JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol. No. 2, (September 2. 222 - 233 POLA KOMUNIKASI ANTARPRIBADI PELATIH DAN PEMAIN DALAM PROGRAM LATIHAN KOMUNITAS FUTSAL TUTER FC Natalina Nilamsari. Moch Nandang Perdana Fakultas Ilmu Komunikasi Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragam. natalinanilamsari@yahoo. Abstract The aim of the researchers was to find out how the patterns of personal communication between coaches and players in the futsal training program at the FC Tuter futsal community and the supporting factors and inhibiting factors of existing communication activities. This research was developed using a descriptive qualitative approach. The research paradigm is a case study on the TUTER FC futsal community and the method used is positivism. The results of the analysis showed that the implementation of two-way communication patterns was considered to be the most effective in conducting training activities. It could be said to be effective because the coach delivered the material and was well received by the players. well as providing feed back given by players to the coach shows the effectiveness of communication. Keywords: patterns of personal communication, coaches. FC Tuter futsal community Abstrak Tujuan peneliti ingin untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi antar pribadi pelatih dan pemain dalam program latihan futsal pada komunitas futsal Tuter FC serta faktor pendukung dan faktor penghambat kegiatan komunikasi yang ada. Penelitian ini dikembangkan dengan menggunakan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif. Paradigma penelitiannya adalah studi kasus pada komunitas futsal TUTER FC dan metode yang digunakan adalah positivisme. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa pelaksaan pola komunikasi dua arah dianggap paling efektif dalam melakukan kegiatan latihan. Bisa dikatakan efektif karena pelatih menyampaikan materi dan diterima dengan baik oleh pemain. Serta pemberian feed back yang diberikan oleh pemain kepada pelatih menunjukan adanya keefektifan komunikasi. Kata Kunci: Pola Komunikasi Antarpribadi. Pelatih. Komunitas futsal TUTER FC PENDAHULUAN Dan pada umumnya komunikasi merupakan aktifitas dasar manusia, dengan berkomunikasi dapat melakukan sesuatu hubungan, karena manusia adalah makhluk sosial tidak dapat hidup sendiri-sendiri melainkan satu sama lain saling membutuhkan. Hubungan individu yang satu dengan yang lainnya dapat dilakukan dengan berkomunikasi. Dengan komunikasi, keinginannya dan dengan komunikasi itu pula manusia melaksanakan kewajibannya. Berbicara tentang komunikasi, (Cangara, 2013:. menyatakan bahwa komunikasi dapat dibagi ke dalam empat macam tipe. Pertama komunikasi intrapersonal . iri sendir. , kedua komunikasi Interpersonal . ntar pribad. , ketiga komunikasi publik atau bisa disebut juga komunikasi kelompok dan keempat komunikasi massa. Dalam fenomena ini manusia terlibat dalam kegiatan komunikasi dalam kehidupan sosial, sehingga manusia dapat saling berdekatan dalam suatu komunitas. Suprapto . mengemukakan seseorang butuh saling berdekatan supaya merasa berada dalam suatu komunitas dan tidak merasa sendirian di dunia. Komunikasi merupakan sebuah Print ISSN: 2614-8153 Online ISSN: 2614-8498 proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan melalui saluran tertentu. Komunikasi juga didefinisikan sebagai suatu proses penyampaian pesan . erupa lambang, suara, gambar, dan lain-lai. dari suatu sumber kepadasasaran . dengan menggunakan saluran tertentu. Hal ini dapat digambarkan melalui sebuah percakapan sebagai bentuk awal dari sebuah komunikasi. Pada dasarnya semua komunikasi dilakukan sejak manusia tersebut terlahir dan terus berjalan seiring dengan kehidupan manusia. Dalam dunia futsal komunikasi merupakan komponen penunjang penampilan dan keberhasilan Dalam kaitannya dengan kegiatan berlatih yang dilakukan di sebuah klub futsal, komunikasi akan mampu memelihara motivasi dengan memberikan penjelasan kepada para atlet futsal tentang apa yang harus dilakukan, peran komunikasi sangat berpengaruh dalam proses penunjang prestasi karena berawal dari komunikasi yang baik akan menghasilkan kedekatan yang baik antara pemain dan pelatih, dampaknya adalah semua program latihan yang diberikan oleh pelatih akan lebih mudah diterima dan dipahami, sehingga atlet tersebut melakukan apa yang seharusnya menjadi tugas dan tanggung jawabnya maka kedepannya akan tercipta atlit-atlit profesional handal dalam mengisi pembangunan di masa yang akan datang nantinya. Aktivitas komunikasi di sebuah organisasi seharusnya senantiasa disertai dengan tujuan yang ingin dicapai oleh sesama anggota kelompok dalam organisasi tersebut seperti pelatih, atlet, dan pihak struktur organisasi yang ada di komunitas futsal Tuter FC tersebut. Budaya komunikasi dalam konteks komunikasi organisasi terkait dengan kegiatan berlatih harus dilihat dari berbagai sisi. Sisi pertama adalah komunikasi antara pelatih kepada atlet. Sisi kedua antara atlet futsal yang satu dengan atlet futsal lainnya. Sisi ketiga adalah antara atlet kepada pelatih yang bersangkutan. Masingmasing komunikasi tersebut mempunyai polanya masing-masing. Di antara kedua belah pihak harus ada two-way-communications atau komunikasi dua arah atau komunikasi timbal balik, untuk itu diperlukan adanya kerjasama yang diharapkan untuk mencapai tujuan, baik tujuan pribadi maupun kelompok, untuk mencapai tujuan suatu organisasi termasuk di Tuter FC. Pola komunikasi yang dilakukan pelatih dalam meningkatkan prestasi atletnya adalah dengan menggunakan pola komunikasi Komunikasi adalah model komunikasi yang dianggap paling efektif dalam berinteraksi dengan atlet futsal karena sifatnya adalah dilakukansecara spontan, perilaku kebiasaan dan dilakukan dengan sadar. Hal ini dilakukan oleh pelatih karena mengharapkan adanya hubungan timbal balik antara pelatih dan atlet, atlet dan pelatih sehingga nantinya akan menimbulkan komunikasi dua arah yang berkualitas. Pola komunikasi yang dilakukan pelatih dalam meningkatkan prestasi atletnya adalah dengan menggunakan pola komunikasi Komunikasi adalah model komunikasi yang dianggap paling efektif dalam berinteraksi dengan atlet futsal karena sifatnya adalah dilakukan secara spontan, perilaku kebiasaan dan dilakukan dengan sadar. Hal ini dilakukan oleh pelatih karena mengharapkan adanya hubungan timbal balik antara pelatih dan atlet, atlet dan pelatih sehingga nantinya akan menimbulkan komunikasi dua arah yang berkualitas. Berdasarkan uraian latar belakang di atas penulis tertarik untuk melakukan melakukan penelitian yang terfokus pada AuPola Komunikasi Pelatih dengan Pemain dalam Program Latihan Futsal (Studi Kasus Komunitas Futsal Tuter FC) dengan alasan tim futsal ini sudah terkenal dan berbicara banyak disetiap kompetisi, lalu dari sekian banyak tim futsal di Indonesia khusus nya dijakarta , tim futsal tuter fc ini satu-satunya tim yang dapat berdiri sendiri tanpa adanya pemasok dana / pemegang saham , ditim ini pelatih nya tidak digaji, begitu juga pemain nya. Walaupun tim ini tidak ada yang JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol. No. 2, (September 2. 222 - 233 digaji, tetapi tim ini dapat berdiri dari 2011 sampai sekarang dengan ada nya kekompakan dan kekeluargaan di tim ini. Dengan alasan tersebut peneliti tertarik mengambil objek pada pola komunikasi antarpribadi pelatih dan pemain dalam program latihan . tudi kasus komunitas futsal Tuter FC) LITERATUR DAN METODOLOGI Komunikasi Antarpribadi Secara konsepktual, komunikasi antarpribadi digambarkan sebagai suatu komunikasi antara dua individu atau sedikit individu, yang mana saling berinteraksi, saling memberikan umpan balik satu sama lain. Namun, memberikan definisi konstektual saja tidak cukup untuk menggambarkan komunikasi antarpribadi karena setiap interaksi antara satu individu dengan individu lain berbeda-beda. Ami Muhammad . menyatakan bahwa Aukomunikasi interpersonal adalah proses pertukaran informasi diantara seseorang dengan paling kurang seorang lainnya atau biasanya di antara dua orang yang dapat langsung diketahui baliknyaAy. Konsep AuJalinan HubunganAy (Relationshi. sangat penting dalam kajian komunikasi antar pribadi. Jalinan hubungan merupakan seperangkat harapan yang ada pada partisipan yang dengan itu mereka menunjukan perilaku tertentu dalam berkomunikasi. Jalinan hubungan antar individu hamper senantiasa melatar belakangi pola-pola interaksi di antara partisipan dalam komunikasi antarpribadi. Seseorang yang baru saja saling berkenalan cenderung berhati-hati dalam berkomunikasi, hal ini tampak misalnya ketika dalam menggunakan kata-kata mereka lebih selektif. Akan tetapi, seseorang yang bertemu dengan teman akrab cenderung terbuka dan spontan, terdapat sejumlah asumsi lain mengenai jalinan hubungan: . Jalinan hubungan senantiasa terkait dengan komunikasi dan tidak mungkin dapat dipisahkan. Sifat jalinan hubungan ditentukan oleh komunikasi yang berlangsung diantara individu partisipan. Jalinan hubungan biasanya didefinisikan secara lebih implicit . idak/kurang bersifat eksplisi. Jalinan hubungan berkembang seiring dengan waktu proses negosiasi diantara partisipan. Jalinan hubungan, karena itu bersifat dinamis. (Soebroto. Joseph A. Devito mendefinisikan komunikasi antar pribadi sebagai proses pengiriman dan penerimaan pesan-pesan antara dua orang atau diantara sekelompok kecil orang-orang, dengan beberapa efek dan beberapa umpan balik seketikaAy. (Marhaeni Fajar, 2009:. Adapun model komunikasi antarpribadi menurut Joseph DeVito . 1:255-. dalam bukunya AuKomunikasi Antar ManusiaAy mengatakan bahwa, ada 5 tahap model dalam hubungan komunikasi antarpribadi, yaitu: . Kontak: Pada tahap pertama kita membuat Ada beberapa macam persepsi alat Anda melihat, mendengar, dan membaui Menurut beberapa riset, selama tahap inilah dalam empat menit pertama interaksi awal anda memutuskan apakah anda ingin melanjutkan hubungan ini atau tidak. pada tahap inilah penampilan fisik begitu penting, karena dimensi fisik paling terbuka untuk diamati secara mudah. demikian, kualitas-kualitas lain seperti sikap bersahabat, kehangatan, keterbukaan, dan dinamisme juga terungkap pada tahap ini. Jika anda menyukai orang ini dan ingin melanjutkan hubungan, anda beranjak ke tahap kedua. Keterlibatan: Tahap keterlibatan adalah tahap pengenalan lebih jauh, ketika kita mengikatkan diri kita untuk lebih menganal orang lain dan juga mengungkapkan diri kita. Jika ini adalah merupakan hubungan yang bersifat romantik, mungkin anda melakukan kencan pada tahap Jika ini merupakan hubungan persahabatan, anda mungkin melakukan sesuatu yang menjadi minat bersama, pergi kebioskop atau ke pertandingan olahraga bersama-sama. Barubaru ini. James Tolhuizen . meneliti strategi-strategi yang digunakan pasangan Print ISSN: 2614-8153 Online ISSN: 2614-8498 untuk mengutamakan hubungan mereka dan melangkah ke tahap keakraban. Keakraban: Pada tahap keakraban, anda mengikat diri anda lebih jauh pada orang ini. Anda mungkin membina hubungan primer (Primary Relationshi. , dimana orang ini menjadi sahabat baik atau kekasih anda. Komitmen ini dapat mempunyai berbagai bentuk: perkawinan, membatu orang, atau mengungkapkan rahasia terbesar anda. Tahap ini hanya disediakan untuk sedikit orang saja, kadang-kadang hanya satu orang, dan kadangkadang dua, tiga atau empat orang saja. Jarang sekali orang mempunyai lebih dari empat orang sahabat akrab, kecuali, tentu saja dalam . Perusakan: Dua tahap berikutnya merupakan penurunan hubungan, ketika ikatan diantara kedua pihak melemah. Pada tahap perusakan anda mulai merasa bahwa hubungan ini mungkin tidaklah sepenting yang anda pikirkan sebelumnya. Anda berdua menjadi semakin jauh. Makin sedikit waktu senggang yang anda lalui bersama dan bila anda berdua Anda saling berdiam diri, tidak lagi banyak mengungkapkan diri. Jika tahap perusakan ini berlanjut. Anda memasuki tahap pemutusan. Pemutusan: Tahap pemutusan adalah pemutusan ikatan yang mempertalikan kedua pihak. Jika bentuk ikatan itu adalah perkawinan, pemutusan hubungan dilambangkan dengan perceraian, walaupun pemutusan hubungan aktual dapat berupa hidup berpisah. Adakalanya terjadi perbedaan: kadang-kadang ketegangan dan keresahan makin meningkat, saling tuduh, permusuhan, dan marah-marah terus terjadi. Karakteristik Komunikasi Antarpribadi Judy C. Pearson dalam (Aw Suranto, 2011:. menyebutkan enam karakterisik komunikasi antarpribadi, yaitu: . Komunikasi interpersonal dimulai dengan diri pribadi . Artinya bahwa segala bentuk proses penafsiran pesan maupun penilaian mengenai orang lain, berangkat dari diri sendiri. Komunikasi interpersonal bersifat ransaksional. Ciri komunikasi seperti ini terlihat dari kenyataan bahwa komunikasi interpersonal bersifat dinamis, merupakan pertukaran pesan secara timbal balik dan berkelanjutan. Komunikasi interpersonal menyangkut aspek isi pesan dan hubungan antarpribadi. Maksudnya bahwa efektivitas komunikasi interpersonal tidak hanya ditentukan oleh kualitas pesan, melainkan juga ditentukan kadar hubungan antar individu. Komunikasi interpersonal mensyaratkan ada kedekatan fisik antara pihak-pihak yang berkomunikasi. Dengan kata lain komunikasi interpersonal akan lebih efektif manakala antara pihak -pihak yang berkomunikasi itu saling bertatap muka. Komunikasi interpersonal menempatkan kedua belah pihak yang berkomunikasi saling tergantung satu dengan yang lainnya. Komunikasi interpersonal tidak dapat diubah maupun diulang. Artinya ketika seseorang sudah terlanjur mengucapkan sesuatu kepada orang lain, maka ucapan itu sudah tidak dapat diubah atau diulang, karena sudah terlanjur diterima oleh komunikan. Little John . memberikan defenisi . nterpersonal communicatio. adalah komunikasi antar individu-individu. Agus Hardjana mengatakan, komunikasi interpersonal adalah interaksi tatap muka antara dua atau beberapa orang, dimana pengirim dapat menyampaikan pesan secara langsung dan penerima pesan dapat menerima dan menggapai secara langsung pula. (Agus M. Hardjana, 2003:. Pendapat senada dikemukakan oleh Deddy Mulyana . bahwa komunikasi interpersonal atau komunikasi antarpribadi adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal maupun Kemudian Weaver . sebagaimana dikutip Malcolm R. Parks . mendefinisikan Interpersonal communication as a dyadic or small group phenomenon which JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol. No. 2, (September 2. 222 - 233 naturally entails communication about the self. (Komunikasi interpersonal sebagai fenomena interaksi diadik dua orang atau dalam kelompok kecil yang menunjukkan komunikasi secara alami dan bersahaja tentang dir. Menurut DeVito . , komunikasi interpersonal adalah penyampaian pesan oleh satu orang dan penerima pesan oleh orang lain atau sekelompok kecil orang. Dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik segera. (Suranto, 2011:. Dibandingkan bentuk komunikasi lainna, komunikasi antarpribadi dinilai paling efektif dalam mengubah sikap, kepercayaan, opini, dan perilaku komunikan karena efek atau timbal balik yang ditimbulkan dari proses komunikasi tersebut dapat langsung dirasakan. Hal ini dikarenakan komunikasi antarpribadi umunya berlangsung tatap muka. Ketika seseorang atau komunikator menyampaikan pesan, maka pada saat itu juga komunikator tersebut dapat mengetahui tanggapan komunikan terhadap 40 pesan yang disampaikan. Apabila umpan baliknya positif dalam artian tanggapan komunikan sesuai dengan keinginan komunikator, maka komunikator akanmempertahankan gaya komunikasinya tetapi jika tanggapan komunikan negativ,maka Secara teoritis komunikasi antarpribadi diklasifikasikan menjadi dua jenis menurut sifatnya yaitu: . Komunikasi diadik (Dyadic communicatio. : Komunikasi diadik adalah komunikasi antarpribadi yang berlangsung antara dua orang secara tatap muka misalnya dialog, atau wawancara. Komunikasi triadik (Triadic communicatio. : Komunikasi triadik adalah komunikasi antarpribadi yang pelaku komunikasinya terdiri dari tiga orang, yaitu seorang komunikator dan dua orang Apabila dibandingkan dengan komunikasi triadik, maka komunikasi diadik lebih efektif, karena komunikator memusatkan perhatiannya kepada seorang komunikan sepenuhnya, sehingga ia dapat menguasai frame of reference komunikan sepenuhnya, juga umpan balik yang berlangsung, kedua faktor yang sangat berpengaruh terhadap efektif tidaknya proses Jalinan hubungan merupakan seperangkat harapan yang ada pada partisipan yang dengan itu mereka menunjukkan perilaku tertentu di dalam berkomunikasi. Jalinan hubungan antar individu hampir senantiasa melatar belakangi pola-pola interaksi diantara partisipan dalam komunikasi antarpribadi. Seseorang yang baru saja berkenalan akan cenderung berhati-hati dalam berkomunikasi akan tetapi seseorang yang bertemu dengan teman akrab cenderung terbuka dan spontan, contohnya komunikasi yang dilakukan oleh suami istri (Parwito, 2007:. Tujuan Komunikasi Antarpribadi Tujuan komunikasi antarpribadi menurut Djoko Purwantoantara lain sebagai berikut: Menyampaikan Ketika berkomunikasi dengan orang lain, tentu saja seseorang memiliki berbagai macam tujuan dan harapan. Salah satu diantaranya adalah untuk menyampaikan informasi kepada orang lain agar orang lain tersebut dapat mengetahui informasi tersebut. Contoh: seorang mahasiwa yang sudah kuliah akan memberikan informasi perkuliahan dan beasiswa kepada adik . Berbagi pengalaman: Dengan komunikasi antarpribadi juga memiliki fungsi atau tujuan untuk berbagi pengalaman baik itu pengalaman yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan. Contoh: ketika si A telah belajar di luar negeri, dia akan menceritakan dan berbagi pengalaman yang di alaminya selama di luar negeri. Menumbuhkan simpati: Misalnya ketika seorang bercerita tentang permasalahan yang sedang dihadapi kepada sahabatnya, maka akan tumbuh rasa simpati dari sahabatnya kepadanya sehingga akan timbul rasa ingin membantu untuk menyelesaikan Print ISSN: 2614-8153 Online ISSN: 2614-8498 . Melakukan kerja sama: Tujuan komunikasi antarprbadi yang lainnya adalah untuk melakukan kerjasama antara seseorang dengan orang lain untuk mencapai tujuan tertentu atau untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi kedua belah pihak. Contoh: dalam tugas mata kuliah biasanya ada tugas kelompok yang terdiri dari dua, tiga orang atau lebih. Maka dengan komunikasi maka akan timbul kerjasama supaya dapat menyelesaikan tugas kelompoknya dengan . Menceritakan kekecewaan atau kekesalan: Komunikasi antarpribadi juga dapat digunakan seseorang untuk menceritakan rasa kecewa atau kekesalan pada orang lain. Dengan pengungkapan rasa hati itu, sedikit banyak akan mengurangi beban pikiran. Kadang disebut dengan plong ketika telah bercerita apa yang selama ini dipendam. Contoh: seorang anak akan curhat kepada ibunya tentang apa yang dirasakannya, baik itu rasa kekecewaan atau kekesalan terhadap temannya di sekolah. Menumbuhkan motivasi: Melalui komunikasi antarpribadi, seseorang dapat memotivasi orang lain untuk melakukan sesuatu yang baik dan positif. Motivasi adalah dorongan kuar dari dalam diri seseorang untuk melakukan Pada dasarnya, seseorang cenderung untuk melakukan sesuatu karena dimotivasi orang lain dengan cara-cara seperti pemberian insentif yang bersifat financial maupun non financial, memberikan pengakuan atas kinerjanya ataupun memberikan penghargaan kepada karyawan yang berprestasi. Contoh: ketika seorang sahabat mendengarkan keluhan temannya, maka sahabat itu akan terus mensupport dan memberi motivasi kepada temannya untuk tetap teguh, sabar dan kuat dalam menghadapi permasalahannya. (Djoko Purwanto, 2. Pelatih Pelatih merupakan pemimpin dalam kepelatihan Monty mengemukakan bahwa, kepemimpinanmerupakan proses perilaku memengaruhi sejumlah orang untuk mencapai suatu sasaran tertentu. Menjadi seorang pemimpin dalam dunia olahraga harus menguasai aspek pengambilan keputusan, teknik memotivasi, memberikan umpan balik, menetapkan hubungan interpersonal dan mengarahkan suatu kelompok dengan rasa percaya diri (Monty, 2000:. Pelatih menyelenggarakan program, tempat serta fasilitas latihan bagi atlet yang ingin berprestasi sesuai dengan harapan pelatih. Untuk menjadi seorang pelatih yang baik, paling tidak harus mempunyai beberapa kemampuan atau kriteria antara lain: kemampuan fisik, kemampuan psikis, kemampuan pengendalian emosi, kemampuan sosial, tanggungjawab dan pengabdian demi prestasi atlet. Bahwa pelatih yang baik memiliki kriteria sebagai berikut, memiliki pengetahuan dan keterampilan cabang olahraga profesinya, bersikap kepribadian yang baik, sehat jasmani dan rohani, serta mampu berperan sebagai seorang pendidik atau guru yang baik. Tugas sebagai pelatih adalah: . Mengenal atlet secara . Bersama atlet mengolah cabang olahraga pilihannya. Mengembangkan kepribadian atlet. Mengajarkan rasa hormat pada sosial properti. Mengawasi kesehatan . Menyadarkan atlet tentang pentingnya . Menanamkan kepatuhan pada atlet. Menurut Djoko Pekik pelatih yang mempunyai kemampuan fisik yang baik akan dapat membantu atletnya mencapai prestasi yang maksimal karena pelatih itu adalah sebagai model bagi atletnya. (Djoko Pekik, 2002: 18-. Menurut Kamtomo ada tiga hal perlu diperhatikan dalam kemampuan fisik seorang pelatih, antara lain: . physical fitness, . skill performance, . proporsi fisik yang harmonis dan sesuai dengan cabang olahraga yang dilatih. Paradigma Penelitian Paradigma penelitian yang lebih dominan JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol. No. 2, (September 2. 222 - 233 adalah kuantitatif dan kualitatif. Dari segi peristilahan para ahli Nampak menggunakan istilah atau penamaan berbeda-beda meskipun mengacu pada hal yang sama. Paradigma menggariskan hal yang seharusnya dipelajari. Pernyataan-pertanyaan yang seharusnya diikuti dalam menafsirkan jawaban yang diperolehAy (Salim, 2006:. Dengan positivisme. Comte meyakini bahwa pengetahuan yang nyata, pasti dan ilmiah, adalah penngetahuan posoyifilmiah. Positivisme ilmu pengetahuan atau ilmu positif, sebagai puncak perkembangan ilmu manusia. Berikut merupakan tahap perkembangan sejarah umat manusia dalam mencapai titik positivisktik. (Yesmil Anwar dan Adang, 2008:. Metode Penelitian Penelitian yang digunakan dalam skripsi ini bersifat studi kasus. Studi kasus merupakan suatu penelitian yang dilakukan secara intensif, terinci dan mendalam terhadap suatu organisasi, lembaga atau intansi tertentu. Seperti halnya pada tujuan penelitian lain, pada umumnya peneliti yang menggunakan metode penelitian studi kasus bertujuan untuk memahami objek yang ditelitinya secara khusus sebagai suatu kasus. TEMUAN DAN DISKUSI Pola Komunikasi yang terjalin Komunikasi sebagai sarana interaksi antar sesama individu, begitu juga komunikasi yang dilakukan oleh seorang pelatih dengan para pemain Komunitas Futsal TUTER FC, komunikasi yang dipakai dalam interaksi tersebut menggunakan komunikasi antarpribadi, karena komunikasi antarpribadi lebih efektif, seperti yang dikatakan olehCoach Morry Juhardi bahwa: AyDalam sebuah organisasi atau sebuah tim futsal bahkan di kehidupan seharihari komunikasi itu sangat penting, dalam tim futsal yang saya latih ini saya sangat menekankan diri saya kepada komunikasi yang baik, karena dari komunikasi yang baik dapat mempengaruhi kinerja tim menjadi lebih optimal dalam meningkatkan prestasi individu maupun prestasi tim, komunikasi yang saya pakai adalah komunikasi dua arah yang nanti nya saya dapat mudah memahami apa yang diinginkan pemain dan kesulitan pemain, saya juga memakai bahasa komunikasi yang mudah pahami oleh pemain. Ay Adapun pola komunikasi yang dilakukan pelatih dan pemain pada saat latihan berlangsung seperti yang Arif Kurnia selaku pemain katakan pada saat wawancara: AuPola komunikasi pelatih terhadap pemain yang diterapkan biasa nya dengan 2 cara yaitu universal keseluruh pemain dan personal, biasa nya pelatih akan melakukan komunikasi interpersonal bila ada beberapa pemain yang sulit memahami apa yang pelatih katakan yang nanti nya dapat bertujuan untuk mencegah adanya kesalahpahaman apa yang diinginkan pelatih terhadap pemain. Ay Pada dasarnya pada saat pelaksanaan latihan dimulai, disini pelatih melakukan briefing terdahulu kepada para pemain terkait tentang materi yang akan dijalankan pada latihan Jadi pola komunikasi yang diterapkan oleh seorang pelatih dalam hal ini pola komunikasidua arah . wo way communicatio. Seperti yang diungkapkan oleh pemain TUTER FC Dimas Kurniawan, yang mengatakan AuJadi menurut saya pola komunikasi yang dilakukan pelatih terhadap pemain maupun pemain terhadap pelatih sangat efektif di tim ini karena pelatih di tim ini terbuka untuk pemainpemain yang punya masalah pemahaman yang kurang pada saat pelatih menerangkan materi, kan ada aja biasanya kalo misalkan pemain salah atau kurang paham malah pemain Ay Selain itu peneliti juga menanyakan kepada key informan pertama . bagaimana cara agar pemain mudah mengerti dengan materi yang di ajarkan seorang pelatih. Dari hasil wawancara dengan Morry Juhardi selaku coachmengatakan bahwa. AuPertama saya melakukan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh pemain, dan kedua Print ISSN: 2614-8153 Online ISSN: 2614-8498 biasa nya saya melakukan praktek setelah memberikan materi kepada pemain. Tetapi kembali lagi kepada pemain nya, apakah pemain tersebut fokus dengan apa yang saya Disini pemain perlu memperhatikan pelatih saat memberikan materi maupun Dan pelatih harus tegas menegur anak yang ketahuan tidak memperhatikan arahan pelatih, biasa nya saya menegur pemain yang tidak fokus dengan hukuman-hukuman kecil seperti ngeroll depan, atau push up. Ay Dari hasil wawancara dengan key informan 1 dan 2, dapat disimpulkan bahwa bahasa yang dipakai oleh pelatih dalam memberikan materi bukan hanya mengunakan bahasa verbal, tetapi pelatih juga menggunakan bahasa nonverbal . erakan-gerakan tubu. seperti mempraktekkan cara bertahan, cara menendang yang benar dan lain-lain, ini semua dilakukan agar para pemain cepat memahami. Hal tersebut juga diutarakan informan 2 Dimas Kurniawan selaku pemain, yang mengatakan: AuDalam penyampaian materi pelatih kepada pemain menurut saya sudah sangat baik dengan menggunakan bahasa-bahasa yang mudah dimengerti oleh pemain contohnya seperti menggunakan kata yang sehari-hari kita pakai, tetapi kembali lagi kepada para pemain nya bisa memahami nya atau tidak, ada aja pemain yang kurang fokus pada saat latihan dan ada juga pemain yang benar-benar sulit untuk mengerti apa yang dibicarakan oleh Ay Kemudian terkait pernyataan diatas. Arif Kurnia selaku informan I, menambahkan pernyataannya sebagai berikut. AuKomunikasi yang digunakan pelatih kepada pemain sangat baik pada saat penyampaian materi, karena komunikasi nonverbal yang digunakan pelatih dapat membantu para pemain yang kurang paham dengan materi yang disampaikan pelatih pada saat latihan berlangsungAy Faktor Pendukung Kegiatan Komunikasi Antar Pribadi antara pemain dan pelatih Dalam melaksanakan kegiatan komunikasi antarpribadi antara pelatih dengan para pemain, tentu saja ada faktor-faktor pendukung dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Salah satu faktor pendukung berjalannya kegiatan itu antara lain kumpul bersama di luar jam latihan, melakukan training camp, seperti yang dikatakan Morry Juhardi selaku coach : AuUntuk menjalin kedekatan dengan para pemain tidak hanya dilakukan didalam lapangan , tetapi juga diluar lapangan , saya juga bukan pelatih yang ingin terlalu di Disini saya memang sebagai seorang pelatih tapi itu hanya pada saat waktu latihan, saya juga menjadi teman mereka pada saat diluar latihan, yang mana cara tersebut saya lakukan untuk mendukung kegiatan komunikasi agar berjalan dengan lancar dan tidak ada jarak antara pelatih dan pemain. Ay Begitu pula ditambahkan Oleh Arif Kurnia selaku pemain TUTER FC terkait kegiatan komunikasi antar pribadi: AuAgar berjalan nya komunikasi yang baik antara pelatih dan pemain, pelatih juga menggunakan cara-cara khusus untuk melakukan pendekatan terhadap pemain, yaitu melakukan komunikasi diluar lapangan dan diluar materi futsal, seperti melakukan fun game didalam latihan, training camp, nongkrong bareng diluar jam latihan. Ay Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan kegiatan komunikasi antar pribadi dilakukan didalam maupun diluar lapangan, menjalin hubungan yang baik antara pelatih dan pemain maupun pemain dengan pemain lain nya agar kegiatan komunikasi dapat berjalan dengan baik, faktor kekeluargaan di tim ini juga menjadi salah satu faktor pendukung untuk berlangsung nya kegiatan komunikasi, seperti yang dikatakan oleh Dimas Kurniawan selaku AuKegiatan komunikasi di tim ini tidak hanya dilakukan pada saat latihan , dapat dilakukan sebelum latihan , sesudah latihan ataupun diluar hari latihan, dan di tim ini diajarkan bahwa komunitas futsal TUTER FC ini bukan hanya sekedar tim futsal, tetapi sudah seperti keluarga, jadi sangat banyak sekali kegiatan komunikasi yang terjadi untuk menjalin hubungan dengan pelatih maupun dengan pemain lainya, seperti training camp contoh nya karena dari training camp tersebut kita benar-benar melakukan pendekatan ke pelatih maupun dengan rekan setim. Ay JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol. No. 2, (September 2. 222 - 233 Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa kegiatan komunikasi antar pribadi bisa dilakukan baik didalam maupun diluar Dalam menjalin hubungan yang baik antara pelatih, pemain dan sesama pemain, faktor kekeluarga menjadi salah satu faktor utama dalam berkomunikasi, sehingga kegiatan komunikasi dapat berjalan dengan baik. Faktor pendukung lainnya dalam kegiatan komunikasi dengan adanya pemahaman pelatih terhadap karakteristik setiap pemain, adanya hubungan yang baik pelatih dengan pemain untuk mendukung kegiatan komunikasi antar pribadi dan juga keterampilan seorang pelatih dalam melakukan komunikasi yang baik terhadap Selain itu juga keterampilan dari seorang pelatih dalam berkomunikasi kepada pemainnya juga berpengaruh terhadap berlangsung nya komunikasi yang efektif kepada pemain, seperti yang dikatakan oleh Morry Juhardi terkait keterampilan seorang pelatih adalah. AuKeterampilan berkomunikasi seorang pelatih juga sangat penting untuk mendukung berjalannya komunikasi yang efektif,seperti memilih kata-kata yang tepat untuk menegur salah satu pemain, pelatih juga harus dapat memahami karakteristik pemain , agar nantinya masukan-masukan yang diberikan oleh pelatih, pemain dapat menerima dengan baik dan pemain tidak tersinggung terhadap pelatih, jika cara pelatih salah dalam menghadapi pemain maka biasanya pemain tersinggung dan kedepannya pemain tidak mau mendengarkan arahan/masukan dari pelatihAy Dilihat dari pernyataan pelatih bahwa pelatih harus mempunyai keterampilan dalam berkomunikasi, seperti keterampilan memilih kata-kata yang baik agar tidak menjadi dismotivasi dan keterampilan dalam melakukan keterampilan dalam melakukan pendekatan kepada pemain seperti melakukan komunikasi yang lebih bersifat pribadi agar pelatih dapat memahami karakteristik tersebut. Keberagaman kegiatan yang diadakan mempengaruhi ikatan emosional antara para pemain dan pelatih, ikatan emosional dalam sebuah tim futsal sangat penting untuk keberhasilan suatu tim, begitu pula Morry Juhardi selaku asisten TUTER FC mengatakan bahwa. AuDalam sebuah tim futsal, ikatan emosional harus ada karena dalam permainan futsal pemain harus saling mengerti terhadap satu sama lain, contohnya pergerakan yang dilakukan pemain A maka pemain B harus mengerti, jadi nanti nya pemain B dapat mengoper bola sebelum sebelum pemain A menempati posisi yang di oper , semacam umpan trobosanAy Dari pernyataan diatas dikuatkan oleh pernyataan Agustian Kuswantoro selaku asisten pelatih TUTER FC, mengatakan bahwa: AuDi tim futsal mana pun ikatan emosional harus ada, karena dengan adanya ikatan emosional pelatih dan para pemain akan saling memahami, ikatan emosional di tim ini dibangun dari program latihan di dalam lapangan maupun diluar lapangan seperti yang saya katakana sebelum nya, contoh nya training camp, kumpul bersama, berkomunikasi sebelum dan sesudah latihan, family gathering dan lain-lain. Ay Faktor Hambatan dalam Melaksanakan Pola Komunikasi Antar Pribadi Dalam kegiatan pola komunikasi antar pribadi pelatih dan pemain, selain ada nya faktor pendukung, tentu ada jugakendala/ hambatan yang dihadapi oleh pelatih maupun oleh pemain, seperti kurang fokus nya pemain saat latihan terhadap materi yang di berikan oleh pelatih, sebagaimana yang di kemukakan oleh Morry Juhardi selaku pelatih : AuUntuk kendala yang dihadapi kurang nya pemahaman pemain terhadap apa yang disampaikan pelatih, dan ada beberapa pemain yang tidak bisa menerima masukan/ kritik dari seorang pelatih, kalau masalah kurang nya pemahaman hal yang wajar di tim ini, karena rata-rata mereka bekerja dan pulang kerja mereka langsung latihan, jadi pemain kurang fokus untuk memahami materi yang saya berikan, dan untuk pemain yang tidak bisa menerima masukan biasanya karna mereka masih memiliki sifat egois dan tidak mau disalahkan, padahal yang menurut dia benar belom tentu dimata saya benar. juga masih anak muda masih mau mencari jati dirinya, untuk masalah yang seperti ini Print ISSN: 2614-8153 Online ISSN: 2614-8498 saya harus bisa membuktikan bahwa yang dia lakukan itu salah karena baik untuk dia juga kedepan nya. Ay Begitu pula yang dikatakan oleh Arif Kurnia selaku pemain TUTER FC mengemukakan AuKurang nya pemahaman pemain terhadap pelatih dan kurang nya keberanian pemain untuk mengatakan tidak paham kepada pelatih, yang akhir nya apa yang disampaikan oleh pelatih ketika dipraktekan di dalam lapangan tidak sesuai apa yang diinginkan oleh pelatihAy Tidak hanya Arif. Dimas Kurniawan selaku pemain juga mengemukakan hal yang sama: AuPenyampaian komunikasi pelatih kurang dipahami oleh pemain khusus nya materimateri yang baru diberikan oleh pelatih, sehigga kurang berjalan baik disaat praktek untuk setiap materi-materi baru, walaupun hanya beberapa pemain yang kesuitan untuk Ay Dari pernyataan-pernyataan diatas maka dapat diambil kesimpulan hambatan yang dialami adalah kurang berjalan nya komunikasi yang baik antara pelatih dan pemain. Fokus menjadi hambatan yang besar untk berlangsung nya kegiatan komunikasi sehingga pemain kurang dapat memahami materi yang disampaikan pelatih. Pelatih harus mempunyai cara-cara khusus untuk menangani pemain yang kurang memahami, dan juga harus memilih kata-kata yang baik untuk memberikan masukan agar tidak terjadi dismotivasi. Caracara tersebut seperti lebih merangkul pemain menyanyakan kepada pemain kenapa ia sulit memahami, nanti nya cara tersebut menjadi masukan untuk pelatih agar pemain tersebut dapat memahami dengan baik. Diskusi Pada bagian ini peneliti akan memberikan pembahasan mengenai hasil deskripsi penelitian yang telah dijelaskan pada sub bab Dari analisis data tersebut, maka peneliti menghubungkan antara fokus masalah yang diangkat dengan hasil pengamatan di TUTER FC. Dalam pengamatan ini peneliti berusaha untuk menerapkan teori yang peneliti gunakan yaitu teori Kompetensi dan konsep Komunikasi Antarpribadi. Dari hasil teori yang peneliti gunakan, hasil pengamatan yang peneliti lakukanpun sudah sesuai dengan teori Tahap yang digunakan, menggunakan teori Kompetensi ini dimulai dari faktor yang memang sudah dimiliki oleh komunikator, untuk memberikan komunikasi antarpribadi yang baik sehingga dapat diterima oleh komunikan dan mendapatkan feedback yang Dalam laporan hasil penelitian ini, peneliti akan memberikan veritifikasi data yang berupa penjelasan berdasarkan teori Kompetensi, untuk mengetahui Pola Komunikasi yang digunakan pelatih dengan dengan pemain futsal TUTER FC pada program latihan. Teori ini menjelaskan bahwa teorikompetensi adalah sebagai karakteristik dasar yang dimiliki oleh seseorang individu yang berhubungan secara kasual dalam memenuhi kriteria yang diperluakan dalam menduduki suatu jabatan. Kompetensi terdiri dari 5 karakteristik, yaitu faktor bawaan, keterampilan,konsep diri,karakteristik, dan motif. Suatu organisasi atau tim sangat dibutuhkan suatu komunikasi yang baik. Komunikasi yang baik dapat mempengaruhi kinerja tim menjadi lebih optimal dalam meningkatkan prestasi. Salah satu komunikasi yang baik melalui komunikasi antarpribadi. Dalam hal ini pelatih TUTER FC kepada para pemain nya. Definisi komunikasi antarptibadi adalah suatu komunikasi antara dua individu atau sedikit individu, yang mana saling berinteraksi, saling memberikan umpan balik satu sama lain. Hal tersebut dimaksudkan agar pesan yang disampaikan oleh pelatih mudah dimengerti sesuai dengan arahan pelatih tersebut, diharapkan para pemain akan serius dan disiplin pada sesi latihan seterusnya. Komunikasi Antarpribadi yang dilakukan JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol. No. 2, (September 2. 222 - 233 oleh pelatih dengan pemain sudah baik terhadap keberlangsungan tim dan kegiatan komunikasi antarpribadi pelatih. Pelatih mengetahui bagaimanacara yang terbaik untuk pemain dalam bermain futsal dan begitu pula pemain mengetahui apa yang diinginkan oleh pelatih demi berjalannya tim dalam meningkatkan Keterampilan peningkatan prestasi anak didiknya baik dalam menjalankan pelatihan maupun saat Keterampilan yang dimaksud disiniadalah keterampilan dalam melakukan pendekatan-pendekatan terhadap pemain di TUTER FC, pendekatan pelatih dengan para pemain bisa dilakukan melalui kumpul bersama diluar jam latihan, datang lebih awal agar bisa berkomunikasi dengan pemain sebelum memulai latihan, adanya training camp yang dapat membuat hubungan antara pelatih dan pemain maupun pemain satu dengan pemain lain nya akan menjadi sangat dekat dan membangun hubungan yang baik. Keterampilan memilih bahasa yang baik juga dilakukan oleh pelatih agar apa yang disampaikan pelatih menjadikan motivasi lebih untuk pemain, karena motivasi timbul tidak hanya dari diri sendiri, melainkan dari orang lain . Konsep diri adalah ide, pikiran, kepercayaan, dan pendirian individu terhadap dirinya, yang mempegaruhi dirinya dalam berhubungan dengan orang lain. Pelatih melakukan semua hal sesuai dengan teori konsep diri tersebut. Dalam hal ini pelatih berusaha mengkonsepkan dirinya agar dapat berkomunikasi dengan baik dan diterima oleh para pemain nya, konsep diri yang dilakukan oleh pelatih ini sangat baik, seperti merasa setara dengan orang lain, rendah hati, tidak sombong, tidak merendahkan dan menganggap remeh orang lain. Pelatih juga mampu memperbaiki diri, sanggup intropeksi diri sendri sebelum mengintrospeksikan kepada orang lain . , memperbaiki prilaku menjadi lebih baik. Karakteristik yang dimaksud adalah karakteristik pribadi para pemain yang merujuk kepada karakteristik fisik dan konsistensi tanggapan terhadap situasi atau informasi, seperti pengendalian diri dan kemampuan untuk tetap tenang dibawah tekanan. Karakteristik dari setiap pemain dapat menjadi faktor pendukung dan faktor penghambat dalammenjalin komunikasi yang baik antara pelatih dan pemain. Karakteristik pemain yang kurang baik pun harus dapat di ubah oleh pelatih, tentu dengan adanya keinginan atau kesadaran dari pemain tersebut. Karena apapuncara yang dilakukan oleh pelatih jika tidak direspon dengan baik oleh pemain perubahan karakteristik yang burukpun akan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Motif para pemainpun berbeda-beda motif yang dimaksud disini adalah motif yang mencakup emosi, hasrat, kebutuhan, psikologis, atau dorongan-dorongan lain yang memicu tindakan para pemain. Motif tersebut sangat didukung oleh peran pelatih untuk mendapatkan hasil yang terbaik dari sebuah pembelajaran, semakin baik motif seorang pemain akan semakin mempengaruhi kualitas Jadi motif pemain itu tidak kalah penting sama materi yang diberikan oleh pelatih, mau pelatih sehebat apapun tidak akan berjalan dengan lancar jika tidak didukung oleh motif pemain yang baik. Hal tersebut bersifat mutlak dan tidak bisa dipisahkan. Dalam hasil observasi yang didapat adalah kegiatan pola komuniasi yang dilakukan pelatih terhadap pemain adalah pola komunikasi dua arah, karena dengan komunikasi dua arah tersebut pelatih lebih memahami tentang pemain dan dapat memahami apa yang terjadi didalam lapangan, karena pelatih hanya dapat melihan dan memberi arahan sesuai dengan apa yang ia lihat, tetapi terkadang apa yang pelatih perintahkan atau pelatih lihat tidak sesuai dengan apa yang di rasakan oleh pemain, maka dari itu komunikasi dua arah sangat penting dilakukan agar pelatih dapat lebih memahami pemain dan situasi yang sedang terjadi didalam Print ISSN: 2614-8153 Online ISSN: 2614-8498 SIMPULAN Berdasarkan uraian diatas, maka kesimpulan dalam penelitian ini adalah Pola komunikasi diartikan sebagai bentuk atau pola hubungan dua orang atau lebih dalam proses pengiriman dan penerimaan dengan cara yang tepat sehingga pesan yang dimaksukan dapat dipahami. Dalam hal ini peneliti mencoba mengetahui bagaimana pola komunikasi antarpribadi pelatih dan pemain di Komunitas Futsal Tuter FC. Pola komunikasi yang dilakukan adalah komunikasi dua arah, karena pada saat pertandingan pelatih hanya dapat melihat dan memerintahkan dipinggir lapangan, tetapi yang mengeksekusi perintah pelatih adalah pemain yang didalam lapangan, pada saattime out atau diganti pemain dapat memberi masukan kepada pelatih terhadap apa yang di liat dana pa yang Dan pada saat melakukan latihan pemain juga berhak melakukan komunikasi kepada pelatih jika menurut pemain apa yang diberikan pemain tidak sesuai, atau pemain belom memhamai apa yang diberikan pelatih. komunikasi tersebut dianggap paling efektif dalam melakukan kegiatan latihan. Dikatakan efektif bilamana seorang pelatih dalam penyampaian materi dapat dengan mudah di terima dan dipahami oleh pemain, dan pemain memberikan feedback. Dengan respon yang ditunjukkan oleh pemain, berarti pola komunikasi antarpribadi antara pelatih dan pemain dapat berjalan dengan baik. DAFTAR PUSTAKA