Jurnal Kebidanan 11 . 105 - 201 Jurnal Kebidanan http : //w. HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) PADA MAHASISWI KEBIDANAN DI SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ESTU UTOMO Herdini Widyaning Pertiwi . Shafira kaesa. Prodi S1 Kebidanan Stikes Estu Utomo. Prodi D i Kebidanan Stikes Estu Utomo E-mail : herdini_widyaning@yahoo. ABSTRAK Latar belakang : Angka kematian akibat kanker payudara meningkat setiap tahun. SADARI merupakan upaya pencegahan yang efektif untuk mendeteksi dini adanya benjolan pada payudara. SADARI sebaiknya dilakukan sejak usia 20 tahun setiap bulan. Mahasiswi Kebidanan sudah mendapatkan pendidikan berupa materi perkuliahan tentang SADARI pada semester 4 sehingga berpeluang besar melakukan SADARI secara rutin. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan pengetahuan dengan perilaku pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada mahasiswi kebidanan di Stikes Estu Utomo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah mahasiswi program studi sarjana kebidanan semester 7 Stikes Estu Utomo angkatan 2019 dengan jumlah sampel 49 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan Responden dengan pengetahuan cukup mayoritas jarang melakukan SADARI yaitu 80% dan responden dengan pengetahuan baik juga jarang melakukan SADARI yaitu 94,3%. Hasil analisa bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada Mahasiswi Stikes Estu Utomo . value=0,. Kata Kunci : Pengetahuan. SADARI RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE WITH BEHAVIOR EXAMINATION OF SELF BREAST (BSE) IN MIDWIFES STUDENTS IN HIGH SCHOOL OF HEALTH SCIENCE UTOMO ESTU ABSTRACT Background: Mortality from breast cancer increases every year. Breast self-examination behavior (BSE) is an effective preventive measure to detect breast lumps early. BSE should be done from the age of 20 years every month. Midwifery students have received education in the form of lecture material about BSE in semester 4 so there is a great opportunity to do BSE routinely. The purpose of this study was to analyze the relationship of knowledge with SADARI in midwifery students at Estu Utomo Stikes. This research uses observational research with cross sectional approach. The population in this study was the 7th semester midwifery study program at the Estu Utomo Stikes class of 2019 with a sample of 49 people. The sampling technique uses total sampling. Data analysis using Chi Square test. The results showed that Respondents with sufficient knowledge of the majority rarely do SADARI that is 80% and respondents with good knowledge also rarely do SADARI which is 94. The analysis there was no relationship between knowledge with SADARI) on Stikes Estu Utomo students . -value = 0,. Keywords: Knowledge. SADARI Jurnal Kebidanan. Vol. XI. No. Desember 2019 PENDAHULUAN Jumlah penderita kanker di seluruh Laporan 1000 penduduk, naik dari tahun 2013 4 per 1000 penduduk. Riset International Agency for Research on ini juga menemukan, prevalensi tertinggi Cancer. Organisasi Kesehatan Dunia ada di Yogyakarta sebanyak 4. 86 per (WHO) mengestimasi terdapat 18,1 juta 1000 penduduk, disusul Sumatera Barat kasus kanker baru dan 9,6 juta kematian 47, dan Gorontalo 2. Data lainnya, yang terjadi pada tahun ini. Serangan Globocan kanker yang masif ini membuat WHO kejadian penyakit kanker di Indonesia 2 per 100. 000 penduduk. Angka ini menempatkan Indonesia di di dunia pada akhir abad ini. Kanker urutan kedelapan dengan kasus terbanyak bakal menjadi penghalang terbesar bagi di Asia Tenggara, dan peringkat ke-23 meningkatkan angka se-Asia. Angka kejadian tertinggi pada harapan hidup. Hasil laporan ini didapat laki-laki adalah kanker paru sebesar 19,4 setelah peneliti menganalisis data dari 000 penduduk dengan rata-rata 185 negara di dunia dengan melihat lebih kematian 10,9 per 100. 000 penduduk. Disusul kanker hati dengan kejadian Berdasarkan data itu, ditemukan satu sebesar 12,4 per 100. 000 penduduk, dan dari lima pria dan satu dari enam wanita rata-rata kematian 7,6 per bakal mengalami kanker dalam hidup Sedangkan pada perempuan. Sebanyak satu dari delapan kasus tertinggi adalah kanker payudara pria dan satu dari 11 wanita akan sebesar 42,1 per 100. 000 penduduk kanker di Indonesia mencapai 1. 79 per Angka rata-rata kejadian Kanker payudara di dunia 627 Setelah itu kanker leher rahim ribu kematian. sebesar 23,4 per 100. 000 penduduk Penyakit kanker masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia. Kementerian 000 penduduk (Riskesdas, 2. (Kemke. Prevalensi penderita kanker semua menyebutkan prevalensi penyakit kanker kelompok umur di Indonesia sebesar 1,4%. Jawa Tengah menempati urutan tahun terakhir. Menurut Riset Kesehatan kedua se-Indonesia dengan prevalensi Dasar (Riskesda. tahun 2018, prevalensi 2,1% merupakan rata - rata kasus yang Kesehatan dengan rata-rata kematian 13,9 per Jurnal Kebidanan. Vol. XI. No. Desember 2019 lebih tinggi dibandingkan dengan angka Berdasarkan bahaya dari kanker payudara, tanda- Kesehatan . Departemen Jawa Tengah tanda dini, faktor risiko dan cara merupakan provinsi dengan estimasi penanggulangannya (Yayasan Kanker penderita kanker terbanyak, yaitu sekitar Indonesia, 2. 638 orang dan diikuti Jawa Timur Kemenkes RI . menyatakan bahwa deteksi dini merupakan langkah 230 orang (Departemen Kesehatan RI, 2. mengetahui secara dini adanya tumor Menurut Kementerian Kesehatan atau benjolan pada payudara. Tindakan . menyatakan bahwa Jawa Tengah skrinning yang dapat dilakukan adalah memiliki 543 kasus tumor payudara dan 7 kasus yang dicurigai sebagai kanker (SADARI) yang dilakukan oleh wanita 847 orang yang mulai usia 20 tahun dan dilakukan setiap melakukan pemeriksaan selama tahun bulan, 7-10 hari setelah hari pertama haid 2007 hingga Cakupan Periksa Payudara Program Sendiri deteksi dini kanker payudara dengan pemeriksaan klinis atau Clinical Breast Examination (CBE) pada perempuan usia 30-50 tahun menurut kabupaten American Cancer Society /kota provinsi Jawa Tengah tahun 2014 (ACS/2. di kota Surakarta menunjukkan angka sadari perlu dilakukan oleh wanita usia kasus 132 dari 512 atau 12,85% dan 20 tahun atau lebih setiap bulannya yaitu pada hari ke-7 atau ke-10 setelah kabupaten Pemalang yang berjumlah selesai haid. Namun seiring berjalan 85,26%. waktu, penyakit ini mulai mengarah Faktor ke usia lebih muda, maka usia remaja karena perubahan gaya hidup seperti . -20 kebiasaan makan makanan cepat saji, seringnya terpapar radiasi dari media sebagai upaya pencegahan dan deteksi SADARI lingkungan (YKPJ, 2. Penyebab Berdasarkan survei pendahuluan lain tingginya angka kejadian kanker yang telah dilakukan peneliti terhadap 5 payudara ini adalah karena terbatasnya mahasiswi sarjana kebidanan semester 3 Jurnal Kebidanan. Vol. XI. No. Desember 2019 menunjukkan hasil 4 dari lima mahasiswi HASIL DAN PEMBAHASAN belum pernah melakukan SADARI. Berdasarkan hasil pengumpulan dari 5 orang jarang melakukan SADARI. data dan analisis data yang dilakukan. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk maka didapatkan hasil sebagai berikut: melakukan penelitian tentang hubungan Analisis Univariat Tabel Distribusi Frekuensi Pengetahuan SADARI sarjana Kebidanan semester 7 tahun dengan perilaku pemeriksaan payudara sendiri . pada mahasiswi kebidanan di sekolah SADARIAy. METODE Jenis Pengetahuan Kurang Cukup Baik Total Frekuensi penelitian analitik kuantitatif. Desain Hasil penelitian yang digunakan adalah cross menunjukkan bahwa dari 49 responden. Penelitian dilaksanakan pada lebih dari setengah responden yaitu bulan Agustus sampai September 2019 71,4% memiliki pengetahuan yang baik di Stikes Estu Utomo. Populasi dalam penelitian ini seluruh mahasiswa sarjana memiliki pengetahuan yang cukup dan Kebidanan semester 7 angkatan 2019 sisanya 8,2 % memiliki pengetahuan yaitu 49 responden. Teknik sampling yang kurang. SADARI, 20,4% yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling. Penelitian ini menggunakan data primer dan data Data Instrumen kuesioner dan cheklist. Data sekunder untuk mengetahui jumlah mahasiswa sarjana kebidanan semester 7 angkatan Analisis dan analisis chi square. Tabel 2. Distribusi Frekuensi Perilaku sadari pada mahasiswa sarjana Kebidanan semester 7 tahun 2019 Perilaku Jarang Rutin Total Hasil Frekuensi bahwa dari 49 responden terdapat 89,8 % responden jarang melakukan SADARI dan hanya 10,2% yang melakukan SADARI secara rutin. Jurnal Kebidanan. Vol. XI. No. Desember 2019 Analisis Bivariat Tabel 3. Hubungan Pengetahuan dengan Perilaku SADARI mahasiswa sarjana Kebidanan semester 7 tahun 2019 Pengetahuan Jarang Kurang Cukup Baik Total Hasil Perilaku Sadari Rutin responden dengan pengetahuan kurang SADARI diperoleh SADARI. P value Total 0,250 dari perkulian di Kebidanan. Responden dengan pengetahuan cukup discovery learning maupun pengetahuan mayoritas jarang melakukan SADARI dari dosen. Pembelajaran di STIKES Estu Utomo mengarahkan maasiswa pengetahuan baik juga jarang melakukan untuk mendapatkan pengetahuan dari SADARI yaitu 94,3%. Hasil uji chi berbagai sumber tidak hanya monoton square diperoleh nilai p value 0,250> dari dosen. Sehingga sebagian besar 0,05 sehingga dapat disimpulkan tidak mahasiswa memiliki pengetahuan dalam ada hubungan antara pengetahuan dengan kategori baik. perilaku SADARI Pada penelitian ini terdapat 8,2% PEMBAHASAN memiliki pengetahuan yang kurang, hal Hasil bahwa dari 49 responden terdapat lebih diantaranya adalah faktor pengalaman dari setengah responden yaitu 71,4% memiliki pengetahuan yang baik tentang SADARI. Pengetahuan seseorang bisa penerimmaan dan ingatan seseorang pada didapatkan melalui pengalaman yang saat pengisian kuesioner. Sesuai dengan berasal dari berbagai subyek atau media. Notoatmodjo Pengetahuan yang didapat akhirnya dapat menambah pengetahuan pada pembaca dan mempengaruhi perilaku seseorang, sehingga dapat dikatakan pengetahuan Penginderaan terjadi melalui merupakan dasar untuk terbentuknya panca indera manusia, yakni indera (Notoadmodjo, penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Penginderaan yang baik Penelitian Jurnal Kebidanan. Vol. XI. No. Desember 2019 akan meningkatkan pemahaman terhadap yang tepat yaitu 1 minggu sampai 10 hari suatu objek atau informasi. Memahami setelah menstruasi karena pada saat ini kondisi payudara sudah tidak bengkak untuk menjelaskan secara benar tentang karena pada saat menstruasi dan lebih Hanya 10,2% responden yang mengintepretasikan informasi tersebut melakukan SADARI dengan rutin, hal ini secara benar. Maka dari itu meskipun dikarenakan responden merasa perlu responden pernah mendapat informasi melakukan SADARI untuk mendeteksi tentang kanker payudara dan SADARI melakukan penginderaan dengan baik, terdeteksi dan tertangani lebih awal. responden yang Semakin rendah stimulus yang diterima maka perilaku yang ditunjukkan Mahasiswa jurusan kebidanan semakin negatif. Stimulus . STIKES Estu Utomo yang kelak menjadi yang diberikan kepada organisme dapat diterima atau ditolak. Apabila stimulus tersebut tidak diterima atau ditolak berarti stimulus itu tidak efektif di dalam kedepannya dapat memberikan informasi mempengaruhi perhatian individu, dan yang tepat dan sikap yang positif berhenti di sini. Tetapi bila stimulus diterima oleh organisme berarti ada Penelitian menunjukkan bahwa perhatian dari individu dan stimulus 89,8% tersebut efektif (Wawan, 2. Hal ini SADARI. Perilaku SADARI sebagai berarti meskipun stimulusnya sama bagi deteksi kanker payudara yang mencakup beberapa mahasiswa dalam melakukan pemeriksaan sadari, namun respon atau SADARI, melakukan SADARI. Responden yang reaksi tiap-tiap orang berbeda. menunjukkan perilaku tidak melakukan SADARI ada hubungan antara pengetahuan dengan kurangnya stimulus yang memotivasi perilaku pemeriksaan payudara sendiri responden untuk melakukan SADARI, (SADARI) pada Mahasiswi Stikes Estu misalnya merasa malas untuk melakukan Utomo. Hal ini dapat disebabkan oleh SADARI di karenakan repot, merasa geli saat memegang payudaranya dan lupa pengetahuan seperti kepercayaan, sikap untuk melakukan SADARI pada waktu Hasil analisis didapatkan tidak (Notoadmodjo. Jurnal Kebidanan. Vol. XI. No. Desember 2019 Sekitar 50% penderita kanker payudara Studi sudah datang dalam keadaan stadium Kedokteran Universitas Sam Ratulangi lanjut dan hanya 5% yang melakukan menunjukkan bahwa hasil uji statistik p= deteksi dini. Berdasarkan pernyataan 0,96 ( = 0,. Kesimpulannya tidak Sujipto terdapat beberapa hal yang terdapat hubungan antara pengetahuan behubungan dengan faktor budaya yang tentang kanker payudara dengan cara menyebabkan seseorang datang dengan periksa payudara sendiri. Cara sadari kondisi kangker pada stadium lanjut, yang baik merujuk pada sikap seseorang Pada Ilmu Keperawatan Fakultas melakukan upaya pencegahan secara dini SADARI memperhatikan dan melakukan demikian memiliki pengetahuan yang menyebabkan remaja merasa risik dan baik tidak serta merta dapat menunjang tidak melakukan SADARI. kesadaran seseorang untuk melakukan Penelitian Namun sikap cara sadari yang baik karena Utami berdasarkan pada strukturnya, sikap itu Hubungan sendiri terdiri dari tiga Pengetahuan tentang Kanker Payudara yaitu kognitif , afektif, dan konatif. dengan Perilaku Pemeriksaan Payudara Dimana peran komponen afektif disini Sendiri yaitu menyangkut masalah emosional (SADARI)pada Mahasiswi Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) A FK UGM pada tahun 2007. Hasil diperoleh nilai A = 0,176 dengan tingkat komponen ini menunjukkan bagaimana 0,. perilaku dan kecenderungan perilaku menunjukkan bahwa tidak ada hubungan dalam diri seseorang yang berkaitan dengan objek sikap yang dihadapinya. pengetahuan tentang kanker payudara Selain itu juga faktor - faktor yang dengan perilaku pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Selain itu penelitian Abdullah Hubungan pribadi, kebudayaan, orang lain yang Pengetahuan Tentang Kanker Payudara dianggap penting, media massa, institusi. Dengan Cara Periksa Payudara Sendiri Pada Mahasiswi Semester IV Program (Pieter, 2. 0,064 . Jurnal Kebidanan. Vol. XI. No. Desember 2019 PENUTUP Hasil hubungan pengetahuan dengan perilaku pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada mahasiswi kebidanan di Stikes Estu Utomo diperoleh hasil 71,4% memiliki pengetahuan yang baik tentang SADARI dan 89,8% responden jarang melakukan SADARI. Hasil uji chi square diperoleh nilai p value 0,250 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara Medika. Notoatmodjo. Soekidjo. Ilmu Prilaku dan Pendidikan Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta Notoatmodjo. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta. Saryono. Perawatan Payudara . 54Ae. yogyakarta: Nuha Medika. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta, 90. Yayasan Kanker Indonesia. Kanker Payudara. Diunduh tanggal 25 April 2017. pengetahuan dengan perilaku SADARI. Hasil penelitian ini menjadi masukan terjadinya kanker payudara secara dini dengan cara SADARI serta mampu mengaplikasikannya ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari. DAFTAR PUSTAKA