Journal of Pharmaceutical and Sciences Electronic ISSN: 2656-3088 DOI: https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Homepage: https://journal-jps. REVIEW ARTICLE JPS. 2026, 9. , 143-151 Literature Review: Comparative Investigation of Antioxidants in Herbal Medicinal Plants on Java Island Using UV-Vis Spectrophotometry and the DPPH . ,2-difenil-1pikrilhidrazi. Method Literature review: Investigasi Perbandingan Antioksidan pada Tanaman Obat Herbal di Pulau Jawa dengan Spektrofotometri UV-Vis dan Metode DPPH . ,2-difenil-1pikrilhidrazi. Madame Marselly Sebayang a. Vriezka Mierza a* a ProgramStudi Farmasi. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Singaperbangsa Karawang. Jawa Barat. Indonesia *Corresponding Authors: vriezka. mierza@fikes. Abstract Due to environmental changes and pollution due to free radicals, interest in alternative medicine is increasing, especially on the island of Java. Natural health solutions are increasingly needed, which is what prompted this research. We measured the concentration of antioxidant compounds using the UV-Vis spectrophotometric method and the free radical scavenging capacity of plant extracts using the DPPH method. Using the 2,2diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) and UV-Vis spectrophotometric methods with IC50 value determination, this article aims to investigate and compare potential herbal plants found on the island of Java. This research was carried out using a literature review method by considering inclusion and exclusion criteria with keywords such as antioxidants, herbal medicinal plants. UV-Vis spectrophotometry, and DPPH method. The results showed that the plant species studied had different antioxidant activities. Some herbs have high levels of antioxidants, so they may be used as natural health supplements. Additionally, this study emphasizes how important it is to use accurate analytical methods to evaluate antioxidant content. To provide a comprehensive picture of the antioxidant potential of each plant. UV-Vis spectrophotometry and DPPH methods work The results show that this study identified several herbal plants on the island of Java that have high levels of antioxidants. These plants can be used to develop herbal-based health products. To carry out a comparative evaluation of antioxidant content, the UV-Vis and DPPH spectrophotometric methods were proven to be effective. This discovery can be the basis for further research and development of more effective and useful herbal health products. Keywords: antioxidants, herbal medicinal plants. UV-Vis spectrophotometry. DPPH method. Abstrak Karena perubahan lingkungan dan polusi akibat radikal bebas, minat pengobatan alternatif semakin meningkat, khususnya di pulau Jawa. Solusi kesehatan alami semakin dibutuhkan, yang mendorong penelitian ini. Kami mengukur konsentrasi senyawa antioksidan dengan metode spektrofotometri UV-Vis dan kapasitas penangkap radikal bebas dari ekstrak tanaman dengan metode DPPH. Dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis, 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH) dengan penetapan nilai IC50, artikel ini bertujuan untuk menyelidiki dan membandingkan tanaman herbal potensial yang ditemukan di Pulau Jawa. Penelitian ini dilakukan melalui metode peninjauan literatur dengan mempertimbangkan kriteria inklusi dan eksklusi dengan kata kunci seperti antioksidan, tanaman obat herbal, spektrofotometri UV-Vis, dan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesies tanaman yang diteliti memiliki aktivitas antioksidan yang berbeda. Tanaman dengan nilai IC50 tertinggi yaitu pada Ekstrak Etanol Biji Melinjo . ,04 pp. Ekstrak Etanol Biji Kopi Arabika . ,18 pp. Ekstrak Metanol Daun Ganitri . ,21 pp. Beberapa tanaman herbal Journal of Pharmaceutical and Sciences 2026. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. memiliki tingkat antioksidan yang tinggi, jadi mereka mungkin dapat digunakan sebagai suplemen kesehatan Selain itu, penelitian ini menekankan betapa pentingnya menggunakan metode analitis yang akurat untuk mengevaluasi kandungan antioksidan. Untuk memberikan gambaran yang menyeluruh tentang potensi antioksidan masing-masing tanaman, metode spektrofotometri UV-Vis dan DPPH bekerja sama. Hasilnya menunjukkan bahwa studi ini mengidentifikasi beberapa tanaman herbal di Pulau Jawa yang memiliki tingkat antioksidan yang tinggi. Tanaman-tanaman ini dapat digunakan untuk mengembangkan produk kesehatan berbasis herbal. Untuk melakukan evaluasi komparatif terhadap kandungan antioksidan, metode spektrofotometri UV-Vis dan DPPH terbukti efektif. Penemuan ini dapat menjadi dasar untuk penelitian lebih lanjut dan pengembangan produk kesehatan herbal yang lebih efektif dan berguna. Kata Kunci: Antioksidan . Tanaman Obat Herbal. Spektrofotometri UV-Vis. Metode DPPH Copyright A 2020 The author. You are free to : Share . opy and redistribute the material in any medium or forma. and Adapt . emix, transform, and build upon the materia. under the following terms: Attribution Ai You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use. NonCommercial Ai You may not use the material for commercial ShareAlike Ai If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original. Content from this work may be used under the terms of the a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 International (CC BYNC-SA 4. License Article History: Received: 09/05/2025. Revised: 23/06/2025. Accepted: 23/12/2025. Available Online: 24/01/2026. QR access this Article https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Pendahuluan Antioksidan mempunyai kemampuan menangkal radikal bebas sehingga menghambat dan mencegah kerusakan sel. Antioksidan memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan dengan mengurangi efek berbahaya dari reaksi oksidasi berlebihan dalam tubuh, yang dapat menyebabkan berkembangnya berbagai Akibatnya, terdapat lonjakan signifikan dalam penggunaan bahan kimia antioksidan saat ini. Ketika tubuh manusia terpapar radikal bebas dalam jumlah berlebihan, maka diperlukan antioksidan dari luar karena tubuh tidak memiliki antioksidan yang cukup untuk menangkalnya . Ada dua kelompok antioksidan yang berbeda: antioksidan alami dan antioksidan buatan. Berbagai sumber makanan, antara lain rempah-rempah, buah-buahan, teh, coklat, sereal, saysuran, enzim, dan protein, termasuk antioksidan alami. Buah-buahan dan tumbuhan merupakan sumber antioksidan alami, namun reaksi kimia sintesis menghasilkan antioksidan buatan. Tumbuhan biasanya mengandung bahan kimia metabolit sekunder atau senyawa aktif, seperti flavonoid, fenolik, tanin, dan antosianin. Senyawa-senyawa tersebut seringkali bertanggung jawab atas aktivitas antioksidan pada tanaman. Radikal bebas adalah molekul yang memiliki kemampuan untuk merusak sel-sel dalam tubuh manusia. Radikal bebas endogen secara alami terdapat di dalam tubuh dan berpotensi menyebar. Sumber radikal bebas endogen dan eksternal meliputi autooksidasi, oksidasi enzimatik, fagositosis selama respirasi, transpor elektron ke mitokondria, dan oksidasi ion logam transisi. Radikal bebas eksogen dapat muncul dari sumber lingkungan maupun pengaruh luar. Sinar ultraviolet adalah contoh pengaruh eksternal yang tidak melekat pada mekanisme internal tubuh. Radikal bebas dapat muncul dari berbagai sumber seperti radiasi, polusi, asap rokok, makanan, minuman, ozon, dan pestisida. Radikal bebas dalam jumlah berlebihan mempunyai kemampuan untuk menargetkan banyak zat, terutama zat-zat yang rentan, seperti lipid dan protein, sehingga menyebabkan berkembangnya berbagai penyakit degeneratif. Oleh karena itu diperlukan antioksidan untuk menghambat atau menghambat timbulnya radikal bebas. Antioksidan dapat menghambat peristiwa oksidasi dengan menyumbangkan elektron pada radikal Meskipun terdapat sistem antioksidan dalam tubuh manusia yang terdiri dari enzim, jumlah enzim tersebut seringkali tidak mencukupi untuk melawan efek berbahaya dari radikal bebas yang masuk ke dalam Jika jumlah radikal bebas yang masuk melebihi ambang batas maka pemanfaatan antioksidan eksogen menjadi perlu. Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2026. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Diperkirakan sekitar 10. 000 senyawa radikal bebas menyerang sel tubuh setiap hari. Radikal bebas dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit degeneratif dan kerusakan sel. Aktivitas radikal bebas dapat diredam dengan senyawa antioksidan seperti vitamin C. E, karoten, asam- asam fenol, polifenol dan Penelitian sebelumnya tentang identifikasi uji aktivitas antioksidan pada tanaman herbal telah menunjukkan beragam hasil. Beberapa penelitian menyoroti kemampuan antioksidan yang signifikan dari tanaman tertentu, seperti kunyit, jahe, dan sambiloto, sementara penelitian lain menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan dapat bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti varietas tanaman, kondisi pertumbuhan, dan metode ekstraksi. Secara umum, hasil-hasil ini menunjukkan potensi besar tanaman herbal sebagai sumber antioksidan alami yang dapat membantu dalam pencegahan dan pengobatan berbagai penyakit. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami lebih dalam mekanisme kerja dan efek jangka panjang dari penggunaan tanaman herbal sebagai antioksidan. Adapun beberapa alasan yang relevan dengan urgensi perkembangan zaman mengapa harus dilakukan review jurnal ini ialah pertumbuhan minat dalam pengobatan alternatif yakni masyarakat semakin tertarik untuk mencari pengobatan alternatif yang lebih alami dan berbasis tanaman, selanjutnya karena perubahan lingkungan dan polusi terhadap radikal bebas juga meningkat sehingga Inilah yang mendorong peningkatan minat terhadap sumber-sumber alami antioksidan, sehingga penelitian tentang aktivitas antioksidan tanaman herbal menjadi relevan untuk menemukan solusi alami dalam menghadapi tantangan lingkungan, lalu melihat perkembangan teknologi yaitu seiring dengan perkembangan teknologi, penggunaan alat spektrofotometer uv-Vis ini menjadi lebih mudah dan akurat, sehingga memungkinkan penelitian yang lebih mendalam tentang aktivitas antioksidan pada tanaman herbal dan yang terakhir yaitu peningkatan prevalensi penyakit terkait pola hidup seperti penyakit jantung, diabetes, dan kanker, semakin meningkat prevalensinya. Aktivitas antioksidan dari tanaman herbal dapat membantu dalam pencegahan dan pengobatan penyakitpenyakit ini, sehingga penelitian tentang aktivitas antioksidan tanaman herbal menjadi penting dalam mengatasi tantangan kesehatan yang semakin kompleks ini. Berdasarkan beberapa alasan urgensi yang relevan seiring perkembangan zaman terhadap tanaman herbal antioksidan belum dilakukan, maka berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan review jurnal terkait identifikasi uji aktivitas antioksidan pada beberapa tanaman herbal dengan menggunakan spektrofotometer uv-Vis di Pulau Jawa. Gambar 1. Diagram PRISMA Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2026. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Metode Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Systematic Literatur Review (SLR). Bahan penelitian dalam penelitian ini yaitu berasal dari pencarian literatur nasional di Google Scholar. Kata kunci yang digunakan untuk mencari literatur penelitian ini adalah AuAntioksidanAy,AyTanaman ObatHerbaAy. AuSpektrofotometri UV-VisAy. AuMetode DPPHAy. Durasi artikel yang didapat berkisar antara tahun 2014-2024. Kriteria pencarian artikelnya yaitu berbahasa Indonesia dengan Publikasi 10 tahun terakhir. Tentang sistem pencarian artikel jurnal yang digunakan dengan menggunakan flowchart, alurnya adalah sebagai berikut : Hasil dan Diskusi Tabel 1. Rekap Hasil Investigasi Review Artikel Perbandingan Antioksidan pada Tanaman Obat Herbal di Pulau Jawa dengan Spektrofotometri UV-Vis dan Metode DPPH . ,2-difenil-1-pikrilhidrazi. No. Jenis Tanaman Herbal . Batang Gandaria . acrophylla Grif. Umbi Bawang Merah Nganjuk (Allium Cepa L. Umbi Bawang putih (Allium Sativum L. Biji Kopi Arabika (Coffea arabica L. Biji Jengkol (Archidenfron Biji Melinjo Kategori Pelarut Referensi Lokasi IC50 /mL) Kekuatan Batang Etil Asetat Gunung Banten Sari. Umbi Etanol Nganjuk. Jawa Timur Umbi Etanol Probolinggo. Timur Jawa Biji Etanol Pegunungan Argopura. Jember Biji Metanol Jakarta Biji Etanol Daun Biwa (Eriobotrya (Thunb. ) Lindl. Buah Maja (Aegle Marmelos (L. )Corre. Bunga Kangkung Pagar (Ipomoea carnea Jack. Kulit Buah Naga (Hylocereus Daging Buah Naga Daun Etil Asetat Pule. Mayong. Kabupaten Jepara Surakarta. Jawa Tengah. Buah Etanol Slerok. Tengah Jawa Bunga Metanol Tirtamulya Kabupaten Karawang. Jawa Barat 12 ppm Kulit Etanol Tegal. Jawa Tengah. Buah Etanol Tegal. Jawa Tengah Serang Tegal. Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2026. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. (Hylocereus Daun Asam Jawa (Tamarindus indica L. Daun Beluntas (Pluchea indica Daun Ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb. Daun pagar (Ipomoea carnea Jac. Daun Kelor (Moringa Gaertn. Daun Mengkudu (Morinda citrifolia L. Daun semangka (C. Daun Sirsak (Annona muricata L. Daun Teratai Biru (Nymphaea stellata Wil. Umbi gadung (Dioscorea hispida Denns. Jahe (Zingiber Amaru. Daun Kenikir (Cosmos Caudatus Kunt. Daun Leunca (Solanum Ningrum L) Kulit (Artocarpus heteropyllus L. Daun Etanol Semarang. Jawa Tengah Daun Etanol Kecamatan Rungkut. Kota Surabaya Daun Metanol Desa Pegebangan Kec. Karanggayam Kebumen Daun Etanol Daun Etanol Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Ballitro Instalasi Penelitian Pengembangan Teknologi Pertanian di Bogor Desa Lodoyo. Blitar. Jawa Timur Daun Etanol Parung Panjang. Bogor. Jawa Barat. Daun Etanol Banten Daun Etanol Cipeundeuy. Jawa Barat. 11,48 Daun Etanol Malang. Jawa Timur Umbi Metanol Karangnunggal. Tasikmalaya Jawa Barat. Jahe Etanol Temanggung. Tengah. Jawa Daun Aquadest Balai Materia Medika Kab. Batu Jawa Timur. Daun Aquadest Balai Materia Medika Kab. Batu Jawa Timur. Kulit Etanol Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Indonesia Subang. Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2026. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. (BALITRO) di Bogor. Jawa Barat. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Indonesia (BALITRO) di Bogor. Jawa Barat. Sukoharjo. Jawa Tengah Kulit delima (Punica granatum L. Kulit Etanol Daun mareme (Glochidion Blum. Daun melinjo ( Gnetum gnenom Temulawak (Curcuma Rox. Daun Zaitun (Olea Europaea Daun Etanol Daun Etanol Kabupaten Jawa Timur Umbi Etanol Daun Aquadest Sidoarjo, . Kecamatan Baturetno. Wonogiri. Jawa Tengah . Bogor. Jawa Barat Artikel ini dibuat bertujuan untuk menyelidiki dan membandingkan tanaman herbal potensial yang ditemukan di Pulau Jawa, mengetahui tanaman obat yang paling kuat nilai antioksidannya, mengetahui tanaman obat yang paling kecil nilai antioksidannya serta mengurutkan tanaman obat dari yang paling kuat hingga paling kecil efektivitasnya. Selain daripada itu, tanaman obat di Indonesia khususnya di pulau Jawa sangatlah beraneka ragam hayati maupun non-hayati yang membuat penulis ingin jauh lebih dalam untuk menyelidiki judul artikel ini. Adapun untuk sampel kita terdapat 30 tanaman obat dari 28 artikel yang telah melewati jalur seleksi. Adapun fungsi perbedaan pelarut tehadap tanaman obat yang di kaji yaitu masingmasing tanaman obat memiliki karakteristiknya untuk mendapatkan hasil antioksidan yang maksimal, namun tujuan terdapat tanaman obat yang memiliki pelarut seperti Aquadest. Etanol. Metanol. Etil Asetat yaitu supaya mengetahui apakah pelarut mempengaruhi hasil antioksidan, ternyata berpengaruh lalu melalui pelarut dapat juga menentukan hasil konsentrasi yang maksimal diberapa ppm. Setelah kita mengetahui urgensi membahas judul ini maka hasil pembahasan artikel ini sebagai berikut. Sebanyak 30 tanaman Obat yang dikaji serta diselidiki potensi antioksidannya, yaitu: Sangat Kuat (> 50 pp. terdapat 14 Tanaman Obat. Kuat . -100 pp. terdapat 7 Tanaman Obat. Lemah . -200 pp. terdapat 3 Tanaman Obat. serta Sangat lemah (>200 pp. terdapat 6 Tanaman Obat. Adapun Tanaman Obat yang memiliki nilai antioksidan paling kuat yaitu Ekstrak Etanol Biji Melinjo yaitu dengan nilai IC50 0,04 Tanaman Obat yang memiliki nilai antioksidan paling lemah yaitu Ekstrak Daun Kenikir Aquadest yait dengan nilai IC50 706,49 ppm. dan uruta yang paling terkuat hingga terlemah sebagai berikut: Ekstrak Etanol Biji Melinjo . ,04 pp. (SANGAT KUAT). Ekstrak Etanol Biji Kopi Arabika . ,18 pp. Ekstrak Metanol Daun Ganitri . ,21 pp. Ekstrak Etil Asetat Batang Gandaria . ,89 pp. Ekstrak Etanol Daun Sirsak ( 11,48 pp. Ekstrak Metanol Bunga Kangkung Pagar . Ekstrak Metanol Umbi gadung . ,39 pp. Ekstrak Etanol Temulawak . ,64 pp. Ekstrak Etanol Jahe Emprit . ,10 pp. Ekstrak Etanol Daun Beluntas . ,25 Ekstrak Etanol Daun kangkung pagar . ,07 pp. Ekstrak Etanol Daun Mareme . ,60 pp. Ekstrak Etanol Melinjo . ,41 pp. Ekstrak Etanol Kulit Buah Delima . ,90 pp. Ekstrak Etanol Daun Semangka . ,44 pp. Ekstrak Etanol Daun Asam Jawa . ,7 pp. Ekstrak Etanol Kulit Batang Nangka . ,10 pp. Ekstrak Etanol Daun Teratai Biru ( 78. 40 pp. Ekstrak Etanol Kulit Buah Naga . ,36 pp. Ekstak Etil Asetat Daun Biwa . ,60 pp. Ekstrak Aquadest Daun Leunca . ,43 pp. Ekstrak Etanol Daun Mengkudu . Ekstrak Etanol Daging Buah Naga . ,38 pp. Ekstrak Metanol Biji Jengkol . ,64 pp. Ekstrak Etanol Umbi Bawang Putih . ,75 pp. Ekstrak Etanol Buah Maja . ,15 pp. Ekstrak Etanol Umbi Bawang Merah . ,03 pp. Ekstrak Aquadest Daun Zaitun . ,92 pp. Ekstrak Etanol Daun Kelor . ,80 pp. Ekstrak Aquadest Daun Kenikir . ,49 pp. (SANGAT LEMAH). Adapun faktor-faktor yang Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2026. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. dapat menyebabkan nilai antioksidan berbeda yaitu, pelarut, karakteristik tanaman obat yang bervarian serta keadaan lingkungan dan tanamban itu sendiri. Kesimpulan dan Arah Masa Depan Berdasarkan Artikel yang penulis baca, dapat disimpulkan sebanyak 30 tanaman Obat yang dikaji serta diselidiki potensi antioksidannya, yaitu: Sangat Kuat (> 50 pp. terdapat 14 Tanaman Obat. Kuat . -100 pp. terdapat 7 Tanaman Obat. Lemah . -200 pp. terdapat 3 Tanaman Obat. serta Sangat lemah (>200 pp. terdapat 6 Tanaman Obat. Adapun Tanaman Obat yang memiliki nilai antioksidan paling kuat yaitu Ekstrak Etanol Biji Melinjo yaitu dengan nilai IC50 0,04 ppm. Tanaman Obat yang memiliki nilai antioksidan paling lemah yaitu Ekstrak Daun Kenikir Aquadest yait dengan nilai IC50 706,49 ppm. dan uruta yang paling terkuat hingga terlemah sebagai berikut: Ekstrak Etanol Biji Melinjo . ,04 pp. (SANGAT KUAT). Ekstrak Etanol Biji Kopi Arabika . ,18 pp. Ekstrak Metanol Daun Ganitri . ,21 pp. Ekstrak Etil Asetat Batang Gandaria . ,89 pp. Ekstrak Etanol Daun Sirsak ( 11,48 pp. Ekstrak Metanol Bunga Kangkung Pagar . Ekstrak Metanol Umbi gadung . ,39 pp. Ekstrak Etanol Temulawak . ,64 pp. Ekstrak Etanol Jahe Emprit . ,10 pp. Ekstrak Etanol Daun Beluntas . ,25 pp. Ekstrak Etanol Daun kangkung pagar . ,07 pp. Ekstrak Etanol Daun Mareme . ,60 pp. Ekstrak Etanol Melinjo . ,41 pp. Ekstrak Etanol Kulit Buah Delima . ,90 pp. Ekstrak Etanol Daun Semangka . ,44 pp. Ekstrak Etanol Daun Asam Jawa . ,7 pp. Ekstrak Etanol Kulit Batang Nangka . ,10 pp. Ekstrak Etanol Daun Teratai Biru ( 78. 40 pp. Ekstrak Etanol Kulit Buah Naga . ,36 pp. Ekstak Etil Asetat Daun Biwa . ,60 pp. Ekstrak Aquadest Daun Leunca . ,43 pp. Ekstrak Etanol Daun Mengkudu . Ekstrak Etanol Daging Buah Naga . ,38 pp. Ekstrak Metanol Biji Jengkol . ,64 pp. Ekstrak Etanol Umbi Bawang Putih . ,75 pp. Ekstrak Etanol Buah Maja . ,15 pp. Ekstrak Etanol Umbi Bawang Merah . ,03 pp. Ekstrak Aquadest Daun Zaitun . ,92 pp. Ekstrak Etanol Daun Kelor . ,80 pp. Ekstrak Aquadest Daun Kenikir . ,49 pp. (SANGAT LEMAH). Dengan mengedepankan arah masa depan tersebut, kajian antioksidan pada tanaman obat herbal di Pulau Jawa tidak hanya akan meningkatkan pemahaman ilmiah, namun juga membantu kemajuan pengobatan herbal yang berpotensi signifikan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya dengan mengembangkan teknik analisis yang lebih tepat dan akurat. Metabolit sekunder dalam tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan meliputi flavonoid, fenolik, alkaloid, terpenoid, dan saponin. Senyawa-senyawa ini bekerja sebagai antioksidan melalui berbagai mekanisme aksi, seperti menangkap radikal bebas . , mendonorkan atom hidrogen atau elektron, mengkhelat ion logam prooksidan . eperti FeAA atau CuAA), serta menghambat enzim prooksidan. Aktivitas ini membantu melindungi sel dari kerusakan oksidatif yang diakibatkan oleh stres lingkungan atau metabolisme Deteksi dan pengukuran aktivitas antioksidan dapat dilakukan melalui berbagai metode, antara lain metode DPPH . ,2-difenil-1-pikrilhidrazi. ABTS . ,2Ao-azinobis-3-etilbenzotiazolin-6-sulfona. FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Powe. , dan CUPRAC. Metode DPPH adalah yang paling umum digunakan karena sederhana dan sensitif, di mana radikal DPPH yang berwarna ungu akan berubah menjadi kuning setelah berinteraksi dengan antioksidan, dan perubahan ini diukur dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 517 nm. Untuk mengkaji aktivitas antioksidan pada tanaman obat herbal, manfaatkan hasil penelitian ini untuk menciptakan produk kesehatan. Selain itu, selidiki lebih lanjut efektivitas dan keamanan ekstrak tanaman obat dengan aktivitas antioksidan yang signifikan melalui uji klinis. Conflict of Interest Penulis menyatakan bahwa tidak adanya konflik kepentingan dalam artikel ini. Referensi