Perbandingan Profil Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED SP) Rini Arvika Sari Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Bengkalis Jalan Bathin Alam. Sei. Alam. Bengkalis-Riau Kode Pos 28715 Email: riniarvika@polbeng. Abstract: The comparison of analysis and of economic effortAos profil saving and loan village (UED SP) in Bantan Tengah district Bengkalis regency. The background of the research was UED SP program as the government effort to reduce destitute society in economic policy continuously. Meanwhile there were some obstacle in implementation of UED SP activities were not effective in the real implementation. Its can be proven from the arrear every month and abuse fund from UED SP members. The objectives of the research were to know the profil comparison of UED SP from every effort that conducted by the profiter. And the implementation of saving and loan village economic policy program UED SP in Bantan Tengah district Bengkalis regency. The method that used qualitative and descriptive resign for collected the information from implementation of UED SP Program. The result of the research showed that there is significant effect of UED SP program toward receiverAos income. It can conclude that there was a significant effect increasing of UED SP profilterAos income. The significant factors that can influentialy the income of profilter UED SP such as education level, effort experience, family financial burden in addition the highest participation if the society more active in every steps in program, the succesfully of the purpose of main financial capital in the development program to increase social welfare of society in bantan village bantan district Bengkalis regency. Keywords: the implementation UED SP programs, development abd social welfare of society, profile Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil perbandingan UED SP dari setiap usaha yang di jalankan oleh pemanfaat, dan pelaksanaan Program Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED) SP di Desa Bantan Tengah Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis. Metode yang di gunakan adalah kualitatif yang bersifat deskriptif untuk memperoleh informasi tentang pelaksanaan Program UED SP. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh program UED SP terhadap pendapatan para penerimanya sangat signifikan. Hal ini dapat diketahui dari peningkatan pendapatan para pemanfaat UED SP tersebut. Faktor-faktor yang secara signifikan mempengaruhi pendapatan para pemanfaat UED SP adalah tingkat pendidikan, pengalaman usaha, jumlah tanggungan Selain itu Tingginya partisipasi keterlibatan masyarakat untuk berperan aktif dalam setiap tahapan program kegiatan, merupakan modal utama dalam keberhasilan program pembangunan yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Bantan Tengah Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis. Kata Kunci: Pelaksanaan Program UED SP. Pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat, profil LATAR BELAKANG Kemiskinan dan kesenjangan masih pembangunan di Indonesia. Komitmen negara Indonesia terhadap pengentasan kemiskinan sudah diakui dan dimulai sejak awal pemerintahan Indonesia merdeka. Penanggulangan kemiskinan merupakan salah satu tujuan terpenting negara yang harus dipenuhi sekaligus sebagai tujuan pembangunan nasional yang harus dicapai. Pengentasan multidimensional memerlukan banyak tangan dan membutuhkan banyak pihak yang memiliki kemampuan. Fenomena kemiskinan yang bertolak belakang dengan kekayaan sumber daya alam Riau khususnya Kabupaten Bengkalis, mengindikasikan bahwa kemiskinan di Riau termasuk Kabupaten Bengkalis bukan disebabkan oleh kemiskinan alami, tetapi lebih disebabkan kemiskinan struktural yang Kondisi ini berakibat Kabupaten Bengkalis dalam memperoleh hak yang paling mendasar dalam bidang sosial, ekonomi, pembangunan dan politik. Akar permasalahannya adalah kebijakan pembangunan yang belum fokus pada Penanggulangan pemberdayaan masyarakat sebagai pendekatan operasional, merupakan wujud komitmen pemerintah dalam merealisasikan kesejahteraan bagi masyarakat. Program Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED SP) merupakan perwujudan nyata dari upaya men-anggulangi kemiskinan di Kabupaten Bengkalis. Jurnal Eksos. Juni 2017. Th. Xi. No. UED-SP adalah lembaga pedesaan yang bergerak di bidang keuangan untuk mendorong/menunjang usaha produktif di desa, usaha ekonomi produktif ini merupakan prakarsa dari masyarakat sendiri untuk meningkatkan taraf hidupnya. Adapun visi dari UED SP Bantan Jaya Desa Bantan Tengah berdasarkan petunjuk teknis yaitu menjadi suatu lembaga kemiskinan melalui program pemberdayaan. Sedangkan misi UED SP Bantan Jaya Desa Bantan Tengah adalah: Meningkatkan dorongan berusaha bagi anggota masyarakat yang berpenghasilan Mendorong usaha sektor informal untuk penyerapan tenaga kerja bagi masyarakat Meningkatkan peranan masyarakat dalam kelembagaan kelurahan. Meningkatkan kebiasaan gotong royong dalam masyarakat. Berdasarkan pra survei di lapangan, pemanfaat, dalam hal ini adalah masyarakat yang diberi pinjaman tidak dapat mengembalikan angsuran pinjaman sesuai dengan waktu yang telah di tetapkan. Ada sebagian masyarakat di bidang jenis penunggakan dalam mengembalikan Hal permasalahan-permasalahan berikut: Dalam hal pembayaran, masyarakat tidak mampu mengembalikan dana pinjaman dalam siklus yang ditetapkan, artinya masyarakat desa ada yang melakukan tunggakan, dalam hal. Telah terjadi penyalahgunaan dana pemanfaat, dimana dana tersebut digunakan untuk modal usaha tetapi sebaliknya mereka menggunakan untuk biaya konsumtif. Adanya keterlambatan pembayaran oleh peminjam, dalam hal ini peminjam tersebut melewati tanggal yang sudah di tetapkan oleh pengurus UED SP. Tabel 1. Data masyarakat yang mendapatkan pinjaman Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED SP) berdasarkan jenis usaha Jenis Usaha Jumlah Orang Rupiah Perdagangan (D) Pertanian (T) Perkebunan (K) Perikanan (I) Peternakan (T. Industri Kecil (I. Jasa (J) Jumlah (Sumber: Kantor UED SP Bantan Jaya Desa Bantan Tenga. Berdasarkan permasalahan tersebut maka, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: AuBagaimanakah pengembangan Usaha pemanfaat Dana Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED SP) Di desa Bantan Tengah Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis?Ay II. RERANGKA TEORI Konsep Kemiskinan Kemiskinan sering diartikan sebagai ketidakmampuan untuk memenuhi standar hidup minimum (Kuncoro. , namun persoalan kemiskinan tidak sesederhana hal tersebut, karena kemiskinan biasanya hanya diukur dari kondisi fisiknya saja, padahal kemiskinan bersifat multi kompleks dan multi dimensional antara lain terkait dengan kesejahteraan, akses terhadap sumber daya, pendidikan kesejahteraan, perlindungan hukum dan hak-hak politik. Sementara oleh Dewanta . alam Suryono, beberapa penyebab orang menjadi miskin, antara lain: Perbedaan akses ekonomi yang dimiliki. Ketidakberuntungan yang dimiliki oleh kelompok masyarakat miskin. Ketimpangan distribusi. Pembangunan analog sebagai ideologi. Strategi industrialisasi, dan Intervensi pemerintah. Untuk mengatasi kendala-kendala pelaksanaan dalam upaya penanggulangan kemiskinan diperlukan adanya konsep dan strategi pembangunan yang mampu Pemberdayaan tersebut dimaksudkan guna lebih mendayagunakan semua potensi ekonomi sosial untuk dapat dikembangkan secara optimal yang bertumpu pada Perbandingan Profil Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED SP) kepentingan rakyat . eople centred developmen. Pemberdayaan Masyarakat Secara konseptual, pemberdayaan atau pemberkuasaan . , berasal dari AupowerAy . ekuasaan Karena pemberdayaan bersentuhan dengan konsep mengenai kekuasaan. Kekuasaan seringkali dikaitkan dengan kemampuan kita untuk membuat orang lain melakukan apa yang kita inginkan, terlepas dari keinginan dan minat mereka (Suharto, 2. Kartasasmita . alam Soejono Abipraja, 2. , mengatakan bahwa membangun dengan mendorong atau AuempoweringAy membangkitkan kesadaran akan potensi yang dimiliki masyarakat serta berusaha untuk mengembangkannya. Selanjutnya. Kartasasmita menguraikan bahwa proses pemberdayaan masyarakat mengandung tiga tindakan penting didalamnya, yaitu: Menciptakan suasana atau iklim yang menunjukkan potensi pihak yang kuat dari luar dapat dimanfaatkan untuk Memperkuat potensi atau daya dari dalam yang dimiliki oleh masyarakat untuk dapat memanfaatkan potensi pihak Melindungi dan mencegah terjadinya persaingan yang tidak seimbang serta mencegah eksploitasi yang kuat atas yang lemah. Kendala Kendala Dalam Proses Pemberdayaan Masyarakat Pada umumnya tiap kegiatan atau program kemasyarakatan, tidak jarang kita Jurnal Eksos. Juni 2017. Th. Xi. No. temui hambatan atau kendala yang memengaruhi kelancaran program kegiatan yang dilaksanakan. Kendala-kendala yang pemberdayaan masyarakat miskin menurut Kiswondo . problematik kultural, yaitu disebabkan oleh tingkat pendidikan masyarakat yang rendah sehingga menimbulkan masalah kultural seperti etos kerja yang rendah dan adat istiadat yang tidak mendukung. problematik struktural, yaitu disebabkan oleh adanya kebijakan pembangunan yang kurang mendukung proses pemberdayaan permodalan, teknologi dan pasar. Penelitian Terdahulu Parikha . dengan judul Studi Evaluasi Kebijakan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Program Pengembangan Kecamatan (PNPM-PPK) di Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal 2007. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum proses kegiatan PNPM-PPK di Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal pada tahun 2007 telah berjalan dengan lancar dan sesuai dengan prosedur yang ada. Namun keberhasilan proses tersebut tidak di iringi dengan keberhasilan tujuan utamanya yaitu pengentasan kemiskinan. C Amri . telah mengadakan penelitian dengan judul Analisis pengembalian Kredit Usaha Ekonomi Kelurahan Simpan Pinjam (UEK-SP) pada pemberdayaan Kelurahan (PPK) di Kabupaten Rokan Hulu. Tujuan penelitian ini adalah . mengetahui tingkat partisipasi anggota UEK-SP dalam pembangunan kelurahan di Kabupaten Rokan Hulu. mengetahui dan menganalisis pengelolaan kegiatan UEKSP di Kabupaten Rokan Hulu, . mengetahui dan menganalisis tingkat kelancaran pengembalian Kredit pinjaman modal dan faktor-faktor Karakteristik apa pengembalian kredit pinjaman modal UEK-SP. METODE PENELITIAN Lokasi Penelitian Berdasarkan berbagai aspek tersebut maka lokasi penelitian yang ditetapkan adalah Desa Bantan Tengah Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis. Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian kualitatif, peneliti sendiri yang menjadi instrumen utama yang terjun ke lapangan dan berusaha sendiri mengumpulkan informasi melalui observasi, kuesioner, wawancara dan studi dokumen. Wawancara yang dilakukan sering bersifat terbuka dan tak berstruktur. Teknik Pengambilan Sampel Jumlah Pemanfaat UED SP Desa Bantan Tengah Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis sampai bulan Januari 2016 adalah sebanyak 541 orang pemanfaat. Yaitu perdagangan berjumlah 80 orang, pertanian berjumlah 20 orang, perkebunan berjumlah 300 orang, perikanan berjumlah 15 orang, peternakan berjumlah 31 orang, industri kecil berjumlah 53 orang dan di bidang jasa berjumlah 42 orang. Adapun dari jumlah populasi 541 orang Besarnya jumlah sampel yang akan di ambil dari pemanfaat kredit UED SP adalah: Dari bidang perdagangan diambil sampel sebanyak 24 orang, bidang jasa 17 orang, bidang industri kecil 10 orang, bidang pertanian 5 orang, bidang perkebunan 17 orang, bidang peternakan 10 orang, bidang perikanan 4 orang. Sehingga besar sampel yang di ambil adalah 87 orang. Teknik Analisa Data Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisa model interaktif. Menurut Miles dan Huberman . dalam analisa model interaktif ada tiga komponen analisis, yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan Analisis ini dilakukan dalam bentuk interaktif pada setiap komponen utama tersebut. Proses analisa interaktif ini dapat disajikan dalam gambar 1. IV. PEMBAHASAN Karakteristik Pemanfaat Kredit Karakteristik pemanfaat kredit yang terdiri dari umur, tingkat pendidikan, pengalaman berusaha, jumlah tanggungan Pendapatan Luar Usaha. Pendapatan usaha, dan besar pinjaman. Karakteristik pemanfaat kredit pada Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED SP) Desa Bantan Tengah Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis. Dapat diambil simpulan bahwa tingkat umur pemanfaat kredit pada Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED SP) Desa Bantan Tengah Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis paling dominan berusia 41-50 tahun, dimana pada umur 41-50 tahun merupakan umur dimana pemanfaat kredit UED-SP berusia kurang produktif dan banyak membutuhkan dana untuk berusaha, hal ini juga di sebabkan karena pada umur mengalami pengeluaran dalam menjalankan profesinya masing-masing. Beda dengan pemanfaat kredit pada kelompok umur 2030 tahun, dimana terdapat 6,90% pemanfaat Perbandingan Profil Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED SP) kredit yang menjadi pemanfaat kredit UEDSP. Hal ini mungkin di sebabkan karena pemanfaat kredit pada umur ini di UED SP mendapat kendala dalam berusaha. Pengumpulan Reduksi Penyajian Data Kesimpulan-kesimpulan Gambar 1. Model Interaktif Analisa Data Sumber: Miles dan Huberman. Analisis Data Kualitatif, 1992. Jenis Kelamin Pada tabel terlihat bahwa dari 87 orang pemanfaat kredit yang diminta untuk mengisi kuesioner diketahui sebanyak 48 orang atau 55,17% berjenis kelamin laki-laki dan 39 orang atau 44,83 persen berjenis kelamin perempuan. Dari data terlihat bahwa pemanfaat kredit pada kredit Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED SP) Bantan Jaya Desa Bantan Tengah lebih banyak berjenis kelamin laki-laki daripada berjenis kelamin perempuan. Laki-laki merupakan seorang kepala keluarga dan bertanggung jawab dalam menafkahi keluarganya, oleh karena itu jumlah pemanfaat UED SP Bantan Jaya lebih laki-laki dibandingkan perempuan. Pendidikan Tingkat pendidikan adalah suatu proses jangka panjang yang menggunakan prosedur sistematis dan terorganisir, yang mana tenaga kerja manajerial mempelajari pengetahuan konseptual dan teoritis untuk tujuan-tujuan umum. Pada tabel terlihat Jurnal Eksos. Juni 2017. Th. Xi. No. bahwa dari 87 orang pemanfaat kredit yang diminta untuk mengisi kuesioner diketahui sebanyak 48 orang atau 55,17% berpendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) . sedangkan paling sedikit 6 orang atau 6,90 % berpendidikan strata 1 (S. Tingkat menggambarkan besarnya pengaruh sikap dan perilaku dalam perkembangan pribadi secara utuh dan partisipasinya dalam mengerjakan aktivitasnya. Dapat diambil simpulan bahwa tingkat pendidikan pemanfaat kredit Pada Kredit Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED SP) Bantan Jaya Desa Bantan Tengah paling dominan berpendidikan SMA. Pengalaman Berusaha Pengalaman akumulasi dari proses belajar yang dialami oleh pemanfaat kredit. Proses belajarnya bisa dimulai dari waktu membantu orang tua hingga saat ini. Pada tabel terlihat bahwa dari 87 orang pemanfaat kredit yang diminta untuk mengisi kuesioner diketahui sebanyak 64 orang atau 73,56% berpengalaman usaha 1-10 tahun, sedangkan paling sedikit 2 orang atau 2,30% berpengalaman usaha 31 tahun ke atas. Tabel 2. Jumlah pemanfaat kredit berdasarkan umur, jenis kelamin, pendidikan, pengalaman berusaha, jumlah tanggungan keluarga, dan besarnya Variabel Umur . 50-ke atas Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Pendidikan . 6 (SD) 9 (SMP) 12 (SMA) 16 . Pengalaman berusaha (Tahu. > 31 Jumlah Tanggungan Keluarga (Jiw. > 7 Besar Pinjaman (R. > 10. Lamanya berusaha pemanfaat kredit Semakin lama maka akan semakin siaplah seorang pemanfaat kredit untuk dapat mengembalikan pinjamannya karena sudah banyak makan asam garam dalam Jumlah pemanfaat kredit Persentase (%) 6,90 32,18 39,08 21,84 55,17 44,83 73,56 % 17,24 % 6,90 % 2,30 % 73,56 % 6,90 % 2,30 % 44,83 % 43,68 % 11,49 % 77,01 % 21,84 % 1,15 % Dapat di ambil simpulan bahwa pengalaman berusaha pemanfaat kredit terbanyak pada Kredit Usaha ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED SP) Bantan Jaya Desa Bantan Tengah adalah 1-10 5ahun yaitu sebanyak 64 orang pemanfaat kredit atau 73,56%. Perbandingan Profil Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED SP) Jumlah Tanggungan Keluarga Jumlah tanggungan keluarga adalah jumlah semua orang yang ada di dalam rumah yang terdiri dari: suami, istri, anak, ibu, bapak dan saudara yang tinggal di rumah tersebut masuk ke dalam tanggungan Seharusnya tanggungan ini menjadi salah satu hal penting dalam keputusan UED SP dalam memberikan kredit, karena jika jumlah tanggungan keluarga banyak ditakutkan pemanfaat kredit tidak mampu membayar kewajiban kredit tiap bulannya. Pada tabel 5 pada kredit lancar, terlihat bahwa dari 87 orang pemanfaat kredit yang diminta untuk mengisi kuesioner diketahui sebanyak 39 orang atau 44,83% jumlah tanggungan keluarga 1-3 orang, sedangkan paling sedikit 10 orang atau 11,49%, jumlah tanggungan keluarga 7 orang ke atas. Jumlah tanggungan keluarga pemanfaat kredit dapat menggambarkan kemampuan seseorang pemanfaat kredit dalam mengembalikan kredit. Semakin besar tanggungan keluarga maka akan semakin besar risiko bank untuk memberikan kredit ke Dapat di ambil kesimpulan bahwa jumlah tanggungan keluarga pemanfaat kredit terbanyak pada Kredit Usaha Ekonomi Simpan Pinjam (UED SP) Bantan Jaya Desa Bantan Tengah adalah 1-3 orang sebanyak 39 pemanfaat kredit atau 44,83%. Besar Pinjaman dan Periode Pinjaman Besar Pinjaman Besar pinjaman yang di hitung dalam penelitian ini adalah besarnya dana yang di pinjam oleh pemanfaat kredit ke UED SP dan merupakan pemanfaat kredit yang tidak menunggak angsuran. Besarnya pinjaman merupakan salah satu kriteria yang benarbenar diperhatikan oleh pihak UED SP Jurnal Eksos. Juni 2017. Th. XII. No. karena berpengaruh terhadap tingkat pengembalian kredit pemanfaat kredit. Besarnya pinjaman yang diberikan UED SP hanya kepada pemanfaat kredit yang tidak termasuk dalam daftar hitam UED SP. Pada tabel 5. terlihat bahwa 87 orang pemanfaat kredit yang diminta untuk mengisi kuesioner diketahui sebanyak 67 orang atau 77,01% memiliki besar pinjaman 000, sedangkan paling sedikit 1 orang atau 1,5 % besar pinjaman > Dapat diambil simpulan bahwa besar pinjaman pemanfaat kredit terbanyak pada Kredit Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED SP) Bantan Jaya Desa Bantan Tengah sebanyak 67 orang atau 77,01%. Periode Pinjaman Dalam penelitian ini, periode atau lama pinjaman pemanfaat kredit mendapatkan kredit dari UED SP berdasarkan periode pinjaman yang telah di tetapkan UED SP karena akan berpengaruh terhadap pengembalian kredit, berupa periode selama 1 tahun sampai 3 tahun . -1 dan 1-. Pemanfaat sebagai penerima kredit UED SP menaati persyaratan perguliran dana sesuai dengan perjanjian yang telah di sepakat Jenis Usaha Jenis usaha adalah bentuk usaha yang banyak di tekuni oleh pemanfaat kredit. Jenis usaha yang di tekuni pemanfaat kredit dalam penelitian ini adalah, industri kecil, jasa, pertanian, perkebunan, peternakan, perdagangan, dan perikanan. Untuk mengetahui jenis usaha pemanfaat kredit pada Kredit Usaha Ekonomi Simpan Pinjam (UED SP) Bantan Jaya Desa Bantan Tengah ini dapat dilihat dalam tabel 2. Pada tabel 2. terlihat bahwa paling dominan jenis usaha pemanfaat kredit di UED SP Bantan Jaya Desa Bantan Tengah adalah perdagangan sebanyak 24 orang atau 27,58%, sedangkan paling sedikit adalah perikanan sebanyak 4 orang atau 8,04%. Info mengenai jenis usaha pemanfaat kredit di butuhkan agar UED SP dapat melihat bahwa pemanfaat kredit memiliki usaha tetap dan ini mempengaruhi pemanfaat kredit untuk dapat mengembalikan kredit tepat waktu. Bentuk usaha Bentuk usaha dapat berupa usaha pribadi atau kelompok dari pemanfaat kredit, informasi bentuk usaha di butuhkan UED SP untuk lebih meyakinkan UED SP apakah usaha pemanfaat kredit benar-benar ada kemampuan dalam membayar kredit. Pada tabel 2. terlihat bahwa paling dominan Bentuk Usaha Pemanfaat kredit di UED SP Bantan Jaya Desa Bantan Tengah adalah pribadi yaitu sebanyak 72 orang atau 82,76%, sedangkan sisanya adalah kelompok sebanyak 15 orang atau 17,24%. Kredit Usaha Ekonomi Simpan Pinjam akan lebih senang jika bentuk usaha pemanfaat adalah pribadi karena bentuk usaha ini tidak ada bagi hasil dengan orang lain. Dapat diambil simpulan bahwa bentuk usaha pemanfaat kredit terbanyak pada UED SP Bantan Jaya Desa Bantan Tengah adalah pribadi yaitu sebanyak 72 orang atau 82,76%. Permodalan Usaha Permodalan usaha dapat berupa kredit UED SP. Kredit pinjam Bank, dan modal Pada tabel 2. pada kredit lancar, terlihat bahwa paling dominan permodalan usaha pemanfaat kredit di UED SP Bantan Jaya Desa Bantan Tengah adalah Kredit UED SP yaitu sebanyak 67 orang atau 77,01%. Kemudian di ikuti kredit pinjam Bank dan modal pribadi yaitu sebanyak 10 orang atau 11,49%. Dapat di ambil kesimpulan bahwa permodalan Usaha Pemanfaat kredit terbanyak pada kredit Usaha Ekonomi Simpan Pinjam (UED SP) Bantan Jaya Desa Bantan Tengah adalah modal dari UED SP yaitu sebanyak 67 orang atau 77,49%. Analisis terhadap pendapatan dan penyerapan tenaga kerja Pendapatan Usaha Pemanfaat UED SP Pendapatan Usaha Perdagangan Tabel 3. menunjukkan bahwa ada kenaikan pendapatan kotor untuk usaha dagang bahan jamu rata-rata sebesar Rp184. 000, kenaikan pendapatan dagang buah rata-rata sebesar Rp325. 000, dan terdapat salah seorang pedagang yang mengalami penurunan pendapatan sebesar Rp150. 000 hal tersebut disebabkan oleh banyaknya kualitas buah yang tidak bagus, dan persaingan di antara pedagang buah yang lain, kenaikan pendapatan catering sebesar Rp300. 000, kenaikan pendapatan dagang bakso rata-rata sebesar Rp300. terdapat salah seorang pedagang bakso yang mengalami penurunan pendapatan sebesar Rp200. 000 di sebabkan lokasi penjualan yang agak jauh dari keramaian dan rumah penduduk, kenaikan pendapatan dagang lontong rata-rata sebesar Rp175. 000, dan terdapat salah seorang pedagang lontong yang mengalami penurunan pendapatan sebesar Rp200. 000 yang di sebabkan lokasi penjualan jauh dari keramaian, kenaikan pendapatan dagang gorengan rata-rata sebesar Rp250. 000, terdapat juga salah satu pedagang gorengan yang mengalami penurunan pendapatan yaitu sebesar Perbandingan Profil Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED SP) Rp200. 000, kenaikan pendapatan usaha fotocopy rata-rata sebesar Rp. kenaikan pendapatan usaha dagang jamu Rp300. 000, terdapat juga pedagang jamu yang mengalami penurunan pendapatan Rp. 000, kenaikan pendapatan dagang harian rata-rata sebesar Rp350. 000 terdapat juga salah satu pedagang harian yang mengalami penurunan pendapatan yaitu sebesar Rp200. 000, hal tersebut di sebabkan banyak pembeli yang berhutang sehingga Dan kenaikan pendapatan untuk usaha dagang minyak tanah rata-rata Rp350. Tabel 3. Pendapatan usaha perdagangan UED SP Bantan Jaya Desa Bantan Tengah Jenis Usaha Jumlah Dagang bahan jamu Dagang buah Catering Dagang bakso Dagang lontong Dagang gorengan Usaha fotocopy Dagang jamu Dagang harian Dagang minyak tanah SIMPULAN, SARAN, DAN IMPLIKASI Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan Analisis Perbandingan Profil Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam di Desa Bantan Tengah Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis yang dilakukan oleh Jurnal Eksos. Juni 2017. Th. XII. No. Pendapatan rata-rata (Rp/bula. Sebelum Sesudah Kenaikan/ 000 . aik ) 000 . peneliti, maka diperoleh simpulan sebagai Berdasarkan analisa perbandingan profil usaha UED SP Bantan Jaya Desa Bantan Tengah yang terdiri dari usaha peternakan, perikanan, jasa dan industri kecil, maka dapat dilihat bahwa usaha yang paling dominan kegiatan usaha pemanfaat UED SP Bantan Jaya Desa Bantan Tengah adalah perdagangan yaitu sebanyak 24 orang atau 27,58%. Pelaksanaan program UED SP di Desa Bantan Tengah telah di-laksanakan sesuai ketentuan yang ada, mulai pada tahap sosialisasi, pembentukan institusi, pembinaan dan pelatihan kelompok masyarakat, pelaksanaan kegiatan sampai pada tahap monitoring dan pengawasan kegiatan. Tingginya partisipasi keterlibatan masyarakat untuk berperan aktif dalam setiap tahapan program kegiatan, merupakan modal utama dalam keberhasilan program pembangunan yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Bantan Tengah Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis. Implikasi Analisa Perbandingan profil usaha UED SP merupakan suatu proses untuk mendapatkan perbandingan usaha. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbandingan profil usaha UED pemberdayaan masyarakat, hal ini mengandung implikasi agar ke depannya pemerintah, pendamping desa dan pihak terkait lebih memperhatikan pemberdayaan masyarakat, agar tujuan dari UED SP bisa tercapai. Kepatuhan berarti ketaatan terhadap peraturan yang berpengaruh untuk mengendalikan perilaku pemanfaat dalam membayar tunggakkan. Hal ini mengandung implikasi agar ke depannya kelembagaan UED SP lebih pemanfaat dapat berhati-hati dan selalu mematuhi peraturan yang ada. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini telah diusahakan dan dilaksanakan sesuai dengan prosedur ilmiah, keterbatasan yaitu: Adanya keterbatasan penelitian dengan mengunakan kuesioner yaitu terkadang jawaban yang di berikan oleh sampel tidak menunjukkan keadaan VI. REFERENSI