Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 118-126 Studi Komparatif Pembelajaran Menggunakan Metode Synchronous dengan Asynchronous Pasca Pandemi Covid 19 pada Sekolah di Kota Serang Sayyid Khairunas Sastra Inggris. Universitas Bina Sarana Informatika. Jakarta. Indonesia Correspondence author: Sayyid Khairunas, email: sayyid. skh@bsi. DOI: https://doi. org/10. 37012/jipmht. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penggunaan metode Synchronous (Zoo. dan Asynchronous (Google Classroo. dalam Pembelajaran Bahasa Inggris. Desain penelitian ini adalah metode survei. Data hasil belajar diperoleh melalui angket sebagai instrumen untuk mengumpulkan data. Sampel sebanyak 235 peserta yang diambil dari 15 kelas di MA Negeri 1 Serang. Banten. Berdasarkan analisis data, pembelajaran bahasa Inggris dengan menggunakan zoom kurang efektif. Ada beberapa kendala terkait hal ini. Hal ini dapat dibuktikan sebanyak 46,8% siswa mengalami gangguan sinyal internet, menguras kuota internet sebesar 55,4%. Sebaliknya, siswa beranggapan bahwa belajar bahasa Inggris dengan menggunakan google classroom lebih efektif dan nyaman, hasil survei siswa . sebanyak 36,6% peserta menyatakan pembelajaran dengan menggunakan media google classroom mudah dan efektif, . google classroom tidak menguras kuota internet sebesar 25,2%, . google classroom tidak terhambat gangguan sinyal internet 21 ,5%. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran daring dengan menggunakan google classroom . lebih efektif menurut survei yang telah dilakukan dibandingkan dengan zoom video conference . Kata Kunci: Pembelajaran Jarak Jauh. Metode Belajar. Bahasa Inggris Abstract This study aims to determine the effectiveness of using Synchronous (Zoo. and Asynchronous (Google Classroo. methods in Learning English. The research design is a survey method. Study results data were obtained through a questionnaire as an instrument for collecting data. A sample of 235 participants was taken from 15 classes at State Senior High School 1 Serang. Banten. Based on data analysis, learning English using zoom is less effective. There are several obstacles regarding this. This can be proven by 46. 8% of students experiencing internet signal disturbances, draining internet quota by 55. On the other hand, students think that learning English using Google Classroom is more effective and comfortable, the results of a student survey show. as many as 36. 6% of participants stated that learning using Google Classroom media was easy and effective, . Google Classroom did not drain internet quota by 25. 2%, . Google Classroom was not hampered by internet signal disturbances of 21. This shows that online learning using Google Classroom . is more effective according to surveys that have been conducted compared to zoom video conferencing . Keywords: Distance Learning. Learning Methods. Learning English Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 118-126 PENDAHULUAN Pasca Pandemi Covid 19, terdapat banyak perubahan yang terjadi dalam dunia Pembelajaran daring mulai familiar dilakukan oleh pelajar di seluruh Indonesia, mulai dari jenjang pendidikan rendah hingga perguruan tinggi wajib melakukan pembelajaran Dalam pelaksanaan pembelajaran daring sangat diperlukan pemilihan media yang dapat mengantarkan proses pembelajaran sesuai dengan tujuan. Salah satu bentuk penerapan pembelajaran jarak jauh adalah Synchronous learning. Synchronous Learning adalah proses pembelajaran yang dilakukan langsung antara peserta didik dengan pendidik secara online. Salah satu cara penerapan Synchronous learning adalah dengan menggunakan metode teleconference yang disusun sedemikian rupa untuk dilaksanakan. Salah satu platform andalan penyelenggaraan teleconference adalah ZOOM, (Taufiqurrachman, 2. Pembelajaran terjadi dalam lingkungan pembelajaran, menurut (Lambert & Lambert, 2. , pembelajaran terdiri dari dua situasi, yaitu pembelajaran sinkron . aktu dan tempat bergantun. dan pembelajaran asinkron . aktu dan tempat tidak bergantun. Pembelajaran daring mengatasi keterbatasan jarak, tempat, waktu dalam melaksanakan proses pembelajaran. (Munir, 2. Oleh karena itu, pembelajaran daring memiliki karakteristik yang berbeda dengan sistem pendidikan tatap muka konvensional. Tidak adanya tatap muka, sehingga terdapat keterbatasan proses pembelajaran yang dilakukan secara tatap Pembelajaran daring dilengkapi dengan media yang memungkinkan terjadinya interaksi antara pengajar dan peserta didik sehingga memungkinkan proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien. (Ary Iswanto Wibowo, 2. Guru dan peserta didik tidak harus berada di tempat yang sama. Pembelajar dapat menentukan sendiri waktu belajarnya kapan saja, di mana saja, sesuai dengan kecepatan dan gaya belajarnya. (Richards Jack C. Theodore S. Rodgers, 2. Pembelajaran online ini dapat dilakukan secara sinkron maupun Dalam kondisi pasca pandemi Covid 19, seluruh pemangku kepentingan pendidikan sudah mulai terbiasa melakukan pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran Berdasarkan latar belakang masalah yang peneliti sampaikan, peneliti ingin mengetahui pengaruh pembelajaran sinkron dengan media ZOOM dan asinkron dengan media google Beberapa penelitian telah dilakukan untuk menentukan pembelajaran sinkron dan asinkron, misalnya penelitian dilakukan di STMIK STIKOM Bali tahun 2016, (Narayana. Dari penelitian I Wayan Gede tentang analisis hasil penggunaan metode pembelajaran Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 118-126 sinkron dan asinkron, penelitian ini menemukan bahwa hasil dalam penggunaan metode pembelajaran Sinkron dan Asinkron terdapat selisih poin dimana metode pembelajaran Sinkron untuk nilai akhir adalah lebih baik daripada metode pembelajaran Asynchronous. Penelitian selanjutnya mengimplementasikan e-learning berbasis virtual class dengan menggunakan metode synchronous learning dalam pembelajaran di Universitas Kuningan, (Novantara, 2. Penelitian ini menghasilkan pembelajaran siswa melalui Pembelajaran Kelas Virtual memiliki mobilitas tinggi, harga murah dan lebih banyak interaktivitas . ntara pengguna/siswa, pengguna/siswa dengan program dan pengguna/siswa dengan. Kajian ini dapat didefinisikan sebagai pertanyaan berikut: . Seberapa efektifkah Metode Synchronous (Zoo. dan Asynchronous (Google Classroo. dalam pembelajaran bahasa Inggris? . Apa saja kesulitan yang dihadapi siswa dalam menggunakan metode Synchronous (Zoo. dan Asynchronous (Google Classroo. dalam pembelajaran bahasa Inggris? . Apa keuntungan menggunakan metode Synchronous (Zoo. dan Asynchronous (Google Classroo. dalam pembelajaran bahasa Inggris. METODE Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif berupaya mengungkap kebenaran batin universal dan prinsip-prinsip bentuk hubungan antar variabel atau fenomena, (Nenty, 2. Ciri-ciri penelitian kuantitatif adalah teknik analisis data menggunakan teknik kuantitatif . secara objektif, (Creswell, 2. Sebagai perbandingan, jenis penelitian ini menggunakan metode survei. Metode survei adalah metode penelitian yang dilakukan dengan menggunakan kuesioner sebagai alat penelitian yang dilakukan pada populasi besar atau kecil. Namun data yang diteliti adalah data dari sampel yang diambil dari populasi sehingga ditemukan kejadian, distribusi, dan hubungan relatif antar variabel, sosiologis dan psikologis, (Sugiyono, 2. Objek penelitian ini adalah siswa MA Negeri 1 Serang sebagai responden dari semua jurusan dan di semua kelas mulai dari kelas X sampai XII. Terdapat 15 kelas reguler dengan total peserta 235 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data survei. Survey berupa angket yang dibuat dalam google form untuk memudahkan siswa MA Negeri 1 Serang mengaksesnya. Survey yang dibuat bertujuan untuk mengungkap secara detail survey dilakukan untuk mengungkap secara detail tentang pengaruh pembelajaran sinkron . dan asinkron . oogle classroo. dalam pandemic Outbreak terhadap pembelajaran bahasa Inggris, apapun jenis surveynya menggunakan Likert skala. skala Likert digunakan sebagai Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 118-126 alat untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang terhadap fenomena sosial, (Sugiyono, 2. Tabel skala Likert disajikan seperti di bawah Tabel 1. Skala Likert Pernyataan Sangat Setuju Nilai Setuju Sedikit Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Penelitian ini mengambil populasi dan sampel dari siswa kelas XI IPA MA Negeri 1 Serang. Sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik populasi (Sugiyono, 2. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 53 siswa kelas XI MA Negeri 1 Serang tahun ajaran 2020/2021. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai instrumen untuk mengumpulkan data. Data yang diperoleh akan dianalisis dan dirata-ratakan menggunakan Skala Likert untuk mengetahui pengaruh synchronous . dan asynchronous . oogle classroo. terhadap pembelajaran bahasa Inggris di masa pasca Pandemi Covid 19. Teknik analisis data penelitian dilakukan dengan menghitung persentase skor yang telah diperoleh. HASIL DAN PEMBAHASAN Untuk mengetahui pengaruh interaksi synchronous . dan asynchronous . oogle classroo. pada pembelajaran bahasa Inggris di masa pasca Pandemi Covid 19. Setelah mendapatkan data, peneliti menganalisis data dan menghitung pembelajaran pada Wabah Pandemi dengan menggunakan Skala Likert. Ini digunakan untuk memungkinkan individu untuk mengungkapkan seberapa besar mereka setuju atau tidak setuju dengan pernyataan Bentuk jawaban sangat setuju, setuju, sedikit tidak setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju dengan urutan skor dari 5 sampai 1. Kuesioner dibagi menjadi tiga variabel: 10 variabel pernyataan, yaitu variabel pendapat siswa tentang pembelajaran bahasa Inggris menggunakan zoom meeting dan asynchronous menggunakan Google Classroom. Selanjutnya, jawaban dari pertanyaan riset pertama tentang Seberapa efektif metode Synchronous (Zoo. dan Asynchronous (Google Classroo. dalam pembelajaran bahasa Inggris? Berdasarkan hasil survei, belajar bahasa Inggris menggunakan zoom lebih efektif. Hal ini ditunjukkan oleh diagram di bawah ini, 59% responden setuju bahwa metode pembelajaran online dengan menggunakan synchronous lebih efektif. Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 118-126 Gambar 1: Metoode Synchronous Ada beberapa kendala yang dihadapi, hal ini dibuktikan dengan 15% siswa tidak setuju bahwa pembelajaran online dengan menggunakan metode synchronous efektif. Sedangkan 13% peserta cukup puas dalam pembelajaran dengan menggunakan metode sinkron. Data yang ditunjukkan pada gambar di atas menunjukkan bahwa metode sinkron membuat siswa terlibat selama proses belajar-mengajar. Dengan demikian, siswa dapat memahami materi dengan Gambar 2: Interaksi Langsung dengan metode Asinkronus Angka tersebut menunjukkan bahwa 65% responden setuju bahwa dengan menggunakan metode sinkronus memberikan dampak positif dalam penyampaian materi dibandingkan dengan metode asinkronus. Hal ini dikarenakan adanya interaksi langsung yang signifikan antara guru dan siswa. 17% lainnya sangat setuju yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden setuju akan memberikan dampak positif yang lebih baik. Sebaliknya, 12% responden tidak setuju bahwa interaksi langsung dalam metode sinkron efektif dalam penyampaian materi. Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 118-126 Gambar 3: Kemudahan Menerima Materi Pelajaran Gambar 3 menunjukkan bahwa 2% menjawab sangat tidak setuju, 19% tidak setuju, 16% sangat setuju, 9% cukup puas, dan 54% responden menjawab setuju pada kuesioner yang menyatakan bahwa banyak sumber materi tersedia dengan metode asynchronous. Apa artinya? Artinya, siswa sudah mulai nyaman dengan mencari materi terhadap mata pelajaran tertentu. Mereka dapat memperoleh banyak sumber di platform lain seperti. Jurnal. Web. Buku, dll. Singkatnya, menurut kuesioner yang ditunjukkan pada gambar di atas, ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mendapat manfaat dalam mengambil materi di platform lain baik dengan menggunakan metode sinkron atau asinkron oleh lebih dari 50% responden. Gambar 4: Efektifitas Pembelajaran Asinkronus Sebaliknya, siswa berpendapat bahwa pembelajaran dengan menggunakan google classroom lebih efektif dan nyaman. Hasil survey siswa menunjukkan pembelajaran online dengan menggunakan google classroom mudah dan efektif 45,3%. Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 118-126 Gambar 5: Efektivitas Penggunaan Google Classroom Google Classroom memungkinkan guru untuk membuat dan mengatur tugas dengan cepat, memberikan umpan balik secara efisien, dan berkomunikasi dengan kelas mereka dengan mudah secara online atau memadukan gaya pembelajaran menawarkan banyak keuntungan dibandingkan gaya mengajar kelas tradisional (Sukmawati. , & Nensia, 2. Peneliti mengolah data hasil survey bahwa pembelajaran Bahasa Inggris dengan menggunakan zoom meeting (Synchronou. dan Google classroom (Asynchronou. mengandung banyak masalah di antaranya. Sinyal internet terhambat 46,8% dan menguras kuota internet 55,4%. Kedua kendala tersebut sering dihadapi siswa dalam pembelajaran Synchronous . oom Pembelajaran Inggris menggunakan Synchronous dan Asynchronous di masa pasca pandemi Covid 19 membuat siswa lebih memilih materi menulis. Hasil ini dapat dibuktikan dari survei yang menunjukkan 52,5% siswa menyukai materi menulis dan cenderung memilikinya dengan menggunakan media google classroom. Dianggap lebih efektif dan tidak menguras kuota internet. Sinkron adalah gambaran kelas yang nyata tetapi bersifat maya . , dan semua siswa terhubung melalui internet. Sinkron sering disebut sebagai kelas virtual. SIMPULAN Pemanfaatan aplikasi Zoom Meeting baru dilakukan saat masa Social Distancing ini mengharuskan mahasiswa untuk belajar secara daring. Pasca pandemi, guru yang melakukan Zoom Meeting dinilai kurang efektif karena terjadi gangguan jaringan atau sinyal internet bagi siswa yang tidak menggunakan wi-fi, yang akan berdampak pada kualitas pembelajaran yang Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 118-126 diterima siswa. Namun kelebihan pembelajaran Synchronous dengan Zoom Meeting dinilai praktis dan efisien bagi siswa karena secara synchronous menggunakan Zoom Meeting komunikasi antara siswa dan guru lebih mudah dibandingkan berkomunikasi secara tertulis maupun melalui chating. Di aplikasi Zoom Meeting, guru dan siswa bisa berkomunikasi langsung dengan siapa saja lewat video. Oleh karena itu, cocok digunakan sebagai media pembelajaran (Haqien. Rahman, 2. Aplikasi Zoom Meeting baru dilakukan di masa Wabah pandemi Covid-19 yang mengharuskan siswa belajar secara daring. Meski aplikasi Zoom Meeting dinilai kurang efektif, aplikasi ini dinilai lebih efisien dan praktis bagi Dengan demikian, aplikasi Zoom Meeting diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam hal pembelajaran berbasis online dan diharapkan mahasiswa dapat memanfaatkan aplikasi ini dengan maksimal. Oleh karena itu, siswa dan guru harus saling memahami secara mendalam pembelajaran jarak jauh di masa pasca pandemi COVID-19 ini. Fenomena ini merupakan langkah yang menggembirakan menuju setiap sekolah yang menggunakan pembelajaran berbasis teknologi dan langkah menuju revolusi industri 4. Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 118-126 REFERENSI