Proceedings Series on Social Sciences & Humanities. Volume 20 Prosiding Pertemuan Ilmiah Bahasa & Sastra Indonesia (PIBSI XLVI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto ISSN: 2808-103X Dimensi Berkebhinekaan Global dalam Buku Teks Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka Dini Restiyanti Pratiwi1*. Eko Purnomo1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Muhammadiyah Surakarta ARTICLE INFO ABSTRACT Article history: Berkebhinekaan Global merupakan salah satu dimensi Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka. Setiap dimensi dalam Profil Pelajar Pancasila memiliki elemen dan subelemen dengan deskriptornya masingmasing sesuai dengan fase yang ditempuh. Implementasi profil pelajar pancasila ini diharapkan mampu mewujudkan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai nilai-nilai pancasila. Penelitian ini memiliki tujuan menganalisis dimensi berkebhinekaan global dengan elemen bermuatan budaya dalam buku teks Bahasa Indonesia kelas VII Kurikulum Merdeka. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah buku Bahasa Indonesia kelas VII Kurikulum Merdeka. Data dalam penelitian ini adalah kata, frasa, kalimat, ataupun paragraf yang mengandung dimensi berkebhinekaan global bermuatan budaya. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak, catat, dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam buku teks Bahasa Indonesia kelas VII Kurikulum Merdeka mengandung dimensi Berkhebinekaan Global dengan elemen bermuatan budaya, yaitu Elemen Mengenal dan Menghargai Budaya yang terdiri dari subelemen . Mendalami Budaya dan Identitas Budaya, . Mengeksplorasi dan Membandingkan Pengetahuan Budaya dan Praktiknya, dan . Menumbuhkan Rasa Menghormati terhadap Keanekaragaman Budaya. Adapun elemen komunikasi dan interaksi antarbudaya yang ditemukan memuat 2 subelemen yaitu . Berkomunikasi antarbudaya dan . Mempertimbangkan dan Menumbuhkan berbagai Perspektif. Elemen yang mendominasi dalam buku teks Bahasa Indonesia kelas VII, yaitu elemen mengenal dan menghargai budaya pada subelemen mendalami dan identitas Dengan demikian, diketahui bahwa pada kelas VII SMP pengenalan dimensi berkebhinekaan global yang bermuatan budaya pada taraf mengenal dan menghargai budaya yang ada di Indonesia. DOI: 30595/pssh. Submitted: June 20, 2024 Accepted: November 10, 2024 Published: November 30, 2024 Keywords: Berkebhinekaan. Kurikulum Merdeka. Global This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Corresponding Author: Dini Restiyanti Pratiwi Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. Yani. Mendungan. Sukoharjo. Jawa Tengah 57162. Indonesia Email: drp122@ums. Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/pssh/issue/view/36 ISSN: 2808-103X PENDAHULUAN Indonesia saat ini menerapkan dan mengembangkan Kurikulum Merdeka (Herlandy et al. Kurikulum ini dikembangkan dengan harapan dapat mencetak generasi milenial yang mampu memahami materi atau ilmu yang diajarkan oleh guru secara cepat, bukan hanya pandai untuk mengingat bahan ajar yang diberikan oleh guru (Indarta et al. Kurikulum Merdeka memiliki kekhasan dalam penguatan pendidikan karakter yang menarik, yaitu Profil Pelajar Pancasila (Romhaningsih. Sufanti, and Nasucha 2. Terdapat enam dimensi karakter dan Profil Pelajar Pancasila Indonesia, yaitu: . beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, . mandiri, . bergotong-royong, . berkebhinekaan global, . bernalar kritis, dan . kreatif (Irawati et al. Rachmawati et al. Dimensi tersebut dirumuskan untuk membentuk sumber daya manusia unggul dan peserta didik yang memiliki kompetensi global serta berperilaku berdasarkan nilai-nilai Pancasila untuk menumbuhkan karakter bangsa yang unggul. Cara yang dapat dilakukan oleh seorang pendidik dalam mengembangkan nilai pendidikan karakter pada peserta didik, yaitu dengan mengintegrasikan nilai karakter dalam pembelajaran baik melalui kegiatan pembelajaran maupun integrasi di dalam materi pembelajaran. Integrasi pendidikan karakter dalam materi pembelajaran dapat disajikan oleh pendidik melalui pengembangan bahan ajar atau penggunaan buku ajar. Hal ini diperkuat oleh pendapat (Azizah et al. bawah upaya yang dapat dilakukan oleh guru adalah dengan menggunakan buku ajar yang dapat mempermudah proses pembelajaran dalam mengembangkan nilai-nilai pembentukan karakter. Buku ajar ini diharapkan dapat mendasarkan nilai-nilai pembentukan karakter yang tidak hanya menyajikan materi, contoh, dan latihan, tetapi juga menerapkan nilai-nilai pembentukan karakter dalam setiap penyajian materi. Dengan demikian, buku ajar yang mengandung nilai pendidikan karakter dapat pula membantu peserta didik dalam mengimplementasikan karakter yang dikuatkan dalam kehidupan sehari-hari (Purnomo. Sabardila, and Markhamah 2022. Karakter yang dikuatkan melalui materi ajar perlu disesuaikan dengan konteks materi yang sedang Oleh karena itu, setiap materi memiliki potensi tersendiri dalam menanamkan karakter tertentu dalam bahan ajar (Liliawati et al. Nilai karakter yang terkandung dalam materi dapat tertuang dalam bahan ajar yang dipilih oleh guru. Salah satu media yang dapat mengintegrasikan nilai Profil Pelajar Pancasila, yaitu melalui bahan ajar. Bahan ajar merupakan media yang tepat untuk mengintegrasikan pendidikan karakter. Bahan ajar bahasa Indonesia yang mengintegrasikan nilai karakter bangsa mengarahkan peserta didik memahami beragam teks sekaligus menanamkan nilai karakter (Saleh and Sultan 2. Oleh karena itu, penting sekali mengintegrasikan dimensi Profil Pelajar Pancasila pada bahan ajar terutama dalam buku teks. Buku teks Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka dirancang tidak hanya untuk mengajarkan bahasa dan sastra, tetapi juga untuk memperkenalkan kepada peserta didik pada berbagai perspektif budaya dan nilai-nilai Salah satu dimensi Pelajar Pancasila adalah Berkebhinekaan Global. Melalui konten yang disajikan, peserta didik diharapkan dapat memahami dan menghargai keberagaman budaya yang ada di dunia, serta mengembangkan sikap toleransi dan empati terhadap perbedaan (Sufanti et al. Pembelajaran pada era globalisasi harus diimbangi dengan proses pendidikan karakter yang kuat pula, khususnya adalah Dimesi Berkebhinekaan global. Pelajar berwawasan kebhinekaan global adalah pelajar yang berbudaya luhur bangsa dan memiliki wawasan tentang eksistensi budaya daerah, nasional, maupun global yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran dan penerimaan terhadap keberagaman (Widhiyanto. Zulaeha, and Wagiran 2. Dimensi Berkebhinekaan global menekankan pada pentingnya sikap inklusif, menghormati keberagaman, dan mampu beradaptasi dalam konteks global (Rohmah et al. Karakter berkebhinekaan global merupakan salah satu tujuan utama dari Profil Pelajar Pancasila yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa saling menghargai serta menciptakan kemungkinan lahirnya budaya baru yang positif dan sejalan dengan nilainilai budaya luhur (Astari. Lasmawan, and Ardana 2. Salah satu elemen dalam Berkebhinekaan Global adalah bermuatan budaya. Budaya mencerminkan identitas suatu masyarakat dan menjadi jembatan yang menghubungkan individu dari latar belakang yang berbeda. Melalui pemahaman terhadap budaya yang beragam, kita dapat memperluas wawasan dan menghargai perbedaan yang ada di sekitar kita. Penelitian mengenai Berkebhinekaan Global telah dilakukan oleh beberapa peneliti. Penelitian (Sufanti. Purwati, and Cahyati 2. menemukan bahwa dalam Cerpen berlatar pandemi Covid-19 mengandung nilai Berkebhinekaan Global yang dapat mengintegrasikan nilai-nilai karakter pada peserta didik. Penelitian (Suaka and Wiastra 2. menemukan bahwa novel Helai-helai Sakura Gugur dapat dijadikan sebagai media integrasi karakter salah satunya Berkebhinekaan Global. Penelitian yang dilakukan oleh (Maghfirani and Romelah 2. menemukan bahwa dalam kelas VII SMP penerapan Berkebhinekaan Global pada peserta didik masih sulit Berdasarkan penelitian relevan terdahulu penelitian tentang Berkebhinekaan Global dalam buku teks belum pernah dilakukan. Oleh karena itu, kebaruan dalam penelitian ini adalah mampu mengetahui penyebaran Profil Pelajar Pancasila Berkebhinekaan Global dalam elemen bermuatan budaya. Sehingga dapat dijadikan sebagai tolok ukur guru dalam mengimplementasikan Profil Pelajar Pancasila dalam buku teks yang ada. Dengan memahami dimensi kebhinekaan global dalam buku teks Bahasa Indonesia, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana kurikulum Merdeka mengadaptasi dan mengintegrasikan nilai-nilai Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/pssh/issue/view/36 ISSN: 2808-103X Melalui analisis mendalam terhadap materi yang disajikan dalam buku teks, diharapkan dapat diperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai efektivitas kurikulum ini dalam mempersiapkan peserta didik untuk menjadi warga dunia yang inklusif dan berpikiran terbuka. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif, yaitu data yang dianalisis berupa kata-kata yang menekankan intepretasi data yang ditemukan di lapangan (Mahsun 2019. Sugiyono 2. Diperkuat Lofland & Lofland . alam (Moelong 2. bahwa sumber data penelitian kualitatif berupa kata-kata selebihnya dapat berupa dokumen serta tindakan-tindakan. Berdasarkan pengertian tersebut sumber data yang digunakan adalah buku teks Bahasa Indonesia kelas VII Kurikulum Merdeka yang termasuk dokumen bahan ajar. Data dalam penelitian ini adalah kata, frasa, kalimat, dan juga paragraf yang mengandung dimensi berkebhinekaan global bermuatan budaya. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak, catat, dan dokumentasi. Pertama peneliti melakukan penyimakan dokumen berupa buku Bahasa Indonesia kelas VII Kurikulum Merdeka. Selanjutnya, data yang sudah ditemukan dari hasil penyimakan tersebut dicatat melalui kartu data dan dikodefikasi sesuai dengan rumusan permasalahan yang dirumuskan. Langkah selanjutnya adalah dokumentasi data, yaitu data yang ditemukan didokumentasikan sesuai dengan jenis data yang ada. Teknik analisis menggunakan model interaktif (Miles 2. , yaitu melalui tiga langkah utama dalam proses analisis data, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Profil Pelajar Pancasila dimensi Berkebhinekaan global terdapat elemen yang berkaitan dengan budaya atau kearifan lokal masyarakat Indonesia, yaitu elemen mengenal dan menghargai budaya dan elemen komunikasi dan interaksi antarbudaya. Data tersebut dijabarkan di bawah ini. Elemen Mengenal dan Menghargai Budaya Budaya yang ada di Indonesia merupakan kekayaan yang sangat berharga dan mencerminkan identitas Beragam suku, bahasa, adat istiadat, dan seni tradisional yang tersebar di seluruh nusantara menunjukkan betapa kayanya warisan budaya kita. Oleh karena itu, melestarikan budaya ini sangat penting agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman dan modernisasi. Pengajaran tentang budaya harus dimulai sejak dini dengan mengenalkannya kepada peserta didik melalui pendidikan formal maupun nonformal. Melalui kegiatan belajar yang interaktif dan kreatif, peserta didik dapat memahami, menghargai, dan ikut menjaga keberagaman budaya Dengan demikian, budaya Indonesia akan terus hidup dan berkembang di tangan generasi muda, sekaligus memperkuat jati diri nasional dalam menghadapi tantangan global. Sebagai upaya dalam mengenalkan budaya dan menghargai budaya perlu adanya integrasi budaya dalam bahan ajar peserta didik khususnya kelas VII SMP. Dalam buku teks Bahasa Indonesia kelas VII SMP ditemukan beberapa elemen yang berkaitan dengan mengenal dan menghargai budaya. Sub Elemen Mendalami Budaya dan Identitas Budaya Sub elemen mendalami budaya dan identitas budaya memuat kompetensi memahami perubahan budaya seiring waktu dan sesuai konteks, baik dalam skala lokal, regional, dan nasional. Selain itu, menjelaskan identitas diri yang terbentuk dari budaya bangsa. Berikut hasil temuan data muatan sub elemen mendalami budaya dan identitas budaya dalam buku teks Bahasa Indonesia kelas VII. AuTulislah nama-nama benda khas daerah kalian . apat berupa makanan atau kerajina. pada kolom Saya Sudah Tahu. Tuliskan nama benda dari daerah lain yang ingin kalian ketahui pada kolom Saya Belum TahuAy (BIER:. Data di atas merupakan salah satu bentuk latihan yang tersaji dalam buku teks Bahasa Indonesia. Melalui latihan tersebut, peserta didik diminta untuk menuliskan benda-benda khas daerah masing-masing serta menuliskan benda dari daerah lain yang ingin diketahui. Hal ini dapat mendorong peserta didik untuk lebih memperdalam budaya yang ada di daerah mereka karena mereka diminta untuk menuliskanya. Selain itu, pemahaman peserta didik terkait dengan budaya yang belum diketahui akan semakin luas karena budaya yang belum diketahui dapat mereka tulis juga pada kolom berkaitan dengan budaya yang belum diketahui. Hal ini dimungkinkan akan menjadi pemantik guru dalam berdiskusi di kelas. Setelah selesai menulis budaya tersebut peserta didik dan guru saling mendiskusikan budaya yang telah mereka tulis tersebut. Bahan ajar Bahasa Indonesia tersebut telah mengandung kearifan lokal budaya yang ada di Indonesia. berkembangnya bahan ajar dengan basis kearifan lokal memberikan nilai lebih karena selain mengenalkan kearifan lokal daerah dan upaya pelestarian kearifan lokal daerah, juga memudahkan guru dalam menghubungkan materi yang dijelaskan dengan keadaan atau kondisi lingkungan daerahnya (Meilana and Aslam 2. Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/pssh/issue/view/36 ISSN: 2808-103X AuPasar Beringharjo yang Bapak cari letaknya tak jauh lagi di depan jalan ini. Gedungnya berwarna hijau dengan jendela-jendela yang dicat kuning. Terdapat plakat besar bertuliskan Pasar Beringharjo. Di kiri kanan pintu masuknya berjajar payung-payung. Ay (BIER:. Data di atas terdapat pada kutipan teks deskripsi. Kutipan teks tersebut mendeskripsikan Pasar Beringharjo. Pasar Beringharjo termasuk dalam cagar budaya yang ada di Provinsi Yogyakarta. Pendeskripsian Pasar Beringharjo ini termasuk salah satu cara mengenalkan budaya kepada murid di seluruh Indonesia. Penggunan teks tentang cagar budaya adalah salah satu strategi dalam melestarikan dan mengenalkan kearifan lokal dan budaya kepada peserta didik. AuHai. Teman-teman! Kalian tahu, kali ini aku berada di mana?Ay AuYa, tepat sekali! Kali ini aku berada di sentra keripik pisang lampung, di Jalan Pagar Alam. Kota Bandar Lampung yang terkenal dengan sebutan Gang PU. Kalau kalian lihat nih, di sisi kiri kanan jalan ini, hingga dua kilometer ke depan, ada ratusan penjual keripik pisang aneka rasa. Ada rasa cokelat, keju, stroberi, melon, cappuccino, sapi panggang, rumput laut, hmm . rasa apa lagi, ya? Daripada penasaran, ayo langsung kita coba!Ay (BIER:. Data di atas juga termasuk dalam salah satu teks deskripsi. Teks tersebut mendeskripsikan salah satu makanan yang menjadi khas di Provinsi Lampung yaitu kripik pisang lampung. Mempelajari makanan tradional adalah salah satu cara untuk melestraikan budaya dan kearifan lokal. Kripik pisang lampung adalah salah satu makanan tradisional yang menjadi khas oleh-oleh berwisata di Lampung. Dengan demikian teks tersebut mengandung sub elemen mendalami budaya dan identitas budaya karena memperkenalkan salah satu makanan khas dari Provinsi Lampung. Makanan tradisional atau lokal merupakan salah satu bentuk identitas dari suatu kelompok masyarakat yang mudah ditemukan dan dikenali. Setiap daerah di Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang menjadi ciri khas atau identitas masing-masing. Salah satu upaya untuk mengenalkan dan mempromosikan kekayaan kuliner tersebut adalah melalui materi pembelajaran di sekolah (Tyas 2. AuItam dan Micel sedang asyik bermain gasing ketika terdengar nyanyian yang sudah sangat mereka kenal. Ay (BIER:. Data di atas juga termasuk aktivitas memperdalam kebudayaan. Hal ini dapat tercermin dari kegiatan yang dilakukan oleh Itam dan Micel. Kedua anak tersebut sedang asik bermain gasing. Gasing adalah salah satu permainan tradisonal Indonesia yang merupakan budaya asli di Indonesia. Dengan mereka bermain gasing sama mereka termasuk melakukan aktivitas melesatrikan kebudayaan yang ada, di tengah permainan modern yang Mengeksplorasi dan Membandingkan Pengetahuan Budaya dan Praktiknya Sub elemen ini memuat kompetensi memahami dinamika budaya yang mencakup pemahaman dan praktik keseharian dalam konteks personal dan sosial bagi peserta didik di akhir fase D kelas VII-IX. Berikut hasil analisis terkait sub elemen mengeksplorasi dan membandingkan pengetahuan budaya dan praktiknya. AuRafa menghabiskan akhir pekan bersama keluarganya. Kali ini mereka berwisata ke sebuah puncak yang sedang populer di Aceh, yaitu Pantan Terong. Rafa tak menyesal mengusulkan destinasi wisata ini kepada keluarganya. Ia sering membacanya di internet. Ay (BIER:. Data di atas mendeskripsikan mengenai Pantan Terong. Wisata Pantan Terong termasuk destinasi wisata yang ada di Aceh. Pada data tersebut Rafa Bersama kelaurganya mengunjung kawasan wisata Pantan Terong. Rafa sebelumnya telah membaca mengenai Kawasan Wisata Pantan Terong ini. Hal ini membuktikan bahwa sebelum berkunjung Rafa sudah mengeskplorasi terlebih dahu objek yang akan dituju. Menumbuhkan Rasa Menghormati terhadap Keanekaragaman Budaya Menumbuhkan rasa menghormati terhadap keanekaragaman budaya merupakan langkah penting dalam membangun masyarakat yang harmonis dan inklusif. Setiap budaya memiliki nilai, tradisi, dan pandangan hidup yang unik, yang menjadi identitas dari suatu kelompok. Menghargai keanekaragaman ini berarti menerima perbedaan sebagai kekayaan yang memperkaya kehidupan bersama. Pendidikan memainkan peran kunci dalam menanamkan rasa hormat terhadap budaya lain, dengan mengenalkan anak-anak pada berbagai tradisi, bahasa, dan kebiasaan sejak dini. AuSebelum pulang, ibuku membeli suvenir yang berbentuk kopi gayo. Katanya, kita harus membantu perajin lokal. Nah, tunggu apa lagi? Dengan mengunjungi Pantan Terong, kalian pun Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/pssh/issue/view/36 ISSN: 2808-103X ikut mempromosikan wisata dan kerajinan lokal. Segera berwisata ke Aceh dan menikmati kecantikan Pantan Terong, ya!Ay (BIER:. Keragaman budaya yang ada di Indonesia tidak hanya berbentuk kesenian saja. Namun, makanaan tradional juga termasuk budaya yang perlu dileatrikan di Indonesia. Pada data di atas terdapat kutipan teks membantu perajin lokal. Kutipan teks tersbeut dapat mengandung makna menunbuhkan rasa menhormati budaya yang ada di Indonesia. Cara menghormati budaya dan keberagaman budaya dapat dilaksanan dengan cara membeli produk kerajinan lokal. Dengan membeli produk asli Indonesia atau dari perajin lokal adalah salah satu sarana melestarikan budaya. Perlu adanya dukungan dari masyarakat dalam mencintai budaya dan menggunakan produkproduk lokal Indonesia (Khairani and Abdillah 2. Elemen Komunikasi dan Interaksi antar Budaya Budaya yag berkembang diIndonesia perlu untuk selalu dilestarikan. Cara pelestarian ini dapat dilakukan dengan cara komunikasi dan interaksi budaya. Komunikasi dan interaksi antar budaya merupakan proses yang penting dalam dunia yang semakin terhubung saat ini. Di tengah globalisasi, individu dari berbagai latar belakang budaya sering berinteraksi satu sama lain, baik melalui perjalanan, bisnis, pendidikan, maupun media sosial. Proses ini tidak hanya melibatkan pertukaran informasi, tetapi juga pertukaran nilai, norma, dan pemahaman yang Pentingnya komunikasi antar budaya terletak pada kemampuannya untuk memperluas wawasan dan meningkatkan toleransi. Dengan memahami perspektif orang lain, individu dapat mengurangi prasangka dan stereotip yang sering kali menghalangi hubungan yang harmonis. Misalnya, dalam konteks bisnis internasional, pemahaman tentang budaya lokal dapat berpengaruh signifikan terhadap cara melakukan negosiasi, membangun hubungan, dan mengelola tim yang beragam. Dalam elemen Komunikasi dan interaksi antar budaya dapat dikelompokkan menjadi beberapa sub elemen. Sub elemen tersebut dijelaskan di bawah ini. Berkomunikasi antar Budaya Pada akhir fase D kelas VII sampai dengan IX, sub elemen berkomunikasi antar budaya memuat kompetensi peserta didik mampu mengeksplorasi pengaruh budaya terhadap penggunaan bahasa serta dapat mengenali risiko dalam berkomunikasi antar budaya. Berikut hasil analisis terkait sub elemen berkomunikasi antar budaya dalam buku teks Bahasa Indonesia kelas VII. AuNah, mungkin Kakak. Bapak/Ibu bertanya-tanya. AoMbaru Niang itu apa, ya?Ao Bapak/Ibu lihat rumah-rumah yang ada di depan kita ini? Ya. Ini adalah rumah tradisional khas Manggarai. (BIER:. Data di atas adalah salah satu cara berkomunikasi dalam budaya. Teks tersebut berupa kalimat pertanyaan kepada wisatawan mengenai Mbaru Niang. Pemandu wisata menginformasikan bahwa Mabru Niang adalah salah satu rumah tradisional khas Manggarai. Dengan demikian terjadi komuniasi budaya antara pemandu wisata dengan para wisatawan yang sedang berkunjung. AuPernahkah kalian melihat orang-orang dewasa saling berbalas pantun pada acara pernikahan atau upacara adat? Pantun tersebut memiliki rima. Beberapa lirik lagu daerah juga memiliki syair yang berima. Bagaimana dengan lagu di daerah kalian?Ay (BIER:. Data di atas juga termasuk dalam komunikasi antar budaya. Data tersebut termasuk pertanyaan mengenai tradisi berbalas pantung yang biasanya terdapat dalam pesta pernikahan atau upacara adat. Hal ini termasuk dalam komunikasi budaya karena penulis bertanya kepada pembaca. Maka akan terjadi komunikasi budaya di dalamnya. Mempertimbangkan dan Menumbuhkan berbagai Perspektif Kompetensi yang termuat dalam sub elemen ini adalah peserta didik diharapkan mampu menjelaskan asumsi-asumsi yang mendasari perspektif tertentu. Memperkirakan dan mendeskripsikan motivasi komunitas yang berbeda dengan dirinya yang berada dalam situasi yang sulit. Berikut hasil analisis terkait sub elemen mempertimbangkan dan menumbuhkan berbagai perspektif. AuBagaimana tampilan bandrek ini? Bagaimana harum yang tercium? Seperti apa rasanya?Ay (BIER:. Pada data di atas termasuk aktivitas yang dapat menumbuhkan berbagai perspektif terhadap budaya. Kutipan teks tersbut peserta didik seakan-akan dimintai pendapat mengenai tampilan dari bandrek. Bandrek dalam teks tersebut merupakan salah satu jenis minuman tradisonal yang ada di Indonesia. Kegiatan ini akan mampu menimbulkan berbagai perspektif dalam diri peserta didik. Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/pssh/issue/view/36 ISSN: 2808-103X Dalam buku teks Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka kelas VII SMP tidak semua BAB memuat dimensi Berkhebinekaan Global dengan elemen bermuatan budaya. Adanya dimensi bermuatan kebudayaan ini mampu mengenalkan budaya asli Indonesia kepada peserta didik. Buku teks merupakan salah satu media yang paling mudah untuk mengenalkan budaya kepada peserta didik. Nilai-nilai budaya lokal serta nilai-nilai budaya daerah setempat dapat diinternalisasikan dalam pembelajaran, agar peserta didik mampu belajar sesuai pengalaman di kehidupan peserta didik sehari-hari. Pembelajaran berbasis budaya sangat penting untuk diterapkan dalam pembelajaran (Laksana et al. Penerapan kearifan lokal ke dalam bentuk bahan ajar dalam konteks ini dengan menggali keadaan lingkungan fisik sekitar maupun rutinitas masyarakat sehari-hari yang diaplikasikan ke dalam sebuah buku pelajaran, sehingga peserta didik akan lebih mudah dalam mengingat materi pembelajaran karena konsepnya sering dijumpai oleh peserta didik itu sendiri (Mukhlis. Asnawi, and Rasdana KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan yang sudah dijabarkan, dapat disimpulkan bahwa Profil Pelajar Pancasila dimensi Berkebhinekaan Global yang bermuatan budaya di dalam buku teks Bahasa Indonesia kelas VII ditemukan dua elemen dari tiga elemen dalam dimensi Berkebhinekaan Global. Elemen pertama, yaitu Elemen Mengenal dan Menghargai Budaya yang terdiri dari sub elemen . Mendalami Budaya dan Identitas Budaya, . Mengeksplorasi dan Membandingkan Pengetahuan Budaya dan Praktiknya, dan . Menumbuhkan Rasa Menghormati terhadap Keanekaragaman Budaya. Adapun elemen kedua, yaitu komunikasi dan interaksi antar budaya mencakup 2 sub elemen, yaitu . Berkomunikasi antar Budaya dan . Mempertimbangkan dan Menumbuhkan berbagai Perspektif. Elemen yang paling dominan ditemukan dalam buku teks Bahasa Indonesia kelas VII, yaitu elemen mengenal dan menghargai budaya pada sub elemen mendalami dan identitas budaya. Hasil analisis dan pembahasan tersebut menunjukkan bahwa integrasi budaya dalam pembelajaran bagi peserta didik kelas VII SMP mencakup aktivitas mengenal dan menghargai budaya yang ada di Indonesia. Tidak semua bab dalam buku teks Bahasa Indonesia kelas VII memuat Profil Pelajar Pancasila dengan dimensi Berkhebinekaan Global yang bermuatan budaya. Misalnya dalam bab IV & bab VI tidak ditemukan adanya dimensi Berkebhinekaan Global yang bermuatan budaya. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih penulis ucapkan kepada Universitas Muhammadiyah Surakarta yang telah memberikan pendanaan penelitian ini dan memberikan dukungan atas terlaksananya penelitian ini. Tak lupa ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang sudah memberikan fasilitas dan dukungan terhadap terselesainya penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA