JIKOMTI: Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi e- ISSN: x-x Vol. 1 No. Des 2024 Analisis Penggunaan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) pada Unit Kerja Rekam Medis dengan Metode HOT-Fit di RSUD X Nida Salma Zahafirah1. Yoki Muchsam2 Universitas Bandung. Bandung Universitas Sains Indonesia. Kabupaten Bekasi E-mail Korespondensi: yoki. muchsam@lecturer. Abstrak Seluruh alur proses pelayanan rumah sakit diproses dan diintegrasikan oleh Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), suatu sistem teknologi informasi komunikasi, melalui jaringan koordinasi, pelaporan, dan prosedur administrasi untuk mendapatkan informasi yang tepat dan akurat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penggunaan SIMRS dan metode HOT-Fit pada unit kerja rekam medis di RSUD X. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan pendekatan deskriptif yang mengumpulkan data melalui wawancara semi-terstruktur dengan petugas rekam medis yang bekerja di bagian inseksing, 1 orang petugas tim RME, dan 1 orang petugas SIMRS/IT, observasi serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ketiga komponen model HOT-Fit yaitu Manusia. Organisasi, dan Teknologi memiliki peranan penting dalam menganalisis penggunaan Pada komponen manusia (Huma. menyatakan penggunaan SIMRS sudah diterapkan di semua unit, kemudian belum memberikan kepuasan pengguna secara maskimal karena sistem tergolong baru jadi perlu penambahan fitur. Komponen organisasi (Organizatio. dukungan pimpinan dan pegawai berjalan dengan baik namun dari segi fasilitas perlu ditambah. Komponen teknologi (Technolog. pengembangan sistem secara berkala, pengguna selalu diingatkan untuk mengisi data pasien secara lengkap, terus dilakukan pemantauan jaringan, serta mengecek kembali data pasien yang diambil dari SIMRS lama saat proses pengolahan data guna meminimalisasi Kata kunci: simrs, hot-fit, rekam medis, rumah sakit. Abstract The entire flow of hospital service processes is processed and integrated by the Hospital Management Information System (SIMRS), a communication information technology system, through networks of coordination, reporting, and administrative procedures to obtain accurate and precise information. The purpose of this research is to analyze the use of SIMRS and the HOT-Fit method in the medical records unit at RSUD X. The research method used is a descriptive approach that collects data through semi-structured interviews with medical record officers working in the indexing section, one RME team officer, and one SIMRS/IT officer, as well as through observation and documentation. The research results show that the three components of the HOT-Fit model, namely Human. Organization, and Technology, play an important role in analyzing system usage. In the human component, it is stated that the use of SIMRS has been implemented in all units, but it has not yet provided maximum user satisfaction because the system is relatively new and requires additional features. The organizational component (Organizatio. has good support from management and staff, but in terms of facilities, improvements are needed. Technology component (Technolog. involves periodic system development, users are always reminded to fill in patient data completely, continuous network JIKOMTI: Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi e- ISSN: x-x Vol. 1 No. Des 2024 monitoring is conducted, and patient data taken from the old SIMRS is rechecked during the data processing to minimize errors. Keywords: simrs, hot-fit, medical records, hospital. PENDAHULUAN Rumah sakit merupakan fasilitas kesehatan yang memberikan perawatan lengkap kepada pasien dengan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat . Setiap rumah sakit harus menyelenggarakan SIMRS untuk meningkatkan kualitas informasi yang diberikan kepada pasiennya sesuai dengan PMK No. 82 Tahun 2013 adapun pengertian Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) menurut peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia . dikarenakan sesekali mengalami kendala, kemudian diperlukan evaluasi secara berkala dan memberi pelatihan SIMRS sehingga dapat Sedangkan dari komponen organization dan technology informan merasa perlu adanya kebijakan mengenai penanganan sistem yang dilakukan vendor dan sebaiknya melakukan evaluasi secara berkala dengan dibuatkan jadwal, tidak hanya saat akan dilakukan akreditasi . Penelitian lain yang dilakukan oleh . komponen human dan organization bahwa kurangnya tanggung jawab dan kedisiplinan petugas dan dalam melakukan penginputan data pasien, kemudian perlu adanya dukungan manajemen untuk diadakan pelatihan guna meningkatkan kinerja serta melakukan evaluasi terhadap SOP yang berlaku dalam penerapan Sistem Informasi Manajemen (SIM) rekam Berikut adalah pihak yang berperan dalam pengelolaan dan penggunaan SIMRS menurut . Penggunaan SIMRS sangat penting untuk mengintegrasikan informasi yang dihasilkan, mulai dari proses pengumpulan data, pengolahan data, penyampaian data, hingga analisis dan pengambilan keputusan dari informasi yang ada. Ini juga membantu menyediakan informasi yang diperlukan untuk operasional rumah sakit . Sistem informasi memiliki kemampuan untuk menghasilkan data yang akurat dan tepat serta memudahkan pengelolaan dan penyimpanan End User . engguna akhi. SIMRS dibedakan menjadi dua yaitu: a. Operator, yaitu sebagai pengguna langsung SIMRS yang bertanggung jawab untuk memasukkan data ke dalam sistem yaitu seluruh pegawai dari masingmasing unit. Pengguna Informasi yang dihasilkan oleh SIMRS, yaitu pengguna SIMRS tidak langsung seperti pimpinan instalasi, asisten manajer dan manajer unit Vendor, sebagai penyedia layanan SIMRS untuk perangat lunak . , perangkat keras . , jaringan komputer dan memberikan dukungan teknis jika diperlukan. Penanggung jawab SIMRS, yaitu unit teknologi informasi rumah sakit yang merupakan sub bagian dari manajemen kepegawaian dan admin, unit TI yang bertugas untuk menghubungkan antara Sistem informasi di rumah sakit tidak hanya mengutamakan pengelola data administratif tetapi juga harus mengutamakan keamanan informasi, melakukan pengembangan terhadap sistem klinik agar dapat mengurangi medical errors, dapat memanfaatkan internet yang semakin mudah diakses, melakukan peralihan media dari manual ke digitalisasi, serta meningkatkan akses informasi . Dari hasil observasi unit pelayanan yang sudah terintegrasi dengan SIMRS yaitu rekam medis. TPPRJ. TPPRI. IGD, farmasi, poliklinik, dan keuangan. Penggunaan SIMRS yang baru ini digunakan juga untuk menunjang peralihan ke RME (Rekam Medis Elektoni. Pada penelitian lain SIMRS saat ini belum mampu meningkatkan JIKOMTI: Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi e- ISSN: x-x Vol. 1 No. Des 2024 pengguna akhir dengan pihak penyedia SIMRS. mempertimbangkan tiga komponen utama yaitu human . , organization . , technology . , dan net benefit . anfaat dari kesesuaian hubungan diantarany. METODE Metode penelitian yang digunakan peneliti yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan tujuan untuk memberikan gambaran yang nyata, sistematis, dan akurat mengenai suatu situasi atau bidang yang menjadi pokok penelitian. Dalam penelitian ini diperlukan informan sebagai subjek dari penelitian ini dipilih yang benar-benar menguasai suatu objek yang akan diteliti yaitu 2 petugas rekam medis bagian indeksing dan tim RME, 1 petugas SIMRS/IT RSUD X. Dalam peneltian ini, teknik dan instrumen pengumpulan data yang digunakan peneliti yaitu: Wawancara. Wawancara dianggap cukup baik untuk mengumpulkan informasi. Hal ini karena sebagian besar informasi yang dibutuhkan dapat diperoleh secara langsung . Peneliti menggunakan pedoman wawancara semi terstruktur yaitu dengan menanyakan kepada narasumber secara garis besar mengenai topik penelitian yang diangkat kemudian memperdalam informasi lebih lanjut berdasarkan tiga komponen model HOT-Fit yang digunakan. Dengan ini jawaban akan diperoleh meliputi semua Observasi: Observasi dilakukan dengan melihat atau mengamati secara langsung mengenai kejadian, gerak atau proses . Dalam penelitian ini peneliti melakukan observasi dengan mengamati penggunaan SIMRS di unit kerja rekam medis RSUD X berdasarkan tiga komponen model HOT-Fit yang digunakan. Dokumentasi. Pengumpulan data dengan dokumentasi tidak begitu sulit, maksudnya jika ada kekeliruan sumber, datanya tetap dan belum berubah . Gambar 1. Model HOT-Fit . Pada Gambar 2 diketahui bahwa terdapat hubungan antara human . , organization . , dan technology . yang digambarkan dengan garis panah tebal. Kemudian di gambar juga ditunjukkan net benefits yaitu perkiraan hasil atau manfaat dari penerapan sistem informasi. Pada model HOT-Fit terdapat delapan dimensi yang saling berkaitan yaitu system quality . ualitas siste. , information quality . ualitas informas. , service quality . ualitas layana. , system use . enggunaan siste. , user satisfaction . epuasan penggun. , organizational structure . tuktur organisas. , organizational environment . ingkungan organisas. and net . Berikut komponen penting dari model HOT-Fit menurut . Manusia (Huma. Komponen manusia mengevaluasi sistem dalam hal penggunaan dan kepuasan sistem. Pada penggunaan sistem . ystem us. dilakukan dengan mengevaluasi siapa yang menggunakan, tingkatan pengguna, pelatihan, pengetahuan, ekspektasi atau harapan pengguna terhadap penerimaan dan penolakan sistem. Sedangkan dari segi kepuasan pengguna . ser satisfactio. dilakukan dengan mengevaluasi pengalaman pengguna saat menggunakan sistem. Model HOT-Fit merupakan salah satu kerangka teori yang digunakan dalam melakukan evaluasi sistem informasi. Kerangka kerja dari model ini dibuat dari IS Success Model dan IT Organization-Fit Model yang digunakan untuk mengevaluasi sistem yang kompleks dengan JIKOMTI: Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi e- ISSN: x-x Vol. 1 No. Des 2024 Organisasi (Organizatio. Komponen organisasi terdapat struktrur dan lingkungan organisasi. Untuk struktur organisasi meliputi tipe, kultur . , kebijakan, sistem perencanaan dan pengendalian, strategi, serta manajemen dan komunikasi. Kemudian pada lingkungan organisasi meliputi sumber biaya, politik, kompetisi, pemerintah, dan hubungan antar organisasi. kepuasan pengguna, kemudia organisasi yang dilihat dari aspek dukungan pimpinan, pegawai serta ketersediaan fasilitas, dan yang terakhir variabel teknologi yang dilihat dari aspek kualitas sistem, informasi, dan layanan. Dari ketiga variabel tersebut didapatkan efisien penggunaan SIMRS di Unit Kerja Rekam Medis . Salah satu elemen yang dapat membantu komunikasi antar penulis yaitu definisi Definisi operasional adalah catatan pengukuran variabel. Dengan membaca definisi mengetahui pengukuran variabel, sehingga dapat mengetahui apakah pengukuran itu baik atau buruk . Seperti pada definisi operasional di Teknologi (Technolog. Komponen teknologi mengevaluasi sistem dari kualitas sistem . ystem qualit. , kualitas informasi . nformation qualit. , dan kualitas layanan . ervice qualit. Kualitas sistem mengacu pada kinerja sistem dan user interface. Kemudian kualitas informasi berfokus pada informasi yang dihasilkan melalui sistem Kriteria yang dapat digunakan dalam menilai kualitas informasi meliputi kelengkapan, ketepatan waktu, ketersediaan, relevansi, konsistensi, dan menginput data. Adapun kualitas layanan yang berfokus pada dukungan yang diterima oleh penyedia layanan . Pada kualitas ini dapat dievaluasi berdasarkan kecepatan respon, jaminan, empati, dan tindak lanjut layanan. Tabel 1. Definisi Operasional Variabel Manusia Definisi Komponen dalam hal penggunaan dan kepuasan sistem Indikator Penggunaan Kepuasan pengguna . Organisasi Komponen terdapat struktrur dan lingkungan organisasi Dukungan Dukungan Ketersediaan fasilitas . Teknologi Komponen mengevaluasi sistem dari kualitas sistem . ystem informasi . nformation qualit. , dan kualitas layanan . ervice qualit. Dalam penyimpanan data dapat dilakukan dengan proses yang singkat dan data yang disimpan harus valid dan tepat yang berarti sesuai dengan data yang Kualitas sistem Kualitas Kualitas layanan . MANUSIA Penggunaan Sistem Kepuasan pengguna ORGANISASI Dukungan pimpinan Dukungan pegawai Ketersediaan fasilitas Efisien Penggunaan SIMRS di Unit Kerja Rekam Medis TEKNOLOGI Kualitas sistem Kualitas informasi Kualitas layanan Efisien Gambar 2. Kerangka Pemikiran Kerangka pemikiran ditunjukkan pada gambar 2 mengenai alur pemikiran peneliti ketika melihat masalah dan faktor apa saja yang mempengaruhinya serta bagaimana masalah tersebut diselesaikan. Adapun variabel yang mendukung penelitian ini yaitu manusia yang dilihat dari aspek penggunaan sistem dan Tujuan Minimalisasi Memaksimalkan semua sumber tersedia . JIKOMTI: Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi e- ISSN: x-x Vol. 1 No. Des 2024 Metode penelitian yang digunakan peneliti yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan tujuan untuk memberikan gambaran yang nyata, sistematis, dan akurat mengenai suatu situasi atau bidang yang menjadi pokok penelitian. Dalam buku yang dituliskan . mengenai penelitian kualitatif yaitu mempelajari keadaan objek alamiah, dimana peneliti adalah instrumen kunci, teknik pengumpulan data ditriangulasi . , analisis bersifat induktif/ kualitatif, dan hasil. Penelitian kualitatif juga lebih menekankan relevansi . Dokumentasi. Pengumpulan data dengan dokumentasi tidak begitu sulit, maksudnya jika ada kekeliruan sumber, datanya tetap dan belum berubah . Pada penelitian ini menggunakan triangulasi dalam memverifikasi data yaitu teknik validasi menggunakan sesuatu yang lain. Teknik triangulasi yang paling umum digunakan adalah penelitian dari sumber yang lainnya. Metode triangulasi ini peneliti memeriksa ulang yang ditemukan dengan membandingkannya dengan sumber, metode, dan teori. Proses analisis data dalam penelitian ini terjadi selama pengumpulan data dan selesai setelah pengumpulan data dirasa Menurut . kegiatan analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan terus menerus hingga selesai, sehingga data menjadi Dalam melakukan pengolahan dan analisis data di penelitian ini terdiri empat proses yaitu reduksi data, penyajian data, kesimpulan atau verifikasi. Informan penelitian menurut Sugiyono yaitu seseorang yang memiliki suatu informasi mengenai topik penelitian . Dalam hal ini informan . dari penelitian ini dipilih yang benar-benar menguasai suatu objek yang akan diteliti, yaitu 2 petugas rekam medis bagian indeksing dan tim RME, 1 petugas SIMRS/IT RSUD X. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisa data kualitatif yang dilakukan menggunakan . Analisis Doman. Gambaran umum dari penelitian yang terdiri atas tempat, aktor, dan aktivitas. Pada penelitian didapat analisis domain yang dituangkan pada tabel 2. berikut ini: Dalam peneltian ini, teknik dan instrumen pengumpulan data yang digunakan peneliti yaitu: Wawancara. Wawancara dianggap cukup baik untuk mengumpulkan informasi. Hal ini karena sebagian besar informasi yang dibutuhkan dapat diperoleh secara langsung . Peneliti menggunakan pedoman wawancara semi terstruktur yaitu dengan menanyakan kepada narasumber secara garis besar mengenai topik penelitian yang diangkat kemudian memperdalam informasi lebih lanjut berdasarkan tiga komponen model HOT-Fit yang digunakan. Dengan ini jawaban akan diperoleh meliputi semua variabel . Observasi. Observasi dilakukan dengan melihat atau mengamati secara langsung mengenai kejadian, gerak atau proses (Siyoto & Ali, 2. Dalam penelitian ini peneliti melakukan observasi dengan mengamati penggunaan SIMRS di unit kerja rekam medis RSUD X berdasarkan tiga komponen model HOT-Fit yang digunakan. Tabel 2. Sumber Dokumen Pengujian Rincian Domain Pengguna Kepuasan Dukungan Dukungan Ketersediaan Kualitas sistem Kualitas Kualitas layanan Hubungan Semantik Atribut Rasional atau alasan Fungsi dari Domain Sistem yang Sarana SIMRS Informasi data pasien yang lengkap dan . Analisis Taksonomi. Bentuk analisis dimana data yang dikumpulkan berdasarkan domain yang telah ditentukan. Penelitian ini JIKOMTI: Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi e- ISSN: x-x Vol. 1 No. Des 2024 berfokus pada penggunaan SIMRS di unit kerja rekam medis, maka dari analisis taksonomi penggunaan SIMRS komponen manusia terdiri dari penggunaan sistem dan kepuasan pengguna, kemudian untuk komponen organisasi terdiri atas dukungan pimpinan, dukungan pegawai, dan ketersediaan fasilitas, selanjutnya komponen teknologi yang terdiri dari kualitas sistem, informasi, dan layanan seperti pada gamabr 3 taksonomi SIMRS. Banyaknya informan pada penelitian ini adalah 3 informan yaitu 2 orang petugas di unit kerja rekam medis dan 1 orang petugas di bagian SIMRS/IT yang digambarkan pada tabel 3. launching sistem sudah mendapatkan pelatihan dan merasakan manfaat penggunaan SIMRS menjadi lebih efisien waktu, mengolah data jadi terasa lebih mudah dan cepat. Tabel 3. Informan Nama (Inisia. Penggunaan Sistem Penggunaan SIMRS di unit kerja rekam Kepuasan Pengguna Bagian Kode D4 RMIK Tim RME SIMRS/IT Indeksing Informan-1 Informan-2 Informan-3 D3 RMIK Kemudian pada komponen Teknologi (Technolog. dari segi kualitas sistem menurut 3 informan SIMRS saat ini mudah digunakan . ser friendl. , kemudian tampilan pada menu SIMRS juga menarik. Untuk menjaga kerahasiaan data rekam medis masing-masing pengguna diberi hak akses dan jika ada yang meminta data harus memperlihatkan surat dari atasan, kemudian untuk SIMRS di unit kerja rekam medis kadang masih error jaringannya tapi kalau untuk error database itu jarang . Dukungan Pimpinan Organiasasi Dukungan Pegawai Teknologi Pendidikan Komponen Organisasi (Organizatio. sebanyak 3 informan menyatakan dukungan dari pimpinan yaitu menyediakan dana sarana dan Sedangkan dukungan pegawainya sendiri yaitu saling bantu atau melakukan training ulang dan bersedia overtime. Untuk fasilitas 1 informan menyatakan belum memenuhi dari segi device yang digunakan untuk mengolah data rekam medis pasien, pendukung lainnya seperti kecepatan sinyal dari wifi. Dan 2 informan lain sudah merasa terpenuhi fasilitasnya tapi memang perlu ditambah. Wawancara dilakukan pada tanggal 10 dan 13 Juni 2023 dengan menggunakan metode semi wawancara mengenai penggunaan SIMRS di unit kerja rekam medis kemudian memperdalam pertanyaan-pertanyaan tersebut. Manusia Jenis Kelamin Kualitas Sistem Kualitas Informasi Kualitas Layanan Sedangkan dari kualitas informasi dari 3 informan menyatakan bahwa data yang diinput dalam SIMRS sudah lengkap dan detail dan di sistem sudah diterapkan jika dokter atau perawat mengisi datanya tidak lengkap maka tidak akan Kemudian untuk informasi yang dihasilkan dari SIMRS 1 dari 3 informan menyatakan belum valid karena masih dalam proses perpindahan dari SIMRS lama ke baru dan mudah dipahami. Untuk informasi pasien informan 1 dari 3 menyatakan bahwa bisa diandalkan dan juga tidak, karena beberapa ditemukan ada yang bisa langsung dipakai Gambar 3. Taksonomi SIMRS Berdasarkan hasil wawancara mendalam dengan beberapa informan penelitian pada komponen Manusia (Huma. 1 dari 3 informan yang menjadi pengguna SIMRS belum merasa puas karena masih tergolong sistem baru jadi masih banyak yang harus diselesaikan. Ketiga informan menyatakan saat sebelum dan sesudah JIKOMTI: Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi e- ISSN: x-x Vol. 1 No. Des 2024 datanya ada juga yang harus dikoreksi lagi Selanjutnya untuk bahasa di SIMRS sudah satu bahasa yaitu Bahasa Indonesia. Menurut peneliti dari komponen manusia, organisasi, dan teknologi memiliki korelasi dalam menganalisis penggunaan sistem. Dengan menggunakan sistem pelayanan ke pasien menjadi lebih bermutu dan efisien waktu. Sesuai dengan analisis taksonomi yang sudah dijabarkan pada komponen manusia peneliti meninjau dari segi penggunaan sistem dan kepuasan pengguna, kemudian komponen organisasi meninjau dari segi dukungan pimpinan, pegawai, ketersediaan fasilitas. Pada komponen teknologi meninjau dari segi kualitas sistem, informasi, dan layanan . Dan yang terakhir dari segi kualitas layanan 3 informan menyatakan bahwa kecepatan respon SIMRS saat digunakan karena menggunakan jaringan lokal jadi sat mengakses di rumah sakit cepat. Untuk keluhan mengenai SIMRS 3 informan menyatakan cepat untuk responnya karena vendornya stay disini sedangkan untuk penambahan menu pada SIMRS memang butuh waktu tidak bisa hari itu selesai. Hasil yang didapat dari penelitian ini sejalan dengan penelitian . tentang Evaluasi SIMRS Pada Pendaftaran Rawat Jalan dengan Metode HOT-Fit di RS Swasta Metro, dapat disimpulkan hasilnya yaitu ketiga komponen model HOT-Fit berperan penting dalam evaluasi sistem. Untuk pengguna belum merasa puas karena masih banyak kekurangan dan perlu dilakukan evaluasi secara berkala serta dibutuhkan pelatihan SIMRS. Kemudian dari komponen organisasi dan teknologi merasa perlu adanya kebijakan mengenai penanganan sistem yang dilakukan vendor sehingga pengguna tidak perlu menunggu lama dalam proses pengajuan komplain. Setelah peneliti melakukan analisis penggunaan SIMRS, didapatkan bahwa pada komponen manusia masih adanya pengguna yang merasa belum puas terhadap sistem yang sedang berjalan saat ini karena tergolong sistem baru, untuk pelatihan pengguna sudah pasti mendapatkannya, dan penggunaan SIMRS ini sudaah hampir digunakan di semua bagian. Pada komponen organisasi jajaran pimpinan memberi dukungan berupa sarana prasarana dan dana untuk pemenuhan kebutuhan pengguna dalam mengoperasikan SIMRS supaya bisa berjalan lancar. Kemudian dukungan pegawai pun menurut pengguna sudah terpenuhi, sedangkan ketersediaan fasilitas salah satu informan merasa belum terpenuhi karena beberapa fasilitas seperti beberapa perangkat keras sudah perlu diganti karena penyimpanan penuh dan pendukung pengoperasian SIMRS yang berkenaan dengan jaringan juga kurang Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian . tentang Evaluasi SIMRS pada Unit Kerja Rekam Medis dengan Metode HOTFit di Rumah Sakit Tk. IV 04. 03 dr. Asmir Salatiga, dapat disimpulkan bahwa pengguna belum merasa puas terhadap SIMRS yang ada karena masih sering error, tidak pernah diberi pelatihan, belum memenuhi dari aspek fleksibiltas dan akurasi, tetapi penggunaan SIMRS mendapat dukungan dari kepala rumah Selanjutnya pada komponen teknologi dari segi kualitas sistem sudah terpenuhi tetapi masih perlu perbaikan supaya bisa meminimalisasi error saat digunakan. Lanjut dari segi informasi salah satu informan menyatakan bahwa karena sistem masih tergolong baru terdapat data pasien yang kurag valid dan perlu di cek kembali, tetapi yang lainnya sudah terpenuhi. Kemudian dari kualitas layanan informan merasa sudah terpenuhi karena pihak vendor menetap di rumah sakit sehingga dapat merespon dengan cepat jika ditemukan kendala. Selain itu hasil penelitian didukung juga dengan adanya teori . tentang health information system: human, organization, and technology (HOT-Fi. Model ini memberikan tiga aspek penting dalam sistem informasi yaitu aspek manusia, organisasi, dan teknologi. Ketiga aspek tersebut merupakan satu kesatuan yang harus diperhatikan untuk keberhasilan sistem informasi manajemen. JIKOMTI: Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi e- ISSN: x-x Vol. 1 No. Des 2024 Husni And D. Putra. AuAnalisis Implememntasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (Simr. Pada Unit Kerja Rekam Medis Di Rsu Ao Aisyiyah Padang,Ay 2019. Sari. Sanjaya. And A. Meliala. AuEvaluasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (Simr. Dengan Kerangka Hot-Fit,Ay Sesindo 2016. No. November, . Aprilianingsih. Maya. Listina. Febria. Kayrus. AuEvaluasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (Simr. Pada Bagian Pendaftaran Rawat Jalan Dengan Metode Hot-Fit Di Rs Swasta Di Metro Tahun 2022. Ay Jurnal Formil (Forum Ilmia. Kesmas Respati, 2022. Husni And D. Putra. AuAnalisis Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (Simr. Pada Unit Kerja Rekam Medis Di Rsu AoAisyiah Padang,Ay J. Kesehat. Lentera AoAisyiyah. Vol. No. Pp. 19Ae26, 2019. Bayu And S. Izzati. AuEvaluasi FaktorFaktor Kesuksesan Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Di Pku Muhammadiyah Sruweng Dengan Menggunakan Metode,Ay Semin. Nas. Inform. Medis. No. November. Pp. 78Ae86, . Fauzy. Metode Sampling. Vol. No. Siyoto And M. Sodik. Dasar Metodologi Penelitian. Literasi Media Publishing, 2015. Yusof. Kuljis. Papazafeiropoulou. And L. Stergioulas. AuAn Evaluation Framework For Health Information Systems: Human. Organization And Technology-Fit Factors (Hot-Fi. ,Ay Int. Med. Inform. Vol. No. Pp. 386Ae398. Jun. Rieka Mulya Pratiwi. Yoki Muchsam. And Bagus Wahyudiono. AuAnalisis Electronic Medical Record (Em. Terhadap Sistem Informasi Kesehatan Di Bagian Pelayanan Rawat Jalan Di Rumah Sakit Rsud K. T Wongsonegoro,Ay Jicn KESIMPULAN Setelah melakukan analisa terhadap penggunaan SIMRS pada unit kerja rekam medis RSUD X peneliti menyimpulkan bahwa: Analisis SIMRS berdasarkan komponen manusia, penggunaan SIMRS sudah hampir diaplikasikan ke semua unit dari pendaftaran sampai bagian keuangan, pengguna masih belum merasa puas, sistem belum berjalan maksimal karena perpindahan dari SIMRS lama ke baru, pengguna sudah mendapat pelatihan bahkan sebelum dan sesudah launching sistem. organisasi, pengguna mendapat dukungan pimpinan dan pegawai dengan baik sehingga membuat proses pengolahan data di unit kerja rekam medis berjalan lancar, sedangkan untuk ketersediaan fasilitas belum terpenuhi secara maksimal. Analisis SIMRS berdasarkan komponen pengembangan sistem secara berkala, pengguna selalu diingatkan untuk mengisi data pasien secara lengkap, terus dilakukan pemantauan jaringan, serta mengecek kembali data pasien yang diambil dari SIMRS lama saat proses pengolahan data guna meminimalisasi kekeliruan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan serta kesimpulan yang tertera, maka peneliti menyampaikan saran yaitu perlu dilakukan evaluasi SIMRS secara berkala dari semua unit yang sudah terintegrasi khususnya unit kerja rekam medis guna memenuhi kebutuhan pengguna, pengembagan sistem dan jaringan supaya lebih berkualitas sehingga akan berpengaruh kepada pelayanan rumah sakit dan data informasi pasien yang valid juga lengkap. DAFTAR PUSTAKA