ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29096-29099 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Implementasi Manajemen dalam Mendukung Pelaksanaan Pemilu 2024 di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tanjung Balai Zibidion Oholibama Pakpahan1. Syahrial Yuska2 Politeknik Ilmu Pemasyarakatan e-mail: dionpakpahan18@gmail. Abstrak Pemilihan umum di Lembaga Pemasyarakatan merupakan upaya penting untuk menjamin hak konstitusional warga binaan serta mendukung proses pembinaan dan reintegrasi sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan manajemen dalam pelaksanaan Pemilihan Umum tahun dua ribu dua puluh empat di Lembaga Pemasyarakatan Kelas Dua B Tanjung Balai serta mengidentifikasi hambatan yang muncul. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen. Hasil menunjukkan penerapan fungsi manajemen yang meliputi perencanaan dengan strategi jemput bola, pengorganisasian dengan pembagian tugas berbasis sistem pengamanan berlapis, pelaksanaan yang menyeimbangkan prosedur ketat dan pendekatan humanis, serta pengendalian melalui simulasi dan evaluasi. Hambatan yang ditemukan meliputi keterbatasan dokumen kependudukan, minimnya akses informasi kampanye, dan kekurangan surat suara. Kesimpulan penelitian menegaskan pentingnya koordinasi lintas lembaga, peningkatan sarana dan prasarana, serta optimalisasi manajemen keamanan untuk menciptakan pemilihan umum yang aman, tertib, dan Kata kunci: Manajemen. Pemilihan Umum. Warga Binaan. Keamanan. Abstract The general election in correctional institutions was recognized as a vital effort to safeguard the constitutional rights of inmates while supporting their rehabilitation and reintegration into society. This study aimed to examine how management was applied in organizing the 2024 General Election at the Class IIB Correctional Institution of Tanjung Balai and to identify the challenges faced during its implementation. A qualitative descriptive approach was used, involving in-depth interviews, direct observations, and document reviews. The findings show that management is carried out through four main functions: planning with a proactive outreach strategy, organizing tasks using a layered security system, executing by balancing strict procedures with a humane approach, and controlling through simulations and post-event evaluations. Challenges include limited access to civil documents, restricted campaign information, and shortages of ballot papers. The study concludes that strengthening cross-agency coordination, improving facilities, and optimizing security management are crucial to ensuring that elections in correctional settings remain safe, orderly, and inclusive. Keywords : Management. General Election. Inmates. Security. PENDAHULUAN Pemilihan umum merupakan salah satu pilar utama demokrasi yang menjamin hak setiap warga negara untuk berpartisipasi dalam menentukan arah pemerintahan, termasuk warga binaan di lembaga pemasyarakatan yang secara konstitusional tetap memiliki hak pilih meskipun sedang menjalani hukuman. Penyelenggaraan pemilihan umum di dalam lembaga pemasyarakatan tidak hanya menjadi wujud penghormatan terhadap hak asasi manusia, tetapi juga merupakan bagian dari proses pembinaan dan reintegrasi sosial. Namun, pelaksanaan pemilu di lingkungan pemasyarakatan menghadapi tantangan yang kompleks, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, kendala administratif dalam pendataan pemilih, hingga isu keamanan dan ketertiban. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29096-29099 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 terlebih di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tanjung Balai yang mengalami kelebihan kapasitas penghuni. Dalam konteks ini, penerapan teori manajemen yang dikemukakan George R. Terry, yaitu fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian (POAC), menjadi kerangka penting dalam mengatur seluruh tahapan pemilu. Prinsip 5M dari Harrington Emerson . anusia, uang, bahan, mesin, dan metod. juga relevan untuk memastikan ketersediaan sumber daya yang memadai. Permasalahan utama yang muncul meliputi keterbatasan jumlah petugas pengamanan dibandingkan jumlah warga binaan yang tinggi, kesulitan pemenuhan dokumen kependudukan, minimnya akses terhadap informasi kampanye, serta kekurangan surat suara yang menyebabkan sebagian warga binaan tidak dapat Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan perencanaan strategis melalui koordinasi intensif dengan pihak terkait, pengorganisasian tugas berbasis sistem keamanan berlapis, pelaksanaan yang menyeimbangkan prosedur ketat dan pendekatan humanis, serta pengendalian melalui simulasi dan evaluasi berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen dalam mendukung pelaksanaan Pemilihan Umum tahun 2024 di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tanjung Balai, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi, serta merumuskan rekomendasi strategis untuk mewujudkan pemilihan umum yang aman, tertib, dan inklusif bagi warga binaan. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk menggambarkan penerapan manajemen dalam pelaksanaan Pemilihan Umum tahun 2024 di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tanjung Balai. Data diperoleh dari sumber primer melalui wawancara mendalam dengan Kepala Lembaga Pemasyarakatan, petugas pengamanan, dan perwakilan warga binaan, serta dari sumber sekunder berupa dokumen resmi, arsip, laporan kegiatan, dan peraturan terkait. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi langsung terhadap proses pemilu, dan studi dokumentasi untuk melengkapi informasi. Analisis data menerapkan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi, sehingga menghasilkan gambaran yang komprehensif mengenai pelaksanaan manajemen dan kendala yang dihadapi dalam penyelenggaraan pemilu di lingkungan pemasyarakatan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan Pemilihan Umum tahun 2024 di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tanjung Balai menunjukkan bahwa penerapan manajemen berjalan secara sistematis melalui empat fungsi utama, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian. Pada tahap perencanaan, pihak Lapas menerapkan strategi jemput bola untuk validasi data pemilih dengan menjalin koordinasi intensif bersama Komisi Pemilihan Umum dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Tahap pengorganisasian dilakukan melalui pembagian tugas yang jelas berbasis sistem keamanan berlapis, melibatkan petugas Lapas. Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara, serta aparat keamanan eksternal seperti TNI dan Polri. Pada tahap pelaksanaan, prosedur ketat seperti sistem satu pintu diterapkan bersamaan dengan pendekatan humanis, sehingga mampu membangun kepercayaan dan partisipasi aktif warga binaan. Sementara itu, tahap pengendalian dilakukan secara antisipatif melalui simulasi penanganan insiden, dan secara evaluatif melalui rapat debriefing pasca-pemilu untuk perbaikan ke depan. Meskipun penerapan manajemen berjalan baik, penelitian ini juga menemukan beberapa kendala yang cukup signifikan. Kendala tersebut meliputi kesulitan pemenuhan dokumen kependudukan warga binaan, keterbatasan akses terhadap informasi kampanye, serta kekurangan surat suara yang mengakibatkan sejumlah warga binaan yang terdaftar tidak dapat menggunakan hak pilihnya. Rincian kendala tersebut disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Kendala Utama Pelaksanaan Pemilu 2024 di Lapas Kelas IIB Tanjung Balai Kendala Dampak Kekurangan dokumen Sebagian warga binaan tidak masuk daftar pemilih Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Minimnya akses informasi Kekurangan surat suara Halaman 29096-29099 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Warga binaan kurang memahami visi-misi peserta Sejumlah warga binaan terdaftar tidak dapat menggunakan hak pilih Gambar 1. Grafik Perbandingan Jumlah Pemilih Terdaftar dan Pemilih yang Menggunakan Hak Pilih Lapas Kelas IIB Tanjung Balai Ae Pemilu 2024 SIMPULAN Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan fungsi manajemen yang terstruktur mampu mendukung kelancaran Pemilihan Umum tahun 2024 di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tanjung Balai, meskipun masih terdapat kendala teknis seperti keterbatasan dokumen kependudukan, minimnya akses informasi kampanye, dan kekurangan surat suara. Disarankan kepada pihak Lapas dan Komisi Pemilihan Umum untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan fasilitas, serta memperluas akses informasi pemilu bagi warga binaan, agar penyelenggaraan pemilu di lembaga pemasyarakatan ke depan semakin inklusif, aman, dan tertib. Berisi simpulan dan saran. Simpulan memuat jawaban atas pertanyaan penelitian. Saransaran mengacu pada hasil penelitian dan berupa tindakan praktis, sebutkan untuk siapa dan untuk apa saran ditujukan. Ditulis dalam bentuk essay, bukan dalam bentuk numerikal. Maksimal 100 UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tanjung Balai atas izin dan dukungan penuh selama proses penelitian ini berlangsung, serta kepada Komisi Pemilihan Umum Kota Tanjung Balai dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tanjung Balai yang telah memberikan akses data dan informasi yang diperlukan. DAFTAR PUSTAKA