Analisis Kinerja Ruas Jalan Kembang Seri Ae Simpang Kandis Di Kota Bengkulu (Studi Kasus Jalan Air Sebakul Ae Jalan Betungan Kota Bengkul. Analisis Kinerja Ruas Jalan Kembang Seri Ae Simpang Kandis Di Kota Bengkulu (Studi Kasus Jalan Air Sebakul Ae Jalan Betungan Kota Bengkul. Wulan Puspa Anggraini Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Ratu Samban. Bengkulu. Indonesia *Korespondensi Email : anggrainiwulanpuspa@gmail. ARTICLE HISTORY Received . March 2. Revised . April 2. Accepted . May 2. KEYWORDS Road performance. Degree of saturation (DS). Level of Service (LOS). Roadside obstructions. Air SebakulAeBetungan ABSTRAK Penelitian ini menganalisis kinerja ruas Jalan Kembang SeriAeSimpang Kandis, khususnya segmen Jalan Air SebakulAeJalan Betungan di Kota Bengkulu, dengan tujuan mengevaluasi tingkat pelayanan, derajat kejenuhan, waktu tundaan, dan panjang antrian serta memberikan rekomendasi perbaikan. Pengambilan data dilakukan melalui survei lapangan pada hari Senin dan Sabtu pada periode puncak lalu lintas . 00Ae08. 00, siang 11. 30Ae14. 00, sore 30Ae17. 00 WIB). Data primer meliputi kondisi geometrik, komposisi dan volume lalu lintas, kecepatan tempuh, serta hambatan samping. data sekunder diperoleh dari dokumen dan instansi terkait dengan acuan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI, 2. Pengumpulan data arus dilakukan secara manual dengan pencacahan tiap 15 menit. kecepatan diukur pada segmen 100 m. hambatan samping dicatat pada segmen 200 m. Hasil analisis menunjukkan nilai derajat kejenuhan (DS) pada ruas ini berkisar dari 0,2291 hingga 0,4639, sehingga tingkat pelayanan dikategorikan Kelas B Ai arus relatif stabil meskipun kecepatan operasi mulai dibatasi oleh kondisi lalu lintas. Nilai tundaan dan antrian tertinggi tercatat pada periode puncak tertentu . tundaan maksimum di Simpang Betungan 3,5366. antrian maksimum mencapai sekitar 18Ae19 kendaraan pada beberapa titi. , namun kondisi keseluruhan belum menunjukkan kemacetan parah. Rekomendasi meliputi peningkatan prasarana . rainase, rambu, marka, zebra cros. , penanganan hambatan samping dan perbaikan/peningkatan ruas jalan, serta penelitian lanjutan mengenai pertumbuhan lalu lintas untuk perencanaan jangka panjang. Temuan ini diharapkan menjadi dasar bagi upaya peningkatan keselamatan dan kelancaran lalu lintas di ruas Jalan Air SebakulAeBetungan. ABSTRACT This is an open access article under the CCAe BY-SA license This study analyzes the performance of the Kembang SeriAeSimpang Kandis road corridor, focusing on the Air SebakulAeBetungan segment in Bengkulu City, with the aim of evaluating level of service, degree of saturation, delay, and queue length, and of providing improvement recommendations. Data were collected through field surveys on Monday and Saturday during peak traffic periods . orning 06:00Ae08:00, midday 11:30Ae14:00, and evening 15:30Ae17:00 WIB). Primary data included geometric conditions, traffic composition and volume, travel speed, and roadside obstructions. secondary data were obtained from relevant agencies and documents using the Indonesian Road Capacity Guidelines (PKJI, 2. as reference. Traffic counts were carried out manually at 15-minute intervals. speeds were measured on a 100 m segment. roadside obstruction observations were recorded on a 200 m segment. The analysis found that the degree of saturation (DS) on this segment ranged from 2291 to 0. 4639, placing the roadway at Level of Service B Ai traffic flow is relatively stable though operating speeds are beginning to be constrained by traffic conditions. Peak-period delay and queue lengths reached maximums at certain times . , maximum delay at Simpang Betungan was 3. maximum queues reached approximately 18Ae19 vehicles at some location. , but overall the corridor has not experienced severe congestion. Recommendations include infrastructure improvements . rainage, traffic signs, pavement markings, zebra crossing. , mitigation of roadside obstructions, and roadway upgrades, as JURNAL SAINTIFIK (Multi Science Journa. Vol. 23 No. 2 May 2025 page: 282 Ae . 283 well as further studies on traffic growth for long-term planning. These findings are expected to support efforts to improve safety and traffic flow on the Air SebakulAeBetungan corridor. PENDAHULUAN Kemacetan lalu lintas dapat terjadi di ruas Ae ruas jalan yang melayani permintaan trnasfortasi untuk menuju pusat kegiatan pendidikan, perkantoran, bisnis, rekreasi, dan pusat perbelanjaan. Transportasi merupakan unsur yang penting dalam perkembangan ekonomi, sosial, politik, dan mobilitas penduduk yang tumbuh bersamaan dan mengikuti perkembangan yang terjadi dalam berbagai bidang dan sektor. Namun yang urgen adalah peran dan pentingnya transportasi dalam kaitannya dengan aspek ekonomi dan sosial ekonomi pada negara dan masyarakat Jalan merupakan suatu kebutuhan yang paling esensial dalam transportasi. dari suatu tempat asal ke tempat tujuannya. Unsur jalan dapat berupa jalan raya, jalan kereta api, jalan air, dan jalan udara. ekonomi dan sosial ekonomi pada negara dan masyarakat. Peningkatan jumlah penduduk, jumlah kendaraan dan aktivitas menimbulkan masalah sosial dan ekonomi yang sangat tergantung pada trasportasi jalan raya. Pada arus jam puncak Kota Bengkulu diidentifkasi terjadi pada waktu Aewaktu tertentu, secara umum. Jam Ae jam puncak tersebut terjadi bersamaan dengan aktifitas rutin seperti pelajar masuk sekolah, pegawai masuk kantor, pelajar saat pulang sekolah dan pegawai pulang kantor. Ruas jalan Kembang Seri Ae Simpang kandis adalah salah satu Ruas Jalan Nasional yang berada di Provinsi Bengkulu, yang penanganan menjadi tanggung jawab Balai Pelaksana Jalan Nasional Lampung ( APBN ). Ruas Jalan Kembang seri Ae simpang kandis berfungsi menghubungkan tempat Ae tempat kegiatan seperti perguruan tinggi, rumah sakit, bisnis seperti tol dan menghubungkan kebeberapa kabupaten antara lain kabupaten Bengkulu tengah, kabupaten seluma, serta kota Bengkulu. Untuk mengatasi permasalahan kemacetan lalu lintas di ruas jalan Kembang Seri Ae simpang kandis di kota Bengkulu, perlu dilakukan Manejemen Rekayasa lalu lintas dengan melakukan peningkatan kapasitas yang di anggap dapat mengurangi kemacetan yang terjadi saat ini. Aktifitas hambatan samping yang terjadi disebabkan beberapa faktor antara lain kendaraan parkir, pejalan kaki, kendaraan lambat, kendaraan keluar masuk , pedagang kaki lima, kendaraan melakukan berbalik arah dan kendaraan berhenti di badan jalan, kemacetan terjadi di waktu puncak yaitu pagi, siang dan sore hari. Hal ini disebabkan karena aktifitas masuk dan keluar kendaraan dari dan menuju Ruas Jalan Kembang seri Ae simpang kandis. Berdasarkan hal diatas maka Pemerintah melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Provinsi Bengkulu melakukan Peningkatan Kapasitas Jalan dengan melakukan pelebaran jalan untuk memberikan kenyamanan bagi pengendara dan keselamatan khususnya kendaraan kendaraan besar. Penulis tertarik untuk mengusulkan lokasi tersebut dijadikan penelitian dengan judul Ai ANALISIS PENINGKATAN KAPASITAS RUAS JALAN KEMBANG SERI Ae SIMPANG KANDIS DI KOTA BENGKULU ( Studi Kasus Jalan Air Sebakul Ae Jalan Betungan ) METODE PENELITIAN Penelitian dilaksanakan pada ruas Jalan Kembang Seri Ae Simpang Kandis, tepatnya sepanjang Jalan Air Sebakul hingga Jalan Betungan di Kota Bengkulu . ihat Gambar 3. Pengambilan data dilakukan pada periode aktivitas lalu lintas tersibuk untuk memperoleh kondisi operasi jalan saat terjadi gangguan lalu lintas tinggi. Pengamatan direncanakan dilakukan selama dua hari yakni hari Senin dan Sabtu, dengan pengamatan puncak selama 12 jam yang dibagi ke dalam tiga periode: pagi . 00Ae08. WIB), siang . 30Ae14. 00 WIB), dan sore . 30Ae17. 00 WIB). Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui survei lapangan meliputi kondisi geometrik jalan . enampang melintang, peta situasi, dan pengaturan lalu linta. , karakteristik lalu lintas . omposisi kendaraan, volume arus, dan kecepatan tempu. , serta hambatan samping yang memengaruhi kinerja ruas jalan. Objek survei mencakup berbagai jenis kendaraan sesuai PKJI . : sepeda motor (MC), kendaraan ringan (LV), kendaraan berat menengah (MHV), truk besar (LT), bus besar (LB), serta kendaraan tak bermotor (UM) seperti becak, sepeda. JURNAL SAINTIFIK (Multi Science Journa. Vol. 23 No. 2 May 2025 page: 282 Ae . 284 gerobak, delman, dan pejalan kaki. Data sekunder diperoleh dari instansi terkait dan dokumen acuan seperti Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI, 2. , serta data pendukung lain seperti jumlah penduduk dan angka pertumbuhan kendaraan. Tahapan penelitian meliputi survei pendahuluan, penentuan jadwal, pengumpulan data lapangan, serta analisis data. Survei pendahuluan digunakan untuk menentukan lokasi pasti, hari, dan jam pelaksanaan sehingga pengamatan berjalan efektif dan representatif. Pengumpulan data lapangan dilakukan secara manual oleh tim surveyor yang dibekali instruksi dan pembagian tugas serta formulir Survei arus lalu lintas dilakukan dengan pencacahan jumlah kendaraan tiap 15 menit selama periode 2 jam per sesi, sedangkan survei kecepatan tempuh diambil dengan mengukur waktu tempuh kendaraan pada segmen sepanjang 100 meter. Survei hambatan samping dicatat langsung di lapangan pada segmen sepanjang 200 meter yang telah ditandai . enggunakan tiang lampu sebagai bata. dan dibagi menjadi dua bagian 100 meter untuk memudahkan pencatatan oleh dua surveyor. Aktivitas hambatan samping yang dicatat meliputi pejalan kaki, kendaraan parkir/berhenti, kendaraan yang keluar/masuk dari sisi jalan, dan kendaraan lambat. Setelah pengumpulan data selesai, data dimasukkan dan diolah menggunakan program spreadsheet . Exce. untuk analisis volume, kecepatan, hambatan samping, dan kapasitas jalan sesuai pedoman PKJI . Hasil analisis ini diharapkan menjawab tujuan penelitian dan memberikan rekomendasi perbaikan kinerja ruas jalan. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan peta topografi dan buku Kota Bengkulu dalam angka serta peta administrasi skala 1 : 20. 000, daerah penelitian secara astronomi berada pada bujur antara 1020 34Ao Ae 1020 34Ao BT dan 30 83Ao Ae 30 88Ao LS. Wilayah penelitian merupakan bagian wilayah Kota Bengkulu, yang secara administratif wilayah itu termasuk ke dalam kecamatan Selebar. Jumlah penduduk Kota Bengkulu adalah 359. Pada umumnya kondisi pergerakan lalulintas pada ruas Jalan Air Sebakul - Betungan sangat tinggi. Tetapi, mengingat ruas jalan tersebut merupakan jalur penghubung yang menghubungkan Kabupaten Bengkulu Tengah dengan Kota Bengkulu dan Kabupaten Seluma, maka dimungkinkan akan terjadi perubahan pergerakan lalulintas yang cukup signifikan pada masa yang akan datang. Pencacahan arus lalulintas pada ruas Jalan Air Sebakul - Betungan dilakukan didua titik pengamatan yaitu di Simpang Jalan Pekan Sabtu dan Simpang Betungan. Berdasarkan hasil pengukuran dilapangan diperoleh data geometrik ruas Jalan Air Sebakul - Betungan dapat dilihat pada gambar berikut. Gambar 1 Penampang Melintang Jalan Lokasi Penelitian Keterangan : Lebar total jalur lalulintas = 10 m. Lebar bahu = 2 m Tabel 1. Data Ruas Jalan Air Sebakul - Betungan Data Geometrik Jalan Koordinat Simpang Jalan Pekan Simpang Betungan Sabtu 3,8365 BT 3,8673 BT 102,3445 LS 102,35490 LS Elevasi 74 m dpl 65 m dpl Tipe Jalan 2 lajur 2 arah . /2 UD) 2 lajur 2 arah . /2 UD) Lebar Jalan Bahu Jalan Drainase Ada permanen terbuka dan Ada permanen terbuka tidak ada dan tidak ada Panjang Jalan 4,4 Km Sumber : Hasil Pengukuran di Lapangan JURNAL SAINTIFIK (Multi Science Journa. Vol. 23 No. 2 May 2025 page: 282 Ae . 285 Satuan Mobil Penumpang . Arus lalulintas yang melalui suatu jaringan jalan terdiri dari berbagai jenis kendaraan, seperti speda motor, jeep, minibus, pick up, sedan sampai dengan truk trailler. Dalam suatu perhitungan semua jenis lalulintas tersebut harus dianggap menjadi suatu jenis dalam kategori Satuan Mobil penumpang . Satuan Mobil Penumpang . merupakan satuan jumlah lalulintas dari berbagai jenis kendaraan yang diubah menjadi kendaraan ringan dengan menggunakan suatu faktor ekivalensi. Faktor ekivalen tersebut adalah merupakan indeks penyetaraan yang disebut Ekivalen Mobil Penumpang . Adapun nilai faktor ekivalensi . tersebut untuk masing-masing jenis kendaraan adalah berbedabeda, seperti yang ditunjukkan pada Tabel 2. Tabel 2. Ekivalen Mobil Penumpang . Jenis Kendaraan Ekivalen Mobil Penumpang . Sepeda Motor 0,2-0,4 Kendaraan Ringan Kendaraan Berat Sumber : PKJI, 2017 Jumlah kendaraan setelah disertakan menjadi mobil penumpang dapat ditunjukkan pada Tabel berikut ini. Tabel 3. Rekapitulasi Analisa Volume Data Traffic Counting Jalan Air Sebakul - Betungan Q . mp/ja. Jalan Simpang Pekan Sabtu dan Simpang Betungan. Simpang Pekan Sabtu Simpang Betungan . mp/ja. mp/ja. Waktu Sabtu Sumber : Data Olahan Lapangan Gambar 2. Rekapitulasi volume lalulintas pada jam puncak jalan Air Sebakul Ae Betungan. Simpang Pekan Sabtu hari senin, kamis dan sabtu. JURNAL SAINTIFIK (Multi Science Journa. Vol. 23 No. 2 May 2025 page: 282 Ae . 286 Gambar 3. Rekapitulasi volume lalulintas pada jam puncak jalan Air Sebakul - Betungan Simpang Betungan hari senin, kamis dan sabtu. Dari Tabel 3 diatas survey traffic counting diperoleh data volume lalulintas yang memperlihatkan jenis dan jumlah kendaraan yang melewati ruas jalan Air Sebakul - Betungan pada saat penelitian, yang dibedakan berdasarkan lokasi titik survey dan arus lalulintas. Pengamatan dilakukan selama 3 hari (Senin. Kamis. Sabt. yaitu pada jam puncak pagi . 00 s. 00 WIB), jam puncak siang . 00 s. 00 WIB) dan jam puncak sore . 00 s. 00 WIB). Lintas harian rata-rata (LHR) pada kedua titik jalan tersebut, yang tertinggi jumlah arus lalulintasnya yaitu terjadi pada hari senin 1577. mp/ja. jam 00-0700 WIB hal ini dikarenakan kegiatan sekolah dan pekerja mulai beraktifitas. Dimana Di Simapang Betungan terdapat banyak aktifitas kegiatan sekolah dan perkantoran yang menghubungkan arus lalulintas baik dari Seluma ke pusat, atau sebaliknya. Kecepatan Sesaat Spot speedmethode atau yang lebih dikenal dengan metode perhitungan kecepatan sesaat, merupakan salah satu metode yang digunakan dalam mencari data lalulintas, yaitu data kecepatan kendaraan pada suatu titik tertentu. Estimasi data lalulintas dilakukan dengan mencatat waktu yang diperlukan kendaraan untuk melewati panjang lintasan yang telah ditentukan pada masing-masing arah perjalanan pada jam-jam puncak pagi,siang dan sore hari, dimana jam tersebut merupakan jam aktifitas pada umumnya. Dari survey spot speed diperoleh data kecepatan sesaat dari berbagai jenis kendaraan seperti kendaraan berat (HV. Heavy Vehicl. , kendaraan ringan (LV. Light Vehicl. , kendaraan roda dua bermotor (MC. Motor Cycl. dan kendaraan tak bermotor (UM. Un Motorise. Data yang diperoleh diLapangan masih merupakan jarak dan waktu tempuh dari berbagai jenis kendaraan yang diamati. Data ini dianalisa sedemikian sehingga diperoleh nilai kecepatan sesaat . dari masing-masing arahnya. erhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampira. Dari kecepatan sesaat lalulintas lokasi jalan Simpang Pekan Sabtu dan jalan Simpang Betungan, didapat : Tabel 4. Rekapitulasi Kecepatan Sesaat (Spot Spee. Nama Jalan : Jalan Air Sebakul - Betungan Lokasi : Simpang Pekan Sabtu dan Simpang Betungan Waktu : Senin. Kamis, dan Sabtu Waktu Senin . m/ja. Kamis . m/ja. Sabtu . m/ja. Rata-Rata Sumber : Data Olah Hasil Survey Lapangan JURNAL SAINTIFIK (Multi Science Journa. Vol. 23 No. 2 May 2025 page: 282 Ae . 287 Gambar. Rekapitulasi Kecepatan Sesaat (Spot Spee. Jalan Air Sebakul Ae Betungan Simpang Pekan Sabtu dan Simpang Betungan. Rata-rata kecepatan sesaat lalulintas pada hari senin dilokasi Simpang Pekan Sabtu lebih kecil . ,59091 km/ja. dibandingkan kecepatan sesaat lalulintas dilokasi Simpang Betungan . ,977 km/ja. Karena pada titik satu jumlah arus lalulintas lebih tinggi dibandingkan dengan lokasi Simpang Betungan. Rata-rata kecepatan sesaat lalulintas pada hari Kamis dilokasi Simpang Pekan Sabtu lebih kecil . ,5049 km/ja. dibandingkan kecepatan sesaat lalulintas dilokasi Simpang Betungan . ,722 km/ja. Rata-rata kecepatan sesaat lalulintas pada hari Sabtu dilokasi Simpang Pekan Sabtu lebih kecil . ,5785 km/ja. dibandingkan kecepatan sesaat lalulintas dilokasi Simpang Betungan . ,5. 4Hambatan Samping Pengamatan hambatan samping dimaksudkan guna mengetahui frekuensi hambatan samping per jam per 200 meter pada kedua sisi ruas jalan yang diamati. Pengamatan ini menyangkut antara lain: - Jumlah pejalan kaki berjalan atau menyeberang sepanjang ruas jalan. - Jumlah kendaraan berhenti atau parkir. - Jumlah kendaraan yang masuk atau keluar dari ruas jalan yang diamati. - Arus kendaraan yang bergerak lambat seperti sepeda, becak dan kendaraan tak bermotor lainnya (UM. Un Motorise. Perhitungan selengkapnya ada pada lampiran. Tabel 5. Rekap Hambatan Samping Jalan Air Sebakul - Betungan Simpang Pekan Sabtu Simpang Betungan . mp/ja. mp/ja. Waktu Sabtu Sumber: Data Olah Survey Lapangan JURNAL SAINTIFIK (Multi Science Journa. Vol. 23 No. 2 May 2025 page: 282 Ae . 288 Gambar 5. Hambatan Samping Jalan Air Sebakul - Betungan Berdasarkan hasil tersebut, nilai hambatan samping untuk jalan Air Sebakul Ae Betungan baik pada titik Simpang Pekan Sabtu dan pada titik Simpang Betungan jumlah berbobot kejadian /200m/jam . ua sis. kurang dari 100 (<. yang diartikan bahwa kelas hambatan samping sangat rendah sedangkan antara 100 s/d 299 rendah. Kapasitas Kapasitas (C) adalah arus maksimum persatuan waktu yang dapat melewati suatu potongan melintang jalan dalam kondisi tertentu. Tabel 4. 6 berikut merupakan contoh analisis kapasitas. Waktu Pengamatan Kapasitas Dasar (C. Tabel 2. mp/ja. Tabel 6. Contoh Analisis Kapasitas Faktor penyesuaian untuk Kapasitas Lebar Pemisah Hamb. Ukuran Jalur Arah Samp. Kota FCw FCsp FCsf FCcs Tabel Tabel Tabel 1,00 1,29 1,01 Kapasitas . mp/ja. C=Co x FCw x FCsp x FCsf x FC cs 3400,569 smp/jam 3366,9 smp/jam 1,29 Sumber: Hasil Survey di Lapangan Keterangan: A Kolom 1 : Interval Waktu Pencatatan dari pengamatan yang dilakukan A Kolom 2 : Berdasarkan tabel 2. 3 tentang kapasitas dasar untuk jalan Perkotaan, untuk tipe jalan 2/2 UD. Kapasitas dasar total 2 arah sebesar 2900 smp/jam. A Kolom 3 : Berdasarkan tabel 2. 4 tentang faktor penyesuaian kapasitas FCw, untuk tipe jalan 2/2 UD dengan lebar jalan efektif 10 m, maka FCw yang dipakai sebesar 1,29 km/jam. A Kolom 4 : Berdasarkan tabel 2. 5 tentang faktor penyesuaian kapasitas untuk Pemisah arah (FCs. , untuk pemisah arah 50%-50%. FCsp A Kolom 5 : Berdasarkan tabel 2. 6 tentang faktor penyesuaian kapasitas hambatan samping dan lebar bahu (FCs. untuk tipe jalan 2/2 UD dengan kelas hambatan samping sangat rendah. FCsf yang dipakai 01 dan Rendah 1,00. A Kolom 6 : Berdasarkan tabel 2. 8 tentang faktor penyesuaian kapasitas untuk ukuran kota (FCc. , untuk kota dengan jumlah 145,471 jiwa. A Kolom 7 : Merupakan kapasitas sesungguhnya dari ruas jalan yang diamati didapat dari perkalian antara Co. FCw. FCsp. FCsf, dan FCcs. Dari hasil perhitungan . menunjukan besarnya kapasitas lalulintas di jalan Air Sebakul Betungan. Dari hasil perhitungan tersebut dapat dilihat bahwa: JURNAL SAINTIFIK (Multi Science Journa. Vol. 23 No. 2 May 2025 page: 282 Ae . Kapasitas jalur pada kedua lokasi relative konstan selama waktu pengamatan, baik jalur arah ke Seluma maupun sebaliknya. Hal ini dikarenakan Hambatan Samping yang terjadi rata-rata sangat Kapasitas di dua lokasi Simpang Pekan Sabtu dan Simpang Betungan adalah sesesar 3400,569 smp/jam dan ada juga yang bernilai 3366,9 smp/jam. Derajat Kejenuhan Derajat kejenuhan didapat dari pembagian antara volume (Q) dan kapasitas (C). Berikut adalah tabel derajat kejenuhan jalan Air Sebakul Ae Betungan yang dibedakan berdasarkan 2 lokasi penelitian. Lengkapnya sebagai berikut: Tabel 7. Derajat Kejenuhan jalan Air Sebakul - Betungan Simpang Pekan Sabtu Kapasitas Derajat Hari Arus (Q) Tingkat Waktu (C) Kejenuhan Tanggal smp/jam Pelayanan Smp/jam (DS = Q/C) Senin 0,34797588 B 29/10/2012 3400,569 0,38428863 B 3400,569 0,28065891 B 0,35260923 B 0,30639461 B 0,3583118 Kamis 3400,569 0,32853325 1-Nov-12 3400,569 0,39475747 3400,569 0,3072427 3400,569 0,32876851 3400,569 0,35876349 00 1349,2 3400,569 0,396755713 B Sabtu 3400,569 0,22913812 3-Nov-12 3400,569 0,32523969 3400,569 0,34511871 3400,569 0,39264017 3400,569 0,33759056 3400,569 0,39075813 Sumber: Data Hasil Survey Lapangan Dari hasil peritungan . diatas menunjukan besarnya derajat kejenuhan lalulintas jalan Air Sebakul Ae Betungan , derajat kejenuhan pada Simpang Pekan Sabtu rata-rata nilai derajat kejenuhannya berkisar antara 0,20-0,44 dan sebagian besar tingkat pelayanan jalannya B. Tabel 8 Derajat Kejenuhan Jalan Air Sebakul - Betungan Simpang Betungan Kapasitas Derajat Hari Arus (Q) Tingkat Waktu (C) Kejenuhan Tanggal smp/jam Pelayanan Smp/jam (DS = Q/C) 3400,569 0,46392236 3400,569 0,41169581 Senin 3400,569 0,38158320 29/10/2012 3400,569 0,28548164 3400,569 0,31794679 3400,569 0,37911302 3400,569 0,38969949 Kamis 3400,569 0,32888614 1-Nov-12 3400,569 0,32594545 JURNAL SAINTIFIK (Multi Science Journa. Vol. 23 No. 2 May 2025 page: 282 Ae . 00Sabtu 3-Nov-12 Sumber: Data Hasil Survey Lapangan 3400,569 3400,569 3400,569 0,34347193 0,31171254 0,32253426 3400,569 3400,569 3400,569 3400,569 3400,569 3400,569 0,32276951 0,37617234 0,32135798 0,29642098 0,33335598 0,38193608 Dari hasil perhitungan . diatas menunjukan besarnya derajat kejenuhan lalulintas jalan Air Sebakul - Betungan pada Simpang Betungan nilai derajat kejenuhannya berkisar antara 0,20-0,44 Tingkkat Pelayanan B akan tetapi ada juga tingkat pelayanannya yang bernilai C. Untuk mengetahui besarnya pengaruh perkembangan dan perubahan guna lahan terhadap kinerja pelayanan fungsi kedua ruas jalan di wilayah studi maka dilakukan analisis tentang kapasitas jalan, derajat kejenuhan, kecepatan lalulintas dan waktu tempuh perjalanan. Perhitungan kinerja pelayanan fungsi jalan berdasarkan volume lalulintas lokal dan lalulintas menerus, meskipun perkembangan dan perubahan guna lahan lebih dipengaruhi oleh perkembangan volume lalulintas lokal yang terjadi. Analisis kapasitas ruas jalan lingkar dan ruas jalan lama . alam kot. dilakukan dengan berpedoman pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2017. Tundaan Tundaan adalah total waktu hambatan rata-rata yang dialami oleh kendaraan sewaktu melewati suatu ruas jalan tertentu. Hambatan yang dimaksud adalah jika kendaraan terhenti lebih dari 10 detik. Batasan 10 detik dalam mengukur tundaan sebenarnya tidak mengikat, namun 10 detik merupakan lama hambatan yang mungkin masih dapat ditolerir oleh sebagian besar pengemudi. Tundaan yang dihitung untuk jalan Air Sebakul - Betungan adalah tundaan lalulintas jalan utama dimana tundaan lalulintas ratarata semua kendaraan bermotor yang masuk persimpangan dari jalan utama DT MA ditentukan dari kurva empiris antara DTMA dan DS. Tabel 9 Rekapitulasi Tundaan Jalan Air Sebakul Ae Betungan Simpang Pekan Sabtu Jalan Air Sebakul AeBetungan Simpang Pekan Sabtu DT = 1. 8234*DS-. -DS)*1. Waktu Senin Kamis Sabtu 2,652759345 2,504540411 1,746811572 2,929585937 3,009394063 2,479432236 2,139575159 2,342233997 2,630978004 2,688081167 2,506333852 2,993253094 2,335768642 2,734997584 2,573587891 2,731554177 3,024638312 2,978905566 JUMLAH RATA-RATA 2,579554071 2,687023036 2,567161394 Sumber: Data Hasil Survey Lapangan JURNAL SAINTIFIK (Multi Science Journa. Vol. 23 No. 2 May 2025 page: 282 Ae . 291 Gambar 6. Tundaan Jalan Air Sebakul Betungan Simpang Pekan Sabtu Dari hasil perhitungan . diatas menunjukan besarnya tundaan lalulintas jalan Air Sebakul Ae Betungan Simpang Pekan Sabtu terjadi pada hari kamis jam 16. 00 nilai tundaan 3,02463. Tabel 10. REKAP TUNDAAN JALAN AIR SEBAKUL Ae BETUNGAN SIMPANG BETUNGAN Jalan Air Sebakul Ae Betungan Simpang Betungan DT = 1,8 5,8234*DS-. -DS)*1,8 Waktu Senin Kamis Sabtu 00 Ae 07. 00 Ae 08. 00 Ae 13. 00 Ae 14. 00 Ae 16. 00 Ae 17. JUMLAH RATA RATA TUNDAAN Sumber : Data olahan survey lapangan WAKTU Gambar 7. Tundaan Jalan Air Sebakul Ae Betungan Simpang Betungan JURNAL SAINTIFIK (Multi Science Journa. Vol. 23 No. 2 May 2025 page: 282 Ae . 292 Dari hasil perhitungan . diatas menunjukan besarnya tundaan lalu lintas. Jalan Air Sebakul Ae Betungan Simpang Betungan terjadi pada hari senin jam 06. 00 Ae 07. 00 nilai tundaan 3. Antrian Menurut MKJI . Antrian , retang nilai peluang antrian di tentukan dari hubungan empiris antara peluang antrian dan derajat kejenuhan Tabel 11. Rekap Antrian Jalan Air Sebakul Ae Betungan Jalan Simpang Pekan Sabtu Air Sebakul Ae Betungan Simpang Pekan Sabtu Senin Kamis Sabtu Waktu QP% Min QP% Max QP% Min QP% Max QP% Min QP% Max 00 Ae 6. 00 Ae 4. 00 Ae 5. 00 Ae 00 Ae 00 Ae JUMLAH 5. Sumber : Data olahan survey lapangan QP% min = 9,02*DS ^2 10,49*DS^3 QP% max = 47,71*DS -24,68*DS^2 56,47*DS^3 Dari hasil perhitungan . diatas menunjukan besarnya antrian lalu lintas. Jalan Air Sebakul Ae Betungan simpang pekan sabtu maxsimum terjadi pada hari kamis jam 16. 00 Ae 17. 00 nilai 571 dan antrian minimum terjadi pada hari sabtu jam 06. 00 Ae 07. 00 nilai antrian 3. Tabel 12. Rekap Antrian Jalan Aiir Sebakul Ae Betungan Jalan Betungan Air Sebakul Ae Betungan Simpang Betungan Waktu 00 Ae 00 Ae 00 Ae 00 Ae 00 Ae 00 Ae JUMLAH Senin QP % Min QP % Max Kamis QP % Min QP % Max Sabtu QP % Min QP % Max Sumber : Data olahan survey lapangan QP% min = 9,02*DS 20,66*DS^2 10,49*DS^3 QP% max = 47,71*DS Ae 24,68*DS^2 56,47*DS^3 Dari hasil perhitungan . diatas menunjukan besarnya antrian lalu lintas. Jalan Air Sebakul Ae Betungan Simpang Betungan maximum terjadi pada hari senin jam 07. 00 Ae 08. 00 nilai antrian 399 dan antrian minimum terjadi pada hari senin jam 13. 00 Ae 14. 00 nilai antrian 3. JURNAL SAINTIFIK (Multi Science Journa. Vol. 23 No. 2 May 2025 page: 282 Ae . KESIMPULAN Berdasarkan hasil survei lapangan dan analisis data, kondisi lalu lintas pada ruas Jalan Air SebakulAeBetungan menunjukkan derajat kejenuhan (DS) relatif rendah hingga sedang, dengan nilai DS terendah 0,2291 (Sabtu 06. 00Ae07. 00, sekitar Simpang Pekan Sabt. dan nilai tertinggi hingga 0,46392 (Senin 06. 00Ae07. Secara keseluruhan tingkat pelayanan jalan tergolong Kelas B, yang ditandai arus relatif stabil namun kecepatan operasi mulai terpengaruh oleh kondisi lalu lintas sehingga kebebasan pengemudi dalam memilih kecepatan sedikit terbatas. Nilai tundaan dan panjang antrian tertinggi tercatat pada periode puncakAimis. tundaan maksimum di sekitar Simpang Betungan (Senin 06. 00Ae07. sebesar 3,5. dan antrian maksimum pada beberapa titik mencapai sekitar 18Ae19 kendaraan pada periode tertentuAinamun angka-angka tersebut belum menunjukkan kondisi kemacetan parah yang mengganggu fungsionalitas jalan secara keseluruhan. Untuk menjaga dan meningkatkan kinerja ruas Jalan Air SebakulAeBetungan, disarankan melakukan peningkatan prasarana seperti perbaikan drainase, pemasangan rambu lalu lintas, marka jalan, dan penambahan zebra cross agar aliran lalu lintas lebih lancar dan aman sehingga peran jalan sebagai jalan primer tetap terpelihara. Selain itu perlu dilakukan penelitian lanjutan terkait pertumbuhan lalu lintas pada ruas tersebut untuk perencanaan jangka panjang, serta penanganan hambatan samping dan pelebaran/pembenahan ruas jalan sebagai upaya mengurangi hambatan operasional dan meningkatkan tingkat pelayanan jalan. DAFTAR PUSTAKA