Jurnal Muara Pendidikan Vol. 11 Issue 1. Juni 2026 https://doi. org/10. 52060/mp. E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 Efektivitas Metode Quantum Writing Terhadap Keterampilan Menulis Cerpen Afra Madina Sari1. Elvrin Septyanti2. Oki Rasdana3 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Riau. Indonesia e-mail: afra. madina2800@student. id1, elvrin. septyanti@lecturer. rasdana@lecturer. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran Quantum Writing terhadap keterampilan menulis cerpen siswa kelas X SMK KANSAI Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen. Sampel penelitian berjumlah 51 siswa yang terdiri atas kelas X TKR sebagai kelas eksperimen dan kelas X TKJ/TITL sebagai kelas kontrol, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes menulis cerpen berupa pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan bantuan SPSS versi 31, meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji Independent Samples t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata keterampilan menulis cerpen siswa pada kelas eksperimen meningkat secara signifikan dari 63 menjadi 83, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 61 menjadi 69. Hasil uji Independent Samples t-Test menunjukkan nilai Sig. -taile. < 0,05, yang menandakan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelas. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran Quantum Writing berpengaruh signifikan dan efektif dalam meningkatkan keter ampilan menulis cerpen siswa kelas X SMK KANSAI Pekanbaru. Kata Kunci: Quantum Writing. Keterampilan Menulis. Cerpen ABSTRACT This study aims to determine the effect of the Quantum Writing learning method on the short story writing skills of tenth-grade students at SMK KANSAI Pekanbaru. The study used a quantitative approach with a quasiexperimental method. The study sample consisted of 51 students, consisting of class X TKR as the experimental class and class X TKJ/TITL as the control class, selected using a purposive sampling technique. Data collection was conducted through short story writing tests in the form of pretests and posttests. Data were analyzed using descriptive and inferential statistics with the help of SPSS version 31, including normality tests, homogeneity tests, and Independent Samples t-tests. The results showed that the average score of students' short story writing skills in the experimental class increased significantly from 63 to 83, while in the control class it increased from 61 to 69. The results of the Independent Samples t-test showed a Sig. -taile. value <0. 05, indicating a significant difference between the two classes. Thus, it can be concluded that the Quantum Writing learning method has a significant and effective influence in improving the short story writing skills of 10th-grade students at SMK KANSAI Pekanbaru. Keywords: Quantum Writing. Writing Skills. Short Stories PENDAHULUAN Menulis merupakan salah satu sarana untuk menyalurkan ide, gagasan, serta perasaan dalam bentuk tulisan. Khlalik . menyatakan bahwa menulis adalah kegiatan menuangkan ide atau gagasan dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat untuk Kegiatan ini tidak hanya sekadar menulis kata atau kalimat, tetapi juga sistematis, dan kreatif agar pesan dapat pembaca(Ajeng Hadyian et al. , 2. Menulis mengorganisasi pikiran serta melatih daya kritis terhadap suatu topik (Santoso, 2. Dalam dunia pendidikan, menulis menjadi aspek penting untuk mengukur keterampilan akademik dan daya nalar siswa. Menulis merupakan kegiatan yang memerlukan keterampilan berpikir tingkat tinggi, karena penulis harus mampu menghubungkan ide, fakta, dan data menjadi wacana yang utuh (Mardiyah, 2. Melalui pembelajaran menghasilkan teks, tetapi juga memahami isi, struktur, dan tujuan komunikatif tulisan. Oleh karena itu, kegiatan menulis harus dilatih secara bertahap mengembangkan potensi literasinya secara optimal (Tampubolon et al. , 2. Menurut Hutabalian . menulis cerpen merupakan salah satu bentuk keterampilan berbahasa yang membutuhkan kreativitas, imajinasi, dan keterampilan berpikir Namun, tidak sedikit siswa maupun yang mengalami berbagai kesulitan ketika berusaha menulis cerpen. Kesulitan tersebut sering kali muncul sejak tahap awal, yaitu ketika harus menemukan ide cerita yang menarik. Pendapat tersebut sejalan dengan hasil penelitian Marini & Lubis . yang menyatakan bahwa sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan dalam mengembangkan ide cerita https://ejournal. id/index. php/mp This is an open access article under the cc-by license | 217 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 11 Issue 1. Juni . E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 berdasarkan pengalaman pribadi. Hal ini disebabkan oleh kurangnya latihan menulis. Kesulitan lain yang dialami saat menulis cerpen seperti, menentukan alur cerita yang runtut dan logis, penggunaan bahasa, serta kurangnya pemahaman terhadap unsur pembangun dalam karya sastra. Pemahaman yang minim terhadap tema, amanat, latar, maupun sudut pandang dapat membuat cerpen mendalam(Ega Mifta Nur Syahfitri & Amril Amir. Sebagai kesulitan dalam menulis cerpen siswa SMK yakni tingkat keterampilan siswa dalam menulis cerpen tergolong rendah. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata keseluruhan keterampilan menulis cerpen siswa hanya mencapai 46,07, yang termasuk dalam kategori Aubelum memiliki keterampilan yang memadaiAy. Hal ini menandakan bahwa sebagian besar siswa belum mampu menulis cerpen dengan baik sesuai kaidah kebahasaan dan unsur intrinsik cerita pendek. Kesulitan yang dihadapi siswa mencakup beberapa aspek penting dalam keterampilan menulis. Pertama, dari aspek isi, siswa masih kesulitan menemukan dan mengembangkan ide cerita menjadi narasi yang utuh dan menarik. Kedua, dari aspek struktur, alur cerita yang disusun sering kali tidak runtut dan menyebabkan pembaca sulit memahami jalannya cerita. Ketiga, pada aspek diksi, siswa cenderung menggunakan pilihan kata yang monoton dan kurang ekspresif (Rahmawati et al. , 2. Kesulitan menulis cerpen tersebut juga juga penulis temukan di kelas X SMK KANSAI Pekanbaru. Hal ini dapat dilihat dari aspek penguasaan unsur intrinsik yang tergolong Banyak siswa belum mampu mengembangkan tema secara jelas dan konsisten sehingga cerita yang ditulis cenderung melebar atau tidak fokus. Selain itu, tokoh dan alur yang mereka ciptakan sering kali masih sederhana dan kurang terbangun dengan baik, sehingga cerita menjadi datar dan tidak menarik bagi pembaca. Hal ini menunjukkan bahwa siswa belum sepenuhnya memahami teknik dasar membangun cerita yang runtut dan utuh. Aspek lain yang masih lemah adalah penggunaan bahasa. Sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam memilih diksi yang tepat, sehingga gaya bahasa yang digunakan terasa kaku atau berulang-ulang. Selain itu, aspek kreativitas dan imajinasi siswa juga tergolong rendah(Efendi et al. , 2. Banyak cerpen yang ditulis masih bersifat meniru dari contoh yang ada. Hal tersebut diungkapkan oleh guru Bahasa Indonesia. Ibu Nichi Ariawelsi. Pd. Dari hasil wawancara diperoleh informasi bahwa hanya sebagian kecil siswa yang mampu menulis cerpen dengan baik. Metode pembelajaran yang cenderung sering digunakan oleh guru salah satunya ialah metode ceramah. Dalam metode ceramah ini, guru berperan sebagai pusat utama proses Guru menyampaikan materi secara langsung kepada siswa melalui penjelasan lisan yang terstruktur, sementara menerima informasi secara pasif. Metode ini dianggap praktis karena memungkinkan guru untuk menyampaikan materi dalam waktu yang relatif singkat kepada banyak siswa sekaligus. Hal ini dipertegas oleh Yusuf . yang mengatakan bahwa metode ini bersifat satu arah, yang menjadikan siswa cenderung menjadi pendengar pasif, dan dapat berdampak pada rendahnya daya serap dan Jika digunakan secara monoton tanpa variasi atau interaksi, metode ceramah juga berisiko menimbulkan kejenuhan dan menurunkan motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, diperlukan alternatif metode pembelajaran lainnya yang kreatif, menarik, dan efisien bagi siswa. Berdasarkan pertimbangan tersebut, penulis berupaya memberikan alternatif dengan menggunakan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif sesuai dengan fasilitas yang ada. Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk membantu siswa dalam menulis cerpen adalah metode pembelajaran Quantum Writing. Metode ini juga dapat membuat siswa lebih kreatif serta kritis dalam menulis hal tersebut dikarenakan siswa di beri kebebesan dalam pengalaman pribadi siswa. Metode Quantum Writing merupakan pendekatan pembelajaran menulis yang menekankan interaksi aktif dan pembelajaran kontekstual melalui sistem PAKH (Pusatkan Pikiran. Atur. Karang. Heba. (Ifnaldi & Nadiah. Metode ini membantu penulis menggali dan mengembangkan ide, menulis secara bebas, serta menyempurnakan tulisan secara sistematis dengan keyakinan bahwa setiap individu memiliki potensi menulis (Handayani et , 2. Melalui tahap Pusatkan Pikiran, penulis diarahkan untuk fokus pada tema yang akan dikembangkan. tahap Atur digunakan untuk menata ide agar tersusun secara logis. tahap Karang mendorong penulis menuangkan gagasan secara bebas tanpa takut kesalahan. dan tahap Hebat berfungsi untuk menyunting serta memperbaiki tulisan agar lebih rapi dan Dengan penerapan keempat tahap tersebut. Quantum Writing menciptakan https://ejournal. id/index. php/mp | 218 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 11 Issue 1. Juni . E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 suasana belajar yang menyenangkan dan tidak keterampilan menulis, kepercayaan diri, dan produktivitas penulis secara bermakna(Rendy & Nugraha. Aries Setia Rustandi, 2. Peneliti memilih SMK Kansai Pekanbaru sebagai lokasi penelitian memiliki beberapa Pertama, menerapkan metode ceramah, di mana guru menjadi pusat utama dalam kegiatan belajar Hal tersebut menjadikan siswa cenderung pasif karena lebih banyak mendengarkan penjelasan guru daripada berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Kondisi ini menarik untuk diteliti karena efektivitas metode baru yang lebih interaktif dan berpusat pada siswa. Kedua, rendahnya keterampilan siswa dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif juga menjadi masalah dalam hal ini. Pembelajaran yang terlalu berfokus pada ceramah membuat siswa terbiasa pasif dan hanya menerima informasi. Padahal, di era saat ini siswa dituntut untuk lebih aktif, mampu memecahkan masalah, serta bisa bekerja sama dalam kelompok. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara metode yang digunakan guru dengan tuntutan pembelajaran modern yang menekankan partisipasi aktif siswa. Penelitian yang dilakukan diharapkan dapat memberikan pembelajaran yang lebih variatif, sehingga dapat meningkatkan kualitas interaksi di kelas. Dengan demikian, hasil penelitian ini tidak hanya bermanfaat bagi penulis, tetapi juga bagi sekolah dan guru dalam meningkatkan mutu Dengan berbagai pertimbangan tersebut, penulis merasa bahwa SMK Kansai Pekanbaru merupakan pilihan yang tepat sebagai lokasi penelitian. Kombinasi antara konvensional, status sekolah sebagai mitra PLP, serta adanya peluang untuk melakukan inovasi pembelajaran, menjadikan penelitian ini relevan sekaligus bermanfaat. Harapannya, hasil penelitian dapat membantu sekolah dalam menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, menyenangkan, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keterampilan menulis cerpen pada siswa kelas X SMK KANSAI Pekanbaru yang berada pada kelas kontrol. Penelitian ini berfokus pada kemampuan siswa dalam menulis cerpen tanpa penerapan metode memberikan gambaran awal mengenai tingkat keterampilan menulis cerpen yang dimiliki siswa secara umum. Selanjutnya, ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan menulis cerpen pada siswa kelas X SMK KANSAI Pekanbaru yang berada pada kelas Pada kelas ini, siswa diberikan pembelajaran tertentu, sehingga hasil yang diperoleh dapat menunjukkan perbedaan keterampilan menulis cerpen dibandingkan dengan kelas kontrol. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan mendeskripsikan efektivitas metode pembelajaran Quantum Writing dalam meningkatkan keterampilan menulis cerpen siswa kelas X SMK KANSAI Pekanbaru. Melalui perbandingan hasil antara kelas kontrol dan kelas eksperimen, penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai sejauh mana metode Quantum Writing berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan menulis cerpen siswa. METODE Penelitian yang berjudul Pengaruh Metode Pembelajaran Quantum Writing terhadap Keterampilan Menulis Cerpen pada Siswa Kelas X SMK KANSAI Pekanbaru yang menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Kota Pekanbaru, pembelajaran Quantum Writing dalam menulis Cerpen. Waktu penelitian dilakukan sejak November hingga Desember 2025. Populasi dalam penelitian ini mencakup siswa kelas X SMK KANSAI Pekanbaru jurusan Teknik Kendaraan Ringan. Akutansi dan Manajemen Perkantoran dan Layanan bisnis. Teknik Bisnis Sepeda Motor. Teknik Komputer Jaringan dan Teknik Instalasi Tenaga Listrik yaitu sebanyak 100 orang siswa. Dalam penelitian ini, sampelnya adalah kelas X jurusan Teknik Komputer dan Jaringan/Teknik Instalasi Tenaga Listrik, dan kelas X Teknik Kendaraan Ringan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling. Sumber data pada penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui tes menulis Cerpen. Data sekunder digunakan adalah lembar observasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan keterampilan menulis Pengaruh Metode Pembelajaran Quantum Writing dalam Menulis Cerpen pada siswa kelas X SMK KANSAI Pekanbaru dengan menggunakan teknik pratest dan posttest. Teks yang dimaksud yakni tes keterampilan menulis Cerpen. Peserta didik ditugaskan untuk https://ejournal. id/index. php/mp | 219 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 11 Issue 1. Juni . E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 menulis Cerpen setelah menggunakan metode pembelajaran Quantum Writing. Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan berupa tes yang terdiri dari tes awal dan tes akhir kepada siswa. Tes ini digunakan untuk menilai hasil belajar siswa setelah diterapkan metode Quantum Writing dalam pengajaran menulis cerpen. Dalam menulis cerpen, siswa harus memperhatikan beberapa indikator, antara lain . siswa mampu menulis cerpen dengan memperhatikan kelengkapan unsur pembangun cerita, dan . siswa mampu menulis cerpen dengan menggunakan kaidah bahasa yang benar. Penelitian ini melakukan menggunakan analisis teknik statistik deskriptif dan teknik analisis uji. Data yang didapat diperoleh diolah dan dianalisis dengan melihat karakteristik kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kedua kelas tersebut diberikan tes untuk mengukur Tingkat penguasaan materi pembelajaran. Berdasarkan uraian metode penelitian tersebut, desain uji yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan model pretestAe posttest control group design. Dalam desain ini, terdapat dua kelompok, yaitu kelas eksperimen yang diberi perlakuan menggunakan metode Quantum Writing dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Kedua kelompok diberikan pretest untuk mengetahui kemampuan awal menulis cerpen, serta posttest untuk mengetahui kemampuan akhir setelah perlakuan. Perbedaan hasil antara kedua kelompok inilah yang digunakan untuk menilai efektivitas metode pembelajaran yang diterapkan. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari statistik deskriptif dan statistik Analisis deskriptif dilakukan dengan menghitung nilai rata-rata . , distribusi menggambarkan tingkat keterampilan menulis cerpen siswa pada kedua kelas. Sementara itu, analisis inferensial dilakukan menggunakan uji t . ndependent sample t-tes. untuk mengetahui perbedaan rata-rata antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Apabila data tidak berdistribusi normal, maka digunakan alternatif uji nonparametrik yaitu uji Mann-Whitney. Seluruh analisis dilakukan dengan bantuan statistik SPSS 31. Syarat uji yang harus dipenuhi sebelum melakukan uji hipotesis adalah uji normalitas dan uji homogenitas. Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal dengan menggunakan uji KolmogorovSmirnov atau Shapiro-Wilk, sedangkan uji homogenitas bertujuan untuk mengetahui menggunakan uji One Way ANOVA. Jika nilai signifikansi (Si. > 0,05 maka data dinyatakan normal dan homogen, sehingga dapat dilanjutkan dengan uji parametrik . Namun, jika tidak memenuhi syarat tersebut, maka digunakan uji nonparametrik. Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah: H0 menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara keterampilan menulis cerpen siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol, sehingga metode Quantum Writing Sebaliknya, menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelas, sehingga metode Quantum Writing efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis cerpen siswa kelas X SMK KANSAI Pekanbaru. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan di SMK KANSAI Pekanbaru pada semester ganjil tahun ajaran 2025/2026. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelas X TKR sebagai kelas ekspreimen dan kelas X TKJ\TITL sebagai kelas kontrol. Sampel tersebut dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Pada kelas eksperimen yakni X TKR dan kelas kontrol X TKJ/TITL dengan jumlah sampel yang mengikuti pretest dan posttest 51 orang peserta didik. Tabel 1. Jumlah Peserta Didik pada Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Kelas Eksperimen Kontrol Jumlah 26 Orang 25 Orang Penelitian ini melibatkan dua kelompok sebagai sampel, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen menerima Quantum Writing, sedangkan kelas kontrol konvensional tanpa perlakuan tersebut. Data yang dikumpulkan berupa hasil belajar peserta didik dari kedua kelas, yang diperoleh melalui pretest dan posttest. Setelah data dianalisis menggunakan SPSS Statistik versi 31, dilakukan analisis deskriptif dan inferensial untuk membandingkan hasil belajar antara kelas eksperimen yang menggunakan metode Quantum Writing dan kelas kontrol yang menggunakan metode ceramah. https://ejournal. id/index. php/mp | 220 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 11 Issue 1. Juni . Gambar 1. Perbandingan Hasil Pretest dan Posttest Kelas Kontrol dan Eksperimen Berdasarkan disimpulkan bahwa hasil nilai rata-rata pretest dan posttest pada kelas kontrol dan eksperimen terdapat peningkatan nilai rata-rata. Pada kelas kontrol nilai rata-rata menulis cerpen peserta didik tidak meningkat secara signifikan yakni hanya selisih 8 poin dari nilai rata-rata pretest 61 poin meningkat menjadi 69 Akan tetapi, pada kelas eksperimen nilai rata-rata menulis cerpen peserta didik meningkat secara signifikan yakni dari nilai rata-rata peserta didik 63 poin meningkat menjadi 83 poin dengan selisih 20 poin. Hal Quantum Writing efektif digunakan dalam menulis cerpen. Selanjutnya dilakukan uji prasyarat analisis data yakni, uji normalitas, uji homogenitas dan uji independent sample t test. Uji Normalitas Data Uji Normalitas Data Pretest Kelas Kontrol dan Eksperimen Uji normalitas dilakukan untuk menilai apakah data penelitian mengikuti distribusi Data yang berdistribusi normal merupakan salah satu syarat penting sebelum melakukan analisis statistik parametrik, seperti Uji Independent Sample Test. Terdapat dua jenis uji normalitas yang digunakan, yaitu uji Kolmogorov-Smirnov dan uji Shapiro-Wilk, dengan taraf signifikansi = 0,05. Uji normalitas yang digunakan adalah uji Kolmogorov-Smirnov sampel pada penelitian ini lebih dari 50 sampel. Tabel 2 Hasil Uji Normalitas Pretest dan Posttest Kelas Kontrol E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 Berdasarkan tabel di atas, nilai signifikansi untuk uji Kolmogorov-Smirnov Pretest dan Posttest pada kelas kontrol adalah 0,200. Karena nilai signifikansi kedua kelas tersebut lebih besar dari = 0,05, maka Ha ditolak dan H0 diterima. Dapat disimpulkan bahwa data pretest pada kelas kontrol dan kelas eksperimen terdistribusi normal. Uji Normalitas Data Posttest Kelas Kontrol dan Eksperimen. Uji normalitas data dilakukan untuk menentukan apakah data yang diperoleh berdistribusi normal atau tidak. Untuk menguji data posttest pada kelas kontrol dan eksperimen, digunakan uji KolmogorovSmirnov dengan bantuan SPSS versi 31 dan taraf signifikansi = 0,05. Uji normalitas yang digunakan adalah uji Kolmogorov-Smirnov dikarenakan jumlah sampel pada penelitian ini lebih dari 50 sampel. Hasil uji KolmogorovSmirnov dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3. Hasil Uji Normalitas Posttest Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen Berdasarkan Kolmogorov-Smirnov Pretest dan Posttest signifikansi pada kelas eksperimen adalah 0,191 dan 0,200. Hal signifikansi pada Pretest dan Posttest kelas tersebut lebih besar dari = 0,05, maka Ha ditolak dan H0 diterima. Dapat disimpulkan bahwa data pretest pada kelas kontrol dan kelas eksperimen terdistribusi normal. Oleh karena itu, analisis statistik parametrik Uji Independent Sample Test dapat dilakukan karena data memenuhi syarat untuk analisis Uji Homogenitas Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah varian dari kedua kelompok mengetahui variasi dari data posttest kelas eksperimen dan posttest di kelas kontrol bersifat homogen atau tidak. Uji homogenitas digunakan adalah uji kesamaan varians . dengan menggunakan bantuan SPSS Statistik 31. Tabel 4. Hasil Uji Homogenitas Pretest Kelas Kontrol dan Eksperimen https://ejournal. id/index. php/mp | 221 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 11 Issue 1. Juni . Berdasarkan tabel hasil uji homogenitas di atas diketahui nilai Sig. Based on Mean adalah 0,473. Karena nilai signifikansi 0,473 > 0,05, maka Ho diterima. Dapat disimpulkan bahwa varians data pretest adalah sama atau Tabel 5. Hasil Uji Homogenitas Posttest Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 Berdasarkan tabel hasil uji homogenitas di atas diketahui nilai Sig. Based on Mean adalah 0,473. Karena nilai signifikansi 0,586 > 0,05, maka Ho diterima. Dapat disimpulkan bahwa varians data posttest adalah sama atau Uji Independent Samples t-Test Uji Independent Samples t-Test digunakan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar menulis cerpen antara dua kelompok yang tidak berpasangan, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Tabel 6. Hasil Uji Independent Samples t-Test Posttest Kelas Kontrol dan Eksperimen Berdasarkan tabel Independent Samples Test, diperoleh nilai t sebesar -6,223 dengan derajat kebebasan . Nilai signifikansi Sig. -taile. < 0,001, yang berarti lebih kecil dari 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil posttest dua kelompok yang dibandingkan, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan demikian. H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa perlakuan yang diberikan pada kelas eksperimen efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Selanjutnya, nilai Mean Difference sebesar -14,252 menunjukkan adanya selisih rata-rata nilai posttest sekitar 14 poin antara kedua kelompok. Tanda negatif menandakan bahwa rata-rata nilai kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Hal ini diperkuat oleh interval kepercayaan 95% yang berada pada rentang -18,855 hingga -9,650, yang tidak melewati angka nol, sehingga perbedaan tersebut benar-benar nyata. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran yang digunakan pada kelas pembelajaran pada kelas kontrol. PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode Quantum Writing dalam meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa kelas X di SMK KANSAI Pekanbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas Peningkatan kemampuan menulis cerpen pada kelas eksperimen yang menggunakan metode Quantum Writing jauh lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang menggunakan metode ceramah. Quantum Writing merupakan metode yang menekankan kreativitas, serta proses berpikir sistematis dalam menulis melalui tah apan terstruktur. Selain itu, menurut Efendi et al . keterampilan menulis yang baik tidak hanya ditentukan oleh penguasaan bahasa, tetapi juga oleh kemampuan mengorganisasi gagasan secara runtut dan logis. Pada eksperimen sudah menggunakan langkahlangkah metode Quantum Writing yakni. PAKH. Tahap pertama pusatkan pikirin, dimulai dengan memberikan rangsangan kepada siswa melalui penyajian sebuah video teks hikayat, mengidentifikasi nilai-nilai yang terkandung dalam hikayat tersebut yang nantinya akan dijadikan tema cerpen. Tahap kedua atur, guru meminta siswa membuat kerangka atau map https://ejournal. id/index. php/mp | 222 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 11 Issue 1. Juni . E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 mapping seperti penentuan tema, tokoh, alur, serta kaidah kebahasaan yang akan dimuat di dalam cerpen. Tahap ketiga karang, pada tahap ini siswa diminta memulai menulis cerpen berdasarkan kerangka yang telah dibuat. Tahap terakhir hebat, tahap ini dilakukan setelah siswa sudah selesai menulis cerpen, yakni siswa akan mengevaluasi cerpen yang telah dibuat. Pertemuan kedua, kelas eksperimen masih menerapkan metode Quantum Writing dalam menulis cerpen. Adapun langkahlangkah pembelajaran Quantum Writing yakni. Pertama. Pusatkan Pikiran. Pada tahap ini siswa menentukan satu nilai dalam hikayat untuk dijadikan tema cerpen. Kedua. Atur. Siswa membuat kerangka cerpen dengan menentukan unsur pembangun cerpen, dan kaidah kebahasaan yang akan digunakan. Ketiga, karang. Pada tahap ini siswa dibebas menuliskan apapun yang ingin mereka tuliskan, dan dibiarkan untuk menulis mengalir sesuai irama hati dan membentuk sebuah cerpen yang Kelima, hebat. Pada tahap ini siswa diberikan kesempatan untuk memperbaiki dan mengedit tulisan mereka. Pada tahap penerapan metode Quantum Writing, ditemukan bahwa siswa mengalami mengembangkan unsur intrinsik cerpen, seperti tema, alur, tokoh, dan latar. Hal ini sesuai dengan pendapat Nurgiyantoro . terhadap unsur intrinsik merupakan dasar utama dalam menghasilkan karya sastra yang Selain itu, penelitian oleh Utami . juga menegaskan bahwa penggunaan strategi menulis yang terstruktur dapat membantu siswa dalam mengembangkan ide secara lebih mendalam dan sistematis. Dengan demikian, peningkatan kemampuan siswa pada kelas eksperimen menunjukkan bahwa metode Quantum Writing efektif dalam membantu siswa memahami dan mengembangkan struktur cerpen secara utuh. Namun demikian, penelitian ini juga Quantum Writing, khususnya pada tahap Atur dan Hebat. Pada tahap Atur, siswa mengalami kesulitan dalam menyusun kerangka cerita secara runtut. Hal ini sejalan dengan Rendy et al . dalam teori proses menulis yang menyatakan bahwa tahap kompleks karena melibatkan proses kognitif tingkat tinggi. Sementara itu, pada tahap Hebat, siswa masih kurang optimal dalam melakukan Temuan ini didukung oleh penelitian Puteri . yang menyatakan bahwa kemampuan revisi merupakan salah satu aspek tersulit dalam menulis karena membutuhkan kemampuan evaluasi diri yang Jika dibandingkan dengan kelas kontrol, siswa yang menggunakan metode ceramah menunjukkan peningkatan yang tidak signifikan. Hal ini sesuai dengan teori pembelajaran konvensional yang cenderung bersifat teachercentered, sehingga siswa kurang terlibat aktif dalam proses pembelajaran (Panggabean & Misykah, 2. Selain itu, penelitian oleh Noza & Wandira . menunjukkan bahwa pembelajaran yang tidak melibatkan partisipasi aktif siswa memiliki dampak yang lebih rendah terhadap hasil belajar dibandingkan dengan pembelajaran berbasis aktivitas dan strategi. Hal ini menjelaskan mengapa peningkatan kemampuan menulis pada kelas kontrol tidak sebesar kelas eksperimen. Berdasarkan perbandingan dengan penelitian terdahulu, dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini memperkuat temuan-temuan sebelumnya mengenai efektivitas metode Quantum Writing dan strategi pembelajaran menulis berbasis proses. Namun, terdapat novelty . dalam penelitian ini, yaitu penerapan metode Quantum Writing secara spesifik pada pembelajaran menulis cerpen berbasis nilai teks hikayat pada siswa SMK. Penelitian sebelumnya umumnya berfokus pada teks prosedur atau teks umum, sedangkan penelitian ini mengintegrasikan nilai-nilai budaya dalam hikayat sebagai sumber ide penulisan cerpen. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji secara lebih rinci pada setiap tahapan PAKH (Pusatkan Pikiran. Atur. Karang. Heba. serta mengidentifikasi kendala spesifik yang dialami siswa pada setiap tahap, sehingga memberikan kontribusi pembelajaran menulis di sekolah kejuruan. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memperkuat teori yang sudah ada, tetapi juga memberikan kontribusi baru dalam penerapan metode Quantum Writing pada konteks pembelajaran sastra, khususnya dalam menulis cerpen berbasis nilai budaya Maka, dapat disimpulkan bahwa metode Quantum Writing efektif digunakan dalam pembelajaran menulis cerpen. Efektivitas metode ini ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata eksperimen, serta perbedaan hasil belajar yang jelas dibandingkan kelas kontrol. Dengan demikian, metode Quantum Writing dapat pembelajaran dalam menulis cerpen. https://ejournal. id/index. php/mp | 223 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 11 Issue 1. Juni . E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa metode Quantum Writing efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa kelas X di SMK KANSAI Pekanbaru. Hal ini dibuktikan dari adanya perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kelas eksperimen dan kelas Peningkatan nilai rata-rata pada kelas eksperimen mencapai 20 poin, yaitu dari 63 menjadi 83, sedangkan kelas kontrol hanya mengalami peningkatan sebesar 8 poin dari 61 Selain itu, hasil uji Independent Samples t-Test menunjukkan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Dengan demikian, metode Quantum Writing terbukti mengembangkan ide, menyusun struktur cerita, serta memperbaiki kualitas tulisan melalui tahapan yang sistematis. Meskipun penelitian ini menunjukkan hasil yang positif, terdapat beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan. Pertama, penelitian ini hanya dilakukan pada satu sekolah dengan jumlah sampel yang terbatas, digeneralisasikan secara luas. Kedua, masih terdapat kendala dalam pelaksanaan metode Quantum Writing, khususnya pada tahap pengaturan kerangka . dan penyuntingan . , di mana sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam mengembangkan ide secara runtut serta kurang optimal dalam melakukan revisi tulisan. Ketiga, keterbatasan kedalaman penerapan metode, sehingga belum semua siswa dapat mencapai hasil maksimal dalam keterampilan menulis cerpen. Berdasarkan keterbatasan tersebut, disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian dengan cakupan yang lebih luas, baik dari segi jumlah sampel maupun lokasi penelitian agar hasilnya lebih Selain itu, penelitian selanjutnya dapat mengkaji lebih mendalam penerapan metode Quantum Writing dengan durasi yang lebih panjang agar proses menulis menjadi lebih menarik dan efektif. Peneliti juga dapat memfokuskan kajian pada peningkatan kemampuan revisi dan penyuntingan tulisan siswa, sehingga hasil karya yang dihasilkan tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki kualitas kebahasaan yang baik. yang Gila di Kota IniAy Karya Eka Kurniawan. Protasis: Jurnal Bahasa. Sastra. Budaya. Dan Pengajarannya, 1. , 60Ae69. https://doi. org/10. 55606/protasis. Efendi. Widyaningrum. , & Pratiwi. Analisis Keterampilan Menulis Cerita Pendek pada Siswa Kelas Fase C. An-Nuha, 11. , 185Ae https://doi. org/10. 36835/annuha. Ega Mifta Nur Syahfitri, & Amril Amir. Struktur dan Ciri Kebahasaan Teks Cerpen Siswa Kelas XI Madrasah Aliyah Swasta Diniyyah Pasia. Dewantara : Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora, 2. , 57Ae69. https://doi. org/10. 30640/dewantara. Handayani. Dindin. , & Ahmad, . Pengaruh Model Quantum Writing Berbantuan Media Pocket Chart Meningkatkan Keterampilan Menulis Permulaan Peserta Didik Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8. , 39562Ae39567. Hutabalian. Hubungan Berpikir Kreatif dengan Kemampuan Menulis Teks Cerpen Siswa Kelas XI SMA Negeri 5 Medan Tahun Pembelajaran 2017/2018. 184Ae https://doi. org/10. 24114/bss. Ifnaldi, & Nadiah. Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Prosedur Kompleks melalui Metode Quantum Writing Siswa Kelas XI SMA Negeri 3 Rejang Lebong. Jurnalistrendi : Jurnal Linguistik. Sastra. Dan Pendidikan, 8. , 68Ae75. https://doi. org/10. 51673/jurnalistrendi. Khlalik. Peningkatan Kemampuan Menulis Cerita Pendek sebagai Terapi Ekspresif terhadap Emosi pada Pesrta Didik Kelas XI MAN 3 Kota Jambi. Jurnal Literasiologi, 6. , 129Ae https://doi. org/10. 47783/literasiologi. Mardiyah. Keterampilan Menulis Bahasa Indonesia melalui Kemampuan Mengembangkan Struktur Paragraf. TERAMPIL Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar, 3. , 1Ae22. Marini. , & Lubis. Kemampuan Menulis Cerpen Berdasarkan Pengalaman Pribadi oleh Siswa Kelas X SMA Swasta Islam Proyek UISU Siantar. Jurnal Serunai Bahasa Indonesia, 20. , 70Ae76. DAFTAR PUSTAKA