Jurnal Informatika dan Komputer (INFOKOM) Volume 13 Nomor 02 Tahun 2025 E ISSN : 2722-4147 P ISSN : 2339-188X OJS : http://journal. id/index. php/INFOKOM PERANCANGAN APLIKASI SKRINING GUNA EFEKTIVITAS PENGISIAN KUISONER SKRINING DI PUSKESMAS PABUARAN SUBANG Yuyun Yunengsih1. Isty Youandinie2. Rini Suwartika Kusumadiarti3 Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan, 3Program Studi Sistem Informasi 1,2,3 Politeknik Piksi Ganesha E-mail: yoen1903@gmail. com, 2Istyyouandinie1@gmail. rinisuwartika@gmail. ABSTRACT This study aims to develop a screening questionnaire application to improve the effectiveness, efficiency, and accuracy of the questionnaire filling process at Pabuaran Subang Public Health Center. The development method used is the Rational Unified Process (RUP) consisting of the inception, elaboration, construction, and transition phases. The main problem is that the process is still manual, requiring a long time, prone to input errors, and difficult for data processing. The results show that the developed application accelerates filling, minimizes recording errors, and facilitates health workers in accessing and analyzing screening data. This application is expected to be further developed into an integrated system with real-time data analysis to enhance the quality of public health services. Keywords: Application. Screening. Rational Unified Process. Efficiency. Public Health Center ABSTRAK Penelitan ini bertujuan membangun aplikasi kuisoner skrining untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan akurasi pengisian kuesioner di Puskesmas Pabuaran Subang. Metode yang digunakan adalah Rational Unified Process (RUP) dengan tahapan inception, elaboration, construction, dan transition. Permasalahan yang dihadapi adalah proses pengisian masih manual sehingga memakan waktu lama, rawan kesalahan input, dan sulit dalam pengolahan data. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi yang dibangun mampu mempercepat pengisian, meminimalkan kesalahan pencatatan, serta memudahkan tenaga kesehatan dalam mengakses dan menganalisis data. Saran Aplikasi ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut menuju sistem terintegrasi dengan analisis data real-time guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan Kata Kunci: Aplikasi. Screnning. Rational Unified Process. Efesiensi. Puskesmas PENDAHULUAN Pelayanan kesehatan primer merupakan salah satu pilar penting dalam sistem kesehatan nasional Indonesia. Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesma. sebagai institusi layanan kesehatan tingkat pertama memiliki mandat strategis untuk menjalankan program promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif bagi masyarakat. Dalam praktiknya, salah satu kegiatan yang menjadi ujung tombak upaya preventif adalah skrining kesehatan, yakni proses sistematis untuk mendeteksi dini kondisi kesehatan individu atau kelompok sasaran (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2. Namun, meskipun memiliki peran penting, pelaksanaan skrining kesehatan di banyak Puskesmas masih menghadapi berbagai hambatan yang signifikan. Jurnal INFOKOM | 42 Jurnal Informatika dan Komputer (INFOKOM) Volume 13 Nomor 02 Tahun 2025 E ISSN : 2722-4147 P ISSN : 2339-188X OJS : http://journal. id/index. php/INFOKOM Penjaringan kesehatan atau skrining merupakan suatu prosedur pemeriksaan kesehatan yang dilakukan untuk memilah anak yang sehat dan anak yang tidak sehat, serta dapat dimanfaatkan untuk pemetaan kesehatan peserta didik. (Azis, 2. Salah satu permasalahan aktual yang terjadi adalah proses pencatatan hasil skrining kesehatan di puskemas daerah dan skrining kesehatan yang dilakukan di luar ruangan . yang sebagian besar masih dilakukan secara manual menggunakan formulir Proses manual ini menyulitkan tenaga kesehatan dalam mengelola, merekap, dan memvalidasi data pasien secara cepat. Seiring dengan perkembangan teknologi, berbagai penelitian telah mengembangkan aplikasi skrining kesehatan berbasis digital. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa aplikasi kuisoner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) berbasis Android dapat membantu deteksi dini tumbuh kembang anak dan memudahkan tenaga kesehatan dalam pencatatan (Fauzi et al. , 2. Penelitian lain juga mengembangkan aplikasi serupa untuk mendukung psikolog dalam proses pra skrining anak (Azis, 2. Selain itu, sistem informasi kesehatan remaja di Puskesmas Bantul menunjukkan pentingnya digitalisasi untuk mempercepat pengolahan data skrining (Dewi et al. , 2. Sebagian besar penelitian tersebut berfokus pada kelompok usia tertentu dan masih menggunakan pendekatan konvensional dalam pengembangan sistem. Penelitian ini terletak pada penerapan metode Rational Unified Process (RUP) dalam perancangan aplikasi skrining di Puskesmas Pabuaran Subang, yang ditujukan untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, serta akurasi pengisian kuisoner secara langsung di layanan primer. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kebaruan karena menghadirkan model aplikasi yang dapat dijadikan rujukan bagi Puskesmas lain dalam digitalisasi skrining kesehatan masyarakat. METODE/ ANALISIS PERANCANGAN Teknik Metode Penelitian Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam teknik pengumpulan data adalah sebagai berikut : Pengamatan langsung/observasi Dalam penelitian ini dilakukan pengamatan secara langsung dalam mengamati sistem yang berjalan baik melalui media online maupun offline. Wawancara Melakukan wawancara langsung dengan staff Puskesmas untuk memperoleh informasi atau masalah pendukung yang dibutuhkan. Studi Pustaka Studi kepustakaan wajib dilaksanakan sebagai penunjang metode wawancara dan observasi yang telah dilakukan. Referensi-referensi yang berkaitan dengan penelitian sebagian besar diperoleh dari buku dan karangan ilmiah yang terpublish. Jurnal INFOKOM | 43 Jurnal Informatika dan Komputer (INFOKOM) Volume 13 Nomor 02 Tahun 2025 E ISSN : 2722-4147 P ISSN : 2339-188X OJS : http://journal. id/index. php/INFOKOM Metode Pengembangan Sistem Metodologi yang akan digunakan dalam pembuatan sistem informasi ini adalah Rational Unifield Process (RUP), hal tersebut sebagai pendukung sebagian besar proses dalam membuat visual rekayasa perangkat lunak yaitu berbagai macam pemrograman, pengujian dan lain-lain. Menurut (Mulyani et al. menyebutkan bahwa metodologi RUP dapat menjelaskan secara efektif dalam menerapkan pendekatan dan dapat dilihat secara keseluruhan dalam RUP dapat disebut dengan Aupraktik terbaikAy yang tidak terlalu banyak dikarenakan sudah dianggap merupakan proses umum yang biasa digunakan dalam industri oleh organisasi yang sukses. Berikut ini adalah gambar alur pengembangan sistem dengan menggunakan metode RUP : Gambar 1. Metode RUP Berikut ini penjelasan tahapan untuk setiap fase pada RUP: Inception Tahapan ini berkaitan dengan pemodelan bisnis . usiness modelin. , pendefinisian kebutuhan dari sistem yang akan dibuat . , serta analisis dan desain dari sistem. (Info, 2. Elaboration Fase ini bertujuan untuk memitigasi risiko-risiko utama yang di identifikasi selama analisis pada akhir fase. Fase elaborasi adalah fase di mana proyek Selama fase ini, analisis domain masalah dibuat dan arsitektur proyek mulai mengambil bentuk dasar. (Riyanto et al. , 2. Construction Fase membangun sistem perangkat lunak. Fase ini berfokus pada pengembangan komponen sistem dan fitur lainnya. Ini adalah fase di mana banyak pengkodean terjadi. Dalam proyek-proyek besar, beberapa iterasi Jurnal INFOKOM | 44 Jurnal Informatika dan Komputer (INFOKOM) Volume 13 Nomor 02 Tahun 2025 E ISSN : 2722-4147 P ISSN : 2339-188X OJS : http://journal. id/index. php/INFOKOM desain dikembangkan untuk membagi kasus penggunaan menjadi segmensegmen yang dapat dikelola yang mewakili prototype. (Mulyani et al. , 2. Transition Transition merupakan tahap implementasi dari suatu model menjadi produk jadi berupa rancangan sistem informasi. Dan pada tahap ini, terdapat training user, dan pemeliharaan serta pengujian sistem. (Leliyanah et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Sistem Yang Berjalan Gambar dibawah jelasnya mengenai uraian dari prosedur pengisian kuisoner skrining di puskesmas pabuaran subang, di gambarkan pada gambar : Gambar 2. Analisis Sistem Yang Berjalan Kebutuhan Fungsional Berdasarkan hasil: observasi, wawancara, kebutuhan fungsional untuk sistem . erangkat luna. yang akan di buat, yaitu : Tabel 1. Kebutuhan Fungsional No SRS SRS-F-001 SRF-F-002 DESKRIPSI Registrasi Dapat Melakukan Login Actor User User SRS-F-003 Dapat Melakukan Pengisian Kuisoner User SRS-F-004 Dapat Melihat Rekap Hasil Kuisoner User Jurnal INFOKOM | 45 Jurnal Informatika dan Komputer (INFOKOM) Volume 13 Nomor 02 Tahun 2025 E ISSN : 2722-4147 P ISSN : 2339-188X OJS : http://journal. id/index. php/INFOKOM Usecase Diagram (Keseluruha. Usecase Merupakan gambaran dari fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem, dan mempresentasikan sebuah interaksi antara aktor dan sistem. (Ramdany, 2. Gambar 3. Usecase Diagram Activity Diagram Isi Kuisoner Gambar 4. Activity Diagram Jurnal INFOKOM | 46 Jurnal Informatika dan Komputer (INFOKOM) Volume 13 Nomor 02 Tahun 2025 E ISSN : 2722-4147 P ISSN : 2339-188X OJS : http://journal. id/index. php/INFOKOM Sequence Diagram Kelola Isi Kuisoner Gambar 5. Sequence Diagram Implementasi Sistem Tampilan Halaman Login dan Registrasi Pengguna diarahkan ke Login Page untuk melakukan dengan memasukkan username dan password. Apabila belum mempunyai akun pengguna bisa Signin akun baru dengan medaftarkan data diri. Jika berhasil Login atau membuat akun baru, pengguna akan langsung menuju Home Page, yang menjadi halaman utama. Jika berhasil Login atau membuat akun baru, pengguna akan langsung menuju Home Page, yang menjadi halaman utama. Gambar 6. Halaman Login Tampilan Halaman Home User Pada aplikasi ini memiliki 2 menu yaitu menu isi kuisoner dan menu rekap Pada menu isi kuisoner merupakan tampilan yang berisikan Jurnal INFOKOM | 47 Jurnal Informatika dan Komputer (INFOKOM) Volume 13 Nomor 02 Tahun 2025 E ISSN : 2722-4147 P ISSN : 2339-188X OJS : http://journal. id/index. php/INFOKOM tampilan kuisoner. Pada menu rekap akan menampilkan data-data user yang sudah melakukan skrining Gambar 7. Halaman Home Page Tampilan Halaman Kelola Isi Kuisoner Tampilan ini menampilkan kuisoner User setelah menginputkan biodata saat Registrasi. Jenis kuisoner ini akan otomatis tampil pada aplikasi setelah melakukan Login, umtuk jawaban kuisoner terdiri dari 2 yaitu AoYaAo dan AoTidakAo. Gambar 8. Tampilan Isi Kuisoner Jurnal INFOKOM | 48 Jurnal Informatika dan Komputer (INFOKOM) Volume 13 Nomor 02 Tahun 2025 E ISSN : 2722-4147 P ISSN : 2339-188X OJS : http://journal. id/index. php/INFOKOM Tampilan Halaman Rekap Pada tampilan ini akan menampilkan hasil kuisoner pasien setelah selesai menjawab semua pertanyaan. Gambar 9. Tampilan Rekap Kuisoner Tampilan Laporan Hasil Kuisoner Gambar 10. Tampilan Laporan Hasil Kuisoner Pengujian Sistem Pada black-box testing, pengujian dilakukan berdasar detail aplikasi seperti, tampilan aplikasi, fungsi fungsi yang ada pada aplikasi, dan kesesuaiannya terhadap alur fungsi dengan proses bisnis yang diinginkan oleh para stackholder. Pengujian black-box ini tidak melihat dan menguji kode sumber dari aplikasi. (Nurwicaksono et al. , 2. Dibawah ini adalah tabel hasil pengujian. Jurnal INFOKOM | 49 Jurnal Informatika dan Komputer (INFOKOM) Volume 13 Nomor 02 Tahun 2025 E ISSN : 2722-4147 P ISSN : 2339-188X OJS : http://journal. id/index. php/INFOKOM Tabel 2. Pengujian Sistem No Uji Nama UC-1 Registrasi UC-1 Login UC-2 Dashboard UC-3 Isi From UC-4 Rekap Kuisoner Kasus Uji Menguji apakah from register dapat berfungsi sesui dengan fungsinya Menguji apakah from login dapat berfungsi sesui dengan fungsinya Menguji User Mengarahkan Ke halaman Dashboar/Halaman Uatama Menguji tampilan from kuisoner bisa di isi dan menyimpan data kuisoner Menguji tampilan rekap bisa Melihat Rekap Kuisoner dan Menampilkan info pengirim hasil kuisoner dengan sesuai isi biodata Status Berhasil Tidak A EA KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pembangunan aplikasi kuesioner screening di Puskesmas Pabuaran Subang dengan metode Rational Unified Process (RUP) mampu meningkatkan efektivitas proses pengisian kuisoner dibandingkan sistem manual berbasis kertas, karena aplikasi ini terbukti mempercepat waktu pengisian, meminimalisasi kesalahan pencatatan, serta memudahkan tenaga kesehatan dalam mengakses dan menganalisis data. Penerapan aplikasi ini juga mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan melalui penyediaan data yang lebih akurat, terstruktur, dan mudah diolah untuk kebutuhan evaluasi maupun pengambilan keputusan. Meskipun masih terdapat keterbatasan pada fitur dan uji coba yang dilakukan, aplikasi ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut, seperti integrasi dengan rekam medis elektronik dan penambahan analisis data real-time, sehingga dapat menjadi solusi inovatif dalam mendukung digitalisasi layanan kesehatan masyarakat. DAFTAR PUSTAKA