Jurnal TabarruAo : Islamic Banking and Finance Volume 3 Nomor 1. Mei 2020 p-ISSN 2621-6833 e-ISSN 2621-7465 PENGARUH INFLASI. BIAYA OPERASIONAL TERHADAP PENDAPATAN OPERASIONAL (BOPO). DAN PANGSA PASAR TERHADAP PROFITABILITAS BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA PRIODE 2012-2018 Nanda Suryadi1. Riri Mayliza2 & Ismail Ritonga3 Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial. Unversitas Islam Negeri SUSKA RIAU Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) KBP Padang Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial. Universitas Islam Negeri SUSKA RIAU Email: nanda_suryadi@yahoo. com, ririmayliza6@gmail. ismail_ritonga@yahoo,com ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh inflasi yang diukur dengan pertumbuhan inflasi. Biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO), dan pangsa pasar yang diukur dengan pangsa pembiayaan terhadap Return On Asset (ROA) Bank Syariah di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari laporan keuangan publikasi Bank Indonesia, serta laporan publiksai bank syariah melalui website. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive Sampel dalam penelitian ini adalah 9 bank syariah. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dimana sebelumnya data telah diuji dengan pengujian asumsi klasik meliputi normalitas data, heteroskedastisitas, multi kolinieritas dan auto Selama periode pangamatan menunjukan bahwa data penelitian berdistribusi normal. Berdasarkan uji normalitas, uji multi kolinearitas, uji heteros kedastisitas, dan uji auto korelasi tidak ditemukan variabel yang menyimpang dari asumsi klasik. Hal ini menunjukkan data yang tersedia telah memenuhi syarat menggunakan model persamaan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel inflasi dan pangsa pasar tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap ROA. Variabel BOPO berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA. Kemampuan prediksi dari ketiga variabel tersebut terhadap ROA dalam penelitian ini sebesar 93. 9% sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain yang tidak dimasukkan ke dalam model penelitian. Kata kunci : Inflasi. BOPO. Pangsa Pasar. Profitabilitas. ABSTRACT This study aimed to examine the effect of inflation based on inflation growth, operational cost and operating income (BOPO), and market share. The market share was measured by calculating the share of financing for return on assets (ROA) from Sharia banks in Indonesia. The data were collected from the publication of the Bank Indonesia Financial Reports and Financial Statements of sharia banks inputted on their websites. The sampling technique used a purposive sampling that took from 9 Sharia banks. The data were then analyzed using multiple linear regression analyses which were initially examined through classic assumption testing. The test included data normality, heteroscedasticity, multicollinearity, and autocorrelation. The researcher found that the data were normally distributed. According to the normality of the multicollinearity test, heteroscedasticity test, and autocorrelation test, no variables were deviating from the classical assumptions. It indicated that the data met the requirements to use the multiple linear regression equation models. The results of this study conclude that inflation and market share do not have a significant effect on ROA. BOPO variables affect positively and significantly ROA. The predictive ability of the three variables on ROA 9%, while the rest is influenced by other factors not included in the research model. Keywords : Inflation. BOPO. Market Share. Profitability. Jurnal TabarruAo : Islamic Banking and Finance 3 . : 01 - 10 alasan mengapa perbankan syariah masih sangat lesu adalah perbankan syariah hanya memfokuskan pada fungsi sebagai memaksimalkan fungsi sebagai bank investasi, disisi lain bank syariah cendrung tertuju pada penyaluran kredit jangka pendek seperti kredit usaha dikembangkan bank syariah juga sangat tebatas misalnya wadiah . , mudharabah . , musyarakah. Jika dilihat pangsa pasar syariah di luar negeri seperti Saudi Arabia dengan persentase sebesar 51,2%. Kuwait sebesar 45,2%. Bahrain sebesar 29,3%. Qatar sebesar 25,8%. Malaysia sebesar 21,3%. Uni Emirat Arab sebesar 21,3%. Pakistan sebesar 10,4%, dan Turki sebesar 5,5%, sedangkan Indonesia berada di urutan belakang dengan besaran 5,33%, kondisi jauh dari harapan karena mengingat Indonesia adalah Negara dengan mayoritas penduduk Muslim terbesar di dunia namun hanya bisa memperoleh market share sebesar 5,33%. Harus perkembangan perbankan syariah di indonesia masih kecil. PENDAHULUAN Laporan keuangan adalah laporan yang disajikan oleh sebuah lembaga baik bank maupun non bank yang bersumber dari fakta-fakta dan transaksi-transaksi yang dilakukan perusahaan. Ini bertujuan untuk memberi informasi kepada pihak lain maupun kepada perusahaan itu sendiri guna meningkatkan kinerja perusahaan yang lebih optimal dan maksimal dalam mencapai tujuan perusahaan itu sendiri. Bank . inancial intermediarie. yang menyalurkan dana dari pihak kelebihan dana . urplus uni. kepada pihak yang membutuhkan dana . efisit uni. pada waktu yang Di dalam Undang-Undang No. 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 disebutkan bahwa Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentukbentuk meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Penulis menemukan beberapa penelitian terdahulu yang membahas topik yang sama dengan penelitian ini. Penelitian yang dilakukan oleh Agung Gumelar . tentang pengaruh inflasi, suku bunga, kurs. NPF. BOPO, terhadap profitabilitas bank umum syariah menunjukkan bahwa inflasi, suku bunga, nilai tukar dan NPF tidak berpengaruh secara signifikan terhadap ROA. BOPO berpengaruh terhadap profitabilitas, sementara dalam penelitian Sahara . bertentangan dengan hasil yang didapat oleh Agung Gumelar dimana analisis pengaruh inflasi, suku BI, dan PDB terhadap profitabilitas bank syariah menunjukkan bahwa, inflasi dan PDB berpengaruh positif terhadap ROA begitu juga dengan Perkembangan industri perbankan syariah pada tahun 2017 masih minim. Ini terlihat dari total asset perbankan syariah yang masih berada di kisaran 4,63% pada kuartal I 2015 dan meningkat menjadi 5,33% di 2017 dari total asset perbankan nasional. Kondisi ini tidak lepas dari pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perbankan syariah yang melambat dalam beberapa tahun Akibatnya perlambatan, jika dibandingkan dengan negara tetangga total asset mencapai 21,3%. Menurut com menyebutkan bahwa 2020. Jurnal TabarruAo : Islamic Banking and Finance 3 . : 01 - 10 suku bunga berpengaruh negatif terhadap ROA. dalam menggunakan sumber daya (Riyadi dalam Nadiroh, 2. BOPO adalah perbandingan antara Biaya Operasional dengan Pendapatan Operasional (Dendawijaya, 2. BOPO dapat diukur menggunakan rumus sebagai TINJAUAN PUSTAKA Inflasi Inflasi merupakan salah satu bentuk penyakit ekonomi yang sering kambuh dan dialami oleh hampir semua Negara. Langkah untuk memerangi inflasi merupakan salah satu fokus dan kebijakan ekonomi. Kebijakan yang berkaitan dengan inflasi biasanya dikenal sebagai kebijakan stabilitas harga atau kebijakan untuk mencapai keseimbangan Defenisi sederhana mengenai inflasi menyatakan bahwa inflasi merupakan kecendrungan kenaikan harga-harga. Inflasi . merupakan kenaikan harga barang dan jasa, yang terjadi jika pembelanjaan penawaran barang di pasar, dengan kata lain terlalu banyak uang yang memburu barang yang terlalu sedikit. BOPO = Pangsa Pasar Pangsa pasar adalah porsi dari penjualan industri dari barang atau jasa dikendalikan oleh perusahaan. Analisis pangsa pasar mencerminkan kinerja pemasaran yang dikaitkan dengan posisi persaingan perusahaan dalam suatu Ada dua teori besar mengenai pangsa pasar yaitu SCP . tructure conduct performanc. dan teori efisiensi. Teori SCP merupakan suatu model untuk menghubungkan antara struktur pasar suatu industri dengan prilaku perusahaan serta kinerjanya. Sedangkan teori efisiensi merupakan suatu model yang operasional suatu perusahaan mampu mempengaruhi kinerja perusahaan serta pangsa pasarnya. Mahzab teori alternatifnya adalah Relatif Effeciency (RE). Aliran ini bertentangan dengan asumsi SCP, dimana diyakini bahwa efisiensi perusahaan dapat mengakibatkan marjin . yang tinggi, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan pangsa Dengan demikian, struktur pasar tidak selalu mempengaruhi kinerja. Aliran RE mengkhawatirkan bahwa pengaturan yang terlalu ketat terhadap struktur pasar pasar . eperti yang direkomendasikan aliran SCP) justru akan mempengaruhi insentif perusahaan (Arianto, 2. Inflasi di definisikan sebagai kecenderungan kenaikan harga secara Kecenderungan dimaksudkan disini adalah bahwa kenaikan tersebut bukan terjadi sesaat. Misalnya, harga-harga barang menjelang lebaran, atau hari libur lainnya, cenderung naik. Namun, setelah perayaan usai, masyarakat kembali hidup seperti semula, harga akan kembali ke kondisi semula (Djohanputro, 2. singkatnya inflasi adalah gejala kenaikan barang-barang yang bersifat umum dan terus-menerus (Rahardja & Manurung. Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) BOPO adalah perbandingan antara biaya operasional dan pendapatan Semakin rendah tingkat rasio BOPO maka semakin baik kinerja manajemen bank karena lebih efisien 2020. Jurnal TabarruAo : Islamic Banking and Finance 3 . : 01 - 10 dari krisis keuangan tahun 1998, lalu juga melihat dari faktor-faktor lain yang mempengaruhi perbankan syariah. Ruang lingkup penelitian ini adalah melihat pengaruh inflasi. BOPO, dan pangsa pasar, terhadap profitabilitas bank umum syariah di indonesia periode Data merupakan data setiap akhir semester setelah data di publikasikan. Sedangkan jenis data yang penullis gunakan pada penelitian ini adalah data data runtun . ime serie. Profitabilitas (ROA) Return on Assets (ROA) yang merupakan salah satu rasio profitabilitas. ROA dihitung dari laba sebelum pajak dibagi total aset. Laba sebelum pajak adalah laba bersih dari kegiatan operasional bank sebelum pajak. Total aset yang digunakan untuk mengukur ROA adalah jumlah keseluruhan dari aset yang dimiliki oleh bank yang bersangkutan ROA dihitung dengan menggunakan rumus: ROA = Populasi dan Sampel Populasi dalam hal ini adalah seluruh bank syariah yang terdaftar di bank Indonesia periode 2012-2018, sedangkan sampel adalah bagian dari karateristik yang dimiliki oleh populasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan karakteristik yang dianggap mempunyai hubungan dengan karakteristik populasi yang sudah diketahui sebelumnya. METODE PENELITIAN Penelitian ini termasuk dalam Penelitian dilakukan dimulai dari pengumpulan data yang berhubungan langsung dengan objek penelitian, mengolah data hingga akhirnya diperoleh gambaran yang jelas tentang pokok permasalahan yang Penelitian ini dilakukan sesuai Indonesia. Melihat perbankan syariah sebagai suatu lembaga yang bertahan Tabel 1. Pengambilan Sampel Penelitian Keterangan Jumlah Bank Jumlah bank umum syariah yang ada di Indonesia Bank umum syariah yang nilai BOPO nya negatif Jumlah bank umum syariah yang memenuhi kriteria penelitian Sumber: w. deviasi, maksimum dan minimum. Hasil analisis statistik deskripsi dalam penelitian ini dapat dilihat dalam tabel 2 di bawah ini : HASIL DAN PEMBAHASAN Statistik Deskriptif Statistik deskriptif memberikan gambaran atas deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata . , standar 2020. Jurnal TabarruAo : Islamic Banking and Finance 3 . : 01 - 10 Tabel 2. Statistik Deskriptif Variabel Penelitian Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation INFLASI BOPO PROFITABILITAS Valid N . Sumber: Data Olahan SPSS . Tabel 2 diatas menggambarkan variabelAevariabel Minimum adalah nilai terkecil dari suatu adalah nilai terbesar dari suatu rangkaian pengamatan, mean . ata-rat. adalah hasil penjumlahan nilai seluruh data sementara standar deviasi adalah akar dari jumlah kuadrat dari selisih nilai data rata-rata banyaknya data. Uji Normalitas Data Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel independen dan variabel dependen berdistribusi normal atau Cara mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan menggunakan analisis grafik (Normal PP Plo. dan analisis statistik (One Sample Kolmogorov Smirno. , dengan hasil analisis sebagai berikut Tabel 3. Hasil One-Sample Kolmogorov-Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parameters Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Sumber : Data Olahan SPSS . Berdasarkan tabel 3 diatas dapat kita lihat bahwa ke tiga variabel tersebut K-S-Z dengan P > 0,05. Maka dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa 2020. Jurnal TabarruAo : Islamic Banking and Finance 3 . : 01 - 10 semua variabel telah terdistribusi dengan Selanjutnya dapat dilakukan uji asumsi klasik. multikolinearitas pada suatu model regresi adalah dengan melihat nilai tolerance dan VIF (Variance Inflation Facto. Jika nilai tolerance > 0,1 dan VIF < 10, maka dapat diartikan bahwa tidak terdapat multikolinearitas pada Hasil multikolinearitas dapat dilihat dari tabel Uji Multikolinearitas Uji Multikolinearitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya independen dalam model regresi. Salah satu cara untuk mengetahui ada tidaknya Tabel 4. Hasil Uji Multikolinieritas Coefficients Model Unstandardized Coefficients Standardized Collinearity Statistics Coefficients Std. Error Beta Tolerance VIF (Constan. INFLASI BOPO Dependent Variable: PROFITABILITAS Sumber: Data Olahan SPSS . Dari tabel 4 diatas dapat dilihat bahwa nilai variance inflation factor (VIF) dari model analisis pada penelitian ini berada di bawah angka 10, yaitu inflasi (X. memiliki VIF sebesar 1. BOPO (X. memiliki VIF sebesar 1. dan pangsa pasar (X. memiliki VIF nilai tolerance >0. 1 yaitu inflasi memiliki tolerance sebesar 0. BOPO memiliki tolerance sebesar 0. dan pangsa pasar memiliki tolerance Dari ketentuan yang telah disebutkan dia atas, telah diketahui nilai VIF dan tolerance masing-masing variable dalam penelitian ini tidak terjadi Multikolinieritas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya independen dalam model regresi. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t-1 . Jika terjadi korelasi, berarti terdapat autocorrelation. Tabel 5. Durbin-Waston Test Model Summary Model R Square Adjusted R Std. Error of the Square Estimate Predictors: (Constan. PP. BOPO. INFLASI Durbin-Watson 2020. Jurnal TabarruAo : Islamic Banking and Finance 3 . : 01 - 10 Dependent Variable: PROFITABILITAS Sumber : Data Olahan SPSS . Pada tabel 5 diatas menunjukkan bahwa nilai statistic Durbin-waston Angka ini menunjukkan bahwa nilai D-W diatas 2, maka dapat disimpulkan bahwa ada autokorelasi negatif antar residual. Pengujian Hipotesis Variabel Secara Parsial (T-Tes. Pengujian variable secara parsial dilakukan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel independen (Inflasi ,BOPO. Pangsa Pasa. mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen (Profitabilita. Tabel 6. Hasil Uji Hipotesis Parsial Coefficients Model Unstandardized Coefficients Standardized Sig. Coefficients Std. Error Beta (Constan. INFLASI BOPO Dependent Variable: PROFITABILITAS Sumber: Data Olahan SPSS . Berdasarkan dari tabel diatas, dapat dilihat bahwa nilai signifikan uji T Hipotesis pertama yang diajukan dalam penelitian ini adalah untuk menguji bagaimana pengaruh inflasi terhadap profitabilitas (ROA). Dari hasil SPSS pada tabel 6 diatas diketahui nilai thitung 620, sedangkan ttabel 008,dimana thitung -0. 620