JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI. Vol. No. 2 ,Desember 2024, pp. p-ISSN : 1979-116X . e-ISSN : 2621-6248 . DOI: 10. 51903/kompak. http://journal. id/index. php/kompak Fenomena Pinjaman Online di Masyarakat: Studi Empiris di Kalangan Santri Mahasiswa Muhammad Afifudin1. Fuad Hadziq2. Rini Febrianti3. Muhamad Komarudin4 Universitas Terbuka mukhammadafifudin9@gmail. Universitas Terbuka fuadhadziq@ecampus. Universitas Terbuka febri@ecampus. Universitas Terbuka komarudin@ecampus. ARTICLE INFO Article history: Received 30 Agustus 2024 Received in revised form 2 Oktober 2024 Accepted 10 November 2024 Available online 5 Desember 2024 ABSTRACT Islamic boarding schools are educational institutions that are free from credit or financing practices. Islamic boarding schools are free from online loans, currently many santri are trapped in online loans. The purpose of this study is to analyze in depth the santri who have online loans, the reasons for making online loans, and how to pay off these loans. This research uses a descriptive qualitative approach based on the phenomenon with the aim of obtaining sample data results in the field. Comprehensive surveys and interviews were conducted with santri who have online loans at boarding schools. The sample consisted of 40 santri and, we conducted the data collection using a semi-structured questionnaire. The results of this study show that most santri can obtain online loans and each santri uses online loans for consumptive needs and not for productive needs, thus having a negative effect on the educational process at boarding school. Keywords: Islamic Boarding School. Online Loans. Students Latar Belakang Di Indonesia, pondok pesantren telah mengalami banyak perubahan dan perkembangan. Pondok pesantren tradisionalnya adalah lembaga pendidikan Islam yang berfokus pada mengajarkan agama Islam dan Al-uran kepada siswa muda (Karimah, 2018. Lailatul et al. , 2. Pesantren merupakan tempat para peserta didik . tinggal dan mendapatkan pendidikan agama yang mendalam. Namun, terjadi perubahan di mana pondok pesantren juga mulai menerima siswa dari perguruan Beberapa faktor dapat menyebabkan hal ini (Maesaroh et al. , 2023. Rahmawati, 2. , salah satunya adalah peningkatan minat dalam studi agama. Beberapa mahasiswa perguruan tinggi menunjukkan minat yang kuat dalam memahami dan memelajari lebih lanjut tentang agama Islam. Pesantren Al Amin merupakan salah satu pesantren di Mojokerto. Jawa Timur, yang memiliki banyak santri yang menggunakan PINJOL. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kepatuhan PINJOL terhadap prinsip syariah di kalangan santri Pesantren Al Amin. Received September 26, 2024. Revised Okt 18, 2024. Accepted November 15, 2024 n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Dalam era digitalisasi yang semakin berkembang pesat, industri PINJOL telah menjadi salah satu alternatif utama bagi masyarakat untuk memperoleh akses ke sumber dana yang cepat dan mudah. Namun demikian, perkembangan penggunaan layanan PINJOL juga menimbulkan perhatian terhadap kepatuhan terhadap prinsip syariah, terutama di kalangan santri mahasiswa pesantren yang menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Pesantren Al Amin di Kota Mojokerto memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kepatuhan terhadap prinsip- prinsip syariah di kalangan santri. Sebagai institusi pendidikan berbasis agama, pesantren memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap aspek kehidupan santri, termasuk urusan keuangan, selaras dengan ajaran Islam. Oleh karena itu, penting untuk melakukan analisis kepatuhan layanan PINJOL terhadap prinsip syariah untuk memastikan bahwa santri tidak terjebak dalam praktik keuangan yang bertentangan dengan ajaran Islam. Santri menjalani pendidikan yang kuat dalam ajaran Islam, kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah menjadi hal yang sangat penting. Sebagai pusat pendidikan Islam yang bertujuan membentuk generasi muslim yang taat dan bertanggung jawab, santri memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa aktivitas ekonomi, termasuk penggunaan PINJOL, sesuai dengan prinsipprinsip yang diajarkan. Perkembangan ini menunjukkan bagaimana pondok pesantren dapat menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan pendidikan masyarakat. Hal ini juga dapat memberikan kesempatan bagi mahasiswa perguruan tinggi untuk mendapatkan pengalaman pendidikan yang lebih mendalam dan menyeluruh tentang agama Islam serta pemahaman yang lebih baik tentang nilai-nilai kehidupan Islam. Selain itu, seiring dengan fenomena pertumbuhan pondok pesantren mahasiswa, terdapat juga pondok pesantren yang menampung pemuda yang telah tamat dari sekolah tingkat atas . tau di atas 18 tahu. untuk belajar agama. Ini merupakan inovasi yang sangat positif dalam pengembangan pendidik, studi sebelumnya (Amrizal et al. , 2022. Jaelani et al. ,2021. Supriatna et al. , 2. Studi sebelumnya (Nurfaridah Syamsiah 2. , pengguna kredit online di Pesantren pertama kali menggunakan kredit online karena mereka tidak dapat melakukan transaksi secara langsung. Menggunakan pinjaman dana dianggap kurang efektif karena sebagian besar pengguna lebih menghabiskan dananya untuk kebutuhan konsumtif tersier daripada untuk tujuan lain. Kedua, studi Sosiologi Max Weber, teori tindakan sosial ditinjau, pengguna kredit online termasuk dalam tipe tindakan rasional instrumental dan tindakan afektif. Oleh karena itu, model pendidikan ini berusaha untuk menggabungkan pendidikan tinggi, karakter, dan pendidikan agama dalam lingkungan yang terjangkau dan mendukung pengembangan pemuda secara keseluruhan. Sebaliknya, menurut Annur & Ahdiat . Choerudin et al. , dan Imani et al. , terjadi fenomena merebaknya PINJOL di masyarakat, yang dapat menyebabkan dampak negatif, termasuk: A Beban Bunga Tinggi: salah satu risiko utama menggunakan PINJOL adalah tingkat suku bunga yang tinggi, yang membuat peminjam terjebak dalam hutang yang sulit untuk dilunasi. A Debt Collector yang Tidak Etis: beberapa perusahaan PINJOL menggunakan cara yang tidak etis dan agresif untuk mengumpulkan hutang, yang dapat membuat peminjam merasa tertekan. A Ketergantungan: Terlalu bergantung pada PINJOL dapat menyebabkan masalah keuangan jangka panjang. Lebih lanjut, realitas penyaluran PINJOL pada masyarakat dari hari juga semakin meningkat yang dapat ditunjukkan pada gambar sebagai berikut: JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024 : 399 Ae 409 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n Gambar 1 Penyaluran Pinjaman Online dalam Triliunan Rupiah Sumber: Annur & Ahdiat . 2 Dari gambar 1 di atas dapat diketahui bahwa PINJOL yang disalurkan oleh penyedia jasa PINJOL di Indonesia makin meningkat pada Agustus tahun 2022 sebesar Rp19,21 triliun meningkat menjadi Rp20,53 triliun atau dalam kurun waktu satu tahun telah mengalami pertumbuhan sebesar Rp1,32 triliun atau sebesar 6,87%. Dengan kondisi kenaikan dan maraknya PINJOL di masyarakat tersebut dapat berpotensi berdampak kepada mahasiswa santri pada pondok pesantren dikarenakan layanannya yang sangat mudah diakses oleh siapa saja termasuk para mahasiswa santri. Berdasarkan latar belakang yang telah disajikan, rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Tingkat kesadaran mahasiswa santri terhadap prinsip-prinsip syariah dalam konteks penggunaan layanan PINJOL bervariasi. Sebagian santri memiliki pemahaman yang baik tentang pentingnya mematuhi syariah dalam setiap aspek kehidupan, termasuk transaksi keuangan. Namun, banyak juga yang kurang menyadari implikasi syariah dari penggunaan PINJOL. Hal ini karena kurangnya edukasi mengenai opsi keuangan yang halal dan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Praktik-praktik PINJOL yang sering digunakan oleh mahasiswa santri meliputi meminjam uang dengan syarat pengembalian dalam waktu singkat disertai biaya administrasi atau bunga. Hal ini sering kali bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah, terutama larangan riba . dan tidak jelasnya dalam kontrak yang dapat menimbulkan ketidakadilan. Banyak layanan PINJOL yang mengenakan biaya administrasi yang sebenarnya merupakan bentuk riba terselubung, sehingga tidak sesuai dengan prinsip keuangan syariah yang menekankan keadilan dan transparansi. Persepsi mahasiswa santri terhadap dampak penggunaan PINJOL terhadap pembentukan karakter dan spiritualitas mereka juga beragam. Sebagian santri merasa bahwa ketergantungan pada PINJOL dapat merusak moral dan integritas spiritual mereka karena praktik riba dan ketidakadilan yang bertentangan dengan ajaran Islam. Mereka menyadari bahwa keterlibatan dalam transaksi yang tidak halal dapat mempengaruhi kebersihan hati dan ketaatan mereka kepada Allah. Di sisi lain, ada juga santri yang merasa terjebak dalam situasi keuangan yang sulit dan melihat PINJOL sebagai satusatunya solusi praktis, meskipun menyadari dampak negatifnya terhadap spiritualitas mereka. Kesadaran dan pemahaman yang lebih dalam tentang prinsip-prinsip syariah sangat diperlukan untuk memastikan bahwa praktik keuangan mereka tidak hanya memenuhi kebutuhan materi tetapi juga selaras dengan nilai-nilai Islam yang mereka anut. Di sisi lain. Pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai tempat di mana nilai-nilai Islam diajarkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam lingkungan yang dominan dengan ajaran Islam, penting untuk memastikan bahwa aktivitas ekonomi, termasuk penggunaan PINJOL, selaras dengan prinsip-prinsip syariah. Namun, realitas menunjukkan bahwa mahasiswa santri juga terlibat dalam penggunaan PINJOL sebagai sumber dana tambahan atau Hal ini menimbulkan pertanyaan serius tentang sejauh mana kepatuhan mereka terhadap prinsip syariah ketika menggunakan layanan ini. Apakah mereka cukup menyadari potensi JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024: 399-409 n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 pelanggaran terhadap prinsip-prinsip Islam dalam transaksi mereka dengan PINJOL? Dan bagaimana dampaknya terhadap pembentukan karakter dan spiritualitas mereka? Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana kepatuhan PINJOL terhadap prinsip syariah di kalangan santri mahasiswa Pesantren. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat diidentifikasi potensi pelanggaran terhadap prinsip-prinsip syariah dalam penggunaan PINJOL, serta memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip tersebut. Lebih lanjut berdasarkan rumusan-rumusan permasalahan di atas, maka tujuan dari penelitian ini mencakup hal-hal sebagai berikut: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kesadaran mahasiswa santri terhadap prinsip-prinsip syariah dalam penggunaan layanan PINJOL. Kesadaran ini mencakup pemahaman mereka tentang larangan riba, pentingnya keadilan dalam kontrak, dan transparansi dalam transaksi keuangan. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis praktik-praktik PINJOL yang sering digunakan oleh mahasiswa santri, seperti meminjam uang dengan pengembalian yang disertai biaya administrasi atau bunga, serta mengukur sejauh mana kesesuaian praktik-praktik tersebut dengan prinsip-prinsip syariah dalam Islam. Analisis ini penting untuk mengidentifikasi potensi pelanggaran syariah yang mungkin terjadi. Selanjutnya, penelitian ini mengeksplorasi persepsi mahasiswa santri terhadap dampak penggunaan PINJOL terhadap pembentukan karakter dan spiritualitas mereka. Ini termasuk bagaimana ketergantungan pada layanan yang tidak sesuai dengan syariah dapat mempengaruhi moral, integritas spiritual, dan ketaatan mereka kepada ajaran Islam. Dengan mengeksplorasi aspek- aspek ini, penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang hubungan antara penggunaan PINJOL, prinsip-prinsip syariah, dan dampak terhadap karakter serta spiritualitas santri. Metode Riset Dalam penelitian yang menggunakan metode kualitatif dan deskriptif berbasis fenomena, tujuan utamanya adalah untuk memahami fenomena penggunaan layanan pinjaman online dari perspektif Penelitian ini berfokus pada pengumpulan data yang kaya dan mendalam untuk menggambarkan tingkat kesadaran mahasiswa santri terhadap prinsip-prinsip syariah dalam konteks penggunaan PINJOL. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis praktik- praktik PINJOL yang sering digunakan oleh mahasiswa santri, mengevaluasi kesesuaian praktik-praktik tersebut dengan prinsip-prinsip syariah dalam Islam, serta mengeksplorasi persepsi mahasiswa santri mengenai dampak penggunaan PINJOL terhadap pembentukan karakter dan spiritualitas mereka. Penelitian ini berusaha untuk memberikan gambaran yang komprehensif dan mendetail tentang bagaimana mahasiswa santri memahami, menggunakan, dan merasakan dampak dari layanan PINJOL dalam kerangka ajaran syariah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami sejauh mana tingkat kesadaran mahasiswa santri terhadap prinsip-prinsip syariah dalam konteks penggunaan layanan pinjaman online dengan menilai pemahaman mereka mengenai larangan riba, keadilan dalam kontrak, dan transparansi transaksi Selain itu, penelitian ini menganalisis praktik-praktik PINJOL yang sering digunakan oleh mahasiswa santri, seperti meminjam uang dengan syarat pengembalian disertai biaya administrasi atau bunga, serta mengukur kesesuaian praktik-praktik tersebut dengan prinsip-prinsip syariah dalam Islam. Penelitian ini juga mengeksplorasi persepsi mahasiswa santri terhadap dampak penggunaan PINJOL terhadap pembentukan karakter dan spiritualitas, termasuk bagaimana ketergantungan pada layanan yang tidak sesuai dengan syariah dapat mempengaruhi moral, integritas spiritual, dan ketaatan mereka kepada ajaran Islam. Dengan pendekatan ini, penelitian ini berusaha memberikan gambaran komprehensif tentang hubungan antara penggunaan PINJOL, prinsip-prinsip syariah, dan dampaknya terhadap karakter serta spiritualitas santri. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024 : 399 Ae 409 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n Gambar 1. Variabel fenomena PINJOL terhadap efek santri Dengan fokus pada metode kualitatif dan deskriptif, penelitian akan menghasilkan pemahaman yang mendalam tentang praktik PINJOL di kalangan santri mahasiswa serta implikasinya terhadap kepatuhan terhadap prinsip syariah. Seluruh penelitian ini akan dilakukan pada populasi sampel mahasiswa santri yang berjumlah 40 mahasiswa santri yang tinggal di pondok. Pengambilan data dilakukan melalui penggunaan kuesioner yang tepat adalah kuesioner semi-struktur. Kuesioner semi-struktur memungkinkan peneliti untuk memiliki kerangka kerja pertanyaan yang telah ditentukan sebelumnya, namun juga memberikan fleksibilitas untuk mengeksplorasi topik secara lebih mendalam sesuai dengan tanggapan peserta sebagai metode pengumpulan data primer. Hasil dan Analisis Pada dasarnya pinjaman online bisa dilihat dari peserta atau orang yang melakukan pinjam online. Hal tersebut bisa berupa kuantitatif ataupun kualitatif orangnya, artinya bisa dihitung dari jumlah pelaku bukan dari jumlah dana yang dipinjam. Berikut ini jumlah mahasiswa santri berdasarkan kuesioner yang disebarkan kepada para mahasiswa santri di pondok pesantren adalah sebagai Memiliki Pinjaman Online Sumber: data diolah dari kuesioner Gambar 2. Komposisi Mahasiswa Santri pondok pesantren yang memiliki PINJOL Berdasarkan Gambar 2 di atas, maka dapat dijelaskan bahwa dari 40 mahasiswa santri yang tinggal atau mondok pada pondok pesantren terdapat 22 mahasiswa santri yang memiliki fasilitas PINJOL dan sisanya 18 mahasiswa santri yang tidak memiliki fasilitas PINJOL. Dengan demikian, maka diketahui mayoritas mahasiswa santri yaitu sebesar 55% memiliki fasilitas PINJOL dan sisanya JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024: 399-409 n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 sebesar 45% mereka tidak memiliki PINJOL. Selanjutnya, berdasarkan hasil kuesioner tersebut, maka dapat diketahui bahwa PINJOL tersebut telah merebak di kalangan mahasiswa santri di pondok pesantren. Selanjutnya menurut beberapa peneliti (Azizi et al. , 2022. Irwansyah et al. , 2021. Mahendra & Yanto, 2018. Nugroho, 2021. Nugroho et al. , 2020. Zamzami et al. , 2. PINJOL dapat mudah merebak dan dapat diakses dari daerah pedesaan, termasuk di pondok pesantren. Di daerah pedesaan, sering kali terdapat keterbatasan dalam akses ke lembaga keuangan konvensional seperti bank atau koperasi. Faktor ini membuat penduduk pedesaan cenderung mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan keuangan mereka, dan PINJOL menjadi salah satu opsi yang menarik. Meskipun daerah pedesaan sering kali memiliki infrastruktur yang terbatas, kemajuan teknologi telah memungkinkan akses internet yang semakin luas. Ini memungkinkan penduduk pedesaan untuk mengakses layanan PINJOL melalui perangkat seperti smart phone atau Selain itu. PINJOL menawarkan proses pengajuan yang lebih mudah dan cepat dibandingkan dengan lembaga keuangan konvensional. Tanpa perlu mengunjungi kantor fisik, seseorang dapat mengajukan pinjaman hanya dengan mengisi formulir online dan mengunggah dokumen yang diperlukan. Menilai kepatuhan PINJOL terhadap prinsip-prinsip syariah adalah suatu tantangan karena sebagian besar model bisnis PINJOL saat ini tidak sepenuhnya sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi Beberapa aspek yang perlu dievaluasi untuk menentukan kepatuhan syariah PINJOL di Pondok meliputi: Larangan Riba (Bung. : PINJOL sering kali mengenakan bunga atau biaya administrasi tambahan atas pinjaman yang diberikan. Dalam perspektif ekonomi syariah, riba adalah dilarang. Oleh karena itu. PINJOL yang mengenakan bunga atau biaya tambahan atas pinjaman dapat dianggap tidak sesuai dengan prinsip syariah. Keadilan dan Transparansi: Prinsip syariah mendorong adanya keadilan dan transparansi dalam transaksi keuangan. Evaluasi dilakukan terhadap kejelasan dan keadilan dalam kontrak PINJOL, termasuk kebijakan pembayaran dan penalti keterlambatan. Tujuan Penggunaan Dana: Dalam ekonomi syariah, penggunaan dana harus sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Oleh karena itu. PINJOL yang meminjamkan uang untuk tujuan yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam . isalnya, untuk perjudian atau konsumsi alkoho. tidak akan sesuai dengan prinsip syariah. Bisnis Halal: PINJOL juga harus memastikan bahwa bisnis mereka secara keseluruhan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Ini termasuk penghindaran dari sektor bisnis yang dianggap haram dalam Islam, seperti perjudian, minuman keras, atau perdagangan ribawi. Meskipun demikian, beberapa inisiatif telah dilakukan untuk mengembangkan PINJOL yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Beberapa lembaga keuangan syariah telah mulai menyediakan layanan PINJOL yang mematuhi prinsip-prinsip ekonomi syariah. Namun, penting untuk melakukan penelitian dan evaluasi yang cermat sebelum menggunakan layanan tersebut untuk memastikan bahwa mereka sesuai dengan keyakinan dan nilai-nilai agama. Cara Mahasiswa Santri Mengangsur Pinjaman Online Hasil dari Kuesioner menunjukkan bahwa tujuan siswa santri di pondok pesantren menggunakan PINJOL, serta jumlah pinjaman yang mereka gunakan adalah sebagai berikut: Tabel 1 Data Mahasiswa Santri Berdasarkan Usia. Jumlah Pinjaman dan Tujuan Penggunaan JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024 : 399 Ae 409 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 No. Nama Erika Agustin Rena Putro Caca Ayu Febri Fifi Rini 10 Dewi 11 Citra 12 Kayla 13 Sinta 14 suci 15 Dayrn 16 Nana 17 Nindi 18 Raisya 19 Ririn 20 Rosi 21 Salsa 22 Windi Rata-Rata Sumber: data diolah Usia Jumlah Pinjaman Online alam rupia. 450,000 700,000 300,000 500,000 500,000 500,000 400,000 870,000 400,000 600,000 200,000 600,000 700,000 500,000 200,000 650,000 700,000 300,000 800,000 500,000 400,000 514,545 Tujuan Kategori Penggunaan Top up scincare Top up shopee Top up dana Top up dana Top up scincare Top up shopee Beli heandset Top up shopee Beli ssd laptop Beli kipas angin Beli tas dan sepatu Top up scincare Service HP Beli ram laptop Service hp Top up scincare Beli sepedah Beli tas Top up shopee Ganti hp Top up akulaku Service laptop Konsumtif Konsumtif Konsumtif Konsumtif Konsumtif Konsumtif Konsumtif Konsumtif Konsumtif Konsumtif Konsumtif Konsumtif Konsumtif Konsumtif Konsumtif Konsumtif Konsumtif Konsumtif Konsumtif Konsumtif Konsumtif Konsumtif n Berdasarkan Tabel 1 di atas, maka dapat diketahui rata-rata usia mahasiswa santri adalah berusia 21 tahun dengan jumlah pinjaman bervariasi yaitu yang paling besar jumlah pinjamannya sebesar Rp870. 000,- dan paling rendah sebesar Rp200. 000,-. Selain itu rata-rata PINJOL adalah sebesar Rp514. 545,-. Adapun seluruh penggunaan pinjaman dari mahasiswa santri ditujukan untuk keperluan konsumtif. Menurut Nugroho & Malik . Muniarty et al. Nasfi et al. Pinjaman konsumtif biasanya tidak menghasilkan pendapatan tambahan atau investasi yang dapat meningkatkan keuangan peminjam, berbeda halnya dengan pinjaman produktif yang dapat mengembangkan dana menjadi lebih besar dan produktif. Dengan memperhatikan hal-hal di atas, diharapkan dapat mengurangi risiko penggunaan PINJOL yang konsumtif di kalangan mahasiswa santri dan lebih mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta kesadaran akan prinsip-prinsip syariah dalam keuangan. Dengan demikian, sudah seharusnya mahasiswa santri memahami implikasi dari PINJOL dan mengambil keputusan yang tepat sehingga membantu mereka menghindari risiko keuangan yang tidak diinginkan dan mampu mengelola pinjaman secara bertanggung jawab. Cara Mahasiswa Santri Mengangsur Pinjaman Online Lebih lanjut, dalam mengangsur PINJOL tersebut terdapat cara atau beberapa sumber yang dilakukan oleh mahasiswa santri yang direfleksikan pada gambar di bawah ini: JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024: 399-409 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n Metode Pembayaran Pinjol Uang saku Pendapatan Sumber: Data diolah Gambar 3. Sumber Pembayaran Angsuran PINJOL Mahasiswa Santri Pondok Pesantren Berdasarkan Gambar 3 di atas, maka dapat dijelaskan hal-hal berkaitan dengan sumber angsuran pembayaran dari PINJOL mahasiswa santri dapat menggunakan pendapatan pribadi mereka, seperti uang saku, honor dari pekerjaan paruh waktu, atau pendapatan dari usaha kecil untuk membayar angsuran PINJOL. Ini merupakan sumber angsuran yang umum digunakan jika mahasiswa memiliki sumber pendapatan yang stabil. Akibatnya, orang tua mahasiswa santri sering kali memberikan dukungan finansial untuk membantu anak-anak mereka membayar angsuran PINJOL. Hal ini bisa berupa pemberian uang tunai secara langsung atau pembayaran langsung kepada pihak pinjaman. Bahkan dalam beberapa kasus, mahasiswa santri mungkin mengambil pinjaman tambahan atau pembiayaan lain untuk membayar angsuran PINJOL yang sudah ada. Namun, ini bisa meningkatkan risiko utang yang lebih besar Kadang-kadang, mahasiswa santri dapat mendapatkan dukungan finansial dari komunitas atau keluarga besar mereka untuk membayar angsuran PINJOL. Hal ini terutama berlaku dalam situasi darurat atau ketika mahasiswa menghadapi kesulitan keuangan yang tidak terduga. Dengan mempertimbangkan sumber-sumber angsuran di atas, mahasiswa santri diharapkan dapat mengelola PINJOL mereka dengan bijaksana dan membayar angsuran secara teratur tanpa mengalami kesulitan keuangan yang berlebihan. Lebih lanjut, apabila dianalisis, maka 62% atau mayoritas mahasiswa santri menggunakan uang saku yang berasal dari orang tua mereka untuk membayar angsurannya atau sebanyak 13 mahasiswa santri, sisanya sebesar 38% atau sebanyak 8 mahasiswa santri mengangsur PINJOL yang bersumber dari pendapatan tambahan. Hal tersebut dikarenakan status mereka masih sebagai pelajar dan fokus untuk menyelesaikan studi mereka dimana rata-rata usia mereka pun masih sangat muda. Pada sisi lain, melunasi PINJOL dengan tepat waktu sangat penting untuk menghindari akumulasi denda bunga dan beban keuangan yang lebih besar di masa depan. Mereka berpendapat, dengan memprioritaskan pembayaran pinjaman tepat waktu, peminjam dapat menghindari banyak masalah keuangan dan hukum yang mungkin timbul, serta memperkuat posisi keuangan mereka di masa Kesimpulan Sebagian besar mahasiswa santri memiliki fasilitas pinjaman online dari berbagai sumber yang didapatkan melalui handphone. PINJOL telah masuk terlalu dalam dalam kehidupan pesantren terutama kalangan santri mahasiswa. Adapun dalam studi di lapangan, seluruh mahasiswa santri menggunakan PINJOL untuk keperluan konsumtif, jauh dari kebutuhan produktif. Mereka kebanyakan menggunakannya untuk keperluan pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari, bukan untuk pemenuhan proses pendidikan. PINJOL mereka gunakan untuk pembelian kosmetik, pembelian kebutuhan sehari-hari di Shopee, pembeliah laptop dan HP, dan lain sebagainya. Dampaknya di lapangan, sumber pembayaran angsuran pembayaran PINJOL bersumber dari uang JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024 : 399 Ae 409 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n saku mahasiswa santri yang berasal dari kiriman uang dari wali santri. Efek buruknya telah menjadikan mahasiswa santri lebih mencukupi kebutuhan di luar pendidikan dari pada kebutuhan penting dan utama di pesantren. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan pemahaman tentang manajemen keuangan dan literasi keuangan di kalangan mahasiswa santri. Perlu adanya pengawasan dan pengendalian yang lebih ketat terhadap penggunaan dana PINJOL. Selain itu, perlu upaya untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi mahasiswa santri agar mereka dapat menghasilkan pendapatan tambahan atau menciptakan peluang usaha yang dapat mengurangi ketergantungan pada pinjaman konsumtif. Terpenting, mahasiswa santri harus paham dengan PINJOL yang sesuai dengan prinsip syariah dan perlu disediakan alternatif keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah bagi mahasiswa santri, seperti tabungan berbasis syariah, program investasi yang halal, atau pembiayaan pendidikan yang tidak melibatkan bunga . Orang tua dan pengelola pesantren perlu terlibat aktif dalam memberikan arahan dan pengawasan terhadap pengelolaan keuangan mahasiswa santri. Mereka dapat memberikan dorongan dan dukungan agar mahasiswa santri dapat mengelola keuangan mereka dengan bijaksana. Referensi