Wulandari, N., Saharuddin, E. / JDG Vol. 15 No. 02 (2025) 226-237 ISSN 2303- 0089 e-ISSN 2656-9949 DINAMIKA GOVERNANCE JURNAL ILMU ADMINISTRASI NEGARA http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/jdg/index STRATEGI DPMP4KB DALAM PENGEMBANGAN KLA MELALUI FORUM OBAMA DI KOTA MAGELANG Novitasari Wulandari1, Erni Saharuddin2 1,2 Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta * Email Corresponding: ernisaharuddin@unisayogya.ac.id ARTICLE INFORMATION Article history: Received date: 16 Juni 2025 Revised date: 18 Juni 2025 Accepted date: 7 Juli 2025 ABSTRACT Children’s participation is one of the important things in the development of KLA in Magelang City, therefore the involvement of the OBAMA children's forum in every development activity is very much needed. The purpose of this study was to determine the strategy implemented by the DPMP4KB of Magelang City in supporting KLA through the OBAMA forum using J. Kooten's (Salusu) strategy theory. This study used a descriptive qualitative method with data collection through observation, interviews, documentation and secondary data. The results of the study showed that the OBAMA forum actively participated in every activity of the Magelang City Government, but several OPDs (Regional Apparatus Organizations) did not yet know the importance of children's participation. The existence of the 1001 children's voices program and the innovation of the SIBOMBA reporting form application, but the operational budget for the children's forum was not yet available. The quality of the OBAMA forum's human resources and the facilities and infrastructure facilitated had not been fully standardized. Strengthening the capacity of the OBAMA Forum through socialization was considered ineffective because the number of participants was small so that many children in Magelang City did not understand children's rights. Keyword: children, city, worthy, OBAMA, strategy. ABSTRAK Partisipasi anak menjadi salah satu hal penting dalam pengembangan KLA di Kota Magelang, maka dari itu diperlukan keterlibatan forum anak OBAMA dalam setiap kegiatan pembangunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi yang diterapkan oleh DPMP4KB Kota Magelang dalam mendukung KLA melalui forum OBAMA dengan menggunakan teori strategi J. Kooten (Salusu). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, forum OBAMA aktif mengikuti setiap kegiatan Pemerintah Kota Magelang namun beberapa OPD (Organisasi Perangkat Daerah) belum mengetahui pentingnya partisipasi anak. Adanya program 1001 suara anak dan inovasi aplikasi form pelaporan SIBOMBA, namun anggaran operasional forum anak belum tersedia. SDM forum OBAMA yang berkualitas dan sarana prasarana yang terfasilitasi namun belum sepenuhnya terstandarisasi. Penguatan kapasitas Forum OBAMA melalui sosialisasi dianggap kurang efektif karena peserta yang sedikit sehingga banyak anak-anak di Kota Magelang yang belum paham mengenai hak-hak anak. Kata Kunci: anak, kota, layak, OBAMA, strategi. 226 PENDAHULUAN Pada tahun 2023 jumlah kasus kekerasan pada anak di Indonesia mencapai 18.174 kasus (SIMFONI-PPA, 2023). Selain itu, di Pulau Jawa terutama Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa barat menjadi pulau dan provinsi yang menempati peringkat tertinggi dalam kasus kekerasan anak dibanding dengan pulau lainnya yang berada di Indonesia. Jawa Tengah menempati peringkat tertinggi ketiga setelah Provinsi Jawa Timur dan Jawa Barat dalam kasus kekerasan anak, dimana pada tahun 2023 kasus kekerasan anak di Jawa Tengah mencapai 1.644 orang. Hal tersebut menunjukkan masih tingginya kasus kekerasan yang terjadi pada anak-anak di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah wajib memberikan perlindungan dari berbagai tindak kekerasan dan pemenuhan hak yang dimiliki oleh anak-anak, hal tersebut sudah tertuang dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Pasal 1 Ayat 2. Tetapi pada faktanya sampai saat ini kekerasan anak di indonesia masih mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kekerasan pada anak tidak hanya berupa kekerasan fisik saja, melainkan banyak bentuk kekerasan lain seperti kekerasan psikis, penelantaran, pelecehan seksual, trafficking hingga eksploitasi anak. Kota Magelang menjadi salah satu kota di Jawa Tengah yang menghadapi kasus serupa, dimana kasus kekerasan pada anak terus meningkat mulai dari tahun 2021 – 2023. Tabel 1. Data Kasus Kekerasan Pada Anak (Usia 0 18 Tahun) di Kota Magelang 2019-2023 Tahun (orang) 2019 2020 2021 2022 2023 5 3 10 14 21 Jumlah Total: 53 Sumber: BPS Provinsi Jawa Tengah Akibat dari tindak kekerasan terhadap anak yang terus meningkat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak merumuskan Kebijakan Pembangunan Kabupaten/Kota Layak Anak yang dijelaskan dalam Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 12 Tahun 2022. Kabupaten atau Kota Layak Anak merupakan daerah yang memiliki sistem pembangunan yang fokus pada hak-hak anak, keterikatan dan integrasi sumber daya pemerintah, yaitu masyarakat dan ekonomi yang dirancang dengan cara menyeluruh serta berkelanjutan dalam setiap kebijakan, program, dan kegiatan demi memastikan hak-hak anak akan terpenuhi. Setiap kabupaten/kota dapat dianggap sebagai kota yang layak anak jika sudah melakukan pemenuhan hak anak berdasarkan indikator kota layak anak. Hal ini tercantum dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2021 mengenai Kebijakan Kabupaten/KLA). Peraturan ini dikeluarkan guna memenuhi Pasal 21 ayat (6) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Kota Magelang menjadi salah satu kota yang turut menerapkan kebijakan pembangunan KLA, hal tersebut tertuang didalam Perda Kota Magelang No. 13 Tahun 2016 Tentang Perlindungan Anak. Di tahun 2023, Kota Magelang telah mendapatkan penghargaan KLA kategori Nindya, dimana pada penilaian KLA terdapat empat predikat yaitu Utama, Nindya, Madya dan Pratama. Kabupaten atau Kota layak diakui sebagai KLA apabila telah memenuhi hak-hak anak yang dinilai berdasarkan klaster KLA. Gambar 1. Indikator KLA Sumber: KEMENPPPA RI Berdasarkan Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 12 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Layak Anak, pada BAB VI mengenai Penetapan Peringkat KLA Pasal 33 ayat 2 bahwa “partisipasi anak dengan dilibatkan secara langsung dalam program dan kegiatan KLA sesuai tingkat umur dan kematangan anak serta memperhatikan pandangan, suara, dan aspirasi anak.” Indikator penyelenggaraan KLA harus memperhatikan partisipasi anak, dimana hal tersebut juga menjadi salah satu syarat dalam penyelenggaraan KLA bahwa setiap Kabupaten/Kota, Kecamatan maupun Kelurahan harus memiliki forum anak. Kota Magelang melembagakan partisipasi anak dengan membentuk Forum Anak OBAMA (Organisasi Bocah Asli 227 Magelang) yang dilegalkan oleh Pemerintah Kota Magelang melalui Keputusan Walikota Magelang Nomor 463.1/185/112 Tahun 2024 Tentang Penetapan Kepengurusan Forum Anak Organisasi Bocah Asli Magelang Kota Magelang Masa Bakti 2024-2026. Pada dokumen tersebut tertulis susunan anggota OBAMA serta tugas-tugas yang diemban. Gambar 2. Regulasi penyelenggaraan KLA Forum anak OBAMA (Organisasi Bocah Asli Magelang) merupakan wadah partisipasi anakanak Kota Magelang dibawah bimbingan DPMP4KB Kota Magelang, OBAMA dibentuk pada tanggal 07 Januari 2010. Tujuan dibentuknya forum anak ini sebagai penghubung antara pemerintah dan anak-anak dalam pembangunan serta sebagai wadah interaksi serta komunikasi antara pemerintah dan anak-anak di Kota Magelang untuk memenuhi hak partisipasi mereka. Sebagai agen perubahan, Forum juga mampu meningkatkan kapasitas, pemahaman, pengetahuan, dan kesadaran tentang pentingnya peran anak sebagai pelapor dan pendorong untuk terwujudnya hak-hak anak. Selanjutnya, program-program yang sudah direncanakan oleh forum ini bisa bekerja sama dengan berbagai instansi pemerintah untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas. Pengoptimalan KLA masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota Magelang. Sebagaimana dinyatakan dalam Undang-Undang Perlindungan Anak, setiap pemerintah daerah memiliki peran yang sangat penting dalam melindungi anak. Berdasarkan Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 terkait Perangkat Daerah ditegaskan kembali bahwa urusan perlindungan anak bersifat wajib bagi setiap daerah. Salah satu langkah yang bisa diambil oleh pemerintah setempat adalah menjadikan area tersebut sebagai kawasan yang mendukung anak. DPMP4KB Kota Magelang memiliki peran yang penting dalam merancang dan melaksanakan program untuk mendorong terwujudnya kota yang layak bagi anak. Sebagai instansi yang merespon aspirasi anak untuk mewujudkan hak-hak anak DPMP4KB Kota Magelang dapat mendorong anakanak di Kota Magelang untuk berpartisipasi secara aktif dalam Forum Anak. Forum tersebut akan menjadi suara generasi muda, membantu anak memperjuangkan hak-haknya dan menciptakan lingkungan yang aman serta ramah bagi anak. DPMP4KB Kota Magelang memiliki strategi dalam mendukung KLA seperti adanya program RT/RW Ramah Anak, DPMP4KB juga berkoordinasi dengan seluruh OPD yang ada di Kota Magelang untuk membantu pembangunan yang ramah untuk anak sehingga dapat mendukung pengembangan KLA, DPMP4KB Kota Magelang membantu mengingatkan kepada OPD agar dalam berkegiatan ikut mendukung untuk anak-anak. DPMP4KB juga berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti ABSAI (Asosiasi Pengusaha Sahabat Anak Indonesia), Pengadilan Agama dan UNICEF, selain itu DPMP4KB juga selalu mengikutsertakan anak-anak forum OBAMA dalam setiap kegiatan untuk meningkatkan partisipasi anak-anak Kota Magelang. Untuk mencapai suatu keberhasilan dan mendapatkan penghargaan tertinggi menjadi Kota Layak Anak maka diperlukan strategi yang tepat dari pemerintah Kota Magelang. Dari permasalahan yang sudah dijabarkan diperlukan strategi DPMP4KB melalui forum OBAMA dalam pelaksanannya, sehingga Kota Magelang dapat mencapai tujuannya dalam mendapatkan gelar KLA. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis strategi Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMP4KB dalam Pengembangan KLA melalui Forum OBAMA di Kota Magelang. Adapun teori yang digunakan untuk mengidentifikasi hasil penelitian yaitu menggunakan Teori J. Kooten (Salusu), yang terbagi menjadi empat indikator, (1) Strategi Organisasi, Merumuskan visi dan misi, tujuan, serta inisiatif strategi yang baru. Batasan yang diperlukan, misalnya apa yang harus dilaksanakan dan untuk siapa tujuan organisasi bisa dicapai. (2) Strategi Program, Strategi program berfokus pada 228 konsekuensi suatu program. Misalnya, saat suatu program tertentu diluncurkan atau diperkenalkan, mereka harus menghitung dampak apa yang terjadi pada sasaran organisasi untuk mengurangi hambatan. (3) Strategi Pendukung Sumber Daya, Strategi dukungan sumber daya dapat meliputi sumber daya manusia dan sumber daya yang penting. Sasaran utamanya adalah mengoptimalkan sumber daya esensial yang ada untuk meningkatkan kualitas kinerja perusahaan. Sumber daya ini dapat terdiri dari tenaga kerja, teknologi, keuangan, dan sebagainya. (4) Strategi Kelembagaan, berfokus dalam meningkatkan kemampuan organisasi untuk menerapkan inisiatif strategi. Kelembagaan sebagai regulasi atau aturan dalam suatu organisasi yang mengatur anggotanya untuk membantu mereka bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama. kepala bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, pembina forum anak OBAMA dan ketua forum anak OBAMA. Penelitian ini penting untuk dilakukan karena dilihat dari kekerasan anak di Kota Magelang yang terus mengalami kenaikan sedangkan Kota Magelang sendiri sudah menduduki predikat Nindya untuk KLA dan memiliki forum anak yang aktif serta menjadi forum anak unggulan di Kota Magelang yaitu Forum anak OBAMA. Adapun yang menjadi pembeda antara penelitian ini dengan penelitian sebelumnya yaitu pada subyek penelitian, dimana penelitian sebelumnya lebih fokus pada peran Pemerintah Kota sedangkan pada penelitian ini langsung berfokus pada OPD yang menaungi forum anak OBAMA yaitu DPMP4KB Kota Magelang. Partisipasi anak menjadi salah satu aspek penting dalam penilaian kota layak anak, dimana setiap anak memiliki hak-hak bersuara untuk menyalurkan aspirasi mereka dalam setiap proses pembangunan daerah. Oleh karena itu dalam pelaksanaan kota layak anak, setiap kota harus memiliki forum anak sebagai wadah yang dapat mewakili hak-hak anak di kota. Kota Magelang sebagai salah satu kota yang turut serta dalam pengembangan kota layak anak memiliki forum anak unggulan di Kota Magelang yaitu forum anak OBAMA (Organisasi Bocah Asli Magelang), forum ini bertujuan sebagai pelapor dan pelopor dalam pemenuhan hak-hak anak Kota Magelang. Selain forum OBAMA di Kota Magelang sendiri terdapat forum anak GENRE (Generasi Berencana) yang di naungi oleh bidang KB (Keluarga Berencana), yang menjadi pembeda antara forum OBAMA dan GENRE adalah fokus yang dihadapi. OBAMA berfokus pada isu pemenuhan hak anak dan perlindungan anak, sedangkan GENRE berfokus pada kesehatan reproduksi dan stunting. Oleh karena itu dalam penyelenggaran KLA forum OBAMA menjadi forum anak unggulan, karena forum OBAMA dapat menyampaikan aspirasi anak yang menjadi hak mereka secara langsung kepada Pemerintah melalui audiensi. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Metode kualitatif digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam serta data yang mengandung makna. Menurut Cresswell dalam (Sari, 2019) menjelaskan bahwa penelitian kualitatif dapat diartikan sebagai pendekatan penelitian yang dimulai dengan asumsi, penafsiran/teoritis dan studi mengenai permasalahan riset yang terkait dengan makna yang dikenakan oleh individu atau kelompok pada permasalahan sosial atau manusia. Pendekatan kualitatif digunakan karena peneliti membutuhkan data berupa sebaran informasi yang tidak perlu dikuantifikasikan. Fokus penelitian ini yaitu Strategi DPMP4KB Dalam Pengembangan KLA Melalui Forum Obama Di Kota Magelang. Menggunakan Teori Strategi menurut J. Kooten dalam Salusu dengan indikator Strategi organisasi, strategi program, strategi pendukung sumber daya, dan strategi kelembagaan. Informan yang terlibat diantaranya Kepala DPMP4KB Kota Magelang, Penelitian ini menggunakan Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini juga menggunakan dua jenis sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara informan sedangkan data sekunder diperoleh melalui buk, jurnal serta berita. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data model analisis interaktif (Miles Huberman dan Saldana, 2014) yaitu dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini akan dianalisis menggunakan teori strategi menurut J. Kooten dalam Salusu, dengan empat indikator yaitu: Corpororate Strategy (Strategi Organisasi), Program Strategy (Strategi Program), Resource Support Strategy (Strategi Pendukung Sumber Daya), dan Institusional Strategy (Strategi Kelembagaan). Adapun pembahasan lebih rinci mengenai hal tersebut akan diuraikan sebagai berikut: 1. Corporate Strategy (Strategi Organisasi) 229 Strategi organisasi merupakan rencana yang mengintegrasikan tujuan utama atau kebijakan organisasi dengan rangkaian tindakan untuk mencapai misi organisasi. Strategi ini melibatkan penetapan tujuan dan sasaran jangka panjang yang mendasar, diikuti dengan perencanaan aktivitas dan pengalokasian sumber daya yang diperlukan dalam mencapainya. Dalam mencapai tujuan sebagai KLA, DPMP4KB Kota Magelang telah menyusun beberapa strategi terkait pengembangan KLA, salah satunya dengan selalu melibatkan anak-anak Kota Magelang yang tergabung didalam kepengurusan forum anak untuk selalu aktif dalam setiap berkegiatan yang dapat mendukung KLA. Secara organisasi forum anak OBAMA memiliki visi dan misi yang berkaitan tentang anak, dimana visi dan misi tersebut yang akan dijadikan sebagai acuan dalam mencapai tujuan mereka dalam menjadikan Kota Magelang sebagai Kota Layak Anak. Disampaikan oleh Kepala DPMP4KB Kota Magelang “Jadi strateginya melibatkan mereka dalam pemenuhan hak-hak anak, jadi legislatif bisa melibatkan mereka di kegiatan-kegiatan seperti penyuluhan ke sekolah-sekolah dan sebagainya, karena nanti keaktifan forum anak seperti OBAMA inikan bisa menjadi nilai plusnya. Jadi anak tidak hanya menjadi obyek tetapi subjek, mereka mempunyai keinginan apa punya hak apa yang dipenuhi oleh pemerintah begitu” (Wawancara 18 Februari 2025). Hal tersebut juga diperkuat dengan Ibu Arum Bappeda Kota Magelang yang mengatatakan “Forum anak sering dilibatin dalam kegiatan-kegiatan musren, nah anak-anak selama ini oleh Bappeda atau Baprida itu memang diajak maupun selalu dilibatkan untuk kegiatan musrenbang. Baik itu musrenbang kelurahan, kecamatan maupun kota bahkan musren tingkat provinsi anak-anak pasti dilibatkan.” (Wawancara 10 Februari 2025) Berdasarkan hasil wawancara tersebut dapat dilihat bahwa selain DPMP4KB yang menaungi forum anak OBAMA, OPD lain juga turut mendukung akan keterlibatan aktif anak-anak Kota Magelang dalam setiap kegiatan yang diadakan seperti Musrenbang, Audiensi bersama DPRD Kota Magelang dan Forum Group Discustion (FGD), Hal tersebut dilakukan dengan tujuan agar anak-anak dapat selalu turut berpartisipasi menyampaikan aspirasi mereka terkait pembangunan kota yang berkaitan dengan hak anak. Karena dengan melibatkan forum anak OBAMA dalam setiap kegiatan baik dilingkup pemerintah ataupun tidak akan menjadi poin plus dalam penilaian KLA di Kota Magelang. Gambar 3. Forum OBAMA mengikuti audiensi dengan DPRD Kota Magelang Sumber: Instagram fankotamagelang (2025) Walaupun forum OBAMA sudah mulai aktif dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah, akan tetapi tidak semua OPD menanggapi dengan baik akan keterlibatan forum anak dalam kegiatan, karena masih terdapat beberapa OPD yang belum tau mengenai hak-hak anak dalam pembangunan, sehingga terkadang anak-anak merasa agak terkesampingkan. Walaupun banyak kebijakan teknis yang mengarusutamakan anak, tetapi kadang point yang ingin dicapai tidak sampai. Salah satu strategi yang dilakukan oleh DMPM4KB dengan melibatkan anak-anak dalam setiap kegiatan pemerintah sudah cukup baik dalam mendukung pengembangan KLA. Akan tetapi tidak semua OPD paham dan menerima akan pentingnya keterlibatan anak dalam sebuah proses pembangunan, maka dari itu perlu pengetahuan yang lebih lagi mengenai hak-hak anak apa saja yang harus dipenuhi oleh Pemerintah Kota Magelang. Sehingga kedepannya tujuan menjadikan Kota Magelang sebagai Kota yang nyaman dan aman bagi anak-anak Kota Magelang dapat tercapai dan berjalan sesuai dengan visi dan misi yang ada, serta hak-hak anak-anak dapat terpenuhi. Karena dalam pengembangan sebagai kota yang layak untuk anak diperlukan aspirasi anak dalam pembangunan kota agar kota tersebut nyaman dan aman bagi anak-anak serta pemenuhan atas setiap hak-hak yang dimiliki anak-anak. Forum OBAMA dibentuk dengan tujuan sebagai wadah yang menjembatani antara anak-anak dengan Pemerintah Kota Magelang dalam rangka pemenuhan hak partisipasi anak. Dengan adanya forum OBAMA ini mereka dapat menyalurkan kehendak mereka 230 kepada pemerintah dan pemerintah dapat merealisasikannya. Hal ini juga menjadi salah satu pendukung dalam pengembangan Kota Layak Anak, dimana dalam indikator KLA perlu adanya partisipasi anak oleh karena itu dibentuk forum anak OBAMA Kota Magelang. 2. Program Strategy (Strategi Program) Strategi program merupakan suatu perencanaan yang dirancang untuk menjalankan sebuah program sehingga akan tercapainya suatu tujuan. Strategi ini lebih berfokus pada implikasi-implikasi yang dihasilkan dari program tertentu, terutama mengenai program yang dijalankan DPMP4KB dalam pengembangan kota layak anak melalui forum OBAMA di Kota Magelang. Dalam pengembangan Kota Layak Anak ada beberapa program yang dijalankan oleh forum OBAMA, program tersebut merupakan program yang dirancang langsung oleh DPMP4KB maupun program dari OBAMA sendiri. Program ini dirancang dengan melihat kebutuhan anak-anak yang mendasar saat ini, kemudian program tersebut akan dikonsultasikan langsung kepada pihak DPMP4KB. Tabel 2. Program Kerja Forum Obama Periode 2024-2026 No Program Kerja 1 1001 Suara Anak Magelang 2 Geber OBAMA 3 Grow Together Grow Stronger (GTGS) 4 Trash Action CleanUp OBAMA (TACO) 5 Pameran Edukasi Magelang (PEM) 6 Take Over With OBAMA Sumber: Notulensi Program Kerja OBAMA (2025) Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa forum OBAMA sudah memiliki program kerja sendiri, kegiatan-kegiatan tersebut tentunya dirancang untuk membantu dalam mendukung pengembangan Kota Magelang sebagai KLA. Dalam pelaksanaan program yang ada forum OBAMA menggandeng anak-anak yang ada di Kota Magelang untuk ikut berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan. a. 1001 Suara Anak Program ini merupakan program yang dibuat dengan tujuan untuk menyaring aspirasi-aspirasi anak yang berada di Kota Magelang. Dimana dalam program ini, anak-anak forum OBAMA menggunakan media sosial untuk mempromosikannya. Mereka membuat sebuah kode QR yang dapat diakses oleh anak-anak Kota Magelang, kemudian sepuluh suara tertinggi yang dikumpulkan akan disampaikan kepada Pemerintah Kota Magelang melalui kegiatan audiensi ataupun forum group discussion. b. Geber OBAMA Kegiatan Geber OBAMA merupakan podcast yang terdiri atas sesi diskusi (bincang) bersama narasumber dan sesi tanya jawab dengan penonton. Kegiatan ini mengusung berbagai macam tema serta berkolaborasi dengan pemateri seperti konselor yang diselenggarakan melalui youtube Forum Anak Kota Magelang dan Radio Magelang FM. c. Grow Together Grow Stronger (GTGS) Kegiatan ini merupakan permainan interaktif berupa game boneka bicara dan harapan dalam warna. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengedukasi mengenai hak dasar anak serta agar para anak-anak dapat mengekspresikan harapan dan cita-cita mereka. d. Trash Action CleanUp with OBAMA (TACO) TACO merupakan kegiatan yang bertema menjaga lingkungan dengan menggunakan pos yang sudah disediakan beberapa materi seputar mengolah sampah, adapun yang menjadi sasaran pada kegiatan ini yaitu anak-anak SMP/Sederajat di Kota Magelang. e. Pameran Edukasi Magelang (PEM) PEM merupakan kegiatan yang diadakan oleh SMAN 1 Kota Magelang berkolaborasi dengan forum anak OBAMA. Dalam kegiatan PEM ini forum anak OBAMA melalukan sosialisasi kepada anak-anak Kota Magelang tentang apa itu forum anak, selain itu mereka juga memberikan sosialisasi terkait program kerja 1001 suara anak serta penyuluhan terkait OCSEA (Online Children Sexual, Exploitation and Abuse). f. Take Over With OBAMA Kegiatan ini merupakan bincang dengan anakanak forum OBAMA yang dilakukan melalui instagram untuk memberikan pengetahuan kepada anak-anak yang membacanya. Tidak hanya melibatkan anak-anak Kota Magelang, dalam beberapa program lainnya forum OBAMA juga berkolaborasi dengan beberapa pihak lainnya seperti konselor anak, panti pelayanan sosial anak, dan sekolah-sekolah yang ada di Kota Magelang. selain itu dalam setiap kegiatan 231 DPMP4KB juga turut serta sebagai pendamping anak-anak forum OBAMA, sehingga dalam pelaksanaan setiap kegiatan anak-anak forum OBAMA didampingi dan dipantau langsung oleh DPMP4KB Kota Magelang. Gambar 4. Sosialiasi OCSEA pada kegiatan PEM terkait hak-hak anak, aspirasi tersebut juga telah ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Magelang, seperti yang disampaikan dalam wawancara “Usulan dari forum anak untuk OPD agar tau hakhaknya anak itu apa saja, kemudian ditindaklanjuti kita dapat bimtek konvensi hak-hak anak” (Wawancara, 10 Februari 2025). Gambar 5. Program 1001 Suara Anak melalui instagram Sumber: Instagram fankotamagelang (2025) Dari beberapa program kerja yang dilaksanakan oleh OBAMA adapun program paling berdampak mengenai pemenuhan hak anak berdasarkan penilaian aspirasi anak yaitu program 1001 suara anak. Program ini dirancang dengan tujuan menjaring aspirasi anak-anak Kota Magelang sehingga anak-anak dapat berpartisipasi dalam pembangunan dan isu-isu yang mereka hadapi atau alami. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Pembina Forum OBAMA “Untuk program yang paling berdampak itu 1001 suara anak”. (Wawancara 15 Februari 2025). Diperkuat dengan pernyataan forum anak OBAMA yang mengatatakan “Untuk program yang paling berdampak dalam pemenuhan hak anak kota magelang itu 1001 suara anak, program ini diadakan setiap setahun sekali tapi dalam kurun waktu bulannya kita mulai dari januari sampai april”. (Wawancara 15 Februari 2025) Dalam pelaksanaan program 1001 suara anak ini dilakukan melalui akun media sosial forum anak OBAMA dengan cara menyebarkan bentuk scan kode QR yang nantinya dapat diakses oleh anak-anak Kota Magelang, nantinya mereka dapat menyampaikan harapan dan keinginan mereka bagaimana Kota Magelang dapat menjadi Kota yang nyaman bagi anak-anak. Kemudian aspirasi yang sudah anak-anak sampaikan kepada pemerintah Kota Magelang akan diwakilkan oleh forum anak OBAMA dalam sebuah audiensi untuk menyampaikan aspirasi mereka langsung ke Pemerintah Kota Magelang. Adapun aspirasi yang disampaikan seperti untuk mengadakan bus sekolah gratis dan memberikan pengetahuan kepada OPD Sumber: Instagram fankotamagelang (2025) DPMP4KB sebagai OPD yang menaungi anak-anak dalam pemenuhan hak mereka juga menanggapi segala aspirasi yang mereka sampaikan dengan positif, selain itu apabila mereka dapat memfasilitasi aspirasi anak-anak di Kota Magelang maka segala hal yang anak-anak inginkan akan direalisasikan. Hal ini juga menjadi poin tambahan bagi DPMP4KB dalam meningkatkan pengembangan Kota Magelang sebagai Kota Layak Anak. Dalam pelaksanaan kegiatan tidak semua program yang direncanakan diawal dapat dilaksanakan karena keterbatasan anggaran. Keterbatasan anggaran menjadi penghambat utama dalam pelaksanaan program-program yang telah dirancang oleh forum OBAMA. Seluruh program yang dilaksanakan oleh forum OBAMA difasilitasi anggaran secara penuh oleh DPMP4KB, salah satunya pada kegiatan Geber OBAMA dimana kegiatan tersebut mengundang narasumber seperti konselor hukum dan psikolog, narasumber tersebut difasilitasi melalui DPMP4KB. Akan tetapi anggaran yang disediakan sangat terbatas dikarenakan untuk forum anak sendiri belum memiliki anggaran operasional secara khusus, anggaran yang digunakan dalam pelaksanaan program masih diambil melalui APBD (Anggaran Pendapatan Daerah). Karena keterbatasan anggaran yang tersedia membuat program yang dirancang sejak awal hanya dapat dipilih beberapa program untuk dilaksanakan, oleh karena itu program-program yang akan dilaksanakan harus menyesuaikan ketersediaan 232 anggaran demi kelancaran program yang akan dijalankan. Walaupun anggaran yang ada terbatas, setiap program yang dilaksanakan oleh OBAMA difasilitasi penuh oleh DPMP4KB sehingga forum OBAMA dapat fokus menjalankan seluruh program-programnya yang bermanfaat untuk anakanak Kota Magelang tanpa memikirkan dana program. 2.1 Inovasi Program Inovasi merupakan suatu pembaharuan yang dilakukan guna menyempurnakan sesuatu yang sudah ada. Guna mendukung pengembangan kota layak anak, DPMP4KB Kota Magelang membuat suatu inovasi baru berupa form pelaporan yang ditujukan untuk anak-anak di Kota Magelang. Form pelaporan tersebut bernama “SIBOMBA” yang sudah dibuat sejak tahun 2022, form pelaporan ini dibuat dengan tujuan sebagai wadah agar anak-anak di Kota Magelang dapat melaporkan hal-hal yang terjadi disekitar mereka, misalnya seperti kekerasan dan bullying. Disampaikan oleh Kepala DPMP4KB Kota Magelang “Kita ada di PPPA namanya SIBOMBA. Jadi intinya agar anak itu mau menjadi pelopor dan pelapor kalau nanti melihat ada kekerasan pada anak jadi mereka bisa punya informasi dinomor tersebut nah nanti kemudian ditindak lanjuti.” (Wawancara 18 Februari 2025). Dalam mendukung pengembangan Kota Layak Anak DPMP4KB Kota Magelang tidak hanya bergerak secara langsung melalui kegiatankegiatan yang telah dibuat tetapi mereka juga membuat suatu inovasi program berupa sebuah form pelaporan. Tujuan dibuatnya form pelaporan tersebut yaitu untuk mempermudah anak-anak dalam melapor apabila mendapatkan tindak kekerasan seperti bullying dan lain-lain. Sehingga, apabila anak-anak yang memiliki masalah tersebut takut melapor secara langsung kepada dinas mereka dapat melaporkan hal tersebut melalui form pengaduan SIBOMBA. Gambar 6. Form Pelaporan SIBOMBA Sumber: Beranda Form Pelaporan SIBOMBA Form pelaporan SIBOMBA menjadi sebuah wadah untuk anak-anak Kota Magelang dalam melaporkan kasus-kasus yang mereka alami ataupun kejadian yang ada disekitar mereka dengan cara yang aman dan anonim. Dengan adanya form pelaporam SIBOMBA anak-anak dapat melaporkan kasus-kasus kekerasan tanpa harus menyebutkan identitas mereka, sehingga mereka dapat merasa lebih nyaman dan aman dalam melaporkan kejadian yang berada disekitar mereka tanpa takut merasa diancam. Akan tetapi form pelaporan SIBOMBA ini sudah tidak aktif lagi dikarenakan para pelapor lebih banyak melapor dengan cara datang langsung ke kantor DPMP4KB Kota Magelang. 3. Resource Support Strategy (Strategi Sumber Daya) Sumber daya menjadi hal yang penting dan diperlukan dalam setiap proses perencanaan, karena sumber daya merupakan aspek pendukung dalam setiap kegiatan agar nantinya dapat menghasilkan output yang sesuai dengan tujuan yang diharapkan. 3.1 Sumber Daya Manusia Dalam menjalankan setiap program yang dapat mendukung proses pengembangan kota layak anak maka diperlukan sumber daya manusia berupa partisipasi anak. Keterlibatan anak-anak sangat penting dalam proses pembangunan di Kota Magelang, partisipasi anak-anak di Kota Magelang sendiri sudah cukup aktif khususnya anak-anak yang terlibat didalam forum OBAMA. Anak-anak Kota Magelang yang tergabung didalam kepengurusan forum OBAMA sebelumnya sudah melalui proses seleksi yang dilakukan oleh DPMP4KB. Adapun proses seleksi yang dilakukan seperti wawancara, intelektual, kepribadian dan juga public speaking. Sehingga harapannya anak-anak yang tergabung didalam forum OBAMA bisa benar233 benar menjadi pelopor dan pelapor yang berkualitas sehingga dapat mewakili anak-anak Kota Magelang lainnya. Partisipasi aktif dari anak-anak OBAMA membawa dampak yang baik bagi anak-anak Kota Magelang, dimana aspirasi yang mereka salurkan ke anak-anak OBAMA dapat disampaikan secara langsung kepada Pemerintah Kota Magelang sehingga Pemerintah dapat menindaklanjuti aspirasi anak-anak Kota Magelang dalam proses pembangunan Kota yang ramah dan layak untuk anak-anak Kota Magelang. Selain itu DPMP4KB dan Forum OBAMA juga turut melibatkan anakanak disabilitas dalam setiap kegiatan yang mereka adakan, tak jarang juga mereka membuatkan kegiatan khusus yang ditujukan untuk anak-anak disabilitas yang ada di Kota Magelang, sehingga dari sini bisa kita lihat bahwa DPMP4KB benarbenar memperhatikan seluruh aspek hak anak-anak di Kota Magelang baik anak-anak non disabilitas ataupun anak-anak disabilitas. Seperti yang disampaikan oleh Pembina Forum OBAMA saat wawancara “Difabel itu benar-benar merupakan salah satu penilaian di KLA yang selalu menjadi sasaran utama. Jadi difabel Kota Magelang anak-anaknya diajak dalam kegiatan, misalnya kegiatan hati anak itu selalu kita ajak teman-teman difabel kemudian misalnya pas kegiatan verifikasi lapangan untuk KLA pun temanteman difabel kita ajak” (Wawancara 10 Februari 2025). Dengan adanya keterlibatan anak-anak disabilitas menjadi salah satu bentuk mereka menghargai anak-anak disabilitas yang ada di Kota Magelang, bahwa walaupun mereka memiliki keterbatasan tidak menghalangi mereka untuk selalu turut serta dalam kegiatan yang ada. Partisipasi aktif anak-anak disabilitas juga menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Magelang dalam keseriusan mereka menjadikan Kota Magelang sebagai KLA, karena keterlibatan aktif anak-anak disabilitas merupakan salah satu indikator penting untuk menuju KLA. 3.2 Sarana dan Prasarana Sarana dan prasarana menjadi faktor penting yang mendukung dalam setiap perencanaan organisasi, sarana dan prasarana akan mempermudah aktivitas pekerjaan sumber daya manusia. Sebagai bentuk dukungan lain dalam pelaksanaan kegiatan yang dijalankan oleh forum OBAMA, DPMP4KB Kota Magelang menyediakan fasilitas yang dapat digunakan oleh anak-anak untuk berkegiatan, mulai dari ruang pertemuan, aula rapat kegiatan, halaman yang dapat digunakan berkegiatan seperti senam dan game bersama, kemudian terdapat fasilitas lainnya seperti kursi, meja, juga lcd, hingga transportasi. Disampaikan oleh Ketua Forum OBAMA dalam wawancara “Ya itu, fasilitasnya seperti apa saja kebutuhan yang diperlukan pada program, misalnya ada kebutuhan snack kalau kita mengundang tamu, surat undangan juga lampiran sekolah-sekolah itukan yang membuatkan dinas yang mengajukan dinas, transportasi ketempat pengadaan eventnya juga dinas, pengizinan eventnya juga dinas” (Wawancara 15 Februari 2025). DPMP4KB Kota Magelang sangat memfasilitasi secara penuh untuk kegiatan yang membantu mendukung pemenuhan hak-hak anak di Kota Magelang, dimana dalam setiap kegiatan yang akan dilaksanakan segala kebutuhan diberikan oleh dinas. Terpenuhinya segala keperluan kegiatan yang dilaksanakan oleh anak-anak OBAMA membantu kelancaran dan mempermudah anak-anak dalam menjalankan kegiatan, sehingga dengan segala fasilitas yang disediakan oleh DPMP4KB Kota Magelang anak-anak forum OBAMA tidak merasa kesusahan dalam menjalankan program yang ada, karena segala sesuatu yang perlukan sudah tersedia dan sangat mendukung dalam kelancaran setiap kegiatan. Meskipun fasilitas kegiatan telah terpenuhi masih terdapat kekurangan pada beberapa fasilitas yang belum memenuhi standarisasi dimana hal tersebut menjadi salah satu syarat dalam menjadikan suatu kota menjadi Kota Layak Anak. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Pembina Forum OBAMA “Untuk sarana dan prasarana sementara sudah ada, kalau ada sih ada cuman itu belum terstandarisasi jadi sulit kita belum bisa mencapai nilai yang sudah ada” (wawancara 10 Februari 2025). Berdasarkan hasil wawancara yang ada, sarana dan prasarana sudah ada akan tetapi saat ini masih ada beberapa yang belum terstandarisasi. Banyaknya fasilitas yang tidak memenuhi standarisasi tidak hanya berdampak pada efektifitas kegiatan tetapi juga berpotensi menghambat partisipasi aktif anak dalam semua kegiatan yang menjadi indikator penilaian KLA. Akibat dari fasilitas yang belum memenuhi standar ramah anak, hal tersebut juga menjadi penghambat Kota Magelang dalam meningkatkan peringkat karena indikator sumber daya belum sepenuhnya terlaksana secara optimal. 4. Institusional Strategy (Strategi Kelembagaan) Kelembagaan yang dimaksud yaitu kelembagaan yang berperan sebagai regulasi atau aturan dalam suatu organisasi yang akan mengatur 234 anggotanya dalam membantu mereka dalam kerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Strategi kelembagaan KLA melalui forum anak berfokus pada penguatan kapasitas dan pengorganisasian anak serta monitoring dan evaluasi yang dilakukan terhadap forum anak OBAMA. 4.1 Penguatan kapasitas forum anak Dalam pengembangan KLA melalui forum anak, DPMP4KB Kota Magelang sudah memberikan bekal kepada anggota forum anak OBAMA terkait pemahaman hak-hak mereka. Tidak hanya memberikan dalam bentuk fasilitas saja tetapi mereka memberikan penguatan kepasitas terhadap forum anak OBAMA. Disampaikan oleh Pembina OBAMA dalam wawancara “Kami melakukan program sosialisasi terkait pencegahan kekerasan terhadap anak, anti bullying. Program itu kami berikan kepada anak-anak forum, mereka juga kami dukung dengan konselor langsung. Jadi mereka bekerjasama untuk mencegah ataupun memberikan sosialisasi kepada teman-teman yang ada diluar sana.” (Wawancara 10 Februari 2025) Sebagai dinas yang menaungi forum anak sebagai bentuk nyata dari penguatan kapasitas yang dilakukan untuk forum anak OBAMA, tidak hanya memberikan pendampingan dalam merencanakan program kerjaa tetapi mereka juga memberikan sosialisasi kepada anak-anak forum OBAMA maupun anak-anak di Kota Magelang yang tidak terlibat dalam anggota forum OBAMA. Sosialisasi sebagai salah satu cara yang dilakukan oleh DPMP4KB dalam memberikan pemahaman akan hak-hak anak serta forum anak OBAMA nantinya mampu menjalankan peran sebagai pelopor dan pelapor. Akan tetapi dalam pelaksanaan program sosialisasi ini masih dianggap kurang efektif karena peserta yang mengikuti sosialisasi masih sedikit sehingga masih banyak anak-anak Kota Magelang yang belum paham akan hak-hak yang dimiliki mereka sebagai anak. Disampaikan oleh Pembina Forum OBAMA yang mengatakan “Sebenernya program-program ini ya nek dikatakan muspro juga engga sih, walaupun sosialisasi ini mungkin kurang ya, namun kami juga memberikan pendampingan, tapi pendampingan itu tidak dilakukan oleh temanteman OBAMA karena itu adalah tugas konselor yang ada di kami” (wawancara 10 Februari 2025). Berdasarkan wawancara diatas diketahui bahwa permasalahan yang paling utama yaitu kurangnya pengetahuan anak-anak di Kota Magelang mengenai hak-hak yang mereka miliki. Meskipun DPMP4KB Kota Magelang sudah melakukan sosialisasi hal tersebut dianggap kurang efektif, sehingga anak-anak Forum OBAMA yang berperan sebagai penghubung anatar pemerintah dengan anak-anak Kota Magelang perlu lebih melantangkan suara mereka dalam memberikan agar dapat terpenuhi untuk pengetahuan kepada anak-anak Kota Magelang akan pentingnya partisipasi mereka dalam sebuah pembangunan, serta memberikan pengetahuan bahwa mereka memiliki hak-hak sebagai seorang anak yang harus dipenuhi. Sehingga dengan terpenuhinya segala kebutuhan anak-anak maka Kota Magelang dapat mencapai nilai sebagai KLA. 4.2 Monitoring dan Evaluasi Sebagai salah satu bentuk keterlibatan DPMP4KB Kota Magelang dalam program yang dijalankan oleh forum anak OBAMA, kegiatan forum anak OBAMA dipantau dan dievaluasi secara langsung oleh DPMP4KB Kota Magelang. Monitoring dan evaluasi menjadi hal yang penting dalam memastikan efektivitas peran forum anak OBAMA dalam mewujudkan KLA. Hal tersebut disampaikan oleh ihsan ketua forum anak OBAMA “Ada, setelah event dilaksanakan secara langsung dinas juga mengevaluasi kami, mengajari juga sih dinas langsung misalnya ini nih kamu setelah melaksanakan audiensi nanti ada baiknya anak-anak bisa langsung buat notulensi gini-gini tapi evaluasinya ya secara luasnya saja” (wawancara 15 Februari 2025) Dari hasil wawancara diketahui bahwa dalam setiap pelaksanaan program kerja forum anak OBAMA, mereka didampingi langsung oleh DPMP4KB Kota Magelang mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan program sampai dengan monitoring dan evaluasi. Dalam sebuah kegiatan monitoring dan evaluasi menjadi hal yang penting dilakukan karena bertujuan untuk menilai seberapa jauh program yang telah dilaksanakan dan apa saja kendala dalam pelaksanaan program tersebut, sehingga dengan adanya evaluasi maka kedepannya forum anak OBAMA dapat berbenah dan menjadi lebih baik, sehingga kegiatan yang dilakukan oleh forum OBAMA dapat membawa dampak yang baik kedepannya. KESIMPULAN Berdasarkan hasil temuan penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa DPMP4KB Kota Magelang menerapkan empat indikator strategi yaitu melalui strategi organisasi, strategi program, strategi pendukung sumber daya dan strategi kelembagaan. Strategi yang dijalankan DPMP4KB dalam mendukung pengembangan KLA melalui forum anak OBAMA sudah cukup baik 235 dilihat dari Kota Magelang yang sudah mendapatkan predikat Nindya KLA. Selain itu DPMP4KB juga selalu melibatkan forum anak OBAMA dalam setiap kegiatan yang mendukung partisipasi anak, adapun program yang dijalankan oleh DPMP4KB maupun forum anak OBAMA juga berkaitan dengan kebutuhan anak-anak. Akan tetapi dalam penerapannya masih terdapat beberapa hambatan. Seperti, kurangnya pengetahuan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) tentang hak-hak ataupun partisipasi anak dalam pembangunan daerah, belum adanya anggaran operasional khusus forum anak, inovasi Form Pelaporan SIBOMBA yang sudah tidak aktif, beberapa sarana dan prasarana yang belum terstandarisasi, dan kurangnya pengetahuan anak-anak di Kota Magelang mengenai hak-hak yang mereka miliki. Berdasarkan kesimpulan penelitian, adapun saran yang dapat diberikan yaitu DPMP4KB Kota Magelang harus lebih mengenalkan dan melibatkan Forum Anak OBAMA dalam setiap kegiatan yanag berada dilingkup pemerintah, DPMP4KB Kota Magelang mengusulkan penganggaran khusus untuk operasional Forum Anak OBAMA, melakukan evaluasi dan mengaktifkan kembali Form Pelaporan SIBOMBA dengan memperbaiki fitur sesuai kebutuhan anak, melakukan pengadaan dan perbaikan fasilitas yang belum memenuhi standar, DPMP4KB Kota Magelang dan Forum Anak OBAMA harus lebih aktif untuk mengajak anakanak Kota Magelang mengikuti sosialisasi agar mereka memiliki pengetahuan terkait hak-hak yang dimiliki anak, dan yang terakhir untuk mendukung dalam pengembangan KLA DPMP4KB dapat mengusulkan pembuatan Peraturan Daerah (PERDA) mengenai KLA. REFERENSI Abdiana Ilosa, R. (2020). Analisis Pelaksanaan Program Kota Layak Anak (Kla) Dalam Memenuhi Hak Sipil Dan Kebebasan Anak Di Kota Pekanbaru. 2(1), 87–101. https://doi.org/https://doi.org/10.24036/jmiap.v 2i1.118 Amir Mahmud, & Suandi. (2020). Implementasi Kebijakan Pengembangan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) Di Kota Palembang. 2, 36– 52. https://doi.org/https://doi.org/10.48093/jiask.v2 i2.23 Arifudin, O., Tanjung, R., & Sofyan, Y. (2020). Manajemen Strategik Teori dan Implementasi. https://doi.org/https://doi.org/10.17605/OSF.IO /RV5TY Arimal, J., Debby, A., & Macella, R. (2019). Implementasi 5 Klaster Konvensi Hak Anak Dalam Mewujudkan Kabupaten Layak Anak Di Kabupaten Nagan Raya. Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara, 13, 43–54. https://doi.org/https://doi.org/10.33005/jdg.v13 i2.3854 Badan Pusat Statistik, P. J. T. (2024). Jumlah Anak (Usia 0-18 Tahun) Korban Kekerasan Per Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, 2022-2023. https://jateng.bps.go.id/id/statisticstable/2/MTAyNiMy/jumlah-anak-usia-0-18tahun-korban-kekerasan-per-kabupaten-kotadi-provinsi-jawa-tengah.html Chu, M., Fang, Z., Mao, L., Ma, H., Lee, C., & Chiang, Y. (2024). Acta Psychologica Creating A child-friendly social environment for fewer conduct problems and more prosocial behaviors among children : A LASSO regression approach. Acta Psychologica, 244(September 2023), 104200. https://doi.org/10.1016/j.actpsy.2024.104200 Fafilaya, C., Agustino, L., & Nugroho, K. S. (2025). Implementasi Strategi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dalam Age Spesific Fertility Rate (ASFR) Usia 15-19 (Studi Kasus Kabupaten Lebak). 15(01), 47–63. https://doi.org/https://doi.org/10.33005/5061 Faisea, M. Z. M., & Dan, L. A. (2020). Strategi Pemerintah Kota Surabaya dalam Pengembangan Kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak di Kota Surabaya. Syntax Idea, 2(6). https://doi.org/https://doi.org/10.46799/syntaxidea.v2i6.338 Gong, X., Berg, P. Van Den, & Arentze, T. (2024). A new measurement method of parental perception of child friendliness in neighborhoods to improve neighborhood quality and children ’ s health and. Cities, 149(February), 104955. https://doi.org/10.1016/j.cities.2024.104955 236 Gubernur Jawa Tengah. (2025). Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/98 Tahun 2025 Tentang Forum Anak Jawa Tengah Periode Tahun 2025-2026. Irawati, H. P., & Nawangsari, E. R. (2019). Implementasi Kebijakan, Klaster Hak Anak, Kabupaten/Kota Layak Anak. Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara, 9. https://doi.org/https://doi.org/10.33005/jdg.v9i 2.1675 KEMENPPPA. (2022a). Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2022 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Nomor 18 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Forum Anak. 1, 1–89. KEMENPPPA. (2022b). Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2022 Tentang Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Layak Anak. Maulidi, M. Z. (2020). Strategi Pemerintah Kota Surabaya Dalam Pengembangan Kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak Di Kota Surabaya. 2(6), 16–25. https://doi.org/https://doi.org/10.46799/syntaxidea.v2i6.338 Pamela, V. W., & Sudibyo, D. P. (2024). Peran Pemangku Kepentingan Dalam Upaya Mewujudkan Kota Layak Anak Di Kota Magelang. 4, 407–419. https://digilib.uns.ac.id/dokumen/detail/120707 / Presiden Republik Indonesia. (2014). UndangUndang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UndangUndang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. dan Organisasi Nonprofit. Roza, D. (2018). Peran Pemerintah Daerah untuk Mewujudkan Kota Layak Anak di Indonesia. 25(1), 198–215. https://doi.org/10.20885/iustum.vol25.iss1.art1 0 Rudi. (2023). Kota Magelang Kembali Raih Kota Layak Anak Kategori Nindya. https://magelangkota.go.id/view/kotamagelang-kembali-raih-kota-layak-anakkategori-nindya Saputri, F. A. (2019). Strategi Pengembangan Kabupaten/Kota Layak Anank Di Kabupaten Kebumen Tahun 2019. 14010116120010. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jpgs/art icle/viewFile/27314/23856 Sari, Y. R. (2019). Peran stakeholder dalam mewujudkan kota layak anak di kota surakarta. https://doi.org/https://dx.doi.org/10.31506/jap. v12i2.5251 Shen, P. (2024). Assessment of child-friendly spatial environment in urban communities based on fuzzy Analytic Hierarchy Process. Journal of Engineering Research, May. https://doi.org/10.1016/j.jer.2024.05.020 SIMFONI-PPA. (2023). Peta Sebaran Jumlah Kasus Kekerasan Menurut Provinsi, Tahun 2023. https://kekerasan.kemenpppa.go.id/ringkasan Walikota Magelang. (2024). Keputusan Walikota Magelang Nomor 463.1/185/112 Tahun 2024 Tentang Penetapan Pengurusan Forum Anak Organisasi Bocah Asli Magelang Kota Magelang Masa Bakti 2024-2026. Winardi, R. D., Mada, U. G., Fatmawati, D., & Mada, U. G. (2019). Metoda Wawancara (Issue September 2018). https://scholar.google.com/citations?user=4an UOFcAAAAJ&hl=id&oi=sra Presiden Republik Indonesia. (2021). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2O2I Tentang Kebijakan (Kabupaten/ Kota Layak Anak). l. Prof. Dr. J. Salusu, M. A. (n.d.). Pengambilan Keputusan Stratejik untuk Organisasi Publik 237