Hymnos Jurnal Teologi dan Keagamaan Kristen Volume 1 No. : 106-116 e-ISSN 3109-2586 A Viki Susanto, 2025 Diterbitkan oleh: LPPM STTII Ambon Diajukan: 05 Februari 2025 Direvisi: 30 April 2025 Diterima: 30 Mei 2025 STUDI KOMPARATIF POLA PENCIPTAAN MANUSIA DALAM KEJADIAN 1:26-28 DENGAN TEORI EVOLUSI DARWIN Viki Susanto Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Yogyakarta vikijkw@gmail. Abstract: In this article, the author tries to conduct a comparative study of the pattern of human creation in Genesis 1:2628 with Darwin's theory of evolution. According to Genesis 1:26-28, humans are God's creations formed from dust and soil, then given the breath of life. Meanwhile, according to Darwin's theory, humans are the result of the evolution of other living creatures, starting from very simple organisms that then changed into what they are today. The research method used by the author is qualitative research using literature studies on views from various journals, articles. Bibles and books. The results of this study show that there are fundamental differences regarding the origin of humans. Theologians hold the belief that the first humans were created through God's special work. While evolutionary followers argue that humans are a change in form from other organisms over a very long period of time. Through this research, it is hoped that it will provide additional views in the treasury of scientific knowledge and can be used as one of the considerations to answer the differences in views that are still being discussed today. Keywords: creation. Darwin Key Words: Thematic Study. Messianic Motif. Book of Isaiah Abstrak: Pada penulisan artikel ini, penulis mencoba untuk melakukan studi komparatif pola penciptaan manusia dalam Kejadian 1:26-28 dengan teori evolusi Darwin. Manusia menurut kitab Kejadian 1:26-28 merupakan ciptaan Allah yang dibentuk dari debu dan tanah, kemudian diberikan nafas hidup. Sedangkan menurut teori Darwin, manusia adalah hasil dari evolusi makluk hidup lain, bermula dari organisme yang sangat sederhana yang kemudian berubah menjadi seperti sekarang. Metode penelitian yang penulis pakai adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan studi literatur mengenai pandangan-pandangan dari berbagai jurnal, artikel. Alkitab dan buku. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa ada perbedaan yang mendasar mengenai asal usul manusia. Teolog berpegang pada keyakinan bahwa manusia pertama diciptakan melalui karya Allah yang istimewa. Sedangkan pengikut evolusioner berpendapat bahwa manusia merupakan perubahan wujud dari organisme lain dalam jangka waktu yang sangat lama. Melalui penelitian ini kiranya memberikan tambahan pandangan dalam khasanah ilmu pengetahuan dan dapat digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan untuk menjawab perbedaan pandangan yang masih dibicarakan sampai masa kini. Kata-kata kunci: Penciptaan. Manusia. Kejadian. Evolusi. Darwin. Copyright A2025 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY) license. Pendahuluan Pada zaman dahulu, merupakan kebiasaan untuk memberi nama sebuah buku berdasarkan kata pembukanya, yang dilakukan oleh orang Ibrani saat memberi judul buku pertama Alkitab ini Bereshith, yang berarti "pada mulanya. " Judul ini juga merupakan kejadian doktrin penciptaan, yang juga jauh melampaui mitologi-mitologi bangsa-bangsa di sekitarnya. Kejadian memberi kita doktrin tentang manusia, yang menunjukkan bahwa sejak awal kita adalah makhluk yang luar biasa sekaligus mengerikan. 1 Banyak catatan penciptaan Timur Dekat kuno melihat penciptaan sebagai hasil dari aktivitas banyak dewa. Kitab Kejadian menegaskan bahwa alam semesta diciptakan oleh satu Tuhan. Lebih jauh. Kejadian 1 menggambarkan penciptaan bahkan hal-hal yang dipahami sebagai sesuatu yang ilahi dan disembah sebagai dewa di dunia Timur Dekat kuno. Kejadian 1 dengan jelas menjelaskan bagaimana Tuhan menciptakan alam semesta. Proses penciptaan Tuhan secara sistematis tertata rapi dan teratur, mulai dari penciptaan langit dan bumi hingga manusia sebagai ciptaan yang paling mulia dan paling mulia. Para teolog percaya bahwa langit dan segala isinya mempunyai pencipta, yaitu Tuhan. 3 Di dalam Kredo Nicea-Konstantinopel dirumuskan bahwa AuKami percaya akan satu Allah. Bapa yang Mahakuasa Pencipta langit dan bumiAAy. Hal ini hendak menunjukkan bahwa iman Kristen mengakui adanya Allah Bapa. Sang Pencipta alam semesta ini. Iman Kristen juga mengakui bahwa AuAllah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia. lakilaki dan perempuan diciptakan-Nya merekaAy (Kej 1:. Kemudian, dalam menciptakan alam semesta AuAllah melihat segala yang dijadikan-Nya sungguh amat baikAy4 Pandangan ini jugalah yang sampai sekarang masih dipercayai, khususnya oleh sebagian gereja-gereja masa kini atas dasar pernyataan ayat dalam Alkitab. Teks Alkitab ini merupakan teks yang memberitakan kebesaran Tuhan, sekaligus merupakan teks yang menjadi bahan perdebatan di dalam dan di luar agama Kristen. Dalam perspektif Kristiani, berbagai penafsiran telah dikemukakan untuk menjelaskan kisah penciptaan manusia dan alam semesta5 Awal mula penciptaan manusia telah memicu perdebatan dalam segala zaman hingga kini. Kitab Suci mengungkapkan bahwa Allah menciptakan manusia. Sebab itu penyataan diri Allah tidak lebih mulia daripada ciptaan-Nya. Para teolog kuno Babilonia dan Mesir juga menyaksikan hal serupa bahwa manusia diciptakan oleh Allah, walaupun dalam variasi pemikiran yang berbeda-beda. Namun, seiring dengan berjalannya waktu isu perdebatan ini makin populer dengan adanya teori evolusi yang dipelopori oleh Charles Darwin melalui bukunya Origin of the spesies pada tahun 1859. Keberagaman pemikiran dari berbagai temuan memang tak dapat disangkal dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Karena orang Kristen Kent Hughes. Preaching the Word Genesis (Crossway Book, 2. AoInterpreting the Pentateuch_ An Exegetic - Peter VogtAo. Hance Randa. AoManusia Adalah Ciptaan Gambar AllahAo. LOGON ZOES: Jurnal Teologi. Sosial Dan Budaya, 1 . , pp. 35Ae45, doi:10. 53827/lz. Peter Hermawan. AoPenciptaan. Kejatuhan Manusia Dalam Dosa Dan Puncak Sejarah Keselamatan Pada Kristus Dalam Perspektif GerejaAo. Felicitas, 2. , pp. 107Ae18, doi:10. 57079/feli. Heri Lim. AoMEMAHAMI KISAH PENCIPTAAN MANUSIA DAN ALAM SEMESTA: Sebuah Pendekatan Literer Terhadap Kejadian 1-2Ao. Jurnal Amanat Agung, 14. , doi:10. 47754/jaa. sendiri juga meragukan proses penciptaan alam semesta secara keliru. Charles Darwin meyakinkan para pembaca sejak 1859 hingga kini bahwa asal usul penciptaan manusia berangkat dari proses evolusi secara bertahap. Dimulai dari zat kecil yang begitu sederhana, hingga tercipta sebuah teori bahwa makhluk hidup diciptakan secara kompleks dari satu peristiwa alam semesta secara kebetulan. Teori evolusi merupakan gaya pikiran menurut versi sains terhadap manusia dalam penciptaan. Oleh sebab itu, pandangan sains terhadap penciptaan sebenarnya investigasi pikiran mereka terhadap apa yang terjadi dalam dunia melalui pengetahuan atau penemuan secara teori. 6 Sampai pada titik ini, kita mulai diperhadapkan dengan pandangan yang sama-sama berdasar. Di satu pihak menggunakan dasar Alkitab dan pada pihak lain menggunakan teori berdasarkan ilmu pengetahuan . Di zaman yang semakin canggih, kisah penciptaan Alkitab seringkali dipandang tidak sesuai dengan sudut pandang pembaca masa kini. Beberapa tahun lalu. Peter Enns mempertanyakan keandalan cerita Kejadian dalam bukunya The Evolution of Adam, meragukan reliabilitas narasi dari kitab Kejadian, melalui pernyataannya. AuIn the span of about twenty years, three independent, technical, and powerful forces . cience, biblical criticism and biblical archaeolog. converged to challenge the historical reliability of Genesis. Ay Inilah salah satu tantangan dalam agama Kristen, khususnya ketika kita harus menghadapi kontroversi antara teks Alkitab dan ilmu pengetahuan yang menjelaskan asal mula alam semesta maupun manusia7. Atas dasar ini, sebagai orang percaya kita harus bisa memahami dan menempatkan pandangan kita supaya tidak tergoyahkan dengan perkembangan ilmu sains yang ada. Teori evolusi serta proses ciptaan adalah teori yang paling banyak dibicarakan serta Untuk mengetahui kebenaran yang sejati wajib balik pada kebenaran Alkitab 8 Namun kenyataannya walaupun demikian, dengan lahirnya Teori Evolusi antara tahun 1831-1836, teori tetap dipelajari hingga kini. Situmorang, dalam bukunya memaparkan. Auwalaupun istilah ini sudah lama dikenal, teori tersebut masih tetap hangat untuk dibicarakanAy. Pendapat ini benar adanya. Buktinya di sekolah-sekolah umum hingga saat ini masih mempelajari tentang Teori Evolusi. Alkitab tidak dihormati lagi. Oleh sebab itu Jonar T. Situmorang menegaskan. Audi perguruan tinggi umum. Teori Evolusi ini menjadi mata kuliah khusus di fakultas Biologi, di sekolah lanjutan seperti Sekolah Menengah Umum juga membahas teori itu dalam bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam (Biolog. Ay. Beberapa ahli memiliki statement: Menurut H. Enoch bahwa Auribuan pemuda dan pemudi kehilangan iman kepada Allah akibat mempelajari teori Evolusi ituAy. Sedangkan Huxley yang dikutip oleh H. Enoch berkata bahwa Audoktrin evolusi, kalau terus menerus diterima, memungkinkan orang untuk tidak percaya AlkitabAy. Sedangkan menurut Jonar T. Situmorang menyatakan. AuSungguh, ajaran evolusi ini adalah menantang iman setiap yang beragama, yang percaya bahwa segala sesuatu diciptakan oleh AllahAy9. Memang tidak bisa kita hindari perkembangan teori ini, dikarenakan tidak semua Heri Lim. Heri Lim. Filemon Filemon. AoEksposisi Gambar Allah Menurut Penciptaan Manusia Berdasarkan Kejadian 1:26-28Ao. Jurnal Pendidikan Agama Dan Teologi, 1. , pp. 74Ae81, doi:10. 59581/jpat-widyakarya. Herry Kiswanto. AoUpaya Pencegahan Doktrinasi Teori Evolusi AbstrakAo. KHATULISTIWA : Jurnal Pendidikan Teologi , 1. , pp. 1Ae18 . orang memahami dan mengerti Alkitab, oleh karena itu mereka mencari sumber lain yang menurut mereka bisa dipercayai dan menjawab keingintahuan mereka. Hal ini menjadikan kita memikul tanggungjawab untuk bisa memberikan pemahaman yang benar dari sudut padang Alkitab. Berdasarkan informasi Alkitab yang tepat dan dapat diandalkan, asal usul manusia dapat diketahui dengan sebenarnya. Jika Alkitab mengatakan semua telah dilakukan Tuhan, maka semuanya benar dan kebenaran Tuhan akurat. Secara khusus, dalam Kejadian 1:-26, kita melihat bahwa dalam percakapan Elohim setuju untuk menciptakan manusia menurut gambar Nya. Ketika Tuhan membuat manusia pertama. Adam dan Hawa, mereka diciptakan menurut gambar Tuhan dan tidak ada dosa di dalamnya. Disebutkan juga bahwa manusia adalah gambar . mago de. Tuhan. Maka dari itu manusia sangat berbeda dengan binatang dan ciptaan lain. 10 Sekalipun terdapat perbedaan yang sangat kontras dan menimbulkan perdebatan hingga masa kini, akan tetapi sebagai orang percaya kita dituntut untuk bisa percaya bahwa teks Alkitab adalah kebenaran final. Sebab bagi kita orang percaya. Tuhan adalah satu-satunya pencipta alam semesta termasuk manusia. Metode Dalam artikel ini dipakai metode kualitatif deskriptif dengan berdasarkan kajian literatur. Penelitian ini didukung oleh buku-buku. Alkitab dan artikel jurnal. Data yang diperoleh dikumpulkan dan kemudian dilanjutkan tahap selanjutnya adalah menyusun data yang telah dikumpulkan, setelah itu menarik sebuah kesimpulan. Temuan dan Pembahasan Pertentangan antara teori evolusi dengan teologi penciptaan telah membawa manusia dalam kejatuhan intelek terhadap keyakinan humanisme. Pembenaran sendiri meyakinkan manusia akan hal-hal yang material yang dimaksudkan baik dalam kesatuan yang kohesif, karena topik ini masih butuh penjelasan yang besar. Hingga kesatuan yang kohesif terjadi dalam serangkaian intelek yang krusial. Karena intelek telah hidup dengan nafsu-nafsu daging dan tumbuh terbiasa sejak lahir, sedangkan dia belum memiliki pengalaman sempurna tentang Dia yang lebih unggul dari segala sesuatu dan melampaui segala sesuatu. Sehingga problem ini telah memengaruhi intelek menghilangkan iman terhadap sesuatu yang ada sebabnya. Marcus menyatakan, isu-isu kontroversi Alkitab memperhadapkan orang Kristen pada sebuah tantangan dalam menjelaskan penciptaan. Sebab, dalam Alkitab terdapat kalimat-kalimat dalam bentuk sastra dan genre yang beragam. Oleh sebab itu, tak jarang kreativitas intelek orang percaya terhadap penciptaan menurut teori evolusi menimbulkan kekeliruan. Persoalannya bukan teori evolusi yang ada sehingga ini dibantah oleh banyak teolog. Karena metafora penciptaan manusia yang sangat kohesif kerap kali diartikulasikan menjadi sebuah keyakinan yang tidak cocok dengan asal usul penciptaan menurut Kitab Suci. Sehingga banyak orang Kristen yang Randa. menerjemahkannya secara keliru dalam keyakinannya terhadap Alkitab. 11 Pendapat ini sangat bisa dipahami, karena memang manusia dalam keadaan ciptaan yang istimewa, tetaplah memiliki keterbatasan dan kelemahan untuk mencari sesuatu yang lebih besar dari dirinya sendiri sehingga kemampuan untuk memahami sesuatu yang lebih besar itu akan melahirkan pandangan-pandangan yang berbeda-beda sesuai kemampuan berpikir mereka masing-masing. Salah satunya dengan munculnya pandangan mengenai teori evolusi. Teori evolusi dimana dibawa oleh Ilmuwan Inggris. Carles Darwin, menunjukkan fakta yang berbeda. Teori Darwin sejauh ini merupakan teori yang dinilai paling unggul karena bisa menyediakan data-data yang bisa mewakili dari masa lampau tentang perubahan dan perkembangan keanekaragaman hayati. Maka dari itu teori Darwin merupakan teori yang bisa dipercaya menurut teori-teori lainnya. Oleh karena itu Charles Darwin dengan tegas menyatakan bahwa perkembangan makhluk hidup termasuk manusia didasarkan pada data empiris, data yang benar-benar diamati dan dibuktikan secara ilmiah. Hal ini mampu ditunjukkan oleh Darwin kepada banyak orang. Menurut Darwin perubahan makhluk hidup didasarkan pada proses pembelahan organisme bersel tunggal sehingga menghasilkan manusia yang biasa kita lihat Teori inilah yang sampai hari ini masih dibicarakan dan dibahas, bahkan ada juga ilmuwan lain yang mengembangkan teori-teori ini untuk mencari kejelasan tentang asal-usul manusia. Pada zaman ilmuwan Harari. Ia berpendapat bahwa manusia berasal dari keluarga Homo, lebih spesifik Homo Sapiens sehingga masih dianggap sebagai kerabat dari hewan seperti Orang Manusia pada saat itu diposisikan dengan posisi yang rendah karena disejajarkan dengan 13 Evolusi adalah perubahan generasi ke generasi yang dapat menurunkan sifat secara morfologi maupun fisiologi yang berbeda dari yang terdahulu dalam proses waktu yang lama. Evolusi membawa ilmu pengetahuan dalam menjawab misteri asal kehadiran kehidupan. Namun, kajian evolusi selalu menjadi kontroversi dibanyak kalangan mengenai nenek moyang manusia, ada juga yang menolak teori evolusi karena bertentangan dengan kitab suci, sebagaimana pendapat Yayah bahwa kontroversi teori Darwin dianggap mengingkari adanya Tuhan dan perannya dalam menciptakan manusia. Namun tidak semua ilmuwan menolak teori Darwin, seperti halnya pendapat Iskandar, teori evolusi tidak berseberangan dengan agama di Pertentangan yang muncul hanyalah karena terbatasnya pengetahuan para manusia. Kehadiran teori evolusi telah membuat sebagian manusia meragukan kitab sucinya tetapi pada hakikatnya ilmu pengetahuan bertujuan untuk memperdalam keyakinan atas kebenaran Lurusman Jaya Hia. AoManusia Dalam Penciptaan: Kosmologi Menurut St. Maxsimus the ConfessorAo. Voice of HAMI: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 6. , pp. 1Ae14, doi:10. 59830/voh. Vivian Hia. Naldiman Kalipung, and Boyman Aspirasi Zebua. AoPandangan Iman Kristen Dalam Menghadapi Teori Evolusi DarwinAo. Jurnal Penabiblos Edisi Ke-29, 14. , pp. 2086Ae6097. Sensius Amon Karlau. AoPenciptaan Manusia Sebagai Representatif Allah Untuk Mewujudkan Mandat Budaya Berdasarkan Kejadian 1:26-28Ao. Phronesis: Jurnal Teologi Dan Misi, 5. , pp. 122Ae38, doi:10. 47457/phr. I Wayan Karmana. AoAnalisis Teori Darwin Ditinjau Dari Konsep WaktuAo. Biocaster : Jurnal Kajian Biologi, 3. , pp. 226Ae31, doi:10. 36312/biocaster. Meskipun benar secara sains, bahwa sangat dimungkinkan adanya perubahanperubahan secara morfologi maupun fisiologi terhadap makluk hidup dalam waktu yang sangat lama, akan tetapi konsep mengenai evolusi ini pun tetap terbatas oleh waktu itu sendiri. Dalam hal ini, teori tersebut mengalami keterbatasan untuk menjelaskan tentang awal mula organisme sederhana yang menjadi cikal bakal manusia seperti sekarang ini. Darwin percaya bahwa manusia adalah merupakan sebangsa hewan yang sudah mempunyai kemajuan. Bagi Darwin dan para pengikutnya, manusia berkembang dan bertumbuh secara lebih cepat dan ada juga yang lambat. Ras manusia yang berproses lambat inilah yang nantinya akan tertinggal dan terlihar primitive setingkat orang hutan. Sedangkan ras yang berproses dengan cepat akan menindas yang berproses lebih lambat . Orang-orang Aborigin dan Negro dianggap bekembang lambat disbanding orang Asia dan orang Asia lebih lambat dari orang Eropa. Menurut Darwin AuAneka spesies makhluk hidup tidak diciptakan secara terpisah oleh Tuhan, tetapi berasal dari nenek moyang yang sama dan menjadi berbeda satu sama lain akibat kondisi alamAy15 Menjadi sangat sulit untuk diterima, bahwa jikalau seluruh makluk yang hidup saat ini adalah hanya bermula dari satu organisme yang sangat sederhana, dan kemudian berubah menjadi tumbuhan dan bahkan berubah menjadi manusia. Tumbuhan dengan unsur yang ada padanya, binatang dengan unsur yang ada padanya, dan manusia dengan unsur yang ada pada dirinya sangat lah berbeda. Manusia mempunyai roh, sedangkan tumbuhan dan hewan tidak. Hal ini juga seharusnya masuk dalam penelitian para ahli evolusi alih-alih tidak dibahas sama sekali. Maka dari itu, dibutuhkan pendekatan yang lebih bisa menjangkau kebenaran asal-usul manusia tersebut, yaitu melalui Alkitab. Tanggapan Iman Kristen terhadap Ajaran Evolusi Bisa dikatakan bahwa dalam ilmu biologi modern, bahkan sakmpai jaman ini. Teori evolusi masih menjadi teoti kunci dan utama dalam mempelajari keanekaragaman hayati di bumi Teori ini menjadi konsep landasan dalam ilmu biologi. Bagi dunia ilmu pengetahuan sekuler, dengan adanya teori ini justru dipandang baik, karena bagi mereka terdapat pijakan ilmu untuk bisa menjelaskan kehidupan di muka bumi ini. Akan tetapi masalah mulai muncul Ketika ilmu pengetahuan ini dibenturkan oleh pandangan teologis khususnya para teolog Kristen dalam hal penciptaan alam semesta, khususnya penciptaan manusia yang menjadi topik pembahasan artikel ini. Sudah tentu bahwa teori evolusi ini adalah suatu penyangkalan dan pengingkaran terhadap katya Agung Tuhan pada penciptaan alam semesta. Sehingga dianggap sangat penting bagi para teolog Kristen yang mewakili iman Kristen untuk menjawab serta menaggapi beredarnya teori ini yang telah dipakai secara luas agar tidak menjadikan manusia lemah hati, pikiran dan imannya kepada sang Pencipta yaitu Allah yang Agung. Segala sesuatu baik yang dapat dijelaskan oleh ilmu pengetahuan maupun yang tidak bisa dijelaskan, semua ada dalam kekuasan Tuhan. Ilmu pengetahuan seharusnya hanyalah dipakai untuk memperkaya pengetahuan manusia secara teori saja. Fakta yang tidak dapat Eka Agustina. Norhalisa, and Zairullah Azhar. AoEvolusi Manusia Dalam Pandangan Islam Dan SainsAo. Journal Islamic Education, 1. , pp. 747Ae58 . dibuktikan kebenaranya seharusnya tidak bisa dijadikan pusat dan juga kepastian yang Hanya Allah saja yang bisa menjadi pusat dan yang menjadi penentu. Sehingga hal yang menihilkan adanya Tuhan tidaklah benar. Mereka telah Aumenggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya (Rm. 16 Sejak dahulu pun Paulus sudah memberikan peringatan kepada kita, suapaya berhatihati terhadap filsafat agama dan usaha-usaha yang menjauhkan kita dari kebesaran Allah yang tidak ada bandingnya. Hal ini juga bisa saja termasuk dalam teori-teori yang tidak mengakui kebesaran Tuhan, khususnya dalam proses penciptaan manusia di muka bumi. Kebenaran hanyalah ada pada Allah Sang kebenaran itu sendiri yang disebut dengan sebutan Tuhan Secara singkat. Situmorang membagi evolusi menjadi tiga bagian, pertama Evolusi Alamiah, pandangan ini bertanggungjawab akan pengertian bahwa segala yang ada dijelaskan tanpa adanya campur tangan perkara adikodrati. Kedua. Evolusi Deistik: Allah dijelaskan ikut dalam proses penciptaan alam semesta tetapi hanya sampai awal mula saja. Setelah menciptakan zat yang pertama, maka keberadaan Allah sudah ditiadakan. Ketiga Evolusi Teistis : Allah hanya menciptakan organisme pertama tetapi dalam kesempatan tertentu juga masih ikut turun tangan dalam proses yang sedang berlangsung. Pandangan pertamalah yang sesuai dengan teori Darwin. 17 Kesimpulan dari pandangan ini adalah bahwa semua makluk hidup muncul akibat dari sesuatu yang terjadi secara spontan, yang dalam hal ini adalah makluk yang tidak hidup. Dari sudut pandang kekristenan, melihat penciptaan manusia adalah murni dari pihak Allah yang secara nyata membentuk dan menciptakan manusia sejak dari mulanya. Kitab Kejadian dikenal juga sebagai kitab genealogy atau toledoth. 18 Dalam narasi kitab itu dituliskan silsilah lagit dan bumi, manusia. Adam. Nuh. Sem. Ham, dan Yafet. Sem dan orang pilihan Silsilah ini menjadi sangat penting dalam perjanjian lama maupun perjanjian baru. Melalui pembacaan kitab Kejadian ini maka setiap orang dimanapun dan sampai saat ini akan mengetahui bahwa alam semesta yang ad aini adalah hasil karya ciptaan Allah yang besar. Proses penciptaannya pun telah dituliskan secara rinci dan sistematis dalam kitab tersebut, sehingga bisa menjadi referensi untuk mendapatkan jawaban yang akurat atas pertanyaan alam semesta. Dari sumber Alkitab, kitapun juga bisa mengetahui dengan jelas bahwa penciptaan manusia adalah menurut gambar dan rupa Allah. Tidak hanya cukup diciptakan segambar dengan Dia, tetapi Allah memperlengkapi manusia yang diciptakan itu dengan nafas hidupNya sehingga jadilah manusia yang hidup yang mempunyai unsur-unsur Allah dalam hidupnya. Hal inilah yang menjadi dasar bahwa manusia sangatlah berbeda dengan hewan atau ciptaan lain. Hewan dan ciptaan lain tidak ada yang diciptakan dengan diperlengkapi hembusan NafsNya, sehingga mereka itu hanyalah mempunyai unsur-unsur jasmani saya tanpa unsur Rohani seperti Penciptaan manusia adalah satu-satunya penciptaan yang spesial. Allah menciptakan manusia sedemikian rupa, yang pada mulanya ingin menjadikan manusia menjadi rekan kerja Hia. Kalipung, and Aspirasi Zebua. Moody Daniel Goni. AoTeori Evolusi Ditinjau Dari Doktrin AntropologiAo. Rhema: Jural Teologi Biblika Dan Praktika, 2019, pp. 33Ae34 . Tolop Marbun. AoPeran Allah Dan Sidang Ilahi Dalam Penciptaan Manusia Berdasarkan Kejadian 1:26-27Ao. TEVUNAH: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 2. , pp. 33Ae48, doi:10. 59361/tevunah. Allah, akan tetapi ternyata manusia jatuh dalam dosa, sehingga harus terpisah dengan Allah. Robert B. Fischer mengatakan bahwa manusia adalah unik. Allah menciptakan manusia adalah satu . Ada. Adam adalah manusia roh, dalam manusia roh Adam terciptalah Laki-laki dan Perempuan. AuKetika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu dan tanah dan menghembuskan NAFAS HIDUP ke dalam hidungnya. demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup . he living sou. Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur Ketika ia tidur. TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging (Kej 2:7,. Ay Kemudian. Tuhan membuat manusia daging dari debu dan tanah dan menghembuskan manusia roh Adam ke dalamnya. Jadi, manusia roh Adam kini berada di dalam daging, kemudian dari daging ini dipisahkan Laki-laki dan Perempuan. Daging boleh terpisah, tetapi laki-laki dan perempuan adalah satu daging. Terlebih roh mereka tidak dapat dipisahkan, mereka adalah Orang percaya, sudah sepantasnya mempercayai keterlibatan Allah khususnya pada penciptaan manusia pertama. Kejadian 1:26 AuBerfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa KitaAy. Frasa menjadikan diambil dari AAo iCAasahAo yang berarti AumenjadikanAy atau AumembuatAy dengan memakai bahan. 21 Bahan mengacu pada debu tanah Auketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanahAy (Kej. 2:7. sedangkan AacA AobaraAo bisa merujuk pada AumenciptakanAy tanpa bahan, hal ini lebih menjelaskan pada jiwa manusia, dimana Allah langsung menghembusi manusia itu melalui hidungnya dengan RohNya Dan kemudian hiduplah manusia pertama itu (Kej. 2:7. Berdasarkan keterangan diatas, maka dapat dengan jelas dipahami bahwa manusia adalah makluk yang Istimewa sekaligus unik. Sebelum manusia dibuat Allah AoberundingAo untuk menjadikan manusia dan akhirnya terciptalah manusia yang unik karena segambar dan serupa dengan Allah. Dalam diri manusia, terdapat sesuatu yang tercipta dengan menggunakan bahan . ebu dan tana. sekaligus terdapat sesuatu yang dicipta mula-mula tidak dari bahan . iwa manusi. , hal ini yang membuat manusia itu unik dan berbeda dengan ciptaan lainnya. Jadi merujuk dari ketiga kata Aumenjadikan, membentuk dan menciptakanAy, dapat ditarik Kesimpulan teori evolusi yang mengatakan Ausuatu jenis berkembang dan berubah sampai menjadi jenis baru yang lebih tinggi tingkatannyaAy, terdapat kesalahan karena Allah menjadikan manusia tanpa perubahan/perkembangan melainkan langsung, baik dengan maupun tanpa Pandangan yang benar adalah bahwa penciptaan manusia oleh Allah dapat terjadi baik dengan menggunakan bahan maupun tanpa menggunakan bahan. Kitab Kejadian mengenai penciptaan manusia menggambarkan manusia sebagai makhluk yang unik dan istimewa dalam seluruh alam semesta. Penciptaan manusia bukan hanya menjadi penutup dari seluruh karya ciptaan Allah, tetapi juga mengandung arti dan penggenapan dari pekerjaan Allah pada hari-hari Dalam Kitab Kejadian, manusia diperintahkan untuk mengisi bumi dan Th. Pdt. Dr. Jonar Situmorang. Eksposisi Tematis Kitab Kejadian (CV ANDI OFFSET, 2. Trisno Pudjaja. Belajar Mudah Alkitab Perjanjian Lama Kitab Taurat (CV ANDI OFFSET, 2. Filemon Filemon. menguasainya, serta memiliki kuasa atas seluruh makhluk di bumi. Teori evolusi dan penciptaan seringkali menjadi topik perdebatan. Namun, untuk mengetahui kebenaran sejati, kita harus mengacu pada kebenaran Alkitab secara menyeluruh, tanpa mengambil sebagian saja. Hanya catatan Alkitab saja yang memberi informasi yang akurat tentang asal-usul 23 Baik penjelasan maupun pemahaman dari Alkitab, seharusnya tidak boleh dikacaukan dengan teori ilmu pengetahuan dari manapun. Ajaran Alkitab yang mempunyai unsur keagamaan bisa saja bertentangan dengan pengetahuan sekuler yang ada. Sebenarnya, jika kita mau melihat lebih detail lagi, maka kita bisa menemukan bahwa dalam Kitab Suci kisah penciptaan ini diceritakan tersebar di Perjanjian Lama dan Baru, jadi tidak hanya berpusat pada Kitab Kejadian saja. dalam Ibrani 11:3. Aokarena iman kita mengerti bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman AllahAo. Hal ini menunjukkan bahwa pengertian proses penciptaan alam semesta yang olehnya diciptakan Allah ini, didasarkan pada iman. Titik awal inilah yang menjadi pembeda antara pendekatan Alkitab dengan pengetahuan, termasuk teori ilmiah diluar Alkitab. Tanpa iman, pengetahuan ilmiah tentang penciptaan ini akan sangat sulit untuk dimengerti dan seakan-akan tertutup untuk bisa dipahami. Dalam Alkitab karya penciptaan dihubungkan dengan ketiga oknum Trinitas, dengan Bapa, dengan Anak dan dengan Roh Kudus. Kesimpulan Berdasarkan teori pemahaman tentang evolusi, maka menurut teori ini bahwa semua yang ada dan terjadi di bumi ini akibat dari perubahan yang terjadi dalam waktu yang sangat lama dan secara bertahap, termasuk didalamnya perubahan dan perkembangan manusia itu sendiri. Ada beragam pandangan dalam perkembangan mengenai evolusi itu sendiri baik yang sifatnya alamiah, deistik maupun teistis, namun pada dasarnya semua tidak mempercayai ciptaan Allah terhadap manusia. Berbagai pandangan yang ada, sebenarnya juga tidak bisa memberi gambaran yang jelas mengenai asal usul penciptaan manusia. Seolah-olah sejarah penciptaan manusia ini tidak terdapat ujung permasalahannya, sehingga para ahli pun belum mempunyai pijakan awal sebagai tulisan atau pandangan-pandangan mereka. Mereka seakan menganulir keberadaan Allah di dalam asal mula penciptaan manusia ini. Berbeda dengan pandangan teolog, mereka telah menetapkan tumpuan pencarian tentang asal mula penciptaan manusia ini kepada Alkitab. Para teolog meyakini bahwa proses penciptaan manusia ini layaknya seperti apa yang tertulis dalam kitab Kejadian. Dari apa yang telah diuraikan di atas, maka penulis dapat menarik kesimpulan bahwa teori Darwin tentang asal mula manusia bertentangan dari apa yang dituliskan dalam Kitab Suci. Khususnya dalam hal proses terjadinya manusia, bukan secara bertahap/berkembang akan tetapi secara langsung dengan memberikan unsur jasmani dan rohani yang lengkap . ebu tanah dan nafas hidupNy. Alkitab tidak bisa dikacau-balaukan maupun juga disamakan dengan teori penciptaan dari manapun. Maksud ajaran Alkitab dalam Dorce Sondopen. Grace Anggraini Gloria, and Horas Fransiskus Gultom. AoPenciptaan Manusia Berdasarkan Kejadian 1:26-28 Sebagai Evaluasi Terhadap Perilaku Transgender Dalam Persepsi Umat KristenAo. Excelsis Deo: Jurnal Teologi. Misiologi. Dan Pendidikan, 7. , pp. 96Ae118, doi:10. 51730/ed. Dr. Charles C. Ryrie. Teologi Dasar 1 Panduan Populer Untuk Memahami Kebenaran Alkitab (CV ANDI OFFSET, 1. Ensiklopedia Alkitab Masa Kini (Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 2. hal keagamaan, bertentangan dengan hasil penelitian ilmiah. Kitab Suci dengan jelas memberikan pemahaman bahwa manusia adalah ciptaan yang baik adanya. Sebenarnya, baik Alkitab maupun ilmu pengetahuan adalah sama-sama dari Allah. Alkitab diberikan oleh Allah sebagai tuntunan bagi umat manusia, sedangkan ilmu pengetahuan sebagai pernyataan umum Allah. Pernyataan yang bersifat umum ini seharusnya dimengerti berdasarkan kepada Alkitab sebagai penuntun semua umat manusia. Sehingga karya Allah dapat dipahami juga di dalam ilmu pengetahuan sebagai pernyataan umum dari Allah. Daftar Pustaka