1023 JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Meningkatkan Pemahaman Budaya dan Kebhinekaan Peserta Didik Sekolah Dasar Negeri 10 Pamulutan Barat. Ogan Iir. Palembang Sumatera Selatan 1,2,3 Article History: Received: 27 Maret 2025 Revised: 07 Mei 2025 Accepted: 11 Mei 2025 Keywords: Pertukaran Mahasiswa Mandiri. Kontribusi Sosial. Modul Nusantara Najlah1. Moch SafiAoi2. Adita Nafisa3 Universitas Islam Raden Rahmat Malang. Indonesia E-mail: najlah081@gmail. Abstract: Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) merupakan bagian dari program merdeka belajar kampus merdeka/MBKM yang merupakan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. PMM memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di perguruan tinggi lain di Indonesia. Universitas Sriwijaya menerima mahasiswa dari luar Palembang melalui program PMM, dengan fokus pada penguatan persatuan dalam keberagaman budaya Bali dan kearifan lokal melalui modul Nusantara. Kegiatan terakhir berupa sumbangan sosial dari kelompok Bumi Sriwijaya dilaksanakan di SDN 10 Pamulutan Barat Palembang. Sumatera Selatan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan dampak positif bagi anak-anak SDN 10 Pamulutan Barat, meningkatkan pemahaman anakanak tentang keberagaman Indonesia, memberikan pemahaman tentang keberagaman Indonesia, dan memberikan edukasi tentang stop bullying. Dalam kegiatan bakti sosial ini siswa PMM 3 berupaya untuk membangun kesadaran akan keberagaman budaya Indonesia, keberagaman dan pendidikan untuk menghentikan bullying, selain itu siswa PMM 3 memberikan bantuan kepada SDN 10 Pamulutan Barat berupa alat-alat pendukung kegiatan belajar mengajar diantaranya: Alat tulis. Spidol whiteboard, penghapus, penggaris, jam dinding, buku, rak sepatu, foto pahlawan dan perlengkapan lainnya. PENDAHULUAN Keberagaman merupakan kondisi di dalam masyarakat yang terdapat perbedaan yang ada dari mulai suku, bangsa, agama, ras dan budaya, keberagaman disebut juga sebagai suatu kemajemukan yang dimiliki bangsa indonesia yang merupakan salah satu kekayaan serta keindahan yang menjadi sebuah ciri khas dari bangsa indonesia. Keberagaman ini menggambarkan bahwa bangsa indonesia memiliki banyak perbedaan dan bahkan wilayah satu dan lainnya tidak dapat disamakan, akan tetapi keberagaman ini tetap terbentuk dalam satu ikatan bangsa yang utuh. Oleh karena itu, bangsa indonesia harus hidup berdampingan dengan saling a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 menghargai perbedaan dan saling toleransi. Keberagaman yang dimiliki ini dapat menjadi jati diri dan kekayakan bagi bangsa indonesia, ketika setiap wilayah saling bersinergi dan bekerja sama untuk membangun bangsa Program mahasiswa merdeka merupakan salah satu program unggulan yang diselenggarakan oleh Direktorat jenderal pendidikan tinggi. Program tersebut bertujuan agar mahasiswa tidak hanya memperluas kompetensi akademiknya tapi juga dapat membangun semangat gotongroyong dalam keanekaragaman dan menggali inspirasi-inspirasi dari tokoh-tokoh daerah. Program merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia untuk menghadapi era revolusi industri 4. 0 kampus merdeka memberikan tantangan dan kesempatan keoada mahasiswa untuk mengembangkan berbagai soft skill dan hard skil (Anwar. Dalam hal ini mahasiswa diberikan kebebasan dalam memilih perkulihan di kampus lainnya diluar program studi pilihannya sendiri menjdi salah satu konsep merdeka belajar. Program pertukaran mahasiswa merdeka (PMM) merupakan kegiatan bertukarnya mahasiswa antar satu pulau ke pulau lainnya selama satu semester, program PMM juga memberikan pengalaman kebhinekaan, budaya dengan sistem alih kredit kurang lebih 20 SKS. Berdasarkan direktorat jenderal pendidikan tinggi tujuan program pertukaran mahasiswa merdeka adalah . menumbuhkan rasa cinta mahasiswa terhadap keberagaman budaya tanah air . menunjang penguatan kompetensi yang bisa menjadi bekal berharga bagi karier mahasiswa dimasa mendatang . mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi calon pemimpin bangsa dan negara. Selain itu dalam pertukaran mahasiswa merdeka (PMM) memiliki mata kuliah wajib yang dinamakan Modul Nusantra, mata kuliah tersebut memungkinkan mahasiswa untuk melihat dan mempelajari budaya/kearifan lokal di wilayah tempat penerima perguruan tinggi (Muhammad Rafly & Ivan Achmad Nurcholis, 2. Modul nusantara merupakan mata kuliah yang wajib di ambil oleh mahasiswa yang mengikuti program PMM, modul nusantara merupakan rangkaian yang didesain berupa kegiatan kebinekaan, inspirasi, refkeksi, dan kontribusi sosial yang memfokuskan untuk menciptakan pemahaman komprehensif mahasiswa melalui pembimbingan secara berurutan dan berulang. Kegiatan-kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan kebudaya Nusantara yang bersumber dari berbagai golongan, suku, ras dan kepercayaan (Tim pertkuran mahasiwa Merdek. Dalam hal ini modul nusantara yang dimaksudkan adalah untuk memaksimalkan ruang perjumpaan antar mahasiswa di berbagai pulau, menambah keilmuan dan pemahaman, serta menambah rasa toleransi. Toleransi merupakan suatu sikap atau perilaku manusia yang mengikuti peraturan, dimana seseorang dapat menghargai, menghormati terhadap perilaku orang lain (Asma Desi Ratna Sari, 2. Sikap toleransi ini dapat mendukung terciptanya kerukunan antar suku. Modul nusantra dimaksudkan untuk memaksimalkan ruang perjumpaan mahasiswa antar berbagai pulau, menambah keilmuan serta menambah makna toleransi. Dalam hal ini toleransi merupakan sikap atau perilaku manusia yang mengijuti aturan, dimana seseorang dapat saling menghargai, menghormati terhadap perilaku orang lain (Bakar 2. dalam hal ini tidak diperbolehkan sikap diskriminasi terhadap orang yang berbeda kelompok atau golongan dalam suatu masyarakat merupakan sikap toleransi dalam konteks sosial, budaya, dan agama (Anwar. Pada kegiatan akhir modul nusantara terdapat kegiatan kontribusi sosial yang bertujuan untuk memberikan dampak sosial kepada masyarakat. Modul nusantara yang dilakukan mahasiwa pada bulan Desember di SDN 10 Pamulutan Barat Desa seri bandung kabupaten ogan a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 ilir sumatera selatan. Kontribusi sosial yang dilakukan mahasiswa bersama pembina mengajak anak-anak SDN 10 pamulutan barat untuk lebih mengenal keanekaragaman suku, budaya, agama di indonesia dan memberikan bantuan perlengkapan untuk media pembelajaran. Mahasiswa juga memberikan kegiatan pembelajaran kepada peserta didik SDN 10 Pamulutan barat. Melalui kegiatan modul nusantra mahasiwa dan pembina memberikan kontribusi untuk lebih mengenal kebinekaan dan keanekaragaman suku, budaya dan agama di indonesia. METODE Dalam kegiatan kontribusi sosial di SDN 10 Pamulutan barat. Sumatera selatan, peneliti menerapkan metode yang terstruktur dan partisipatif untuk memastikan efektivitas program. Pertama, kelompok Bumi Sriwijaya melakukan survei awal untuk mengidentifikasi kebutuhan dan kondisi sekolah dasar negeri 10 Pamulutan Barat. Dalam survei ini melibatkan wawancara dengan kepala sekolah dan staf guru lainnya terkait apa saja yang dibutuhkan oleh SDN 10 Pamulutan ini, setalah mendapatkan informasi hal yang dibutuhkan oleh SDN 10 Pamulutan. Kelompok Bumi Sriwijaya membuat rencana untuk memberikan materi melalui Presentasi Interaktif dan diskusi kelompok, sehingga siswa daoat terlibat aktif dan memahami pentingnya toleransi serta penghargaan terhadap sebuah perbedaan. Gambar 1. Survei Lokasi SDN 10 Pamulutan Barat. Ogan ilir. Sumatera Selatan Kegiatan kontribusi sosial ini dilakukan dalam satu hari, selama kegiatan berlangsung. Kelompok Bumi Sriwijaya memberikan meteri Tema Kebhinekaan dan Tema Cegah Bullying yang bertujuan untuk memberikan pemahaman terhadap siswa mengenai bullying, mencegah adanya Bullying, serta dampak dari adanya Bullyingselain itu Kelompok Bumi Sriwijaya juga memberikan bantuan alat penunjuang pendidikan, seperti Buku. Alat tulis. Tong sampah. Rak sepatu. Jam dinding, dan lain sebagainya untuk mendukung proses belajat mengejar di Selama kegiatan berlangsung. Kelompok Bumi Sriwijaya melakukan monitoring untuk mengevaluasi pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan serta dampak dari bantuan yang diberikan. Dengan pendekatan ini, diharapkan pengabdian masyarakat tidak hanya memberikan manfaat langsung tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya keberagaman di kalangan siswa SDN 10 Pamulutan Barat. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Gambar 2. Diagram Tahap Kontribusi Sosial HASIL DAN PEMBAHASAN Pada kegiatan akhir modul nusantara dari kelompok Bumi Sriwijaya melakukan kontribusi sosial di SDN 10 Pamulutan Barat. Sumatera Selatan. Dengan mengangkat tema Kebinekaan Dalam kegiatan kontribusi sosial ini dimulai dari jam tujuh berangkat dari rusunawa universitas sriwijaya dengan bus ke SDN 10 Pamulutan barat, jam 8 sampai di lokasi di lanjutkan dengan breafeeng dan menyapa murid-murid dalam hal ini Kelompok Bumi Sriwijaya melihat antusias para murid-murid SDN 10 pamulutan meraka sangat bersemangat sekita jam setengah sembilan kegiatan di mulai dengan sambutan oleh kepada sekolah SDN 10 Pamulutan barat ibu supriati Spd, kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh ketua pelaksana, dan pembina modul nusantara bumi sriwijaya. Setelah sambutan-sambutan selesai dilanjutkan dengan materi-materi yang telah di siapkan oleh panitia yaitu kebinekaan, keragaman, media pembelajaran dan yang terahir bulliying, setelah penyemapaian materi selesai murid-murid diberikan waktuistirahat dengan makan yang telah di siapkan oleh panitia setelah murid-murid selesai makan dilanjutkan dengan penyerahan piagam kepada kepala sekolah SDN 10 pamulutan, dan dilanjutkan dengan penyerahan pemberian dari kelompok bumi sriwijaya sebagai bentuk kontribusi sosial terhadap sekolah dasar. Jam satu siang penutupan dari kontribusi sosial, dan di akhiri dengan sesi foto bersama dengan para guru SDN 10 oamulutan, murid-murid, dan para panitia kontribusi sosial. Alhamdulillah kegiatan akhir modul nusantara yaitu kotribusi sosial di SDN 10 Pamulutan barat berjalan dengan lancar. dalam kegiatan ini kelompok bumi sriwjaya memiliki beberapa program kerja yaitu: Memberikan Materi Kebhinekaan Dalam kegiatan kontribusi sosial ini, kelompok Kelompok Bumi Sriwijaya memberikan materi mengenai kebhinekaan, yang disampaikan kepada anak-anak dengan tujuan untuk mendorong kerukunan sosial, meminimalisir konflik antar individu atau kelompok, serta meningkatkan keberagaman dan kreativitas dalam pemecahan masalah. Selain itu materi kebinekaan ono sangat penting dalam konteks pendidikan, di mana pemahaman tentang perbedaan agama, suku, dan bahasa dapat membentuk karakter siswa yang lebih toleran dan inklusif. pendidikan kebhinekaan bertujuan untuk mengarahlan siswa-siswi sekolah untuk membentuk suasana yang a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 saling menghormati dan menghargai kemajemukan. Penerapan pembelajaran berbasis kebhinekaan/multikultural di sekolah dapat menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap persamaan hak dan kewajiban, serta memiliki sense of belonging di antara siswa dari berbagai latar belakang (Rambe et al. , 2. Dengan demikian, pendidikan kebhinekaan tidak hanya berfungsi sebagai pengenalan terhadap perbedaan, tetapi juga sebagai alat untuk membangun solidaritas dan kerjasama antara siswa. Dalam penyampaian materi ini, kelompok Modul Nusantara Kelompok Bumi Sriwijaya menggunakan pendekatan yang interaktif dan kontekstual. Hal ini sejalan dengan rekomendasi dari pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan yang menyatakan bahwa penyajian pokok bahasan penilaian budaya sebaiknua bersifat kontekstual dan menekankan perlunya memelihara kebhinekaan sebangai modal dasar pembangunan dalam penelitian (Setyaningsih & Setyadi, 2. Dengan demikian, materi kebhinekaan yang Kelompok Bumi Sriwijaya ajarkan di SDN 10 Pamulutan Barat tidak hanya memberikan pengetahuan tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan sosial yang diperlukan untuk hidup dalam masyarakat majemuk. Gambar 3. Penyampaian Materi tantang Kebhinekaan Memberikan Materi Keberagaman Dalam kegiatan ini. Kelompok Bumi Sriwijaya menyampaikan materi mengenai keberagaman yang ada di Indonesia kepada Siswa di SDN 10 Pamulutan Barat Sumatera Selatan. Materi ini bertujuan agar murid-murid sekolah dasar dapat lebih mengenal dan memahami keragaman suku, budaya dan agama yang menjadi viri khas bangsa Indonesia. Penyamapaian Materi dilakukan oleh beberapa tim yang masingmasing fokus pada aspek keberagaman suku, budaya, dan agama. Keberagaman suku bangsa di Indonesia sangat luas, terdiri dari lebih dari 1. 300 suku yang tersebar di berbagai pulau termasuk Pulau Jawa. Kalimantan. Nusa Tenggara. Bali, dan Sulawesi. Pemahaman tentang keberagaman suku bangsa sangat penting untuk membangun sikap toleransi di kalangan siswa (Ester et al. , 2. (Ester. Tyananda, and Prayoga Materi ini juga mencakup keberagaman budaya yang ada di indonesia, termasuk perbedaan adat istiadat dan seni. Ketika siswa diajarkan untuk menghargai perbedaan budaya, mereka cenderung memiliki sikap lebih terbuka dan empatik terhadap teman-teman dari latar belakang yang berbeda (Pokhrel, 2. Dengan mengenal berbagai lesenian daerah seperti tari trandisional dan musik, siswa dapat memahami kekayaan budaya yang menujukkan bahwa pendidikan tentang keberagaman budaya dapat meningkatkan rasa saling menghormati antar individu. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Materi juga mencakup keberagaman budaya yang ada di Indonesia, termasuk perbedaan adat istiadat dan seni. Penelitian menunjukkan bahwa ketika siswa diajarkan untuk menghargai perbedaan budaya, mereka cenderung memiliki sikap lebih terbuka dan empatik terhadap teman-teman dari latar belakang yang berbeda (Hanum & Rahmadonna, 2. Melalui pemahaman tentang Bhinneka Tunggal Ika, siswa diajarkan bahwa meskipun ada perbedaan dalam hal agama dan kepercayaan, kita semua adalah bagian dari bangsa indonesia yang satu. Gambar 4. Penyampaian Materi tantang Keberagaman Media Pembelajaran Dalam pembuatan media pembelajaran ini. Kelompok Bumi Sriwijaya menyusun tema Keberagaman dengan membuat Peta Indonesia yang menggambarkan berbagai pulau serta Puzzle baju adat khas dari masing-masing pulau. Dalam kegiatan ini, terdapat permainan dimana siswa menempelkan puzzle baju adat ke peta sesuai dengan asal baju adat tersebut. Siswa yang berhasil menempelkan puzzle dengan benar diberikan hadiah, sehingga menciptakan suasan belajar yang menyenangkan dan meningkatkan semangat mereka untuk mengenal baju adat dari berbagai daerah indonesia. Penggunaan media visual dalam pendidikan, seperti peta dan puzzle, terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Media pemebalajaran berbasis visual dapat membantu siswa memahami keberagaman suku bangsa dan budaya di indonesia dengan lebih baik. Dengan media yang menarik, siswa lebih mudah mengingat informasi terkait keberagaman yang ada di Indonesia. Permainan interaktif seperti menempelkan Puzzle juga memiliki dampak positif terhadap motivasi belajar siswa, penerapan metode pembelajaran yang melibatkan aktivitas fisik dan interaksi sosial dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar (Asma Desi Ratna Sari, 2. Kegiatan ini tidak hanya membuat pembelajaran menjadi lebih menarik tetapi juga mendorong siswa untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan yang menyenangkan, sehingga meningkatkan daya ingat mereka terhadap materi yang dipelajari. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Gambar 5. Media Pembelajaran Memberikan Materi Stop Bullying Bullying merupakan masalah serius yang dapat berdampak negatif pada perkembangan psikologis, sosial, dan akademis anak-anak. Tindakan bullying dapat menyebabkan truma jangka panjang bagi korban, menggangu proses belajar, dan menurunkan rasa percaya diri (Ilhami et al. , 2. Oleh karena itu, penting bagi siswa untuk memahami definisi bullying dan dampaknya. Dalam konteks ini, kegiatan di SDN 10 Pamulutan Barat bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang bahaya bullying dan pentingnya menciptakan lingkungan yang saling Dalam pelaksanaan materi ini. Kelompok Bumi Sriwijaya menggunakan metode pembelajaran interaktif yang melibatkan siswa secara aktif. Penggunaan metode partisipatif dalam pendidikan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap isu-isu sosial seperti bullying (Kristi et al. , 2. Dengan memperagakan situasi bullying dan mendiskusikannya secara terbuka, siswa diajak untuk berempati dengan korban dan memahami bagaimana cara melaporkan kejadian tersebut dengan aman. Kegiatan ini juga mencakup Role-playing yang memungkinkan siswa berlatih merenspons situasi bullying secara langsung. Gambar 6. Penyampaian Materi Stop Bullying Penyerahan perlengkapan serta alat-alat pendudukung dalam sekolah dasar Dalam kegiatan kontribusi sosial ini, kelompok Bumi Sriwijaya memberikan a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 berbagai bantuan kepada SDN 10 Pamulutan Barat. Sumatera Selatan, termasuk jam dinding. Foto-foto Pahlawan. Alat Tulis. Buku. Rak sepatu, serta perlengkapan Bantuan ini bertujuan untuk mendukung proses belajar mengajar di sekolah dan meningkatkan fasilitas pendidikan bagi siswa. Sebuah dukungan fasilitas pendidikan yang memadai berkontribusi pada peningkatan motivasi dan prestasi belajar siswa. Menurut studi oleh (Jannah et al. , 2. penyediaan sarana dan prasarana yang baik di sekolah dapat meningkatkan minat belajar siswa serta mendorong mereka untuk lebih efektif dalam kegiatan pembelajaran. Dengan alat tulis dan buku yang cukup, siswa dapat melakukan kegiatan belajar dengan lebih efektif, sementara rak sepatu membantu menciptakan lingkungan yang lebih teratur dan nyaman di sekolah. Dengan adanya bantuan ini di SDN 10 Pamulutan Barat. Sumatera Selatan, diharapkan dapat terciptanya lingkungan belajar yang lebih baik dan mendukung perkembangan siswa secara keseluruhan. Kegiatan akhir kontribusi sosial pertukaran mahasiswa merdeka Batch 3 ini juga mencerminkan kepedulian terhadap pendidikan dan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam mencerdaskan anak bangsa. Sebagaimana di ungkapkan dalam laporan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan . , partisipasi masyarakat dalam pendidikan sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Melalui kontribusi ini, kelompok Bumi Sriwijaya tidak hanya memberikan bantuan fisik tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di kalangan siswa dan masyarakat sekitar. Setalah acara berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian bingkisan kepada murid-murid SDN 10 Pamulutan Barat. Sumatera Selatan. Bingkisan ini berisi buku, alat tulis, susu, dan sncak, yang dirancang untuk mendukung kebutuhan belajar dan kesehatan siswa. Pembagian bingkisan ini tidak hanya memberikan manfaat praktis, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan semangat belajar siswa. Gambar 7. Penyerahan Piagam dan Perlengkapan Lainnya KESIMPULAN Program kontribusi sosial dalam kerangka Modul Nusantara yang dilaksanakan oleh Mahasiswa di SDN 10 Pamulutan Barat. Sumatera Selatan, menunjukkan bahwa pendekatan pendidikan yang berbasis multikultural dan kebhinekaan memberikan dampak positif bagi para peserta didik. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk memahami dan menghargai beragam suku, budaya, dan agama yang terdapat di Indonesia, sehingga dapat membangun sikap toleransi serta a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 penghormatan terhadap perbedaan dalam lingkungan mereka. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini, seperti survei kebutuhan, penyampaian materi secara interaktif, dan pemberian bantuan sarana pendidikan, terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa. Materi yang disampaikan mengenai kebhinekaan, keberagaman budaya, dan edukasi anti-bullying mampu membangkitkan kesadaran siswa akan pentingnya hidup harmonis dalam masyarakat yang beragam. Tidak hanya menyampaikan pemahaman konseptual, kegiatan ini juga melibatkan pembuatan media pembelajaran interaktif, seperti peta budaya dan puzzle baju adat, yang membuat proses belajar menjadi lebih menarik bagi siswa. Pemanfaatan alat bantu visual terbukti dapat meningkatkan minat belajar dan memperkuat pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Program kontribusi sosial ini juga memberikan dampak nyata bagi SDN 10 Pamulutan Barat dengan penyerahan perlengkapan sekolah, seperti alat tulis, buku, jam dinding, dan rak Bantuan ini diharapkan dapat mendukung proses belajar mengajar dan menciptakan suasana sekolah yang lebih kondusif. Secara keseluruhan, program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa, tetapi juga bagi mahasiswa yang terlibat. Mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam berinteraksi dengan masyarakat, serta meningkatkan keterampilan sosial mereka, sekaligus memperdalam pemahaman terhadap keberagaman budaya di Indonesia. Program ini menjadi bukti konkret bahwa program pertukaran mahasiswa merdeka (PMM) dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan sumber daya manusia yang inklusif dan berwawasan luas. UCAPAN TERIMA KASIH