Jurnal Administrasi dan Manajemen Vol. No. Juni 2015 ISSN : 1693 - 6876 PENGARUH PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TERHADAP KEMAMPUAN BERWIRAUSAHA ANGGOTA KANTOR DAGANG DAN INDUSTRI (KADIN) WILAYAH JAKARTA TIMUR Ahmadun. dan Warsiti. Dosen Pembimbing Fakultas Administrasi Niaga . Mahasiswa Fakultas Administrasi Niaga Universitas Respati Indonesia Jakarta Jl. Bambu Apus I No. 3 Cipayung Jakarta Timur 13890 Email :urindo@indo. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh Pendidikan dan Pelatihan terhadap Kemampuan Berwirausaha studi Korelasi pada Mitra Binaan KADIN Wilayah Jakarta Timur. Populasi penelitian adalah anggota KADIN Wilayah Jakarta Timur yang berjumlah kurang lebih 700 orang. Pengambilan sampel dengan menggunakan tehnik sampling minimum yaitu sebesar 10% dari jumlah populasi yang ada sehingga sampel yang didapat sebanyak 70 orang Prof. Dr. Sugiyono . 8: . Teknik analisa datanya menggunakan uji validitas dan reliabilitas,uji Korelasi, uji determinasi, uji Regresi dan Uji t. Diperoleh kesimpulan bahwa variabel pendidikan dan pelatihan memiliki hubungan yang kuat terhadapkemampuan berwirausaha dengan nilai korelasi . dengan nilai determinasinya sebesar 0. yang menunjukan adanya pengaruh sedang antara pendidikan dan pelatihan terhadap kemampuan berwirausaha. Hasil uji korelasi didukung oleh hasil uji hipotesis melalui uji t dengan nilai t hitung sebesar 6,599> t tabel sebesar 2,002 hal ini menunjukan bahwa H0 ditolak dan menerima Ha artinya bahwa terdapat pengaruh yang kuat antara pendidikan dan pelatihan terhadap kemampuan berwirausaha pada Mitra Binaan KADIN Wilayah Jakarta Timur. Kata Kunci : Pendidikan dan Pelatihan. Kemampuan Berwirausaha PENDAHULUAN Latar belakang Keterpurukan perekonomian Indonesia sejak pendidikan tinggi Indonesia pada realitas bahwa hanya sedikit lulusan perguruan tinggi yang (Entrepreneurshi. Perguruan Tinggi merupakan suatu wadah yang digunakan untuk pengembangan Research and Development (R & D) serta tempat penyemaian sumber daya manusia baru untuk menghasilkan generasi yang mempunyai intelektualitas, kompetensi sesuai bidangnya dan berkepribadian. Tingkat pengangguran di Indonesia pada tahun 2007 sudah over supply yaitu 40 juta penganggur sebesar 29,64 juta orang dan pengangguran terbuka sebanyak 10. Jumlah pengangguran terbuka yang berpendikan tinggi sebanyak 740. 206 orang atau 7,02 persen dan setiap tahun bertambah ada 2 juta sampai 3 juta pencari kerja baru lulusan sekolah termasuk lulusan perguruan Mereka umumnya merupaka angkatan kerja produktif. Berbagai cara telah dilakukan pemerintah untuk mengurangi pengangguran, antara lain dengan perekrutan sekitar 200 ribu Calon Pegawai Negeri Sipil (PNS) setiap tahunnya sampai tahun 2009, penciptaan usaha baru ataupun industri. Dalam menyediakan lapangan kerja bagi lulusan perguruan tinggirelatif sangat sulit. Pada umumnya mereka lebih dipersiapkan menjadi pencari kerja daripada menjadi pencipta lapangan kerja. Sementara minat untuk berwirausaha masih sangat rendah. Kondisi ini dapat dijadikan refleksi dan acuan bagi perguruan tinggi untuk mendorong melaksanakan suatu program yang berfokus pada kemampuan berwirausaha dalam rangka melengkapi budaya cendekia yang menguasai sains dan teknologinya berbasis kewirausahaan. Kewirausahaan (Entrepreneurshi. sebaiknya ditumbuhkan untuk mendorong terciptanya suatu masyarakat sejahtera. Penumbuhan yang efektif memerlukan sinergisitas diantara pelaku maupun stakeholder-nya, baik melalui regulasi, pendidikan maupun penyediaan fasilitasfasilitas yang diperlukan untuk peningkatan usaha kecil menengah. Jurnal Administrasi dan Manajemen Vol. No. Juni 2015 Dalam kurun waktu lima tahun yang lalu . Pemerintah telah menargetkan untuk mencetak sebanyak enam juta wirausaha baru. Langkah-Langkah yang ditempuh untuk mencapai target tersebut adalah melalui 3 . jalur yang meliputi : . jalur pendidikan, . Kamar Dagang Dan Industri sebagai wadah pembinaan untuk meningkatkan kemampuan profesi pengusaha Nasional dan sebagai Wadah Penyaluran Aspirasi dalam rangka keikutsertaannya dalam pelaksanaan pembangunan ekonomi nasional berdasarkan demokrasi ekonomi sesuai dengan pasal 33 UUD 1945. (UU No. 1 Tahun 1987 . Tentang KADIN ) Selaras dengan hal tersebut Kadin DKI Jakarta yang berkedudukan di Provinsi DKI Jakarta, memiliki perhatian dan bertanggungjawab kewirausahaan baik kecil maupun menengah di DKI Jakarta. Dewan Pengurus Kadin DKI Jakarta sebagai perangkat organisasi tertinggi di tingkat DKI Jakarta telah menerapkan beberapa kebijakan dan visi Ae misi tentang hal tersebut yang tertuang dalam Jakarta Service City. Untuk menjabarkan Jakarta Service City KADIN Provinsi DKI Jakarta telah membentuk kelompok kerja dan telah berhasil merumuskan 5 . pilar Jakarta Service City, yaitu : . Kewirausahaan focus padaIndustri Kreatif, . Pembiayaan Usaha, . Pariwisata Kota, . Reformasi Birokrasi, . Infrastruktur Berkualitas Dunia. Upaya yang terus dilakukan oleh Kadin dalam mendorong kemampuan berwirausaha adalah pelatihanantara lain : pelatihan interprenuer . , sosialisasi tentang larangan, pembatasan tentang eksport import, pelatihan dan sosialisasi tersebut dikhususkan kepada anggota maupun calon anggota baik yang telah terdaftar maupun yang belum terdaftar menjadi anggota Kadin. Dalam pendidikan/pelatihanterdapat kendala dilapangan, yaitu kurangnya informasi tentang program pelatihan kewirausahaan, mengakibatkan setiap pelatihan dilaksanakan peserta yang hadir tidaksesuai dengan harapan ISSN : 1693-6876 yang diinginkan, hal ini mungkin disebabkan promosi yang kurang menarik yang dilakukan oleh KADIN itu sendiri. Selain itu pelaksanaan program diklat yang dilaksanakan belum dapat memberikan nilai tambah/ nilai motivasi bagi para peserta, dapat dilihat belum adanya peningkatan yang berarti bagi para pengusaha mikro dan menengah. Hal ini dikarenakan kurang adanya pemahaman bagi para pengurus maupun karyawan KADIN terhadap kebutuhan anggota KADIN yang berhubungan dengan Selain kendala tersebut diatas, sering ditemui kendala teknis dilapangan, dimana masih banyak anggota KADIN yang memiliki alamat tidak jelas, sehingga ketika dilakukan pemberitahuan pelaksanaan pelatihan, surat tersebut dikembalikan kepada pengurus KADINWilayah Jakarta Timur. Berbicara tentang pengembangan sumberdaya manusia, tidak mungkin dilepaskan dari pembicaraan tentang kebijaksanaan pendidikan dan pelatihan SDM. Itu berlaku baik pada instansi pemerintah . ntuk SDM Aparatur Pemerinta. maupun instansi swasta (Soedjadi, 2000 : . Menurut Hani Handoko . 8 : . tujuan utama program pelatihan dan pengembangan sumberdaya manusia Dalam melaksanakan pelatihan Menurut Handoko . ada beberapa faktor yang berperan dan perlu dipertimbangkan untuk menjalankan pelatihan, . Tujuan pelatihan. Materi program yang dibuat. Jadwal pelatihan. Kemampuan dan preferensi instruktur . Metode pelatihan. Fasilitas, lingkungan yang menunjang. UMKM di Indonesia memiliki karakteristik yang hampir seragam. Menurut Kuncoro . ada empat karakteristik yang dimiliki oleh kebanyakan UMKM di Indonesia Badan Pusat Statistik (BPS). Keputusan Menteri Keuangan No 316/KMK. 016/1994 tanggal 27 Juni 1994, dan UU No. 20 Tahun 2008. Definisi UKM yang disampaikan berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. METODE penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, dengan teknik sampel yang dipakai Jurnal Administrasi dan Manajemen Vol. No. Juni 2015 Populasi dan Sampel Populasi Anggota KADIN DKI wilayah Jakarta Timur. Yang berjumlah kurang lebih 700 anggota . husus usaha mikro menenga. Sampel Jumlah responden yang akan dijadikan sampel dalam penelitian ini ditetapkan berjumlah 70 responden, dengan penetapan ukuran sampel secara random . Jumlah sampel sebanyak 70 responden ini telah memenuhi konsep keterwakilan, karena seperti diutarakan oleh Prof. Dr. Sugiyono . 8: . minimal jumlah sampel adalah 10-20% dari anggota populasi Tehnik Pengumpulan Data pengumpulan data untuk penelitian ini dengan:a. StudyPustaka(Library researc. data skunder dengan cara mempelajari bukubuku, artikel, majalah dan media cetak lain yang membahas permasalahan ini. Metode survey (Field researc. data primer, data/informasi di peroleh melalui: Wawancara (Intervie. langsung dengan pejabat berwenang pada KADIN DKI Wilayah Jakarta Timur. Pengamatan (Observas. Mengamati langsung pelaksanaan Program Kewirausahaan yang diselenggarakan oleh KADIN Provinsi DKI Jakarta . Kuesioner (Questione. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskripsi Data Penelitian Sejarah Singkat Perusahaan Kamar Dagang dan Industri (Kadi. adalah suatu wadah bagi pengusaha Indonesia dan merupakan induk organisasi dari Organisasi Perusahaan dan Organisasi Pengusaha yang berperan aktif sebagai mitra Pemerintah dalam bidang perekonomian. Kadin bersifat mandiri, bukan organisasi pemerintah dan bukan organisasi politik serta dalam melakukan kegiatannya tidak mencari Kadin secara nasional dibentuk pada tanggal 24 September 1968 dan ditetapkan sebagai satusatunya wadah bagi para pengusaha berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987 Tentang Kamar Dagang dan Industridan Keputusan Presiden RI Nomor 97 tahun 1996 Bab I Pasal 1 huruf . KADIN dinyatakan sebagai wadah bagi Pengusaha Indonesia yang ISSN : 1693-6876 bergerak di bidang perekonomian. Kamar Dagang dan Industri (KADIN) merupakan wadah pembinaan profesi dan penyaluran aspirasi, serta sarana memperjuangkan kepentingan dunia usaha dalam keikutsertaan pada pelaksanaan Pembangunan Nasional. Dengan adanya Undang-Undang tersebut ditetapkan adanya satu Kamar Dagang dan Industri yang merupakan Wadah bagi Pengusaha Indonesia, baik yang tidak bergabung maupun yang telah bergabung Organisasi Pengusaha dan/atau Organisasi Perusahaanjuga merupakan Induk Organisasi Perusahaan seperti : Asosiasi. Gabungan. Himpunan. Ikatan. Dewan Bisnis. Dewan Kerjasama Bisnis atau nama apapun yang serupa. Kadin bertujuan mewujudkan dunia usaha nasional yang kuat, berdaya cipta dan berdaya saing tinggi, dalam wadah Kadin yang profesional diseluruh tingkat dengan : Membina kemampuan, kegiatan dan kepentingan pengusaha Indonesia, serta memadukan secara seimbang keterkaitan antar potensi ekonomi nasional di bidang usaha negara, usaha koperasi dan usaha swasta, antar sektor dan antar skala, dalam rangka mewujudkan kehidupan ekonomi dan dunia usaha nasional yang sehat dan tertib berdasarkan Pasal 33 Undang-Undang Dasar Mencipkan dan mengembangkan iklim dunia usaha yang kondusif, bersih dan transparan yang memungkinkan keikutsertaan yang seluas-luasnya bagi pengusaha Indonesia sehingga dapat berperan serta secara efektif dalam pembangunan nasional dalam tatanan ekonomi pasar dalam percaturan perekonomian KADIN juga merupakan sarana komunikasi antar pengusaha Indonesia, antara pengusaha Indonesia dengan pengusaha Asing serta antara pengusaha Indonesia dengan Pemerintah dalam mengupayakan terciptanya iklim usaha yang kondusif, sehat dan dinamis serta sesuai dengan prinsip-prinsip Demokrasi Ekonomi yang berlandaskan Pancasila dan UUD RI 1945. Sesuai dengan pengertian tentang KADIN tersebut, maka tugas utama KADIN lebih terfokus untuk membina dan mengembangkan kemampuan, kegiatan dan kepentingan pengusaha Indonesia antara lain: Jurnal Administrasi dan Manajemen Vol. No. Juni 2015 A Pelayanan informasi bagi dunia usaha dan masyarakat dalam rangka pengembangan dunia Usaha Nasional. A Advokasi bagi dunia usaha, khususnya bagi pengembangan Usaha Kecil. Menengah dan Koperasi. A Pengembangan potensi dunia usaha dan pengusaha nasional. Untuk melaksanakan ketiga tugas tersebut. KADIN DKI Jakarta menetapkan berbagai kebijakan jangka pendek, menengah dan panjang serta menjabarkannya ke dalam program kerja tahunan yang menyentuh langsung kepada kepentingan dunia usaha, sehingga pada akhirnya dapat menciptakan dan mengembangkan iklim usaha dan dunia usaha yang memungkinkan terwujudnya keikutsertaan yang seluas-luasnya bagi pengusaha Indonesia, khususnya Jakarta dan berperan serta secara aktif dan efektif dalam pembangunan Nasional. Secara umum di berbagai belahan dunia. Kamar Dagang (Chamber of Commerc. adalah suatu bentuk jaringan bisnis yang bertujuan untuk memajukan kepentingan bisnis. Pemilik bisnis, membentuk dan memilih Dewan Direksi atau Dewan Eksekutif untuk menetapkan kebijakan bagi Kamar Dagang. Dewan tersebut kemudian merekrut seorang Direktur Utama. CEO atau Eksekutif, ditambah beberapa staf sesuai Kamar Dagang pertama didirikan pada tahun 1599 di Marseille. Perancis, 65 tahun kemudian dibentuk kamar dagang resmi, di Brugge. Belgia Kamar Dagang tertua di dunia yang berbahasa Inggris dibentuk di New York City pada tahun Jumlah anggota Kamar Dagang bisa puluhan perusahaan sampai lebih dari 300. isalnya Kamar Dagang dan Industri Pari. Beberapa Kamar Dagang di Cina melaporkan jumlah keanggotaan yang lebih Beberapa Kamar Dagang di dunia kemudian bergabung misalnya dalam Eurochambres. International Chamber of Commerce (ICC). Worldchambers atau American Chamber of Commerce Eksekutif. Saat ini, ada sekitar 000 Kamar Dagang telah didaftarkan secara resmi dalam jaringan Worldchambers, sehingga jaringan Kamar Dagang adalah jaringan bisnis global terbesar. Jaringan ini bersifat informal. ISSN : 1693-6876 dengan setiap Kamar Dagang lokal didirikan dan beroperasi secara terpisah, bukan sebagai satu bagian dari Kamar Dagang Negara. Pengujian Persyaratan Analisis Penyebaran dan Pengumpulan Kuesioner Penyebaran kuesioner yaitu disebarkan kepada 70 responden. Untuk Pengumpulan kuesioner serta persentasi jawaban yang tidak lengkap dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 4. Pengumpulan data Uraian Aktual Jumlah responden terpilih Jumlah kuesioner yang disebar Jumlah kuesioner yang dikembalikan . Pengisian tidak lengkap Jumlah Kuesioner yang diolah Jumlah Kuesioner yang diolah Persentase Sumber: Data diolah dari kuesioner Identitas Responden Tabel 4. 2: Identitas Responden . = . Berdasarkan Jenis Kelamin Statistics Jenis. Kelamin Valid Missing JENIS. KELAMIN Freq Valid uenc Perce Percen Cumulativ e Percent Valid LakiLaki Pere Total Sumber Data : Pengolahan Kuesioner dengan SPSS Jurnal Administrasi dan Manajemen Vol. No. Juni 2015 Gambar 4. Grafik Identitas Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Daritabel dan grafik di atas, mayoritas responden dari segi jenis kelamin adalah lakilaki sebanyak 64. 3%, sisa adalah perempuan hal ini menandakan bahwa wirausahawan lebih didominasi oleh laki-laki atau masih banyak wirausahawan perempuan yang belum ikut bergabung kedalam KADIN. Tabel 4. 3: Identitas Responden . = . Berdasarkan Usia Statistics Valid Missing USIA Valid Cumulati Freque Perce Perce nt Percent Valid < 46 Total ISSN : 1693-6876 Gambar 4. Grafik Identitas Responden Berdasarkan Usia Daritabel dan grafik di atas, mayoritas responden memiliki usia36-45 tahun sebanyak 7%, diikuti oleh responden dari kelompok usia 26-35 tahun sebanyak 30. 00%, > 46 tahun 6%, dan minoritas adalah dari kelompok usia lebih dari 17-25 tahun sebanyak data responden berdasarkan usia tersebut membuktikan bahwa masih sedikitnya minat generasi muda untuk berwirausaha. Tabel 4. 4: Identitas Responden . = . Berdasarkan Pendidikan Statistics Pendidikan N Valid Missing PENDIDIKAN Valid Cumulati Freque Percen Percen Percent Valid SLTP SLTA Total Sumber Data : Pengolahan Kuesioner dengan SPSS Sumber Data : Pengolahan Kuesioner dengan SPSS Jurnal Administrasi dan Manajemen Vol. No. Juni 2015 ISSN : 1693-6876 Tabel 4. Hasil Uji Validitas Instrumen Variabel X (DIKLAT) Gambar 4. Grafik Identitas Responden Berdasarkan Pendidikan Dari tabel dan grafik di atas, mayoritas responden memiliki tingkat pendidikan SLTA S1masing-masing 00%, dan minoritas berpendidikan SLTP sebanyak 7. hal ini menandakan bahwa wirausahawan kita harus terus meningkatkan kemampuan skill mereka dalam segi pendidikan, sehingga akan dapat meningkatkan pola pikir atau cara berfikir yang lebih maju, dan dapat bersaing wirausahawan dari luar negeri. Pengujian Hipotesis dan Pembahasan Uji Validitas Instrumen Uji Validitas instrumen digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu Perhitungan korelasi dilakukan dengan menggunakan bantuan software SPSS. Kriteria pengujian validitas: r hitung> r tabel = Valid r hitung< r tabel = Drop Di bawah ini rekapitulasi hasil uji validitas dari seluruh instrumen penelitian yang diujikan kepada 70 responden Butir Pertanyaan r hitung r tabel Keterangan 0,387 0,547 0,750 0,592 0,664 0,675 0,144 0,641 0,576 0,668 0,437 0,752 0,407 0,402 0,594 0,426 0,588 0,208 0,205 0,163 0,334 0,231 0,417 0,482 0,359 0,466 0,258 0,463 0,604 0,560 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Drop Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Drop Drop Drop Valid Drop Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : Output SPSS Dari uji validitas 30 pernyataan kuesioner variabel X (Pendidikan dan Pelatiha. di atas, terlihat bahwa ada 5 butir pernyataan yang drop karena nilai r hitungnya lebih kecil dibandingkan nilai r tabel, yaitu butir pertanyaan nomer 7,18,19,20, dan 22. Ke lima butir pernyataan tersebut tidak dapat dijadikan sebagai alat ukur Variabel X (Pendidikan dan Pelatiha. dan tidak diikut sertakan pada perhitungnya selanjutnya. Sisa butir pertanyaan yang dapat dijadikan sebagai alat ukur berjumlah 25 butir, dan ke 25 butir pernyataan tersebut adalah valid. Pernyataan kuesioner dikatakan valid artinya kuesioner mampu dijadikan sebagai alat ukur dari variabel yang Jurnal Administrasi dan Manajemen Vol. No. Juni 2015 ISSN : 1693-6876 Tabel 4. Hasil Uji Validitas Instrumen Variabel Y (Kemampuan Berwirausah. Butir Pertanyaan r hitung r tabel Keterangan . Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Drop Drop Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : Output SPSS Dari uji validitas 30 pernyataan kuesioner variabel Y (Kemampuan Berwirausah. di atas, terlihat bahwa ada 5 butir pernyataan yang drop karena nilai r hitungnya lebih kecil dibandingkan nilai r tabel, yaitu butir pertanyaan nomer 11,12,28,29, dan 30. Ke lima butir pernyataan tersebut tidak dapat dijadikan sebagai alat ukur variabel Y (Kemampuan Berwirausah. dan tidak diikut sertakan pada perhitungnya selanjutnya. Sisa butir pertanyaan yang dapat dijadikan sebagai alat ukur berjumlah 25 butir, dan ke 25 butir pernyataan tersebut adalah valid. Pernyataan kuesioner dikatakan valid artinya kuesioner mampu dijadikan sebagai alat ukur dari variabel yang Uji Reliabilitas Variabel Untuk melihat andal atau tidaknya variabel dapat dilakukan uji keandalan dengan melihat pada nilai Cronbach Alpha. Variabel dikatakan andal jika nilai Cronbach Alpha lebih dari 0,60. Tabel 4. Hasil Uji Reliabilitas Variabel X (Pendidikan dan Pelatiha. Case Processing Summary Cases Valid Excluded Total Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Sumber : Output SPSS Dari hasil uji reliabilitas 25 pernyataan untuk CronbachAosAlpha sebesar 0. Angka ini berada di atas 0. Dengan demikian bahwa pernyataan-pernyataan memenuhi syarat reliabilitas . Kuesioner yang handal artinya kuesioner akan menghasilkan hasil yang sama atau mendekati meskipun disebarkan berapa kalipun. Tabel 4. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Y (Kemampuan Berwirausah. Case Processing Summary Cases Valid Excluded Total Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Sumber : Output SPSS Dari hasil uji reliabilitas 25 pernyataan untuk CronbachAosAlpha sebesar 0. Angka ini Jurnal Administrasi dan Manajemen Vol. No. Juni 2015 berada di atas 0. Dengan demikian bahwa pernyataan-pernyataan memenuhi syarat reliabilitas . Kuesioner yang terandal artinya kuesioner akan menghasilkan hasil yang sama atau mendekati meskipun disebarkan berapa kalipun. Uji Korelasi Product Moment Berikutnya akan dilakukan uji korelasi Product Moment dari Pearson, digunakan untuk mengetahui tingkat hubungan di antara variabel-variabel penelitian. Dengan kata lain, untuk mengetahui berapa jumlah koefisien korelasi dari variabel terikat dapat diterangkan oleh variasi variabel bebas, serta untuk mengetahui tingkat hubungan yang ada antara variabel X dan Y (Sugiyono, 2006:. Tabel 4. 9Hasil Uji Korelasi Antara Pendidikan dan Pelatihan (X) dengan Kemampuan Berwirausaha (Y) Correlations KEMAMPUAN BERWIRAUSAH DIKLAT DIKLAT Pearson Correlati Sig. KEMAM Pearson PUAN Correlati BERWIR on AUSAHA Sig. ISSN : 1693-6876 Untuk mengetahui seberapa besar variablevariabel bebas dapat menjelaskan variable terikat, maka dapat dilihat dari nilai determinasinya (R Squar. seperti dibawah ini : Model Summary Mod Adjuste Std. Error of the Square Square Estimate Predictors: (Constan. DIKLAT Dari hasil perhitungan diatas dapat disimpulkan bahwa kontribusi variable pendidikan dan pelatihan terhadap kemampuan berwirausaha sebesar 39 % sedangkan sisanya 61% dipengaruhi oleh variable lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Uji Regresi dan Ujit atau Uji Hipotesis Dalam penelitian ini. Uji Regresi dan Uji-t digunakan untuk menguji apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Diketahui: H0: AuTidak terdapat pengaruh yang signifikan antara Pendidikandan Pelatihan terhadap Kemampuan Berwirausaha . : AuTerdapat pengaruh yang signifikan antara Pendidikandan Pelatihan terhadap Kemampuan Berwirausaha. " Kriteria H0 diterima jika nilai Sig (Probabilita. > 0. H0 ditolak jika nilai Sig (Probabilita. < 0. Atau H0 diterima jika nilai t hitung< dari nilia t tabel H0 ditolak jika nilai t hitung> dari nilia t tabel Berdasarkan hasil pengolahan data melalui SPSS dapat dilihat nilai Uji Regresi dan Uji t nya seperti tabel dibawah ini : **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Sumber : Output SPSS Dari hasil korelasi Product Moment dari Pearson di atas, maka dapat dijelaskan bahwa hubungan antar variabel Pendidikan dan Pelatihan (X) Kemampuan Berwirausaha (Y) memiliki nilai korelasi sebesar 625 angka ini berada diatas 0,60 dengan nilai signifikansi sebesar 0. Hal ini menunjukkan hubungan yang kuat dan positif antara variabel X (Pendidikan dan Pelatiha. terhadap variabel Y (Kemampuan Berwirausah. Jurnal Administrasi dan Manajemen Vol. No. Juni 2015 Tabel 4. Hasil Uji Regresi dan Uji t Coefficientsa Standar Unstandardi dized Coeffici Coefficients ents Model Std. Error 1 (Constan. DIKLAT Beta ISSN : 1693-6876 t tabel Sig. Dependent Variable: KEMAMPUAN BERWIRAUSAHA Sumber : Output SPSS Didapatkan persamaan regresi dari hasil perhitungan diatas adalah = 26. 646 0,655 X Nilai 26. 646 mempunyai arti bahwa jika Pendidikan dan Pelatihan tidak diberikan kepada anggota Kadinmaka kemampuan berwirausaha anggota Kadin hanya sebesar 646 persen secara konstan / tetap. Sebaliknya nilai Koefesien 0,655 memberikan gambaran bahwa apabila Pendidikan dan Pelatihan bagi anggota KADIN ditingkatkan sebesar 1 persen maka Kemampuan Berwirausaha anggota KADIN akan meningkat sebesar 0,655persen. Dari perhitungan uji t di atas diketahui: t hitung = 6. Nilai Sig. = 0. Karena Variabel Pendidikan dan Pelatihan memiliki nilai Sig . di bawah 0. Maka. H0 ditolak. Menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara Pendidikan Pelatihan Kemampuan Berwirausaha Anggota KADIN. Kesimpulan melalui SPSS sama hasilnya jika membandingkan hasil t hitung dengan t tabel ( = 05, n = 70, df = n - 2 = 70 - 2 = 68, t tabel = Jika dibandingkan dengan t tabel maka hasilnya sebagai berikut. t hitung= 6. 599>t tabel1. Dari perhitungan di atas, dapat dibuat kurva hipotesis sebagai berikut: Daerah Penolakan H0 . Daerah Penerimaan t tabel Daerah Penolakan H0 . Gambar 4. 5 Kurva Hipotesis KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dari hasil uji korelasi didapatkan nilai 625 angka ini berada diatas 0,60 dengan nilai signifikansi sebesar Hal ini menunjukkan hubungan yang kuat dan positif antara variabel X (Pendidikan dan Pelatiha. terhadap variabel Y (Kemampuan Berwirausah. Sedang dari hasil uji determinasi didapatkan nilai determinasi sebesar 0,39 artinya bahwa kontribusi variable pendidikan dan pelatihan terhadap kemampuan berwirausaha sebesar 39 % sedangkan sisanya 61% dipengaruhi oleh variable lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Hasil Uji Regresi Kinerja Karyawan Y = 9,948 0,680 X menunjukan bahwa nilai konstanta 646 mempunyai arti bawah jika Pendidikan dan Pelatihan tidak diberikan kepada anggota KADIN maka kemampuan berwirausahaan anggota kadin hanya 646 persen secara konstan/ Sebaliknya nilai Koefesien 0,655 memberikan gambaran apabila Pendidikan dan Pelatihan ditingkatkan sebesar 1 persen maka Kemampuan Berwirausaha anggota KADIN akan meningkat sebesar 0,655 Hasil Uji hipotesis menunjukan bahwa variabel X memiliki nilai t hitung= 6. 599> t maka H0 ditolak dan Ha diterimaberarti hipotesis yang menyatakan AuDiduga bahwa pendidikan dan pelatihan kemampuan berwirausaha diterima/terbukti Saran Ae saran Perlu dipertahankan dan terus ditingkatkan program pendidikan dan pelatihan anggota Jurnal Administrasi dan Manajemen Vol. No. Juni 2015 KADIN dalam peningkatan kemampuan berwirausaha sehinga para anggota mampu bersaing secara sehat baik kepada pesaing local maupun luar negeri. Selain itu dengan pertumbuhan bagi dunia usaha khususnya Usaha Kecil dan Menengah, dengan adanya pertumbuhan dunia usaha maka akan diikuti dengan penciptaan lapangan kerja baru dan akan mengurangi angka pengangguran. Perlu dilakukan evaluasi berkala . inimal setiap semeste. terhadap program dan disesuaikan dengan kebutuhan anggota KADIN, sehingga pelaksanaan pendidikan dan pelatihan menjadi tepat sasaran dan manfaatnya dapat dirasakan bagi para peserta diklat khususnya anggota KADIN Wilayah Jakarta Timur. DAFTAR PUSTAKA