Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 6 NOMOR 1 | OKTOBER 2024 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 Hubungan Antara Lama Pemakaian Kb Suntik 3 Bulan (DMPA) Dengan Kejadian Peningkatan Berat Badan Pada Akseptor Kb Suntik The Relationship Between Length Of Use Of Injectable Contract 3 Month (DMPA) With Increasing Events Body Weight In Kb Injection Acceptors Soekesi1. Siti Aminah2. Galuh Pradian Yanuaringsih3 Mahasiswa Program Studi Kebidanan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Kadiri Dosen Program Studi Kebidanan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Kadiri *Corresponding : sitiaminah@unik-kediri. ABSTRAK Salah satu jenis kontrasepsi adalah KB suntik 3 bulan. KB suntik 3 bulan dapat mengakibatkan peningkatan berat badan pada akseptor KB. Survey Pendahuluan yang dilakukan terhadap 10 akseptor KB suntik 3 Bulan di Puskesmas Sukorame didapatkan hasil 6 ibu . %) mengalami peningkatan berat badan dengan lama pemakaian 3-5 tahun, 2 ibu . %) mengalami peningkatan dengan lama pemakaian 2 tahun dan 2 orang . %) tidak ada peningkatan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara lama pemakaian KB suntik 3 bulan dengan kejadian peningkatan berat badan pada akseptor KB di Puskesmas Sukorame Tahun 2024. Berdasarkan tujuan penelitian termasuk penelitian analitik korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah akseptor KB suntik 3 Bulan di Puskesmas Sukorame Tahun 2024 Sampel yang diperoleh sebesar 45 responden dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data melalui wawancara dan rekam medik pasien. Dianalisis dengan uji Spearman-Rho. Hasil penelitian didapatkan hampir setengah . ,7%) lama pemakaian KB suntik 3 bulan termasuk sedang dan sebagian besar . %) mengalami peningkatan berat badan. Hasil uji Spearman Rho p-value < . ,000 < 0,. , yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Disimpulkan bahwa ada hubungan antara lama pemakaian KB suntik 3 bulan dengan kenaikan berat badan akseptor KB di Puskesmas Sukorame Kota Kediri tahun 2024. Kata kunci : Kenaikan Berat Badan. KB suntik 3 bulan ABSTRACT One type of contraception is a 3 month injection. Injectable contraception 3 months may lead to weight gain in acceptor of FP. A preliminary survey of 10 acceptor of 3 mounth injecting FP at SukorameAos Community Health Center resulted in 6 acceptors . %) experiencing weight gain with duration of 3-5 years, 2 acceptors . %) increased with 2 years and 2 acceptors . %) there is no increase. The purpose of this research is to analyze the relationship between the duration of use of 3 month injection and the incidence of weight gain in FP acceptors at the SukorameAos Health Center of 2024. Based on the research purposes, including research analytical korelasional. The population in this research is 3 month injecting FP acceptor at SukorameAos health center in 2024. Samples obtained from 45 people with simple random sampling techniques. Data collection through interviews and patient medical Test analyzed by Spearmen-Rho. Article History: Received: August 28 ,2024. Revised: September 12, 2024. Accepted: October 3, 2024 Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 6 NOMOR 1 | OKTOBER 2024 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 The result showed that almost half . ,7%) duration of 3 month injection are moderete and mostly . %) has weight gain. Spearman Rho test results get the p value = 0. 000 < = 0. 05, meaning H0 rejected. H1 accepted. It was concluded that there is a relationship between the duration of 3 months of FP injecting and accelerated weight of FP acceptors at Sukorame Health Center of Kediri City in 2024. Keywords: weight gain, kb injection 3 month PENDAHULUAN Keluarga Berencana merupakan upaya menjarangkan angka kematian dan kesakitan diperlukannya pelayanan keluarga berencana (Saiffudin, 2. Kontrasepsi merupakan suatu cara untuk mencegah terjadinya kehamilan yang bertujuan untuk menjarangkan kehamilan, merencanakan jumlah anak dan meningkatkan kesejahteraan keluarga agar dapat memberikan perhatian dan pendidikan yang maksimal pada Salah satu metode yang digunakan dalam program Keluarga Berencana (KB) adalah metode kontrasepsi hormonal. Metode KB hormonal ini digunakkan untuk mencegah Tingginya minat pemakai KB hormonal ini dikarenakan penggunaannya aman, sederhana dan efektif (Manuaba, 2. Salah satu masalah terpenting yang dihadapi oleh negara berkembang, seperti di Indonesia yaitu ledakan penduduk. Ledakan penduduk mengakibatkan laju pertumbuhan yang pesat hal ini karena minimnya pengetahuan serta pola budaya pada Untuk permasalahan tersebut pemerintah Indonesia telah menerapkan program KB yang dimulai sejak tahun 1968 dengan mendirikan LKBN (Lembaga Keluarga Berencana Nasiona. yang kemudian dalam perkembangannya menjadi BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasiona. Gerakan Keluarga Berencana Nasional bertujuan untuk mengontrol laju pertumbuhan penduduk dan juga untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (Ekawati,2. Jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) di Kota Kediri menurut hasil pengumpulan data sepanjang tahun 2023 sebesar 44. sedangkan yang menjadi peserta KB aktif 854 . ,30%) dan peserta KB baru 327 . ,62%). Penggunaan alat kontrasepsi pada pasangan usia subur baik pada peserta KB aktif maupun KB baru sebagian besar menggunakan KB suntik dengan presentasi 57,34% peserta KB baru dan 49,67% peserta KB aktif (Dinkes,2. Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas Sukorame. Kota Kediri pada bulan Januari sampai desember 2024 Jumlah Pasangan Usia Subur 550 orang, akseptor KB aktif 248 orang . ,9%) dan akseptor KB baru 242 orang . ,0%), dengan perincian peserta KB aktif IUD 23 orang . ,7%). MOP 2 orang . ,3%). MOW 4 orang . ,6%). Implant 27 orang . ,5%). Kondom 44 orang . %), jumlah akseptor kb suntik 93 orang . ,0%) . untik 2 bulan 43 orang dan suntikan 3 bulan 50 oran. , dan Pil 55 orang . Survey pendahuluan yang dilakukan terhadap 10 orang akseptor KB suntik 3 bulan (DMPA) di dapatkan hasil 6 orang . %) ibu mengalami peningkatan berat badan dengan rata-rata lama pemakaian 3-5 tahun, 2 orang . %) mengalami peningkatan berat badan dengan lama pemakaian 2 tahun, dan 2 orang . %) tidak mengalami peningkatan berat Berdasarkan data diatas menyatakan bahwa tingginya angka kejadian peningkatan berat badan pada akseptor KB suntik di Puskesmas Sukorame. Survey pendahuluan yang dilakukan terhadap 10 orang akseptor KB suntik 3 bulan Article History: Received: August 28 ,2024. Revised: September 12, 2024. Accepted: October 3, 2024 Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 6 NOMOR 1 | OKTOBER 2024 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 (DMPA) di dapatkan hasil 6 orang . %) ibu mengalami peningkatan berat badan dengan rata-rata lama pemakaian 3-5 tahun, 2 orang . %) mengalami peningkatan berat badan dengan lama pemakaian 2 tahun, dan 2 orang . %) tidak mengalami peningkatan berat Berdasarkan data diatas menyatakan bahwa tingginya angka kejadian peningkatan berat badan pada akseptor KB suntik di Puskesmas Sukorame. Dampak dari efek samping KB suntik 3 bulan (DMPA) ini, bisa memungkinkan angka pengguna alat kontrasepsi akan semakin menurun, sehingga angka pertumbuhan penduduk juga meningkat. Masalah lain yang sering timbul pada ibu-ibu yang mengalami kenaikan berat badan yaitu masalah psikologi karena ibu-ibu cenderung rendah diri dan kurang percaya diri terhadap lingkungan . ody Selain itu, penggunaan KB hormonal dalam jangka waktu yang panjang dapat menimbulkan masalah lain dimana berat badan yang melebihi normal dan bisa juga terjadi obesitas yang akan berdampak muncuknya berbagai penyakit yang bisa menyerang ibu seperrti timbulnya penyakit jantung, diabetes mellitus, hipertensi. (Zainal,2. Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk mengetahui bagaimana hubungan antara lama pemakaian KB suntik 3 bulan (DMPA) dengan kejadian peningkatan berat badan pada akseptor KB di Puskesmas Sukorame kota Kediri METODE PENELITIAN Berdasarkan lingkup penelitian merupakan Berdasarkan waktu pengumpulan data merupakan penelitian cross sectional. Berdasarkan cara pengumpulan data merupakan penelitian observasional. Berdasarkan tujuan Berdasarkan merupakan penelitian sekunder. Besar sampel yang diteliti adalah 45 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Uji analisis menggunakan uji spearman Rank. HASIL DAN PEMBAHASAN Data Umum Karakteristik Responden Berdasarkan Umur Ibu Tabel 1. Distribusi frekuensi karakteristik responden berdasarkan umur akseptor KB suntik 3 bulan (DMPA) di Puskesmas Sukorame Kota Kediri 2024. Umur Frekuensi Presentase (%) < 20 tahun 20-35 tahun >35 tahun Jumlah Sumber : Data primer penelitian tahun 2024. Berdasarkan tabel 1. 1 diatas menunjukkan bahwa sebagian besar . ,5%) akseptor KB suntik 3 bulan (DMPA) berusia 20 - 35 tahun. Article History: Received: August 28 ,2024. Revised: September 12, 2024. Accepted: October 3, 2024 Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 6 NOMOR 1 | OKTOBER 2024 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Ibu Tabel 1. Distribusi frekuensi karakteristik responden berdasarkan pendidikan akspetor KB suntik 3 bulan (DMPA) di Puskesmas Sukorame Kota Kediri 2024. Pendidikan Frekuensi Presentase (%) SD,SMP SMA Perguruan Tinggi (PT) Jumlah Sumber : Data primer penelitian tahun 2024. Berdasarkan tabel 1. 2 diatas menunjukkan bahwa sebagian besar . ,9%) akseptor KB suntik 3 bulan (DMPA) bependidikan SD dan SMP Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Ibu Tabel 1. Distribusi frekuensi karakteristik responden berdasarkan pekerjaan akseptor KB suntik 3 bulan (DMPA) di Puskesmas Sukorame Kota Kediri 2024. Pekerjaan Frekuensi Presentase (%) IRT PNS Wiraswasta Swasta Jumlah Sumber : Data primer penelitian tahun 2024. Berdasarkan tabel 1. 3 di atas menunjukkan bahwa sebagian besar . ,1%) akseptor KB suntik 3 bulan bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT). Article History: Received: August 28 ,2024. Revised: September 12, 2024. Accepted: October 3, 2024 Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 6 NOMOR 1 | OKTOBER 2024 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 Data Khusus Lama Pemakaian Akseptor KB Suntik 3 Bulan (DMPA) Tabel 1. Distribusi frekuensi lama pemakaian akseptor KB suntik 3 bulan di Puskesmas Sukorame Kota Kediri 2024 Lama Pemakaian Frekuensi Presentase (%) 1-3 tahun 3-5 tahun >5 tahun Jumlah Sumber : Data primer penelitian tahun 2024. Berdasarkan tabel 1. 4 di atas menunjukkan bahwa hampir setengah . ,7%) akseptor KB suntik 3 bulan (DMPA) menggunakan KB DMPA selama 3-5 tahun Perubahan berat badan Akseptor KB Suntik 3 Bulan (DMPA) Tabel 1. Distribusi frekuensi Perubahan berat badan akseptor KB suntik 3 bulan di Puskesmas Sukorame Kota Kediri 2024. Lama Pemakaian Frekuensi Presentase (%) Meningkat Tetap Menurun Jumlah Sumber : Data primer penelitian tahun 2024 Berdasarkan tabel 1. 5 di atas menunjukkan bahwa sebagian besar . 0%) peserta KB suntik 3 bulan (DMPA) mengalami peningkatan berat badan Tabulasi silang hubungan antara lama pemakaian KB suntik 3 bulan (DMPA) dengan kejadian peningkatan berat badan pada akseptor KB suntik 3 bulan (DMPA) Tabel 1. Distribusi frekuensi Perubahan berat badan akspetor KB suntik 3 bulan di Puskesmas Sukorame Kota Kediri 2024. Sumber : Data Primer penelitian tahun 2024 Article History: Received: August 28 ,2024. Revised: September 12, 2024. Accepted: October 3, 2024 Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 6 NOMOR 1 | OKTOBER 2024 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 Berdasarkan tabel 1. 6 di atas menunjukkan bahwa hampir setengah . ,6%) akseptor KB suntik 3 bulan (DMPA) dengan lama pemakaian KB 3-5 tahun mengalami peningkatan berat badan. Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh nilai A-value (A<) 0. 000<0. 05 maka Ho ditolak dan H1 diterima, artinya ada hubungan antara lama pemakaian Kb suntik 3 bulan dengan peningkatan berat badan akseptor KB suntik di Puskesmas Sukorame Kota Kediri tahun 2017. Selain itu didapatkan nilai coefficient correlation sebesar r = 0,515 yang menunjukkan kekuatan korelasi cukup kuat dan arah hubungan positif adanya korelasi sejajar yaitu makin lama pemakaian KB suntik 3 bulan (DMPA), maka makin tinggi juga kejadian peningkatan berat badan pada akseptor KB di Puskesmas Sukorame tahun 2024. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil peneltian dengan menggunakan uji statistik Spearman Rho diperoleh nilai A-value (A<) 0. 000<0. 05 maka Ho ditolak dan H1 diterima, artinya ada hubungan antara lama pemakaian Kb suntik 3 bulan dengan peningkatan berat badan akseptor KB suntik di Puskesmas Sukorame Kota Kediri Nilai coefficient correlation sebesar r = 0,515 yang menunjukkan kekuatan korelasi cukup kuat dan arah hubungan positif adanya korelasi sejajar yaitu makin lama pemakaian KB suntik 3 bulan (DMPA), maka makin tinggi juga kejadian peningkatan berat badan pada akseptor KB di Puskesmas Sukorame tahun 2017. Menurut Hartanto . menyatakan bahwa kegemukan yang terjadi pada akseptor KB suntik 3 bulan pada dasarnya dikarenakan hormone progesterone yang dapat menyebabkan nafsu makan bertambah apabila dosis yang tinggi dan berlebihan karena menurut para ahli DMPA merangsang pusat pengendali nafsu makan di hipotalamus yang menyebabkan akseptor makan lebih banyak dari biasanya. Akseptor KB suntik 3 bulan cenderung mengkonsumsi makanan Ida Susila . dalam penelitianya mengungkapkan bahwa perubahan kenaikan berat badan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu hormonal, genetik, lingkungan, pola makan, aktivitas fisik, umur dan lain-lain. Namun faktor hormonal seperti faktor hormonal yang terkandung dalam kontrasepsi suntik yaitu hormon progesteron memiliki dampak yang sangat besar dalam peningkatan berat badan. Progesterone dalam alat kontrasepsi tersebut berfungsi untuk mengentalkan lendir serviks dan mengurangi kemampuan rahim untuk menerima sel yang telah dibuahi. Namun hormon ini juga mempengaruhi perubahan karbohidrat menjadi lemak, sehingga seringkali efek sampingnya adalah penumpukan lemak yang menyebabkan berat badan meningkat. Hal tersebut dibuktikan oleh Hanafi Hartanto . bahwa penyebab pasti pertambahan berat badan karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi namun yang jelas telah terjadi pertambahan lemak dalam tubuh. Selain itu, terdapat perbedaan yang signifikan pula antara akseptor KB suntik DMPA yang aktif dan yang pasif dengan peningkatan berat badan. Pada pemakaian kontrasepsi suntik 3 bulan, dimana yang berperan aktif adalah hormon berlangsung lama maka terjadi peningkatan Efek merangsang pusat pengendali nafsu makan di hypothalamus yang menyebabkan akseptor makan lebih banyak dari biasanya. Hormon progesteron juga mempengaruhi perubahan karbohidrat dan gula menjadi lemak, sehingga lemak di bawah kulit bertambah akibatnya berat badan bertambah. Berdasarkan hasil penelitian ini hampir setengah akseptor KB menggunakan KB ini selama > 3-5 tahun dan sebagian besar mengalami peningkatan berat badan. Hal ini juga dibuktikan oleh Murray . dalam penelitiannya menunjukkan ibu yang menggunakan KB hormonal khususnya DMPA dalam jangka waktu yang lama beresiko mengalami kenaikan berat badan. Efek dari penggunaan KB hormonal yaitu bisa membuat akseptor KB mengalami peningkatan nafsu makan selain itu efek dari progesterone yang berlebih dalam tubuh mempermudah proses perubahan karbohidrat menjadi Triasilgliserol yang hanya dapat dipecah tubuh dengan aktifitas fisik yang berat. Seperti yang kita tahu KB hormonal dalam jangka waktu yang panjang dapat menimbulkan Article History: Received: August 28 ,2024. Revised: September 12, 2024. Accepted: October 3, 2024 Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 6 NOMOR 1 | OKTOBER 2024 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 masalah lain dimana berat badan yang melebihi normal dan bisa juga terjadi obesitas yang akan berdampak muncuknya berbagai penyakit yang bisa menyerang ibu. Hal ini dibuktikan oleh teori yang dikemukakan oleh dr. Yekti. M . bahwa tubuh yang gemuk karena penumpukan lemak dalam jaringan adiposa yang tidak terkontrol, dapat menimbulkan beberapa kerugian diantaranya rasa percaya diri yang rendah, dan merupakan faktor resiko penyakit yaitu resistensi insulin, penyakit jantung, diabetes mellitus, hipertensi, sehingga dapat menyebabkan meningkatnya angka morbiditas. Menurut peneliti untuk memperkecil khususnya hormon progesteron yang dapat mengakibatkan peningkatan berat badan yang merugikan adalah dengan perlu diadakannya penyuluhan yang menyeluruh kepada seluruh akseptor KB baik kelebihan maupun kekurangan dari metode kontrasepsi ini, agar para ibu bisa menentukan pilihan kontrasepsi yang aman dan yang paling sesuai untuk mereka. Bila ibu merasa kurang percaya diri karena kondisi tubuhnya yang mengalami peningkatan berat badan, ibu bisa mengganti metode kontrasepsi yang lain. Selain itu, dengan melakukan olahraga, diet rendah kalori, serta menjaga pola makan yang sehat dan teratur juga bisa membantu agar berat badan ibu bisa kembali ideal. karena keadaan tersebut bereaksi terhadap penurunan berat badan KESIMPULAN DAN SARAN Ada Hubungan antara Lama pemakaian KB suntik 3 bulan (DMPA) dengan kejadian peningkatan berat badan pada akseptor KB suntik di Puskesmas Sukorame Tahun 2024. Diharapkan menggunakan alat kontrasepsi suntik 3 bulan (DMPA) yang telah mengetahui efek samping dari pemakaian kontrasepsi tersebut sebaiknya berkonsultasi lebih lanjut pada petugas kesehatan untuk beralih ke pemakaian kontrasepsi lain yang lebih aman. Dan bagi akseptor KB yang telah mengalami peningkatan berat badan yang berlebihan, perlu melakukan latihan jasmaniah . dan mengatur pola Handayani. Sri. Buku Ajar Pelayanan Keluarga Berencana. Yogyakarta: Pustaka Sinar Harapan UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kepada Kepala Puskesmas Sukorame yang bersedia menjadi tempat DAFTAR PUSTAKA