p-ISSN: 2089-2551 e-ISSN: 2615-143X https://journal. Volume 15. Nomor 3. Agustus 2025 PENGARUH KOMPRES HANGAT JAHE MERAH TERHADAP TINGKAT NYERI PADA PASIEN ASAM URAT DI PUSKESMAS BAREBBO Nurfitri1*. Esse Puji Pawenrusi2. Andi Nur Aisyah3 Program Studi Profesi Ners. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar Program Studi Kesehatan Masyarakat. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar Program Studi Ilmu Keperawatan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar Alamat Korespondensi: ns. nurfitri@gmail. ABSTRAK Latar belakang: Prevalensi asam urat 1-4% di dunia dan insidensi 0,1-0,3%. Terapi komplementer seperti kompres jahe hangat. hiperurisemia/artritis gout. Kompres hangat jahe merah memberikan efek panas memberikan efek vasodilatasi pembuluh darah yang menyebabkan peningkatan sirkulasi darah dan menurunkan nyeri. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh kompres hangat jahe merah terhadap tingkat nyeri pada pasien asam urat di Puskesmas Barebbo Kabupaten Bone. Metode: Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja puskesmas Barebbo Bone dengan total sampel 20 responden yang diperoleh dengan purposive sampling. Jenis penelitian yaitu observasional deskriptif dengan penelitian kuantitatif dengan metode Quasi Eksperimental, pengukuran dilakukan sebelum di beri perlakuan dan sesudah di berikan perlakuan. Penilaian nyeri dengan menggunakan Numeric Pain Rating Scale (NPRS) dan dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil: Tingkat nyeri sebelum perlakuan nyeri berat terkontrol sebanyak 11 . %), tingkat nyeri sesudah perlakuan sebanyak 12 . %), hasil uji Wilcoxon, menunjukkan hasil yang signifikan dengan nilai yuU value sesudah kompres adalah sebesar 0,000. Kompres hangat jahe merah memberikan efek panas dan pedas dari jahe tersebut dapat menyebabkan terjadinya vasodilatasi pembuluh darah sehingga terjadi peningkatan sirkulasi darah dan menurunkan nyeri. Kesimpulan: Dari penelitian ini disimpulkan bahwa ada pengaruh kompres hangat jahe merah terhadap tingkat nyeri pada pasien asam urat. Kata Kunci: Asam Urat. Nyeri. Kompres hangat jahe merah PENDAHULUAN Asam urat adalah artritis inflamasi yang paling umum dan terjadi ketika hiperurisemia, peningkatan berkelanjutan kadar urat serum yang mengakibatkan supersaturasi jaringan tubuh dengan urat, menyebabkan pembentukan dan pengendapan kristal monosodium urat di dalam dan sekitar sendi (Kuo et al. , 2. Prevalensi asam urat berkisar 1-4% di seluruh dunia dan insidensi berkisar 0,1-0,3%. Asam urat lebih umum terjadi pada pria dibandikan wanita sebesar 3:1 hingga 10:1. Insidensi dan prevalensi asam urat meningkat setiap dekade kehidupan, dengan prevalensi meningkat menjadi 11-13% dan insidensi meningkat menjadi 0,4% pada orang yang berusia lebih dari 80 tahun. Minoritas ras di AS. MAori Selandia Baru. Han Cina dan beberapa kelompok etnis di Asia memiliki prevalensi asam urat yang lebih tinggi (Singh & Gaffo, 2. Kejadian asam urat di Indonesia dari diagnosis dokter . ,3 %), umur Ou 75 tahun . ,9 %) dan pada perempuan . ,5 %) di banding pada laki Ae laki . 1 %). Prevalensi disalah satu provinsi indonesia yaitu Provinsi Sulawesi selatan terdapat pravelensi penyakit sendi yaitu 6,39 % (Riskesdas, 2. Faktor risiko meliputi jenis kelamin laki-laki. konsumsi alkohol. penggunaan diuretik. pola makan yang kaya daging dan makanan laut. penyakit ginjal pola makan yang banyak mengandung Jurnal Mitrasehat Volume 15 Nomor 3. Agustus 2025 makanan dan minuman kaya fruktosa. anggota kelompok etnis tertentu, termasuk Taiwan. Kepulauan Pasifik, dan Maori Selandia Baru. dan tinggal negara-negara berpenghasilan tinggi. Asam urat ditandai dengan pembengkakan, nyeri, atau nyeri tekan di sendi perifer atau bursa (Clebak et al. , 2. Pendekatan termasuk obat antiinflamasi nonsteroid, kortikosteroid, dan agen penurun urat seperti allopurinol dan febuxostat, sering kali memiliki keterbatasan seperti efek samping, interaksi obat, dan kepatuhan pasien yang kurang Pendekatan terapi baru meliputi aditif . Citrullus colocynthis. Atractylodes lance. , agen antiinflamasi seperti canakinumab dan terapi ozon, dan terapi komplementer seperti kompres jahe hangat, salep Qingpeng, dan berbagai modifikasi gaya hidup (Yao et al. , 2. Kandungan Nanopartikel lipid padat (SSLN) yang dimurnikan dari akar dan batang jahe (Zingiber Officinal. dapat menurunkan kadar asam urat secara signifikan melalui penghambatan aktivitas xantin oksidase dan mengurangi produksi interleukin-1 (IL-. dan faktor nekrosis tumor (TNF-) pada model tikus hiperurisemia/artritis gout (Wang et al. Efek panas dan pedas dari kompres jahe merah menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah yang menyebabkan terjadi peningkatan sirkulasi darah dan menurunkan nyeri dengan produk-produk seperti bradikinin, histamine dan prostaglandin, efek panas dari kompres jahe merah merangsang sel saraf menutup sehingga transmisi impuls nyeri dihambat ke medulla spinalis dan otak (Radharani, 2. METODE Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja puskesmas Barebbo Kabupaten Bone dengan total sampel adalah 20 responden dengan tehnik pengambilan sampel purposive sampling. Jenis penelitian observasional deskriptif dengan penelitian kuantitatif dengan metode Quasi Eksperimental dengan one group pretestposttest design, kelompok perlakuan yaitu pengukuran tingkat nyeri sebelum di beri intervensi dan sesudah di berikan intervensi. Penilaian nyeri dengan menggunakan Numeric Pain Rating Scale (NPRS) dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Tahapan intervensi: Sebelum dilakukan intervensi, peneliti menilai skor nyeri responden dengan menggunakan NPRS. Peneliti melakukan kompres hangat jahe merah setiap responden dikompres sebanyak 3 kali dalam 1 minggu selama 4 minggu dengan durasi pengompresan A 1015 menit, dilakukan pada pagi atau sore Peneliti menilai tingkat nyeri setiap responden setelah dilakukan kompres hangat jahe merah dengan menggunakan NPRS. Tingkat nyeri responden di catat pada lembar HASIL Karakteristik responden terdiri dari jenis kelamin, umur, pendidikan, dan pekerjaan. Berdasarkan table 1 ditemukan karakteristik responden sebagian besar perempuan sebanyak 15 . %), umur 55-65 tahun sebanyak 10 orang . %), pendidikan Tidak Sekolah sebanyak 10 orang . ,0%), pekerjaan URT sebanyak 13 orang . %). Pada tabel 2 menyajikan pengaruh kompres hangat jahe merah terhadap tingkat nyeri sebelum dan setelah pemberian intervensi, tingkat nyeri sebelum perlakuan nyeri berat terkontrol sebanyak 11 . ,0%), tingkat nyeri sesudah perlakuan sebanyak 12 ,0%), hasil uji Wilcoxon, menunjukkan hasil yang signifikan dengan nilai yuU value sesudah kompres adalah sebesar 0,000 yang berarti ada pengaruh kompres hangat jahe merah terhadap Jurnal Mitrasehat Volume 15 Nomor 3. Agustus 2025 tingkat nyeri pada pasien yang menderita asam PEMBAHASAN Penderita asam urat lebh banyak pada wanita dibanding dengan laki-laki, berbeda dengan penelitian Singh & Gaffo . menemukan Prevalensi asam urat 1-4% di dunia dan insidensi 0,1-0,3%. Perbandingan prevalensi asam urat pada laki-laki dan perempuan adalah 3:1 hingga 10:1. Hal ini disebabkan karean penelitian yang dilakukan oleh Singh & Gaffo . memiliki populasi yang lebih luas. Data lain dari riskesdas . Kejadian asam urat di Indonesia dari diagnosis dokter . ,3 %), umur Ou 75 tahun . ,9 %), perempuan . ,5 %), dan laki-laki . 1 %). Pada orang lanjut usia, asam urat merupakan kondisi medis umum yang sebagian besar disebabkan oleh penyakit penyerta dan pengobatan bersamaan yang mengganggu metabolisme urat (Schinas et al. , 2. Berdasarkan hasil penelitian kompres hangat jahe merah merah setelah dilakukan tindakan didapatkan hasil yang efektif. di lakukan kompres hangat jahe merah menganggu aktivitasnya, setelah dilakukan tindakan kompres hangat jahe merah merah terdapat perubahan skala nyeri sendi sangat berkurang, akan tetapi ada satu pasien yang penurunan nyeri sedikit hal ini di sebabkan karena responden masih makan makanan yang mengandung purin tinggi. minyak atsiri dan oleoresin dalam kandungan jahe merah banyak digunakan dalam industry dan di rumah tangga. Mekanisme penghambat reseptor nyeri dari efek kompres jahe hangat, dimana serabut saraf perubahan mekanisme yaitu gerbang yang akhirnya dapat memodifidikasi dan merubah sensasi nyeri yang datang sebelum sampai ke korteks serebri menimbulkan persepsi nyeri dan reseptor otot sehingga nyeri dapat berkurang. Penelitian Arlina et al. , . menemukan bahwa kompres hangat jahe merah pengendalian terhadap rasa nyeri dalam tubuh. Penelitian lain yang dilakukan oleh Darmawansyah . dengan menemukan perubahan tingkat nyeri dari tingkat nyeri berat menurun menjadi tingkat nyeri sedang setelah diberikan kompres hangat jahe merah, kemudian yang sebelumnya megalami tingkat nyeri sedang menjadi tingkat nyeri ringan dan tingkat nyeri ringan menurun menjadi tidak Responden mengungkapkan bahwa nyeri berkurang dan merasa senang dengan kompres jahe merah. Pemberian kompres hangat jahe merah merah pada penelitian ini di gunakan selama A 10-15 menit, rasa panas yang mampu bertahan selama 3-5 menit saja sehingga kompresan di ulang dengan 2-3 kali, namun dalam rentang waktu tersebut kompres hangat jahe merah merah tetap mampu memberi pengaruh sehingga mampu dapat menurunkan nyeri sendi lansia penderita asam urat. Hasil penelitian Astuti . pemberian kompres hangat jahe merah menurunkan nyeri asam urat dengan tingkat nyeri sebelum intervensi berada pada skala nyeri berat . sedangkan setelah intervensi tingkat nyeri menurun menjadi tingkat nyeri ringan . Efek fisiologis kompres jahe merah dengan cara menurunkan nyeri sendi pada tahap tranduksi dan rangsangan noksius . uhu mekanik atau kimi. menjadi energi listrik . mplus sara. oleh reseptor sensorik untuk nyeri . Jahe mengandung siklooksigenase berfungsi untuk sebagai mediator nyeri, untuk menurunkan tingkat nyeri sendi. Jahe merah mejadi alternatif pengobatan non farmakologis untuk menurunkan tingkat nyeri sendi (Radharani. Jurnal Mitrasehat Volume 15 Nomor 3. Agustus 2025 KESIMPULAN Dari penelitian ini disimpulkan bahwa ada perbedaan tingkat nyeri antara sebelum pemberian kompres hangat jahe merah merah dan sesudah kompres hangat jahe merah. DAFTAR PUSTAKA