Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) p-ISSN: 2797-2879, e-ISSN: 2797-2860 Volume 5, nomor 4, 2025, hal. Doi: https://doi. org/10. 53299/jppi. Pengembangan Bahan Bacaan Literasi Berbasis Kearifan Lokal Berbentuk Flipbook untuk Siswa Utama Widyalaya Astika Dharma I Komang Gede Selamet Kumara Priantara*. I Nengah Sueca. I Wayan Numertayasa ITP Markandeya Bali. Bangli. Indonesia *Coresponding Author: mangselamet67@gmail. Dikirim: 02-06-2025. Direvisi: 08-09-2025. Diterima: 09-09-2025 Abstrak: Penelitian ini berfokus pada pengembangan bahan bacaan literasi berbasis kearifan lokal berbentuk flipbook untuk siswa Utama Widyalaya Astika Dharma. Jenis penelitian ini adalah Pengembangan atau Research and Development (R&D), dengan model ADDIE. Penelitian ini dilaksanakan di Utama Widyalaya Astika Dharma. Subjek penelitian ini adalah dua validasi ahli pada aspek isi dan desain ilustrasi bahan bacaan literasi. Prosedur pengembangan bahan bacaan literasi berbasis kearifan lokal berbentuk flipbook terdiri atas empat langkah, yaitu analisis kebutuhan siswa dan guru, rancangan desain, tahap pengembangan bahan bacaan literasi, dan uji validitas. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu angket atau kuesioner dan wawancara. Data dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa dan guru membutuhkan bahan bacaan literasi yang sesuai dengan perkembangan zaman, relevan, interaktif, menarik, mengusung tema kearifan lokal, dan disajikan dalam format digital. Maka, dikembangkan novel berbasis kearifan lokal berbentuk flipbook untuk siswa Utama Widyalaya Astika Dharma, dan hasil validasi ahli pada aspek isi bahan bacaan literasi memperoleh skor 86 dengan persentase 95,5 yang termasuk dalam kategori AuSangat ValidAy. Sementara itu, hasil validasi ahli pada aspek desain ilustrasi bahan bacaan literasi, diperoleh skor sama, yaitu 86 dengan persentase 95,5, yang juga termasuk kategori AuSangat ValidAy. Hasil ini menunjukkan bahwa bahan bacaan literasi yang dikembangkan sangat layak digunakan sebagai bahan bacaan literasi untuk siswa di Utama Widyalaya Astika Dharma. Kata Kunci: Novel. Literasi. Kearifan Lokal. Flipbook Abstract: This research focuses on the development of literacy reading materials based on local wisdom in the form of a flipbook for the students of Utama Widyalaya Astika Dharma. The type of research used is Research and Development (R&D) with the ADDIE model. This study was conducted at Utama Widyalaya Astika Dharma. The research subjects consist of two expert validators assessing the content and illustration design aspects of the literacy reading materials. The development procedure of the literacy reading materials based on local wisdom in the form of a flipbook consists of four stages: needs analysis of students and teachers, design planning, development of the literacy reading materials, and validity testing. Data collection techniques employed were questionnaires and interviews, while the data were analyzed using descriptive statistical techniques. The results of this study indicate that students and teachers require literacy reading materials that are up-to-date, relevant, interactive, engaging, highlight local wisdom themes, and are presented in digital format. Therefore, a local wisdom-based novel in the form of a flipbook was developed for the students of Utama Widyalaya Astika Dharma. The results of expert validation on the content aspect of the literacy reading materials obtained a score of 86 with a percentage of 95. which falls into the AuHighly ValidAy category. Similarly, the results of expert validation on the illustration design aspect also obtained a score of 86 with a percentage of 95. 5, which is likewise categorized as AuHighly Valid. Ay These results demonstrate that the developed literacy reading materials are highly suitable for use as literacy resources for students at Utama Widyalaya Astika Dharma. @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Priantara dkk. Pengembangan Bahan Bacaan Literasi Berbasis KearifanA Keywords: Novel. Literacy. Local Wisdom. Flipbook PENDAHULUAN Kemampuan literasi merupakan salah satu aspek krusial yang harus dimiliki setiap orang. Literasi tidak terbatas pada keterampilan membaca dan menulis saja, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, menganalisis, serta mengaplikasikan informasi dari berbagai sumber. Hal ini sejalan dengan pendapat Oktariani & Ekadiansyah . yang menyatakan bahwa literasi merupakan kemampuan seseorang menggunakan keterampilan dan potensi dalam mengelola serta mendalami sebuah informasi dari aktivitas membaca dan menulis. Lebih lanjut. Farnita dkk. juga menambahkan bahwa kegiatan literasi menjadi aspek fundamental yang harus diperhatikan mengingat literasi menjadi salah satu kemampuan dasar yang perlu dikuasai setiap orang untuk menghadapi kehidupan di masa depan. Pada era digital saat ini, literasi tidak lagi terbatas pada media cetak, melainkan dapat meluas sampai ke bentuk digital. Hal ini menuntut adanya penguasaan literasi, yang mencakup kemampuan menggunakan teknologi dan perangkat digital untuk mengakses, memahami, dan memanfaatkan informasi secara efektif. Tingkat literasi di Indonesia masih tergolong rendah. Hal ini didasarkan pada hasil studi PISA (Programme Internasional for Student Assesmen. tahun 2022, yang diselenggarakan oleh Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) Indonesia, menunjukkan bahwa tingkat kemampuan membaca siswa usia 15 tahun di Indonesia berada pada peringkat keenam di Asia Tenggara. Skor rata-rata kemampuan membaca siswa di Indonesia adalah 359 poin, bahkan lebih rendah dibandingkan dengan Singapura. Vietnam. Brunei Darussalam, dan Malaysia. Tingkat literasi masyarakat Indonesia di wilayah Asia Tenggara juga masih tertinggal dibandingkan beberapa negara lainnya (Nasrullah & Asmarini, 2. Berdasarkan hal ini, dapat dikatakan bahwa minat literasi, terutama kemampuan membaca siswa di Indonesia, khususnya siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) masih rendah. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya, bahan bacaan literasi yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan siswa masih terbatas, serta minimnya fasilitas penunjang literasi di lingkungan sekolah, serta rendahnya budaya membaca di kalangan siswa. Literasi berperan penting dalam membentuk kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan analitis siswa, yang menjadi landasan utama dalam menciptakan sumber daya manusia unggul di tingkat global (Bibri, 2. Hal ini sejalan dengan temuan Numertayasa & Dewi . yang menjelaskan bahwa literasi tidak hanya sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Lebih lanjut. Nasrullah & Asmarini . menambahkan bahwa melalui buku bacaan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis sekaligus kreativitas dan inovasi. Berdasarkan hal ini, bahan bacaan berbasis kearifan lokal yang dikombinasikan dengan teknologi digital berpotensi besar meningkatkan minat baca karena mengandung nilai budaya dan sosial yang relevan dengan kehidupan Namun, ketersediaan bahan bacaan kearifan lokal dalam format digital masih sangat terbatas, sehingga perlu dikembangkan lebih lanjut sesuai kebutuhan abad ke21. Literasi yang rendah dapat ditingkatkan dengan pemanfaatan teknologi, seperti internet dan berbagai perangkat digital lainnya (Permatasari et al. , 2. Berdasarkan hal ini, perkembangan teknologi sejatinya dapat dimanfaatkan untuk @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Priantara dkk. Pengembangan Bahan Bacaan Literasi Berbasis KearifanA meningkatkan minat dan keterampilan literasi siswa melalui media interaktif yang dikembangkan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada, seperti Media interaktif seperti flipbook dapat digunakan untuk menyajikan bahan bacaan yang menarik secara visual dan mudah diakses, sehingga dapat meningkatkan daya tarik siswa terhadap aktivitas membaca. Flipbook adalah media digital interaktif yang menampilkan unsur multimedia dalam format digital yang mendorong pengguna menjadi lebih aktif (Sari & Ahmad. Selain itu. Masitoh . juga menjelaskan bahwa flipbook merupakan buku digital yang dirancang menarik dengan menyajikan teks, gambar, suara, dan video untuk meningkatkan pemahaman serta antusiasme siswa dalam pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut, dapat dikatakan bahwa flipbook adalah media digital interaktif yang menggabungkan teks, gambar, suara, dan video secara terstruktur untuk meningkatkan keterlibatan pengguna. Media inovatif ini fleksibel dan mudah diakses, efektif untuk menyajikan cerita berbasis kearifan lokal dengan nilai moral dan budaya melalui narasi, ilustrasi, dan multimedia. Penyajian cerita dalam bentuk flipbook diharapkan menarik minat baca siswa, memperkuat pemahaman budaya, serta meningkatkan kecintaan terhadap kearifan lokal sekaligus keterampilan literasi mereka secara interaktif. Kearifan lokal adalah pengetahuan, pandangan hidup, dan strategi yang diterapkan masyarakat setempat. Kearifan lokal berlandaskan nilai-nilai kebaikan, dan kebijaksanaan yang diwariskan secara turun-temurun dan dijaga keberlangsungannya dalam suatu komunitas di wilayah tertentu (Njatrijani, 2. Cerita berbasis kearifan lokal, seperti cerita rakyat dan cerita lisan merupakan salah satu elemen kearifan lokal dalam bahasa dan sastra. Menurut Sueca & Rusmiati . menjelaskan bahwa cerita berbasis kearifan lokal merupakan sarana yang sangat efektif untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya dan tradisi lokal sekaligus meningkatkan keterampilan literasi. Banyak cerita lokal diwariskan secara lisan sebagai media pendidikan dan hiburan yang mengandung nilai moral, budaya, dan Penggunaan cerita tersebut dalam bentuk flipbook diharapkan dapat menumbuhkan minat baca, keterampilan literasi, serta menanamkan nilai budaya pada siswa Utama Widyalaya Astika Dharma. Utama Widyalaya Astika Dharma merupakan Sekolah Menengah Atas (SMA) hindu yang menerapkan pendidikan berbasis nilai-nilai spiritual dan budaya lokal Bali. Sekolah ini tidak hanya mengajarkan mata pelajaran umum, tetapi juga menekankan pentingnya pelestarian budaya dan kearifan lokal dalam proses Sebagai sekolah yang berakar pada budaya Hindu Bali. Utama Widyalaya Astika Dharma berusaha mengintegrasikan nilai-nilai moral, etika, dan spiritual dalam pendidikan, sehingga siswa dapat tumbuh menjadi individu yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan menghargai warisan Meski telah tersedia beberapa buku cetak yang membahas kearifan lokal, bahan bacaan yang sesuai untuk siswa masih terbatas dari segi format penyajian. Hal ini, membuat siswa lebih cenderung merasa jenuh karena membaca jenis bacaan yang monoton. Hasil observasi awal dan wawancara yang di Utama Widyalaya Astika Dharma ditemukan bahwa keterampilan literasi siswa masih rendah. Hasil observasi menunjukkan bahwa sekolah ini juga menerapkan gerakan literasi sekolah, namun kegiatan ini masih belum optimal. Hal ini disebabkan oleh bahan bacaan cetak yang minim dan kurangnya ketertarikan siswa dalam membaca bahan bacaan di sekolah @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Priantara dkk. Pengembangan Bahan Bacaan Literasi Berbasis KearifanA sehingga kegiatan literasi masih belum berjalan dengan signifikan. Guru dan siswa juga menyebutkan bahwa siswa memerlukan media literasi relevan dan menarik yang sesuai dengan perkembangan zaman, namun mengandung pembelajaran yang bermanfaat bagi siswa. Perubahan preferensi siswa terhadap konten yang lebih interaktif dan berbasis teknologi menunjukkan adanya kebutuhan untuk mengembangkan bahan bacaan literasi yang lebih sesuai dengan kebiasaan dan minat Hal ini menunjukkan bahwa pentingnya mengembangkan media literasi yang lebih relevan dan menarik bagi siswa. Meski siswa dan guru mulai terbiasa dengan teknologi, bahan bacaan digital berbasis kearifan lokal masih minim. Kekurangan buku cetak dan rendahnya minat baca menandakan metode konvensional kurang efektif. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan bahan bacaan berbasis kearifan lokal dalam bentuk flipbook yang interaktif, guna meningkatkan minat dan keterlibatan siswa dalam literasi. Sejumlah penelitian relevan telah dilakukan terkait pengembangan bahan bacaan literasi berbasis cerita kearifan lokal berbentuk flipbook. Pertama, penelitian yang ditulis oleh Darma & Astuti . dalam penelitiannya yang berjudul AuSatua Bali Digital : Sebuah Pengembangan Bahan Bacaan Literasi Berbasis Self Directed Learning Berbentuk Media Flip PdfAy menunjukkan bahwa mengembangkan Satua Bali Digital dalam format flip PDF yang mendukung pembelajaran mandiri, menunjukkan kebutuhan siswa dan guru akan bahan bacaan digital, serta hasil validasi produk yang sangat baik. Kedua, hasil penelitian yang ditulis oleh Dewi et . dalam penelitiannya yang berjudul AuPengembangan Bahan Bacaan Literasi Kelas Rendah dengan Memanfaatkan Cerita Folklor BaliAy menunjukkan bahwa mengembangkan bahan bacaan literasi untuk kelas rendah menggunakan cerita folklor Bali, yang juga terbukti sangat valid untuk mendukung Gerakan Literasi Sekolah. Ketiga, penelitian yang ditulis oleh Sari . dalam penelitiannya yang berjudul AuPengembangan Buku Cerita Bergambar Berbasis Cerita berbasis kearifan lokal Tapa Malenggang sebagai Media Literasi untuk Peserta Didik Kelas i Sekolah DasarAy menunjukkan hasil bahwa mengembangkan buku cerita bergambar berbasis cerita lokal Tapa Malenggang, yang dinyatakan sangat valid dan sangat praktis berdasarkan hasil validasi dan uji coba. Ketiga penelitian ini memiliki kesamaan dalam pemanfaatan cerita berbasis kearifan lokal sebagai bahan bacaan literasi, namun penelitian saat ini menawarkan pembaruan dengan mengembangkan novel berbentuk flipbook untuk pembaca jenjang madya, yaitu siswa sekolah menengah atas. Penelitian ini berfokus pada pengembangan bahan bacaan literasi berbasis kearifan lokal berbentuk flipbook untuk siswa Utama Widyalaya Astika Dharma. Hal ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan kurangnya bahan bacaan cetak sekaligus memenuhi kebutuhan siswa dan guru terkait bahan bacaan relevan berbasis kearifan lokal di Utama Widyalaya Astika Dharma. Saat ini, banyak siswa lebih akrab dengan bahan bacaan modern atau bacaan dengan basis teknologi digital yang kurang mencerminkan budaya dan identitas lokal. Selain itu, penggunaan flipbook dipilih karena dapat meningkatkan daya tarik siswa dalam membaca melalui penyajian bahan bacaan yang interaktif, menarik, dan mudah diakses. Pemanfaatan cerita berbasis kearifan lokal yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa, diharapkan bahan bacaan ini tidak hanya mampu mengatasi keterbatasan bahan bacaan cetak, tetapi juga membangun rasa cinta terhadap budaya lokal serta mendorong kreativitas dalam memahami dan menceritakan kembali cerita-cerita tersebut. Kolaborasi @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Priantara dkk. Pengembangan Bahan Bacaan Literasi Berbasis KearifanA kearifan lokal dan pemanfaatan teknologi seperti flipbook dalam penyampaian cerita berbasis kearifan lokal diharapkan dapat mengembangkan bahan bacaan yang lebih interaktif dan menyenangkan, sehingga literasi menjadi kegiatan yang lebih mudah diterima dan diaplikasikan oleh siswa. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah Pengembangan atau Research and Development (R&D). Menurut Winaryati dkk. menjelaskan bahwa Research and Development (R&D), merupakan proses konsepsi dan penerapan ide untuk menciptakan atau menyempurnakan produk baru. Pada penelitian ini menggunakan model ADDIE. Menurut Winaryati dkk. menyatakan bahwa model ADDIE (Analysis. Design. Development. Implementation. Evaluatio. merupakan tahapan panduan yang digunakan menciptakan pembelajaran efektif dan memperoleh hasil Namun, penelitian ini hanya dibatasi sampai tahap pengembangan . evelopment phas. dan uji validitas. Maka, hasil penelitian ini akan berfokus pada evaluasi terhadap prototipe bahan bacaan literasi yang telah dikembangkan. Penelitian ini tidak melanjutkan ke tahap implementasi . mplementation phas. atau uji coba efektivitas bahan bacaan literasi pada siswa di kelas. Penelitian ini akan berfokus pada pengembangan prototipe bahan bacaan literasi berbasis kearifan lokal berbentuk flipbook, uji validasi ahli isi dan desain ilustrasi untuk menilai kelayakan serta kesesuaian prototipe bahan bacaan literasi. Penelitian ini dilaksanakan di Utama Widyalaya Astika Dharma, yang berada di Desa Pempatan. Kecamatan Rendang. Kabupaten Karangasem. Provinsi Bali. Subjek penelitian ini adalah dua ahli pada aspek isi dan desain ilustrasi bahan bacaan Objek penelitian ini adalah pengembangan bahan bacaan literasi berbasis kearifan lokal berbentuk flipbook untuk siswa Utama Widyalaya Astika Dharma. Prosedur pengembangan bahan bacaan literasi berbasis kearifan lokal berbentuk flipbook terdiri dari 4 langkah, yaitu . Analisis Kebutuhan Siswa dan Guru, . Rancangan Desain, . Tahap Pengembangan Bahan Bacaan Literasi, dan . Uji Validitas. Pada uji validitas dilakukan untuk mengetahui tingkat kelayakan dan kesesuaian standar, baik dari segi isi bahan bacaan maupun ilustrasi bahan bacaan, sebelum diuji coba pada siswa. Uji validasi ini akan dilakukan oleh 2 ahli pada aspek ahli isi bahan bacaan dan ahli desain bahan bacaan. Hasil validasi ahli ini akan dianalisis melalui rumus validasi data yang diadaptasi dari Nurkancana . Rumus ini digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari instrumen angket tertutup validasi bahan bacaan. Rumus validasi data ini dijabarkan pada Tabel 1. Tabel 1. Tingkat Ketepatan Validasi Bahan Bacaan Literasi (Nurkancana, 2. Skor x Ou Mi 1,5 Sdi Mi 0,5 Sdi O x < Mi 1,5 Sdi Mi - 0,5 Sdi O x < Mi 0,5 Sdi Mi - 1,5 Sdi O x < Mi - 0,5 Sdi x < Mi - 1,5 Sdi Kategori Sangat Valid Valid Cukup Valid Kurang Valid Tidak Valid Keterangan: : jumlah skor validasi ahli : . kor tertinggi ideal skor terendah idea. x 2 @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Priantara dkk. Pengembangan Bahan Bacaan Literasi Berbasis KearifanA Sdi Sdi : . kor tertinggi ideal skor terendah idea. x 6 : mean ideal : standar deviasi ideal Berdasarkan keterangan di atas, dapat dikatakan bahwa skor tertinggi ideal dalam uji validasi bahan bacaan literasi adalah 90. Sementara itu, skor terendah ideal dalam uji validasi bahan bacaan literasi adalah 18. Berdasarkan hal ini, maka dapat dirumuskan hasil perhitungan skor tertinggi ideal dan skor terendah ideal dalam tingkat ketepatan validasi bahan bacaan literasi pada tabel berikut. Tabel 2. Tingkat Angka Ketepatan Validasi Bahan Bacaan Literasi Skor x Ou 81 63 O x < 81 45 O x < 63 27 O x < 45 x < 27 Kategori Sangat Valid Valid Cukup Valid Kurang Valid Tidak Valid Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini, yaitu . angket atau kuesioner dan . Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini, yaitu analisis statistik deskriptif. Hikmawati . menjelaskan bahwa analisis statistik deskriptif merupakan jenis statistik yang digunakan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan data yang telah terkumpul sesuai kondisi asli tanpa menarik kesimpulan umum. Analisis statistik deskriptif digunakan untuk menganalisis data kuantitatif yang diperoleh dari uji validasi ahli. Teknik analisis ini juga diterapkan untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil kuesioner, wawancara, serta uji validitas. Analisis data ini digunakan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah didapatkan mengenai pengembangan bahan bacaan literasi berbasis kearifan lokal berbentuk flipbook untuk siswa Utama Widyalaya Astika Dharma. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bagian ini disajikan hasil penelitian dan pembahasan yang diperoleh berdasarkan prosedur pengembangan model ADDIE yang dikemukakan oleh Winaryati dkk. , yaitu . analisis kebutuhan siswa dan guru, . rancangan desain, . tahap pengembangan bahan bacaan, dan . uji validitas. Hasil penelitian ini terdiri atas . kebutuhan siswa dan guru terhadap bahan bacaan literasi di Utama Widyalaya Astika Dharma, . prototipe bahan bacaan literasi berbasis kearifan lokal berbentuk flipbook untuk siswa Utama Widyalaya Astika Dharma, . hasil validasi ahli bahan bacaan literasi berbasis kearifan lokal berbentuk flipbook untuk siswa Utama Widyalaya Astika Dharma. Berikut ini dijabarkan secara mendetail hasil dan pembahasan penelitian ini. Analisis Kebutuhan Siswa dan Guru terhadap Bahan Bacaan Literasi di Utama Widyalaya Astika Dharma Pada penelitian ini, diawali dengan melakukan analisis kebutuhan siswa dan guru terhadap bahan bacaan literasi. menjadi landasan untuk menganalisis serta mengembangkan bahan bacaan literasi yang sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa sebagai target utama bahan bacaan ini. Hasil kuesioner yang dilakukan pada @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Priantara dkk. Pengembangan Bahan Bacaan Literasi Berbasis KearifanA siswa kelas X. XI, dan XII yang berjumlah 116 siswa di Utama Widyalaya Astika Dharma menunjukkan bahwa frekuensi membaca siswa bervariasi, dengan mayoritas . ,2%) membaca bahan bacaan sebanyak 3Ae4 kali dalam seminggu, sedangkan 34,5% membaca hanya sekali seminggu, dan 27,6% membaca tanpa keteraturan. Jenis bahan bacaan yang paling diminati adalah novel . ,9%), diikuti oleh komik . ,8%) dan cerpen . ,9%), sedangkan puisi memiliki peminat paling rendah . ,3%). Sumber bacaan sebagian besar diperoleh secara daring . ,9%), dengan sebagian kecil lainnya berasal dari perpustakaan sekolah . ,1%) dan toko buku . ,5%). Data ini mengindikasikan bahwa preferensi siswa sangat dipengaruhi oleh kemudahan akses serta daya tarik dari konten bacaan. Hasil kuesioner juga menunjukkan bahwa topik yang paling menarik minat siswa adalah kearifan lokal dan budaya . ,9%), diikuti oleh tema fiksi, lingkungan, dan teknologi, masing-masing sebesar 15,5%, sementara tema nonfiksi hanya diminati oleh 6% siswa. Format bacaan yang paling disukai adalah flipbook . ,8%), disusul buku cetak . ,9%) dan e-book . ,5%). Dalam hal desain dan tampilan bahan bacaan, 39,7% siswa memilih buku dengan tampilan gambar, 26,7% menyukai kombinasi isi bermakna dan visual interaktif, sementara 25% siswa tidak mempermasalahkan desain asalkan isi menarik. Preferensi ini menunjukkan kecenderungan siswa terhadap bahan bacaan yang tidak hanya informatif, tetapi juga visual dan kontekstual. Selanjutnya, mayoritas siswa . ,8%) menganggap bahan bacaan sangat penting dalam meningkatkan keterampilan literasi mereka. Sebanyak 90,5% merasa bahwa bahan bacaan yang tersedia saat ini telah memenuhi kebutuhan mereka, meskipun masih terdapat tantangan dalam menumbuhkan budaya membaca. Hambatan yang dihadapi antara lain adalah isi bacaan yang kurang menarik, terlalu panjang, dan tidak interaktif. Selain itu, distraksi dari penggunaan smartphone dan media sosial turut menjadi faktor penurunan minat baca. Oleh karena itu, siswa menyarankan agar pihak sekolah menyediakan bahan bacaan yang lebih menarik, interaktif, berbasis digital, serta relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari. Lebih lanjut, pada penelitian ini juga dilakukan analisis kebutuhan guru terhadap bahan bacaan literasi untuk mengidentifikasi kebutuhan siswa terkait bahan bacaan literasi secara mendalam dari pandangan guru, yang dilakukan melalui wawancara tertulis. Hasil wawancara terhadap 8 guru menunjukkan bahwa mayoritas guru menyatakan minat baca siswa secara umum masih tergolong rendah. Salah satu guru mengungkapkan bahwa hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah ketidaksesuaian antara karakteristik bahan bacaan yang tersedia dengan minat dan preferensi siswa. Guru sebagai narasumber mengungkapkan bahwa siswa lebih tertarik pada bacaan yang memiliki elemen visual seperti ilustrasi, cerita bergambar, dan alur cerita yang menarik. Mereka cenderung memilih bahan bacaan yang ringan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari, seperti komik dan novel, dibandingkan dengan bahan bacaan konvensional yang cenderung monoton. Selain itu, keterbatasan jumlah buku cetak di sekolah juga menjadi hambatan dalam menumbuhkan budaya literasi, sehingga guru memberi keleluasaan kepada siswa untuk mencari bahan bacaan dari sumber daring, dengan tetap mempertimbangkan kualitas dan relevansi isi. Para guru menekankan pentingnya pengembangan bahan bacaan literasi sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebiasaan siswa saat ini. Format bahan bacaan yang direkomendasikan adalah dalam bentuk digital seperti flipbook, karena dinilai mampu menyajikan konten secara interaktif dan lebih mudah diakses melalui @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Priantara dkk. Pengembangan Bahan Bacaan Literasi Berbasis KearifanA perangkat digital. Guru juga menekankan bahwa selain menarik secara visual, bahan bacaan harus tetap memiliki isi yang bermakna dan memberikan nilai positif. Integrasi topik-topik yang kontekstual, seperti kearifan lokal dan budaya, dinilai sangat efektif dalam meningkatkan minat baca sekaligus memperkuat jati diri siswa. Tema-tema tersebut dianggap tidak hanya relevan dengan kurikulum, tetapi juga mampu memberikan kontribusi terhadap pelestarian budaya lokal dan pembentukan Guru menilai bahwa bahan bacaan literasi sudah sesuai dengan kurikulum dan memiliki peran penting dalam menunjang pencapaian tujuan pembelajaran. Literasi dipandang sebagai keterampilan dasar yang tidak hanya terbatas pada kemampuan membaca, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan Oleh karena itu, penggunaan bahan bacaan literasi sebaiknya dilakukan secara terstruktur dan bertahap, dimulai dari teks yang sederhana hingga yang lebih Mayoritas guru berharap adanya pengembangan bahan bacaan yang bervariasi, sesuai dengan perkembangan zaman, dan berbasis teknologi, agar dapat mendorong keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan literasi sehingga proses pembelajaran akan menjadi lebih menyenangkan, kontekstual, dan bermakna bagi Berdasarkan uraian di atas, maka dapat diketahui bahwa siswa dan guru membutuhkan bahan bacaan literasi yang sesuai dengan perkembangan zaman, relevan, interaktif, menarik, mengusung tema kearifan lokal, dan disajikan dalam format digital. Melihat hasil ini, maka dikembangkanlah novel berbasis kearifan lokal dalam bentuk flipbook untuk siswa Utama Widyalaya Astika Dharma. Pengembangan novel berbasis kearifan lokal dalam bentuk flipbook ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan minimnya bahan bacaan yang relevan serta memenuhi kebutuhan literasi siswa dan guru secara lebih kontekstual, relevan, interaktif, dan Prototipe Bahan Bacaan Literasi Berbasis Kearifan Lokal Berbentuk Flipbook untuk Siswa Utama Widyalaya Astika Dharma Prototipe novel AuGelintir AksaraAy berbasis kearifan lokal dikembangkan sebagai bahan bacaan literasi yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan literasi sekaligus memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada pembaca jenjang madya atau jenjang D. Pengembangan ini melalui tahap perancangan desain dan tahap pengembangan guna menghasilkan bahan bacaan yang interaktif, menarik, dan sesuai dengan konteks pembelajaran. Jenis bahan bacaan yang dikembangkan adalah novel dalam format flipbook berjudul AuGelintir AksaraAy. Novel ini mengangkat tema kearifan lokal dengan memadukan unsur tradisi, budaya lokal, serta nilai-nilai moral yang hidup dan berkembang di lingkungan masyarakat Bali, dengan tokoh utama yaitu Askara. AuGelintir AksaraAy tidak hanya menyuguhkan alur cerita yang menarik, tetapi juga memuat pesan moral dan refleksi nilai-nilai luhur seperti gotong royong, kesederhanaan, ketaatan pada adat, serta kecintaan terhadap alam. Penyusunan novel ini menggunakan layout ukuran A5, jenis font IBM Plex Sans dengan ukuran minimal 11 pt, spasi 1,5 cm, serta ilustrasi semi realistik 2D penuh warna. Novel ini juga dikemas dalam format flipbook guna meningkatkan minat baca siswa serta memberikan pengalaman membaca yang lebih dinamis dan menyenangkan. Flipbook ini dilengkapi dengan ilustrasi visual, fitur audio, serta elemen interaktif yang mendukung pemahaman dan keterlibatan siswa dalam proses membaca. Melalui @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Priantara dkk. Pengembangan Bahan Bacaan Literasi Berbasis KearifanA pengembangan bahan bacaan ini, diharapkan siswa tidak hanya memperoleh pengalaman membaca yang menyenangkan, tetapi juga mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam cerita. Dengan demikian, literasi yang ditanamkan tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga menyentuh ranah afektif dan budaya. Novel ini dirancang dalam format digital menggunakan FlipHTML5, flipbook interaktif yang menggabungkan teks naratif dengan ilustrasi semi-realistis 2D guna memperkuat pemahaman dan keterlibatan pembaca. Dalam proses penyusunannya, prototipe ini dibuat menggunakan aplikasi Microsoft Word, di mana teks dan ilustrasi digabungkan secara terstruktur. Setelah itu, dokumen tersebut dikonversi ke dalam format PDF, kemudian diunggah ke platform FlipHTML5, yang memungkinkan bahan bacaan ini diakses secara digital dengan tampilan interaktif dan menarik. Selain itu, bahan bacaan ini juga dilengkapi dengan lagu latar belakang berupa gamelan khas Bali, yang bertujuan untuk meningkatkan daya tarik serta menciptakan suasana membaca yang lebih mendalam dan menyenangkan. Novel ini meliputi bagian utama, seperti sampul, kata pengantar, daftar isi, bab yang terdiri atas 14 bab, glosarium, dan tentang penulis. Adapun salah satu tampilan pada bagian sampul . sebagai berikut. Gambar 1. Tampilan Sampul Flipbook Pada Laptop dan Ponsel Novel berbasis kearifan lokal berbentuk flipbook dapat diakses melalui tautan https://online. com/pcrxk/nnkr/. Bahan bacaan ini dapat diakses secara fleksibel melalui smartphone, laptop, atau perangkat digital lainnya. Selain melalui browser, novel ini juga dapat dibaca menggunakan aplikasi FlipHTML5 untuk pengalaman membaca yang lebih optimal. Bahan bacaan ini tersedia dalam format PDF yang dapat diunduh dan dibaca secara offline namun fitur audio yang terintegrasi dalam versi daring tidak dapat digunakan pada versi PDF. Hasil Validasi Ahli Bahan Bacaan Literasi Berbasis Kearifan Lokal Berbentuk Flipbook Pada bagian ini, dilakukan evaluasi atau penilaian untuk mengetahui kelayakan bahan bacaan literasi yang telah dikembangkan, yaitu novel dalam bentuk flipbook berbasis kearifan lokal berjudul AuGelintir AksaraAy. Pada uji validitas ini diuji oleh 2 ahli pada masing-masing aspek yang berbeda, yaitu aspek isi dan desain ilustrasi. Ahli isi menilai ketepatan isi atau materi dalam flipbook, mencakup relevansi dengan nilai-nilai kearifan lokal, kesesuaian dengan tujuan literasi, serta keterbacaan teks bagi siswa SMA. Sementara itu, ahli desain ilustrasi mengevaluasi tata letak, pemilihan warna, keterpaduan antara gambar dan teks, serta daya tarik visual flipbook bagi pembaca. Pada validasi ahli isi diuji oleh I Komang Nada Kusuma, @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Priantara dkk. Pengembangan Bahan Bacaan Literasi Berbasis KearifanA Pd. Beliau merupakan seorang dosen di ITP Markandeya Bali. Beliau berperan sebagai ahli materi dan memiliki kompetensi di bidang pengembangan buku atau bahan bacaan literasi. Sementara itu, pada validasi ahli desain ilustrasi ini diuji oleh I Putu Andika Subagya Putra. Pd. Kom. Beliau merupakan seorang dosen di ITP Markandeya Bali. Beliau memiliki kompetensi dalam pembuatan desain, visual, animasi, ilustrasi, dan berperan sebagai ahli desain untuk memberikan penilaian terhadap aspek desain ilustrasi dalam bahan bacaan ini. Berikut ini dipaparkan hasil validasi ahli pada aspek isi dan desain ilustrasi melalui instrumen angket tertutup. Tabel 3. Hasil Validasi Ahli Pada Aspek Isi dan Desain Ilustrasi Bahan Bacaan Literasi Butir Pernyataan Total Skor Persentase Rata-Rata Validasi Ahli Isi 95,5% Hasil Validasi Ahli Validasi Ahli Desain Ilustrasi 95,5% Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa hasil validasi ahli pada aspek isi, skor yang diperoleh adalah 86 dengan persentase rata-rata 95,5%. Berdasarkan konversi kategori validitas, skor tersebut dikategorikan sebagai AuSangat ValidAy, karena nilai 86 lebih besar dari 81 . Ou . Berdasarkan hal ini, bahan bacaan ini sangat layak digunakan tanpa perlu revisi. Sementara itu, hasil validasi ahli pada aspek desain ilustrasi, skor yang diperoleh adalah 86 dengan persentase rata-rata 95,5%. Berdasarkan konversi kategori validitas, skor tersebut dikategorikan sebagai AuSangat ValidAy, karena nilai 86 lebih besar dari 81 . Ou . Berdasarkan hal ini, bahan bacaan ini layak digunakan tanpa perlu revisi. Namun, pada catatan dikatakan bahwa beberapa gambar masih memiliki ketidaksesuaian ukuran . , di mana beberapa gambar terlihat terdistorsi atau tertarik. Oleh karena itu, tetap diperlukan revisi untuk meningkatkan kualitas desain, visual, dan ilustrasi bahan bacaan agar lebih menarik. Selain itu, terdapat masukan, tanggapan, dan saran dari para ahli yang telah berperan dalam proses validasi bahan bacaan literasi yang dikembangkan. Pendapat dari para ahli, baik ahli isi maupun ahli desain ilustrasi, memberikan kontribusi penting dalam menilai kelayakan bahan bacaan ini. Menurut ahli validasi pada aspek @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Priantara dkk. Pengembangan Bahan Bacaan Literasi Berbasis KearifanA isi menilai buku sudah sesuai dari segi materi, khususnya pada indikator kelayakan materi, bahan bacaan ini sudah memenuhi kriteria yang tercantum dalam BSKAP (Bahan Bacaan Sekolah yang Memenuhi Kelayaka. , yang mencakup . kesesuaian isi dengan usia pembaca, yaitu tingkat kognitif dan pemahaman pembaca jenjang D . iswa SMA), . nilai-nilai yang terkandung dalam bahan bacaan, yang meliputi nilai moral, sosial, budaya, dan kearifan lokal, serta relevansinya dengan kehidupan sehari-hari, dan . kualitas bahasa yang digunakan dalam bahan bacaan, yang mencakup kelancaran, kesesuaian diksi, serta kejelasan struktur kalimat yang mendukung pemahaman pembaca. Berdasarkan hal ini, bahan bacaan ini sangat layak digunakan tanpa revisi. Namun, pada aspek desain ilustrasi ahli desain memberikan masukan terkait kualitas desain yang mendukung daya tarik visual dan kejelasan informasi. Meskipun bahan bacaan ini layak digunakan tanpa perlu revisi dari segi desain ilustrasi, pada catatan dinyatakan bahwa beberapa ilustrasin atau gambar masih memiliki ketidaksesuaian ukuran . , di mana beberapa ilustrasi pada halaman 2, 22, 23, 28, dan 58 terlihat terdistorsi atau tertarik. Oleh karena itu, tetap diperlukan revisi untuk meningkatkan kualitas desain, visual, dan ilustrasi bahan bacaan agar lebih menarik. Dengan demikian, revisi difokuskan pada pengaturan ukuran ilustrasi agar proporsional, memperjelas tampilan gambar, serta memastikan kesesuaian ilustrasi dengan penggambaran isi cerita. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa . Siswa dan guru membutuhkan bahan bacaan literasi yang sesuai dengan perkembangan zaman, relevan, interaktif, menarik, mengusung tema kearifan lokal, dan disajikan dalam format digital. Berdasarkan hal ini, dikembangkan novel berbasis kearifan lokal dalam bentuk flipbook untuk siswa Utama Widyalaya Astika Dharma, dan . Hasil validasi ahli pada aspek isi bahan bacaan literasi memperoleh skor 86 dengan persentase 95,5%. Berdasarkan kategori validitas Skala Likert, angka ini termasuk dalam kategori AuSangat ValidAy. Sementara itu, hasil validasi ahli pada aspek desain ilustrasi bahan bacaan literasi, diperoleh skor sama, yaitu 86 dengan persentase 95,5%, yang juga termasuk kategori AuSangat ValidAy. Hasil ini menunjukkan bahwa bahan bacaan literasi yang dikembangkan sangat layak digunakan sebagai bahan bacaan literasi untuk siswa di Utama Widyalaya Astika Dharma. Selain itu, dari segi materi dan tampilan visual dari bahan bacaan telah sesuai dengan karakteristik pembaca madya atau jenjang D, yaitu siswa SMA kelas X. XI, dan XII. Hal ini menguatkan bahwa bahan bacaan yang dikembangkan tidak hanya relevan dari segi isi, tetapi juga interaktif, menarik, dan tepat secara visual bagi pembaca. DAFTAR PUSTAKA