Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Juni 2025: 194-200 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 Sosialisasi Pemanfaatan Sampah Menjadi Produk Daur Ulang Untuk Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Pada Masyarakat Socialization of the Utilization of Waste into Recycled Products to Improve Environmental Awareness in The Public Astria Ayu Ramadianti1. Wahyu Hidayat2. Nizmi Putri3. Layil Safitri4. Nuri Ramadhan5. Emy Hariaty6. Leni Malinda7. Mastari Ramadhani8. Syarifah Ainun Harahap9. Rizka Hidayah Husin Lubis10. Thessa Herdyana11 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara *Correspondence: astriria55@gmail. Abstrak Pengelolaan limbah merupakan komponen penting dalam menjaga kelestarian lingkungan. Terlebih, keadaan sekitar saat ini sedang menghadapi krisis lingkungan hidup. Pesatnya pertumbuhan populasi perkotaan dan pola konsumsi telah menyebabkan peningkatan timbulan sampah yang belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga menimbulkan tantangan yang signifikan terhadap sistem pengelolaan sampah. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini difokuskan pada sosialisasi pemanfaatan sampah menjadi produk daur ulang untuk meningkatkan kesadaran lingkungan pada Masyarakat. Semua aktivitas yang meliputi pra pelaksanaan, pelaksanaan sosialisasi pengolahan sampah, dan monitoring terlaksana dengan baik. Kegiatan ini memberikan gambaran bahwa upaya tersebut berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan. Kata kunci: pengelolaan, limbah, sampah, kelestarian, lingkungan. Abstract Waste management is a crucial component in maintaining environmental sustainability. Furthermore, the current environment is facing an environmental crisis. Rapid urban population growth and consumption patterns have led to an unprecedented increase in waste generation, posing significant challenges to the waste management system. This community service activity focused on promoting the utilization of waste into recycled products to raise environmental awareness in the community. All activities, including pre-implementation, implementation of waste management socialization, and monitoring, were successfully This activity demonstrates that the effort has successfully increased public knowledge and awareness of the environment. Keywords: management, waste, garbage, sustainability, environment. PENDAHULUAN Pengelolaan limbah merupakan komponen penting dalam menjaga kelestarian lingkungan. Terlebih, keadaan sekitar saat ini sedang menghadapi krisis lingkungan hidup. Pesatnya pertumbuhan populasi perkotaan dan pola konsumsi A 2025 The Author. Published by UNITY ACADEMY . This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Juni 2025: 194-200 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 telah menyebabkan peningkatan timbulan sampah yang belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga menimbulkan tantangan yang signifikan terhadap sistem pengelolaan sampah. Negara Indonesia menghasilkan sekitar 65. 000 ton sampah per hari, dan hanya sekitar 1% yang dapat didaur ulang secara efektif. Hal ini mempunyai dampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan, termasuk polusi, perubahan iklim, dan penyebaran penyakit . Masalah pengelolaan sampah menjadi persoalan yang mendesak masyarakat. Dimana infrastruktur pengelolaan sampah seringkali tidak memadai atau bahkan tidak ada sama sekali. Di kawasan kota misalnya, sampah sering kali dibuang ke ruang terbuka, sungai, atau tempat pembuangan sampah, sehingga menyebabkan degradasi lingkungan dan risiko kesehatan yang signifikan bagi masyarakat setempat. Kurangnya praktik pengelolaan sampah yang baik juga melanggengkan budaya membuang sampah dibandingkan pengurangan, daur ulang, dan penggunaan kembali sampah. Kegiatan sosialisasi pemilahan dan pengolahan sampah tidak hanya penting untuk perlindungan lingkungan tetapi juga mempunyai manfaat ekonomi dan sosial yang signifikan. Hal ini dapat menciptakan lapangan kerja, menstimulasi perekonomian lokal, dan meningkatkan Kesehatan masyarakat dengan mengurangi risiko penularan penyakit melalui pembuangan limbah yang tidak tepat . Pola pengelolaan berbasis masyarakat selain lebih murah juga akan mudah dilakukan, karena sampah sudah dikelola sejak dari sumbernya akan lebih mudah dan murah penanganannya serta bernilai ekonomis . Beberapa faktor yang mempengaruhi pengolahan sampah yang dianggap sebagai penghambat sistem adalah penyebaran dan kepadatan penduduk, sosial ekonomi dan karakteristik lingkungan fisik, sikap, perilaku serta budaya yang ada di Masyarakat . Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia nomor 3 tahun 2013, tempat penampungan sementara (TPS) adalah tempat dimana sebelum sampah diangkut untuk dilakukan pendauran ulang, pengolahan dan tempat pengolahan sampah terpadu. Tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) adalah tempat pelaksanaan kegiatan pengumpulan, pemilahan, penggunaan ulang, pendauran ulang, pengolahan dan pemrosesan akhir . Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah pasal 1, sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Penumpukan sampah harus ditanggulangi melalui pengelolaan sampah . Paradigma baru memandang sampah sebagai sumber daya yang mempunyai nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan, misalnya untuk energi, kompos, pupuk ataupun bahan baku industry . Pengelolaan sampah dilakukan dengan pendekatan yang komprehensif dari hulu, sejak sebelum dihasilkan suatu produk yang berpotensi menjadi sampah, sampai ke hilir, yaitu pada fase produk sudah digunakan sehingga menjadi sampah yang kemudian dikembalikan ke media lingkungan secara aman . A 2025 The Author. Published by UNITY ACADEMY . This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Juni 2025: 194-200 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 Terdapat beberapa strategi yang dapat diterapkan dalam mengurangi jumlah sampah di lingkungan sekolah, terutama sampah plastik. Berikut merupakan beberapa strategi yang dapat diterapkan yaitu . pengelolaan sampah 3R pengurangi pemakaian kembali dan pendauran ulang sampah, . mewajibkan peserta didik membawa tumbler pribadi sebagai tempat minum, . menyediakan galon pengisian air minum, . menghindari pembelian makanan yang terbungkus plastik, serta . membuat pembuangan sampah akhir di lingkungan sekolah . Kegiatan 3R yaitu (Recycling. Reduce, and Reus. dalam pengolahan sampah yang telah diterapkan masyarakat seperti, pemilahan sampah basah sebagai kompos dan kering bisa dijual kembali . Membangun kesadaran masyarakat tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu kerja sama dari semua pihak, baik masyarakat, pemerintah maupun pihak ketiga sebagai pendukung. Berdasarkan latar tersebut peneliti bertujuan untuk menyoroti pentingnya sosialisasi dalam menstimulasi kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang efektif. METODE Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini difokuskan pada sosialisasi pemanfaatan sampah menjadi produk daur ulang untuk meningkatkan kesadaran lingkungan pada Masyarakat. Secara ini diintroduksikan kepada Masyarakat yaitu berupa sosialisasi tentang limbah sampah yang dapat di daur ulang menjadi produk yang Sosialisasi tersebut berupa pembekalan teori, pemahaman, wawasan dan teknis pekerjaan kegiatan terhadap semua tahapan pelaksanaan, serta penerapan/aplikasi pemanfaatan sampah menjadi produk daur ulang. Tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang sosialisasi pemanfaatan sampah menjadi produk daur ulang untuk meningkatkan kesadaran lingkungan pada Masyarakat ditampilkan pada Gambar 1. TAHAP I. PERSIAPAN Penyusunan proposal dan kelengkapan TAHAP II. PELAKSANAAN TAHAP i. PELAPORAN Pelaksanaan Monitoring Pencanangan Evaluasi Pelaporan kegiatan Penyusunan laporan Gambar 1. Tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian A 2025 The Author. Published by UNITY ACADEMY . This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Juni 2025: 194-200 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif-edukatif, yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam seluruh tahapan kegiatan. Metode yang digunakan meliputi beberapa tahapan sebagai Observasi dan Identifikasi Masalah Tim pelaksana melakukan observasi awal di lokasi kegiatan untuk mengidentifikasi kondisi lingkungan dan tingkat kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah. Selain itu, dilakukan wawancara singkat dengan tokoh masyarakat dan warga setempat untuk mengetahui kebiasaan pengelolaan sampah yang sudah dilakukan. Perencanaan Program Berdasarkan hasil observasi, tim menyusun program sosialisasi dan pelatihan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Materi yang disiapkan mencakup: A Jenis-jenis sampah . rganik, anorganik. A Dampak sampah terhadap lingkungan A Konsep 3R (Reduce. Reuse. Recycl. A Teknik dasar daur ulang sampah rumah tangga menjadi produk bernilai guna Sosialisasi dan Edukasi Kegiatan utama berupa sosialisasi melalui: A Penyuluhan/interaktif: Dilakukan dalam bentuk presentasi, diskusi, dan tanya jawab. A Media visual: Penggunaan poster, leaflet, dan video singkat untuk memperkuat pemahaman masyarakat. A Demonstrasi: Menampilkan secara langsung proses daur ulang sederhana, seperti pembuatan kerajinan dari plastik bekas atau kompos dari sampah Pelatihan Praktik Daur Ulang Masyarakat dilibatkan langsung dalam praktik pembuatan produk daur ulang, seperti: A Tas dari plastik bekas A Pot tanaman dari botol bekas A Kompos dari sampah dapur Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan dan minat warga dalam mengolah sampah menjadi produk bermanfaat. Monitoring dan Evaluasi Tim melakukan monitoring terhadap keterlibatan dan antusiasme peserta selama kegiatan. Evaluasi dilakukan melalui: A Kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman A Diskusi kelompok kecil untuk menggali masukan A Dokumentasi hasil karya daur ulang warga A 2025 The Author. Published by UNITY ACADEMY . This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Juni 2025: 194-200 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 Tindak Lanjut dan Pendampingan Untuk menjaga keberlanjutan, tim memberikan pendampingan melalui komunikasi berkala dan membantu membentuk komunitas kecil pengelola daur ulang di lingkungan setempat. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan Kegiatan Persiapan kegiatan yang telah dilaksanakan meliputi : . Pembuatan materi Sosialisasi Pemanfaatan Sampah Menjadi Produk Daur Ulang Untuk Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Pada Masyarakat Desa Bintang Meriah. Materi merupakan edukasi kepada masyarkat tentang pemanfaatan sampah. Pembuatan soal-soal quiz yang menarik sejalan dengan mengedukasi masyarakat tentang pemanfaatan sampah untuk membentuk masyarakat yang peduli terhadap lingkungan, dengan membahas tentang: Latar belakang, rumusan masalah dan manfaat dari mengapa kita perlu melakukan pemanfaatan sampah Pendaur ulangan sampah di desa tersebut. Penyebab rendahnya keinginan dalam pengelolaan sampah menjadi produk daya guna. Penjelasan tentang pentingnya mengembangkan pemanfaatan sampah untuk membentuk Masyarakat yang mampu menghasilkan produk yang berdaya guna. Langkah-langkah yang dilakukan untuk mengembangkan budaya pemanfatan sampah. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan memberikan contoh kepada Kegiatan dilakukan dengan mempraktikkan dan diikuti oleh masyarakat dan sama-sama mencari informasi dan solusi yang tepat dalam mengatasi pemanfaatan sampah di Desa Bintang Meriah Kabupaten Deli Serdang. Hasil kegiatan Jumlah Peserta Jumlah peserta yang hadir dalam kegiatan ini berjumlah 30 (Tiga pulu. Para peserta mengharapkan informasi dan pengetahuan yang diberikan oleh tim pengabdian karena pemahaman tentang pentingnya pemanfataan sampah. Peserta yang hadir adalah Kepala Desa Tanggapan Peserta Peserta mengikuti ceramah yang disampaikan oleh tim dengan tekun sehingga mempermudah peserta untuk mengerti materi yang disampaikan. Respon peserta dalam bentuk pertanyaan maupun pengalaman sehari-harinya menunjukkan bahwa peserta antusias dengan informasi yang disampaikan dan A 2025 The Author. Published by UNITY ACADEMY . This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Juni 2025: 194-200 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 adanya keinginan untuk mengetahui lebih banyak tentang pentingya pengelolaan sampah. Peserta menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sangat berguna bagi mereka masyarakat untuk meningkatkan minat pemanfaatan sampah dengan melakukan kegiatan pendaurulangan sampah. Peserta kegiatan ini berharap agar kegiatan seperti ini dapat diteruskan kepada berbagai lapisan masyarakat lain sehingga informasi ini dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh khalayak ramai. Selain itu peserta juga berharap agar di waktu mendatang dilaksanakan lagi kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh tim pengabdian dari UNUSU dengan topik/bahasan yang berbeda dan juga disertai dengan pelatihan-pelatihan sebagai sarana sharing ilmu pengetahuan Solusi Terhadap Permasalahan Semua aktivitas yang meliputi pra pelaksanaan, pelaksanaan sosialisasi pengolahan sampah, dan monitoring terlaksana dengan baik. Kegiatan ini memberikan gambaran bahwa upaya tersebut berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan. Adapun peran tim pengabdian cukup berkontribusi dalam penyelenggaraan program edukasi dan sosialisasi yang terarah bagi Masyarakat desa Bintang meriah. Mereka juga dapat berperan aktif dalam proses monitoring dan evaluasi, membantu mendokumentasikan praktik pengelolaan sampah yang ada, dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan pengelolaan sampah. KESIMPULAN Pengelolaan limbah merupakan komponen penting dalam menjaga kelestarian lingkungan, oleh karena itu dilakukanlah kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan oleh tim dengan memberikan informasi, membuka wawasan berpikir dan menambah pengetahuan bagi warga Desa Bintang Meriah tentang pentingnya mengembangkan budaya pemanfaatan sampah menjadi produk daur ulang yang berdaya guna. DAFTAR PUSTAKA