Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : April Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index LITERASI AL-QUR`AN (Penerapannya dalam Meningkatkan Kecerdasan Spritual Siswa Kelas VII SMP Model Al-Istiqomah Tahun 2. Muh. Syuhada Subir 1 1 STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Pacitan Email: rosyamadza @gmail. Received: 22-04-2023 DOI: Accepted: 25-04-2023 Published: 30-04-2023 Abstrak: Literasi Al QurAan merupakan kegiatan positif yang mengandung banyak sekali manfat, diantaranya adalah membentuk kecerdasan spiritual. Disamping itu dalam proses pembelajaran dilembaga pendidikan formal kegiatan ini bertujuan memberdayakan kemampuan guru dalam mengembangakan potensi siswa dalam hal membaca Al QurAan, memahami arti dan maknanya. Dan jika ditelaah lebih jauh lagi dengan membiasakan siswa rutin membaca Al Qur`an selain bernilai ibadah juga akan menjadikan hati tenang, merasa dekat dengan Allah SWT karena pada hakikatnya membaca Al Qur`an merupakan salah satu sarana dalam berinteraksi dengan Allah SWT. Dan tatkala Al Qur`an dibaca secara berulang-ulang niscaya akan mendapatkan pemahaman yang mendalam atas kemurahan dan kemuliaan Allah SWT akan mengajarkan hamba-hambanya apa yang tersurat dan yang tersirat sebagaimana yang dijelaskan dalam ayat pertama turun dari surat Al-AAlaq. Dengan demikian hal ini pula yang akan menjadikan siswa dimudahkan dalam memahami pelajaran lainya. Kata Kunci: Literasi. Al Qur`an. Kecerdasan. Spritual PENDAHULUAN Pendidikan merupakan suatu upaya dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdedikasi tinggi yang tujuannya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Keberhasilan pendidikan tidak lepas dari peranan guru, orang tua, masyarakat dan sekolah, dalam mengembangkan Jamil Sprihatiningrum berpendapat bahwa AuPembelajaran adalah serangkaian kegiatan yang melibatkan informasi dan lingkungan yang disusun secara terencana untuk memudahkan siswa dalam belajarAy. Hasil dari serangkaian kegiatan dalam pembelajaran tersebut juga berguna untuk meningkatkan kecerdasan siswa, selain untuk memudahkan siswa dalam belajar. Menurut para ahli, ada banyak kecerdasan yang diberikan oleh Tuhan kepada manusia. Akhmad Muhaimin Azzet membagi kecerdasan tersebut dalam tiga macam: Kecerdasan Abstrak . emampuan dalam memahami simbol matematis dan Kecerdasan konkret . emampuan dalam memahami objek yang nyat. Kecerdasan sosial . emampuan dalam memahami dan mengelola sebuah Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : April Muh. SyuhadaSubir. Metode Pendidikan Perspektis Al-Qur`An Dan Relevansinya Dalam Pendidikan Karakter hubungan sosia. Ay. Secara garis besar manusia mempunyai minimal tiga kecerdasan yaitu : Pertama, kecerdasan Intelligence (IQ). Kecerdasan ini adalah kemampuan potensial seseorang untuk mempelajari sesuatu dengan menggunakan alat Kedua kecerdasan Emotional Quontient (EQ). kecerdasan ini setidaknya terdiri dari lima komponen pokok, yakni kesadaran diri, manajemen emosi, motivasi, empati, dan mengatur sebuah hubungan sosial. dan yang ketiga kecerdasan spiritual atau Spiritual Quotient (SQ). kecerdasan yang mengangkat fungsi jiwa sebagai perangkat internal diri yang memiliki kemampuan dan kepekaan dalam melihat makna yang ada dibalik sebuah kenyataan atau Fungsi pendidikan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa tidak hanya memerlukan kecerdasan intelektual dan emosional saja, akan tetapi kecerdasan spiritual juga berperan penting didalamnya. AuKecerdasan spiritual menurut AyAry Ginanjar adalah kemampuan untuk memberi makna ibadah terhadap setiap perilaku dan kegiatan, melalui langkah-langkah pemikiran yang bersifat fitrah. Agar menuju manusia yang seutuhnya dan memiliki pola pemikiran tauhid (Integralisti. serta berprinsip hanya karena Allah SWTAy. Salah satu tugas lembaga pendidikan yang paling utama adalah menanamkan nilai- nilai religi terhadap peserta didik yang bersumber dari Al QurAan. Dalam meningkatkan cerdas spiritual peserta didik, maka sekolah berupaya mendukung pengembangan kecerdasan spiritual setiap siswa, terutama di lembaga SMP Model Al-Istiqomah Pacitan yang berlokasi di Dusun Bubakan. Desa Kembang. Kabupaten Pacitan Provinsi Jawa Timur. Kegiatan literasi Al QurAan yang diprogramkan oleh lembaga SMP Model Al- Istiqomah tersebut tujuannya selain siswa dapat menghafalkan Al Qur`an khususnya juz 30 juga bertujuan untuk membentuk kecerdasan spiritual dalam diri masing-masing siswa yang terimplementasikan dalam tingkah laku sehari-hari yang sesuai dengan nilai-nilai pendidikan agama Islam. Dengan harapan nantinya dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam kecerdasan METODE PENELITIAN Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian dengan pendekatan kualitatif, dalam penelitian kualitatif ini data yang dikumpulkan berupa katakata atau gambaran, yang bersumber dari wawancara, catatan lapangan, foto, video tape, dokumen pribadi dan dokumen-dokumen lainnya. Oleh karena itu dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan pendekatan deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian terhadap fenomena atau populasi tertentu yang diperoleh peneliti dari subjek yang berupa individu, organisasional atau prespektif yang lain. Adapun tujuannya adalah untuk menjelaskan aspek yang relevan dengan fenomena yang diamati dan menjelaskan karakteristik fenomena atau masalah yang ada. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Studi kasus . ase stud. merupakan studi penelitian yang dilakukan terhadap suatu kesatuan sistem. Kesatuan ini dapat berupa program, kegiatan, peristiwa atu sekelompok individu yang terkait oleh tempat, waktu atau ikatan tertentu. Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : April ISSN 3031-0687 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Muh. SyuhadaSubir. Metode Pendidikan Perspektis Al-Qur`An Dan Relevansinya Dalam Pendidikan Karakter Secara singkatnya, studi kasus adalah suatu penelitian yang diarahkan untuk menghimpun data, mengambil makna, memperoleh pemahaman dari kasus HASIL DAN PEMBAHASAN Literasi Al Qur`an Pengertian Literasi Al-Quran Literasi secara umum adalah Auseperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hariAy. Sebagai seorang yang meyakini Islam merupakan ajaran yang benar, mempelajari dan memahami Al QurAan adalah bukti akan kepercayaan atau keyakinan terhadap ajaran yang disyiarkan oleh Rasulullah yang sumbernya dari Allah SWT. Rasul saw sendiri menganjurkan kepada umat muslim untuk memperbanyak membaca dan mempelajari Al QurAan dan anjuran tersebut mendapatkan sambutan hangat dari kalangan umat islam saat Pensyariatan litarasi Al Qur`an secara implisit telah disebutkan dalam ayat yang pertama kali turun dimana perintah membaca Al QurAan ditujukan kepada Nabi Muhammad saw dengan perantara malaikat Jibril yang berbunyi : oAE Eac a eO aEa aCA a caA aI aA e aAC aee A Artinya: AuBacalah dengan . nama Tuhanmu Yang MenciptakanAy [QS. Al-Alaq ayat . Perintah membaca dalam ayat 1 surat al-AAlaq tersebut merupakan bukti otentik bahwa dalam Islam persoalan literasi bukanlah hal yang baru. Segala nash terkait dengan beragama lengkap tersedia didalam Al QurAan. Hal ini pula menunjukkan akan peranan Al QurAan sebagai kitab samawi terakhir yang menyempernukan ajaran-ajaran yang dibawah oleh Nabi dan Rasul sebelumnya sangat penting bagi umat Islam. karena Al Quran adalah sumber utama sebagai petunjuk seluruh aspek kehidupan manusia, baik kehidupan rohanimaupun jasmaniAy. Adapun keutamaan membaca Al Qur`an telah disebutkan baik dalam Al Qur`an maupun hadits, diantaranya firman Allah SWT : ca a A Ea eI a aaOA:UAASesungguhnya AO eI UcA AaIe aA aCOAselalu AEAaEa aOA AEEacO aOaCa aIOAKitab A( Oae EaO aIAAlAOIA ca membaca Artinya a aIac aaCe IAyang a aAEAAllah a aa AaO aaEIOaU Oae aO aIAorang-orang a Au acI EA Adapun dalam hadits Rasulullah diantaranya dari Abu Umamah alBahili ra. Rasulullah saw bersabda : a a a a AA aOA e ACeaO Ee aC e aI AauIaOa Oaeaa Oa eOaI EeCOa aI aAeO U EA Artinya : AuBacalah Al-Quran, sebab pada hari Kiamat dia datang sebagai pemberi syafaat bagi para pengembanya. Ay [HR. Musli. Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : April ISSN 3031-0687 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Muh. SyuhadaSubir. Metode Pendidikan Perspektis Al-Qur`An Dan Relevansinya Dalam Pendidikan Karakter Dalam hadits lain dari Abdullah bin MasAud ra. Rasulullah saw bersabda: a AA a aAII Caa AU aII EaA ANEE AaEaOa aaO a aIaa a a e a eIa aaEaAoaE aCa eO aE IE a eAAo aOEa aE eI aEaA a eA aOaEIA aeeAa aOaIeOa eI a e eAA Artinya : AuSiapa yang membaca satu huruf dari Kitab Allah maka lantaran itu dia mendapatkan satu kebaikan, dan kebaikan itu dilipatgandakan hingga sepuluh lipat. Aku tidak mengatakan. Alif lam mim satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, mim satu huruf. Ay[ HR. at-Tirmidzi dan mengatakan hadist hasan shahi. Manfaat Literasi Al Qur`an Perkembangan pesat Ilmu pengetahuan dan teknologi pada zaman sekarang, membawa dampak s i g n i f i k a n bagi kehidupan manusia. Hal ini disadari oleh umat Islam, oleh karena itu dalam pekembangannya Al QurAan dan hadits sebagai dasar ajaran Islam tidak hanya sebatas mengatur tata cara ibadah akan tetapi juga dijadikan dasar dalam mengatur segala urusan hidup di dunia ini. Diantara manfaat yang t e r k a n d u n g di dalam Al QurAan adalah sebagai wahyu Ilahi yang menjadi petunjuk, pedoman dan pelajaran bagi siapa yang mempercayai serta mengamalkanya. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Athaillah dalam bukunya bahwa Kalam Allah SWT yang termasuk Al QurAan ini apabila dibaca, bacaan tersebut merupakan ibadah bagi orang yang Artinya, salah satu ciri khas Al QurAan adalah dengan membacanya saja, maka si pembaca akan mendapat pahala dari Allah SWT. Sebab, membaca Al QurAan termasuk ibadah yang disyariatkan. Bahkan shalat saja, tidak akan sah apabila surat Al Fatihah yang menjadi Ummu Al QurAan, tidak dibaca didalamnya walaupun sebelumnya telah dibaca berbagai macam zikir dan doAa. Selain itu Prof. Suprayogo dalam penelitian kecil yang dilakukan terhadap mahasiswa fakultas Sain UIN Maulana Malik Ibrahim yang menghafal Al Qur`an. Ptrof. Suprayogo mengatakan bahwa mahasiswa yang menghafal Al Quran ketika menulis skripsi, kajian skripsinya lebih detail pembahasannya ketika mereka mengelaborasi pengkajiannya dengan Al Quran. Hal ini menunjukkan bahwa menghafal dan memahami Al Qur`an juga dapat meningkatkan kualitas kecerdasan intelektual seseorang selain kecerdasan spiritual dan emosionalnya. Kecerdasan spiritual Kecerdasan spiritual atau spiritual quontient ini diterjemahkan sebagai pencerahan atau k e c e r d a s a n spiritual. Pencerahan dan kecerdasan berkaitan dengan perasaan serta tumbuhnya akal dan cara berfikir yang semakin berkembang cemerlang. Spiritual berasal dari kata spirit yang berarti semangat, yakni rangsangan yang kuat dari hati nurani, sedangkan secara terminologis, spiritual quontient dapat diartikan sebagai rangsangan pencerahan, motivasi, dan semangat keagamaan. Beberapa ahli memberikan penjelasan secara teoritis tentang Spiritual Quontient (SQ) berikut ini : Menurut AuDanah Zohar, dalam bukunya yang berjudul SQ: Spiritual Intelligence. The Ultimate Intelligence, menilai bahwa kecerdasan spiritual merupakan bentuk kecerdasan tertinggi yang memadukan kedua bentuk Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : April ISSN 3031-0687 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Muh. SyuhadaSubir. Metode Pendidikan Perspektis Al-Qur`An Dan Relevansinya Dalam Pendidikan Karakter kecerdasan sebelumnya, yakni kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosionalAy. Menurut AuWigglesworth menyatakan bahwa kecerdasan spiritual merupakan kemampuan untuk dapat melakukan sesuatu dengan penuh kasih sayang dan bijaksana, sembari menata diri dari dalam dan luar dengan penuh ketenangan hati dalam segala keadaanAy. Menurut Zuhri menyatakan bahwa Aukecerdasan spiritual adalah kecerdasan manusia yang digunakan untuk AberhubunganA dengan TuhanAy. menurut AyAry Ginanjar adalah kemampuan untuk memberi makna ibadah terhadap setiap perilaku dan kegiatan, melalui langkah-langkah dan pemikiran yang bersifat fitrah, menuju manusia yang seutuhnya dan memiliki pola pemikiran tauhid (Integralisti. serta berprinsip hanya karena Allah SWTAy. Menurut Sukidi AuKecerdasan spiritual mempunyai peran yang sangat penting karena dapat mewujudkan kedamaian hakiki, mengajak manusia memaknai hidup, dan meraih kebahagiaan sejati yang membuat jiwa dan hati menjadi bahagia, tenteram dan penuh kedamaianAy. Pada dasarnya manusia sejak lahir telah dibekali dengan kecerdasan, hal ini secara implisit telah disinggung dalam Al QurAan surat As-Sajdah ayat a ac acON OIa aA Aa aOO aII A AA a aO eEaAea a a n CaEa UOaE aI a e aEaO aIA ca AO aO n aO a a aE Ea aE aIA a aa a a eAE eI a aO eEaA ae Artinya : AuKemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam . nya ruh . -Nya, dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan perasaan: . kamu sedikit sekali bersyukur. Ay[As-Sajdah:. Toto Tasmara mengatakan bahwa penafsiran ayat diatas memberikan isyarat bahwa manusia terlahir dengan dibekali kecerdasan yang terdiri dari lima bagian utama kecerdasan yaitu : Kecerdasan ruhaniyah . piritual Intelegenc. yaitu kemampuan seseorang untuk mendengarkan hati nuraninya, baik buruk dan rasa moral dalam caranya menempatkan diri dalam pergaulan. Kecerdasan intelektual (IQ) yaitu kemampuan seseorang dalam memainkan potensi logika, kemampuan berhitung, menganalisa dan Kecerdasan emosional (EQ) kemampuan seseorang dalam mengendalikan diri . dan kemampuan dirinya untuk memahami irama, nada musik, serta nilai-nilai estika. Kecerdasan sosial yaitu kemampuan seseorang dalam menjalin hubungan dengan orang lain, baik individu maupun kelompok. Kecerdasan fisik yaitu kemampuan seseorang dalam mengkordinasikan dan memainkan isyarat tubuh. Kecerdasan spiritual telah berkembang dengan baik dalam aspek kehidupan ditandai dengan perkembangan SQ dalam hal-hal sebagai berikut : Kemampuan bersikap fleksibel . daptif secara spontan dan akti. Tingkat kesadaran diri yang tinggi Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : April ISSN 3031-0687 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Muh. SyuhadaSubir. Metode Pendidikan Perspektis Al-Qur`An Dan Relevansinya Dalam Pendidikan Karakter Kemampuan untuk menghadapi dan memanfaatkan penderitaan Kemampuan untuk menghadapi dan melampaui rasa sakit Kualitas hidup yang diilhami oleh visi dan nilai-nilai Keengganan untuk menyebabkan kerugian yang tidak perlu Kecenderungan untuk melihat keterkaitan antara berbagai . andangan AuholisticAy ) Kecenderungan nyata untuk bertanya Aumengapa?Ay atau Aubagaimana jika?Ay untuk mencarijawaban-jawaban yang mendasar Menjadi apa yang disebut oleh para psikolog sebagai Aubidang mandiriAy yaitu memilikikemudahan untuk bekerja melawan konvensi. Bila melihata akan teori-teori yang diungkapkan oleh para ahli dan beberapa uaraian diatas, kecerdasan spiritual merupakan kecerdasan yang bertumpu pada makna atau nilai, yaitu kemampuan untuk memaknai setiap perilaku dan aspek kehidupan berdasarkan dengan nilai ibadah kepada Allah, dalam kaitanya untuk mencapai kebahagiaan dunia akhirat. Jadi kecerdasan spiritual adalah kemapuan memberi makna ibadah terhadap setiap perilaku dan kegiatan, memiliki pola pemikiran tauhid serta berprinsip hanya kepada Allah. Maka perlulah penelitian dan pengembangan lebih lanjut terkait kecerdasan spiritual ini, harapanya dapat terterapkan dengan baik dalam diri Penerapan Literasi Al Qur`an dalam Meningkatkan Kecerdasan Spritual Siswa Kelas VII SMP Model Al-Istiqomah Pacitan Kegiatan literasi Al Qur`an diterapkan di SMP Model Al-Istiqomah Pacitan sejak tahun pelajaran 2018-2019. Penerapan kegiatan literasi Al QurAan ini dilaksanakan tidak secara spontan akan tetapi melalui diskusi antara pengelola Pondok Pesantren Al-Istiqomah dengan kepal SMP Model AlIstiqomah selaku pelaksana teknis dilapangan. Hal ini dimaksudkan agar dalam penerapanya dapat dilaksnakan dan berjalan dengan baik dan lancer serta dapat dipahami oleh siswa sebagai objek dari kegiatan tersebut. Dalam hal ini penulis melakukan wawancara secara langsung dengan Bapak Subhan selaku Kepala SMP Model Al-Istiqomah. Beliau menuturkan : Kegiatan literasi Al QurAan ini terprogram belum lama, sekitar tahun pelajaran 2018/2019. Program ini telah dimasukkan dalam kurikulum pendidikanta sekolah sebagai muatan kurikulum local mengingat lembaga ini (SMP Model Al-Istiqoma. berada dan berdiri dalam lingkungan Pondok Pesantren. Dalam hal pelaksanaan program ini dari hasil pengamatan atau observasi penulis, dilaksanakan pada jam kepertama yang diikuti oleh kelas VII saja, kemudian dilanjutkan pada siang hari setalah melaksanakan sholat dzuhur secara berjamah oleh semua siswa . elas VII Ae IX). Hasil observasi ini diperkuat dengan hasil wawancara dengan penanggungjawab program ini bapak Zidni Irfani dengan hasil wawancara sebagai berikut : Kegiatan literasi Al QurAan ini dilaksanakan setiap hari masuk sekolah, pada jam 07:00 sampai 07:45 yang diprograman untuk kelas VII, yang dalam pelaksanaannya siswa diwajibkan berwudhu terlebih dahulu . ak terkecuali yang mempunyai udzur hanya mengikuti kegiatan tidak diwajibkan berwudhu dul. yang dilaksanakan di Mushollah setelah itu siswa baru Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : April ISSN 3031-0687 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Muh. SyuhadaSubir. Metode Pendidikan Perspektis Al-Qur`An Dan Relevansinya Dalam Pendidikan Karakter masuk di kelas untuk mengikuti pembelajaran sesuai dengan kurikulum Selain melakukan wawancara dengan penanggung jawab program, peneliti juga wawancara dengan Dian Laila Miftuha siswa kelas VII mengatakan sebagai berikut : Kegiatan ini saya lakukan setiap hari pada jam kepertama dan bertempat di Joglo . ang digunakan untuk shola. selama kurang lebih 45 Sebelum mengikuti kegiatan ini saya dan teman-teman melaksanakan wudhu dulu . agi yang tidak udzur tidak diwajibkan berwudhu dul. baru masuk kelas dan mengikuti kegiatan literasi tersebut. Dan Bapak Zidni Irfani selaku penanggung jawab dan dibantu beberapa ustadz dan ustadzah yang memang basic pendidikannya dari pondok pesantren (Gontor putra dan putri, dan pondok pesantren putri Al-Mawaddah masuk kedalam ruangan dan mengucapkan salam dan mengajak teman-teman saya untuk memulai kegiatan dengan membaca surat al-Fatihah dan doAa khotmil qurAan bersamasama. Pada saat proses kegiatan literasi Al QurAan berlangsung, ustadz/ustadzah yang mendampingi menyuruh seluruh siswa untuk membaca Al QurAan secara berulang-ulang terlebih dahulu, kemudian disetorkan kepada ustadz/ustadzah baik dengan system binnadzho maupun Wawancara lebih lanjut penulis lakukan dengan penanggung jawab Adapun hasil wawancara penulis dengan penanggung jawab program sebagai berikut : Dalam kegiatan ini saya selaku penanggung jawab literasi Al QurAan dan dibantu oleh beberapa ustadz/ustadzah melatih anak-anak untuk membaca Al QurAan secara berulang- ulang agar anak menjadi terbiasa, dan setelah itu mulai memahami arti beserta kandungan maknanya secara bertahap serta memudahkan bagi siswa untuk mengingat dan menghafalkan ayat demi ayat dari surat yang dibaca oleh siswa. Berdasarkan hasil wawancara, observasi dan dokumentasi yang penulis dapatkan terkait penerapan literasi Al QurAan dalam meningkatkan kecerdasan spiriritual bagi siswa kelas VII SMP Model Al-Istiqomah. Sebagai berikut : program ini dimasukkan kedalam kurikulum pembelajaran sebagai mata pelajaran pengembangan atau muatan lokal, mengingat manfaat dari kegiatan ini begitu besar dan banyak serta lembaga SMP Model Al-Istiqomah berada dalam lingkungan pondok atau dengan kata lain lembaga tersebut merupakan bentuk peran pondok pesantren dalam bidang pendidikan Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan setiap hari masuk sekolah, pada jam kepertama . :00-07:. dan pada siang hari setelah ishoma. Sebelum memulai kegiatan siswa diwajibkan berwudhu terlebih dahulu . ecuali yang udzur tidak diwajibka. Kegiatan ini dibimbing langsung oleh pembina atau gurunya, yaitu ustadz Zidni Irfani selaku guru Pembina atau penanggung jawab dan beberapa ustadz/ustadzah. Dan dalam pelaksanaannya diawali dengan mengajak anak-anak untuk membaca surat al-Fatihah dan doAa khotmil qurAan bersama-sama. Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : April ISSN 3031-0687 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Muh. SyuhadaSubir. Metode Pendidikan Perspektis Al-Qur`An Dan Relevansinya Dalam Pendidikan Karakter Siswa pun senantiasa antusias untuk membaca surat al-Fatiha dan doAa khotmil qurAan bersama-sama dan nampaknya hal itu sudah biasa dilakukan. Setelah kegiatan pendahuluan tersebut, ustadz Zidni dan bebrapa ustadz/ustadzah memulai kegiatan dengan cara menyuruh seluruh siswa untuk membaca Al QurAan terlebih dahulu secara berulang-ulang kemudian disetorkan kepada ustadz/ustadzah baik secara binnadzor maupun bilghaib. Selain disetorkan siswa juga diarahkan untuk dapat memahami dan memaknai arti dan kandungan dari bacaan Al QurAan mereka. Perkembangan kecerdasan spiritual siswa Kelas VII SMP Model AlIstiqomah Pacitan Kegiatan dari literasi Al QurAan ini diharapkan agar peserta didik dapat mengembangkan dan meningkatkan kemampuan dan rasa kepedualian sosial, serta potensi- potensi peserta didik, dan tentunya meningkatkan kecerdasan spiritual peserta didik. Seperti yang diungkapkan oleh Bapak Ssubhan selaku kepala SMP Model Al-Istiqomah sebagai berikut : Kegiatan literasi Al QurAan merupakan salah satu kegiatan yang diprogramkan di SMP Model Al-Istiqomah. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan wadah bagi siswa yang mempunyai kemampuan lebih dan juga bagi yang belajar dalam membaca Al QurAan. Era zaman modern ini sudah banyak sekolah-sekolah yang membuka kegiatan literasi Al QurAan untuk mempersiapkan anak didik agar nanti ketika sudah lulus menjadi anak yang cerdas spiritualnya. Selain melakukan wawancara dengan Kepala Sekolah peneliti juga melakukan wawancara dengan Ustadz Zidni Irfani selaku penanggungjawab program tersebut mengenai kegiatan literasi Al QurAan. Beliau mengungkapkan bahwa : Kegiatan literasi Al QurAan dimasukkan dalam kurikulum pembelajaran di sekolah, mengingat kegiatan ini mempunyai potensi untuk membentuk karakter siswa dan mencerdaskan siswa dalam hal spirirtualnya selain itu lembaga ini berada dalam lingkungan pondok pesantren serta program ini diharapkan bias menjadi ciri khas lembaga ini. Tentunya kegiatan literasi Al QurAan ini selain mencerdaskan siswa juga merupakan anjuran bagi umat islam untuk selalu mempelajari Al QurAan karena Al Qur`an ini sebagai pedoman hidup bagi umat Islam yang akan menghantarkan manusia yang menyandang derajat taqwa disisi Allah dan siapa yang melaksanakanya bernilai ibadah. Dari hasil wawancara diatas dapat dilihat bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter, mengembangkan potensi yang dimiliki siswa dan juga sebagai sarana dalam mencerdaskan spiritual siswa. Kegiatan literasi Al QurAan ini memberikan efek yang baik bagi siswa, terlebih lagi dalam proses pembelajaran, penulis lebih lanjut melakukan wawancara dengan Ustadz Zidni Irfani mengenai manfaat dari pembelajaran literasi Al QurAan, beliau menuturkan sebagai berikut : Manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan literasi Al QurAan ini seperti merasa selalu dekat dan berinteraksi dengan sang Pencipta, karena setiap harinya mereka selalu membaca ayat-ayat Al QurAan dan juga membuat hati menjadi tenang. Selain itu ada manfaat yang akan didapat Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : April ISSN 3031-0687 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Muh. SyuhadaSubir. Metode Pendidikan Perspektis Al-Qur`An Dan Relevansinya Dalam Pendidikan Karakter ketika dalam pembelajaran disekolah yaitu memudahkan siswa lebih cepat memahami pelajaran dan materi-materi yang telah diajarkan. Hal ini diperkuat oleh peryataan saudari Aura Danis Oktavia siswa kelas VII yang merasakan sendiri manfaat dari mengikuti kegiatan literasi Al QurAan. Adapun sebagai berikut : Manfaat yang saya rasakan yaitu hati menjadi lebih tenang dan juga ketika saya mengikuti pelajaran jadi mudah mengingat meteri yang sudah diajarkan oleh guru, sebab setiap hari saya sudah terbisa dengan membaca, dan hal itu menjadikan saya lebih mudah dalam menyerap pelajaran di Progam literasi Al QurAan selain mempunyai manfat juga berperan penting dalam upaya mengembangkan kecerdasan spiritual siswa. Literasi Al QurAan dapat berperan secara langsung dalam pembentukan kecerdasan spiritual siswa. Progam kegiatan literasi Al QurAan mampu meningkatkan kualitas membaca, memahami arti dan makna pada anak dan memperluas pengetahuan anak tentang agama Islam. Perkembangan siswa setelah mengikuti kegiatan literasi QurAan yaitu akan bertambahnya pengetahuan dan mengerti tentang arti serta makna yang terkandung di dalam Al QurAan. Dapat menjadi sumber potensial penanaman nilai-nilai positif yang nantinya diharapkan dapat membantu remaja membentuk karakter religius dan cerdas spiritualnya. Supaya dalam menghadapi byrbagai kendala dan rintangan dalam kehidupan dapat dihadapi dengan sabar, ikhlas dan tenang. Penulis melakukan wawancara dengan ustadz Zidni Irfani selaku pembina atau guru mengenai nilai-nilai spiritual dalam kegiatan literasi Al QurAan. Beliau mengungkapkan sebagai berikut : Dalam kegiatan literasi Al QurAan terdapat nilai spiritual yang dapat memberikan pengaruh terhadap perilaku siswa, diantaranya adalah kejujuran, tanggung jawab, ikhlas, selalu bersyukur, dan memiliki rasa kepedulian terhadap sesama. Penulis selanjutnya melakukan wawancara dengan Bapak Subhan selaku Kepala Sekolah mengenai perkembangn kegiatan literasi Al QurAan dalam meningkatkan kecerdasan spiritual siswa. Beliau mengungkapkan sebagai berikut : Didalam perkembangan kegiatan literasi Al QurAan ini memberikan dampak yang baik pada siswa. Didalam kegiatan ini siswa tidak hanya dituntut untuk membaca memahami arti serta mamaknai kandungan di dalam Al QurAan. Disamping itu, pembina kegiatan literasi Al QurAan mengarahkan siswa untuk melakukan hal-hal yang baik. Dimana kegiatan itu mengarah kepada rasa empati atau kepedulian sosial dan juga sebagai ungkapan rasa syukur mereka kepada Allah SWT. Hasil wawancara lainnya dengan Nuri Maulida Cahyani salah satu siswa kelas VII mengenai perkembangan mengikuti kegiatan literasi Al QurAan dalam meningkatkan kecerdasaan spiriritual, adapun yang diungkapkan sebagai berikut : Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : April ISSN 3031-0687 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Muh. SyuhadaSubir. Metode Pendidikan Perspektis Al-Qur`An Dan Relevansinya Dalam Pendidikan Karakter Dalam kegiatan literasi Al QurAan saya tidak hanya dituntut untuk memahami, memaknai arti isi kandungan didalam Al QurAan akan tetapi saya juga dinasehati dan diarahkan oleh guru saya untuk untuk melakukan hal- hal yang positif, sebagai contoh yaitu lebih meningkatkah terhadap hubungan dengan Tuhan maupun dengan sesama. Mulai dari rasa syukur kepada Allah dan juga bentuk perwujudan rasa kepedulian terhadap sesama. Berdasarkan hasil wawancara, observasi dan dokumentasi yang penulis lakukan, penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa kegiatan literasi Al QurAan merupakan kegiatan untuk memberdayakan kemampuan guru dalam mengembangkan potensi siswa dalam mempelajari dan membaca Al QurAan. Selain itu juga, menjadikan peserta didik untuk mencintai Al QurAan agar nantinya setelah lulus dari sekolah menjadi pribadi yang unggul baik dalam membaca Al QurAan, prestasi, maupun dalam berperilaku religius. Adapun manfaat yang diperoleh mengikuti literasi Al QurAan yaitu menjadikan hati tenang, merasa dekat dengan Allah, dan memudahkan siswa dalam pelajaran KESIMPULAN Penerapan literasi al-Quran bagi siswa kelas VII SMP Model AlIstiqomah dilaksanakan pada jam pertama . 00 Ae 07. dan dilanjutkan pada siang hari setelah istirahat, sholat dzuhur, dan makan. Dalam pelaksanaannya siswa memulai dengan membaca surat al-Fatihah dan doAa khotmil Quran bersama-sama, kemudian siswa disuruh membaca al-Quran . urat al-Qur`an sesuai dengan pencapaian sisw. secara berulang-ulang, kemudian siswa bergantian menyetorkan ke guru pembimbing baik secara bi al-nadzar maupun bi al-ghaib. Adapun perkembangan literasi Al QurAan dalam meningkatkan kecerdasan spiritual siswa sebagai berikut : Membuat siswa mempunyai rasa empati yang tinggi terhadap sesama. Selain rasa empati yang tinggi siswa juga senantiasa bersyukur kepada Allah SWT. Inilah yang menjadi bukti bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa sehingga siswa selain unggul dalam prestasi siswa juga unggul dalam segi keberagamaan atau spiritualnya. DAFTAR PUSTAKA