1500 JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 Penyuluhan Manfaat Donor Darah Dengan Tema AuSetetes Darah. Bersama Kita Selamatkan NyawaAy di RSUD Kabelota Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi Tengah, 2025 Uzair1. Zamli2 Universitas Mega Buana. Palopo. Indonesia Email : zairmirzainteristi82@gmail. com1, zamlizam2019@gmail. Article History: Received: 03 Agustus 2025 Revised: 20 Agustus 2025 Accepted: 23 Agustus 2025 Keywords: Donor darah, edukasi Kesehatan, penyuluhan Kesehatan, partisipasi masyarakat. RSUD Kabelota Abstract: Kebutuhan darah di rumah sakit sering kali tidak tercukupi akibat rendahnya partisipasi masyarakat dalam donor darah sukarela. Edukasi dan penyuluhan tentang donor darah menjadi strategi penting untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di RSUD Kabelota Kabupaten Donggala dengan tujuan meningkatkan pemahaman keluarga pasien dan masyarakat sekitar tentang manfaat serta tata cara donor darah yang aman. Metode yang digunakan meliputi identifikasi responden, penyusunan dan penyebaran leaflet edukasi, penyuluhan interaktif, sosialisasi, serta evaluasi melalui kuesioner pretest dan post-test dengan melibatkan 45 peserta yang mayoritas berasal dari keluarga pasien dan masyarakat sekitar rumah sakit. Hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar peserta awalnya memiliki pengetahuan yang kurang baik, namun setelah penyuluhan terjadi peningkatan pemahaman tentang donor darah. Subjek yang sesuai syarat melakukan donor darah sebanyak 5 orang, dan terkumpul 5 kantong darah. Program ini memberikan kontribusi nyata dalam membangun budaya donor darah berkelanjutan di masyarakat sekitar rumah sakit. PENDAHULUAN Kebutuhan akan darah di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya seiring dengan meningkatnya jumlah kecelakaan, penyakit kronis, dan prosedur medis yang memerlukan transfusi darah. Berdasarkan data dari Palang Merah Indonesia (PMI), kebutuhan darah nasional setiap tahunnya mencapai sekitar 5,1 juta namun baru terpenuhi sekitar 90% (PMI, 2. Donor darah merupakan salah satu bentuk nyata solidaritas kemanusiaan yang memiliki dampak besar terhadap keselamatan jiwa. Darah merupakan komponen vital dalam tubuh manusia yang tidak dapat digantikan oleh zat buatan apapun. Oleh karena itu, ketersediaan darah yang cukup dan aman sangat penting dalam mendukung pelayanan kesehatan, khususnya pada kasus-kasus gawat darurat dan penyakit kronis yang memerlukan transfusi secara rutin (Hasibuan, 2. Pengetahuan yang memadai tentang manfaat dan prosedur donor darah menjadi faktor kunci dalam meningkatkan partisipasi masyarakat. Penyuluhan sebagai salah satu metode edukasi kesehatan memberikan peluang untuk mengubah sikap dan perilaku masyarakat. Sejumlah penelitian terdahulu telah menemukan bahwa peningkatan informasi dan pemahaman masyarakat secara signifikan dapat meningkatkan angka donor darah (Nafisah. , & Purnamaningsih, 2. Selain itu, penelitian di Sulawesi Utara menemukan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap dengan a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 motivasi donor darah di mana responden dengan pengetahuan dan sikap positif memiliki motivasi lebih tinggi untuk mendonorkan darah secara sukarela (Simatupang. Telew. , & Pongoh, 2. Kebutuhan darah dalam layanan medis terus meningkat seiring dengan perkembangan kasus kesehatan yang memerlukan transfusi darah, termasuk operasi, kecelakaan, dan penyakit kronis. Namun, masalah utama yang sering dihadapi adalah ketersediaan stok darah yang belum mencukupi, seperti yang terjadi di RSUD Kabelota Kabupaten Donggala. Berdasarkan data dari Palang Merah Indonesia (PMI) dan Dinas Kesehatan Donggala, tingkat partisipasi donor darah sukarela masih rendah, yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat, ketakutan terhadap prosedur donor, serta mitos dan stigma negatif yang beredar luas (Sari. , & Nugroho, 2. Tema kegiatan AuSetetes Darah. Bersama Kita Selamatkan NyawaAy mencerminkan semangat kolaborasi dalam menciptakan perubahan positif. Melalui pengabdian masyarakat ini, diharapkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya donor darah dapat tercapai. METODE Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dalam program penyuluhan donor darah ini mengintegrasikan pendekatan edukatif dan partisipatif untuk meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat terkait pentingnya donor darah. Pendekatan edukatif diterapkan dengan penyediaan informasi melalui leaflet edukasi dan sesi penyuluhan interaktif, sedangkan pendekatan partisipatif diwujudkan dengan melibatkan peserta secara aktif melalui diskusi kelompok dan kegiatan sosialisasi. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan pengabdian masyarakat dalam program penyuluhan donor darah ini dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabelota Kabupaten Donggala dan komunitas masyarakat sekitar rumah sakit. Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama dua hari, yaitu pada tanggal 24 dan 25 Juli 2025, mulai pukul 10. 00 WITA sampai selesai. Lokasi RSUD Kabelota dipilih karena merupakan pusat pelayanan kesehatan utama di Kabupaten Donggala dengan akses mudah bagi keluarga pasien dan masyarakat sekitar, yang menjadi sasaran utama program ini. Sasaran dan Mitra Kegiatan Sasaran utama kegiatan adalah: Keluarga pasien yang sedang menjalani perawatan di RSUD, mengingat peran sentral mereka dalam memenuhi kebutuhan darah bagi pasien. Masyarakat yang berdomisili di sekitar RSUD Kabelota, sebagai calon pendonor potensial dan pemegang peranan penting dalam membangun budaya donor darah berkelanjutan. Mitra kegiatan meliputi: Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabelota, sebagai fasilitator utama kegiatan dan penyedia layanan donor darah. Tahapan Pelaksanaan Koordinasi dan Persiapan Permohonan izin dan penyusunan jadwal kegiatan dengan Direktur RSUD Kabelota. Penyusunan materi edukasi berupa presentasi dan leaflet. Koordinasi dengan Penanggung Jawab Unit Pelayanan Darah (UPD) untuk persiapan teknis. Pelaksanaan Kegiatan Dilaksanakan pada 24Ae25 Juli 2025, mulai pukul 10. 00 WITA. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 Peserta: manajemen, perawat, staf UPD, keluarga pasien, dan masyarakat sekitar. Penyuluhan oleh dr. Safira dan tim, pembagian leaflet, serta praktek langsung pengambilan darah oleh petugas UPD dengan pendampingan dokter. Penutupan oleh dr. Safira. Monitoring dan Evaluasi Evaluasi kegiatan dengan kuesioner, observasi partisipasi, dan diskusi kelompok. Evaluasi dihadiri dan ditutup oleh dr. Safira Metode Edukasi Sosialisasi: penjelasan umum pentingnya donor darah. Penyuluhan: edukasi tentang donor darah dan proses pengambilan. Pendampingan: praktek langsung pengambilan darah oleh petugas dengan dokter Pengumpulan Data Daftar hadir, monitoring peserta, dan diskusi kelompok untuk umpan balik. HASIL DAN PEMBAHASAN Proses Pelaksanaan Kegiatan penyuluhan donor darah di RSUD Kabelota Kabupaten Donggala dilaksanakan selama dua hari pada 24Ae25 Juli 2025 dengan peserta sebanyak 45 orang, meliputi keluarga pasien, masyarakat sekitar, dan staf rumah sakit. Pelaksanaan diawali dengan koordinasi dan persiapan materi edukasi berupa presentasi dan leaflet bersama pihak RSUD dan Unit Pelayanan Darah (UPD). Kegiatan berlangsung mulai pukul 00 WITA, diawali penyuluhan interaktif oleh dr. Safira dan tim, dilanjutkan pembagian leaflet serta sesi tanya jawab. Selanjutnya, peserta mengikuti pendampingan praktik langsung pengambilan darah oleh petugas UPD dengan supervisi dokter, agar memahami prosedur donor darah yang aman dan Kegiatan ditutup dengan evaluasi melalui kuesioner dan diskusi kelompok untuk mengukur efektivitas serta mendapatkan umpan balik, dihadiri oleh dr. Safira sebagai penanggung jawab UPD RSUD. Seluruh proses berjalan lancar dengan partisipasi aktif dari keluarga pasien, masyarakat, dan tenaga kesehatan. Hasil Kegiatan Pengabdian Kegiatan penyuluhan donor darah di RSUD Kabelota dilaksanakan dengan melibatkan 45 peserta yang terdiri dari keluarga pasien dan masyarakat sekitar. Gambar 1. Grafik Tingkat Pengetahuan Peserta Tentang Manfaat Donor Darah a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 Berdasarkan pengukuran pengetahuan menggunakan kuesioner pre-test, mayoritas peserta . menunjukkan pemahaman yang kurang mengenai manfaat donor darah, sedangkan 35 peserta belum memahami secara memadai proses pengambilan darah. Setelah pelaksanaan program edukasi dan penyuluhan, terjadi peningkatan pemahaman yang signifikan terkait manfaat donor darah serta prosedur pengambilan darah yang aman, yang terlihat dari hasil post-test dan umpan balik positif selama sesi diskusi kelompok ini, temuan tersebut konsisten dengan studi oleh Yanti. , & Prahesti, . dan Khristiani. Anggraeni, , & Sunaryo, . Studi pertama menerapkan desain pre-test/post-test sehingga pola perubahan pengetahuan peserta sangat mirip dimana pemahaman rendah sebelum edukasi kemudian meningkat setelah intervensi media edukatif. Studi kedua menunjukkan hasil signifikan dalam peningkatan pengetahuan setelah penyuluhan konseling secara langsung. Hasil di lapangan menunjukkan bahwa dari total peserta, hanya lima orang yang memenuhi syarat kesehatan dan berhasil mendonorkan darah, sehingga terkumpul lima kantong darah. Sisanya tidak dapat mendonor karena alasan medis atau interval donor sebelumnya belum mencapai dua bulan. Sebagai bentuk dukungan dan apresiasi terhadap partisipasi mereka, semua peserta menerima tablet penambah darah, susu, serta makanan gratis. Praktik apresiasi ini sejalan dengan temuan dalam kampanye donor darah yang diselenggarakan oleh Alfamart dan PMI Kota Tangerang, dimana setiap pendonor yang berhasil juga menerima goodie bag berisi paket makanan penambah nutrisi sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi sukarela mereka (Alfamart & PMI. Pendampingan praktik langsung pengambilan darah oleh petugas UPD dan dokter memberikan pengalaman nyata akan prosedur donor darah yang aman dan terjamin. Hal ini sejalan dengan temuan dari berbagai studi: kepercayaan terhadap keamanan donor dan lembaga kesehatan terbukti mampu meningkatkan niat donor darah (Graf. Suanet. Wiepking. , & Merz, 2. Selain itu, motivasi peserta dalam melakukan donor darah berasal dari rasa kemanusiaan, keinginan menjaga kesehatan diri, dorongan teman, serta insentif berupa bingkisan. Partisipasi dalam diskusi kelompok sangat aktif, dengan respon positif terhadap materi edukasi yang Meski demikian, beberapa peserta masih membutuhkan pendampingan lanjutan untuk mengatasi kekhawatiran dan hambatan personal terkait donor darah. Sejalan dengan temuan tersebut, penelitian di PMI Kota Tangerang mengonfirmasi bahwa motivasi utama pendonor sukarela adalah altruism/kemanusiaan dan kepedulian personal, serta keyakinan terhadap manfaat kesehatan setelah donor (Narulita. Susanti. MM. Wulansari. , & Intansari, 2. Gambar 2. Kegiatan Penyuluhan Manfaat donor darah dan edukasi interaktif a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 Dampak Kegiatan terhadap Mitra Pelaksanaan penyuluhan donor darah memberikan dampak positif bagi RSUD Kabelota Kabupaten Donggala dan masyarakat sekitar, yaitu : Bagi RSUD Kabelota, kegiatan ini memperkuat peran rumah sakit dalam upaya promotif dan preventif terkait donor darah. Program ini membantu mencegah kekurangan stok darah dengan meningkatkan donor darah sukarela yang rutin dan dapat diandalkan. Selain itu, kegiatan juga meningkatkan kapasitas RSUD dalam mengedukasi masyarakat tentang prosedur donor darah yang aman demi keselamatan pendonor dan penerima. Sementara itu, untuk masyarakat, kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya donor darah sebagai tindakan sosial dan kemanusiaan. Edukasi ini membangun kesadaran akan kebutuhan donor darah guna menyelamatkan nyawa pasien, khususnya di RSUD Kabelota. Lebih jauh, kegiatan ini mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam donor darah secara berkelanjutan sebagai wujud kepedulian sosial. KESIMPULAN Penyuluhan donor darah yang dilaksanakan di RSUD Kabelota Kabupaten Donggala berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya donor darah yang aman dan prosedur yang tepat. Program ini tidak hanya menjelaskan manfaat donor darah bagi penerima dan pendonor, tetapi juga memberikan pemahaman praktis yang mendorong keluarga pasien serta masyarakat sekitar untuk berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan donor darah sukarela. Melalui pendekatan edukasi yang interaktif dan pendampingan langsung, peserta menjadi lebih percaya diri dan termotivasi untuk menjadi pendonor secara rutin. Sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat dan mempertahankan dampak positif tersebut, disarankan agar pengembangan media edukasi yang lebih inovatif dilakukan, misalnya melalui pemanfaatan teknologi digital, video edukasi, maupun materi interaktif yang dapat menjangkau berbagai kelompok masyarakat dengan cara yang lebih menarik dan efektif. Selain itu, perluasan jangkauan sosialisasi ke wilayah yang lebih luas juga sangat penting guna meningkatkan partisipasi dan kesadaran masyarakat secara menyeluruh. Tidak kalah penting adalah pembentukan komunitas pendonor darah yang terorganisir di sekitar RSUD Kabelota, sebagai upaya strategis untuk membangun budaya donor darah yang berkelanjutan dan terus menerus. Komunitas ini dapat berfungsi sebagai wadah untuk mengedukasi, memotivasi, dan menjaga konsistensi partisipasi donor darah secara rutin sehingga kebutuhan darah di wilayah tersebut dapat terpenuhi secara optimal dan berkesinambungan. DAFTAR REFERENSI Alfamart & PMI. Dalam kampanye AuDonor Darah Sehati SUA ke-25Ay, setiap pendonor yang berhasil menerima goodie bag berisi paket makanan penambah nutrisi sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi sukarela. Detik New. Graf. Suanet. Wiepking. , & Merz. -M. How public trust and healthcare quality relate to blood donation behavior: Cross-cultural evidence. Journal of Health Psychology, 29. , 3Ae14. https://doi. org/doi:10. 1177/13591053231175809 Hasibuan. Donor Darah: Kebutuhan Nyata dan Tantangan Sosial di Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Medika. Khristiani. Anggraeni. , & Sunaryo. Peningkatan pengetahuan tentang donor darah melalui konseling: kegiatan pengabdian masyarakat. DIMAS. Jurnal Pengabdian a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 Masyarakat, 4. , 1Ae12. Nafisah. , & Purnamaningsih. Efektivitas penggunaan media video dalam penyuluhan donor darah terhadap tingkat pengetahuan siswa SMA Negeri 1 Lahat Sumatera Selatan tahun 2022 [Tesi. Repository Universitas Jenderal Achmad Yan. Narulita. Susanti. MM. Wulansari. , & Intansari. Motivasi pendonor darah sukarela teratur dan lestari di UTD PMI Kota Tangerang. Skripsi. Akademi Bakti Kemanusiaan Palang Merah Indonesia. PMI. Laporan Tahunan Unit Donor Darah Nasional Tahun 2022. Jakarta: PMI. Sari. , & Nugroho. Edukasi donor darah sebagai upaya peningkatan partisipasi masyarakat di masa pandemi. Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat, 5. , 21Ae29. Simatupang. Telew. , & Pongoh. Hubungan pengetahuan, sikap, dan karakteristik individu dengan motivasi donor darah sukarela di PMI Provinsi Sulawesi Utara. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat (JIKMA), 4. Yanti. , & Prahesti. Efektivitas edukasi pengetahuan donor darah melalui video pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta. Diploma thesis. Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta. ISSN : 2828-5700 .