Jurnal Ilmiah Politik. Kebijakan, & ilmu Sosial (Publici. Vol. No. Januari 2021 Pengaruh Pendidikan Perkoperasian Terhadap Partisipasi Anggota Pada Koperasi Wanita di Kabupaten Tulungagung Muhammad Anasrulloh . Adib Minanur Rokhim . Anna Febrian Firotul M Universitas Bhinneka PGRI . Abstrak: Koperasi bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional, untuk mencapai hal tersebut tentunya koperasi harus dapat mandiri dan lebih berkembang dengan didukung aktifnya partisipasi menyeluruh dari anggotanya. Koperasi diharapkan menjadi mandiri, tangguh dan efesien sehingga akan mampu menghadapi berbagai problem ekonomi. Koperasi harus ditingkatkan agar pemerataan pendapatan dan pengentasan kemiskinan khususnya anggota dapat Koperasi memerlukan peran aktif anggotanya dalam segala kegiatan koperasi, peran aktif tersebut tercipta apabila ada perasaan memiliki sehingga secara efektif dapat mengambil bagian dalam pengambilan keputusan koperasi. Namun koperasi yang usahanya pada sektor jasa tentunya tidak mudah untuk mengajak partisipasi dalam segala aspek kegiatan, diperlukan strategi yang tepat dan sesuai, salah satu strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan partisipasi anggota adalah Pendidikan Perkoperasian. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Pendidikan Perkopersian terhadap Partisipasi anggota pada Koperasi Wanita (Kopwa. di Kabupaten Tulungagung. Kata kunci: Partisipasi Anggota. Pendidikan Perkoperasian. Abstract: Cooperatives aim to improve the welfare of members in particular and society in general, as well as participate in building the national economic order, to achieve this, of course, cooperatives must be independent and more developed with the support of active comprehensive participation from their members. Cooperatives are expected to be independent, resilient and efficient so that they will be able to face various economic problems. Cooperatives must be improved so that income distribution and poverty alleviation, especially for members, can be realized. Cooperatives require an active role of their members in all cooperative activities, this active role is created when there is a feeling of belonging so that they can effectively take part in cooperative decision making. However, a cooperative whose business is in the service sector is certainly not easy to invite participation in all aspects of activities, it requires an appropriate and appropriate strategy, one strategy that can be used to increase member participation is Cooperative Education. This study aims to determine how much influence Cooperative Education has on member participation in Women's Cooperatives (Kopwa. in Tulungagung Regency. Keyword: Member Participation. Cooperative Education pelaksanaan koperasi. Oleh karena itu perekonomian yang cocok dengan asas kekeluargaan adalah koperasi. (Raidayani. Muhammad, & Faisal, 2. LATAR BELAKANG Pelaku ekonomi di Indonesia dibagi menjadi tiga sektor yaitu usaha rumah tangga konsumen, rumah tangga produsen, dan Pemerintah ikut berperan serta didalam kegiatan perekonomian melalui BUMN dan kebanyakan didirikannya untuk tujuan mencari profit. Rumah tangga produsen ikut berperan dalam perekonomian dengan tujuan mencari laba, sedangkan koperasi didirikan dengan tujuan untuk mensejahterakan para anggotanya, bukan mencari profit. UndangUndang Dasar 1945 pasal 33 ayat 1 mengandung esensi demokrasi ekonomi yaitu kemakmuran rakyat merupakan hal pokok yang diutamakan, produksi dalam organisasi dilakukan oleh semua anggota dan kepemilikannya juga oleh anggota, sehingga dijadikan sebagai kontrol dalam Menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian dalam pasal 3 disebutkan bahwa, koperasi bertujuan untuk memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional, dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Berdasarkan tujuan koperasi tersebut maka koperasi seharusnya memberikan pelayanan dan keutamaan bagi anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya. Kelebihan dari koperasi adalah koperasi dapat membantu Jurnal Ilmiah Politik. Kebijakan, & ilmu Sosial (Publici. Vol. No. Januari 2021 anggotanya dengan menyediakan kebutuhan sehari-hari mereka. Dalam hal ini koperasi harus berusaha meningkatkan kinerjanya, dengan cara lebih proaktif dalam memberikan pelayanan kepada anggota khususnya dan masyarakat pada Kontribusi koperasi tersebut, sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dalam hal peningkatan pendapatan ataupun laba. Koperasi menunjang perekonomian masyarakat melalui peningkatan kesejahteraan anggota. Dengan meningkatnya kesejahteraan pada gilirannya dapat menurunkan kemiskinan Anggota koperasi dapat mandiri dan lebih berkembang secara individu maupun secara bersama-sama sehubungan dengan aktifnya partisipasi menyeluruh dari anggotanya. Keadaan ini mengembangkan koperasi menjadi badan usaha yang mandiri, tangguh dan efesien sehingga mampu menghadapi berbagai problem Sumbangan ditingkatkan agar pemerataan pendapatan dan pengentasan kemiskinan dapat terwujud. Koperasi memerlukan peran aktif anggotanya dalam segala kegiatan koperasi untuk berkembang atas kekuatan sendiri. Peran aktif tersebut tercipta apabila ada perasaan memiliki sehingga secara efektif dapat mengambil bagian dalam pengambilan keputusan koperasi. Para anggota juga berhak dan harus mampu menjalankan pengawasan atas jalannya usaha Menurut Undang-Undang Dasar 1945, soko guru perekonomian Indonesia adalah Jadi koperasi harus ditumbuh kembangkan dalam masyarakat. Koperasi sebagai soko guru dapat diartikan bahwa koperasi dapat berperan sebagai penopang sistem ekonomi Kabupaten Aceh Barat. Dengan demikian, diharapkan mampu memberikan sumbangan yang dominan dan memegang sektor-sektor strategis dalam perekonomian daerah, dan perekonomian daerah seperti pengangguran, kemiskinan dan keterbelakangan (Suwandi, seperti yang dikutip (Raidayani et al. , 2. Oleh karena itu kesadaran akan tujuan gerakan koperasi dalam memperjuangkan peningkatan kesejahteraan masyarakat harus ditingkatkan. Berbagai perkoperasian diperlukan untuk mempercepat pengenalan koperasi dan memberikan arah bagi pengembangan koperasi. Menurut (Raidayani et al. , 2. salah satu bentuk peran serta anggota didalam koperasi yaitu dalam hal penanaman modal di Besar kecilnya usaha koperasi memerlukan sejumlah modal yang harus dihimpun baik dari anggota sebagai modal dasar koperasi maupun sumber lainnya. Meskipun demikian, anggota koperasi harus berpartisipasi aktif baik dalam pendanaan maupun kegiatan koperasi sehingga dapat meningkatkan sisa hasil usaha (SHU) koperasi yang berimplikasi pada kesejahteraan anggota. Pendidikan perkoperasian merupakan salah satu prinsip koperasi yang harus dipenuhi koperasi sebagai kewajiban koperasi dalam mendidik dan memberikan pengetahuan Individu berpengetahuan koperasi apabila individu tersebut mampu memahami, mengingat dan memaparkan kembali tentang seluk beluk koperasi di antaranya landasan, asas, tujuan, prinsip dan lain sebagainya. Pendidikan berkoperasi yang dimiliki anggota akan berpengaruh terhadap pembentukan perilaku Pendidikan mengenai koperasi ini bisa diperoleh melalui pengetahuan teoritis maupun melalui praktek. Koperasi sebagai wadah ekonomi rakyat diharapkan dapat turut serta dalam mengurangi berbagai ketimpangan ekonomi, melaksanakan pemerataan guna mencapai pertumbuhan yang menyeluruh serta menghapus ketergantungan ekonomi kelompok miskin dan menghapus Koperasi mempunyai keunggulan partisipasi anggota dalam pengembangan Meskipun demikian banyak koperasi yang memiliki jumlah anggota yang kurang mempunyai hubungan ekonomi satu sama Dengan kata lain, partisipasi anggota terhadap koperasi masih relatif kecil sehingga peran anggota koperasi masih rendah dalam meningkatkan keuntungan. PERMASALAHAN YANG DITELITI Permasalahan dalam penelitian ini adalah Seberapa Pengaruh Pendidikan Perkoperasian terhadap Partisipasi Anggota pada Koperasi Wanita di Kabupaten Tulungagung ? Jurnal Ilmiah Politik. Kebijakan, & Sosial (Publici. Vol. No. Januari 2020 KAJIAN TEORI Pendidikan Perkoperasian Pendidikan perkoperasian yang disediakan koperasi untuk anggotanya dapat mempengaruhi pertisipasi anggota. Menurut pendapat Hendar . 0: . seperti dikutip Nisa . , bagi anggota yang berpendidikan lebih tinggi akan memanfaatkan partisipasi sebagai sarana penyaluran ide dan gagasan, khususnya bagi kepentingan dirinya. Mengingat pentingnya program pengembangan anggota, perlu diadakan pendidikan anggota secara Pendidikan berkesinambungan bisa dikelompokkan kedalam beberapa cara, seperti yang dikemukakan oleh Mathis dan Jackson sebagai berikut: Pendidikan dibutuhkan dan rutin, seperti yang perlu dilakukan untuk semua anggota baru . rientasi anggot. Pendidikan pekerjaan/teknis, yang ditujukan untuk memungkinkan para anggota dapat melakukan pekerjaan, tugas dan tanggungjawab dengan baik, seperti pengetahuan tentang produk, teknis operasi, desain, dan lain-lain. Pendidikan dan pelatihan antarpribadi dan pemecahan masalah, tujuannya untuk mengatasi masalah operasi dan hubungan dalam pekerjaan anggota ketrampilan manajerial, pemecahan konflik, dan lain-lain. Jika pengetahuan koperasi yang dimiliki oleh anggota semakin banyak maka kecenderungan anggota untuk berperilaku positif terhadap koperasi itu akan semakin besar, begitu juga sebaliknya. Jadi dapat disimpulkan ketika anggota memiliki sikap positif terhadap koperasi maka partisipasi anggota terhadap koperasi akan tinggi. Pada dasarnya Pengertian koperasi dilihat dari sudut pandang menurut beberapa tokoh, diantaranya (Firdaus, dalam (Windarti, 2. ) : Margono Djojohadikoesoemo Koperasi seorang-seorang dengan sukanya sendiri hendak bekerja bersama untuk memajukan Soeriaatmadja . Koperasi adalah suatu perkumpulan dari orang-orang yang atas dasar persamaan derajat sebagai manusia, dengan tidak memandang halauan agama dan politik secara sukarela masuk untuk bersama yang bersifat kebendan atas tanggungan bersama. Marvin A. Schaars . Koperasi adalah suatu badan usaha yang secara sukarela dimiliki dan dikendalikan pelanggannya dan dioperasikan oleh mereka dan untuk mereka atas dasar nir laba atau atas dasar biaya. Windarti . Koperasi sebagai suatu orang-perorangan atau badan-badan hukum koperasi yang mempunyai landasan serta menggunakan asas kekeluargaan. (Windarti, 2. Menurut UU Perkoperasian yang berlaku sampai saat ini, yaitu UU No. Tahun AyKoperasi merupakan badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas azas kekeluargaanAy. Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa koperasi adalah Koperasi sebagai suatu gerakan ekonomi rakyat, beranggotakan orang-perorangan atau badan-badan hukum koperasi yang mempunyai landasan dan prinsip serta menggunakan asas kekeluargaan. Partisipasi Anggota Partisipasi adalah unsur utama dalam memacu kegiatan dan untuk mempertahankan ikatan pemersatu di dalam sebuah koperasi (Mutis, seperti yang Jurnal Ilmiah Politik. Kebijakan, & ilmu Sosial (Publici. Vol. No. Januari 2021 dikutip (Windarti, 2. dari pernyataan tersebut, berarti peranan pengaruhnya bagi kemajuan sebuah Apabila ditinjau dari sudut pandang anggota perorangan, dimensi partisipasi itu mempunyai keterkaitan sebagai berikut (Hanel, seperti yang dikutip (Windarti, 2. ) : Davis & Newstrom dalam Daerobi seperti yang dikutip (Windarti, 2. adalah keterlibatan mental dan emosi seseorang pada situasi kelompok yang mendorongnya untuk ikut mengambil bagian terhadap pencapaian tujuan kelompok serta ikut bertanggung jawab atas tercapainya tujuan Besar atau kecilnya partisipasi oleh anggota juga akan mempengaruhi Sisa Hasil Usaha (SHU) yang akan diterima anggota setiap tahunnya. (Pradana, 2. Para menunjang kepentingannya. Para anggota harus menyetujui dan harus digerakkan melalui ketentuanketentuan berperan serta dalam membiayai perusahaan koperasi. Hal itu berarti para anggota . memiliki hak dan kemungkinan serta Sedangkan pengertian partisipasi dari kamus istilah yang terdapat dalam website Departemen Koperasi, partisipasi adalah . keterlibatan mental dan emosional individu dalam situasi kelompok yang mendorongnya memberi sumbangan terhadap tujuan kelompok serta membagi tanggung jawab bersama mereka, . keterlibatan ego atau diri sendiri dan tidak sekedar keterlibatan secara fisik saja tetapi terlibat secara keseluruhan termasuk pikiran, perasaan dan kemauan. Pada dasarnya, keberhasilan usaha suatu koperasi sangat tergantung dari partisipasi Hal ini sesuai dengan yang telah dikemukakan Mutis dalam (Windarti, 2. bahwa partisipasi anggota merupakan unsur utama dalam memacu kegiatan dan untuk mempertahankan ikatan pemersatu di dalam koperasi. Disini akan dijelaskan terlebih dahulu pengertian partisipasi anggota koperasi. Pengertian partisipasi menurut FAO (Forestry/Fishery Agriculture Organizatio. dalam Saptorini seperti yang dikutip (Windarti, 2. antara lain : Partisipasi sukarela oleh masyarakat dalam perubahan yang ditentukannya Partisipasi masyarakat dalam pembangunan diri, kehidupan, dan lingkungan Partisipasi adalah suatu proses yang aktif yang mengandung arti bahwa orang atau kelompok yang terkait, untuk meletakkan hal itu. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa partisipasi adalah keterlibatan mental dan emosi seseorang pada situasi kelompok yang mendorongnya untuk ikut mengambil bagian terhadap pencapaian tujuan kelompok serta ikut bertanggung jawab atas tercapainya tujuan Koperasi sebagai business entity dan social entity dibentuk oleh anggotaanggota untuk menggapai manfaat tertentu melalui partisipasi. Oleh karena itu, koperasi harus memiliki kegiatan-kegiatan tertentu bentuk-bentuk partisipasi dan memacu manfaat bersama, ketika berbagai manfaat diperoleh melalui upaya-upaya bersama para anggota. Selain yang telah disebutkan diatas, partisipasi anggota koperasi dapat diartikan sebagai suatu proses dimana sekelompok . mengimplementasikan ide-ide atau gagasan koperasi (Nasrudin, dalam (Windarti, 2. Pengertian partisipasi menurut Menurut Ropke dalam Nasrudin dalam (Windarti, 2. partisipasi anggota koperasi meliputi tiga aspek, yaitu: Jurnal Ilmiah Politik. Kebijakan, & ilmu Sosial (Publici. Vol. No. Januari 2021 Anggota sumber-sumber Anggota . erencanaan, implementasi/pelaksanaan Anggota pengambilan/pembagian Koperasi harus memiliki mampu memberikan jasa dengan keuntungan yang kurang lebih sama dengan para pesaing koperasi. untuk meletakkan hal itu. anggota koperasi meliputi tiga aspek, yaitu: Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Pratiwi, 2. bahwa partisipasi anggota merupakan faktor non-keuangan yang dapat mempengaruhi Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi, sedangkan hasil penelitian yang yang dilakukan oleh Mulyanti dan Rina bahwa Besar kecilnya Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi tidak ditentukan berdasarkan tinggi rendahnya perolehan modal sendiri akan tetapi Sisa Hasil Usaha (SHU) diperoleh dari besarnya kontribusi yang besar para anggota dalam kegiatan Koperasi. (Mulyanti & Rina, 2. Anggota sumber-sumber Anggota . erencanaan, implementasi/pelaksanaan Anggota pengambilan/pembagian Koperasi harus memiliki mampu memberikan jasa dengan keuntungan yang kurang lebih sama dengan para pesaing koperasi. Pendidikan Perkoperasian Pendidikan perkoperasian adalah prinsip koperasi yang harus dipenuhi koperasi sebagai kewajiban koperasi dalam mendidik dan memberikan pengetahuan Pendidikan mengenai koperasi ini bisa diperoleh melalui pengetahuan teoritis maupun melalui praktek. METODE PENGUMPULAN DATA Untuk mendapatkan data-data yang sesuai dengan tujuan penelitan maka dibutuhkan suatu teknik pengumpulan data. Metode pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan angket yang berisi DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL Partisipasi Partisipasi adalah suatu proses yang aktif yang mengandung arti bahwa orang atau kelompok yang terkait, mengambil inisiatif dan mengungkapkan kebebasannya HASIL PENELITIAN Koefisien Beta Koefisien Beta Coefficients Model Unstandardized Coefficients (Constan. Std. Error Standardized Coefficients Sig. Beta Collinearity Statistics Tolerance Jurnal Ilmiah Politik. Kebijakan, & ilmu Sosial (Publici. Vol. No. Januari 2021 PENDIDIKAN PERKOPERA SIAN Dependent Variable: PARTISIPASI ANGGOTA Besar pengaruh Strategi (X) terhadap Partisipasi anggota (Y) adalah 32,7% Berdasarkan table menunjukkan bahwa besar pengaruh variable X terhadap Y sebagai berikut. PEMBAHASAN Regresi Linier Berganda Tabel. Hasil Persamaan Regresi Linier Sederhana Coefficients Model Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Sig. Beta (Constan. PENDIDIKAN PERKOPERA SIAN Tolerance Dependent Variable: PARTISIPASI ANGGOTA Hasil uji regresi linier berganda dapat dilihat pada Tabel 5. 6 Berdasarkan persamaan garis regresi yakni Y= a b1X1 b2 X2 b3 X3 dimana Y = 4. 233X yang penjelasannya sebagai berikut : 295 menyatakan bahwa jika variabel independent (Strategi. Taktik dan Valu. sebesar 0 . , maka nilai Dependent (Partisipasi anggot. merupakan koefisien regresi dari X 233 menyatakan bahwa setiap penambahan satu satuan variabel X dengan asumsi variabel lain dianggap konstan maka hal ini akan berpengaruh peningkatan besarnya Y Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat dijelaskan bahwa Besar pengaruh Strategi (X) terhadap Partisipasi anggota (Y) pada Koperasi Wanita di Kab. Tulungagung (Y) adalah 32,7% KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian, maka dapat diambil kesimpulan dan saran sebagai Simpulan Besar pengaruh Strategi (X. terhadap Partisipasi anggota (Y) pada Koperasi Wanita di Kab. Tulungagung (Y) adalah 32,7% Collinearity Statistics Jurnal Ilmiah Politik. Kebijakan, & Sosial (Publici. Vol. No. Januari 2020 Mulyanti. , & Rina. Meningkatkan Sisa Hasil Usaha Melalui Modal Dan Pemberian Pinjaman. Jurnal Ecodemica, 1. , 81Ae88. Saran Pradana. Strategi Peningkatan Perolehan Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi di Kota Banda Aceh. JEQu, 9. , 35Ae49. Pengurus Koperasi Wanita di Kabupaten Tulungagung memperhatikan pentingnya strategi dan pengaruhnya terhadap partisipasi anggota, dengan partisipasi anggota yang optimal tentunya akan berdampak positif terhadap perkembangan koperasi yang implikasinya akan meningkatkan kesejahteraan anggota. Pratiwi. Faktor- faktor yang Menentukan Kenaikan dan Penurunan Sisa Hasil Usaha dari Aspek Keuangan dan Non Keuangan (Studi Kasus KSP Artha Jaya Pasuruan Periode 20072. , 1Ae13. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini hanya menggunakan tiga variabel independen dan satu variabel dependen, sehingga tidak diketahui hasilnya apabila variabel independen ditambah. Penelitian ini hanya menggunakan data cross section. Data cross section menerangkan stabilitas hubungan antar variabel yang dilibatkan dalam suatu penelitian dari waktu ke Untuk penelitian mendatang perlu keterbatasanketerbatasan yang ada dalam penelitian ini, misalnya dengan menambah variabel independen, sehingga menghasilkan kajian yang lebih sempurna. Raidayani. Muhammad. , & Faisal. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Sisa Hasil Usaha (SHU) pada Koperasi di Kabupaten Aceh Barat. Jurnal Perspektif Ekonomi Darussalam. JURNAL PERSPEKTIF EKONOMI DARUSSALAM, 3(Septembe. , 101Ae Ridwan. Pengaruh Faktor Psikologis dan Faktor Kepribadian terhadap Kepercayaan Pelanggan dan Dampaknya pada Partisipasi Pelanggan E-Ecommerce di Indonesia. Jurnal Media Ekonomi (JURMEK), 24. , 79Ae93. Syaiful. Strategi Koperasi dalam Meningkatkan Kesejahteraan Anggota. Progres Ekonomi Pembangunan, 1, 96Ae110. Windarti. Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Sisa Hasil Usaha (SHU) pada KPRI di Kabupaten Wonogiri Tahun 2009. DAFTAR PUSTAKA