https://jurnalpoltekbangjayapura. id/index. php/sewagatidharma Vol. No. Juni 2025 Sewagati Dharma: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat ISSN - (Onlin. & ISSN - (Prin. DOI: 10. 61510/sd. Received: 10/12/2023. Revised: 15/12/2023. Publish: 30/06/2025 This is an open access article under the CC BY-NC license Sosialisasi Pertolongan Pertama Luka Bakar pada Masyarakat di Lingkungan Sekitar Politeknik Penerbangan Palembang Yeti Komalasari1. Wira Dharma Utama2. Nining Idyaningsih3. Wildan Nugraha4. Anton Abdullah5. Sutiyo6. Fitri Masito7. Indah Nur Rahmawaty8. Ni Kadek Putri Dewanti Sari9. Monica Amanda10 Politeknik Penerbangan Palembang. Palembang. Indonesia, komalasari@poltekbangplg. Politeknik Penerbangan Palembang. Palembang. Indonesia, email: wira@poltekbangplg. Politeknik Penerbangan Palembang. Palembang. Indonesia, email: nining@poltekbangplg. Politeknik Penerbangan Palembang. Palembang. Indonesia, nugraha@poltekbangplg. Politeknik Penerbangan Palembang. Palembang. Indonesia, email: anton@poltekbangplg. Politeknik Penerbangan Palembang. Palembang. Indonesia, email: sutiyo@poltekbangplg. Politeknik Penerbangan Palembang. Palembang. Indonesia, email: fitri. masito@poltekbangplg. Politeknik Penerbangan Palembang. Palembang. Indonesia, email: indah. ppkp3@poltekbangplg. Politeknik Penerbangan Palembang. Palembang. Indonesia, ppkp3@poltekbangplg. Politeknik Transportasi Sungai. Danau, dan Penyeberangan Palembang. Palembang. Indonesia, email: monicamanda86@gmail. Corresponding Author: yeti. komalasari@poltekbangplg. Abstract: To lower the level of danger of additional burns that could result from activities near the Palembang Aviation Polytechnic, first aid implementation for the transportation community in the area needs to be improved. This community service project aims to: . promote community awareness of potential risks. improve people's knowledge of burn first and . lessen the effects of subsequent burn hazards. The Palembang Aviation Polytechnic's local community is one of this activity's cooperating parties. Using a participatory approach, this activity involves the active involvement of community members in the decision-making process and the execution of community service activities in order to strengthen community involvement in problem-solving and increase the sustainability of community service results. The three steps involved in putting community service into action are planning, implementation, and evaluation. During the planning phase, the service team did its first assessments of the needs of the activity participants. Training exercises that combine theory and hands-on practice of first aid for burns make up the implementation phase. The evaluation step is carried out to gauge the degree of a completed activity's success. The service's outcomes demonstrated that every participant had the knowledge and skills necessary to treat burns. Keyword: first aid, burns, outreach Sewagati Dharma: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat https://jurnalpoltekbangjayapura. id/index. php/sewagatidharma Vol. No. Juni 2025 Abstrak: Implementasi first aid pada masyarakat transportasi di lingkungan sekitar Politeknik Penerbangan Palembang perlu ditingkatkan dalam rangka mengurangi tingkat resiko lanjutan luka bakar yang mungkin dapat ditimbulkan dari aktivitas di sekitar Politeknik Penerbanagn Palembang. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah . untuk membangun kesadaran masyarakat resiko yang mungkin akan muncul di sekitar kita, . meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam pertolongan pertama pada luka bakar, dan . meminimalisir dampak bahaya lanjutan dari luka bakar. Mitra kerjasama kegiatan ini adalah masyarakat di lingkungan sekitar Politeknik Penerbangan Palembang. Kegiatan ini dilakukan dengan metode partisipatif yang melibatkan partisipasi aktif anggota masyarakat dalam proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan kegiatan pengabdian agar memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menyelesaikan masalah dan meningkatkan keberlanjutan hasil pengabdian Tahapan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat terdiri dari tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Pada tahap persiapan, tim pengabdian melakukan observasi awal kebutuhan peserta kegiatan. Tahap pelaksanaan terdiri dari kegiatan pelatihan yang terdiri dari teori dan praktek langsung pertolongan pertama luka bakar. Tahap evaluasi dilakukan untuk mengukur tingkat keberhasilan suatu kegiatan yang telah dilakukan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa seluruh peserta telah memiliki pemahaman dan kemampuan pertolongan pertama pada luka bakar. Kata Kunci: pertolongan pertama, luka bakar, sosialisasi PENDAHULUAN Politeknik Penerbangan Palembang merupakan perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Perhubungan yang memiliki tiga program studi bidang matra udara. Pertolongan Kecelakaan dan Pemadam Kebakaran merupakan salah satu Program Studi Diploma i yang tersedia di Politeknik Penerbangan Palembang. Kegiatan rutin dan terjadwal adalah praktek pemadaman kebakaran. Setiap kegiatan praktek maupun aktifitas lainnya tentu berpotensi resiko bagi orang disekitarnya, salah satunya adalah luka bakar bagi masyarakat transportasi di lingkungan sekitar Politeknik Penerbangan Palembang. Diperlukan kemampuan pertolongan pertama luka bakar untuk mengatasi kerugian lebih lanjut dari resiko yang ditimbulkan. Luka bakar memang telah menjadi masalah kesehatan masyarakat global yang serius, menyebabkan 000 kematian per tahun (Herlianita et al. , 2. Penanganan pertama adalah tindakan pertolongan yang diberikan kepada korban dengan tujuan mencegah kondisinya semakin memburuk sebelum mendapatkan perawatan lebih lanjut dari tenaga medis. Pertolongan harus disampaikan dengan segera dan akurat, karena penanganan yang tidak benar dapat mengakibatkan kecacatan atau bahkan mengancam nyawa korban (Rahmawati et al. Diperlukan sebuah kegiatan pengabdian masyarakat yang berdampak pada peningkatan unsur keselamatan dan edukasi terhadap penangannan bahaya luka bakar yang ditimbulkan oleh bahaya api. Banyak masyarakat yang masih kurang tahu tentang tindakan pertolongan pertama pada kasus luka bakar. Luka bakar merupakan jenis luka terbuka yang memerlukan penanganan yang benar agar dapat mencegah kerusakan pada jaringan kulit, infeksi, iritasi, dan meminimalkan risiko memburuknya kondisi luka (Warsito & Darotin, 2. Diperlukan upaya pendidikan kesehatan terkait tindakan pertolongan pertama pada luka bakar agar masyarakat dapat memberikan pertolongan pertama dengan tepat (Christianingsih & Puspitasari, 2. Luka bakar memiliki karakteristik yang unik dibandingkan dengan jenis luka lainnya karena melibatkan sejumlah jaringan yang mengalami kerusakan atau mati, dan berada pada lokasi tertentu (Sari et al. , 2. Luka bakar merupakan salah satu bentuk cedera yang dapat terjadi di berbagai tempat dan kapan saja (Siregar. Sari Purba, et al. , 2. Luka Sewagati Dharma: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat https://jurnalpoltekbangjayapura. id/index. php/sewagatidharma Vol. No. Juni 2025 bakar merupakan kerusakan atau kehilangan jaringan yang muncul akibat terpapar dengan sumber panas seperti api, air panas, bahan kimia, listrik, dan radiasi. Seluruh bentuk luka bakar, kecuali yang tergolong sebagai luka bakar ringan atau luka bakar derajat satu, memerlukan perawatan medis segera karena dapat menimbulkan risiko infeksi, dehidrasi, dan potensi komplikasi serius lainnya. Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita menghadapi masalah terkait luka bakar, baik yang bersifat minor maupun yang melibatkan luas dan kedalaman yang signifikan (Wahidin et al. , 2. Tingkat kematian karena luka bakar di kawasan Asia Tenggara mencapai 11,6% setiap tahun, yang menunjukkan tingkat kecacatan dan angka kematian yang relatif tinggi bila dibandingkan dengan cedera trauma lainnya (Anitha, 2. Kulit adalah organ tubuh yang mudah mengalami kerusakan, terutama ketika terpapar suhu tinggi yang dapat menyebabkan luka bakar (Arif, 2. Proses penyembuhan luka bakar sangat tergantung pada manajemen luka yang efektif. Dalam penanganan penyembuhan luka bakar, langkahlangkah melibatkan pencegahan infeksi dan memberikan kesempatan bagi sel epitel yang tersisa untuk berkembang biak dan menutup permukaan luka (Rahayu, 2. Proses penyembuhan luka terdiri dari tiga tahap utama, yakni tahap inflamasi, tahap proliferasi, dan tahap remodeling. Pada kasus luka bakar, terapi diperlukan untuk mengurangi rasa nyeri, melindungi dari infeksi, dan mempercepat kontraksi pada area luka (Azizah & Widodo, 2. Luka bakar merupakan situasi darurat yang sering terjadi dalam masyarakat. Dampak yang dapat timbul akibat luka bakar melibatkan gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh, rasa nyeri dan ketidaknyamanan di area luka, kesulitan bernafas karena inhalasi udara panas, keterbatasan gerakan fisik karena adanya luka pada persendian, risiko infeksi, gangguan harga diri akibat kondisi luka atau bekas luka, hingga risiko kematian jika bantuan tidak diberikan dengan cepat dan tepat. Salah satu metode untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait hal ini adalah melalui pendidikan kesehatan (Siregar. Purba, et al. , 2. Penanganan luka bakar yang tepat tidak akan menyebabkan dampak yang merugikan bagi Namun, jika penanganan luka bakar tidak dilakukan segera, dapat mengakibatkan berbagai komplikasi seperti infeksi (Akbar et al. , 2. Tindakan pertolongan pertama pada luka bakar ringan melibatkan langkah-langkah seperti memastikan 3A (Airway. Breathing. Circulatio. , menghilangkan sumber luka bakar, mendinginkan area luka dengan air mengalir, menutup luka menggunakan kasa steril, dan segera membawa korban ke fasilitas medis seperti rumah sakit (Rachmawati et al. , 2. Tindakan perawatan luka menjadi langkah penting yang harus diambil pada klien yang mengalami luka bakar, mengingat kondisi ini dapat menyebabkan gangguan integritas kulit dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius (SoAoemah, 2. Tujuan utama dari perawatan luka adalah untuk mengembalikan integritas kulit dan mencegah terjadinya komplikasi infeksi. Langkah-langkah perawatan luka mencakup pembersihan luka, pemberian terapi antibakteri topikal, pembalutan luka, penggantian balutan, debridemen . embersihan jaringan mat. , dan dalam beberapa kasus, grafting . enanaman jaringa. pada luka. Pelatihan pertolongan pertama kegawatan luka bakar di lingkungan rumah tangga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat. Hal ini diharapkan agar masyarakat tidak hanya memiliki kesadaran, pengetahuan, dan pemahaman, tetapi juga memiliki keterampilan untuk memberikan pertolongan pertama dalam kasus luka bakar (Kustanti & Widyarani, 2. Pengabdian masyarakat memberikan manfaat dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam merawat luka bakar dengan baik. Ini melibatkan peningkatan keterampilan dalam pencegahan infeksi serta kemampuan untuk segera mendapatkan pertolongan lebih lanjut jika dibutuhkan (Taukhid & Rahmawati, 2. Tujuan kegiatan pelatihan ini diharapkan agar masyarakat sekitar di lingkungan Politeknik Penerbangan Palembang dapat menerapkan ilmu yang disampaikan pada sosialisasi agar meminimalisir kerugian lebih lanjut akibat luka bakar. Mengingat pentingnya hal ini, maka kami mencoba melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan Sewagati Dharma: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat https://jurnalpoltekbangjayapura. id/index. php/sewagatidharma Vol. No. Juni 2025 sosialisasi pertolongan kecelakaan pertama luka bakar pada masyarakat di lingkungan sekitar Politeknik Penerbangan Palembang dalam mengimplementasikan tindakan first aid. Materi pengabdian kepada masyarakat disampaikan dalam bentuk pengetahuan tentang pencegahan cedera luka bakar dan cara penanganannya. Sebelum sosialisasi dilakukan, dilakukan pretest untuk mengukur pengetahuan responden. Setelah kegiatan berlangsung, dilakukan posttest untuk menilai peningkatan pengetahuan responden setelah mendapatkan informasi dari sosialisasi (Rachmanio & Fredianto, 2. METODE Kegiatan pengabdian ini mengadopsi metode partisipatif, yang artinya melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat yang menjadi sasaran, dengan tujuan meningkatkan kemajuan dalam pembangunan negara. Metode partisipatif yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode environmental scanning (ES). Metode ES dianggap sebagai bagian integral dari upaya pemberdayaan masyarakat, di mana fokusnya adalah membangun kemandirian dengan memanfaatkan potensi sumber daya dan produk yang dimiliki oleh masyarakat (Endrawijaya et , 2. Kegiatan pemberdayaan ini dilaksanakan di Politeknik Penerbangan Palembang dengan peserta sejumlah 18 . elapan bela. masyarakat di sekitar lingkungan Poltekbang Palembang pada Kelurahan Sukodadi Kecamatan Sukarami. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah masyarakat yang tinggal dan bekerja di sekitar Politeknik Penerbangan Palembang. Tahapan kegiatan ini terdiri dari persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap persiapan, tim PkM melakukan survei pendahuluan untuk memahami kondisi target kegiatan dengan menganalisis situasi tempat yang akan digunakan, menilai kondisi peserta yang akan menerima perlakuan, serta menyusun rancangan kegiatan yang akan . Dilakukan koordinasi antara tim PkM dan perwakilan peserta kegiatan untuk menentukan jadwal, lokasi kegiatan, dan agenda pertemuan. Tahap persiapan yang dilaksanakan pada tanggal 23 Juni 2023 bertempat di Ruang PusPPM, . menyiapakan materi teori dan skenario praktek, . menyiapkan ruang sosialisasi di kelas PK01 Alpha. Berdasarkan hasil rapat koordinasi, ditetapkan bahwa sosialisasi PkM akan dilaksanakan pada tanggal 24 Juni 2023 dengan format tatap muka, dan diikuti oleh 18 peserta. Tahap pelaksanaan kegiatan ini berlangsung selama satu hari. Pada pukul 09. 00 s. 30 dilakukan pembukaan giat sosialisasi pkM oleh Wakil Direktur I dilanjutkan foto bersama, . 30 s. 30 teori luka bakar oleh dr. Wira Dharma Utama dan tim. 30 s. 00 dilanjutkan praktek pertolongan pertama luka bakar, . 00 s. 45 kuis, tanya jawab dan dilanjutkan penutupan kegiatan. Bagi peserta yang mengikuti seluruh sesi sosialisasi dan menyelesaikan tugas mandiri, akan diberikan sertifikat. Pada tahap ketiga, yaitu tahap evaluasi, untuk mengukur pencapaian tujuan pelatihan, dilakukan monitoring dan evaluasi (Mone. menggunakan Google Form yang diisi oleh peserta. Hasil isian tersebut dievaluasi oleh tim pelaksana PkM dan perwakilan dari Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (Pusat PPM) Politeknik Penerbangan Palembang. Evaluasi ini digunakan sebagai masukan dan bahan perbaikan dalam pengembangan kegiatan PkM di tahun-tahun berikutnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan PKM ini diselenggarakan di Politeknik Penerbangan Palembang dan resmi dibuka oleh Direktur Poltekbang Palembang, yang diwakili oleh Wakil Direktur I. Ibu Nining Idyaningsih. SAP. Adm. KP pada tanggal 24 Juni 2023 pukul 09. 00 WIB. Acara pembukaan dihadiri oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PusPPM) Poltekbang Palembang. Kepala Unit Kesehatan Poltekbang Palembang. Tim Pelaksana PKM sebagai pemateri/narasumber, panitia, dan seluruh peserta PkM. Sewagati Dharma: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat https://jurnalpoltekbangjayapura. id/index. php/sewagatidharma Vol. No. Juni 2025 Gambar 1. Pembukaan Kegiatan PKM Setelah pembukaan kegiatan pelatihan, dilanjutkan dengan penyampaian materi teori mulai pukul 09. 30 hingga 11. 30 WIB oleh dr. Wira Dharma Utama dan tim. Materi pelatihan mencakup beberapa aspek, termasuk pengenalan luka bakar sebagai jenis trauma dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Materi juga membahas tindakan penanganan luka bakar, di mana semua luka bakar . ecuali luka bakar ringan atau luka bakar derajat sat. memerlukan penanganan medis segera karena berpotensi menimbulkan risiko terhadap infeksi, dehidrasi, dan komplikasi serius lainnya. Materi tersebut juga menyoroti pentingnya penanganan pertama pada luka bakar, sementara tingginya angka kecacatan dan kematian dikaitkan dengan luas dan kedalaman luka bakar, usia pasien, status kesehatan, dan penanganan pertama yang kurang memadai (Harish et al. , 2. Gambar 2. Penyampaian Materi Sesi kedua dimulai pada pukul 13. 30 hingga 15. 00 WIB, dengan fokus pada materi praktek pertolongan luka bakar tingkat pertama. Tujuan dari sesi ini adalah agar peserta dapat mengaplikasikan secara langsung materi yang telah diberikan selama pelatihan. Diharapkan peserta dapat mengembangkan keterampilan dalam memberikan pertolongan pertama baik untuk diri sendiri maupun untuk orang di sekitarnya. Antusiasme para peserta terlihat tinggi. Sewagati Dharma: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat https://jurnalpoltekbangjayapura. id/index. php/sewagatidharma Vol. No. Juni 2025 menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi ini memberikan wawasan, pengetahuan, dan keterampilan baru terkait penanganan luka bakar tingkat pertama. Gambar 3. Praktek Penanganan Luka Bakar Pada akhir kegiatan PkM ini, dilakukan evaluasi dengan menyebarkan kuesioner kepada seluruh peserta melalui Google Form. Hasil evaluasi sebagai berikut: Nilai Nilai Interval 1,00 Ae 1,75 1,76 Ae 2,50 2,51 Ae 3,25 3,26 Ae 4,00 Tabel 1. Kinerja Unit Layanan Nilai Interval Konversi Mutu Pelayanan 25 Ae 43,75 43,76 Ae 62,50 62,51 Ae 81,25 81,26 - 100 Kinerja Unit Pelayanan Tidak Baik Kurang Baik Baik Sangat Baik Hasil penilaian kepuasan adalah sebagai berikut: sebanyak 86,36% dari responden . dari 18 pesert. memberikan tanggapan pada skala 4 dengan kategori sangat baik (A). Dari 20 pertanyaan, rata-rata responden memberikan tanggapan sangat setuju sebesar 83,14%, pada skala 4 dengan kategori sangat baik (A). Angka ini menunjukkan respon yang sangat positif dari peserta terhadap penggunaan aplikasi ini, sementara tidak ada responden yang memberikan tanggapan sangat tidak setuju . %). Saran dan masukan dari responden menyatakan agar kegiatan ini dapat diadakan secara rutin, minimal satu kali dalam setahun. Sewagati Dharma: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat https://jurnalpoltekbangjayapura. id/index. php/sewagatidharma Vol. No. Juni 2025 Gambar 4. Foto Bersama Akhir Kegiatan KESIMPULAN Kegiatan pelatihan ini berjalan lancar sesuai rencana, dan mendapat sambutan yang sangat baik dari pihak mitra PkM. Pihak mitra merasakan manfaat pelatihan ini, yang berhasil meningkatkan wawasan dan pengetahuan para peserta dalam mengidentifikasi bahaya luka bakar dan tindakan penanganannya. Semua peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama sosialisasi dan praktek, dan seluruh peserta berhasil lulus, menerima sertifikat sebagai Pihak mitra menyampaikan harapan untuk adanya kegiatan pelatihan berkelanjutan di tahun-tahun mendatang. Penghargaan/Ucapan terima kasih Ucapan terima kasih kami disampaikan kepada Ketua RT Desa Sukodadi. Direktur Politeknik Penerbangan Palembang. Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (KaPus PPM), beserta seluruh staf yang telah memberikan fasilitasi dan kesempatan kepada para dosen untuk melaksanakan kegiatan PkM ini. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Desa Sukodadi, khususnya bagi mereka yang bekerja di sekitar Politeknik Penerbangan Palembang. Sewagati Dharma: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat https://jurnalpoltekbangjayapura. id/index. php/sewagatidharma Vol. No. Juni 2025 REFERENSI