Jurnal Indonesia Mengabdi Vol 7. No 1, 44-51. Juni 2025 https://journal. id/index. php/JIMi/ Pelatihan Pembukuan Sederhana bagi UMKM untuk Meningkatkan Pemahaman Pencatatan Keuangan Rifqi Rama Dhani1. Vina Maratus Salsabila2. Mey Susanti3. Anggita Della Lestari4. Ahmad Muhtadi5. Binti Nur Asiyah6 1-6 Program Studi Ekonomi Syariah. Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung E-mail: rifqiramadhani1000@gmail. com1 salsabilavina42@gmail. com2 smey0545@gmail. anggitadella2@gmail. com4 ahmadmuhtadi@gmail. com5 binti. asiyah@uinsatu. Info Artikel Abstrak Article history: Available online DOI://journal. id/index php/JIMi/ Abstrak Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan pelaku UMKM dalam pengelolaan keuangan melalui pembukuan akuntansi syariah sederhana. Temuan awal menunjukkan bahwa banyak pelaku UMKM yang kesulitan dalam memisahkan keuangan pribadi dan usaha, serta kurang memiliki pemahaman yang memadai terkait pencatatan laporan keuangan yang baik. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Action Research (PAR), yang mencakup observasi lapangan, wawancara langsung, serta pelatihan dan pendampingan mengenai pembukuan keuangan syariah. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa setelah pelatihan, pelaku UMKM dapat memahami dan menerapkan pencatatan keuangan yang lebih terstruktur, yang pada gilirannya membantu perkembangan usaha mereka secara lebih Selain itu, pelaku UMKM dapat mengimplementasikan pencatatan keuangan sesuai dengan PSAK syariah, yang memungkinkan mereka memantau keuangan usaha dengan lebih efektif serta menghasilkan laporan keuangan yang akurat dan lengkap. Kegiatan ini juga memberikan dampak sosial ekonomi yang positif dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Kata kunci: Akuntansi Syariah. Pembinaan. Pencatatan Keuangan. Pertumbuhan Ekonomi. UMKM Abstract This community service aims to improve the skills and knowledge of MSME actors in financial management through simple sharia accounting. Initial findings show that many MSME actors have difficulty separating personal and business finances and lack adequate understanding of good financial The method used is the Participatory Action Research (PAR) approach, which includes field observations, direct interviews, and training and mentoring on Islamic financial accounting. The results of this community service initiative indicate that after the training. SME operators were able to understand and apply more structured financial record-keeping, which in turn helped their businesses develop more effectively. Additionally. SME operators were able to implement financial record-keeping in accordance with Islamic Accounting Standards (PSAK), enabling them to monitor their business finances more effectively and produce accurate and complete financial reports. This initiative also had positive socio-economic impacts and contributed to local economic growth. Keywords: Sharia Accounting. Coaching. Financial Recording. Economic Growth. UMKM How to cite (APA): Dhani. Salsabila. Susanti. Lestari A. Muhtadi. Asiyah. Pelatihan Pembukuan Sederhana bagi UMKM untuk Meningkatkan Pemahaman Pencatatan Keuangan. Jurnal Indonesia Mengabdi, 7. , 4451. ISSN 2685-3035 This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License PENDAHULUAN UMKM memegang peran penting dalam struktur perekonomian Indonesia, tidak hanya sebagai penompang Produk Domestik Bruto (PDB) tetapi juga menjadi penggerak pemerataan ekonomi Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM per Desember 2024 terdapat 65,5 juta Pelatihan Pembukuan Sederhana bagi UMKM A Jurnal Indonesia Mengabdi, 7. , 2025 unit UMKM di Indonesia. UMKM menyumbang sekitar 61% PDB nasional dengan nilai mencapai 9. Triliun (Ananda Febriana Syafitri, 2. Hal itu mencerminkan betapa pentingnya posisi UMKM dalam menopang ekonomi nasional. Berdasarkan data yang diambil dari badan pusat statistik UMKM di Tulungagung sangat berkembang pesat dimana pada tahun 2018 sebanyak 57. 897 unit UMKM dan pada tahun 2021 mengalami peningkatan yang signifikann hingga mencapai angka 139. 386 unit UMKM (Badan Pusat Statistik Kabupaten Tulungagung, 2. Di tengah dinamika tersebut. UMKM di wilayah pedesaan seperti Desa Plosokandang di Kabupaten Tulungagung, memiliki potensi besar dalam menggerakkan ekonomi lokal melalui sektor perdagangan, produksi makanan ringan, dan industri rumah tangga. Namun, mayoritas UMKM masih menghadapi berbagai hambatan struktural. Salah satunya adalah lemahnya kapasitas dalam pengelolaan dan pelaporan keuangan. Optimalisasi pelaporan keuangan merupakan aspek penting dalam menjaga transparansi sutu Dengan adanya pelaporan keuangan yang tertata dan dikelola dengan baik, pengelolaan keuangan di dalam manajemen UMKM diharapkan dapat berjalan lebih efektif dalam mendukung capaian tujuan usaha (Wardi et al. , 2. Selain itu, pelaporan keuangan yang akurat memungkinkan pelaku usaha untuk memanfaatkan modal secara lebih efisien, sehingga potensi keuntungan dapat dimaksimalkan secara optimal dan berkelanjutan. Saat ini banyak program pemberdayaan yang sudah direalisasikan oleh pemerintah salah satunya program pembinaan UMKM. Program pembinaan UMKM merupakan upaya pemerintah untuk memberikan kesempatan kepada wirausaha baru dan penyerapan tenaga kerja sehingga dapat mengurangi pengangguran dan mengentaskan kemiskinan. Pemerintah sering melakukan pengembangan dan pemberdayaan UMKM melalui bimbingan pendampingan, pemberian fasilitas dan bantuan untuk mengembangkan kemampuan daya saing. Dengan adanya UMKM dapat mengatasi masalah ekonomi dan sosial masyarakat (Florita et al. , 2. Melihat pentingnya peran pelaporan keuangan dalam pengembangan usaha, banyak pelaku UMKM di Desa Plosokandang yang menghadapi kesulitan dalam pencatatan akuntansi yang benar. Meskipun sebagian sudah melakukan pencatatan keuangan secara manual, banyak di antaranya yang belum memahami prinsip dasar akuntansi dan kesulitan memisahkan keuangan pribadi dan usaha. Tim pengabdian juga menemukan bahwa sebagian besar pelaku UMKM tidak menggunakan pencatatan sesuai PSAK (Pencatatan Standar Akuntansi Keuanga. dan banyak pemilik UMKM yang tidak memiliki latar belakang akuntansi. Keterbatasan waktu dan tenaga juga menjadi kendala, karena mereka lebih fokus pada kegiatan operasional yang langsung berdampak pada pendapatan. Oleh karena itu, pembinaan dan pendampingan yang berkelanjutan sangat dibutuhkan untuk membantu pelaku UMKM dalam memahami konsep dasar akuntansi, pengelolaan keuangan, serta pentingnya akuntabilitas dalam laporan keuangan. Dengan pelatihan yang sesuai PSAK, diharapkan dapat menumbuhkan budaya pencatatan yang akuntabel dan transparan di kalangan pelaku UMKM. METODE PELAKSANAAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR), yang menekankan pada peran aktif masyarakat, terutama pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dalam setiap tahapan penelitian, mulai dari identifikasi masalah hingga penyusunan solusi yang tepat. Pengumpulan data dilakukan melalui metode survei, wawancara, observasi, dan Focus Group Discussion (FGD), guna menggali pemahaman UMKM mengenai pencatatan keuangan dan manajemen usaha. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif untuk menginterpretasikan makna dan menyusun pemahaman yang lebih mendalam mengenai kondisi yang ada. Secara garis besar program pengabdian ini terdiri dari beberapa metode pelaksanaan atau tahap Tahap perencanaan: Tahap ini merupakan tahap pemetaan masalah yang dilakukan oleh Tim. Tahap pelaksanaan: Tahap ini merupakan tahap untuk merealisasikan solusi bagi permasalahan mitra yang sudah teridentifikasi di bagian awal proposal ini. Pelatihan Pembukuan Sederhana bagi UMKM A Jurnal Indonesia Mengabdi, 7. , 2025 Tahap evaluasi: Tahap ini merupakan evaluasi kegiatan dan pembuatan laporan hasil kegiatan PKM (Pengabdian Kepada Masyaraka. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan PKM ini dilakukan dengan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada 15 pelaku UMKM yang berada di Desa Plosokandang. Kecamatan Kedungwaru. Kabupaten Tulungagung. Tahapan kegiatan ini dimulai dengan melakukan wawancara kepada 15 UMKM yang ada terkait prinsip dasar akuntansi dan pelaksanaan pencatatan keuangan usaha yang telah dilakukan sebelumnya, kemudian tim PkM memberikan materi berupa pencatatan laporan keuangan sederhana sesuai PSAK untuk UMKM dan sekaligus pendampingan praktik pencatatan, kemudian dilanjut sesi wawancara akhir sebagai evaluasi pasca pelatihan untuk mengetahui peningkatan pemahaman dan hasil pelatihan. Adapun materi yang diberikan berupa: Transaksi Contoh transaksi yang dilakukan dalam sebuah usaha seperti yang terdapat pada tabel berikut: Tabel 1. Contoh Transaksi Usaha Tanggal Transaksi 01/05/2025 Penambahan uang kas sebagai modal usaha Rp. 01/05/2025 Biaya bahan baku produksi Rp. 02/05/2025 Biaya Listrik Rp. 02/05/2025 Biaya sewa Rp. 03/05/2025 Hasil penjualan Rp. 03/05/2025 Beli bahan baku Rp. 04/05/2025 Hasil penjualan Rp. Sumber: data diolah 2025 Persamaan akuntansi Persamaan akuntansi digunakan untuk mencatat transaksi keuangan yang terjadi di suatu perusahaan selama periode tertentu. Dan pada akhir periode akuntansi dibuat laporan keuangan untuk menunjukkan kondisi keuangan suatu perusahaan (Yeni, 2. Salah satu format sederhana pencatatan transaksi keuangan: Tanggal Kas Tabel 2. Persamaan Akuntansi AKTIVA (Hart. PASIVA Piutang Perlengkapan Peralatan Hutang Modal Keterangan Sumber: data diolah 2025 Laporan laba/rugi Laporan laba rugi merupakan suatu laporan yang menunjukkan seluruh pendapatan dan seluaruh biaya dari suatu usaha untuk suatu periode tertentu. Selisih antara pendapatan dan biaya merupakan laba yang diperoleh (Harahap, 2. Pelatihan Pembukuan Sederhana bagi UMKM A Jurnal Indonesia Mengabdi, 7. , 2025 Tabel 3. Laporan Laba Rugi Usaha Mikro Kecil Menengah Pentol Joss Laporan Laba/Rugi Periode 30 Mei 2025 Pendapatan atau penghasilan Rp. Beban: Beban pembelian bahan baku Beban listrik Beban sewa Total beban Laba/Rugi dari usaha Rp. Rp. Rp. (Rp. Rp. Sumber: data diolah 2025 Laporan Equitas Equitas merupakan aset perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban (Sukardi et al. , 2. Tabel 4. Laporan Equitas Usaha Mikro Kecil Menengah Pentol Pak Joss Perubahan modal Periode 30 Mei 2025 Modal awal Rp. Laba Bersih Rp. Prive (Rp. Perubahan Modal Rp. Sumber: data diolah 2025 Laporan neraca Neraca adalah salah satu jenis laporan keuanagn yang digunakan untuk melihat dan menunjukkan posisi atas keuangan suatu perusahaan pada akhir periode tertentu dan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan untuk masa yang akan datang. (Ariesta & Nurhidayah, 2. Tabel 5. Laporan Neraca Usaha Mikro Kecil Menengah Pentol Joss Neraca Periode 30 Mei 2025 Aktiva Pasiva Kas Rp. Hutang Rp. Piutang Rp. Modal Rp. Perlengkapan Rp. Peralatan Rp. Total Rp. Total Rp. Sumber: data diolah 2025 Laporan Arus Kas Laporan arus kas memberikan informasi tentang keadaan penerimaan dan pengeluaran kas selama satu periode. Pada laporan arus kas melaporkan dari aktivitas operasi, pendanaan, dan aktivitas investasi(Nubela, 2. Pelatihan Pembukuan Sederhana bagi UMKM A Jurnal Indonesia Mengabdi, 7. , 2025 Dokumentasi Kegiatan Gambar 1. Pengenalan Pencatatan Transaksi Keuangan Sumber: data diolah 2025 Kegiatan PkM dilakukan pada Hari Minggu tanggal 04 Mei 2025 Pukul 10. 00 WIB Ae selesai dan bertempat di Desa Plosokandang. Kecamatan Kedungwaru. Kabupaten Tulungagung dengan materi pendampingan pencatatan laporan keuangan sederhana sesuai standar akuntansi syariah. Dalam wawancara awal menunjukkan sebagian besar pelaku UMKM belum memahami pencatatan akuntansi sesuai PSAK. Banyak dari para pelaku UMKM masih menggunakan pencatatan manual dan Hasil PkM menunjukkan bahwa setelah dilakukan pelatihan dan pendampingan pencatatan keuangan, pelaku UMKM memiliki kemampuan pencatatan keuangan yang lebih baik. UMKM dapat membuat laporan keuangan yang akurat dan lengkap, sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Pembinaan ini bertujuan agar UMKM memahami tentang konsep dasar akuntansi dan melakukan kegiatan pencatatan keuangan secara sederhana. Tim pembinaan memberikan fasilitas berupa materi dalam slide powerpoint yang berisi tentang materi pencatatan laporan keuangan, yang difokuskan untuk perusahaan dagang dimana seluruh UMKM adalah penjual barang dagang. Pembinaan ini dimulai dengan mengisi kuesioner pemahaman awal tentang pencatatan laporan keuangan, kemudian dilanjutkan dengan memperkenalkan konsep akuntansi yang terdiri dari identifikasi transaksi dan pembuatan neraca. Tim juga menjelaskan tentang manfaat dari laporan keuangan. Laporan keungan dapat digunakan UMKM untuk mengetahui kinerja keuangan dan perputaran dana mereka. Terdapat tiga jenis laporan keuangan UMKM berdasarkan SAK UMKM, yaitu: Laporan posisi keuangan, laba rugi, dan perubahan Laporan laba rugi terdiri dari komponen pendapatan dan beban. Laporan posisi keuangan terdiri dari aset, kewajiban dan modal. Sementara laporan perubahan modal berisi informasi tambahan yang menjelaskan laporan laba rugi dan laporan posisi keuangan. Pelatihan Pembukuan Sederhana bagi UMKM A Jurnal Indonesia Mengabdi, 7. , 2025 Gambar 2. Kuesioner dan Pencatatan Laporan Keuangan Sumber: data diolah 2025 Pengukuran Pemahaman Dari hasil kuesioner yang dibagikan sebelum pelatihan, 13 pelaku UMKM menjawab AuTidak TahuAy dan 2 UMKM menjawab AuIyaAy terkait pengetahuan laporan keuangan sesuai standar PSAK. Ada 9 pelaku UMKM yang menjawab AuTidakAy dan 6 UMKM yang menjawab AuIyaAy terkait pengetahuan manfaat mencatat transaksi usaha sesuai PSAK, sebab semua pelaku UMKM tidak menggunakan laporan keuangan sesuai standar PSAK dan beralasan jika pencatatan menggunakan buku catatan sederhana dan laporan keuangan sederhana lebih mudah sedangkan laporan keuangan UMKM sesuai standar PSAK terkesan ribet. Sebagian besar pelaku UMKM memiliki pemahaman jika laporan keuangan cukup dibuat di buku catatan sederhana dan yang perlu dicatat hanya sebatas laporan laba rugi usaha per hari saja. Setelah dilaksanakan pelatihan dan pembinaan, ke-15 pelaku UMKM menjawab AuIyaAy terkait pertanyaan tentang pemahaman pencatatan keuangan sesuai standar PSAK UMKM. Ada 12 UMKM yang menjawab AuIyaAy dan 3 UMKM menjawab AuTidakAy terkait penggunaan laporan sesuai standar PSAK dalam usaha mereka selanjutnya. Gambar 4. Grafik Pemahaman PSAK Pelaku UMKM Pra Pelatihan Iya/Faham Tidak/Tidak tahu Pemahaman PSAK Pengetahuan Manfaat PSAK Penggunaan PSAK Gambar 5. Grafik Pemahaman PSAK Pelaku UMKM Pasca Pelatihan Iya/Faham Tidak/Tidak tahu Pemahaman PSAK Pengetahuan Manfaat PSAK Penggunaan PSAK Pelatihan Pembukuan Sederhana bagi UMKM A Jurnal Indonesia Mengabdi, 7. , 2025 Peningkatan kemampuan pencatatan keuangan UMKM berpengaruh langsung terhadap efisiensi dan efektivitas pengelolaan keuangan. Dengan pencatatan yang lebih baik. UMKM dapat mengelola arus kas dan pengeluaran dengan lebih teratur, sehingga mengurangi kesalahan dalam pengelolaan keuangan(Dewi, 2. Selain itu, transparansi keuangan yang meningkat juga membangun kepercayaan dari pihak terkait, seperti mitra bisnis dan lembaga keuangan. Kepercayaan ini membuka peluang bagi UMKM untuk mengakses sumber daya keuangan yang lebih baik, seperti pinjaman dengan bunga yang lebih rendah atau investasi yang lebih mudah diperoleh(Setyaningsih & Farina. Dalam konteks pengembangan UMKM, penelitian ini menunjukkan bahwa pencatatan keuangan yang baik merupakan kunci utama untuk meningkatkan kinerja usaha. Oleh karena itu, perlu adanya upaya yang berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan pencatatan keuangan UMKM melalui pelatihan dan pendampingan. Dengan pengelolaan keuangan yang lebih baik. UMKM dapat menjadi lebih mandiri dan berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal(Hidayatulloh et al. , 2. Pencatatan keuangan syariah, sebagai bagian dari pengelolaan keuangan yang berbasis pada prinsip-prinsip agama, juga mendorong praktik bisnis yang lebih berkelanjutan. Hal ini karena pencatatan keuangan syariah menekankan pada aspek pertanggungjawaban sosial, yang menjadikan bisnis tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat sekitar(Alfarizi & Ngatindriatun, 2. Dengan pengelolaan keuangan yang berbasis syariah, diharapkan dapat tercipta keberkahan dan peningkatan kesejahteraan yang lebih luas, baik bagi pelaku UMKM maupun masyarakat secara umum. SIMPULAN Kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa pembinaan dan pelatihan tentang pencatatan keuangan yang terstruktur sesuai dengan standar PSAK dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kemampuan pengelolaan keuangan UMKM di Desa Plosokandang. Melalui pendampingan yang dilakukan, pelaku UMKM yang awalnya kesulitan dalam memisahkan keuangan pribadi dan usaha, kini mampu memahami dan mengimplementasikan pembukuan yang lebih sistematis, serta menghasilkan laporan keuangan yang lebih akurat dan transparan. Dengan penerapan pencatatan yang sesuai dengan prinsip akuntansi syariah. UMKM dapat memantau keuangan mereka dengan lebih baik, mengoptimalkan pengelolaan arus kas, dan meminimalkan kesalahan pengelolaan. Hal ini berpotensi meningkatkan kepercayaan mitra bisnis dan lembaga keuangan, yang pada gilirannya membuka peluang lebih besar bagi UMKM untuk mengakses modal dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung telah memberikan kepercayan dan kesempatan kepada Tim penulis untuk melakukan pembinaan pembukuan sederhana pada UMKM agar pelaku usaha memahami pencatatan keuangan sesuai dengan pembukuan akuntansi. Dukungan dan fasilitas yang disediakan telah memungkinkan penulis untuk menyelesaikan penelitian ini dengan baik. Semoga hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan UMKM dan masyarakat luas. DAFTAR PUSTAKA