Kumpulan Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional 2021 Institut Teknologi Telkom Surabaya ISBN 978-623-94143-3-7 PENERAPAN E-LEARNING SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI MASA PANDEMIK Niken Pratiwi. Atifah Herawati. Khusnul Fauziah. Agus Priyanto Program Studi Teknik Informatika. Fakultas Informatika Institut Teknologi Telkom Purwokerto Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan proses pembelajaran di masa pandemik, dengan cara menganalisis dan mendeskripsikan pendapat mengenai E-Learning sebagai pemeran utama dalam pembelajaran, serta bagaimana cara menanggulangi isu yang terjadi dalam proses pembelajaran menggunakan E-Learning. Teknologi perangkat lunak yang pertama kali digunakan dalam pengembangan E-Learning adalah aplikasi berbasis web. Contoh dari aplikasi berbasis web yaitu seperti LMS (Learning Management Syste. yang digunakan untuk memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Pembelajaran dengan menggunakan Learning Management System sudah hampir digunakan oleh berbagai instansi baik sekolah ataupun universitas. Oleh karena itu, untuk mengetahui apakah peran E-Learning sudah cukup membantu, maka diadakan penelitian. Penelitian ini menggunakan metode survei dimana responden sebagai sampel penelitian. Namun, hasil menunjukan penggunaan ELearning mengalami pro dan kontra terhadap pembelajaran di masa pandemik saat ini. Hasil pro didapatkan dari mereka yang memiliki akses internet yang mudah, mudah beradaptasi dengan lingkungan, dan manusia introvert atau suka dengan kesendirian. Maksud dari hasil pro berarti penerapan E-Learning menimbulkan perkembangan yang lebih baik terhadap siswa atau mahasiswa baik dari nilai akademik maupun kekreativitasan nya. Disisi lain, terdapat hasil kontra yang didapatkan dari mereka yang memiliki keterbatasan akses internet baik kuota ataupun jaringan, mereka yang kurang dalam pemahaman pembelajaran secara jarak jauh, dan manusia ekstrovet atau suka dengan keramaian. Maksud dari hasil kontra berarti penerapan ELearning tidak membantu perkembangan apa-apa terhadap proses belajar atau bahkan menimbulkan perkembangan yang lebih buruk. Sebenarnya E-Learning diciptakan untuk mempermudah pembelajaran di masa pandemik namun terdapat hasil kontra yang membutuhkan solusi, berdasarkan hasil pemikiran peneliti mendapatkan solusi yang membutuhkan penerapan agar dapat dinyatakan apakah solusi tersebut berhasil atau tidak. Solusi tersebut berupa penerapan pembelajaran menggunakan metode terrace scope dimana siswa atau mahasiswa dibagi per kelompok berdasarkan jauh dekatnya tempat tinggal dan akses internet yang baik. Kata Kunci : Pandemik. E-Learning. Aplikasi Berbasis Web. Survei Kumpulan Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional 2021 Institut Teknologi Telkom Surabaya ISBN 978-623-94143-3-7 PENDAHULUAN Latar Belakang Pada zaman sekarang ini. Indonesia mengalami perkembangan teknologi yangsangat Apalagi, di masa pandemik sekarang ini yang memungkinkan melakukan kegiatan secara Masa pandemik ini sudah menjadi kebiasaan baru untuk Indonesia lebih sehat, dengan adanya pandemik ini juga menjadi hal yang baru dalam dunia pendidikan. Pembelajaran merupakan bagian dari pendidikan. Pembelajaran adalah proses interaksi antara pendidik dengan peserta didiknya yang mengakibatkan perubahan perilaku dan potensi. Dapat dinyatakan bahwa seseorang yang berperilaku baik dan berpotensi tinggi memiliki kualitas pendidikan yang tinggi juga. Hal tersebut merupakan akibat yang ditimbulkan dari tercapainya proses pembelajaran. Pembelajaran juga berarti proses stimulan dan respond, stimulan kekreativitasan seorang pendidik dan keaktifan respond seorang peserta didik. Pembelajaran sangat memberikan efek samping terhadap kehidupan seseorang. Seseorang yang mendapatkan pembelajaran yang baik dan dalam lingkungan yang baik dapat memicu kesuksesan seseorang. Dengan itu pembelajaran sangat penting untuk saat ini dan selamanya, baik pembelajaran pengetahuan, pengalaman, ataupun mental sesorang. Dengan itu juga, seseorang tidak bisa dilepaskan dari pembelajaran. Namun sejak dikeluarkannya kebijakan pemerintah pada 16 Maret 2020 tentang penutupan sekolah, tempat ibadah, dan tempat kerja sebagai upaya pencegahan covid-19, proses pembelajaran mengalami hambatan. Covid-19 membawa sistem perubahan yang sangat besar, terutama di bidang pendidikan. Dari pendidikan tingkat dasar sampai pendidikan tingkat tinggi, semua pembelajaran dialih pindahkan menjadi pembelajaran daring atau secara online, dimana tidak ada tatap muka antara pendidik dengan peserta didiknya. Hal ini menjadi sejumlah kesulitan yang di temui para guru dan muridnya selama menjalankan metode belajar dari rumah Melihat hal tersebut dan beriringan dengan berkembangnya teknologi, muncul lah aplikasi yang memudahkan pembelajaran yaitu dengan adanya E-Learning. E-Learning adalah sistem pembelajaran elektronik yang merupakan implementasi dari manfaat teknologi informasi di bidang pendidikan. Salah satu bentuk contoh E- Learning adalah LMS ( Learning Management System ), yaitu aplikasi pembelajaran berbasis web yang sudah banyak digunakan berbagai instansi maupun universitas. Konsep E-learning telah membawa pengaruh yang signifikan dalam proses transformasi pendidikan konvensional ke dalam bentuk digital, baik secara isi maupun sistemnya. Namun, peneliti menemukan adanya kendala dalam implementasi pembelajaran menggunakan E-Learning. Apalagi pada masa pandemik seperti ini, materi yang disampaikan Kumpulan Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional 2021 Institut Teknologi Telkom Surabaya ISBN 978-623-94143-3-7 dalam pembelajaran tidak efisien. Oleh karena itu, peneliti tertarik untukmengambil penelitian dengan judul " Penerapan E-learning sebagai Media Pembelajaran diMasa Pandemik " untuk mengetahui bagaiamana pembelajaran menggunakan E-Learning di masa pandemi ini. Rumusan Masalah Apakah penerapan E-Learning membantu pembelajaran di masa pandemik menjadi lebih baik atau sebaliknya ? Apa saja problematika dalam penerapan E-Learning ? Bagaimana cara menanggulangi problematika tersebut ? Tujuan Berdasarkan rumusan masalah diatas, tujuan penelitian ini adalah : Untuk mengetahui apakah E-Learning membantu pembelajaran menjadi lebihbaik atau sebaliknya. Untuk mengetahui apa saja problematika dalam pembelajaran menggunakan ELearning. Untuk mengetahui bagaimana cara menanggulangi problematika tersebut. Manfaat Menambah pengetahuan mengenai tentang pembelajaran secara E-Learning. Mendapat informasi baru tentang E-Learning yang jarang diketahui. Mengetahui permasalahan yang dikaji secara ilmiah berdasarkan ilmu yang ada. Menjadi bahan referensi pembaca untuk penelitian selanjutnya. Memahami dan mengerti sistematika pembuatan karya ilmiah. Membantu memiliki cara pandang dan pola pikir yang luas. Hipotesis E-Learning memberikan perkembangan belajar yang baik dalam penerapan sebagai media pembelajaran di masa pandemik dan E-Learning memudahkan para penggunanya. Rancangan Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode survei, dimana data yang diperoleh Kumpulan Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional 2021 Institut Teknologi Telkom Surabaya ISBN 978-623-94143-3-7 berasal dari responden sebagai sampel penelitian. Peneliti membuat kuisioner, kemudian disebarluaskan kepada responden untuk mengisi kuisioner tersebut. Tinjauan pustaka Kajian terdahulu sangat berguna bagi pembahasan karya ilmiah ini. Untuk melakukan penelitian ini peneliti melakukan kajian terlebih dahulu terhadap penelitian terdahulu terdahulu. Wiwin Hartanto, dengan judul penelitian " Penggunaan E-learning sebagai Media Pembelajaran " menyatakan keberhasilan E-Learning ditunjang oleh adanya interaksi maksimal antara pendidik dan peserta didik, antara peserta didik dengan berbagai fasilitas pendidikan, antara peserta didik dengan peserta didik lainnya, dan adanya pola pembelajaran aktif dalam interaksi tersebut. Apabila pembelajaran bebasis pada web, maka diperlukan adanya pusat kegiatan peserta didik, interaksi antar kelompok, administrasi penunjang sistem, pendalaman materi, ujian, dan materi online. Dari sisi teknologi informasi internet memungkinkan perombakan total konsep-konsep pembelajaran yang selama ini berlaku. Berdasarkan pendapat peneliti terdahulu yang penulis cantumkan diatas terdapat perbedaan yang cukup jelas dengan penelitian yang dilakukan penulis. Perbedaan tersebut terletak pada fokus penelitian, pada penelitian terdahulu peneliti hanya memfokuskan bagaimana keberhasilan penerapan E-Learning. Di dalam penelitian penulis, memfokuskanpada perkembangan yang terjadi ketika E-Learning diterapkan pada pembelajaran terutama pada masa pandemik. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian adalah langkah yang sistematis sebagai upaya untuk memecahkan masalah(Rasimin, 2. Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan metode survei, dimana data yang diperoleh berasal dari responden sebagai sampel penelitian. Singarimbun . dalam metode penelitian survey mengatakan bahwa penelitian survey adalah Aupenelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokokAy. Jadi dapat disimpulkan bahwa penelitian survei ini adalah penelitian yang bersifat alami, yang digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam dan lebih menekankan pada data yang sebenarnya dengan melakukan interaksi didalam survei yang intensif. Sehubungan dengan pelaksanaan penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan survei, dimana data yang diperoleh berasal dari survei terhadap responden sebagai sampel penelitian. Kumpulan Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional 2021 Institut Teknologi Telkom Surabaya ISBN 978-623-94143-3-7 Lokasi dan Waktu Penelitian Berdasarkan anjuran pemerintah dalam melangsungkan proses peminimalisiran penyebaran virus covid-19, penelitian ini dilakukan dalam bentuk survei menggunakangoogle formulir yang disebarluaskan kepada para responden siswa maupun mahasiswa. Dengan waktu pembatasan pengisian survei dari 28 Desember pukul 12. 00 WIB s/d 29Desember pukul 17. WIB. Sumber Data Sumber Data penelitian adalah dari mana data penelitian diperoleh. Data penelitian diperoleh dari survei menggunakan google formulir yang disebarluaskan kepada para responden siswa atau mahasiswa. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Gambar 3. Penerapan E-Learning Kumpulan Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional 2021 Institut Teknologi Telkom Surabaya ISBN 978-623-94143-3-7 Gambar 3. Pembelajaran Menggunakan E-Learning Gambar 3. Pengaruh Pembelajaran Menggunakan E-Learning Gambar 3. Kendala Pembelajaran Menggunakan E-Learning Kumpulan Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional 2021 Institut Teknologi Telkom Surabaya ISBN 978-623-94143-3-7 Pembahasan Gambar 3. Berdasarkan hasil analisis dari survei yang telah dilakukan menunjukan bahwa 88% dari keseluruhan responden menyatakan penerapan E-Learning dalam proses pembelajaran di masa pandemik membantu dan tidak membantu. Tidak bisa dipungkiri penggunaan teknologi dari sistem pembelajaran E-Learning di masa pandemik covid-19 ini memiliki sisi positif dan sisi negatif. Sisi positif yang menjadi mayoritas hasil survei yaitu membantu membuka kekreativitasan dari ide-ide siswa atau mahasiswa yang terpendam karena keterbatasan tatap muka dengan guru atau dosen. Selain itu, dilihat dari sisi kelebihan ELearning sendiri yang juga menjadi poin pertanyaan dalam survei yang menyatakan E-Learning memiliki kekreativitasan tersendiri dalam pembelajaran seperti adanya video pembelajaran, web - web penunjang pembelajaran . ahoot, quiziz, code. org, dan lain-lai. , penggunaan yang fleksibel tidak terbatas waktu dan tempat, pembelajaran yang simpel, dan pengajar yang terlihat lebih santai. Maka dari itu dapat dipastikan E- Learning sangat membantu pembelajaran di masa pandemik covid-19. Gambar 3. Bagaimana pembelajaran menggunakan E-Learning ? 41,3% menyatakan E-Learning menyenangkan karena didukung oleh video - video menarik dan web - web penunjang lainnya . Namun mayoritas respond dari responden yang telah disurvei 58,7% menyatakan E-Learning membosankan, ribet, susah, dan lain-lain. Hasil ini terbaca seolah bertolak belakang dengan hasil poin pertama yang menyatakan E-Learning sangat membantu proses pembelajaran dan jawaban atas kelebihan E-Learning yang menyatakan pembelajaran fleksibel, efektif, efisien dan simpel. Membosankan, ribet dan susah merupakan sisi negatif dari penerapan E-Learning dari para pengguna E-Learning sendiri bukan berasal dari sistem pembelajaran E-Learning nya. Di sini E-Learning masih menduduki peran sangat membantu dalam proses pembelajaran dengan sisi negatif membosankan, ribet, dan susah. Gambar 3. Pada gambar tersebut hasil menunjukan ketetatan atas 3 pilihan jawaban. Yaitu E-Learning mempengaruhi prestasi menjadi lebih baik. E-Learning mempengaruhi prestasi menjadi lebih buruk, dan E-Learning tidak memberikan pengaruh dalam prestasi siswa atau mahasiswa. Hal ketetatan ini disebabkan penerapan E-Learning yang memberikan sisi positif dan negatif. E-Learning mempengaruhi prestasi menjadi lebih buruk bukan berarti ELearning tidak berfungsi, tetapi disini peran E-Learning masih berjalan yaitu membantu proses pembelajaran dan proses pembelajaran itu tetap ada walaupun di masa pandemik covid-19 namun memberikan dampak pada prestasi yang mungkin dikarenakan dari sisi negatif membosankan, ribet dan susah. Gambar 3. Apa Kendala dalam proses penerapan pembelajaran menggunakan ELearning ? Sebagian besar sekitar 62,7% menyatakan kendalanya berasal dari jaringan dan kuota internet. Pembelajaran menggunakan E-Learning tidak mungkin lepas dari jaringan dan Kumpulan Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional 2021 Institut Teknologi Telkom Surabaya ISBN 978-623-94143-3-7 kuota internet, apalagi di masa pandemik saat ini yang memungkinkan semua kegiatan dilakukan secara online. Oleh karena itu, jaringan dan kuota internet merupakan poin utama sarana dan prasarana proses pembelajaran E-Learning. Berdasarkan analisis dari keempat diagram lingkaran diatas, sebenarnya E-Learning sangat membantu proses pembelajaran di masa pandemik dan merupakan suatu langkah strategis untuk menggali potensi siswa atau mahasiswa di masa pandemik. Dan dari kelebihankelebihan yang telah disebutkan. E-Learning juga memiliki kelemahan atau kendala pemakaian yaitu bagaimana agar siswa atau mahasiswa tidak merasa bosan, ribet, dan susah. Selain itu, juga kendala jaringan dan kuota sebagai poin utama. Peneliti mendapatkan solusi penyelesaian masalah poin utama tersebut yaitu dengan E-learning metode terrace scope. Metode terrace scope adalah metode temuan kelompok peneliti dengan maksud tetap menjalankan protokol kesehatan 3M(Memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak aman atau menghindari kerumunan ), yaitu dengan cara pengelompokan siswa atau mahasiswa menjadi beberapa kelompok berdasarkan tempat tinggal dan akses internet yang baik. Misalkan, daerah A memiliki jumlah siswa 20 yang kemudian dibagi menjadi 5 kelompok. Satu kelompok terdiri 4 siswa agar tetap menjaga jarak aman dan menghindari kerumunan. Dari masing-masing kelompok bisa melakukan kegiatan pembelajaran menggunakan E-Learning dengan gurunya bersama- sama. Guru tetap berada di rumah masing-masing, sedangkan siswa yang telah terbagi menjadi 5 kelompok bergabung menjadi satu ditempat salah satu siswa yang memiliki akses internet paling baik. KESIMPULAN Kesimpulan Berdasarkan data-data yang telah tersaji penulis mengambil kesimpulan bahwa ELearning sangat membantu proses pembelajaran di masa pandemik. E-Learning juga memberikan perkembangan prestasi menjadi lebih baik. Problematika utama pembelajaran dengan menggunakan E-Learning adalah jaringan/kuota. Solusi dari peneliti terhadap problematika tersebut yaitu dengan pembelajaran E-Learning menggunakan metode terrace scope, dimana pembelajaran dilakukan dengan cara pengelompokan siswa atau mahasiswa menjadi beberapa kelompok berdasarkan tempattinggal dan akses internet yang baik. Saran Bagi pengajar/pendidik . Memperbanyak kekreativitasan dan inovasi dalam pembelajaran. Menjalin komunikasi yang lebih baik dengan peserta didik Kumpulan Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional 2021 Institut Teknologi Telkom Surabaya ISBN 978-623-94143-3-7 Bagi peserta didik siswa atau mahasiswa . Memaksimalkan kegiatan belajar. DAFTAR PUSTAKA