Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 9. No 1. Mei 2025 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: : https://10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Strategi Pemasaran Digital UMKM Melalui Pemanfaatan E-Commerce Di Kelurahan Perak Barat Rizti Amelia. Marcella Putri Widya Ningrum. Chairina Syahidia Zahraningrum. Kriska Savriel Brawijaya. Nurkholish Majid* Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur *Korespondensi: nurkholish. ma@upnjatim. Abstrak Perkembangan teknologi digital yang semakin luas membuat peluang besar bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mengembangkan usaha mereka. E-commerce merupakan salah satu media digital yang memfasilitasi transaksi secara online yang dapat memperluas pasar, menekan biaya, dan meningkatkan efisiensi distribusi. Namun tidak semua pelaku UMKM dapat memanfaatkan teknologi yang berguna untuk produk UMKM mereka terutama di wilayah perkotaan yang masih menghadapi ketimpangan literasi digital, salah satunya di daerah Kelurahan Perak Barat. Menanggapi kondisi ini kelompok 14 KKN SDGs UPN AuVeteranAy Jawa Timur melakukan sosialisasi dan pelatihan fotografi, branding social media, dan pengenalan e-commerce, dengan tujuan meningkatkan kapasitas digital pelaku UMKM dalam pengelolaan bisnis, pemasaran, dan pengembangan jaringan usaha. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung. Hasil dari pendampingan ini menunjukkan peningkatan signifikan para pelaku UMKM yang sudah mulai mengadopsi e-commerce untuk diimplementasikan melalui partisipasi aktif dalam pembuatan akun dan pengunggahan produk UMKM. Kata Kunci: Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). E-commerce. Pelatihan. Pemasaran Abstract The widespread development of digital technology has created enormous opportunities for micro, small, and medium enterprises (MSME. to grow their businesses. E-commerce is one of the digital platforms that facilitates online transactions, enabling businesses to expand their markets, reduce costs, and enhance distribution efficiency. However, not all MSMEs can effectively utilize this technology for their products, particularly in urban areas where digital literacy gaps persist, such as in the Perak Barat neighborhood. In response to this situation. Group 14 of the SDGs Community Service Program (KKN) from UPN AuVeteranAy East Java conducted outreach and training sessions on photography, social media branding, and e-commerce basics, with the aim of enhancing the digital capabilities of MSMEs in business management, marketing, and network development. The method used was qualitative descriptive, with data collection through direct observation. The results of this mentoring program showed a significant increase in SME operators who have begun adopting e-commerce, as evidenced by their active participation in creating accounts and uploading SME products. Keywords: Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME. E-commerce. Training. Marketing Submit: Mei 2025 Diterima: Mei 2025 Publish: Mei 2025 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 menjadi hambatan utama dalam proses adaptasi digital bagi UMKM setempat. (Fauziyyah et al. , 2. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital telah membuka peluang besar bagi pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) mengembangkan usahanya, khususnya melalui strategi pemasaran berbasis digital dan pemanfaatan platform ecommerce. Di era serba digital ini. UMKM menjangkau pasar yang lebih luas dengan biaya relatif rendah dan efisiensi yang lebih tinggi. Namun demikian, tidak semua pelaku UMKM memiliki memanfaatkan teknologi ini secara Menurut UU No. 20 Tahun 2008. UMKM terdiri dari usaha mikro, kecil, dan menengah yang cenderung fleksibel, bermodal terbatas, dan berfokus pada pasar lokal. E-commerce memfasilitasi transaksi jual beli secara online dengan berbagai manfaat, seperti memperluas pasar, menekan biaya, dan Dengan kemudahan akses internet melalui smartphone, bisnis online kini menjadi peluang yang sangat potensial untuk dikembangkan (Hidayah et al. Terutama di wilayah perkotaan yang masih menghadapi ketimpangan literasi digital antar pelaku usaha. Salah satu wilayah yang mengalami tantangan serupa adalah Kelurahan Perak Barat. Kota Surabaya. Meskipun secara geografis berada di kawasan strategis, masih banyak pelaku UMKM di daerah pemasaran digital maupun platform ecommerce dalam kegiatan usahanya. Rendahnya kurangnya informasi mengenai potensi e-commerce, serta keterbatasan dalam menampilkan produk secara menarik Tabel 1. Daftar UMKM Aktif di Kelurahan Perak Barat Daftar UMKM aktif di Kelurahan Perak Barat Nama UMKM Jenis UMKM Emyra Cake & Bakery Cake & Bakery Wien's Cake Cake & Bakery Dapoer Bu Indah Makanan Dawet Kelor Minuman Mom GiGe Makanan Dapur Renata Makanan Happy Bites Makanan Dapur Songolas Makanan Djawara Rasa Catering Catering Dapoer Zila Makanan Dapur Ibu Ade Makanan Nina Bakery Bakery Dapur Olla Minuman Bunda Vin Makanan Tradisional Dapur Linda Makanan Iffa Accesories Accesories Bubur kacang Ijo & Ketan Hita. Minuman Fat's Cathering Catering Menanggapi kondisi tersebut. Kelompok 14 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) SDGS Universitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Jawa Timur (UPNVJT) kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang difokuskan pada peningkatan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) kapasitas digital pelaku UMKM melalui Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap 18 pelaku UMKM aktif yang bergerak di sektor makanan, minuman, bakery, catering, dan aksesori. Tujuan dari kegiatan ini adalah UMKM Perak Barat yang naik Artinya. UMKM diharapkan tidak hanya mengenal teknologi digital, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara nyata dalam pengelolaan bisnis, pemasaran, hingga pengembangan jaringan usaha. (Rofiyustisiani et al. Adapun penelitian ini bertujuan menggambarkan secara mendalam proses pendampingan yang dilakukan serta respons peserta terhadap materi yang diberikan. Materi pelatihan meliputi strategi pemasaran digital melalui media sosial, meningkatkan daya tarik visual, serta e-commerce platform seperti Shopee. Shopee Food. GrabFood, dan GoFood. Marketplace merupakan salah satu bentuk ecommerce yang berperan sebagai perantara antara pihak penjual dan Melalui platform ini, penjual dapat melayani konsumen secara fleksibel tanpa batasan waktu dan lokasi, cukup dengan memanfaatkan perangkat digital (Rianty & Rahayu, 2. Selain pendampingan teknis berupa pembuatan akun serta praktik langsung dalam mengunggah produk ke platformplatform tersebut. Diharapkan melalui kegiatan ini, pelaku UMKM dapat meningkatkan keterampilan digital mereka, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan daya saing usaha di tengah persaingan yang semakin Vol. 9 No. Mei 2025 METODE PELAKSANAAN Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi Pendekatan ini dipilih untuk menggambarkan secara mendalam proses pendampingan serta respon pelaku UMKM terhadap materi yang disampaikan selama kegiatan (Maharani et al. Observasi dilakukan terhadap 18 UMKM aktif di Kelurahan Perak Barat yang bergerak di berbagai minuman, bakery, catering, dan aksesori. Materi pengabdian meliputi pelatihan fotografi produk untuk mendukung tampilan visual dalam pemasaran, strategi pemasaran melalui media sosial, serta pemanfaatan platform e-commerce. Adapun platform yang dikenalkan dan disosialisasikan kepada pelaku UMKM mencakup Shopee. Shopee Food. GrabFood, dan GoFood. Selain pendampingan langsung dalam proses pembuatan akun serta pengunggahan produk ke platform-platform tersebut. Analisis data dilakukan secara naratif berdasarkan hasil observasi di lapangan dan didukung oleh dokumentasi kegiatan, termasuk tanggapan pelaku UMKM terhadap program. Tingkat keberhasilan kegiatan kualitatif melalui pengamatan terhadap perubahan sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta. Instrumen pengukuran yang digunakan mencerminkan keaktifan peserta dalam mengikuti pelatihan, kesulitan yang dialami saat praktik, serta kemampuan peserta dalam menerapkan materi secara Wawancara informal juga dilakukan untuk menggali respon dan pemahaman peserta terhadap manfaat kegiatan (Hidayat et al. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 Tabel 2 kegiatan sosialisasi Keberhasilan pengabdian juga dinilai dari indikasi perubahan sosial dan kesiapan ekonomi peserta, seperti munculnya semangat kolaborasi antar UMKM, kepercayaan diri dalam memasarkan produk secara digital, serta adanya inisiatif untuk mengembangkan usaha melalui platform online. Meskipun tidak indikator-indikator merepresentasikan tingkat ketercapaian pendekatan kualitatif (Nurmansyah et al. Tanggal Sosialisasi Jum'at 11 Juli Fotografi Produk Senin 14 Juli Branding Sosial Media Kamis, 17 Juli E-Commerce Peserta diberikan pemahaman menyeluruh tentang pemasaran digital melalui E-Commerce termasuk fotografi produk dan branding dalam media sosial. Pelatihan ini memperkenalkan potensi ecommerce dalam memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan UMKM lokal, disertai pendampingan praktis pengelolaan toko online yang terbukti relevan dengan kebutuhan peserta melalui partisipasi aktif selama kegiatan. Pada sosialisasi tahap pertama, pelaku UMKM diberikan materi mengenai fotografi produk. Tujuan dari membranding akun media sosial mereka, kredibilitas dan kepercayaan konsumen terhadap produk yang mereka tawarkan. Berdasarkan daftar UMKM aktif di Kelurahan Perak Barat, mayoritas usaha yang terdaftar bergerak di bidang Hal ini penting karena tampilan produk adalah aspek pertama yang dilihat oleh konsumen. (Ulya et al. Dalam tampilan produk menjadi salah satu faktor kunci yang mempengaruhi Konsumen cenderung tertarik pada produk yang memiliki visual yang menarik dan menggugah selera. Oleh menampilkan produk dengan cara yang Diagram 1. Tahapan Pelaksanaan HASIL DAN PEMBAHASAN Knowledge Kegiatan Sosialisasi ECommerce pemberdayaan ekonomi kreatif di Kota Surabaya. Khususnya pada Kelurahan Perak Barat. Pada kegiatan sosialisasi yang diadakan selama 3 hari dan dihadiri oleh 18 peserta pelaku UMKM aktif. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 estetis dan profesional sangat penting bagi pelaku UMKM. (Putra et al. , 2. Gambar 1 Sosialisasi Fotografi Produk Pada sosialisasi tahap kedua. UMKM pembelajaran dari tahap pertama yang berfokus pada fotografi produk. Dalam tahap ini, mereka diberikan materi yang branding media sosial untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek branding, termasuk bagaimana menciptakan identitas merek yang kuat dan konsisten di platform media sosial. Selain itu para pelaku UMKM juga diberikan wawasan tentang cara berinteraksi dengan audiens secara efektif, membangun komunitas dan menciptakan konten yang menarik. Pentingnya branding media sosial tidak dapat diabaikan, terutama dalam era serba digital, dimana konsumen semakin mengandalkan platform online untuk menemukan dan memilih produk. Dengan memahami strategi branding yang tepat, pelaku UMKM dapat meningkatkan visibilitas usaha mereka, menarik konsumen serta membangun kepercayaan yang diperlukan untuk mendorong penjualan. (Istanti & Mahmdi, 2. Gambar 2. Sosialisasi mengenai branding media sosial Selanjutnya sosialisasi tahap akhir, peserta yang terdiri dari para pelaku UMKM aktif diberikan materi mengenai E-commerce. Materi ini sangat penting, mengingat banyak pelaku UMKM di Kelurahan Perak Barat ECommerce sebagai sarana untuk menjual produk mereka. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan pada konsep dasar ECommerce, termasuk berbagai platform yang tersedia dan cara kerja sistem penjualan online. Mereka diajarkan keuntungan yang diperoleh dari penggunaan E-commerce, seperti peningkatan jangkauan pasar, kemudahan dalam transaksi, dan efisiensi dalam pengelolaan inventaris. Selain itu, pelaku UMKM juga diberikan informasi mengenai strategi pemasaran digital yang dapat diterapkan dalam Ecommerce. E-commerce sangat penting bagi pelaku UMKM, terutama setelah sosialisasi yang telah dilakukan mengenai pemanfaatan platform digital untuk penjualan produk. Dengan Ecommerce, pelaku UMKM dapat mengakses pasar yang lebih luas, tidak hanya terbatas pada konsumen lokal, tetapi juga menjangkau pelanggan dari berbagai daerah. (Tricahyo et al. , 2. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 Selama kegiatan sosialisasi berlangsung para peserta memiliki memperoleh wawasan baru mengenai produk-produk UMKM yang mereka miliki melalui aplikasi digital atau e-commerce sehingga mendapatkan pemahaman tentang strategi pemasaran produk UMKM agar meningkatkan penjualan (Indrawan et al. , 2. , selain itu para peserta juga akan di dampingi untuk pembuatan akun e-commerce. Dapat dilihat dari para pelaku UMKM yang telah berpartisipasi bersemangat ketika memasuki sesi kegiatan pelatihan ecommerce. Pada sesi pelatihan ini para UMKM bersama-sama didampingi untuk membuat sebuah akun Gambar 3. Sosialisasi E-Commerce UMKM pada salah satu e-commerce yang Persuasion mereka inginkan . hopee food, grab. Setelah dilakukannya kegiatan goje. , para anggota KKN SDGs sosialisasi akan dilanjutkan sesi kegiatan Kelompok 14 turut mengarahkan para pelatihan, pelatihan dilakukan untuk peserta sosialisasi untuk membuat akun di masing-masing e-commerce tersebut. pengetahuan baru bagi para peserta sehingga didapatkan ilmu-ilmu baru Decision untuk mengembangkan produk UMKM Setelah memperoleh pemahaman yang telah mereka miliki. Pada kegiatan yang mendalam mengenai digitalisasi pertama yaitu sosialisasi dan pelatihan dalam konteks UMKM dan menyadari fotografi ini pemateri memberikan berbagai hal keuntungan yang dapat arahan dan contoh kepada para peserta etentang bagaimana cara untuk membuat UMKM atau mengambil foto produk agar terlihat akhirnya mengambil keputusan untuk lebih menarik dimata para konsumen mengadopsi platform e-commerce (Marsudi et al. , 2. Oleh karena itu diberikan beberapa tips and trick untuk meningkatkan kualitas foto produk (Miftahurrohman UMKM. Pada proses fotografi dapat Keputusan ini terlihat jelas dengan digunakan beberapa teori yaitu dead adanya sejumlah pelaku UMKM yang center . eletakan produk di tenga. , rule mulai mendaftarkan usaha mereka di of trid, white space . emberikan ruang berbagai platform e-commerce, yang kosong lebih besar daripada obje. , menunjukkan komitmen mereka untuk layering dan depth, dan flat lay . oto dari beradaptasi dengan perkembangan Pada sesi ini para peserta (Putri et al. , 2. sosialisasi sangat antusias untuk melihat Antusiasme yang ditunjukkan bagaimana cara agar mendapatkan hasil oleh para pelaku UMKM sangat tinggi, foto produk yang menarik. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) mencerminkan harapan dan keyakinan mereka bahwa dengan memanfaatkan ecommerce, mereka tidak hanya dapat meningkatkan visibilitas produk mereka, tetapi juga memperluas jangkauan pasar (Retnowati et al. , 2. Dengan langkah ini, mereka berusaha untuk tetap relevan dan kompetitif di pasar yang semakin digital, serta memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh era teknologi informasi yang terus berkembang. Vol. 9 No. Mei 2025 menyampaikan bahwa mereka akan melanjutkan penggunaan e-commerce secara mandiri. Hal ini menjadi bukti bahwa pelatihan telah memberikan kepercayaan diri dan inisiatif bisnis peserta (Elshifa et al. Beberapa peserta bahkan mulai menggunakan fitur-fitur promosi yang menjadwalkan konten digital secara teratur, yang menunjukkan bahwa pengetahuan yang diperoleh tidak hanya diterapkan tetapi juga dikembangkan masing-masing (Hidayat et al. Konfirmasi ini inovasi, di mana teknologi tidak hanya digunakan sebagai alat bantu, melainkan sebagai bagian dari strategi pertumbuhan usaha yang berkelanjutan (Indrawan et Hasil dari wawancara yang dilakukan menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan ini sejalan dengan teori dikemukakan oleh Paul Romer dalam (Laili et al. , 2. yang menyatakan bahwa pengetahuan dan inovasi menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dari dalam suatu Melalui pelatihan ini, pelaku UMKM mendapatkan keterampilan baru dalam memanfaatkan teknologi digital, khususnya dalam bidang e-commerce. Dengan kemampuan yang baru mereka peroleh, para pelaku UMKM dapat mereka dan memperluas jangkauan usaha mereka ke pasar yang lebih luas. Hal ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi perkembangan usaha mereka secara individu tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal secara (Qomariyah et al. , 2. Pelatihan untuk UMKM ini memiliki efek pengganda . ultiplier effec. di mana investasi dalam pelatihan Implementation Pelaku UMKM mulai menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan ke dalam praktik nyata. Hal ini tercermin dari partisipasi aktif mereka dalam proses pembuatan akun e-commerce dan pengunggahan produk ke platform seperti Shopee. GrabFood, dan GoFood. Pendampingan teknis oleh tim KKN mempermudah proses transisi digital, terutama bagi peserta yang memiliki keterbatasan literasi teknologi (Indrawan et al. Selain itu, peserta mempraktikkan teknik fotografi produk untuk meningkatkan daya tarik visual dan memperkuat branding di media Proses ini menunjukkan bahwa pelatihan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi mampu diterapkan secara langsung dalam konteks usaha mereka (Hidayat et al. Peningkatan keterampilan ini mendukung efisiensi pemasaran digital dan memperluas peluang bisnis pelaku UMKM melalui media online (Nurmansyah et al. Confirmation Peserta menunjukkan penguatan keputusan dalam mengadopsi teknologi digital sebagai bagian dari strategi bisnis Berdasarkan informal dan catatan observasi, sebagian besar pelaku UMKM menyatakan kepuasan terhadap pelatihan dan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) menghasilkan dampak yang lebih besar pada pertumbuhan ekonomi, khususnya dalam meningkatkan kelas UMKM dan Produk Domestik Bruto (PDB) suatu Ketika UMKM mengikuti pelatihan, mereka tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga pengetahuan yang diterapkan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan strategi pemasaran mereka. (Rizky et al. Pertama, dengan keterampilan mereka yang lebih baik, dapat UMKM mereka. Seperti, mereka dapat memanfaatkan teknologi digital dan ecommerce untuk menjangkau lebih banyak pelanggan, yang pada gilirannya meningkatkan penjualan. Peningkatan penjualan ini akan menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi, yang dapat digunakan untuk reinvestasi dalam usaha, seperti memperluas kapasitas produksi atau meningkatkan kualitas (Azizah & Siswahyudianto. Kedua, ketika UMKM tumbuh menciptakan lebih banyak lapangan Peningkatan lapangan kerja ini tidak hanya mengurangi tingkat pengangguran, tetapi juga meningkatkan daya beli masyarakat. (Novitasari, 2. Dengan daya beli yang lebih tinggi, konsumsi masyarakat akan meningkat pertumbuhan ekonomi lokal. (Suhada et , 2. Ketiga, pertumbuhan UMKM yang lebih kuat akan berkontribusi pada peningkatan PDB. (Novitasari, 2. Ketika lebih banyak UMKM beroperasi dengan efisien dan menghasilkan lebih banyak produk dan layanan, kontribusi mereka terhadap PDB akan meningkat. (Sarif, 2. Hal ini menciptakan siklus positif dimana pertumbuhan ekonomi Vol. 9 No. Mei 2025 yang lebih tinggi dapat mendukung lebih banyak investasi dalam pelatihan dan pengembangan sehingga memperkuat efek pengganda. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada meningkatkan kapasitas digital pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Perak Barat. Kota Surabaya, agar mereka tidak hanya mengenal teknologi digital tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam pengelolaan bisnis, pemasaran, dan Menggunakan kualitatif, tim melakukan observasi langsung terhadap 18 UMKM aktif dan memberikan pelatihan komprehensif yang meliputi fotografi produk, branding media sosial, serta pemanfaatan platform e-commerce seperti Shopee. Shopee Food. GrabFood. GoFood, dilengkapi dengan pendampingan teknis pengunggahan produk. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan, persuasi, dan keputusan UMKM untuk mengadopsi ecommerce, diimplementasikan melalui partisipasi aktif dalam pembuatan akun dan pengunggahan produk. Konfirmasi dari peserta menunjukkan kepuasan dan penggunaan e-commerce secara mandiri, promosi digital. Pelatihan ini sejalan dengan teori pertumbuhan endogen, menciptakan efek pengganda yang UMKM, lapangan kerja, peningkatan daya beli masyarakat, dan pada akhirnya, peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) lokal, sekaligus mengatasi Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) sebelumnya dihadapi UMKM di wilayah Vol. 9 No. Mei 2025 Pengabdian Kepada Masyarakat, 7. , 248-256. Istanti. , & Mahmdi. Optimalisasi Penggunaan Medsos Branding Produk Umkm Di Di Desa Kalanganya Kecamatan Sedati Sidoarjo. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1. , 41-49. Laili. , & Setiawan. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan UMKM Sentra Batik Di Kota Pekalongan. Diponegoro journal of economics, 9. Maharani. Hidayat. , & Dianita, . Penerapan Digital Marketing Pada Konteks Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Womenpreneur Maima Indonesia. Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran Dan Penelitian, 7. , 699-709. Marsudi. Hanif. , & Husna. Workshop Upscale Product AuStandarisasi UMKM Sebagai Strategi Pengembangan Perekonomian Desa JantiAy. Amaluna: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1. Miftahurrohman. Sediyono. Eko. Nugraha. Albert Kriestian Novi Adhi. The Model of the Sustainability E-commerce Adoption: A Study on Carved Furniture SMEs in Indonesia. Technium Soc. Sci. , 30, 466. Nurmansyah. Rahayu. , & Hendrayati. Digital marketing trends and innovations in Indonesia: A qualitative exploration of emerging practices. Kontigensi: Jurnal Ilmiah Manajemen, 12. , 5053. Novitasari. Kontribusi ekonomi era digitalisasi melalui peran JABE (Journal of REFERENSI