Jurnal MAHSEER. Vol 6 No 2 Juli 2024 Hal 09-16 e-ISSN: 2809-8234. p-ISSN : 2809-8374 Received 18 Juni 2024 / Revised 23 Juni 2024 / Accepted 05 Juli 2024 Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan https://jurnal. id/index. php/MAHSEER DAYA TETAS TELUR DAN ABNORMALITAS LARVA IKAN PERES (Osteochilus kappen. YANG TERPAPAR LIMBAH AIR CUCIAN KOPI [Hatchability Of Eggs And Abnormalities of Peres Fish Larvae (Osteochilus kappen. Exposed To Cofee Washing Water Wast. Aisyah Nur LestariA. Iwan Hasri2,3. Said Ali Akbar2. Afdhalul Rizqi1 . Nisrina1. Putri Iskandarita1. Selvia Maimunah1 Program Studi Budidaya Perairan. Fakultas Kelautan Dan Perikanan. Universitas Syiah Kuala Darussalam. Banda Aceh. Dosen Program Studi Budidaya Perairan. Fakultas Pertanian. Universitas Gajah Putih. Takengon Aceh Tengah Bidang Pemberdayaan dan Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Dinas Perikanan Kabupaten Aceh Tengah Email korespodensi: aisyahnrlstr@gmail. ABSTRAK Penelitian ini menganalisis pengaruh limbah cucian kopi terhadap daya tetas telur dan abnormalitas larva ikan Peres (Osteochilus kappen. Metode ini penelitian ini menggunakan metode eksperimental yaitu metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu A . B . iberi campuran limbah cucian air kopi 0,2 mL/400 mL). C . iberi campuran air limbah cucian kulit kopi dengan dosis 0,5 mL/ 400 mL) dan D . iberi campuran air limbah cucian kulit kopi dengan dosis 0,75 mL/400 mL). Setiap perlakuan menggunakan telur ikan peres berjumlah 20 butir. Parameter yang diamati selama penelitian yaitu hatching rate (HR). Abnormalitas Larva, kelangsungan hidup larva (SR Larv. , dan kualitas air. Hasil pengamatan berdasarkan analisis Duncan diperoleh hasil bahwa perlakuan yang diberikan limbah cucian kulit kopi pada telur ikan peres berpengaruh nyata (P<0,. terhadap abnormalitas dan survival rate larva namun tidak berpengaruh nyata terhadap daya tetas telur. Pemberian limbah pencucian kulit kopi tidak dapat ditoleransi oleh larva ikan Peres (Osteochilus kappen. dengan perlakuan apapun, karena dosis yang kecil sekalipun akan tetap berbahaya bagi abnormalitas larva ikan Peres (Osteochilus kappen. Kata Penting : daya tetas telur, abnormalitas, survival rate, ikan peres, limbah cucian air ABSTRACT This study will analyze the effect of coffee washing waste on egg hatchability and larval abnormality of Peres fish (Osteochilus kappen. This research uses an experimental method, namely the Complete Randomized Design (RAL) method with 4 treatments and 3 replicates, namely A . B . iven a mixture of coffee water washing waste 0. 2 mL/400 mL). C . iven a mixture of coffee skin washing waste water with a dose of 0. 5 mL/400 mL) and D . iven a mixture of coffee skin washing waste water with a dose of 0. 75 mL/400 mL). Each treatment used 20 peres fish eggs. Parameters observed during the study were hatching rate (HR), larval abnormality, larval survival . arval SR), and water quality. The results of observations based on Duncan's analysis showed that the treatment given by coffee skin washing waste to peres fish eggs had a significant effect (P < 0. on the abnormality and Lestari et al. Daya Tetas Telur dan Abnormalitas Larva Dan Abnormalitas Larva Ikan Peres (Osteochilus Kappen. Yang Terpapar Limbah Air Cucian Kopi survival rate of larvae but had no significant effect on egg hatchability. The application of coffee skin washing waste cannot be tolerated by Peres larvae (Osteochilus kappen. with any treatment, because even small doses will still be harmful to Peres (Osteochilus kappen. larval abnormalities. Key Words: egg hatchability, abnormality, survival rate, peres larvae, coffee wash waste. PENDAHULUAN Ikan Peres (Osteochilus kappen. ialah salah satu ikan air tawar. Ikan ini berasal dari perairan Danau Laut Tawar dan tersebar pada beberapa sungai di Kabupaten Aceh Tengah (Muchlisin et al. Ikan ini bersifat herbivor atau biasa disebut pemakan tumbuhan lebih tepatnya pemakan perifiton (Wicaksono, 2. , tumbuhan air (Tresna et al. , 2. fitoplankton (Hasri dan Rosa 2. dan detritus (Hanjavani et al. , 2. Kebanyakan masyarakat yang tinggal di Kabupaten Aceh Tengah adalah seorang petani kopi. Jenis kopi yang ditanam salah satunya ialah kopi Arabika. Kopi ini tersebar di Dataran Tinggi yang meliputi tiga kabupaten yaitu Aceh Tengah. Bener Meriah dan Gayo Lues. Wilayah yang terkenal dengan sebutan kota dingin ini sangat cocok untuk kopi Arabika tumbuh dan berkembang dengan baik. Ketinggian lahan yang cocok ditanami kopi jenis Arabika yaitu 500-2. 000 meter di atas permukaan laut . Suhu juga berpengaruh terhadap kualitas kopi Arabika yaitu sekitar 16-20EE. Berdasarkan Teknis Budidaya Kopi yang baik menurut Kementerian pertanian, kopi Arabika sebaiknya ditanam di tanah berlempung berbentuk remah. Namun pengolahan terhadap kopi di Kabupaten Aceh Tengah belum efektif. Masyarakat masih memanfaatkan sungai sebagai media untuk mencuci kopi yang mereka panen. Tentunya pencucian kopi di alam secara langsung yang apabila dilakukan secara terus menerus dapat mencemari lingkungan terkhusus perairan yang ada di Kabupaten Aceh Tengah. Air limbah pengolahan kopi juga mengandung bahan organik yang relatif tinggi dan memiliki pH rendah yaitu 4. 0 Ae 5. (Bisekwa et al. , 2020. Novita et al. Bahan organik pada air limbah pengolahan kopi ditunjukkan oleh tingginya nilai Biochemical Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) yang dapat mencapai 2506 mg/L dan 3344,44 mg/L (E. Novita et al. , 2020. Elida Novita et al. , 2. Kopi yang dipanen dicuci langsung di aliran sungai-sungai, sehingga dapat mengancam kelangsungan hidup biota tanah ataupun air karena mengandung bahan polutan organik tinggi dan pH Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk dilakukan, guna melihat pengaruh limbah cucian kopi terhadap daya tetas telur dan abnormalitas larva ikan Peres (Osteochilus kappen. METODOLOGI PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanan selama empat bulan dimulai dari tanggal 22 Januari sampai dengan tanggal 22 April 2024 bertempat di Balai Benih Ikan Lukup Badak Kabupaten Aceh Tengah. Takengon. Alat dan Bahan Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wadah budidaya, pH Meter. TDS Meter, gelas ukur, mikroskop, pipet tetes, thermometer, cawan petri, dan spuit. Jurnal MAHSEER. Vol 6 No 2 Juli 2024 hal 09-16 Sementara untuk bahan yang digunakan untuk penelitian ini yaitu air bersih, limbah cucian air kulit kopi dan larva ikan peres. Rancangan Percobaan Penelitian ini belum pernah dilakukan atau Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 tentang baku mutu air limbah mengatakan bahwa kadar paling tinggi BOD_5 70 mg/L. COD 180 mg/L. TSS 50 mg/L dan pH 6-9. Tingginya kadar BOD. COD pada kopi limbah pengolahan dapat disebabkan oleh tingginya jumlah zat organik dan adanya senyawa yang terdegradasi secara perlahan. Menurut temuan Hue NV, et al. , pH berkisar antara 3,5 hingga 4,5 dalam air limbah dari pengolahan buah kopi. Penelitian ini dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan dimana setiap perlakuan antara lain: Perlakuan . Perlakuan . pemberian air limbah cucian kulit kopi dengan dosis 0,2 mL/400 mL. Perlakuan . pemberian air limbah cucian kulit kopi dengan dosis 0,5 mL/ 400 mL. Perlakuan . pemberian air limbah cucian kulit kopi dengan dosis 0,75 mL/400 mL. Prosedur Kerja C Persiapan Wadah Penelitian ini menggunakan petri dish atau cawan petri sebagai wadah untuk uji Namun saat pemijahan, seluruh telur dimasukkan ke dalam satu wadah. Lalu pada Day 2, telur yang sudah terbuahi dipindahkan ke dalam wadah yang sudah berisi perlakuan yang berbeda dengan padat tebar 20 butir telur per-cawan petri. Air cucian kopi berasal dari buah kopi yang sudah didiamkan selama 1 malam. Banyak buah kopi yang digunakan saat perendaman yaitu 2 kg buah kopi per 20 liter air. Setelah 1 malam didiamkan, diambil air hasil rendaman dan diujikan ke dalam wadah uji coba yang sudah berisi telur ikan Peres. Masukkan sesuai C Persiapan telur ikan Telur yang digunakan didapatkan dari induk ikan Peres (Osteochilus kappen. yang dipijahkan di Balai Benih Lukup Badak Kabupaten Aceh Tengah. Telur yang digunakan adalah telur dengan usia D0. Telur diletakkan di dalam satu wadah yang kemudian dipindahkan ke dalam wadah uji coba pada usia telur D2 dengan syarat suhu dari wadah pertama ke wadah uji coba tetap sama. C Pengecekan Kualitas Air Pengecakan kualitas air dilakukan setiap Dari awal peletakan ke dalam wadah selama 7 hari. Kualitas air yang diukur pada penelitian ini yaitu pH. TDS dan suhu. Identifikasi (Osteochilus kappen. Identifikasi dilkukan setiap hari selama penelitian berlangsung hingga selesai menggunakan mikroskop kemuadian hasil dicatat dan di dokumentasikan. Analisa Data C Daya tetas telur (Hatching Rat. Menentukan tingkat penetasan telur dihitung dengan menggunakan rumus Uus dan Sharifuddin . sebagai berikut : HR = jumlah telur menetas ycu 100% jumlah telur sampel Keterangan : Pengenceran Limbah Kulit Kopi HR = daya tetas telur (%) Lestari et al. Daya Tetas Telur dan Abnormalitas Larva Dan Abnormalitas Larva Ikan Peres (Osteochilus Kappen. Yang Terpapar Limbah Air Cucian Kopi C Abnormalitas larva ikan Peres Abnormalitas yang terjadi pada larva meliputi bentuk kepala, bentuk tubuh dan bentuk ekor. Perhitungan dilakukan untuk mengetahui besaran abnormalitas seperti yang dikemukakan oleh Sudrajat et al. , dan Aprilianti . , yaitu : Abnormalitas larva = jumlah larva abnormal ycu 100% jumlah larva normal C Survival rate Larva Survival rate (SR) atau derajat kelulusan kehidupan merupakan jumlah larva yang hidup setelah menetas jumlah awal larva pada awal pengamatan dihitung dengan rumus Effendi . sebagai berikut : SR= (Nt )/N0 x 100 % Keterangan : SR = Kelangsungan hidup (%) Nt = Jumlah larva yang hidup pada akhir percobaan . No = Jumlah larva yang hidup pada awal percobaan . C Analisa Data Data yang diperoleh pada penelitian ini dianalisis menggunakan Analisi Sidik Ragam . ne way ANOVA). Dari hasil penelitian terdapat pengaruh nyata dan diperoleh nilai KK >10%, maka dilakukan uji duncan sebagai uji lanjut. Kemudian disajikan dalam bentuk tabel. HASIL Hatching Rate (Daya Tetas Telu. Data hasil pengukuran daya tetas telur disajikan pada tabel 3. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa limbah cucian air kopi tidak berpengaruh nyata terhadap daya tetas telur ikan peres. Tabel Hatching rate ikan Peres Daya Tetas telur Perlakuan (%) A . 100A0a B . ,2 mL/400 mL) 100A0a C . ,5 mL/ 400 mL) 100A0a D . ,75 mL/400 mL) 100A0a Keterangan : nilai rata Ae rata yang ikuti oleh huruf yang tidak sama berbeda nyata menurut uji jarak berganda duncan pada taraf kepercayaan 0,05 Berdasarkan Tabel 3. 3 menunjukkan bahwa daya tetas telur pada setiap perlakuan yang diberi limbah cucian air kulit kopi tidak memberikan pengaruh nyata pada daya tetas telur ikan peres (Osteochilus kappen. Semua perlakuan menampilkan data yang sama karena sebenarnya dosis limbah cucian air kulit kopi yang diberikan masih sangat sedikit sehingga masih bisa ditoleransi oleh daya tetas telur larva ikan peres. Abnormalitas Abnormalitas (Osteochilus kappen. selama penelitian dapat dilihat pada Tabel 3. Hasil analisis Anova dengan uji lanjut duncan menunjukkan bahwa pemberian limbah cucian air kopi berpengaruh nyata terhadap abnormalitas larva ikan peres (Osteochilus kappen. Tabel 3. 2 Rata Ae rata abnormalitas larva ikan peres (Osteochilus kappen. Abnormalitas Perlakuan A . 0,71A 0a B . ,2 mL/400 mL) 27,94A2,02b C . ,5 mL/ 400 mL) 3,21A3,51b D . ,75mL/400 mL) 27,94A2,02b Keterangan : nilai rata Ae rata yang ikuti oleh huruf yang tidak sama berbeda nyata menurut uji jarak berganda duncan pada taraf kepercayaan 0,05. Survival Rate Larva (Kelangsungan Hidup Larv. Jurnal MAHSEER. Vol 6 No 2 Juli 2024 hal 09-16 Survival Rate Larva (SR Larv. pada penelitian ini terlihat pada tabel 3. dimana kelangsungan hidup larva telur ikan peres (Osteochilus kappen. pada pemberian cucian kulit kopi memberikan pengaruh nyata pada larva ikan peres (Osteochilus kappen. Tabel 3. 3 Rata Ae rata Survival Rate larva ikan peres (Osteochilus kappen. Perlakuan Sr Larva % A . 6,32A1,81b B . ,2 mL/400 mL) 2,86A1,86 ab C . ,5 mL/ 400 mL) 1,98A2,21a D . ,75mL/400 mL) 2,4A1,46a Keterangan : nilai rata Ae rata yang ikuti oleh huruf yang tidak sama berbeda nyata menurut uji jarak berganda duncan pada taraf kepercayaan 0,05. Kualitas Air Kualitas air merupakan salah satu faktor penting yang sangat diperhatikan dalam kegiatan pembenihan ikan khususnya dalam proses penetasan telur ikan (Ilhamdi et al, 2. Dalam penelitian ini faktor fisika dan kimia air yang dilakukan pengukuran meliputi suhu, pH, dan TDS. Tabel 3. Kualitas Air TDS Suhu Perlakuan . (EE) PEMBAHASAN Hatching Rate (Daya tetas telu. Larva ikan Peres Berdasarkan Tabel 3. 1 menunjukkan bahwa daya tetas telur pada setiap perlakuan yang diberi limbah cucian air kulit kopi tidak memberikan pengaruh nyata pada daya tetas telur ikan peres (Osteochilus kappen. Semua perlakuan menampilkan data yang sama karena sebenarnya dosis limbah cucian air kulit kopi yang diberikan masih sangat sedikit sehingga masih bisa ditoleransi oleh daya tetas telur larva ikan peres. Abnormalitas Berdasarkan tabel 3. 2 hasil perhitungan abnormalitas larva ikan peres (Osteochilus kappen. di atas menunjukan bahwa nilai Ikan Peres (Osteochilus kappen. berpengaruh nyata pada perlakuan B. C, dan D. Nilai berpengaruh nyata pada perlakuan B dengan pemberian air limbah cucian kulit kopi dengan dosis 0,2 mL/400 mL begitu pula dengan perlakuan D dengan dosis limbah cucian air kulit kopi 0,75 mL/400 mL disusul oleh perlakuan C dengan dosis 0,5 mL/400 mL. Namum tidak berbeda nyata dengan perlakuan A yang kontrol atau tanpa pemberian air cucian limbah kulit kopi. Maka dari itu data diatas menyatakan bahwa pemberian dosis yang mempengaruhi abnormalitas larva Ikan Peres (Osteochilus kappen. walaupun dosis yang diberikan sedikit. Menurut Puspasari . ciri-ciri larva abnormal pada penelitian meliputi bentuk tubuh yang bengkok, bengkok bagian ekor, kepala tidak sempurna dan penipisan sirip Larva kemungkinan disebabkan karena adanya gangguan pada saat pembelahan sel dan akan mengganggu proses organogenesis dalam pembentukan organ-organ (Putra. Hassan et al, 2. Survival Rate Larva (Kelangsungan Lestari et al. Daya Tetas Telur dan Abnormalitas Larva Dan Abnormalitas Larva Ikan Peres (Osteochilus Kappen. Yang Terpapar Limbah Air Cucian Kopi Hasil dari survival rate larva ikan peres pada penelitian ini dapat dilihat dari tabel di atas bahwa perlakuan A . berpengaruh nyata yaitu 6,32A1,81b namun tidak berpengaruh nyata pada perlakuan B. C, dan D yang diberi limbah rendaman kulit kopi dengan dosis Artinya limbah rendaman biji buah kopi ini sangat tidak baik bagi kelangsungan hidup larva ikan Peres (Osteochilus kappen. Dosis pada perlakuan B . ,2 mL/400 mL) merupakan dosis limbah rendaman biji buah kopi yang terendah diantara perlakuan yang diberikan limbah rendaman biji buah kopi, namun menjadi yang tertinggi nilai kelangsungan hidupnya bagi larva ikan Peres, yang berarti walaupun sedikit saja dosis yang diberikan dapat memberikan dampak buruk bagi kelangsungan hidup larva ikan peres (Osteochilus kappen. masih aman untuk daya tetas telur dan abnormalitas larva ikan Peres (Osteochilus Kualitas Air Pada Tabel 3. Parameter kualitas air yang diukur pada media pemeliharaan selama penelitian berlangsung yaitu suhu, pH, dan TDS. Hasil pengamatan kualitas air pada setiap perlakuan selama penelitian berdasarkan data tersebut diketahui bahwa suhu air berada pada kisaran 23,3-23,5AC sesuai dengan pernyataan Hasri et al. kisaran suhu yang didapatkan pada ikan peres (Osteochilus kappen. berkisar antara 2030AC. Kisaran pH adalah 7,1-7,5 Hal ini sesuai dengan pernyataan Rukmana . , bahwa kisaran pH yang optimal untuk perkembangbiakan ikan peres adalah 7-8. dan TDS berkisar antara 107111 ppm hal ini sesuai dengan pernyataan Hasri et al. kisaran TDS yang didapatkan pada penetasan telur ikan peres berkisar antara 113-276 mg/l. Maka dari itu untuk kualitas suhu. TDS, dan pH DAFTAR PUSTAKA