Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 2 Desember 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Korelasi Antara Motivasi. Strategi Belajar, dan Prestasi Akademik Taruna ATKP Makassar: Tinjauan Belajar Level 4 Standard ICAO Correlation Between Learning Strategies. Motivation, and Academic Achievement: a Review of Makassar ATKP Cadets Learn Standard of ICAO Level 4 Ahmad Rossydi1. Agnes Erna Wahyu P2. Mustahrim Atbar3 rossydi@poltekbangmakassar. id, agnesatkpmks. @gmail. mustahrimatbar@gmail. Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan Makassar ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara motivasi, strategi belajar, dan prestasi akademik taruna ATKP Makassar: tinjauan belajar level 4 standard ICAO. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatf dengan sampel Taruna ATKP Makassar Prodi Lalu Lintas Udara dan Komunikasi Penerbangan dengan teknik pengambilan sampel acak . Pengumpulan data dengan menggunakan angket . Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis korelasi product Moment dari Pearson. Pada taraf signifikansi 5%, hasil penelitian menemukan bahwa: . motivasi belajar mempunyai korelasi positif terhadap strategi belajar dengan nilai r sebesar 0,851. Motivasi belajar taruna mempunyai korelasi positif dengan prestasi akademik yang dalam penelitian inin adalah kecakapan Bahasa inggris dengan nilai r sebesar 0,892. Strategi belajar bahasa mempunyai korelasi positif dengan prestasi akademik . ecakapan berbahasa inggri. dengan nilai r sebesar 0,802. Motivasi sebagai pemberi stimulus sementara strategi belajar mengarahkan dan memaksimalkan dorongan kearah yang lebih positif. Motivasi memunculkan rasa percaya diri yang sangat penting dalam pengembangan kecakapan berbahasa Inggris. Strategi belajar dapat mengontrol keterbatasan-keterbatasan produksi Bahasa. Kata kunci: motivasi. strategi belajar. prestasi akademik. kecakapan berbahasa Inggris ABSTRACT This research aimed at finding out the correlation among learning strategies, motivation, and academic achievement of CASEA Makassar cadet: a review of ICAO standard level 4. The research employed quantitative research. The sample of this research were Air Traffic Controller and Flight Communication cadet of CASEA Makassar. The cadets were chosen by applying cluster random sampling technique. Data collection by using the questionnaire instrument. Data analysis was done using correlation analysis Product Moment of Pearson. On the significance level of 5%. The findings of the research reveal that: . the motivation of learning has positive correlation against learning strategies with a value r of 0. The motivation of learning has a positive correlation with the Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 2 Desember 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 cadet academic achievement that in the study of these is English proficiency with value r of 0. Language learning Strategies have a positive correlation with academic achievement (English proficienc. with value r of 0. Motivation as a giver of stimulus while learning strategies were directing and maximize the push positive. Motivation rose up the confidence which is very important in the development of English language proficiency. Learning strategies can control production limitations of language. Keywords: motivation. learning strategy. academic achievement. language proficiency PENDAHULUAN Keberhasilan belajar Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing di Indonesia ditentukan oleh banyak faktor. Menurut Jamulia . , taruna sebagai salah satu faktor independen adalah entitas unik dengan karakteristik internal dan eksternal yang berbeda. Karakteristik internal misalnya, motivasi, sikap dan keyakinan, kepribadian, gaya belajar, dan strategi belajar, sedangkan karakteristik eksternal adalah faktor lingkungan, latar belakang sosial, perbedaan fisik, dan pengalaman masa lalu. Karena karakteristik merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan belajar bahasa, mereka harus dioptimalkan sepenuhnya dan hars lebih Kurikulum di Indonesia, bahasa Inggris telah menjadi subjek di tingkat dasar, bahkan lebih awal, seperti taman kanak-kanak dan kelompok bermain. Begitu pula pendidikan tingkat menengah, di sekolah menengah pertama dan menengah atas. Untuk tingkat universitas, bahasa Inggris diajarkan di semua Meskipun, bahasa Inggris hanya sebagai mata pelajaran umum untuk jurusan non-Bahasa Inggris dan diajarkan hanya untuk beberapa semester. Bahasa Inggris tidak hanya penting dalam kegiatan belajar mengajar tetapi juga dalam pengujian, dan pelajaran penting bagi siswa untuk lulus ujian nasional. Serta menjadi subjek untuk masuk universitas, bahkan untuk gelar magister, tes bahasa Inggris seperti tes TOEFL diperlukan. Oleh karena itu, tidak dapat disangkal bahwa bahasa Inggris merupakan bagian terpadu dari praktik pendidikan kita. Tetapi mereka juga tidak dapat membantu taruna Indonesia untuk menjadi komunikator yang baik dalam bahasa Inggris, bahkan setelah belajar bahasa Inggris selama bertahun-tahun. Widiati & Cahyono . dalam penelitiannya pada tahun 2005 menemukan bahwa para taruna di kelas kebanyakan terdiam dan itu karena kecemasan para taruna. Dari temuan tersebut, ada beberapa masalah yang dihadapi oleh taruna dalam melakukan komunikasi lisan mereka. Beberapa di antaranya adalah masalah linguistik alami . isalnya tata bahasa, kosakata, pengucapa. dan teknik komunikasi . isalnya kelancaran dan interaktivita. , tetapi sisanya adalah masalah psikologis . isalnya motivation dan anxiety . Di Akademi Keselamatan dan Teknik Penerbangan (ATKP) Makassar, para taruna dihadapkan masalah pada keinginan untuk belajar bahasa Inggris. Meskipun, disadari bahwa bahasa Inggris adalah mata kuliah umum tetapi berperan sangat penting. Hal itu dikarenakan masa depan mereka berperan dalam keselamatan orang banyak, mereka nantinya akan bekerja di Bandar udara di mana gerbang bagi orang-orang di seluruh dunia untuk masuk. Selain itu, sebagian besar dokumen yang digunakan taruna untuk belajar menggunakan bahasa Inggris. Selanjutnya, sebelum menyelesaikan studi, taruna harus mengikuti test IELP (ICAO English Language Proficienc. sebagai salah satu syarat kelulusan dan mengikuti test rating menjadi seorang ATC (Air Traffic Controlle. Pada tes itu, dari level 1 hingga level 6, untuk dapat menjadi seorang ATC, mereka mendapatkan level 4 . berdasarkan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO). Singkatnya, mereka harus memiliki motivasi yang kuat dan strategi yang akurat untuk dapat menjadi mahir dalam bahasa Inggris, menyelesaikan proses belajar membutuhkan kemampuan berbahasa Inggris. Konsep Motivasi Ada beberapa teori tentang motivasi Para Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 2 Desember 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 mengklarifikasi motivasi ke dalam berbagai kategori yang berbeda pula. Bandura . mendefinisikan self-efficacy sebagai keyakinan individu dalam kemampuan mereka untuk mengorganisir orang untuk melakukan tindakan tertentu untuk memecahkan masalah atau menyelesaikan suatu tugas. Teori atribusi menyarankan bahwa unsur-unsur, dimana seseorang mengaitkan keberhasilan dan kegagalannya, mempengaruhi harapannya untuk kesuksesan masa depan dan karenanya mempengaruhi motivasi. Atkinson . didasarkan pada rumus berikut: Motivasi (M) = Kemungkinan berhasil yang dipersepsikan (P. x Nilai insentif keberhasilan. Locke & Latham . mengemukakan teori penetapan tujuan, menganggap bahwa perilaku individu ditentukan oleh tujuannya, individu akan memiliki pilihan untuk menyelesaikan tujuan, dan upaya untuk itu sebelum mengambil Dorongan pengajar juga merupakan faktor penting untuk memengaruhi penetapan tujuan dan komitmen terhadap tujuan. Jika siswa kurang percaya diri, dorongan guru akan membantu pembelajar menyadari kemampuan atau keunggulannya sendiri, yang akan memotivasi pembelajar tersebut untuk menetapkan tujuannya sendiri. Oleh karena itu, setiap individu harus menetapkan tujuan yang dapat menantang kesulitan. Namun, mereka seharusnya tidak melampaui kemampuan Guru harus memberikan penghargaan kepada siswa untuk meningkatkan efikasi diri siswa untuk menggapai tujuan, dan membantu siswa menetapkan tujuan yang jelas dan rasional karena target berfungsi untuk memotivasi perilaku. Siswa lebih cenderung bekerja menuju sasaran yang jelas, spesifik, menganggapnya sebagai tantangan tetapi sesuatu yang dapat dicapai. Jadi guru harus menguasai beberapa implikasi penting dari teori yang berbasis tujuan di atas, dan menetapkan tujuan yang tepat untuk siswa dan mendorong mereka untuk fokus pada peningkatan pembelajaran. Motivasi belajar memiliki tiga fungsi dasar (Wu Xinchun, 1. Merangsang Setelah pembelajar memiliki motivasi belajar tertentu, dalam kondisi tertentu, insentif ini akan merangsang peserta untuk belajar tentang berbagai kegiatan. Merujuk pada Motivasi belajar dapat membuat peserta didik bergerak kearah tujuan pembelajaran tertentu dan kearah kegiatan . Memelihara dan mengatur fungsi. Ketika kegiatan belajar sedang berlangsung, penting untuk menjaga motivasi belajar tetap aktif untuk tujuan pembelajaran tertentu. Dan sesuaikan pembelajaran tersebut berdasarkan intensitas dan durasinya. Setiap individu pembelajaran, dan untuk mencapai tujuan Motivasi mendorong seseorang untuk mempertahankan atau memperkuat kegiatan belajar, atau menentukan arah kegiatan konversi untuk mencapai tujuan akhir. Oleh karena itu, motivasi dapat membantu siswa untuk meningkatkan diri mereka sendiri. Konsep Strategi Belajar Oxford . menjelaskan bahwa kata strategi berasal dari istilah strategia yang berasal dari bahasa Yunani kuno yang biasanya digunakan dalam perang yang berarti kejenderalan atau seni perang. Beliau kemudian membandingkannya dengan istilah Baginya, kedua kata ini memiliki kemiripan makna, misalnya dalam hal perencanaan, persaingan, kecurangan, dan pergerakan menuju tujuan tertentu. Kemudian kata strategi mempengaruhi pendidikan, di dunia pendidikan tentunya telah ada beragam jenis penelitian yang dimulai sejak tahun 1970an. Penelitian ini dipelopori oleh Rubin dan Stern tahun 1975 (Griffiths, 2004:. yang menjelaskan tentang karakter membantu siswa agar lebih efektif dalam belajar bahasa melalui beberapa strategi Dalam perkembangannya istilah strategi belajar bahasa digunakan secara berbeda oleh setiap ahli, dari strategi belajar, strategi mengajar (Griffiths, 2. hingga strategi komunikasi (Hubner, 2003. Ni, 2. konsep strategi belajar yang telah dibuat oleh ahli nampaknya berbeda namun saling meliputi antara ketiganya. Olehnya itu, beberapa dari Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 2 Desember 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 penjelasan untuk menghindari kerancuan. Seperti kajian yang dilakukan oleh Griffths di tahun 2004, beliau menjelaskan dari aspek yang paling mendasar seperti istilah yang klassifikasi, teori yang digunakan, hingga pada kerangka berpikir tentang penelitian terbaru yang berhubungan dengan strategi belajar tersebut diuji. Oxford . merupakan karya yang paling dominan digunakan dalam penelitian tentang strategi belajar. Hal itu karena karya tersebut sangat detail dan komprehensif. Beliau membagi strategi belajar dalam dua kategori besar yaitu strategi langsung dan tak langsung dimana masing-masing strategi tersebut terdiri atas tiga bagian. Strategi langsung disebutkan sebagai pelaku atau actor dalam sebuah persembahan sedangkan strategi tak langsung sebagai sutradaranya. Pelaku atau actor . trategi langsun. terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran sementara sutradara . trategi tak langsun. tidak terlibat langsung tetapi sangat berperan dalam mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan pembelajaran tersebut (Husain, 2. Strategi langsung terdiri atas strategi memori, strategi kognitif dan strategi Sementara strategi tak langsung terdiri atas strategi metacognitif, strategi afektif dan strategi sosial. Cakupan dari setiap strategi tersebut akan dibahas sebagai berikut: Strategi memori Jenis strategi ysng satu ini disebutkan sebagai jenis strategi yang telah dikenal selama ribuan tahun dalam bentuk mnemonic. Jenis strategi ini berfokus untuk membantu pelajar untuk menyimpan dan memproses informasi Strategi memori yang disebutkan oleh oxford dapat diidentifikasi ke dalam empat bagian, yaitu menghubungkan secara abstrak, menggunakan gambar dan bunyi, melakukan pengulangan, dan menggunakan gerakan. Strategi Kognitif Berbeda dengan strategi yang telah dijelaskan sebelumnya. Strategi ini telah disebutkan oleh beberapa pakar sebelum Oxford menyebutkannya. Strategi kognitif dijelaskan sebagai strategi yang membuat pembelajar berinteraksi dengan materi pelajaran dengan memanipulasi materi tersebut secara abstrak seperti mengelompokkannya atau mencatat pada bagian-bagian informasi yang penting untuk diingat (Chomot & OAoMalley, 1987. OAoMalley dkk. , 1985 dalam Husain, 2. Wenden dalam Husain . 1:) tahun 1991 menyatakan bahwa strategi kognitif merupakan langkah abstrak yang dilakukan oleh pembelajar untuk memproses sosiolinguistik, misalnya menyimpan apa yang mempraktekkan apa yang telah dipelajari dan melatih keahlian berbahasa seseorang. Dari kedua pendapat tentang strategi kognitif tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa strategi kognitif melibatkan mental atau abstrak proses. Strategi Kompensasi Strategi kompensasi memegang peranan penting bagi pelajar untuk menyelesaikan keterbatasan-keterbatasan pengetahuan baik untuk memahami maupun untuk menggunakan bahasa (Oxford, 1. Hal ini menunjukkan bahwa semua jenis keterampilan dalam belajar bahasa termasuk di dalamnya. Terdapat dua bagian dari strategi kompensasi, yaitu bagian yang berhubungan dengan keterampilan menerima, terdiri atas menebak dengan tepat makna dari sesuatu yang didengar dan sesuatu yang dibaca, dan bagian yang berhubungan dengan keterampilan menggunakan bahasa strategi ini diketahui untuk mengatasi masalah yang berhubungan dengan berbicara dan METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasional antara motivasi, strategi belajar, dan prestasi akademik bahasa Inggris taruna di ATKP Makassar. Penelitian dilaksanakan pada bulan April Ae September 2018 di Kampus Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan Makassar. Variabel dalam penelitian ini, yaitu variabel kriteria . ariabel yang sedang diprediks. dan predictor . otivasi dan strategi belaja. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data dalam penelitian ini, menggunakan 2 . jenis instrument yaitu questionnaire . ngket motivasi dan angket strategi belaja. , dan studi dokumen yang melibatkan taruna di Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 2 Desember 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 Tabel 2. Distribusi Frekuensi dan Persentase Penerapan Strategi Belajar Makassa. Pengolahan Data Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan dua variabel prediktor, yaitu: Motivasi dan Strategi Belajar, dan prestasi akademik bahasa Inggris sebagai variabel kriteria yang diukur secara independen. Data yang dikumpulkan dari masing-masing variabel dianalisis dengan menggunakan Paket Statistik untuk Ilmu Sosial (SPSS) versi 17 untuk windows. Analisis Data Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Paket Statistik untuk Ilmu Sosial (SPSS) versi 17 untuk windows. HASIL DAN PEMBAHASAN Metode Analisis Data . Analisis Deskriptif Variabel . Motivasi Belajar Dari hasil olah data terhadap 69 taruna diperoleh hasil bahwa 5. 79% memiliki motivasi yang sangat tinggi dalam belajar 43% berada pada kategori tinggi. 88% berada di kategori sedang. berada pada kategori rendah. berada pada kategori sangat rendah. Seperti terlihat dalam tabel di bawah ini: Tabel 1. Distribusi Frekuensi dan Presentase perhitungan angket Motivasi belajar Kategori Nilai Frekuensi Sangat tinggi C 208 Tinggi 193 Ae 207 Sedang 179 Ae 192 Rendah Sangat Rendah 164 Ae 178 O 163 TOTAL (Sumber: Hasil olah dat. Strategi Belajar Taruna Strategi belajar Taruna yang berkategori sangat tinggi sebanyak 8. 70%, 21. berkategori tinggi. 79 berkategori sedang 30,43% berkategori rendah. berkategori sangat rendah. Kategori Nilai Frekuensi Sangat C 122 Tinggi 112 Ae 121 Sedang 102 Ae 111 Rendah 92 Ae 101 Sangat O 91 Rendah Total (Sumber: Hasil olah dat. Kecakapan Bahasa Inggris Taruna (Prestasi Akademi. Variabel ini dinilai dari kegiatan berbicara . berdasarkan standar baku Internasional ICAO komponen penilaian menjadi enam bagian yaitu pronunciation . , vocabulary . enguasaan kosakat. , structure . , . , interaction . Hasil olah data menunjukkan bahwa taruna yang berkategori sangat tinggi sebanyak 90%, berada pada kategori tinggi 26. sedangkan berada pada kategori sedang 28%, pada kategori rendah 17. 39% dan yang berkategori sangat rendah 4. Tabel 3. Tabel Distribusi Frekuensi dan Persentase Kecakapan Berbahasa Inggris (Prestasi Akademi. Kategori Nilai Frekuensi Sangat Tinggi C 93 Tinggi 83 Ae 92 Sedang 74 Ae 82 Rendah 64 Ae 73 Sangat O 63 Rendah TOTAL (Sumber: Hasil olah dat. Analisis Korelasi Korelasi antara Motivasi dengan Strategi Belajar Belajar Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 2 Desember 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 Hasil analisis korelasi antara motivasi belajar bahasa dan penerapan strategi belajar bahasa taruna ATKP Makassar menunjukkan bahwa r-test sebesar 0. Hal tersebut terlihat dalam 82kali di bawah ini: Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa hipotesis 2 dapat diterima. Hal ini juga mengindikasikan bahwa adanya korelasi positif antara motivasi belajar bahasa taruna dengan kecakapan berbahasa taruna ATKP Makassar. Tabel 4. Hasil 82nalisa korelasi antara motivasi belajar dan penerapan strategi belajar Pearson Corr Motivasi Belajar Strategi Belajar Motivasi Belajar Sig. -taile. Strategi Belajar Pearson Corr Sig. -taile. (Sumber: Hasil olah dat. Dapat disimpulkan bahwa ada korelasi positif antara kedua variabel, yaitu antara motivasi belajar yang dimiliki oleh taruna dengan penerapan strategi belajar bahasa untuk mempelajari bahasa asing yaitu bahasa Inggris. Hipotesis 1 dapat diterima. Korelasi antara Motivasi Belajar dan Kecakapan Berbahasa Inggris (Prestasi Akademi. Taruna ATKP Makassar Hasil analisis variabel motivasi belajar bahasa dan variabel kecakapan berbahasa Inggris mempunyai r-test sebesar 0,892 seperti terlihat pada tabel berikut: Tabel 5. Hasil Analisis Korelasi Antara Motivasi Belajar dan Kecakapan Berbahasa Inggris (Prestasi Akademi. Pearson Correlation Motivasi Belajar Kecakapan Berbahasa Inggris Motivasi Belajar Kecakapan Berbahasa Inggris Sig. -taile. Pearson Correlation Sig. -taile. (Sumber: Hasil olah dat. Korelasi antara Penerapan Strategi Belajar dan Kecakapan Berbahasa Inggris (Prestasi Akademi. Taruna ATKP Makassar Hasil analisis variabel Strategi Belajar bahasa dan variabel kecakapan berbahasa Inggris mempunyai r-test sebesar 0,802 seperti terlihat pada tabel berikut: Tabel 6. Hasil Analisis Korelasi Antara Penerapan Strategi Belajar Bahasa Asing dan Kecakapan Berbahasa Inggris (Prestasi Akademi. Strategi Belajar Kecakapan Berbahasa Inggris Pearson Correlation Sig. Pearson Correlation Sig. Strategi Belajar Kecakapan Berbahasa Inggris (Sumber: Hasil olah dat. Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa hipotesis ketiga juga dapat diterima. Hal ini juga mengindikasikan adanya korelasi yang positif antara kedua variabel. Dari data deskriptif maupun data korelasi antara motivasi belajar bahasa dan strategi belajar bahasa yang diambil dari angket pada dasarnya menunjukkan bahwa jenis motivasi belajar yang dimiliki oleh taruna ATKP Makassar bervariasi. Ada yang memiliki motivasi intenal, ada pula yang memiliki motivasi eksternal atau Motivasi internal yang dimaksud adalah motivasi yang berasal dari dalam Motivasi yang seperti ini biasanya berasal dari keinginan pembelajar sendiri berlandaskan pada kesadarannya untuk belajar. Sedangkan Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 2 Desember 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 instrumental adalah motivasi yang dipengaruhi oleh faktor dari luar Terdapat beberapa faktor luar yang bisa mendorong seorang pembelajar untuk belajar. Pertama adalah system belajar. Dalam konteks ATKP Makassar dimana tujuan utama pembelajaran di kelas adalah untuk memahami prosedur safety atau situasi yang safe atau rasa aman bagi para pelaku penerbangan, maka secara langsung materi yang diperoleh selama pembelajaran di ATKP Makassar bersumber dari Organisasi Keselamatan Penerbangan Internasional (ICAO) yang merupakan cabang Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) yang Karena hal ini bersifat Internasional, sehingga materinya pun berbahasa Internasional baik itu materi yang sifatnya tertulis maupun yang tidak tertulis. Olehnya itu, para taruna memiliki kebutuhan terhadap kecakapan berbahasa Internasional, dalam hal ini bahasa Inggris. Memperhatikan hal tersebut, selain motivasi belajar bahasa taruna, diperlukan adanya strategi belajar taruna untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki taruna agar lebih proficient dalam menguasai bahasa Inggris. Strategi belajar ini pun beragam Bergantung pada apa yang menurut taruna menjadi prioritas dalam belajar Bahasa. Dari hasil angket digambarkan bahwa mayoritas lebih memprioritaskan strategi kompensasi dan strategi sosial dalam belajar bahasa Inggrisnya. Hal mengingat bahwa strategi kompensasi adalah strategi yang diterapkan oleh pembelajar ketika menghadapi kesulitan dalam belajarnya. Tentunya sebagai pembelajar bahasa asing, ada banyak sekali tantangan yang dihadapi untuk memperoleh tingkatan proficient dalam bahasa Inggris. Dalam konteks ATKP Makassar, tantangan yang mayoritas dihadapi oleh taruna adalah penggunaan terminologi khusus Kosakata yang harus dikuasai oleh para taruna adalah tidak bersifat umum layaknya pembelajaran bahasa Inggris umumnya di bangku kuliah. Terlebih lagi karena penggunaan terminology tersebut diatur oleh lembaga resmi dan diakui secara Internasional. Sehingga para taruna harus membiasakan diri dengan terminology tersebut dengan berlatih secara intens baik pada jam praktek di kelas maupun pada beberapa kegiatan lab. Sedangkan untuk strategi sosial, hal ini pun sangat rasional menjadi pilihan mayoritas para taruna ATKP Makassar. Memacu diri untuk berkomunikasi dengan orang lain merupakan salah satu cara untuk melejitkan kemampuan berbicara taruna. Dalam kegiatan praktek di kelas, taruna dapat berinteraksi dengan dosen dan temannya, sedangkan di luar kelas taruna dapat berinteraksi dengan penutur asli bahasa Inggris yang diharuskan dalam beberapa tugasnya. Kajian seperti hal tersebut yaitu hubungan antara motivasi dan strategi belajar memanglah sangat erat. Motivasi sebagai pendorong seseorang untuk berbuat namun dorongan tersebut tidak maksimal jika tanpa strategi yang tepat. Kedua adalah hubungan antara motivasi belajar bahasa taruna dengan kecakapan berbahasa Inggris taruna ATKP Makassar. Seperti yang dijelaskan pada bagian sebelumnya bahwa motivasi itu rangsangan atau stimulus seseorang untuk berbuat. Karena adanya stimulus tersebut baik yang sifatnya internal maupun instrumental, seseorang menjadi percaya diri untuk mencoba. Hal ini terlihat sangat jelas pada taruna ATKP Makassar, dimana para taruna memiliki rasa percaya diri yang tinggi untuk mencoba, termasuk untuk belajar bahasa Inggris. Rasa percaya diri memang menjadi materi penting yang menjadi karakter dasar yang harus dimiliki oleh setiap taruna. Hal ini merupakan nilai positif dalam pengembangan profisiensi berbahasa Inggris, dimana rasa percaya diri ini mendorong taruna untuk menunjukkan tidak Hal tersebut berguna dan menjadi bahan evaluasi yang sangat berharga khususnya untuk menemukan cara yang paling tepat meminimalisir kekurangan. Ketiga penerapan strategi belajar bahasa dengan kecakapan berbahasa Inggris taruna ATKP Makassar. Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya bahwa mayoritas taruna ATKP Makassar memprioritaskan untuk menerapkan strategi kompensasi dan strategi sosial dalam aktivitas belajar bahasa Inggrisnya. Hal tersebut sangat berguna dalam produksi bahasa, khususnya oral/spoken language. Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 2 Desember 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 Dengan kompensasi, maka keterbatasan-keterbatasan pembelajar ketika proses produksi dan proses memahami bahasa bisa diminimalisir. Hal ini tentu memunculkan perasaan sadar terhadap kesalahan-kesalahan mungkin diciptakan sehingga sebisa mungkin Ini tentu sangat berkontribusi positif untuk mengontrol kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi pada level penyebutan . , . dan penyusunan struktur pembentuk bahasa . tructure/gramma. Di lain sisi, pemilihan strategi sosial sebagai strategi prioritas tentunya sangat kecakapan berbahasa yang lain. Tentunya, taruna yang memiliki pengalaman berinteraksi dengan orang lain mengetahui bagaimana hubungan interaksi . itu dibawa . dengan tingkat kefasihan . yang normal dan natural. KESIMPULAN Dari pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut: Motivasi belajar bahasa taruna mempunyai korelasi positif dengan strategi belajar taruna sebesar 0,851. Hal ini menunjukkan korelasi yang sangat kuat antara keduanya. Motivasi sebagai pemberi stimulus atau dorongan sementara strategi belajar dorongan kearah yang lebih positif. Motivasi belajar bahasa taruna mempunyai berbahasa inggris Taruna sebesar 0,892. Hal ini menunjukkan korelasi yang sangat Motivasi memunculkan rasa percaya diri yang sangat penting dalam pengembangan kecakapan berbahasa taruna ATKP Makassar. Strategi belajar bahasa mempunyai korelasi positif dengan kecakapan berbahasa (Prestasi Akademi. Taruna 0,802. Hal ini menunjukkan korelasi yang sangat kaut antara keduanya. Strategi belajar dapat keterbatasan-keterbatasan produksi bahasa. DAFTAR PUSTAKA