AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2025 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Perbandingan Daya Dukung Pondasi Tiang Metode Statis Versus Metode Dinamis Untuk Rusun IAHN dan Rusun Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur * Ridho Saleh Silaban1 1Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Indonesia *ridhosalehsilaban@umpr. Abstract In the design of pile foundations, the analysis of pile bearing capacity is a critical factor in determining the safety and efficiency of construction. To ensure structural stability, the foundation design must be calculated according to the required working In general, during the planning stage, the analysis of single pile bearing capacity is conducted using the Static Method, while in practice, the actual bearing capacity is determined through the Dynamic Method, namely the PDA (Pile Driving Analyze. At the construction stage, it is expected that the results of these two methods will not differ significantly, thereby avoiding deviations from the initial design. However, in practice, they often present considerable discrepancies. This study aims to identify the allowable bearing capacity of single piles obtained from both methods and to measure the percentage differences between them. The pile dimension used in this study is 25 y 25 cm. The research was conducted by collecting soil investigation data, including Cone Penetration Test (CPT) and Standard Penetration Test (SPT) results, as well as PDA test CPT and SPT data were analyzed using static methods to calculate the allowable pile capacity with several commonly applied formulas, including those of Mayerhof. Nottingham & Schmertmann. Aoki & Alencar. Luciano Decourt, and Schmertmann. These results were then compared with the dynamic method outcomes obtained from the PDA test. The findings indicate that the allowable pile bearing capacity obtained from the dynamic method (PDA tes. for the Kotawaringin Timur Government Housing Project was 26. 50 tons. Using static methods with CPT data, the average allowable capacities were 25. tons (Mayerho. , 39. 67 tons (Nottingham & Schmertman. , and 37. 97 tons (Aoki & Alenca. , with an average deviation of The closest result to the PDA test was given by Mayerhof, with a deviation of 4. Using SPT data, the calculated capacities were 35. 71 tons (Mayerho. , 41. 47 tons (Luciano Decour. , and 22. 68 tons (Schmertman. , with an average deviation of 35. The closest was Schmertmann, at 14. For the IAHN Housing Project, the PDA test result was 42. Static method analysis with CPT data yielded 50. 50 tons (Mayerho. , 51. 97 tons (Nottingham & Schmertman. , and 22. tons (Aoki & Alenca. , with an average deviation of 29. The closest result was Mayerhof with 18. Using SPT data, the capacities were 36. 74 tons (Mayerho. , 49. 58 tons (Luciano Decour. , and 34. 16 tons (Schmertman. , with an average deviation of 16. 66%, the closest being Mayerhof with 13. Keywords: Cone Penetration Test. Standard Penetration Test. Pile Bearing Capacity. Static Method. Dynamic Method Abstrak Analisis kapasitas daya dukung tiang merupakan elemen penting dalam perencanaan pondasi tiang pancang karena berkaitan langsung dengan aspek keamanan serta efisiensi konstruksi. Untuk memastikan stabilitas, perhitungan desain pondasi harus disesuaikan dengan beban kerja yang direncanakan. Pada tahap perencanaan biasanya digunakan Metode Statis, sedangkan kondisi aktual di lapangan diperoleh melalui Metode Dinamis seperti uji Pile Driving Analyzer (PDA). Idealnya kedua pendekatan menghasilkan nilai yang berdekatan, namun perbedaan hasil sering terjadi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kapasitas daya dukung ijin tiang tunggal berdasarkan kedua metode serta menghitung persentase selisihnya. Dimensi tiang yang diteliti berukuran 25x25 cm. Pengumpulan data meliputi hasil Cone Penetration Test (CPT). Standard Penetration Test (SPT), dan uji PDA. Data CPT serta SPT dianalisis menggunakan sejumlah rumus Metode Statis, yakni Mayerhof. Nottingham & Schmertman. Aoki & Alancer. Luciano Decourt, serta Schmertman, kemudian dibandingkan dengan hasil uji PDA. Pada Rusun Pemkab Kotawaringin Timur, hasil PDA menunjukkan kapasitas 26,50 ton. Perhitungan CPT menghasilkan Mayerhof 25,34 ton. Nottingham & Schmertman 39,67 ton, dan Aoki & Alancer 37,97 ton, dengan selisih ratarata 32,45% dan Mayerhof paling mendekati . ,38%). Sementara analisis SPT menunjukkan Mayerhof 35,71 ton. Luciano Decourt 41,47 ton, dan Schmertman 22,68 ton, dengan rata-rata selisih 35,22% serta Schmertman paling dekat . ,42%). Pada Rusun IAHN, nilai PDA tercatat 42,63 ton. Analisis CPT menghasilkan Mayerhof 50,50 ton. Nottingham & Schmertman 51,97 ton, dan Aoki & Alancer 22,20 ton, dengan rata-rata selisih 29,43% serta Mayerhof mendekati . ,48%). Hasil SPT menunjukkan Mayerhof 36,74 ton. Luciano Decourt 49,58 ton, dan Schmertman 34,16 ton, dengan rata-rata selisih 16,66% dan Mayerhof paling dekat . ,82%). Kata Kunci: Cone Penetration Test. Standard Penetration Test. Daya Dukung Ijin Tiang. Metode Statis. Metode Dinamis PENDAHULUAN Dalam perancangan pondasi, analisis daya dukung tiang menjadi faktor krusial yang menentukan keamanan dan efisiensi konstruksi, agar menghasilkan stabilitas bangunan yang baik maka desain pondasi harus dihitung sesuai dengan kebutuhan beban kerja (Silaban,R. S). Pada pondasi tiang pancang metode analisis kapasitas daya dukung tiang terus berkembang. Banyak ditemukan metode-metode dalam pemilihan analisa SILABAN/PERBANDINGAN A. /1338 - 1344 penentuan kapasitas dukung tiang berdasarkan data hasil uji penyelidikan tanah dilapangan. Parameter uji laboratorium. Uji Cone Penetration Test (CPT), dan Standard Penetration Test (SPT) (Rus. , dkk, 2. Pada perencanaan analisis kapasitas daya dukung tiang umumnya menggunakan Metode Statis sedangkan yang menjadi acuan tahap pelaksanaan adalah metode Pada metode statis menggunakan banyak rumus perhitungan diantaranya Mayerhof . Nottingham & Schmertman . Aoki&Alencar . Luciano AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2025 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Decourt . dan Schmertmann . Sedangkan daya dukung tiang aktual menggunakan Pile Driving Analyzer (PDA) dan Case Pile Wave Analysis Program atau CAPWAP. Metode ini termasuk salah satu jenis pengujian dilapangan menggunakan benda uji langsung tiang. Metode ini dapat memberikan data tentang regangan, gaya dan percepatan atau kecepatan perpindahan pondasi tiang berdasarkan besaran nilai tumbukan (Rus. , dkk, 2. Pada tahap pelaksanaan diharapkan kedua metode ini tidak jauh berbeda sehingga perubahan desain tiang dapat dihindari, namun kenyataannya seringkali menunjukkan hasil yang berbeda (Sagita. , dkk, 2. Tujuan penelitian ini mengetahui seberapa besar persentase selisih dari kedua metode ini, sehingga diharapkan dapat memperoleh informasi secara umum rumus mana lebih akurat pada metode statis jika dibandingkan dengan uji lapangan sehingga dapat membantu dalam memilih rumus dalam tahap perencanaan tiang agar lebih akurat, efektif dan METODE Analisis kapasitas daya dukung tiang tunggal merupakan kemampuan sebuah tiang pancang individu untuk menahan beban yang diberikan tanpa mengalami kegagalan struktur atau penurunan . yang Daya dukung tiang dihitung dengan metode teoritis, selain itu juga dapat diperoleh melalui pengujian lapangan (Rohman. , 2. , analisis daya dukung tiang teoritis menggunakan data hasil penyelidikan tanah pengujian sondir atau Cone Penetration Test (CPT) dan Standar Penetration Test (SPT). Analisa Metode Statis Analisa kapasitas daya dukung pondasi tiang pancang dengan metode statis menggunakan banyak analisa perhitungan diantaranya adalah Mayerhof . Nottingham & Schmertman . Aoki&Alencar . Luciano Decourt . dan Schmertmann . Kapasitas Daya Dukung Tiang Berdasarkan Data Hasil CPT Metode Mayerhof Rumus Mayerhof untuk menghitung daya dukung tiang pancang ultimate (Qal. adalah (Gazali. , dkk, 2. ycEycaycoyco = ycyca ycu yaycy ycIya1 yayaycE ycu ycCycy ycIya2 Keterangan: Qall : Daya dukung ijin tiang Tunggal (To. : Luas penampang . : Tahanan ujung/konus diambil rata-rata 8D di atas ujung tiang dan 0. 7D - 4D di bawah dasar tiang JHP : Jumlah Hambatan Pelekat . g/cm. : Keliling tiang . SF1 : 3Ae5 (Digunakan . SF2 : 5Ae10 (Digunakan . Metode Nottingham & Schmertman Analisa daya dukung tiang pancang tunggal ultimate menurut Nottingham & Schmertman . ultimate (Q al. Adalah (Hartiwi. , & Priadi. , 2. Q u = Qb Qs Qb = . c1 qc. x Ab Untuk tanah pasir: yc Qs = Ks(Oc8yaA As Ocya yc=0 yc=8yaA fs . Keterangan: Qult yaA ya Daya dukung ijin tiang tunggal Daya dukung ujung tiang Daya dukung selimut tiang Nilai qc rata-rata sepanjang 0. 7D - 4D di bawah ujung tiang Nilai qc rata-rata sepanjang 8D di atas ujung Luas penampang dasar tiang Luas selimut tiang Faktor koreksi tahanan gesek selimut pada sondir Dimensi tiang Kedalaman tiang Gambar 1. Faktor koreksi gesekan selimut pada sondir mekanis (Veronica. , & Sutandi. , 2. Metode Aoki & Alencar Aoki&Alencar . mengusulkan kapasitas daya dukung ultimite tiang pancang adalah sebagai berikut (Wismantaraharjo, dkk. , 2. Qu = Qb Qs Keterangan: : Daya dukung aksial tiang : Tahanan kulit tiang : Tahanan ujung pada tiang Untuk menghitung nilai Qb dengan rumus: Qb = q b x Ap Keterangan: : Kapasitas dukung ujung persatuan luas : Luas penampang tiang Sebelum mencari nilai Kapasitas ujung tiang (Q. terlebih dahulu mencari nilai dari qb . apasitas dukung ujung persatuan lua. adapun rumusnya adalah sebagai berikut: Keterangan: SILABAN/PERBANDINGAN A. /1338 - 1344 AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2025 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Perlawanan konus rata-rata1,5D diatas ujung tiang, 1,5D dibawah ujung tiang Faktor empirik tahanan ujung tiang yang tergantung pada tipe tiang Sedangkan untuk menghitung nilai kapasitas dukung kulit (Q . adalah sebagai berikut: Qs = F x A s . Keterangan: : Tahanan kulit persatuan luas : Luas kulit tiang pancang Sebelum menghitung nilai kapasitas dukung kulit (Q . terlebih dahulu mencari nilai tahanan kulit persatuan luas (F) dimana rumusnya adalah sebagai berikut: F = qc. yayc Keterangan: : Perlawanan konus rata-rata pada masing lapisan sepanjang tiang : Faktor empirik tahan kulit yang tergantung pada tipe s : Nilai faktor empirik untuk tipe jenis tanah Tabel 1. Nilai faktor empirik untuk tipe tanah yang berbeda Jenis tanah s (%) Pasir Pasir Kelanauan Pasir Kelanauan dengan Lempung Pasir Berlempung Pasir Berlempung Pasir Berlanau Pasir Berlanau dengan lempung Lanau Lanau Berlempung dengan Pasir Lanau Berlempung Lempung Berpasir Lempung Berpasir dengan Lanau Lempung Berlanau dengan Pasir Lempung berlanau Lempung (Sumber: Tarigan. , 2. Tabel 2. Faktor Empiris Tipe Tiang Pancang Berdasarkan Fb dan Fs Tipe tiang Tiang bor Baja Beton Qult = 40. Nb . Ap 0. 2 N . Nb = . cA1 OeycA2 ) . Keterangan: Qult : Daya ultimate tiang tunggal . : Nilai rata-rata N-SPT sepanjang tiang : Nilai rata-rata N-SPT di ujung tiang . D di atas dan 4D di bawah ujung tian. : Nilai SPT pada kedalaman 4D dari ujung tiang ke bawah : Nilai SPT pada kedalaman 8D dari ujung tiang ke atas : Luas penampang dasar tiang . : Luas selimut tiang . Metode Luciano Decourt Untuk menanalisa kapasitas daya dukung tiang pancang tunggal menggunakan metode Luciano Decourt . berdasarkan hasil Standart penetration test (SPT) adalah sebagai berikut (Rus. , dkk, 2. Qult: Qp Qs Qult: . (Np. K) Ap y. (Ns/3 . Qnetto: Qall Ae W Keterangan: Qul : Daya dukung tanah maksimum pada pondasi . Qnetto : Daya dukung bersih yang bekerja pada tiang . : Berat tiang pancang . : Tahanan ujung di dasar tiang . : Tahanan selimut akibat lekatan . : Nilai rata-rata SPT 8D di atas ujung tiang dan 4D di bawah dasar tiang : Diameter pondasi tiang . : Nilai rata-rata SPT sepanjang tiang yang : Luas keliling selimut tiang . : Luas penampang dasar tiang . : Koefisien dasar tiang : Koefisien selimut tiang : Koefisien tanah Untuk nilai koefisien dasar tiang (). Koefisien selimut tiang . , dan koefisien tanah (K). Decourt. , dkk . mengusulkan nilainya sebagaimana disajikan pada tabel Tabel 3. Nilai koefisien dasar tiang (Sumber: Wismantaraharjo, dkk. , 2. II. Berdasarkan Hasil SPT Metode Mayerhof Rumus perhitungan daya dukung tiang pancang tunggal menggunakan data hasil penyelidikan tanah Standard Penetration Test (SPT). Mayerhof mengusulkan kapasitas daya dukung ultimate (Qul. Adalah (Santoso. , & Hartono. , 2. SILABAN/PERBANDINGAN A. /1338 - 1344 Soil/Pile Clay Intermediate Sand Driven Bore Bore pile (Bentonit. Continuos Root Injection (High Sumber : Decourt, dkk. ,1996 AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2025 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Tabel 4. Koefisien Dasar Selimut Soil/Pile ycIya Driven Bore Bore (Bento Injection (High Clay Interme Sand Continuos Root (Sumber: Decourt, dkk. ,1. Tabel 5. Koefisien Tanah K Jenis tanah K . /m. Lempung Lanau berlempung Lanau berpasir Pasir Safety factor . Analisa Metode Dinamis Metode dinamis analisa daya dukung tiang pancang tunggal digunakan untuk memperkirakan kapasitas tiang berdasarkan data dari pemancangan, khususnya energi tumbukan dari alat pemancang. Metode dinamis dihitung berdasarkan data lapangan, yaitu uji skala pembebanan diantaranya metode Pile driving analyzer (PDA) dan CAPWAB, diperoleh setelah pemancangan tiang dilakukan (Khotimah. , 2. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2025 di dua proyek pekerjaan pembangunan yaitu Rusun IAHN Tampung Penyang Palangkaraya dan Rusun Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Koti. Kedua pekerjaan bangunan sudah selesai dikerjakan. (Sumber: Decourt, dkk. ,1. Metode Schmertmann Kapasitas Schmertmann . rumus dan nilai koreksi Nspt diusulkannya sebagaimana tabel 5. Dibawah, rumus yang diusulkan oleh Schmertmann sebagai berikut (Santoso. , & Hartono. , 2. Qult = Qp Qs = qp x Ap = Ocycuycn=1 fsi . Tahapan Pelaksanaan Penelitin Adapun tahapan pada penelitian ini dapat disajikan secara sistematis dalam gambar digram alir sebagaimana gambar 3. 1 berikut : Mulai Studi literatur Pengumpulan data: Data pengujian tanah Data perencanaan desain pondasi Data hasil PDA test dan CAPWAP Data pendukung lainnya Tabel 6. Nilai Korelasi Gesekan Selimut Dan Tahanan Ujung Tiang Menurut Schmertman Analisa perhitungan daya dukung metode statis Jenis tanah Pasir Bersih* Lempung kelanauan pasir, pasir kelanauan, lanau Lempung plastis Batu gamping rapuh, pasir Klasifikasi GW. GP. GM, SW, SP. Gesekan . g/cm. Tahanan . g/cm. 0,019 N 3,2 N Kesimpulan GC. SC. ML, 0,04 N* 1,6 N CH. 0,05 N** 0,7 N 0,01 N 3,6 N * untuk N > 60, diambil N = 60 ** dianjurkan direduksi untuk lempung kaku dan lempung kepasiran Sumber : Santoso,H. T & Hartono,J. ,2020 Daya dukung ijin tiang Untuk daya dukung ijin tiang tunggal dari berbagai metode statis masih memerlukan faktor keamanan (SF). Adapun kapasitas daya dukung ijin tiang tunggal sebagai berikut (Lazar. , dkk, 2. Qall = Bandingkan hasil Analisa daya Dukung metode statis dengan hasil analisa metode dinamis uji PDA test dan CAPWAP ycEycycoyc ycIya Keterangan: Qall : Daya dukung tiang yang diizinkan Qult : Daya ultimate tiang Tunggal . N) SILABAN/PERBANDINGAN A. /1338 - 1344 Selesai Gambar 3. Bagan Alir Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Analisa Daya Dukung Tiang Metode Statis Data dimensi tiang pancang yang digunakan pada Pembangunan rusun dalam penelitian ini adalah : Analisis menggunakan data hasil Cone Tabel 6. Data tiang pancang Profil tiang Ukuran Panjang Jenis tiang Rusun Pemerintah Kab. Kotim 250 x 250 mm Rusun IAHN 250 x 250 mm 5400 mm 950 mm Beton square (Soli. Beton square (Soli. Sumber : Hasil Penelitian AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2025 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Penetration Test (CPT) Dari hasil perhitungan analisa daya dukung tiang tunggal dengan rumus yang telah diuraikan diatas menggunakan data hasil CPT diperoleh hasilnya dalam tabel berikut : Tabel 7. Rekapitulasi hasil perhitungan Rusun Pemkab Kotim menggunakan data CPT (To. (To. Qall (To. Nottingham & Aoki&Alencar Schmertman Qall Qall (To. (To. (To. (To. (To. (To. Mayerhof Titik Sondir S-1 S-2 Ratarata Sumber: Hasil Pengolahan Data Dari Tabel 10 diatas diperoleh nilai rata-rata rumus Mayerhof sebesar 36. 74 Ton. Luciano Decourt sebesar 58 Ton dan Schmertman sebesar 34. 16 Ton. Analisa Daya Dukung Tiang Metode Dinamis Hasil pengukuran direkam dengan alat Pile Driving Analyzer (PDA), dan dianalisis dengan cara yang dikenal dengan nama Case Method, berdasarkan teori gelombang satu dimensi . ne dimensional wave theor. Hasil rekaman PDA dianalisis lebih lanjut dengan CAPWAP, untuk memperoleh perkiraan daya dukung tiang, distribusi kekuatan lapisan tanah dan simulasi pembebanan Daya Dukung Tiang Rusun Pemkab Kotim Dari Tabel 7. diatas diperoleh rata-rata daya dukung pondasi tiang rumus Mayerhof sebesar 25. 34 Ton. Notingham&Schmertman sebesar 39. 67 Ton dan Aoki&Alancer sebesar 37. 97 Ton. Tabel 8. Rekapitulasi hasil perhitungan Rusun IAHN mengunakan data CPT Nottingham & Schmertman Qall (To. (To. (To. Mayerhof Titik Sondir (To. S-1 S-2 Rata-rata (To. Qall (To. Aoki&Alencar (To. (To. Qall (To. Sumber: Hasil Pengolahan Data Dari Tabel 8. diatas diperoleh nilai rata-rata rumus Mayerhof sebesar 50. 50 Ton. Notingham&Schmertman 97 Ton dan Aoki&Alancer sebesar 22. 20 Ton Gambar 3. Grafik hasil pengujian PDA test nomor tiang PRSPEMKAMKT-2345 dan tiang PRSPEMKAMKT-2369 Rusun Pemkab Kotim Tabel 12. Rekapitulasi Hasil Pengujian PDA Test Kedua Tiang Uji Rusun Pemkab Kotim Analisis Menggunakan Data Hasil Standard Penetration Test (SPT) Hasil perhitungan analisa daya dukung tiang tunggal menggunakan data hasil SPT disajikan dalam tabel berikut: Titik Bor Mayerhof Luciano Decourt Qall (To. Qall (To. (To. (To. (To. (To. Qall (To. BH-01 BH-02 Ratarata 26,50 8,50 26,50 18,50 PRSPEMKA MKT-2345 PRSPEMKA MKT-2369 Rata-rata Total Keterangan Daya dukung tiang sudah termobilisasi maksimum (Qal. Daya dukung tiang sudah termobilisasi maksimum (Qal. Sumber: Hasil Pengolahan Data Berdasarkan tabel 12 diatas hasil pengujian PDA test diperoleh rata-rata daya dukung ijin tiang untuk Rusun Pemkab Kotawaringin Timur adalah sebesar 26. 50 Ton. Sumber: Hasil Pengolahan Data Dari Tabel 9 diatas diperoleh nilai rata-rata rumus Mayerhof 71 Ton. Luciano Decourt sebesar 41. 47 Ton dan Schmertman sebesar 22. 68 Ton. Tabel 10. Rekapitulasi Hasil Perhitungan Rusun IAHN Menggunakan Data SPT Mayerhof Tahana n ujung PDA Schmertman (To. (To. Titik Bor CAPWAP Tahanan Lengketan Nomor tiang Luciano Decourt Schmertman (To. (To. Qall (To. (To. (To. Qall (To. (To. (To. Qall (To. BH-01 Ratarata Daya Dukung Tiang Rusun IAHN Pengujian dilakukan terhadap dua buah tiang dalam keadaan sudah tertanam. Karakteristik tiang pancang uji disajikan dalam. Tabel berikut : Tabel 13. Data tiang uji Rusun IAHN No. Dimensi Tiang (. ) Panjang tiang di . Panjang tertanam . E9. 0,50 10,90 E2. 0,45 Sumber: Hasil Pengolahan Data Sumber: Hasil Pengolahan Data SILABAN/PERBANDINGAN A. /1338 - 1344 AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2025 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Tabel 16. Perbandingan Metode Statis vs Dinamis (PDA Daya Hasil Tes. Rusun PDA Selisih IAHN Metode Test (To. Gambar 4. Grafik hasil pengjian PDA test nomor tiang uji E9. 1 dan E2. 1 Rusun IAHN Berdasarkan tabel 14 diatas hasil pengujian PDA test diperoleh rata-rata daya dukung ijin tiang (Qal. untuk Rusun IAHN adalah sebesar 42. 63 Ton. Menggunakan data hasil CPT Mayerhof Nottingham & Schmertman Aoki&Alencar Rata-rata: (To. (%) Sumber: Hasil Pengolahan Data Menggunakan data hasil SPT Mayerhof Luciano Decourt Dari hasil perhitungan analisa daya dukung Schmertman tiang yang sudah diuraikan diatas menggunakan hasil Rata-rata: data CPT dan SPT serta hasil PDA test selanjutnya Berdasarkan hasil perhitungan pada Tabel 16 dilakukan perbandingan dari kedua metode tersebut, hasil diatas menunjukkan perbandingan nilai daya dukung ijin perbandingannya disajikan pada Tabel dibawah ini : tiang tunggal pada Rusun IAHN antara Metode Statis vs Perbandingan Daya Dukung Tiang Tunggal Metode Statis vs Dinamis Tabel 15. Perbandingan Metode Statis vs Dinamis (PDA Tes. Rusun Pemkab Kotim Metode Menggunakan data hasil CPT Mayerhof Nottingham & Schmertman Aoki&Alencar Daya dukung (To. Hasil PDA Test Selisih (To. (%) KESIMPULAN Kesimpulan Berdasarkan Analisa perhitungan kapasitas daya dukung tiang tunggal menggunakan data hasil Cone Penetration Test (CPT) atau sondir dan Standart Penetration Test (SPT), serta perbandingan kapasitas dukung tiang antara hasil perhitungan Metode Statis dengan Metode Dinamis (PDA tes. dilapangan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan: Besarnya rata-rata kapasitas daya dukung ijin tiang tunggal metode statis menggunakan hasil data CPT untuk Rusun Pemkab Kotawaringin Timur Metode Mayerhof sebesar 25. 34 Ton. Metode Notingham & Schmertman sebesar 39. Ton dan Metode Aoki & Alancer sebesar 37. Ton. Sedangkan untuk Rusun IAHN Metode Mayerhof sebesar 50. 50 Ton. Metode Notingham & Schmertman sebesar 51. 97 Ton dan Metode Aoki & Alancer sebesar 22. 20 Ton. Selanjutnya rata-rata kapasitas daya dukung tiang menggunakan data hasil SPT untuk Rusun Pemkab Kotawaringin Timur metode Mayerhof 71 Ton. Metode Luciano Decourt 47 Ton dan Metode Schmertman 68 Ton, sedangkan untuk Rusun IAHN metode Mayerhof sebesar 36. 74 Ton. Metode Luciano Decourt sebesar 49. 58 Ton dan Metode Schmertman sebesar 34. 16 Ton Rata-rata: Menggunakan data hasil SPT Mayerhof Luciano Decourt Schmertman Rata-rata: Metode Dinamis . ji lapangan PDA tes. , diperoleh nilai selisih daya dukung ijin tiang menggunakan data hasil CPT adalah rata-rata sebesar 29. 43%, untuk yang paling mendekati hasil PDA test adalah metode meyerhof yaitu Sedangkan untuk menggunakan data hasil SPT nilai rata-ratanya sebesar 16. 66% dan yang paling mendekati hasil PDA test juga metode Mayerhof yaitu Sumber: Hasil Pengolahan Data Berdasarkan hasil perhitungan pada Tabel 4. diatas menunjukkan perbandingan nilai daya dukung ijin tiang tunggal pada Rusun Pemkab Kotawaringin Timur Metode Statis vs Metode Dinamis yaitu uji lapangan PDA, dari hasil keseluruhan perhitungan didapatkan nilai selisih daya dukung ijin tiang menggunakan data hasil CPT adalah rata-rata sebesar 32. 45%, untuk yang paling mendekati hasil PDA test adalah metode meyerhof yaitu sebesar 4. sedangkan untuk menggunakan data hasil SPT nilai rataratanya sebesar 35. 22% dan yang paling mendekati hasil PDA test adalah metode Schmertman yaitu sebesar 14. SILABAN/PERBANDINGAN A. /1338 - 1344 AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2025 Analisa kapasitas daya dukung ijin tiang tunggal dengan metode Dinamis yaitu uji lapangan PDA Test yang telah dilakukan dilapangan untuk Rusun Pemkab Kotawaringin Timur Rata-rata 50 Ton sedangkan untuk Rusun IAHN adalah sebesar 42. 63 Ton. Hasil perhitungan perbandingan daya dukung ijin tiang tunggal antara Metode Statis vs Dinamis untuk Rusun Pemkab Kotawaringin Timur menggunakan data hasil CPT adalah nilai ratarata selisihnya adalah 32. 45%, dan yang paling mendekati hasil PDA test yaitu metode meyerhof Sedangkan untuk data hasil SPT nilai rata-rata selisihnya sebesar 35. 22% dan yang paling mendekati hasil PDA test adalah metode Schmertman yaitu sebesar 14. Pada Rusun IAHN menggunakan data hasil CPT adalah ratarata sebesar 29. 43% dan yang paling mendekati hasil PDA test adalah metode meyerhof yaitu Sedangkan data hasil SPT nilai rata-ratanya sebesar 16. 66% dan yang paling mendekati hasil PDA test adalah metode Mayerhof yaitu sebesar 13. Saran Untuk analisis perhitungan daya dukung ijin tiang pada saat perencanaan berdasarkan hasil penelitian ini maka disarankan bila menggunakan data hasil Cone Penetration Test (CPT) lebih baik menggunakan metode Meyerhof karena selesih antara perhitungan hasil uji lapangan yaitu PDA test relative lebih kecil dan aman. Sedangkan bila menggunakan data hasil Standard Penetration Test (SPT) disarankan lebih baik menggunakan metode Schmertman atau meyerhof karena selesih antara perhitungan hasil uji lapangan yaitu PDA test relative lebih kecil dan aman. Bila perhitungan analisis daya dukung ijin tiang Notingham Schmertman. Aoki&Alancer. Luciano Decourt perlu memperhatikan faktor keamanannya (FS) atau memperbesar angkanya agar hasilnya nilai perbandingannya dengan uji PDA test bisa lebih mendekati dan tiang relativ lebih aman. DAFTAR PUSTAKA