INOVASI BODY SCRUB DAUN KELOR (Moringa oleifer. UNTUK PENGEMBANGAN PRODUK KECANTIKAN BERKELANJUTAN INNOVATION OF MORINGA LEAF (Moringa oleifer. BODY SCRUB FOR SUSTAINABLE BEAUTY PRODUCT DEVELOPMENT Riadhil Jinan1*. Susanna1. Rifal Alfayet1. Rauzah1. Ridha Sujanna Ikhwan1. Reskina Ramadhani1. Reni Nirabela1. Rini Alfiza1. Rima Kasyuanti1. Rini Sulastri1. Rila Delfinna1 1 Program Studi Pendidikan Profesi Guru Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh. Indonesia. *Penulis korespondensi: riadhiljinan21@gmail. Abstrak Kosmetik berbasis bahan alami semakin populer seiring dengan meningkatnya kesadaran konsumen akan efek jangka panjang bahan kimia pada kulit dan lingkungan. Pengabdian ini berfokus pada pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifer. sebagai bahan baku produk perawatan kulit, khususnya body scrub, di Gampong Ie Masen. Kecamatan Ulee Kareng. Banda Aceh. Daun kelor terkenal karena kandungan antioksidan dan nutrisinya yang tinggi, menjadikannya potensi sebagai agen anti-aging dan perawatan kulit yang efektif. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterlibatan masyarakat mengenai pemanfaatan bahan alami daun kelor sebagai bahan baku produk perawatan kulit, khususnya body scrub. Metode pengabdian meliputi observasi, wawancara, dan diskusi dengan masyarakat setempat. Kegiatan ini melibatkan sosialisasi, uji coba, dan evaluasi produk body scrub yang menggabungkan daun kelor, tepung beras, kunyit, dan lemon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk body scrub berbahan daun kelor dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan bahan alami serta berpotensi menjadi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat, dan hasil evaluasi menunjukkan bahwa produk ini efektif dalam eksfoliasi dan perawatan kulit. Kesimpulannya, pengabdian ini memberikan kontribusi pada pengembangan produk kecantikan alami yang mendukung keberlanjutan dan kesehatan kulit. Kata kunci: kosmetik alami. daun kelor. perawatan kulit. Gampong Ie Masen Abstract The popularity of natural ingredient-based cosmetics is increasing in tandem with growing consumer awareness of the long-term effects of chemicals on skin and the environment. This activity focuses on the utilization of moringa leaves (Moringa oleifer. as a raw material for skincare products, specifically body scrub, in Ie Masen Village. Ulee Kareng Sub-District. Banda Aceh. Moringa leaves are renowned for their high antioxidant content and nutritional value, positioning them as potential agents for effective anti-aging and skincare. The objective of this activity is to enhance community knowledge and engagement regarding the use of moringa leaves as a raw material for skincare products, particularly body scrub. The research methodology includes observation, interviews, and discussions with local communities. This activity encompassed socialization, product trials, and evaluation of a body scrub that combines moringa leaves, rice flour, turmeric, and lemon. The findings indicated that the moringa leaf body scrub can improve community awareness of natural ingredient utilization and has the potential to become a micro, small, and medium-sized enterprise (MSME). This activity was positively received by the community, , and the evaluation results demonstrated that this product is effective in exfoliation and skincare. In conclusion, this activity contributes to the development of natural beauty products that support sustainability and skin health. Keywords: natural cosmetics. moringa leaves. Ie Masen Village Submitted 03-01-2025 | Revision 03-02-2025 | Accepted 18-05-2025 | Published 30-06-2025 Article ID 43792 | Copyright . 2025 Bull. Community. Serv. :78-86 https://doi. org/10. 24815/bulpen. Jinan et al. Pendahuluan Pada beberapa dekade terakhir, industri kecantikan dan perawatan kulit telah berkembang pesat, dengan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya perawatan kulit. Perawatan kulit tubuh, seperti lulur atau body scrub, bertujuan untuk memelihara dan merawat kehalusan kulit, mencerahkan kulit yang kusam, serta mengangkat sel-sel kulit mati. Kerusakan pada kulit dapat mempengaruhi kesehatan dan penampilan, sehingga penting untuk menjaga dan melindungi kesehatan kulit. Salah satu penyebab kerusakan kulit adalah radikal bebas, seperti sinar ultraviolet (Lestari et al. Radikal bebas adalah molekul atau fragmen molekul dengan satu atau lebih elektron tidak berpasangan pada orbitnya, yang berasal dari reactive oxygen species (ROS). Pembentukan radikal bebas adalah bagian dari proses metabolisme normal, namun tubuh memiliki mekanisme pertahanan antioksidan untuk melindungi sel dari efek toksik radikal bebas. Sistem pertahanan ini melibatkan mekanisme enzimatik dan non-enzimatik yang membantu menunda atau mencegah oksidasi biomolekul intraselular dan ekstraselular (Yuliany 2. Antioksidan berperan penting dalam mengatasi kerusakan oksidatif akibat radikal bebas. Namun, jika sistem pertahanan tubuh tidak dapat menangani kelebihan radikal bebas, dapat terjadi gangguan dan kerusakan sel (Kawamura dan Muraoka 2. Kosmetik saat ini sering mengandung berbagai zat kimia dan banyak produk tidak mematuhi peraturan administrasi yang berlaku. Sebagai alternatif, banyak orang beralih ke pengobatan alami dan kosmetik herbal yang terbuat dari herba atau ekstrak tanaman. Kandungan herbal dapat memperkaya tubuh dengan nutrisi dan mineral yang bermanfaat (Rahmi & Minerva, 2. Oleh karena itu, di masa depan, penggunaan bahan baku alami diharapkan menjadi pilihan utama karena manfaat dan faktor keamanannya (Ittiqo et al. Salah satu tanaman yang kaya akan antioksidan adalah daun kelor (Moringa Daun kelor (Moringa oleifer. merupakan bahan alami yang potensial untuk produk perawatan kulit seperti body scrub (Kristiani et al. Daun kelor mengandung kaempferol, isorhamnetin, rutin, dan asam fenolat (NizioC-Aukasiewska et al. Aktivitas menjadikannya bermanfaat sebagai agen antiaging (Sugihartini dan Nuryanti 2. Selain itu, beras putih (Oryza sativa ) juga memiliki manfaat untuk kulit, terutama melalui kandungan tocols Bull. Community. Serv. :78-86 okoferol dan tokotrieno. , gamma-oryzanol, dan ceramide. Tokoferol dan tokotrienol, bentuk murni vitamin E, berfungsi sebagai antioksidan alami yang bermanfaat untuk kesehatan kulit (Yunita et al. Daun kelor, yang berasal dari pohon kelor atau moringa, telah digunakan dalam pengobatan tradisional dan kuliner di berbagai belahan dunia, terutama di Asia Selatan dan Afrika. Tanaman ini dikenal karena kandungan nutrisinya yang luar biasa, termasuk vitamin A. C, dan E, serta mineral seperti kalsium, kalium, dan zat besi. Selain itu, daun kelor mengandung antioksidan dan senyawa antiinflamasi yang berpotensi memberikan manfaat kesehatan yang signifikan (Yuliany 2. Daun kelor dikenal dengan julukan "pohon ajaib" karena kandungan nutrisinya yang luar Beberapa manfaat utama dari daun kelor sebagai body scrub meliputi antioksidan . itamin C, vitamin E, dan beta-karoten yang dapat melindungi kulit dari kerusakan oksidatif akibat radikal beba. , anti-inflamasi . at seperti quercetin dan kaempferol dalam daun kelor memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi kemerahan dan iritasi pada kuli. , nutrisi penting . andungan vitamin A, vitamin B, kalsium, dan zat besi pada daun kelor dapat mendukung regenerasi sel kulit dan memperbaiki kondisi kulit secara keseluruha. , dan asam amino esensial yang penting untuk sintesis protein dan perbaikan jaringan kulit (Hanif dan Berawi, 2. Lulur atau body scrub adalah sediaan cair atau setengah padat yang berfungsi untuk mengangkat kotoran dan sel kulit mati yang tidak sepenuhnya hilang dengan sabun, serta memberikan kelembaban dan kelembutan pada Body scrub juga dapat meningkatkan sirkulasi darah, mensuplai vitamin, dan bertindak sebagai antioksidan (Alkalah 2. Pada umumnya, body scrub mengandung bahan eksfolian seperti beras putih untuk mengangkat sel-sel kulit mati. Formulasi lulur krim melibatkan pemilihan bahan yang sesuai, yaitu bahan aktif dan bahan dasar . Basis krim terdiri dari fase minyak dan fase air yang dicampur dengan emulgator untuk membentuk Selain bahan dasar, sering ditambahkan bahan seperti pengawet, pengental, pewarna, pelembab, dan pewangi untuk mencapai karakteristik formula yang diinginkan (Ittiqo et Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Ittiqo et al. menunjukkan bahwa krim lulur dengan ekstrak daun kelor pada konsentrasi 30% paling efektif dalam mencerahkan kulit. Selain itu, formulasi krim dengan konsentrasi 3% ekstrak daun kelor juga terbukti efektif sebagai agen anti-aging (Sugihartini dan Nuryanti 2. Penelitian telah Page 79 Jinan et al. Bull. Community. Serv. :78-86 menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan dengan beberapa bahan alami lainnya, menjadikannya kandidat yang ideal untuk produk perawatan kulit. Permintaan global untuk produk perawatan kulit alami terus meningkat, didorong oleh kesadaran konsumen terhadap kesehatan, keberlanjutan, dan dampak Di Indonesia, pasar produk kecantikan alami sedang berkembang pesat, memberikan peluang besar bagi pengembangan produk berbasis daun kelor (Haflin et al. Selain itu, keberadaan daun kelor yang melimpah di Indonesia memungkinkan produksi dengan biaya rendah dan dukungan terhadap ekonomi Pelaksanaan inovasi Body scrub Daun Kelor (Moringa oleifer. ini didasarkan pada kebutuhan akan produk kecantikan yang lebih alami, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Daun kelor dikenal kaya akan antioksidan, vitamin, dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan kulit, seperti vitamin C, vitamin E, dan polifenol yang dapat membantu melawan radikal bebas serta meningkatkan kelembapan kulit. Selain itu, tren pasar saat ini menunjukkan peningkatan minat terhadap produk kecantikan berbahan alami dan organik sebagai respons terhadap kekhawatiran konsumen terhadap bahan kimia sintetis dalam produk kecantikan (Hartatik Dengan mengembangkan body scrub berbasis daun kelor, inovasi ini tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan kulit tetapi juga mendukung upaya pengurangan limbah industri kecantikan melalui penggunaan bahan alami yang dapat terurai dengan mudah di lingkungan. Metode Prosedur penelitian meliputi observasi, wawancara, dan diskusi dengan masyarakat Kegiatan ini melibatkan sosialisasi, uji coba, dan evaluasi produk body scrub yang menggabungkan daun kelor, tepung beras, kunyit, dan lemon. Langkah-langkah pelasanaan kegiatan disajikan pada Gambar 1. Gambar 1. Rancangan Konseptual Kegiatan ini dilaksanakan di Gampong Ie Masen. Kecamatan Ulee Kareng. Aceh Besar, yang memiliki banyak tumbuhan daun kelor yang tumbuh liar dan dimanfaatkan hanya sebagai bahan masakan. Beberapa masyarakat juga menganggap tumbuhan kelor tersebut sebagai hama dan tidak mengetahui bahwa daun kelor punya berjuta manfaat salah satunya sebagai Kegiatan dilaksanakan secara langsung pada hari Kamis, 15 Agustus 2024. Pelaksana kegiatan ini adalah mahasiswa PPG Prajabatan gelombang 1 tahun Kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan dan mengelola sumber daya alam pohon kelor yang memiliki sejuta manfaat untuk diolah menjadi bahan kecantikan alami yang bebas bahan kimia dan aman digunakan. Sebelum kegiatan dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan observasi dan koordinasi dengan perangkat Gampong Ie Masen yang di pimpin oleh ketua PKK dan ketua pelaksana kegiatan. Berdasarkan hasil observasi dan koordinasi tersebut didapatkan bahwa di Gampong Ie Masen terdapat sumber daya pohon kelor yang banyak memanfaatkannya selain untuk di masak. Masyarakat yang di targetkan adalah ibu rumah tangga juga memiliki minat dan ketertarikan akan kegiatan yang akan dilaksanakan. Kegiatan pengabdian ini menggunakan strategi penelitian uji sampel terbatas serta Page 80 Jinan et al. Bull. Community. Serv. :78-86 sosialisasi dan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif (Marihot dan Sari 2. Kegiatan ini mencakup observasi, sosialisasi, sharing, uji coba, wawancara langsung dan Data dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk mendapatkan penjelasan mengenai kegiatan yang dilakukan. Hasil dan Pembahasan Kegiatan pengabdian masyarakat Universitas Syiah Kuala oleh mahasiswa PPG Prajabatan gelombang 1 tahun 2024 di Gampong Ie Masen. Kecamatan Ulee Kareng. Aceh Besar, menghasilkan inovasi baru dalam pemanfaatan daun kelor. Panitia pelaksana turut mengundang narasumber dari ARC Universitas Syiah Kuala masyarakat setempat. Harapannya dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan dapat dijadikan usaha UMKM dari produk yng diuji coba. Kegiatan sosialisasi inovasi body scrub dari daun kelor dilaksanakan dengan berfokus pada partisipasi masyarakat dan memanfaatkan sumber daya alam yang ada sebagai bahan utama pada pembuatan body scrub daun kelor. Pendekatan yang digunakan dalam studi ini meliputi beberapa langkah. Inventarisasi: Mengumpulkan mengetahui ketersediaan sumber daya alam daun kelor sebagai bahan utama pembuatan body scrub. Observasi: Melakukan observasi untuk mengamati lokasi Gampong Ie Masen. Sosialisasi: melaksanakan sosialisasi tetang csrub daun kelor dengan masyarakat setempat. Uji coba: Melakukan uji coba langsung body scrub daun kelor pada masyarakat yang hadir. Wawancara dan diskusi: Mengadakan forum diskusi dan wawancara langsung dengan masyarakat mengenai uji coba produk body scrub daun kelor. Tahap awal sosialisasi kegiatan pengabdian masyarakat ini telebih dahulu dilakukan persiapan dengan berdiskusi bersama perangkat desa dan tokoh masyarakat terkait pelaksanaan kegiatan ini (Gambar . Hal ini diharapakan dapat meningkatakan partisipasi masyarakat . bu rumah tangg. untuk berhadir dalam mensukseskan kegiatan ini. Sosilisasi ini dilaksanakan di Balee Inong Gampong Ie Masen. Ulee Kareng. Aceh Besar. Gambar 2. Diskusi dengan perangkat desa Kegiatan pengabdian masyarakat ini disambut baik oleh perangkat desa beserta Mereka menyadari bahwa sumber daya yang selama ini tidak terpakai dan dibiarkan tumbuh liar ternyata dapat dimanfaatkan sebagai inovasi sebuah produk kecantikan dan terdapat banyak sekali manfaat lainnya dari tumbuhan kelor ini. Observasi lapangan dilakukan dengan teknik survei yang bertujuan untuk melengkapi informasi untuk mengenali wilayah studi secara langsung (Gambar . Teknik survei dilakukan dengan cara interviu langsung dengan perangkat desa dan beberapa masyarakat setempat. Page 81 Jinan et al. Bull. Community. Serv. :78-86 Gambar 3. Observasi Kegiatan sosialisasi dilakukan selama satu hari yang bertempat di Balee Inong. Gampong Ie Masen yang dihadiri oleh ketua PKK dan masyarakat atau ibu rumah tangga yang berjumlah 15 orang (Gambar . Kegiatan ini didukung oleh Ibu Ir. Suraiya Kamaruzzaman, . T sebagai narasumber. Gambar 4. Sosialisasi Setelah kegiatan sosialisasi selesai, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan uji coba produk secara langsung bersama Masyarakat (Gambar Uji mendemonstrasikan cara pencampuran bahan body scrub. Selama uji coba masyarakat tampak antusias memperhatikan dan berdiskusi. Gambar 5. Uji Coba Wawancara dilakukan pada saat kegiatan uji coba berlangsung, di mana panitia pelaksana kegiatan memanfaatkan momen tersebut untuk berbincang dengan peserta dan pengunjung (Gambar . Sambil melakukan demonstrasi pembuatan body scrub dari daun kelor, panitia juga menggali tanggapan, opini, serta pengalaman peserta mengenai produk yang Hal ini dilakukan untuk mendapatkan umpan balik langsung tentang kualitas produk, manfaat yang dirasakan, serta efektivitas proses Wawancara ini menjadi bagian penting dari evaluasi keseluruhan kegiatan, serta membantu meningkatkan inovasi produk di masa mendatang. Page 82 Jinan et al. Bull. Community. Serv. :78-86 Gambar 6. Wawancara Proses pembuatan body scrub dari daun kelor (Gambar 7 dan . , dimulai dengan pengambilan daun kelor di pagi atau sore hari untuk menjaga Daun yang dipilih adalah daun yang tidak terlalu tua atau muda, karena daun dengan karakteristik ini menghasilkan bubuk kelor yang berkualitas (Setyorini, 2. Setelah daun kelor diambil, langkah berikutnya adalah memisahkan daun dari batangnya, kemudian mencuci daun dengan air mengalir untuk menghilangkan debu dan kotoran. Daun yang sudah bersih lalu dikeringkan dengan cara diangin-anginkan tanpa terkena sinar matahari langsung selama lima sampai tujuh hari. Setelah daun kelor kering, daun tersebut dihaluskan dengan blender menjadi bubuk, lalu bubuk ini dicampur dengan tepung beras dengan perbandingan 5 gram bubuk kelor, 2 gram tepung beras, 1,5 gram kunyit dan 1,5 gram Tepung beras digunakan agar scrub bisa mengekfoliasi dengan baik pada tubuh serta memberikan manfaat tambahan, seperti mengangkat sel kulit mati dan melembabkan Pada kulit jeruk nipis juga dijumpai vitamin C yang dapat menyerap minyak dari kulit dan mengangkat sel kulit mati sehingga kulit terlihat lebih bersih , lembut dan cerah (Isfianti, 2. Gambar 7. Proses pembuatan body scrub daun kelor. Memetik daun kelor. Daun kelor Daun kelor dihaluskan. Beras dihaluskan. Lemon dihaluskan. Semua bahan Body scrub diaplikasikan dikulit. Page 83 Jinan et al. Bull. Community. Serv. :78-86 Tahap berikutnya adalah pengemasan di mana campuran bubuk kelor tepung beras, kunyit dan lemon dimasukkan ke dalam kemasan seberat 10 gram untuk melindungi bubuk dan memperpanjang masa simpan produk. Kemasan ini juga memudahkan pengguna dalam menggunakan scrub, cukup melarutkan bubuk dalam susu putih, air mawar atau air bersih membentuk pasta kental, lalu diaplikasikan ke kulit secara merata dan dibiarkan mengering selama 3 sampai 5 menit kemudian scrub digosok agar membantu pengangkatan sel kulit mati lalu dibilas higga Penggunaan body scrub ini dianjurkan setidaknya tiga kali seminggu. Gambar 8. Bahan pembuatan body scrub daun kelor Kegiatan evaluasi kegiatan pembuatan scrub daun kelor dilakukan setelah kegiatan selesai bersama dosen pengampu mata kuliah sekaligus dosen pembimbing. Evaluasi bertujuan untuk meninjau hasil uji coba produk kepada Berdasarkan hasil evaluasi, teknik pengolahan daun kelor dalam produksi body scrub telah berjalan cukup baik, namun masih kandungan antioksidan dan nutrisi tetap terjaga. Salah satu perbaikan yang dapat dilakukan adalah cara pengeringan yang lebih efektif agar senyawa aktif dalam daun kelor tidak mengalami degradasi selama proses produksi. Berdasarkan masyarakat, respons terhadap produk body scrub daun kelor cukup positif, terutama terkait manfaatnya dalam perawatan kulit. Namun, berdasarkan uji coba awal, ditemukan beberapa aspek yang masih perlu disesuaikan, seperti aroma produk yang kurang menarik bagi sebagian pengguna serta tekstur yang perlu diperbaiki agar lebih mudah diaplikasikan. Untuk itu, disarankan dilakukan survei lanjutan guna mendapatkan umpan balik lebih detail dari masyarakat terkait aspek aroma, tekstur, dan efektivitas produk. melalui data ini, formulasi dapat diperbaiki agar lebih sesuai dengan preferensi pasar dan meningkatkan daya saing Kesimpulan Penggunaan kosmetik alami semakin populer sebagai alternatif produk berbasis bahan kimia, terutama dalam perawatan kulit. Daun kelor, yang kaya akan antioksidan dan nutrisi, menunjukkan potensi sebagai bahan untuk produk perawatan kulit seperti body scrub. Dalam program pengabdian masyarakat di Gampong Ie Masen. Aceh Besar, daun kelor diolah menjadi body scrub melalui teknik yang memastikan kualitas dan keamanan. Hasilnya menunjukkan bahwa produk ini tidak hanya efektif sebagai perawatan kulit, tetapi juga menciptakan peluang usaha yang mendukung ekonomi lokal. Kegiatan ini meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan sumber daya alam secara optimal dan Ucapan Terima Kasih Terima kasih kepada PPG Universitas Syiah Kuala dan Dosen Pembimbing atas dukungan penuh terlaksananya kegiatan pengabdian masyarakat tahun 2024. Terima kasih juga kami ucapkan kepada Gampog Iee Masen, kecamatan Ulee Kareng Aceh Besar, atas kerjasamanya melalui program pengabdian masyarakat. Penghargaan kami berikan kepada Kepala Desa dan Masyarakat Gampong Ie Masen yang diwakilkan oleh ketua PKK yang bersedia mewadahi kami sehingga kegiatan ini berjalan dengan lancar. Daftar Pustaka