ISSN : 2615-1537 E-ISSN : 2615-2371 Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Volume 3 . Nomor 2. September 2020 RESPONS TEKNOLOGI DEPURASI TERHADAP KADAR TIMBAL (P. DALAM KERANG HIJAU HASIL PEMBUDIDAYAAN DI PANTAI BANYUURIP KECAMATAN UJUNG PANGKAH KABUPATEN GRESIK Aminin 1*. Andi Rahmad Rahim 1. Nur Maulida Safitri 1 Lecturer in the Aquaculture Study Program. Faculty of Agriculture. University of Muhammadiyah Gresik Email : m1n1n. a1924@umg. Abstract : The decrease of green mussel production in 3 years . 8 Ae 2. was suspected to Pb levels on the whole organ of green mussels, which estimated to 0. 7 ppm, in Banyuurip village. Ujung Pangkah. Gresik Regency. The expansion of industrial or domestic . activity was claimed to contribute a magnificent waste in the The purpose of this study was to analyze Pb levels on the whole organ of green mussles before and after the depuration. This research was implemented in Gayam. Soko Village. Glagah Sub-District. Lamongan Regency. Green mussel samples was taken from Banyuurip beach, where the green mussels culture was done. Then, 10 kg of green mussels was added to several container in size 150 L for depuration procedure. The main parameter in this research was the Pb level on the whole organ of green mussels and water media, and the other parameter was water quality (DO, pH, salinity, temperature and amoni. After performed this research, we expected to give information of depuration technology respond against Pb reduction after flushing in recirculation system. Research used experimental method with complete random design, consist of 4 treatments and 3 repetition. P1 used as control. P2. P3. P4 . epuration method in 8, 16, and 24 . The flushing in 24 h was removed Pb 59%, from 66 ppm to 0. 27 ppm. As this decline, the green mussels which was cultivated by fisherman will be more safety to consume as food products. The result of this depuration with recirculation system was lower and appropriate with BPOM standardization . Perikanan (DKP) No:Kep 20/Men/2004,SK Ditjen POM No. 03725/B/SK/VII/1989, which the limit of pollutan in food products was 1. 5 ppm. Keywords : pb, green mussels, depuration, recirculation Abstrak : Menurunnya produksi kerang hijau 3 tahun terakhir . 8, 2019, dan 2. , diduga erat kaitannya dengan kadar timbal yang terdeteksi pada AuWhole OrganAy Kerang hijau di pantai Desa Banyuurip Ujungpangkah. Kabupaten Gresik yang terdeteksi rata-rata sebesar 0,7 ppm. Meningkatkannya aktifitas industri, pertanian dan domestik . umah tangg. diduga menyumbang limpahan limba cukup besar diperairan. Maksud dari penelitian ini adalah menganalisis kadar logam Pb pada Auwhole organAy Kerang Hijau sebelum dan setelah depurasi. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium lapang di Dusun Gayam. Desa Soko. Kec. Glagah Kabupaten Lamongan. Sampel kerang hijau diambil di Pantai Desa Banyuurip, tempat Nelayan melakukan kegiatan pembudidayaan kerang hijau. Kemudian Sejumlah 10 kg kerang hijau dimasukkan pada bak2 uji dengan Volume 150 liter air untuk dilakukan kegiatan depurasi. Parameter ISSN : 2615-1537 E-ISSN : 2615-2371 Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Volume 3 . Nomor 2. September 2020 yang diamati selama penelitian adalah Kadar Timbal (P. pada AuWhole organAy dan air media uji, sedangkan parameter pendukung meliputi kualitas air (DO, pH. Salinitas. Suhu dan Amonia. Manfaat dari penelitian ini adalah dapat memberikan informasi mengenai Respon Teknologi depurasi terhadap penurunan Kadar Timbal setelah penggelontoran melalui Resirkulasi sistem. Penelitian disusun menggunakan metode Eksperimental dengan Rancancangan acak lengkap terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. P1 . P2 (Depurasi 8 ja. P3 (Depurasi 16 ja. dan P4 (Depurasi . Hasil Penggelontoran selama 24 jam dapat menurunkan Pb terbanyak sebesar 59 % dari 0,66 ppm menjadi 0,27 ppm. Dengan penurunan tersebut kerang hijau yang dibudidayakan oleh para nelayan semakin aman untuk dimanfaatkan dan dikonsumsi manusia dalam berbagai bentuk produk olahan pangan. Hasil penggelontoran dengan resirkulasi sistem tersebut lebih rendah dan sesuai dengan standarisasai BPOM . Perikanan (DKP) No: Kep 20/Men/2004. SK Ditjen POM No. 03725/B/SK/VII/1989, batas cemaran logam berat dalam bahan pangan sebesar 1,5 ppm. Kata kunci : Pb, kerang hijau, depurasi, resirkulasi PENDAHULUAN Desa Banyuurip Kecamatan Ujung Pangkah memiliki luas wilayah 5,35 km Wilayah bagian barat berbatasan dengan desa Ngemboh dan memiliki potensi hampir sama dilihat dari potensi perairannya, terutama dalam hal kegiatan budidaya kerang hijau. Jumlah penduduk pada tahun 2017 adalah 6. 640 orang . Berdasarkan data hasil tangkapan nelayan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Gresik . , pada tahun 2013 diperoleh hasil di bulan September mencapai 240 ton/tahun. Data terakhir yang kami peroleh produksi kerang hijau 3 tahun terakhir mengalami penurunan sangat siknifikan, biasanya panen dapat mencapai 5-7 ton/hari namun sekarang hanya 5 Ae 2 ton/hari. Ukuran hasil panen budidaya kerang hijau semakin kecil, kelompok nelayan hanya mampu panen dengan ukuran dibawah 5 cm sedangkan ukuran diatas 5 -7 cm menjadi sangat langka, padahal ukuran besar kecil kerang hijau sangat mempengaruhi harga jual. Kerang hijau dengan ukuran dibawah 5/7cm hanya bisa di jual sebesar RP 3000 1/kg . elum kupa. sedangkan ukuran 5 Ae 7 cm dapat di jual dengan harga Rp 10. 000 1/Kg . elum kupa. Diduga persoalan-persolan tersebut terjadi karena perubahan lingkungan sekitar, yang trennya kian hari terus mengalami penurunan kualitas air yang disebabkan masuknya limbah buangan hasil kegiatan pertanian, kegiatan domestik . umah tangg. dan Industrialisasi yang mengalami perkembangan di Jawa Timur. Tidak hanya di kotakota besar, melainkan juga telah merambah ke daerah-daerah pesisir, salah satunya yaitu Kabupaten Gresik (Pemerintah Kabupaten Gresik, 2. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Eshmat dan Mahasri . , logam berat timbal (P. pada tubuh kerang hijau terdeteksi tertinggi rata Ae rata sebesar 0,3 ppm dan terendah ratarata sebesar 0,055 ppm. Terdeteksinya logam Pb tersebut berada dipantai Ngemboh yang berdekatan dengan pantai Banyu urip kecamatan Ujung Pangkah Kabupaten Gresik. ISSN : 2615-1537 E-ISSN : 2615-2371 Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Volume 3 . Nomor 2. September 2020 Keberadaan logam pencemar (Pb,Cu Cd dan lain-lai. pada tubuh kerang hijau pada kawasan pesisir diwilayah utara tepatnya di kecamatan ujung pangkah ( Desa Banyuurip dan Desa Ngembo. belum diatas ambang batas yang telah ditetapkan pemerintah, namun keberadaannya telah menjadi isu nasional yang perlu mendapatkan perhatian dan solusi dari pemerintah. Paparan logam pencemar pada kerang hijau semakin lama diprediksi akan mampu mempengaruhi minat masyarakat. Apalagi dengan semakin tingginya tingkat kesadaran masyarakat terhadap kebutuhan makanan yang halal dan thoyyib, selain itu juga media informasi yang cepat dan mudah diakses masyarakat memilki andil besar terhadap penyebaran semua opini yang beredar ditengah-tengan masyarakat. Situsi diatas tentunya tidak menguntungkan untuk kelompok nelayan karena dapat menyebabkan harga jual kerang hijau menjadi tidak ekonomis, apalagi ketika terjadi panen raya dipastikan harga menurun hampir 30%. Oleh karena itu, isu tesebut harus dikelola dengan baik dengan memberikan informasi kepada masyarakat bahwa kerang hijau layak dan aman dikonsumsi manusia dengan cara mengurangi kadungan logam pencemar tersebut dengan cara depurasi. Depurasi merupakan metode yang digunakan untuk mengurangi bakteri dan logam pencemar pada daging kerang pada kondisi hidup dengan proses pencucian dengan sendirinya dengan media air steril (Peranginangin et al. , 1. Brite et al. , mengatakan bahwa upaya menjaga kualitas dan keamanan produk pangan dapat dilakukan dengan perlakuan khusus dengan menurunkan kadar Pb pada kerang. Pelepasan logam berat Pencemar dapat dilakukan dengan metode penggelontoran atau dengan merendam dan mengaliri kerang dengan air bersih secara terus menerus sebelum dikonsumsi manusia (DKP, 2. Bedasarkan berapa uraian diatas maka perlu dilakukan penelitian tentang Respons Teknologi Depurasi terhadap Kadar Timbal (P. dalam Kerang Hijau Hasil Pembudidayaan Di Pantai Banyuurip Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik. TINJAUAN PUSTAKA Morfologi Kerang Hijau. Kerang hijau adalah salah satu jenis kerang, termasuk dalam golongan binatang bertubuh lunak (Molusk. , bercangkang dua (Bivalvi. , insang berlapis-lapis (Lamellibranchiat. , berkaki kapak (Pelecypod. dan hidup di laut . sikin, 1. Perna merupakan salah satu genus dari family Mytilidae, genus lain Mytilus. Pada kerang dewasa antara Perna dan Mytilus dapat dibedakan oleh bekas otot penghubung ang meninggalkan pola lebih melebar pada cangkang bagian dalam Perna. Selain itu selalu ada otot aduktor anterior pada Mytilus, termasuk pada individu yang masih muda, sedangkan pada Pernatidak ditemukan adanya otot tersebut (Vakily, 1. Menurut Dance . , kerang hijau diklasifikasikan sebagai berikut : Kelas : Pecypoda . Bilvavi. Sub kelas : Filibranchia Ordo : Anisomyria Family : Mytilidae ISSN : 2615-1537 E-ISSN : 2615-2371 Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Volume 3 . Nomor 2. September 2020 Sub family Genus Spesies : Mytilinae : Perna : Perna viridis Toksisitas Pb dalam Makhluk Hidup Pada hewan ruminansia gejala khas dari keracunan Pb ini ada tiga bentuk yaitu sebagai berikut: Gastro-enteritis, hal ini disebabkan karena terjadi reaksi dari mukosa saluran pencernaan bila kontak dengan garam Pb, sehingga terjadi pembengkakan. Anemia, di dalam darah timbal berikatan dengan sel darah merah sehingga sel darah merah mudah pecah. Bila sel darah merah pecah, terjadi gangguan terhadap sentesis Hb yang dapat menyebabkan anemia. Ensepalopati, logam ini juga menyebabkan terjadinya kerusakan sel endotel dari kapiler darah otak, sehingga bentuk protein berukuran besar dapat menerobos masuk ke dalam otak. Timbal dalam tubuh manusia terikat dalam gugus AeSH dalam molekul protein dan hal ini menyebabkan hambatan pada aktivitas kerja sistem enzim. Timbal menganggu sistem sintesis Hb dengan jalan menghambat konversi delta-ALA . elta aminolevulinik asi. menjadi forfobilinogen dan juga menghambat korporasi dari Fe kedalam protoporofin IX untuk membentuk Hb, dengan jalan menghambat enzim delta-aminolevulinik asid-dehidrasi . elta-ALAD) dan ferokelatase. Hal ini menyebabkan meningkatnya eksresi kopropin dalam urin dan delta-ALA serta menghambat sintesis Hb (Darmono, 2. Haeme akan bereaksi dengan Globin dan ion logam Fe2 dan dengan bantuan enzim ferrokhelatase akan membentuk khelat Senyawa Pb yang terdapat dalam tubuh akan mengikat gugus aktif dan enzim ALAD. Ikatan yang terbentuk antara logam Pb dengan gugus ALAD tersebut akan mengakibatkan pembentukan intermediet porpholinogen dan kelanjutan dari proses reaksi ini tidak dapat berlanjut atau terputus (Palar, 1. Pada jaringan dan atau organ tubuh, logam Pb akan terakumulasi pada tulang baik melalui udara maupun makanan ataupun minuman, karena logam ini dalam bentuk ion (Pb2 ) mampu menggantikan keberadaan ion Ca2 . yang terdapat pada jaringan tulang. Tulang berfungsi sebagai tempat pengumpulan Pb karena sifat-sifat ion Pb2 yang hampir sama dengan dengan Ca2 (Fardiaz. Disamping itu pada wanita hamil ion Pb dapat melewati plasenta dan kemudian akan ikut masuk dalam 33 sistem peredaran darah janin dan selanjutnya setelah bayi lahir. Pb akan dikeluarkan melalui air susu (Palar, 1. Gejala keracunan akut Pb pada anak dimulai dengan hilangnya nafsu makan . , kemudian diikuti dengan rasa sakit perut dan muntah, tidak berkeinginan untuk bermain, berjalan sempoyongan, sulit berkata-kata, ensepalopati dan akhirnya koma. Pada waktu 1-6 minggu setelah mengkonsumsi tidak terlihat gejala tetapi segera setelah 6 minggu timbul gejala seperti diatas (Darmono, 2. Pada keracunan kronis Pb dilaporkan oleh Molinaet al. dalam Darmono . , terjadi pada keluarga pembuat kerajinan tembikar di daerah Meksiko. ISSN : 2615-1537 E-ISSN : 2615-2371 Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Volume 3 . Nomor 2. September 2020 Peneliti tersebut membandingkan kecerdasan diantara anak yang Pb-nya dalam darah rendah dan kandungan Pb dalam darah tinggi. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa tingkat kecerdasan (IQ) pada anak yang kadar Pb-nya rendah (<40 AA g/d. lebih tinggi daripada pada anak yang kandungan Pb-nya tinggi (>40 AA g/d. Kadar Pb yang tinggi di dalam darah tersebut ternyata juga berpengaruh terhadap orang dewasa, terutama pada ibu hamil dan menyusui. Dietrichet . , melaporkan bahwa anak yang lahir dari ibu yang berkadar Pb-nya tinggi dalam darah menyebabkan bobot bayi yang dilahirkan lebih rendah daripada yang normal. METODOLOGI Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2020. Pengambilan sampel penelitian dilaksanakan dipantai Desa Banyuurip Kec. Ujung Pangkah Kab. Gresik. Analisis logam berat Pb pada kerang akan di laksanakan di Laboratorium Kimia Lingkungan FMIPA Universitas Brawijaya malang Tabel 1. Alat dan Bahan Penelitian NO PARAMETER ALAT/BAHAN/METODE pH meter DO . DO meter, aquades Suhu ( C) Termometer digital Botol sampel. HNO3, spektofotometer. Water sampler. Timbal . cool box Salinitas ( /. Refraktometer Kerang hijau, formalin 10%. Amoniak jnnbm Amoniak Aetest . Air Sampel KETERANGAN Insitu Insitu Insitu Laboratorium Insitu In situ Penentuan Lokasi Pengambilan sampel Lokasi pengambilan sampel dipilih atas dasar lokasi panen atau rumpon, tempat kegiatan budidaya kerang hijau. Penentuan Jenis Sampel Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kerang hijau yang berukuran cukup besar dan banyak dipanen nelayan yakni sekitar 5 Ae 7 cm. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimental, yang bertujuan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendali (Sugiyono, 2. Dalam penelitian eksperimen terdapat dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kedua kelompok tersebut sedapat mungkin sama . atau mendekati sama karakteristiknya. Pada kelompok eksperimen diberikan ISSN : 2615-1537 E-ISSN : 2615-2371 Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Volume 3 . Nomor 2. September 2020 pengaruh atau treatment tertentu, sedangkan pada kelompok kontrol tidak diberikan. Kemudian kegiatan penelitian berjalan dan diobservasi untuk menentukan perbedaan atau perubahan yang terjadi pada kelompok eksperimen. Jadi perbedaan tersebut merupakan hasil bandingan keduanya. Keseluruhan data parameter yang didapat berupa kualitas air, kemudian dilanjutakan analisa logam berat timbal (P. yang terkandung pada kerang hijau pada 2 kondisi yakni : Pertama : Kandungan Pb pada Kerang hijau segar hasil pasca panen dari kegiatan budidaya Kelompok NelayanTirta Buana yang belum mendaptakan perlakuan Kedua : Analisa kadar Timbal (P. dari kegiatan depurasi dari sistem Dua kondisi kadar Pb dibandingkan sebelum dan sesudah perlakuan. Kerang hijau diambil dari lokasi budidaya sebanyak 10 kg dalam kodisi segar atau dalam kondisi hidup. Kondisikan kerang hijau tidak stres. Masukkan kerang hijau dalam wadah kering tanpa air. Sebelum sampel diambil lakukan pengukuran kualitas air dia area kegiatan pembudidayaan kerang hijau seperti . H, kecerahan air/kekeruhan. DO. Suhu dan salinita. Kegiatan depurasi dengan metode Resirkulasi sistem dilakukan selama 24 jam. Alat depurasi yang digunakan adalah hasil modifikasi depurasi keong air tawar /tutut. Perbedaannya hanya terletak pada sistem resirkulasinya saja. Alat depurasi yang di gunakan dalam penggelontoran keong tutut tidak menggunakan sistem resirkulasi tetapi menggunakan penggelontoran secara terus menerus dengan air baru selama 24 jam. Sedangkan penggelontoran kerang hijau pada penelitian ini, akan dimodifikasi dengan sistem resirkualsi. Air laut yang digunakan sebanyak 150 liter yang telah diendapakan selama 4 hari. Dalam proses resirkulasi air di filter sebanyak 4 tahap dengan tujuan menyerap seluruh material Organik. Lumpur dan kontaminan pencemar sehingga memberikan kualiats air yang sama seperti awalnnya, harapannya kegiatan depurasi mampu mengurangi logam timbal (P. dengan optimal. HASIL DAN PEMBAHASAN Respon Depurasi Terhadap Kadar Pb kerang hijau (Perna viridi. Respon depurasi dapat dilihat pada (Gambar . Menunjukkan bahwa depurasi pada kerang hijau dengan resirkulasi sistem menghasilkan penurunan kadar Pb tertinggi pada jam ke 24, sebesar 59% dengan konsentrasi logam timbal 0,27 ppm, sedangkan penurunan terendah pada jam ke 8 dengan penurunan sebesar 26% sebesar 0,49 Respon dari penurunan kadar timbal (P. menunjukkan bahwa aktifitas depurasi dengan mengunakan Resirkulasi Sistem sangat efektif diterapkan untuk menurunkan logam Timbal (P. pada kerang hijau hasil panen dari kegiatan budidaya sejalan dengan pendapat Supriyanto et al. bahwa aktifitas penurunan kadar logam berat dapat dilakukan dengan menggunakan depurasi, sehingga konsentrasi dari logam timbal yang terdapat pada daging atau tubuh kerang2an dapat berkurang. Adapun hasil Pengukuran dari aktifitas depurasi disajikan pada gambar 2 sebagai ISSN : 2615-1537 E-ISSN : 2615-2371 Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Volume 3 . Nomor 2. September 2020 Kadar Pb . 0,70 0,66 0,60 0,49 0,50 0,35 0,40 0,27 0,30 0,20 0,10 0,00 Lama Penggelontoran . Gambar 1. Respon Penurunan Kadar Pb Pada Kerang Hijau Dengan Depurasi . Luruh dan lepasnya logam timbal (P. pada AuWhole organAy kerang hijau terjadi disebabkan oleh lepasnya ion logam dari struktur protein kerang yang terlarut (Leachin. dari tubuh, sebagi penyeimbang konsentrasi didalam tubuhnya. Secara natural, proses pertukaran ion logam pada lingkungan mudah terjadi, terutama ion- ion logam yang memilki kecenderungan untuk berikatan dengan Protein Metallothionein (Wahyuni dan Widiyanti, 2. Oleh karena itu proses pencucian dengan sendirinya dengan resirkulasi sistem di upayakan agar parameter kualiats air cocok dan sesuai dengan standart budidaya. Sehingga secara alami kerang akan mudah beradapatsi dengan media tempat depurasi. Adapun ciri-ciri kerang hijau yang sudah beradapatsi, biasanya akan berikatan dengan kerang-kerang yang lain dan terbuka cangkangnya. Berdasarkan Hasil uji Anova (Tabel . Menunjukkan bahwa perlakuan depurasi menggunakan Resirkulai Sistem berpengaruh nyata . <0,. terhadap penurunan kadar timbal (P. pada AuWhole OrganAy kerang hijau. Berikut Tabel hasil uji Anova ditampilkan pada tabel 2 Tabel 2. Hasil Uji Anova Terhadap Rerata Kadar Pb Pada AuWhole OrganAy Kerang Hijau Setelah Perlakuan Depurasi Between Groups Sum of Squares ,266 Mean Square ,089 Within Groups ,006 Total ,272 123,378 Sig. ,000 ,001 ISSN : 2615-1537 E-ISSN : 2615-2371 Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Volume 3 . Nomor 2. September 2020 Hasil uji BNT metode Tukey didapatkan data sebagai berikut : bahwa perlakuan . jam , 18 jam dan 24 ja. semuanya berpengaruh secara nyata antar perlakuan. Perlakuan dengan penurunan tertinggi terdapat pada perlakuan 24 jam dan terendah pada perlakuan 8 jam. Adapun tabel hasil uji BNT metode Tukey disajikan pada tabel 2. Tabel 3. Hasil Uji BNT Terhadap Rerata Kadar Pb Pada AuWhole OrganAy Kerang Hijau Setelah Perlakuan Depurasi Tukey HSDa Penggelontoran Penggelontoran 24 jam Penggelontoran 16 jam Penggelontoran 8 jam Sebelum penggelontoran Sig. ,2700 Subset for alpha = 0. ,3473 ,4863 ,6613 1,000 1,000 1,000 1,000 Means for groups in homogeneous subsets are displayed. Uses Harmonic Mean Sample Size = 3,000. Kadar Pb Air Sisa Depuarsi Berdasarkan gambar . , kandungan logam berat Pb pada air bekas depurasi dengan resirkulasi sistem sebelum perlakuan . sebesar 0,007 ppm kemudian menurun secara berturut Ae turut pada jam ke 8 . ,005 pp. , jam 16 . ,004 pp. dan jam 24 . ,004 pp. Adapun lebih detailnya dapat dilihat pada gambar 3 sebagi berikut Konsentrasi Pb . 0,007 0,006 0,007 0,005 0,005 0,004 0,004 0,003 0,004 0,002 0,001 0,000 Lama Penggelontoran . Gambar 2. Hasil Rata-Rata Kandungan Logam Berat Pb Pada Air Sisa Depurasi ISSN : 2615-1537 E-ISSN : 2615-2371 Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Volume 3 . Nomor 2. September 2020 Penurunan kadar logam timbal Pb pada air media resirkulasi sistem diduga disebabkan oleh penyerapan pada media filter yang digunakan selama penelitian Media filter yang terdiri dari karbon aktif, pasir silika dan karang jahe mampu menyerap logam Pb pada air media. Menurut Chaiyut et al . Metode adsorbsi merupakan salah satu cara untuk mengeliminasi atau menurunkan konsentrasi berbagai polutan yang masuk pada suatu perairan baik berupa bahan organik atau anorganik. Berdasarkan Hasil uji Anova (Tabel . Menunjukkan bahwa lama depurasi yang berbeda berpengaruh nyata . <0,. terhadap konsentarsi Pb pada air sisa Berikut Tabel hasil uji Anova ditampilkan pada tabel 4. Tabel 4. Hasil uji ANOVA terhadap Rerata kadar Pb Air Sisa Hasil Depuarsi Between Groups Sum of Squares ,000 Mean Square ,000 Within Groups ,000 Total ,000 52,772 Sig. ,000 ,000 Hasil uji BNT Metode Tukey HSD didapatkan bahwa kadar Pb pada air sisa hasil Depurasi mempunyai rerata tertinggi pada Kontrol dan terendah pada perlakuan penggelontoran jam ke 24. Kontrol berbeda nyata dengan penggelontoran 8, 16 dan 24 jam sedangkan penggelontoran 8 jam tidak berbeda nyata dengan penggelontoran 16 jam, namun berbeda nyata dengan penggelontoran 24 jam. Adapun hasil uji BNJ Tukey dalam bentuk tabel 5 sebagi berikut : Tabel 5. Hasil Uji BNJ Terhadap Rerata Kandungan Pb Pada Air Sisa Depurasi Tukey HSDa Subset for alpha = 0. ,003767 a Penggelontoran 16 jam ,004300 a Penggelontoran 8 jam Sebelum perlakuan Penggelontoran Penggelontoran 24 jam Sig. ,004300 b ,004900 b ,006533 c ,181 ,122 1,000 Means for groups in homogeneous subsets are displayed. Uses Harmonic Mean Sample Size = 3,000. ISSN : 2615-1537 E-ISSN : 2615-2371 Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Volume 3 . Nomor 2. September 2020 2 Kualitas Air Media Pengambilan data kulitas fisika dan kimia dilakukan sebelum dan selama penelitian berlangsung. Kualitas air dapat menunjukkan ukuran kondisi air relatif terhadap kebutuhan biota air bahkan menjadi ukuran standart terhadap kesehatan ekosistem air. Pengukuran dilakukan secara insitu pada setiap perlakuan meliputi suhu, pH dan oksigen terlarut dan Amoniak. Nilai rata Ae rata kualitas air selama proses penggelontoran disajikan pada Tabel 6. Tabel 6. Data pengamatan kualiatas air selama 24 jam Parameter Satuan Waktu Pengamatan Kualitas Air Jam 0 Jam 8 Jam 16 Jam 24 Rata-rata Baku Mutu 7,75 >5b Suhu 27 Ae 31a Amoniak 0,03 0,03 0,09 0,06 < 0,05 (KKP 2. Salinitas 0/00 20-36c Kecerahan Keruh cukup jernih 6,9-9,25d Keterangan a : Asriyanti, . b : Edward, . c : Faisal 2001 . d : Diederich, . Suhu rata Ae rata tiap perlakuan selama proses depurasi didapatkan rata-rata sebesar 29,6 0C. Hasil ini menunjukkan bahwa air pada media/bak Ae bak percobaan masih sesuai dengan kisaran toleransi untuk kehidupan kerang hijau. Sivalingam . , menyatakan bahwa kebanyakan moluska terutama jenis kerang-kerangan dapat hidup pada suhu 23 Ae 34 OC . Secara umum, pH hasil pengukuran pada tiap perlakuan hampir sama yaitu berkisar antara 7,5 Ae 8 dengan rata-rata sebesar 7,75. Berdasrkan data pada . didapatkan bahwa konsentrasi Amonik semakin naik dengan bertambahnya waktu depurasi. Pada jam ke 0 Amoniak terukur sebesar 0,03 kemudian meningkat pada jam 16 dan jam ke 24 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Penggelontoran selama 24 jam dapat menurunkan Pb terbanyak sebesar 59 % dari 0,66 ppm menjadi 0,27 ppm. Dengan penurunan tersebut kerang hijau yang dibudidayakan oleh para nelayan semakin aman untuk dimanfaatkan dan dikonsumsi manusia dalam berbaigai bentuk produk pangan. Hasil penggelontoran dengan resirkulasi sistem tersebut lebih rendah dan sesuai dengan standarisasai BPOM ISSN : 2615-1537 E-ISSN : 2615-2371 Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Volume 3 . Nomor 2. September 2020 . Perikanan (DKP) No: Kep 20/Men/2004. SK Ditjen POM No. 03725/B/SK/VII/1989, batas cemaran logam berat dalam bahan pangan sebesar 1,5 Teknologi depurasi dengan resirkulasi sistem menghasilkan penurunan kadar Pb tertinggi dengan konsentrasi logam timbal 0,27 ppm, sedangkan penurunan terendah pada jam ke 8 sebesar 0,49 ppm. Respon dari penurunan kadar timbal (P. menunjukkan bahwa aktifitas depurasi dengan mengunakan Resirkulasi Sistem sangat efektif diterapkan Saran Teknologi depurasi dengan Resirkulasi sistem yang digunakan sebaiknya menggunakan filtrasi yang lebih besar agar mampu mencuci kerang hijau dengan jumlah lebih besar. Teknologi depurasi yang digunakan sebaiknya ditambahkan lagi dengan protein skimmer untuk mengeliminasi bahan oraganik terlarut dalam media uji. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih disampaikan kepada segenap pihak yang telah membantu dalam pelaksanaan penelitian, terutama kepada Dr. Farikhah S. Pi. Si. Dr. Andi Rahmad Rahim. Pi,. Si. Nur Maulidiyah Safitri S. Pi. ,MP dan Dr. Nur Fauziyah. Pd. Pd selaku Ketua Lembaga Penelitian Universitas Muhammadiyah Gresik DAFTAR PUSTAKA