Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Vol. No. 1 Januari 2025 e-ISSN:2964-3104. p-ISSN:2964-3090. Hal 117-128 DOI:https://doi. org/10. 59031/jkpim. Availableonlineat . https://jurnal. id/index. php/jkppk Value Mulia Menurut Perspektif Menurut Abu Nuaim Al Asfahani Dalam Kitab Hilyatul Aulia Hikamudin Suyuti UIN Saifuddin ZUhri Purwokerto Alamat: Jalan Jendral A Yani No 40A Purwokerto Korespondensi penulis: hikamudin@uinsaizu. Abstract. "The book Hilyatul Auliya by Abu Nu'aim al-Asfahani is a compilation of the noble value qualities of righteous scholars. It has become a well-known reference in Islamic history, jurisprudence, and hadith literature, deeply embedded in the hearts of Muslims, especially Sufis and scholars of Sufism. Given that Sufism has been an integral part of Islamic studies throughout history, this research aims to explore the noble qualities of these scholars and the methods they employed to acquire knowledge. Hilyatul Auliya contains biographies of prominent Islamic figures from the early era, including the Companions of the Prophet. It provides detailed accounts of at least eight hundred renowned scholars, starting from the Rightly Guided Caliphs and extending to those who were contemporaries of Abu Nu'aim al-Asfahani. The book is divided into ten volumes and covers a wide range of topics. The first chapter discusses the nobility and sainthood of the Companions, followed by chapters on the lives of the people of the Suffah, the Tabi'in of Madinah, the Tabi'in of Syria, the Tabi'ut Tabi'in of Kufa and Syria, the Tabi'ut Tabi'in known for their devotion, the people of the Mashriq, select saints and Imams, the knowledgeable people of Iraq, the knowledgeable scholars of Baghdad, and finally, the scholars who were contemporaries of the author, including hadith experts from Isfahan . -421 H) Keywords: Value. Noble. Abu Nuaim Al Asfahani. Hilyatul Aulia Abstrak. Buku Hilyatul Auliya karya Abu Nuaim al Asfahani adalah buku tentang nilai kemuliaan para pelaku syariat yang sholih mereka sudah populer didalam buku-buku sejarah islam fikih dan hadist, sudah melekat pada ditengah-tengah umat islam terutama para ulama tasawuf para sufi. Karena tasawuf sendiri sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kajian keislaman dari dulu sampaikan saat ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang kemuliaan-kemulian ilmu mereka, serta cara yang seharusnya untuk menghasilkan ilmu itu. Di dalam buku Hilyat al-Auliya memuat biografi para tokoh Islam dari masa awal . ara sahaba. setidaknya dijelaskan biografi delapam ratus ulama tersohor, diawali mulai dari para Khulafa al-Rasyidiin sampai dengan para ulama yang sezaman dengan Abu Nu`aim al-Ashfahani. Buku ini terdiri dari delapan jilid yang tebal dan cetakan terbaru sepuluh jilid. Secara umum kitab ini memuat beberapa bab. bab pertama membahas tentang kemuliaan dan kewaliyan para sahabat, lalu bab kedua riwayat hidup ahli shuffah tingkatan Tabiin, bab ketiga tingkatan ulama Madinah, bab keempat generasi tabi'in penduduk Syam, bab keempat Tabi'ut Tabi'in kufah generasi tabi'in penduduk Syam, bab kelima generasi Tabi'ut Tabi'in, bab keenam generasi Tabi'in yang terkenal tekun beribadah, bab ke tujuh tingkatan penduduk Masyrik, bab delapan, kelompok Wali dan Imam pilihan, orang-orang arif dari penduduk Irak, lalu bab sembilan membahas orang-orang arif dari kalangan ulama Baghdad, bab sepuluh para ulama yang semasa dengan penulis (Abu Nu'ai. , para pakar hadits dari Ashfahan . -421 H) Kata kunci: Value. Kemulian. Abu Nuaim al Asfahani. Hilyatul Auliya LATAR BELAKANG Sejarah pembukuan kepribadian para orang shalih terutama para sahabat, tabiAoin dan tabiAout tabiAoin mempunyai nilai penting terhadap kajian sumber-sumber syariAoat islam terutama hadist, tafsir, fikih dan tasawuf. Karena akhlak mulia menjadi modal utama menjadi rijalul hadist dan menjadi wali bagi kalangan tasawuf. Peristiwa yang Received: October 12, 2024. Revised: November 13, 2024. Accepted: November, 14, 2024. Online Available: Desember, 18, 2024. Published: January 01, 2025 * Yohanes Ari Kuncoroyakti. suratyohanes@gmail. Value Mulia Menurut Perspektif Abu NuaimAl Asfahani dalam Kitab Hilyatul Aulia mempunyai keterkaitan sebagai bukti warisan peninggalan dalam sejarah Islam, kitab Hilyah Auliya sendiri merupakan salah satu kitab yang masyhur dalam dunia hadist dan Kitab ini merupakan sebuah karya yang disusun oleh Abu Nuaim Al Isfahani. Abu Nuaim sendiri adalah seorang ulama terkenal yang menguasai berbagai bidang keilmuwan seperti tasawuf, ahli hadis dan al Quran. Nama lengkap beliau adalah Ahmad bin Abdullah bin Ahmad bin Ishaq bin Musa bin Mihran al Isfahani, asal beliau di Iran lebih tepatnya terletak disebelah selatan didekat sungai AuZandarunAy sekitar 210 mil dari kota Teheran dan beliau juga meninggal dunia di Isfahan, maka nama Isfahan ditautkan pada namanya, maka menjadi al-Asfahani. Abu Nuaim dilahirkan Isfahan bisa juga disebut Asfahan tepatnya pada bulan rajab tahun 366 H, ada riwayat lain mengatakan bahwa beliau lahir tahun 334 H. Ayah Abu Nuaim al Asfahani sendiri adalah seorang ulama terkemuka yang bernama Muhammad bin Yusuf. Nasab beliau ditautkan pada Mihran Pembentukan karakter cendekiawan Abu Nuaim al Asfahani mulai terbentuk di keluarganya yang ulama serta lingkungan yang mencintai tentang ilmu. Maka tidak heran apabila waktu-waktu beliau dihabiskan hanya untuk belajar. Semenjak umur enam tahun. Abu Nuaim sudah sering diajak ayahnya pergi menemui banyak ulama-ulama yang alim di kota. Sehingga membuat Abu Nuaim lebih terbantu dalam mempelajari berbagai disiplin keilmuan islam. Seorang sejarawan islam Adz- Dzahabi mengatakan bahwa tokoh-tokoh ilmu terkemuka sudah memberikan ijazah keilmuan kepada Abu Nuaim semenjak umur enam tahun. seperti Abu Muhammad bin Faris yang pertama kali memberikan ijazah dalam bidang ilmu hadist diumur enam tahun. Bahkan Ibnu Taimiyah ikut menyanjung Abu Nuaim dalam kepakaran ilmu hadist. Pernah Ibu Taimiyah ditanya seseorang kenapa suka membaca kitab Hilyatul Auliya karya Abu Nuaim al Asfahani. Ibnu Taimiyah menjawab bahwa Abu Nuaim adalah penghafal Hadist tersohor, penulis buku yang sangat banyak serta banyak dimanfaatkan orang . ipelajari oleh orang-oran. Ibnu Taimiyah masih melanjutkan pendapatnya bahwa Abu Nuaim kapasitas kemampuan dan kualitasnya melebihi kategori Tsiqahidan buku Hilyatul Auliya adalah buku terbaik yang mengungkapkan kisah-kisah dan kepribadian orang zuhud. Ketika mulai dewasa Abu Nuaim Al Asfahani banyak rekomendasi untuk mengunjungi dan belajar kepada para ulama di lain daerah seperti Irak tepatnya di Bagdad, lalu ke Bashrah. Kufah. Makkah sampai juga ke Naisabur. Guru-guru Abu Nuaim al Asfahani diantaranya Ahmad al-Hakim an-Naisaburi. Abu Abdullah di Kufah. Faruq bin Abdul Karim Al Khaththabi di Bashrah. Abu Bakar Al Ajiri di Makkah, serta Syekh Ali AsShawwaf di Baghdad Pada ilmu qiroAoah Abu Nuaim langsung meriwayatkan ilmu qiroAoah melalu at-Thabrani yang mengambil ilmu qiroAoah kepada Abu al-Qasim al-Hudzali. JKPPK - VOLUME 3. NO. JANUARI 2025 e-ISSN:2964-3104. p-ISSN:2964-3090. Hal 117-128 Pada ilmu fikih, seorang ulama fikih yaitu Ibu al-Jazari menulis biografi Abu Nuaim al Asfahani pada karyanya yaitu kitab Ghayatun Nihayah fi Thabaqatil Qurra. Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa Abu Nuaim juga seorang ahli fikih yang bermadzhab SyafiAoi. Sehingga Imam as-Subkhi al-Isnawi serta Ibnu Hidayatulloh memasukan dalam kategori Thabaqat as-SyafiAoiyah. KAJIAN TEORITIS Abu Nuaim al Asfahani memulai pengembaraan ilmu dari tahun 356 sampai tahun 370 dan belajar keberapa ulama di berbagai daerah diantaranya Di Asfahan tempat kelahiran beliau sendiri, beliau berguru kepada beberapa ulama terkemuka diantaranya:A Abdullah bin Ja'far bin Ahmad bin Faris bin al-Farj . 248-346H)A Al-Qazi Ahmad bin Muhammad bin Ahmad bin Ibrahim al-'Asal . 374H). Ahmad bin Ja' far bin Ahmad bin Ma'bad Abu Ja'far al-Samsar . 346H). Ahmad bin Muhammad bin Ahmad bin Ja'far al-Qasshar . 399H). Diantara guru beliau di Naisaburi adalah: Muhammad bin Abdillah al-Hakim al-Naisaburi(Ibn al-Ba. 405H). Di Makkah beliau berguru kepada beberapa ulama yang masyhur diantaranya: Abu Bakr bin Muhammad bin al-Husain bin Abdullah al-Ajiri . 360H Di Basrah Diantaranya: Faruq bin Abd al-Karim al-Khattabi dan Muhammad bin Muslim al-Amiri Di Kuffah diantara guru beliau di Kuffah adalah: Abi Bakr Abdullah bin Yahya al-Thalha. Karya-karya beliau Hilyat al-auliya bi Thobaqoti al-Asfiya,yang terdiri dari delapan jilid besar ada percetakan yang mencetak menjadi sepuluh jilid. di Dalam buku tersebut terdapat lebih dari enam ratus lima puluh biografi islam awal diantaranya para sahabat Nabi Muhammad SAW, tabiAoiin, tabi at-tabiAoin, di buku tersebut memuat sekitar 4. 000 halaman dalam edisi fokus isi biografi tersebut adalah individu yang menjadi pelaku pengembangan tasawuf dan pelaku sufi. Al-Arba'in alaAo Madhzab al-Mutakhaqiqiin Min al-Sufiya. Dala' il al-Nubuwa (Tanda-tanda dan bukti kenabia. , yang fokus dialamatkan untuk pribadi agung Nabi Muhammad saw, buku ini sebagian diterbitkan dan dikosumsi oleh al-Baihaqi hingga tujuh jilid dalam sebuah karya yang berjudul seperti . Dhikr Akhbar Asbahan atau Memorial of Chronicles of Isfahan. Al-Du'afa'. Fada'il al-Khulafa 'al-Arba'a wa Ghairihim. Fadilat al-Adilin min al-Wulat, atau ekslopedi empat puluh JKPPK - VOLUME 3. NO. JANUARI 2025 Value Mulia Menurut Perspektif Abu NuaimAl Asfahani dalam Kitab Hilyatul Aulia narasi terkait pemerintahan yang adil serta tugas-tugas dari kebijakan para penguasa. AlSakhawi merekam setiap narasi tersebut dengan terperinci sehingga karyanya tersebut menjadi dokumentasi yang diterbitkan. Juz fi Turuq Hadits Inna Lillahi Tis'atun wa Tis'ina Isman. Al-Mahdi. Ma'rifat al-Sahaba wa Fada'ilihim . engetahui para sahabat dan kelebihan merek. Bukuno sepuluh adalah dasar dari karya-karya yang selanjutnya disusun oleh Ibn Abd al-Barr. Ibn al-Athir, dan Ibn Hajar. Musnad alImam Abi Hanifah. Al-Mustakhraj Ala al-Bukhari. Al-Mustakhraj ala Muslim. Riyadat al-Abdan. Al-Shuara. Al-Sifat. Sifat al-Janna. Tabaqaat alMuhaditsiyn Wal-Ruwat . apisan biografi cendekiawan dan narator hadit. Tasmiyatu Ma Intaha Ilaina Min Al-Ruwat 'an Al-Fadl Ibn Dukain' Aliyan. Tathbit al-Imama wa Tartib al-Khilafa, pada cetakan pertama, berisi penyangkalan terhadap faham Syiah. Al-Tibb al-Nabawi . engobatan nab. Jalaludin Al-Suyuti bahkan menyebutkannya dalam syarakh Syrat al-Nas dalam buku tafsirnya al-Iqlyl sebagai Istinbat al-Tanzil METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan dua pendekatan , yaitu pendekatan normatif dan pendekatan filologis atau historis. Pendekatan normatif itu lebih menjurus kepada motivasi atau kepentingan dari pada masing-masing agama yang diyakini, selain itu prinsip dasar dari pendekatan keagamaan ini bagaimana memahami teks-teks yang tertulis di dalam kitab suci masing-masing agama. Sedangkan pendekatan filologis atau historis dalam kajian Islam merupakan salah satu yang sangat penting, karena dengan mempelajari filologi maka kekayaan Islam baik berupa teks-teks kuno atau manuskrip yang ditulis oleh para ulama terkemuka dahulu bisa dipahami, baik itu maknanya maupun di implementasikan pada kehidupan modern saat ini. Maka salah seorang ilmuan yang bernama Carles mengatakan, bahwa ilmu filologi haruslah dikembangkann dalam studi akademik, melihat banyak teksteks yang meliputi sejarah, teologi hukum, mistik dan lain-lainnya, belum sempat diterjemahkan ke dalam bahasa Eropa dan belum dikaji oleh umat islam. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada Abu Nu`aim al-Ashfahani dalam muqaddimah buku tersebut memulai pembahasan bukunya itu dengan kemuliaan dan kelebihan para wali Allah baik itu di dunia maupun di akhirat. Kemudian Beliau menjelaskan lebih banyak lagi tentang balasan terhadap JKPPK - VOLUME 3. NO. JANUARI 2025 e-ISSN:2964-3104. p-ISSN:2964-3090. Hal 117-128 orang-orang yang menentang para wali Allah, bahkan beliau sampai menganalogikan seolah-olah mereka telah mengangkat bendera perang terhadap Allah swt, semuanya itu beliau paparkan sendiri di dalam muqaddimah hilyatul auliya, dengan didasari dengan hadist-hadist yang telah beliau riwayatkan terkait hal tersebut. Dalam kitab ini, beliau mengumpulkan kata-kata mutiara hikmah tentang ilmu tasawuf dan petuah para sufi dengan mengklasifikasikan thobaqot . mereka sesuai dengan thobaqot mereka masing-masing, terdapat kurang lebih terdapat delapan tokoh ulama yang telah beliau masukan di dalam kitab hilyatul auliya, diawali dengan para sahabat empat (Khulafa alRaasyidii. , lalu para sahabat al-Mubasysyiiriina bi al-Jannah, kemudian para sahabat yang lain yang mulia serta para ahli Suffah, kemudian para Tabi`iin. Tabiu at-Tabi`in, serta para ulama ahli ibadah . yang sekaligus ulama tasawwuf lainnya yang semasa dengan beliau. Lebih rincinya terkait buku Hilyatul Auliya bi thobaqoti al-Asfiya sebagai Muqodimah (Pendahulua. Bab para sahabat nabi Muhammad SAW Bab riwayat hidup ahli shuffah tingkatan Tabiin Bab tingkatan ulama Madinah Bab Tabi'ut at-Tabi'in penduduk kuffah Bab generasi Tabi'in penduduk Syam Bab generasi Tabi'ut at-Tabi'in Bab generasi Tabi'ut Tabi'in Bab generasi Tabi'in yang terkenal tekun beribadah Bab tingkatan penduduk timur (Masyrik ) Bab kelompok wali serta imam-imam pilihan, serta orang-orang arif dari penduduk Irak Bab orang-orang arif dari kalangan ulama Baghdad, para ulama yang semasa dengan Abu Nuaim al Asfahani. Abu Nuaim sendiri juga menyebutkan sanad yang panjang secara detail sehingga pengulangan cerita atau hadist yang sama di beberapa tempat yang berbeda. Di dalam buku tersebut ketika beliau menyebutkan nama salah seorang ulama maka kemudian beliau memperkenalkan profil, manaqib lalu cerita-cerita yang berkaitan dengan ulama yang jadi topik tersebut secara terperinci. Tidak ketinggalan Ibnu Qoyyim al-Jauzi juga mengomentari tentang Abu Nuaim al-Asfahani, komentar JKPPK - VOLUME 3. NO. JANUARI 2025 Value Mulia Menurut Perspektif Abu NuaimAl Asfahani dalam Kitab Hilyatul Aulia tersebut terdapat dalam ringkasan kitab Hilyatul Auliya tentang sosok ulama Hasan alBasri mengenai perkataannya, di dalam waktu dan tempat yang lain. Abu Nu`aim al Asfahani menyematkan para sahabat Hasan al-Basri beliau serta mengulang kembali cerita yang sama dari perkataan al-Hasan. Abu Nuaim al Asfahani juga meletakkan hadist sesuai dengan nama yang telah beliau sebutkan satu persatu, mulai dari Khulafaur Rasyidin, tabiAoin sehingga sampai kepada para ulama yang semasa Terkait kata tasawuf Abu Nuaim al Asfahani berpendapat bahwa kata tasawwuf diambil dari empat kelompok kata yaitu: As-Safa` yang artinya bersih atau jernih. Al-Wafa` artinya memenuhi janji As-Sufanah artinya cerah. Suffah artinya tempat bagi sebahagian sahabat yang tidak mempunyai rumahii. Pada Hilyatu al-Auliya ada beberapa derajat para wali diantaranya Para wali menduduki derajat para syuhada dan anbiya Para wali adalah pewaris dzikir yang sempurna Para wali terselamatkan dari segala fitnah dunia dan balaAo Para wali adalah orang yang zuhud terhadap dunia, terutama dalam hal makanan dan Keikhlasan para wali dapat membuat hujan turun dari langiti Tuduhan-Tuduhan Negatif dan Pujian Abu Nuaim al Asfahani Tuduhan - Di Tuduh Syiah Diantara tuduhan terhadap Abu Nuaim al Asfahani adalah penganut faham syiah. AlKhawansari dalam bukunya Raudhatu al-Jannah memuat beberapa tokoh syiah yang menyebutkan Abu Nuaim al Asfahani adalah Syiah. Diantara tokoh syiah tersebut adalah Muhammad al Khatun Abadi dia mengatakan bahwa Abu Nuaim al Asfahani adalah orang awam yang berkeyakinan syiah. Dia di kalangan Ahli Sunnah bertaqiyah karena tuntutan kondisi yang berada di lingkungan Ahli Sunnah. Selain itu alasan dianggap Syiah adalah sikap Abu Nuaim terhadap Muawiyah dan Ali Bin Abi Thalib Ra. Dalam Hilyatu al-Auliya Abu Nuaim lebih menampilkan kelebihan-kelebihan Ali Bin Abi Thalib dan mengesampingkan kelebihan Muawiyah. Imam al-Amiliy dalam bukunya AAoyan as- JKPPK - VOLUME 3. NO. JANUARI 2025 e-ISSN:2964-3104. p-ISSN:2964-3090. Hal 117-128 Syiah mengatakan bahwa Abu Nuaim mempunyai laqab . yang sama dengan laqab ahli hadist Syiah Untuk menangkal klaim Syiah. Abu Nuaim sampai menulis buku Tatsbitu al-Imamah wa Tartibu al-Khilafah dan buku MaAorifatu as-Shahabah. Terlepas dari itu Ibnu Taimiyah mengomentari bahwa pencatatan dan periwayatan Abu Nuaim tidak serta merta membuat beliau Syiah. Akan tetapi Abu Nuaim mencatat berdasarkan kesepakatan ulama hadist dari kalangan Ahli Sunnah dan Syiah sehingga periwayatan yang dimaksud masyhur dilintas madzab sehingga lebih mantapiv. Di Tuduh Menampilkan Hadist Palsu Pada zaman itu Ibnu Mandah adalah salah satu ulama yang paling keras mengkritisi Abu Nuaim al Asfahani tentang sikap diam Abu Nuaim terhadap hadist-hadist palsu dalam Hilyatu al-Auliya. Pada era saat ini banyak pengkritik yang mengatakan bahwa hadisthadist dalam Hilyatu al-Auliya mengandung hadist-hadist dan cerita-cerita yang bathil termasuk Nasirudin Albani dalam bukunya Dzha`if Al-Targhib Wa al-Tarhib Al-Albani menyebutkan bahwa hadist yang diriwayatkan Abu Nu`aim terkait seseorang apabila meninggal dunia akan tetapi ia belum melaksanakan ibadah haji, maka ia bagaikan mati orang Yahudi atau Nasrani, al-Albani dalam dzha`if al-Targhib wa al-Tarhib mengatakan hadist ini dari Abi Umamah dan merupakan hadist dzaAoif atau palsu Sebenarnya banyak ulama besar yang simpati dan memuji Abu Nuaim al Afahani seperti Adzahabi adalah salah satu ulama yang membela Abu Nuaim. Adzahabi mengatakan bahwa saya mengetahui ada dosa Abu Nuaim terkait hadist palsu, semoga Allah mengampuni semoga Allah swt mengampuni dosa orang yang menuduhnyav Adzhabi melanjutkan komentarnya dalam buku al-Uluww li al-Aliyyil Ghaffar bahwa Manhaj kami (Abu Nuaim dan Adzahab. adalah manhaj Salaf yang mengikuti al-Kitab (Al QurAoa. , asSunnah. IjmaAo umat, serta apa juga yang mereka yakini (Qiya. Di Tuduh kurang Relevan Ibnu Mundah adalah ulama yang berselisih faham dengan Abu Nuaim al-Asfahani. Ibn Mundah sendiri adalah ulama ahli hadist, sejarah juga tasawuf. Ibu Mundah berpendapat bahwa buku Hilyatul Auliya adalah obatnya bagi orang yang iman yang lemah serta mentalnya rusak. Itu dikarenakan tidak memperdulikan akhirat, cinta dunia serta takut mati sesuai dengan apa yang telah disyari`atkan agama. Ibnu Mandah juga meragukan JKPPK - VOLUME 3. NO. JANUARI 2025 Value Mulia Menurut Perspektif Abu NuaimAl Asfahani dalam Kitab Hilyatul Aulia tentang lafadz la-Quran dan juga akidah Abu Nuaim al-Asfahani yang berakidah AsyaAori. Abu NuAoaim segera membantah tuduhan Ibnu Mandah dengan menulis buku yang berjudul ar-Radd Aoalal Hurufiyah wal Hululiyah. Ibnu Mandah juga membalas bantahan tersebut dengan menulis buku ar-Radd Aoalal Lafzhiyah. Keduanya saling menjarh/mengkritik satu sama lain. sehingga terjadi pertempuran ilmiah. Namun pendapat itu ditengahi oleh Ibnu Qoyyim Al-Jauzi yang mengatakan bahwa Abu NuAoaim adalah ulama berakidah AsyAoari. Abu Nuaim lebih cenderung pendapat bahwa tilawah atau bacaan al-QurAoan adalah makhluk. Sedangkan Ibnu Mandah cenderung kepada akidah salaf. yang berkeyakinan bahwa lafaz al-QurAoan bukanlah makhluk. Peselisihan juga pernah terjadi terjadi antara Imam Bukhari dengan Imam Muhammad bin Yahya adz-Dzuhli dengan tema serupa. Ibnu Qoyyim juga berpendapat bahwa buku Hilyatul Auliya terdapat persoalan yang seharusnya tidak terjadi serta terdapat hal-hal yang seharusnya tidak terlupakan. Diantara persoalan yang kurang layak adalah Buku Hilyatul Auliya mengumpulkan cerita-cerita para tokoh pilihan, diharapkan orang lain dapat mengikuti jejak mereka, namun cerita tersebut tidak diambil dari perkataan mereka sendiri melainkan dari orang lain yang menceritakan tentang mereka. Al-Jauzi tidak melihat lebih jauh tentang berita yang beliau kutip dari seseorang apakah itu layak ataupun tidak layak untuk beliau tuliskan dalam bukunya, contohnya dalam kutipan Abu Nuaim al Asfahani terhadap Mujahid dan `Ikrimah tentang tafsir mereka berdua Pada Hilyatul Auliya Terjadi pengulangan kisah, contohnya saat Abu Nuaim mengisahkan Hasan Basri Terlalu panjang menyebutkan hadist-hadist yang marfu` terhadap seseorang sehingga beliau lupa memberikan komentar. Pujian terhadap Hilyatu al-Auliya - Seorang ahli tafsir yang bernama Ibnu Katsir berpendapat bahwa. Abu Nu'aim al- Ashfahani adalah seorang hafidzh . enghafal Hadis. yang luas serta memiliki banyak karya tulis ilmiah yang masyhur dan bermanfaat untuk khayalak banyak Di aantara karyanya adalah Hilyatul Auliya yang terdiri dari beberapa jilid. buku ini menunjukkan JKPPK - VOLUME 3. NO. JANUARI 2025 e-ISSN:2964-3104. p-ISSN:2964-3090. Hal 117-128 luasnya periwayatan Abu Nuaim, banyaknya guru, kekuatannya dalam mengkaji serta menelaah sumber-sumber Hadist sehingga banyak jalur hadist yang dilaluinya. - Ibnu Khalkan mengatakan. Abu Nuaim adalah seorang Hafidz yang sangat masyhur, penulis buku Hilyatul Auliya. Abu Nuaim juga termasuk salah satu tokoh terkemuka yang tsiqah . - Ibnu Mardawaih memuji Abu Nu'aim dengan menyebut sebagai orang yang didatangi banyak ulama pada zamannya. Di seluruh penjuru daerah ini tidak ada orang yang lebih baik sanad dan hafalannya dibandingkan Abu Nuaim. Para hufadz . ara penghafal hadis. berkumpul di sampingnya. Setiap hari mereka berkumpul dan memhafal apa yang dia inginkan sampai menjelang Dhuhur. Sampai-sampai ketika Abu Nu'aim pulang terkadang ada orang yang membacakan al-Quran sambil berjalan satu juz selama di jalan dan Abu Nuaim sama sekali tidak mengeluh. - Khatib Al-Baghdadi menyanjung Abu Nuaim dengan berkata, saya tidak melihat orang yang layak menyandang gelar Al-Hafidz selain dua orang: pertama Abu Nu'aim AlAshfahani dan yang kedua Abu Hazim al-A'raj. - Ibnu Ahmad Al-Hambali memuji Abu Nuaim dengan menyebut bahwa Abu Nu'aim adalah salah satu orang di dunia ini yang memiliki isnad tertinggi, kuatnya hafalan serta memiliki kedalaman pengetahuan dalam bidang Hadist dan disiplin ilmu lainnya. Hadist Tentang Kemuliaan Para Sahabat Kehati-hatian Abu Bakr dalam hal makanan: AI O IO I II I EI I AOI IO OCO I AOI CE IO IO I IIAO EAO I EOI O IA A EI EO E EAcOC O EEN EO IN IIEOE O cE EON AN EOE I AIOEA: AEI EEOAO I I c EO I O I CI CEA A I COIA: A II OI N CEA. A I EE EIO E cE EOE OEI EIO EEOE CE IEIO EO EE EOA: AIIN ECI ACE EN EIIEOEA A CE ON AO ECNA. A uI E I NEEIOA: A AEI I EI EOOI I NI Au ENI AOIO CEA. AAO ENEO ACO ENI AOOIOA A ACOE ENA. A A II I AE O OOCO O IO NA. A ACO EN uI NN E uE EIA. A OE E A. AAE OCOA :A I OE EEN AEO EEN EON OEI COEA. A EO EI uE I IAO ENA:AOIE EEN E cE N II E NN ECI! CEA A A I OI O II O II NN EECIA. } AE cE I II AEI OEO NA JKPPK - VOLUME 3. NO. JANUARI 2025 Value Mulia Menurut Perspektif Abu NuaimAl Asfahani dalam Kitab Hilyatul Aulia Kelebihan `Umar bin Khatthab: AI EOII I I I IO I O EN I O I O IOI I EEN I I I NI I O NI I IO I IIA A u cI EEN c O cE E E cC EO EI I OCENA:AI O NO I EIO AEO EEN EON OEI CEA Kelebihan `Usman bin `Affan: AI EOII I I I I I IO EOO I EO I o EICO I EAIO I EEO EIO I O EEN I I IA " A " II O IO OEINA:A CE OE EEN AEO EEN EON OEIA:AIA I I I CEA Beberapa Petuah-Petuah Para Ulama Tentang Kesabaran Sufyan ats-Tsauri pernah berkata. Tiga hal yang termasuk bagian kesabaran adalah : Jangan menceritakan kemaksiatan yang pernah kamu lakukan. Janganlah kamu menceritakan sakit diderita Janganlah kamu merasa diri suci. Mengelola Syahwat Wahab bin Munabbih berkata: Siapa saja yang menjadikan syahwatnya di bawah telapak kakinya . itekan atau diinja. , niscaya setan akan ketakutan pada bayangannya. Dan siapa saja yang sifat kesantunannya . mampu mengalahkan hawa nafsunya, maka itulah orang yang berilmu dan perkasa. Sikap Terhadap Para Pencari Popularitas Bisyr bin Harits berkata: Aku tidak mengetahui orang yang ingin terkenal, melainkan agamanya hilang dan aibnya terbongkar. JKPPK - VOLUME 3. NO. JANUARI 2025 e-ISSN:2964-3104. p-ISSN:2964-3090. Hal 117-128 Urgensi Menuntut Ilmu AoUrwah bin az-Zubair pernah berkata terhadap anak-anaknya, seperti ini: AuWahai anak-anakku! Tuntutlah ilmu! Sesungguhnya, walaupun kini kalian masih kecil, kelak kalian akan menjadi orang-orang besar. Adakah yang lebih buruk daripada seorang yang sudah tua renta lagi bodoh?Ay. Memandang Dosa Diri Sendiri Seorang TabiAoin yang abid, alim dan menjadi imam bernama Muhammad bin WasiAo. TabiAoi tersebut berkata: AuAndaikata dosa itu mempunyai bau, niscaya kalian tidak akan sanggup berdekatan denganku karena busuknya bauku. Ay Bahaya Malas Nasihat Muhammad bin AoAli bin al-Husain bin AoAli bin Abi Thalib kepada anak-anaknya yang berbunyi: Wahai anak-anakku, jauhilah kamu dari sifat malas serta banyak mengeluh, karena sesungguhnya kedua sifat tersebut merupakan kunci dari segala keburukan. Apabila engkau malas, maka engkau tidak mampu melaksanakan kewajibanmu. Dan Apabila engkau banyak mengeluh, maka engkau tidak akan sabar dalam melaksanakan Kekuatan Iman Syekh Smuaith berkata: Sesungguhnya Allah meletakkan kekuatan orang beriman di dalam hatinya, tidak pada organ tubuhnya. Apakah kamu memperhatikan terhadap orang tua yang sudah lemah fisiknya akan tetapi masih mampu berpuasa di siang yang sangat panas dan bangun di malam hari untuk melakukan shalat malam?, tetapi banyak juga orang yang masih muda juga kuat fisiknya akan tetapitidak sanggup untuk melaksanakannya. KESIMPULAN DAN SARAN Abu nuaim Al asfahani dalam Hilyatul Auliya telah menjelaskan tentang kemuliaan dan kelebihan para wali Allah. keindahan tentang jejak dan pembelajaran hidup waliyullah. JKPPK - VOLUME 3. NO. JANUARI 2025 Value Mulia Menurut Perspektif Abu NuaimAl Asfahani dalam Kitab Hilyatul Aulia juga kerugian terhadap orang yang membenci dan memusuhi para wali Allah. Tanpa mengesampingkan aspek syariAoah. Pembukuan al-Sunnah serta nilai-nilai otentifikasi sumber-sumber syariAoat islam. Tradisi akhlak mulia serta ilmu pengetahuan dan karya ilmiah menjadi corak kehidupan mereka. Perdebatan kualitas hilyatul Auliya terjadi antara Ibnu Mundah dan Abu Nuaim melahirkan bantahan buku ar-Radd Aoalal Hurufiyah wal Hululiyah. Serta bantahan tersebut dengan menulis buku ar-Radd Aoalal Lafzhiyah DAFTAR REFERENSI NuAoaim. Hilyatul auliyaAo. Kairo: Maktabah as-salafiyah. H, 1388. Al-Ashfahani. Hilyatul Auliya. Pustaka Azzam. Abdul Aziz Bin Awang Kechik ( 2. Hadist-Hadist dalam Bughyah al-Tullab Jilid ke dua: Takhrij dan Analisis, hal. Al-Hafiz Abu Nu`aim. Akhbar Asfahan, jil 1, h. 169, lihat juga Abdul Hafidz Farghali Ali al-Qurni A, h. Siregar. Reinterpretasi Hadis Tentang Keutamaan Bulan Rajab. SyaAoban Dan Ramadan. SHAHIH (Jurnal Kewahyuan Isla. , 1. Abdul Hafidz Farghali Ali al-QurniA, h. Taftazani,Abu. Sufi Dari Zaman ke Zaman. Bandung: Pustaka, 2003. Suyuti. Muh Hikamudin, and Hasyim Asy'ari. "Menakar Kembali Konsep Kala pada Fiil MAs Menurut NuuAt (Kajian Reflektif untuk Pembelajaran Bahasa Ara. " Alsina: Journal of Arabic Studies 3. : 55-80. Suyuti. Muh Hikamudin, 2018. Belajar Balaghah Secara Sistematis. Yogyakarta. Dialektika Suyuti. Muh Hikamudin, 2021. Buku Ajar Akhlak Tasawuf. Klaten. Penerbit Lakeisha Suyuti. Muh Hikamudin, 2022. Bahasa Arab Dari Pemula Sampai Menengah. Klaten. Penerbit Lakeisha Suyuti. Muh Hikamudin, 2023. Refusal of The Amil Concept in Improving Understanding of Arabic Language Rules (Examining The Thoughts of Ibn Madla') Proceeding of Dakwah Saizu International Conference 1 . , 113-122 Suyuti. Muh Hikamudin, 2023. Raiba dan Waswas dalam Al-Quran (Kajian Semanti. Jurnal JIMPS JKPPK - VOLUME 3. NO. JANUARI 2025 e-ISSN:2964-3104. p-ISSN:2964-3090. Hal 117-128 JKPPK - VOLUME 3. NO. JANUARI 2025