Zona Manajemen : Program Studi Magister Sains Manajemen Universitas Batam Volume 10. Issue 2. Agustus 2020 | Pages 69-83 C ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373 http://ejurnal. id/index. php/Manajemen DOI: http://dx. org/10. 37776/jzm. DETERMINATION OF LEADERSHIP STYLE. ORGANIZATIONAL CULTURE AND MOTIVATION WORK WITH JOB SATISFACTION AS A VARIABLE OF MEDIATOR ON THE PERFORMANCE OF ENERGY SERVICE OFFICERS AND MINERAL RESOURCES OF RIAU ISLAND PROVINCE Kevin Romanza Parma Department of Management. Faculty of Economics. Batam University. Indonesia. Batam, 29415. Riau Island. Indonesia. Coresspondent: Faculty of Economics. University of Batam. Email: zonamanajemen@univbatam. ABSTRACT In this study, researchers used data respondents, such as gender, age and long working respondents to provide information on the characteristics of respondents. The questionnaire was spread over 50. The discussion in this chapter is the result of field studies to obtain data on the questionnaire responses that measure five key variables in the study, namely leadership style, organizational culture, work motivation, job satisfaction and employee performance. Analysis of data with parametric and non parametrics statistics using SEM-PLS . tructural Equation Modelling-Partial Least Squar. on the research variables, instrument test, normality test, hypothesis test, as well as discussion of the hypothesis test results and path analysis Path. This research uses path analysis to test relationship patterns that reveal the influence of variables or a set of variables against other variables, both direct influences and indirect influences. Calculation of line coefficient in this study assisted with Smart PLS Ver 3. To find out the direct and indirect influences between variables then be seen from the calculation result of the line coefficient and to know the significance. The effect of the X3 variable against X4 has a P-Values value of 0. 009 < 0. 05, so it can be stated that the effect between X3 against X4 is significant. The effect of the variable X3 against Y has a PValues value of 0. 028 < 0. 05, so it can be stated that the influence between X3 to Y is The effect of X4 to Y variables has a P-Values value of 0. 008 < 0. 05, so it can be stated that the effect between X4 to Y is significant. The effect of the X1 variable against X4 has a P-Values value of 0. 017 < 0. 05, so it can be stated that the effect between X1 against X4 is significant. The effect of a X1 variable against Y has a PValues value of 0. 024 < 0. 05, so it can be stated that the effect between X1 to Y is The effect of a variable X2 against X4 has a P-Values value of 0. 009 < 0. so it can be stated that the effect of X2 against X4 is significant. The effect of a variable X2 against Y has a P-Values value of 0. 007 < 0. 06, so it can be stated that the effect of the X2 against Y is significant. Keywords: Leadership Style. Organizational Culture. Work Motivation. Job Satisfaction. Performance Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 69 of 83 Zona Manajemen : Program Studi Magister Sains Manajemen Universitas Batam Volume 10. Issue 2. Agustus 2020 | Pages 69-83 C ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373 http://ejurnal. id/index. php/Manajemen DOI: http://dx. org/10. 37776/jzm. PENDAHULUAN Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kepulauan Riau memiliki rencana dalam pembangunan sektor Energi dan Sumber Daya Mineral di Provinsi Kepulauan Riau yang memuat visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, program dan kegiatan disusun sesuai dengan tugas dan fungsi serta berpedoman kepada Rencana Kerja Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kepulauan Riau yaitu Visi. Misi Gubernur Kepulauan Riau terpilih Tahun 2016-2021. Sasaran dan Strategi Pembangunan. Arah Kebijakan Wilayah Pembangunan dan Arah Kebijakan Urusan Energi dan Sumber Daya Mineral. Potensi sumber daya alam, merupakan anugerah bagi Provinsi Kepulauan Riau karena kaya akan keanekaragaman Keterbatasan sumber daya minyak bumi dan gas alam yang bersifat tidak terbarukan . nrenewable resource. akhir-akhir mengalami penurunan produksinya. Namun, potensi sumber energi lainnya seperti mikro hidro, tenaga surya, tenaga angin dan energi terbarukan lainnya, masih sangat memadai. Eksploitasi sumber daya energi dan peningkatan nilai tambah. Infrastruktur jembatan agar sumber daya alam Kepulauan Riau dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menggerakkan kehidupan dan perekonomian keseluruh Infrastruktur energi dan mineral Provinsi Kepulauan Riau harus terus dibangun secara optimal sehingga potensi sumber daya yang besar dapat lebih maksimal dimanfaatkan oleh Kepulauan Riau. Besarnya potensi sumber daya mineral yang ada di Provinsi Kepulauan Riau merupakan salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Namun demikian perlu perhatian penuh atas perlakuan-perlakuan mempengaruhi kelestarian lingkungan pulauAepulau, dimana pulau-pulau kecil sangat rentan terhadap perubahan keseimbangan alam dan lingkungannya, termasuk diantaranya dampak kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sumber daya Demi terwujudnya tujuan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral provinsi Kepulauan Riau, maka perlu adanya pemimpin yang memiliki potensi dalam memiliki kemampuan di bidang Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral. Kepemimpinan adalah suatu perilaku mempengaruhi aktivitas para anggota kelompok untuk mencapai tujuan memberikan manfaat individu dan organisasi, sehingga dalam suatu organisasi kepemimpinan merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi. Budaya Organisasi yang baik dapat menyeimbangkan perencanaan strategik dengan pelaksanaan yang sejalan dengan tujuan organisasi, untuk itu peran budaya organisasi sangat penting demi terwujudnya visi dan misi suatu Budaya merupakan sejumlah pemahaman penting seperti norma, nilai, sikap, dan keyakinan yang Maka dari itu Budaya Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 70 of 83 Determination Of Leadership Style. Organizational Culture And Motivation Work With Job Satisfaction As A Variable Of Mediator On The Performance Of Energy Service Officers And Mineral Resources Of Riau Island Province,| Volume 10 Issue 2. Agustus 2020 | Pages 69-83 | ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373. Organisasi memiliki peran penting dalam mewujudkan tujuan suatu Motivasi Kerja pada menentukan seberapa banyak usaha melaksanakan pekerjaan. Motivasi Kerja atau dorongan untuk bekerja ini sangat menentukan bagi tercapainya sesuatu tujuan, maka manusia harus dapat menumbuhkan semangat kerja setinggi-tingginya bagi para pegawai atau aparatur negara. Dengan motivasi kerja pegawai yang tinggi maka tujuan suatu organisasi akan mudah tercapai. Kepuasan kerja merupakan kepuasan sejati yang bisa diperoleh dalam lingkungan kerja adalah rasa bangga menyelesaikan tugas pekerjaan sampai Berhasilnya menyelesaikan akan membuat individu Kinerja pegawai yang baik adalah salah satu faktor yang sangat penting dalam upaya instansi untuk meningkatan produktivitas. Kinerja merupakan indikator dalam menentukan mencapaitingkat produktivitas yang tinggi dalam suatuorganisasi atau METODOLOGI Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan data responden, seperti jenis kelamin, usia dan lama bekerja responden agar dapat memberikan Dimana dari angket kuesioner yang di sebar sebanyak 50. Pembahasan pada bab ini merupakan hasil studi lapangan untuk memperoleh data jawaban kuesioner yang mengukur lima variabel pokok dalam penelitian ini, yaitu gaya kepemimpinan, budaya organisasi, motivasi kerja, kepuasan kerja dan kinerja pegawai. Analisis data dengan statistik parametrik dan non parametrik dengan menggunakan SEMPLS (Struktural Equation ModellingPartial Least Squar. mengenai variabel penelitian, uji instrumen, uji normalitas, uji hipotesis, serta pembahasan terhadap hasil uji hipotesis dan Path Analisis Jalur. Penelitian ini menggunakan analisis jalur . ath analysi. untuk mengungkapkan pengaruh variabel atau seperangkat variabel terhadap variabel lainnya, baik pengaruh langsung maupun pengaruh tidak langsung. Penghitungan koefisien jalur dalam penelitian ini dibantu dengan Smart PLS Ver 3. Untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung antar variabel maka dilihat dari hasil perhitungan koefisien jalur dan untuk mengetahui signifikansi. Populasi dalam penelitian ini pegawai Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kepulauan Riau yang berjumlah sebanyak 50 orang tanpa melihat strata dan bidang tugas tertentu. Arikunto . alam Riduwan, 2012:. mengemukakan bahwa untuk sekedar ancer-ancer apabila subjek kurang dari 100, maka lebih baik diambil semua, sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Oleh karena keterbatasan populasi maka semua anggota populasi dijadikan sampel penelitian sehingga penelitian ini menggunakan sampel jenuh yang pengambilannya dilakukan melalui Teknik Sensus dengan menggunakan proporsional random sampling. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Konsistensi Internal Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 71 of 83 Determination Of Leadership Style. Organizational Culture And Motivation Work With Job Satisfaction As A Variable Of Mediator On The Performance Of Energy Service Officers And Mineral Resources Of Riau Island Province,| Volume 10 Issue 2. Agustus 2020 | Pages 69-83 | ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373. Analisis konsistensi internal adalah bentuk reliabilitas yang digunakan untuk menilai konsistensi hasil lintas item pada suatu tes yang sama. Pengujian Variabel menggunakan nilai reliabilitas komposit dengan kriteria suatu variabel dikatakan reliabel jika nilai reliabilitas komposit > 0,600 (Hair. Hult. Ringle, & Sarstedt. Tabel 1 Analisis Konsistensi Internal Cronbach's Reliabilitas Rata-rata Varians Diekstrak Alpha Komposit (AVE) 0,882 0,894 0,890 0,897 0,895 0,898 0,894 0,898 0,864 0,874 Sumber : Pengolahan Data . Berdasarkan data analisis konsistensi internal pada tabel di atas diperoleh hasil bahwa variabel X1 memiliki nilai reliabilitas komposit sebesar 0,907 > 0,600 maka variabel X1 adalah reliabel, kemudian variabel X2 memiliki nilai reliabilitas komposit sebesar 0,914 > 0,600 maka variabel X2 adalah reliabel, variable X3 memiliki nilai reliabilitas komposit sebesar 0,920 > 0,600 maka variebel X3 adalah reliabel, variabel X4 memiliki nilai reliabilitas komposit sebesar 0,918 > 0,600 maka variabel X4 adalah reliabel, variabel Y memiliki nilai reliabilitas komposit sebesar 0,895 0,907 0,551 0,914 0,603 0,920 0,656 0,918 0,616 0,895 0,553 > 0,600 maka variabel Y adalah Validitas konvergen Validitas konvergen digunakan untuk melihat sejauh mana sebuah pengukuran berkorelasi secara positif dengan pengukuran alternative dari konstruk yang sama. Untuk melihat suatu indikator dari suatu variabel konstruk adalah valid atau tidak, maka dilihat dari nilai outer loadingnya. Jika nilai outer loading lebih besar dari . maka suatu indikator adalah vailid. (Hair. Hult. Ringle, & Sarstedt, 2. Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 72 of 83 Determination Of Leadership Style. Organizational Culture And Motivation Work With Job Satisfaction As A Variable Of Mediator On The Performance Of Energy Service Officers And Mineral Resources Of Riau Island Province,| Volume 10 Issue 2. Agustus 2020 | Pages 69-83 | ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373. Tabel 2 Validitas Konvergen Variabel X1. 0,634 X1. 0,702 X1. 0,772 X1. 0,843 X1. 0,710 X1. 0,698 X1. 0,688 X1. 0,863 X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X4. X4. X4. X4. X4. X4. X4. Sumber : Pengolahan Data . 0,782 0,806 0,777 0,783 0,729 0,821 0,734 Berdasarkan tabel di atas diperoleh hasil korelasi variabel X1 dengan X2 sebesar 0,814 korelasi variabel X1 dengan X3 sebesar 0,692 korelasi variabel X1 0,831 0,833 0,849 0,807 0,761 0,776 0,805 0,628 0,731 0,835 0,811 0,799 0,860 0,587 0,784 0,666 0,739 0,808 0,760 0,832 dengan X4 sebesar 0,807 korelasi variabel X1 dengan Y sebesar 0,712. Seluruh variabel memiliki nilai korelasi <0,900, dengan demikian nilai korelasi Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 73 of 83 Determination Of Leadership Style. Organizational Culture And Motivation Work With Job Satisfaction As A Variable Of Mediator On The Performance Of Energy Service Officers And Mineral Resources Of Riau Island Province,| Volume 10 Issue 2. Agustus 2020 | Pages 69-83 | ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373. seluruh variabel dinyatakan valid. Berdasarkan tabel di atas juga diperoleh hasil korelasi variabel X3 dengan X2 sebesar 0,787 korelasi variabel X4 dengan X2 Pelanggan sebesar 0,755 korelasi variabel Y dengan X2 Pelanggan sebesar 0,695. Seluruh variabel memiliki nilai korelasi <0,900, dengan demikian nilai korelasi seluruh variabel dinyatakan valid. Juga dapat dilihat tadi table diatas diperoleh hasil juga korelasi variabel X4 dengan X3 sebesar 0,798 korelasi variabel Y dengan X3 sebesar 0,728 Seluruh variabel memiliki nilai korelasi <0,900, dengan demikian nilai korelasi seluruh variabel dinyatakan valid. Terakhir dari Variabel 0,753 0,707 0,710 0,767 tabel diatas juga di peroleh hasil bahwa korelasi variabel Y dengan X4 sebesar 0,697 Seluruh variabel memiliki nilai korelasi <0,900 dengan demikian nilai korelasi seluruh variabel dinyatakan Validitas diskriminan Validitas diskriminan bertujuan untuk menilai suatu indikator dari suatu variabel konstruk adalah valid atau tidak, yakni dengan cara melihat Nilai Heterotrait - Monotrait Ratio Of Corelation (HTMT) < 0,90, maka variabel memiliki validitas diskriminan yang baik . (Hair. Hult. Ringle, & Sarstedt, 2. Tabel 3 Validitas Diskriminan 0,770 0,740 0,728 0,792 0,776 0,759 Sumber : Pengolahan Data . Berdasarkan tabel di atas diperoleh hasil korelasi variabel X1 dengan X2 sebesar 0,814 korelasi variabel X1 dengan X3 sebesar 0,692 korelasi variabel X1 dengan X4 sebesar 0,807 korelasi variabel X1 dengan Y sebesar 0,712. Seluruh variabel memiliki nilai korelasi <0,900, dengan demikian nilai korelasi seluruh variabel dinyatakan valid. Berdasarkan tabel di atas juga diperoleh hasil korelasi variabel X3 dengan X2 sebesar 0,787 korelasi variabel X4 dengan X2 Pelanggan sebesar 0,755 korelasi variabel Y dengan X2 Pelanggan sebesar 0,695. Seluruh variabel memiliki nilai korelasi <0,900, dengan demikian nilai korelasi seluruh variabel dinyatakan valid. Juga dapat dilihat tadi table diatas diperoleh hasil juga korelasi variabel X4 dengan X3 sebesar 0,798 korelasi variabel Y dengan X3 sebesar 0,728 Seluruh variabel memiliki nilai korelasi <0,900, dengan demikian nilai korelasi seluruh variabel dinyatakan valid. Terakhir dari tabel diatas juga di peroleh hasil bahwa korelasi variabel Y dengan X4 sebesar 0,697 Seluruh variabel memiliki nilai korelasi <0,900 dengan demikian nilai korelasi seluruh variabel dinyatakan Kolinearitas Analisis model structural atau . nner mode. bertujuan untuk menguji hipotesis penelitian. Bagian yang perlu dianalisis dalam model structural yakni. Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 74 of 83 Determination Of Leadership Style. Organizational Culture And Motivation Work With Job Satisfaction As A Variable Of Mediator On The Performance Of Energy Service Officers And Mineral Resources Of Riau Island Province,| Volume 10 Issue 2. Agustus 2020 | Pages 69-83 | ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373. koefisien determinasi (R Squar. dengan pengujian hipotesis. Pengujian kolinearitas adalah untuk membuktikan korelasi antar variabel laten/konstruk apakah kuat atau tidak. Jika terdapat korelasi yang kuat berarti model mengandung masalahjika dipandang dari sudut metodologis, karena memiliki dampak pada estimasi signifikan Masalah ini disebut Variabel dengan kolinearitas . Nilai yang digunakan untuk menganalisisnya adalah dengan melihat nilai Variance Inflation Factor (VIF). (Hair. Hult,Ringle, & Sarstedt, 2014. Garson. Jika nilai VIF lebih besar dari 5,00 maka berarti terjadi masalah kolinearitas, dan sebaliknyatidak terjadi masalah kolinearitas jika nilai VIF<5,00 (Hair. Hult. Ringle, & Sarstedt, 2. Tabel 4 Kolinieritas 4,180 4,404 4,380 4,425 2,055 2,321 4,468 Sumber : Pengolahan Data . Dari data di atas dapat dideskripsikan sebagai berikut : VIF untuk korelasi X1 dengan Y adalah 4,404 < 5,00 . idak terjadi masalah kolinearita. VIF untuk korelasi X2 dengan Y adalah 4,425 < 5,00 . idak terjadi masalah kolinearita. VIF untuk korelasi X3 dengan Y Pelanggan adalah 2,321 < 5,00 . idak terjadi masalah kolinearita. VIF untuk korelasi X4 dengan Y adalah 4,468 < 5,00 . idak terjadi masalah kolinearita. Dengan demikian, dari data-data di atas, model struktural dalam kasus ini tidak mengandung masalah kolinearitas. Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 75 of 83 Determination Of Leadership Style. Organizational Culture And Motivation Work With Job Satisfaction As A Variable Of Mediator On The Performance Of Energy Service Officers And Mineral Resources Of Riau Island Province,| Volume 10 Issue 2. Agustus 2020 | Pages 69-83 | ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373. Gambar 1 Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis pengaruh langsung bertujuan untuk membuktikan hipotesishipotesis pengaruh suatu variabel terhadap variabel lainnya secara langsung . anpa perantar. Jika nilai mengindikasikan bahwa kenaikan nilai suatu variabel diikuti oleh kenaikan nilai variabel lainnya. jika nilai koefisien jalur adalah negatif mengindikasikan Variabel X1 -> X4 X1 -> Y X2 -> X4 X2 -> Y X3 -> X4 X3 -> Y X4 -> Y bahwa kenaikan suatu variabel diikuti oleh penurunan nilai variabel lainnya. Jika nilai prbabilitas (P-Valu. < Alpha maka Ho ditolak . engaruh suatu variabel dengan variabel lainnya adalah Jika nilai prbabilitas (PValu. > Alpha . maka Ho ditolak . engaruh suatu variabel dengan Tabel 5 Hipotesis Pengaruh Langsung RataSampel Standar Asli Deviasi Sampel Statistik Values 0,224 0,217 0,163 1,377 0,017 0,478 0,514 0,206 2,324 0,024 0,484 0,502 0,177 2,730 0,009 -0,128 -0,145 0,233 0,548 0,006 0,244 0,229 0,090 2,710 0,009 0,377 0,387 0,167 2,259 0,028 0,089 0,071 0,279 0,318 0,008 Sumber : Pengolahan Data . Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 76 of 83 Zona Manajemen : Program Studi Magister Sains Manajemen Universitas Batam Volume 10. Issue 2. Agustus 2020 | Pages 69-83 C ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373 http://ejurnal. id/index. php/Manajemen DOI: http://dx. org/10. 37776/jzm. Pengaruh langsung variabel X3 terhadap variabel X4 mempunyai koefisien jalur sebesar 2,710 . , maka peningkatan nilai variabel X3 akan diikuti peningkatan variabel X4. Pengaruh variabel X3 terhadap X4 memiliki nilai P-Values sebesar 0,009 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X3 terhadap X4 adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X3 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 2,259 . , maka peningkatan nilai variabel X3 akan diikuti peningkatan variabel Y. Pengaruh variabel X3 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,028 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X3 terhadap Y adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X4 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 0,318 . , maka peningkatan nilai variabel X4 akan diikuti peningkatan variabel Y. Pengaruh variabel X4 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,008 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X4 terhadap Y adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X1 terhadap variabel X4 mempunyai koefisien jalur sebesar 1,377 . , maka peningkatan nilai variabel X1 akan diikuti peningkatan variabel X4. Pengaruh variabel X1 terhadap X4 memiliki nilai P-Values sebesar 0,017 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X1 terhadap X4 adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X1 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 2,324 . , maka peningkatan nilai variabel X1 akan diikuti peningkatan variabel Y. Pengaruh variabel X1 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,024 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X1 terhadap Y adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X2 terhadap variabel X4 mempunyai koefisien jalur sebesar 2,730 . , maka peningkatan nilai variabel X2 akan diikuti peningkatan variabel X4. Pengaruh variabel X2 terhadap X4 memiliki nilai P-Values sebesar 0,009 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X2 terhadap X4 adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X2 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 0,548 . , maka peningkatan nilai variabel X2 akan diikuti peningkatan variabel X4. Pengaruh variabel X2 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,006 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X2 terhadap Y adalah signifikan. Pengujian hipotesis pengaruh tidak langsung bertujuan untuk membuktikan hipotesis-hipotesis pengaruh suatu variabel terhadap variabel lainnya . elalui Jika nilai korfisien pengaruh tidak langsung > koefisien pengaruh langsnug, maka variabel intervening bersifat memediasi hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Sebaliknya. Jika pengaruh tidak langsung < koefisien pengaruh langsnug, maka variabel intervening tidak bersifat memediasi hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 77 of 83 Determination Of Leadership Style. Organizational Culture And Motivation Work With Job Satisfaction As A Variable Of Mediator On The Performance Of Energy Service Officers And Mineral Resources Of Riau Island Province,| Volume 10 Issue 2. Agustus 2020 | Pages 69-83 | ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373. Tabel 6 Hipotesis Pengaruh Tidak Langsung RataSampel Standar Variabel Asli Deviasi Sampel 0,020 0,039 0,080 X1 -> X4 -> Y_ 0,043 0,016 0,146 X2 -> X4 -> Y_ 0,022 0,013 0,069 X3 -> X4 -> Y_ Statistik Values 0,247 0,294 0,314 0,806 0,770 0,755 Sumber : Pengolahan Data . Berdasarkan tabel di atas diperoleh nilai koefisien pengaruh tidak langsung variabel X1 terhadap Y sebesar 2,324 > 0,247 . engaruh langsung X1 terhadap Y) dengan demikian dapat dinyatakan bahwa X4 memediasi pengaruh antara X1 terhadap Y. Selanjutnya, nilai koefisien pengaruh tidak langsung variabel X2 terhadap Y sebesar 0,548 > 0,294 . engaruh langsung X2 terhadap Y) dengan demikian dapat dinyatakan bahwa X4 memediasi pengaruh antara X2 terhadap Y. Variabel Kemudian, nilai koefisien pengaruh tidak langsung variabel X3 terhadap Y sebesar 2,710 > 0,314 . engaruh langsung X1 terhadap Y) dengan demikian dapat dinyatakan bahwa X4 memediasi pengaruh antara X1 terhadap Y. Koefisien Determinasi (R Squar. Koefisien Determinasi (R Squar. keakuratan prediksi suatu variabel. Dengan kata lain untuk mengevaluasi bagaimana variasi nilai variabel terikat dipengaruhhi oleh variasi nilai variabel bebas pada sebuah model jalur. Tabel 7 Koefisien Determinasi R Square Adjusted R Square 0,776 0,762 0,543 0,503 Sumber : Pengolahan Data . Pada tabel di atas diperoleh hasil pengaruh X1. X2 dan X3 terhadap X4 . adalah sebesar 0,776, artinya besaran pengaruh X1. X2 dan X3 terhadap X4 adalah sebesar 77,60%. Kemudian, pengaruh X1. X3 dan X4 terhadap Y adalah sebesar 0,543, artinya besaran pengaruh X1. X3 dan X4 terhadap Y adalah sebesar 54,30%. KESIMPULAN Pengaruh langsung variabel X3 terhadap variabel X4 mempunyai koefisien jalur sebesar 2,710 . , maka peningkatan nilai Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 78 of 83 Determination Of Leadership Style. Organizational Culture And Motivation Work With Job Satisfaction As A Variable Of Mediator On The Performance Of Energy Service Officers And Mineral Resources Of Riau Island Province,| Volume 10 Issue 2. Agustus 2020 | Pages 69-83 | ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373. variabel X3 akan diikuti peningkatan variabel X4. Pengaruh variabel X3 terhadap X4 memiliki nilai P-Values sebesar 0,009 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X3 terhadap X4 adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X3 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 2,259 . , maka peningkatan nilai variabel X3 akan diikuti peningkatan variabel Y. Pengaruh variabel X3 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,028 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X3 terhadap Y adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X4 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 0,318 . , maka peningkatan nilai variabel X4 akan diikuti peningkatan variabel Y. Pengaruh variabel X4 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,008 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X4 terhadap Y adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X1 terhadap variabel X4 mempunyai koefisien jalur sebesar 1,377 . , maka peningkatan nilai variabel X1 akan diikuti peningkatan variabel X4. Pengaruh variabel X1 terhadap X4 memiliki nilai P-Values sebesar 0,017 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X1 terhadap X4 adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X1 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 2,324 . , maka peningkatan nilai variabel X1 akan diikuti peningkatan variabel Y. Pengaruh variabel X1 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,024 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X1 terhadap Y adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X2 terhadap variabel X4 mempunyai koefisien jalur sebesar 2,730 . , maka peningkatan nilai variabel X2 akan diikuti peningkatan variabel X4. Pengaruh variabel X2 terhadap X4 memiliki nilai P-Values sebesar 0,009 < 0,05, sehingga dapat Pengaruh langsung variabel X2 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 0,548 . , maka peningkatan nilai variabel X2 akan diikuti peningkatan variabel X4. Pengaruh variabel X2 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,006 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X2 terhadap Y adalah signifikan. SARAN