarakat setempat yang mengetahui secara pasti kejelasan eksistensi remaja masjid di Masjid Daarussalam. Beberapa menjawab dengan ragu apakah masjid tersebut memang memiliki pengurus remaja masjid, dan beberapa mengatakan bahwa kepengurusan remaja masjid pernah ada tetapi sudah tidak diteruskan lagi. Padahal, pengurus inti masjid memberikan konfirmasi bahwa masjid Daarussaalam masih memiliki kelompok remaja masjid. Hal ini menunjukkan meski dengan berbagai program yang masif dilancarkan, masyarakat belum merasakan signifikansi peran bahkan keberadaan remaja Masjid Daarussalam Kalisegoro. Berangkat dari realitas tersebut, penelitian ini melakukan studi kasus pada Masjid Daarussalam untuk menganalisis kontribusi remaja masjid dalam manajemen dakwah Masjid Daarussalam Kalisegoro. Metode Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang melihat objek penelitian sebagai kesatuan yang terintegrasi pada satu kasus sehingga penalaahannya perlu dilakukan secara intensif, mendetail dan komprehensif. Kajian terhadap objek dilakukan secara kontekstual melalui pengumpulan yang telah diperoleh dari lapangan. Pada penelitian analisis kontribusi remaja masjid terhadap manajemen dakwah di Masjid Daarussalam masuk ke dalam jenis penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif dilakukan menggunakan studi kasus. Studi kasus ini menggunakan bentuk penyelidikan mendalam terhadap suatu suatu aspek lingkungan sosial termasuk orang yang berada di dalamnya. Studi kasus dilakukan terhadap kelompok individu dan kelompok masyarakat . emaja masji. Dalam penelitian ini, peneliti lebih memfokuskan pada Analisis kontribusi remaja masjid terhadap manajemen dakwah Masjid Daarussalam Kalisegoro. Kecamatan Gunung Pati Kota Semarang. Selain itu, penelitian ini juga berfokus pada manajemen dakwah yang ada di Masjid Daarussalam Kalisegoro. Kecamatan Gunung Pati. Kota Semarang tersebut. Lokasi penelitian ini dilakukan di Wilayah sekitar Masjid Daarussalam Kalissegoro. Kec. Gunung Pati Kota Semarang dan yang menjadi objek penelitian yaitu Remaja Masjid. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer diperoleh secara langsung yaitu pengurus masjid, remaja masjid, warga sekitar masjid dan tokoh Sumber data sekunder yang digunakan meliputi 2 hal, pertama. kajian pustaka konseptual, yaitu kajian terhadap artikel-artikel dan dokumen-dokumen . uku-buku yang ditulis oleh para ahli yang ada Masjid Daarussaalam Kalisegoro kaitannya dengan pembahasan penelitian in. Kedua. kajian pustaka hasil penelitian terdahulu yang memiliki relevansi dengan pembahasan penelitian ini mengenai fungsi dan upaya remaja masjid sebagai Bin Thohir. Manajemen Dakwah Dalam Meningkatkan Perilaku Beribadah Santri Pondok Pesantren Darun Najah Petahunan Kecamatan Sumbersuko Lumajang. Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam, 6. , 1. https://doi. org/10. 36835/dakwatuna. Laila Amalia. Risqie Nur Salsabilla. Fahdina Dean Yustisia. Eri Marsa Dwi Septiana Analisis Kontribusi Remaja Masjid terhadap Manajemen Dakwah Jurnal Al-Manaj Vol. 04 No. 02 Desember 2024 : Hal 7-16 pengemban dakwah. Pada penelitian ini populasinya adalah masyarakat Sekargading. Kalisegoro. Kec. Gn. Pati. Kota Semarang atau sekitar Masjid Daarussalam. Sampel pada penelitian ini yaitu remaja masjid yang berusia 13-25 tahun. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penulisan ini adalah teknik penelitian empiris, mengumpulkan data melalui penelitian lapangan dengan menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil dan Pembahasan Masjid Daarussalam merupakan masjid yang terletak di Jalan Sekargading. RT 4 Rw 03 Kelurahan Kalisegoro. Kecamatan Gunung Pati. Kota Semarang. Masjid ini memiliki keistimewaan dibandingkan dengan masjid pada umumnya. Masjid Daarussalam selain difungsikan sebagai tempat ibadah, juga difungsikan sebagai manajemen dakwah. Salah satu manajemen dakwah yaitu pada pembentukan remaja masjid sebagai pelaksana manajemen Masjid Daarussalam. Remaja masjid ini dibentuk dengan tujuan untuk membantu mengoperasionalkan kegiatan manajemen masjid pada kegiatan tahunan maupun mingguan. Remaja masjid ini memiliki anggota sekitar 64 orang yang terdiri dari 10 remaja putra dan 54 remaja putri. Masjid Daarussalam didirikan pada tahun 2003 yang berada pada perumahan sekargading. Kelurahan Kalisegoro. Kecamatan Gunung Pati. Kota Semarang. Pembangunan Masjid Daarussalam dibangun dengan tujuan untuk memfasilitasi masyarakat perumahan Sekargading yang tidak memiliki tempat ibadah kala itu sehingga dibangun mushola yang sekarang berubah menjadi Masjid Daarussalam. Masjid ini dibangun secara bertahap selama 4 tahap pembangunan. Pembangunan di mulai dari satu ruangan kemudian hingga terdapat 4 ruangan yang memiliki fungsi yang berbeda. Fungsi dari ruangan tersebut yaitu untuk jamaah wanita, jamaah laki-laki, ruangan serbaguna serta ruangan untuk pembelajaran TPQ. Masjid ini berada dibawah yayasan Daarussalam Sekargading. Yayasan ini dimiliki oleh beberapa orang bertempat tinggal di perumahan sekargading yang ingin mewujudkan rumah ibadah bagi masyarakat perumahan sekargading. Selain itu. Masjid Daarussalam didirikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat perumahan sekargading yang di dalam manajemen Masjid Daarussalam memiliki program unggulan manajemen masjid. Masjid Daarussalam dalam satu tahun memiliki rancangan program rutin maupun hari besar nasional yang diselenggarakan langsung oleh pengurus masjid dan remaja masjid. Kegiatan tersebut diantaranya: . Semarak Kampung Ramadhan. Semarak Kampung Ramadhan diadakan setiap bulan Ramadhan untuk menyambut bulan Ramadhan. Kegiatan Belajar Mengajar di TPQ Cahaya Mata. TPQ Cahaya Mata diadakan setiap sore hari yang dibimbing oleh beberapa pengurus masjid serta remaja masjid. Kurmat (Kerumunan Urusan Kematia. Kerumunan urusan kematian merupakan kegiatan mengurus jenazah, salah satunya mengenai peti mayit. Trimasda (Persatuan Remaja Masjid Daarussala. Trimasda merupakan persatuan remaja Masjid Daarussalam yang membantu terkait kegiatan yang diadakan Masjid Daarussalam yang terdiri dari 64 orang. Sholawatan Malam Jumat. Sholawat malam jumat diadakan setiap malam JumAoat setelah jamaAoah isya. Rotibul Kubro. Rotibul kubro diadakan bersamaan dengan sholawat malam JumAoat. Kajian Annisa. Pengajian yang dilakukan setiap hari Senin sampai Rabu yang dihadiri oleh jamaah perempuan baik ibu-ibu maupun remaja. Pengajian Tahlil. Pengajian Tahlil diadakan setiap JumAoat sore, dihadiri oleh jamaah tahlil ibu-ibu sekitar Masjid Daarussalam Sekargading. Abun (Aliansi Banjarin UNNES). Setiap rabu malam kamis pahing pengurus masjid mengadakan solawatan dari grup Abun (Alumni Rem. KKN Remaja. Kegiatan KKN di Masjid Daarussalam yang bermitra dengan Pondok Pesantren Aswaja dan Najmia. Laila Amalia. Risqie Nur Salsabilla. Fahdina Dean Yustisia. Eri Marsa Dwi Septiana Analisis Kontribusi Remaja Masjid terhadap Manajemen Dakwah Jurnal Al-Manaj Vol. 04 No. 02 Desember 2024 : Hal 7-16 Kegiatan Amil Zakat Fitri. Mengadakan pengelolaan zakat rutin setiap ramadhan untuk warga . Hari Raya Qurban. Hari Raya Qurban dilakukan di lahan bawah masjid dengan sapi yang telah disuplai langsung oleh yayasan masjid. Manajemen Dakwah Masjid Daarussalam Merujuk pada pendapat George R. Terry menyatakan bahwa manajemen adalah suatu proses khas yang terdiri atas tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, pergerakan, dan pengendalian untuk menentukan serta mencapai tujuan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya. Berdasarkan pendapat diatas, manajemen dakwah Masjid Daarussalam Kalisegoro memiliki proses tindakan yang terdiri dari pengorganisasian, kerjasama, pemanfaatan, pengelolaan dana, dan pemberdayaan peran remaja yang nantinya mencapai tujuan dakwah. Tujuan dakwah termaktub dalam teori dakwah yang menyatakan bahwa dakwah menjadikan manusia berada dalam jalan Allah untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat melalui 3 cara secara lisan, tindakan, dan tulisan. Manajemen dakwah remaja yang dilakukan di Masjid Darussalam Kalisegoro meliputi beberapa aspek diantaranya: Pertama, dari segi pengorganisasian kegiatan dakwah. Pengorganisasian kegiatan dakwah merupakan wadah yang memiliki tujuan untuk mencapai kesepakatan dalam kegiatan dakwah di Masjid yang dijalankan dengan tertib, teratur dan sistematis. Wadah yang diperlukan yaitu kumpulan remaja masjid dari lingkup manapun yang bersedia untuk mengelola manajemen kegiatan dakwah secara Dakwah bi Al-Lisan . Dakwah bi AlHal . , dan Dakwah bi Al-Qalam . 5 Pada hasil wawancara, pengurus masjid menyatakan Pengorganisasian Remaja Masjid Darussalam Kalisegoro mencerminkan keragaman yang luar biasa yaitu dengan melibatkan remaja dan berbagai lapisan masyarakat, bukan hanya terbatas pada anak muda kampung setempat. Keunikan ini juga terletak pada keterlibatan mahasiswa, sebagian di antaranya adalah mahasiswa dari kampus UNNES. Inisiatif remaja masjid ini tampak dalam beragam kegiatan, mulai dari kegiatan Ramadhan hingga kegiatan keagamaan seperti sekolah TPQ. AuDisini rata rata pendatang mba sebagai mahasiswa, ada kan, juga ada yang kuliahnya di luar unnes , dia menetap di luar kota jadi gabisa aktif. aktif kalau misalkan ada libur. Alhamdulilah sangat antusias, kalau setiap sore anak-anak pada ngisi disini, ada TPQ nya, nama TPQ nya cahaya mata, kegiatan belajar dilakukan sampai maghrib, kemudian pas isya nanti pada jamaah. disini rata rata pendatangAy. Selama bulan suci Ramadhan, remaja masjid aktif terlibat dalam kegiatan sosial, seperti membagikan takjil kepada warga setempat dan mahasiswa. Kegiatan keagamaan seperti sholat tarawih, tadarusan, dan khataman al-Qur'an menjadi bagian dari rutinitas harian Tidak hanya itu, kegiatan kurban pada idul adha juga menjadi rutinan kegiatan bagi masyarakat dan juga remaja masjid Darussalam kalisegoro, dari seluruh lapisan masyarakat ikut andil dalam perencanaan maupun di saat pelaksanaanya. Keberagaman anggota, yang mencakup remaja sekitar masjid, pendatang, dan mahasiswa, menciptakan suasana yang inklusif dan saling mendukung. Hal ini didasarkan pada wawancara dengan pengurus masjid. Hal ini sesuai dengan wawancara dengan remaja masjid. Kalau untuk kegiatannya itu kan momentum yang pas nya itu waktu ramadhan, memang kita maksimalkan saat ramadhan itu. Aisyah. Peran Remaja Masjid Sebagai Pengemban Dakwah Di Desa Manurung Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur. Skripsi Program Sarjana UIN Alauddin Makassar. http://repositori. id/id/eprint/5111. Aisyah. Nurhalifah. Zahira. Jubaedah. , & Rustandi. Ikatan Remaja Masjid Sebagai Sarana Dakwah Kelembagaan di RW 14 Desa Pangalengan. Proceedings Uin Sunan Gunung Djati Bandung, 3. Laila Amalia. Risqie Nur Salsabilla. Fahdina Dean Yustisia. Eri Marsa Dwi Septiana Analisis Kontribusi Remaja Masjid terhadap Manajemen Dakwah Jurnal Al-Manaj Vol. 04 No. 02 Desember 2024 : Hal 7-16 dimaksimalkan membantu kegiatan dari masjid, misalkan kalau setiap tahunnya itu ada bagi takjil gratis, di pinggir jalan itu. kita memanfaatkan remaja untuk membagai, walaupun intinya itu tetep nanti ibu-ibu yang bagian menyiapkan. Dengan total 64 anggota yang terdaftar, sekelompok remaja masjid ini tidak hanya berkumpul untuk kegiatan sehari-hari, tetapi juga menggelar acara tahunan berupa pengajian akbar dan pengajian rutinan. Inisiatif positif ini menciptakan hubungan yang erat antara anggota, memperkuat nilai-nilai keagamaan, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar. Kedua,aspek kerjasama pihak eksternal. Kerjasama pihak eksternal merupakan bentuk interaksi sosial yang di dalamnya terdapat aktivitas tertentu untuk mencapai tujuan bersama dengan saling membantu. Hal ini merupakan langkah yang baik untuk memperluas jaringan, dan meningkatkan efektivitas dalam manajemen dakwah masjid. Kerjasama ini dilakukan tidak hanya dari lingkup perumahan, tetapi bermitra dengan yang lainya. 6 Kerjasama yang dilakukan pihak eksternal manajemen dakwah Masjid Daarussalam yaitu dengan melibatkan pihak luar yang berasal dari organisasi, pesantren, dan masyarakat untuk mencapai tujuan kegiatan dakwah Masjid Daarussalam secara Dakwah bi AL-lisan . Dakwah bi AlHal . dan Dakwah bi Al-Qalam . Contohnya, kerjasama dengan organisasi kampus yaitu dengan organisasi Remo. Organisasi Remo merupakan salah satu ukm yang berada di Universitas Negeri Semarang. Organisasi tersebut merupakan salah satu organisasi yang berfokus pada rebana. Organisasi ini bekerjasama dengan Masjid Daarussalam dalam Kegiatan Kajian. Tidak hanya pada kegiatan kajian saja, tetapi kegiatan Abun yang dilakukan setiap malam kamis Pahing untuk acara sholawatan. Setiap malam Kamis pahing ada sholawatan dari Abun (Aliansi Banjari Unne. , itu merupakan alumninya Remo (Organisasi Rebana Modern Unne. , dan juga remo juga disini bermitra dengan sini. Masjid Daarussalam Kalisegoro juga bekerjasama dengan Pondok Pesantren yang berada di sekitar Masjid Daarussalam. Salah satunya dari Pondok Pesantren Aswaja dan Najma, dimana Pondok Pesantren tersebut melakukan pengabdian masyakat pada Masjid Daarussalam. Pengabdian tersebut dilakukan selama 2 bulan dengan membantu manajemen dakwah Masjid Daarussalam. Salah satunya pada program kajian Annisa, para santri Pondok Pesantren membantu menyiapkan konsumsi. Selain itu, terdapat kerjasama yang dilakukan para dosen dengan Masjid Daarussalam, salah satunya terkait manajemen bangunan Masjid Daarussalam. Bangunan Masjid Daarussalam di desain oleh salah satu dosen arsitek. Contonya desain pada pintu, jendela serta lampu masjid. Masjid ini juga didukung oleh hasilhasil pengabdian dosen mba, seperti lampu LED, pintu, jendela, serta desain-desain hiasan masjid juga. Termasuk dulu juga ada bantuan mendesaian ini menjadi ajang pengabdian masyarakat entah itu di perancangan, pengabdiannya atau di yang lainya. Ketiga. Pemanfaatan sarana komunikasi merupakan fasilitas yang berfungsi untuk menyampaikan pesan terkait kepentingan dakwah Masjid Daarussalam. Pemanfaatan sarana komunikasi dilakukan untuk mendukung manajemen dakwah Masjid Daarussalam. Komunikasi dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti video, foto, dan pamflet. Pemanfaatan sarana komunikasi bertujuan untuk menyampaikan dan mengelola kegiatan manajemen dakwah serta menyebarluaskan pesan dakwah. Platform media yang digunakan yaitu Aslati. Silawati. Sehani. , & Nuryanti. Penerapan Fungsi Manajemen Program Dalam Pelaksanaan Kajian Di Masjid Nurul Islam Mulyorejo Surabaya (Implementation Of Program Management Functions In Implementation Of The Study At Nurul Islam Mosque Mulyorejo Surabay. Masyarakat Madani: Jurnal Kajian Islam dan Pengembangan Masyarakat, 3. , 1. Laila Amalia. Risqie Nur Salsabilla. Fahdina Dean Yustisia. Eri Marsa Dwi Septiana Analisis Kontribusi Remaja Masjid terhadap Manajemen Dakwah Jurnal Al-Manaj Vol. 04 No. 02 Desember 2024 : Hal 7-16 Youtube. Dalam youtube ini menampilkan semua kegiatan manajemen dakwah Masjid Daarussalam, seperti semarak ramadhan, dan pengajian anak. Selain di youtube manajemen dalam aspek sarana komunikasi juga dilakukan di whatsapp sebagai bentuk penyebarluasan. Berikut hasil wawancara dari pengurus masjid AuSetahu saya, cuma itu aja sih youtube. Postingnya sering di youtube, ada akun youtubenya, atau biasa juga itu live-live, biasa ada video ceramah sama ada semarak ramadhan, itu kegiatannya banyak banget, nanti ada diunggah di youtube, ada semarak ramadhan, pengajian, trus ngaji anak-anak iya itu tadi ya. Masjid ada media sosialnya, atau acara apa dari masjid kita posting. Itu linknya dikirim dibagikan ke whatsapp grup. Baru nanti grup itu dikirim ke grup masyarakat lagi, grup-grup lain dan aktif itu bagikan linkAy. Keempat, pengelolaan dana dakwah merupakan salah satu bentuk manajemen di masjid ini. Pengelolaan dana merupakan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pengalokasian biaya untuk program yang berkaitan dengan dakwah. Tujuan pengelolaan dana dilakukan untuk mengatur terkait keuangan Masjid Daarussalam. Hal ini berkaitan dengan teori manajemen sebagaimana mengimplementasikan kegiatan pengelolaan dana yang dilakukan agar efisien dan melibatkan orang lain sebagai sumber daya manusia. Pengelolaan dana di masjid ini sudah menggunakan teknologi yang terkini, yaitu dengan menggunakan scan QR atau barcode melalui aplikasi Go Mobile. 7 Pengelolaan keuangan dilakukan secara transparansi dengan papan laporan keuangan yang di tempel di masjid. Selan itu, penggolongan dana disesuaikan penggunaanya. Kelima, pemberdayaan peran remaja konteksnya remaja masjid merupakan proses pembangunan untuk remaja islam agar mampu memperbaiki situasi dan kondisinya. Pemberdayaan peran remaja melibatkan remaja untuk melaksanakan program dakwah di Masjid Daarussalam. Dalam hal ini remaja islam yang perlu diberdayakan rentang usia 10-24 tahun berdasarkan teori remaja. Manajemen Masjid Daarussalam melakukan pemberdayaan terhadap remaja. Remaja Masjid Daarussalam dijadikan sebagai penggerak operasional manajemen masjid. Hal ini karena menganggap bahwa remaja akan dapat membantu kegiatan manajemen dakwah di masjid ini. Peran remaja pada Masjid Daarussalam pada masa kini dan mendatang merupakan wadah dan harapan untuk melanjutkan program dakwah masjid. Selain itu, remaja masjid memiliki peran dilibatkan dalam kegiatan apapun yang diadakan di Masjid Daarussalam. Kontribusi Remaja Masjid dalam Manajemen Dakwah Berdasarkan teori kontribusi Soerjono dan Djoenaesih menyatakan bahwa kontribusi adalah ikut serta ataupun memberikan baik itu ide dalam kegiatan. Pada remaja Masjid Daarussalam, kontribusi yang dilakukan diantaranya meliputi keterlibatan, keikutsertaan, atau sumbangsih untuk mengelola manajemen kegiatan dakwah. Peran remaja Masjid Daarussalam sebagai eksekutor yang menjalankan program manajemen dakwah tanpa terlibat secara langsung merupakan bentuk partisipasi manajemen dakwah yang dilakukan. Dalam konteks ini, remaja masjid memegang peran kunci dalam menjalankan kegiatan dakwah yang telah dirancang oleh pihak yayasan atau pengurus masjid inti yang merumuskan konsep dan strategi Dengan demikian, mereka menyumbangkan tenaga dan menjadi sumber daya langsung dalam menjalankan rancangan program manajemen dakwah. Skala keanggotaan remaja masjid relatif kecil, sehingga partisipasi aktif dalam kegiatan dakwah dapat dipantau dan terlihat langsung oleh pengurus masjid. Ketercapaian remaja masjid itu sendiri tidak memiliki tolak ukur seperti capaian Indeks Kinerja Utama Alhidayatillah. Dakwah dinamis di era modern. Jurnal pemikiran islam, 41. , 265Ae276. Laila Amalia. Risqie Nur Salsabilla. Fahdina Dean Yustisia. Eri Marsa Dwi Septiana Analisis Kontribusi Remaja Masjid terhadap Manajemen Dakwah Jurnal Al-Manaj Vol. 04 No. 02 Desember 2024 : Hal 7-16 (IKU) spesifik. Objek utamanya ialah berlangsungnya konsep manajemen, sehingga distribusi keaktifan anggota remaja masjid itu sendiri tidak menjadi masalah utama. Hal ini di dukung oleh wawancara dengan pengurus masjid sebagai berikut. Momentum yang tepat salah satunya pada bulan suci Ramadhan. Pada bulan ini remaja masjid aktif terlibat dalam kegiatan sosial, seperti membagikan takjil kepada warga setempat dan mahasiswa. Kegiatan keagamaan seperti solat tarawih, tadarusan, dan khataman al-Qur'an menjadi bagian dari rutinitas harian mereka. Tidak hanya itu, kegiatan kurban pada idul adha juga menjadi rutinan kegiatan bagi masyarakat dan juga remaja masjid Darussalam kalisegoro, dari seluruh lapisan masyarakat ikut andil dalam perencanaan maupun di saat Kemudian pendampingan dan pembinaan remaja masjid hanya dilakukan jika ada kegiatan yang mendekati waktu pelaksanaan. Pengurus inti ikut andil pada pendampingan dan pembinaan sebagai pembuat ide program dan pengelola manajemen dakwah masjid. Pendampingan dan pembinaan remaja masjid menjadi rutin pasca kegiatan dengan pendekatan bonding internal, khususnya terlihat setelah pelaksanaan pengajian TPA. Remaja masjid yang hadir dan pengurus secara bersama-sama berkumpul untuk mempererat ikatan antar anggota, membangun hubungan yang lebih dekat, serta membahas berbagai isu dan aktivitas yang relevan dengan peran mereka dalam kegiatan keagamaan dan sosial di lingkungan masjid. Melalui momen-momen seperti ini, tercipta lingkungan yang mendukung pertumbuhan spiritual dan sosial remaja masjid, memperkuat komunitas, dan memperluas keterlibatan mereka dalam kegiatan yang bermanfaat bagi diri mereka sendiri dan masyarakat Kontribusi remaja masjid dalam di masjid Darussalam Kalisegoro memiliki beberpa faktor pendukung. Faktor pendukung kontribusi remaja masjid tersebut dapat dirangkum dalam pertanyaan berupa motivasi apa yang mendorong keterlibatan para remaja masjid dalam program-program remaja masjid. "Yang memotivasi awalnya mungkin terbiasa gitu ya. Jadi dulu dari kecil sudah kita lama kenal orang di sini, terus memang sudah lama sering diajak bantu-bantu, kan kita juga mungkin memang ada rasa orang tua ini mesti dibantu. Sampe sekarang gede gini ya jadilah remaja masjid ini. Sama mungkin petuah orang tua gitu ya, iya petuah orang tua biar kita ikut bantu saja bapak-bapak pengurus di sini lah sekalian ikut-ikut pengajian setiap malam jumat, kan positif gitu ya kumpul-kumpulnya" Meninjau dari hasil wawancara terdapat beberapa hal yang diuraikan secara singkat sebagai motivasi remaja masjid membantu pelaksanaan program masjid Daarussalaam Kalisegoro. Hal ini meliputi sosial kemasyarakatan remaja, kegiatan keagamaan, dan orang Faktor sosial dalam masyarakat memainkan peran penting sebagai pendukung kontribusi remaja masjid sebagai bentuk budaya dan kebiasaan yang terus berlanjut. Nilai-nilai dan norma agama yang ditanamkan dalam masyarakat secara luas memberikan landasan moral bagi remaja masjid untuk terlibat dalam kegiatan yang bermanfaat bagi komunitas. Atmosfer inklusif dan ramah di lingkungan masjid memberikan kesempatan bagi remaja untuk merasa diterima dan berkontribusi, tanpa merasa dikecualikan berdasarkan usia atau latar belakang sosial mereka. Hal ini didukung juga oleh faktor keagamaan, dimana Islam mengajarkan bagaimana dakwah tidak hanya menjadi kewajiban bagi tiap individu muslim tetapi juga secara kolektif terorganisir. Kewajiban ini erat kaitannya dengan upaya penyadaran dan pembinaan pemahaman, keyakinan dan pengamalan ajaran islam. Remaja Muslim dipahamkan bahwa mereka memiliki tanggung jawab moral untuk menyebarkan nilai-nilai Islam kepada sesama, baik melalui tindakan, perkataan, maupun contoh hidup mereka. Zaini. Manajemen Dakwah Ikatan Remaja Masjid Baiturrohman (Irmab. Di Desa Pucakwangi Kecamatan Pucakwangi Kabupaten Pati. Jurnal Manajemen Dakwah, 1. , 1Ae22. Laila Amalia. Risqie Nur Salsabilla. Fahdina Dean Yustisia. Eri Marsa Dwi Septiana Analisis Kontribusi Remaja Masjid terhadap Manajemen Dakwah Jurnal Al-Manaj Vol. 04 No. 02 Desember 2024 : Hal 7-16 Selain faktor kebiasaan, social masyarakat dan agama, faktor orang tua sering kali menjadi model dan mentor bagi remaja mereka dalam hal keagamaan dan kegiatan sosial. Ketika orang tua secara aktif terlibat dalam kegiatan keagamaan di masjid, mereka mendorong anak-anak mereka untuk mengikuti jejak yang sama. Dukungan praktis dari orang tua, seperti memberikan waktu dan transportasi untuk menghadiri kegiatan di masjid, memberikan kesempatan bagi remaja untuk terlibat lebih dalam. Nilai-nilai yang ditanamkan dan komunikasi terbuka antara orang tua dan remaja tentang pentingnya partisipasi dalam kegiatan keagamaan dapat memperkuat motivasi remaja untuk aktif di masjid. Dengan demikian, faktor orang tua tidak hanya memberikan dukungan praktis, tetapi juga membentuk landasan nilai dan sikap yang memotivasi remaja untuk berkontribusi dalam kegiatan masjid. Namun selain adanya faktor pendukung juga terdapat beberapa faktor penghambat kontribusi remaja masjid di Masjid Darussalam Kalisegoro. Berdasarkan keterangan remaja masjid Daarussalaam Kalisegoro, hal yang menjadi kendala besar dalam kontribusi remaja masjid pada efektivitas dakwah terdapat pada regenerasi anggota dan kesibukan pendidikan remaja masjid itu sendiri. Ditinjau dari struktur keorganisasian remaja masjid, ditemukan bahwa para remaja masjid menghadapi masalah terkait regenerasi anggotanya. Remaja masjid yang terlibat secara langsung dalam program dan manajemen dakwah terbatas pada lingkup kecil yang konstan selama beberapa tahun. Hal ini disebabkan jumlah penduduk remaja itu sendiri termasuk minim dan jangkauan masjid yang terbatas, sehingga regenerasi anggota itu sendiri sulit dicapai. Ketika regenerasi anggota tidak berjalan, maka secara keseluruhan aktivitas program tergantung pada ketersediaan anggota remaja masjid lama. Hal ini menjadikan kesibukan mereka, terutama dalam faktor pendidikan sebagai penghambat kontribusi mereka terhadap manajemen dan program dakwah. Masing-masing remaja menempuh pendidikan di tempat yang jauh dari wilayah masjid tempat mereka tinggal. Jarak geografis dan keterbatasan waktu akibat kegiatan pendidikan formal seringkali membuat remaja sulit untuk secara rutin berkontribusi sebagai remaja masjid. Keterlibatan dalam kegiatan keagamaan seperti pengajian, dakwah, atau pengelolaan masjid seringkali memerlukan komitmen waktu dan energi yang tidak selalu mudah dipenuhi oleh remaja yang terikat dengan tuntutan pendidikan Akibatnya, meskipun memiliki keinginan untuk berkontribusi, faktor pendidikan sering menjadi penghalang yang signifikan bagi remaja masjid untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan di wilayahnya. Simpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan manajemen dakwah Masjid Daarussalam Kalisegoro memiliki proses tindakan yang terdiri dari pengorganisasian, kerjasama, pemanfaatan, pengelolaan dana, dan pemberdayaan peran remaja yang nantinya mencapai tujuan dakwah. Tujuan dakwah termaktub dalam teori dakwah yang menyatakan bahwa dakwah menjadikan manusia berada dalam jalan Allah untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat melalui 3 cara secara lisan, tindakan, dan tulisan. Pada remaja Masjid Daarussalam, kontribusi yang dilakukan diantaranya meliputi keterlibatan, keikutsertaan, atau sumbangsih untuk mengelola manajemen kegiatan dakwah. Peran remaja Masjid Daarussalam sebagai eksekutor yang menjalankan program manajemen dakwah tanpa terlibat secara langsung merupakan bentuk partisipasi manajemen dakwah yang dilakukan. Dalam konteks ini, remaja masjid memegang peran kunci dalam menjalankan kegiatan dakwah yang telah dirancang oleh pihak yayasan atau pengurus masjid inti yang merumuskan konsep dan strategi Dengan demikian, mereka menyumbangkan tenaga dan menjadi sumber daya Laila Amalia. Risqie Nur Salsabilla. Fahdina Dean Yustisia. Eri Marsa Dwi Septiana Analisis Kontribusi Remaja Masjid terhadap Manajemen Dakwah Jurnal Al-Manaj Vol. 04 No. 02 Desember 2024 : Hal 7-16 langsung dalam menjalankan rancangan program manajemen dakwah. Kemudian faktor pendukung kontribusi remaja masjid yaitu faktor sosial masyarakat, faktor agama, dan faktor orang tua sedangkan faktor penghambat yaitu regenerasi anggota dan pendidikan. Referensi