Halaqah Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol. No. 1, . E-ISSN: 3090-5567 https://jurnal. stik-kendal. id/index. php/halaqah/index KONSEP ETIKA KOMUNIKASI DALAM AL-QUR'AN DAN RELEVANSINYA TERHADAP PRAKTIK KOMUNIKASI DIGITAL ABAD KE-21: STUDI TAFSIR TEMATIK Kgs M Choirul Muchlis choirulmuchlis799@gmail. Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang Risan Rusli risanrusli_uin@radenfatah. Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang Meiti Islamdini meitiislamdini75@gmail. Sekolah Tinggi Ilmu al-QurAoan al-Lathifiyyah Palembang Abstrak Komunikasi yang efektif memiliki peran penting dalam kehidupan manusia, baik secara pribadi maupun profesional. Banyak kegagalan yang disebabkan oleh buruknya cara berkomunikasi, seperti kegagalan seorang guru dalam mentransfer ilmu atau seorang profesional dalam mempromosikan diri. Seiring dengan berkembangnya dunia digital, etika komunikasi menjadi sangat relevan, terutama dalam mengatasi tantangan seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan kejahatan di dunia maya. Metode dalam penelitian ini menggunakan kualitatif atau kajian pustaka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan prinsip-prinsip etika komunikasi yang diajarkan dalam Al-Qur'an, seperti tabayyun . larifikasi informas. , qaulan sadidan . erkataan yang bena. , dan qaulan ma'rufan . erkataan yang bai. , dalam konteks komunikasi digital abad ke-21, serta larangan terhadap prasangka buruk, ghibah . , dan fitnah . enyebaran Hasil dari penelitian ini adalah bahwa etika komunikasi yang diajarkan dalam Al-Qur'an sangat relevan dan penting untuk diterapkan dalam komunikasi digital abad ke-21. Prinsip-prinsip etika komunikasi dalam Al-Qur'an, seperti qaulan sadidan . erkataan yang bena. , qaulan ma'rufan . erkataan yang bai. , qaulan karima . erkataan yang muli. , qaulan ma'isura . erkataan yang memudahka. , dan qaulan layyina . erkataan yang lembu. , mengarahkan kita untuk berkomunikasi dengan cara yang sopan, benar, dan menghargai orang lain. Dalam dunia digital, prinsip-prinsip ini sangat relevan untuk menghadapi tantangan seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah yang sering terjadi di media sosial. Etika komunikasi dalam Al-Qur'an juga menekankan Konsep Etika Komunikasi Dalam Al-Qur'an pentingnya tabayyun . larifikasi informas. , penghindaran dari ghibah . , namimah . engadu domb. , dan fitnah . enyebaran berita bohon. Penerapan prinsipprinsip ini dapat membantu menciptakan komunikasi digital yang lebih bertanggung jawab, menjaga keharmonisan sosial, serta mencegah kerusakan yang ditimbulkan oleh informasi yang salah atau merugikan. Kata kunci : Etika komunikasi. Al-Qur'an, tafsir tematik, media sosial. Abstract Effective communication plays an important role in human life, both personally and professionally. Many failures are caused by poor communication, such as a teacher's failure to transfer knowledge or a professional's failure to promote themselves. With the advancement of the digital world, communication ethics has become highly relevant, especially in addressing challenges such as the spread of hoaxes, hate speech, and cybercrime. This study uses a qualitative or literature review The aim of this research is to examine the application of communication ethics principles taught in the Qur'an, such as tabayyun . nformation clarificatio. , qaulan sadidan . ruthful word. , and qaulan ma'rufan . ind word. , in the context of 21st-century digital communication, as well as the prohibitions against bad assumptions, ghibah . , and fitnah . preading lie. The results of this study show that the communication ethics taught in the Qur'an are highly relevant and important to apply in 21st-century digital communication. Communication ethics principles in the Qur'an, such as qaulan sadidan . ruthful word. , qaulan ma'rufan . ind word. , qaulan karima . oble word. , qaulan ma'isura . asy word. , and qaulan layyina . entle word. , guide us to communicate in a polite, truthful, and respectful manner. In the digital world, these principles are highly relevant in facing challenges such as the spread of hoaxes, hate speech, and fitnah, which often occur on social media. The communication ethics in the Qur'an also emphasize the importance of tabayyun . nformation clarificatio. , avoiding ghibah . , namimah . owing discor. , and fitnah . preading false new. The application of these principles can help create more responsible digital communication, maintain social harmony, and prevent harm caused by false or damaging information. Keywords: Communication ethics, the Qur'an, thematic tafsir, social media. PENDAHULUAN Dalam kehidupan sehari-hari, banyak kegagalan yang dialami umat manusia terjadi karna gagalnya berkomunikasi atau buruknya bentuk komunikasi yang ia Seorang guru atau dosen yang mempunya ilmu yang mumpuni terkadang gagal mentransfer ilmunya kepada peserta didik karna buruknya cara berkomunikasi. Begitupun seorang arsitek atau akuntan yang cerdas gagal dalam wawancara disebabkan buruknya cara komuniakasi yang mereka lakukan yang berimplikasi pada gagalnya ia Kgs M Choirul Muchlis. Risan Rusli. Meiti Islamdini mempromosikan dirinya dihadapan pewawancara sebagai orang yang dapat diandalakan. Hal tersebut selaras dengan Judy C. Pearson dan Paul E. Nelson menetapkan dua fungsi umum komunikasi. 1 Pertama, untuk kelangsungan hidup diri sendiri yang meliputi keselamatan fisik, meningkatkan kesadaran pribadi, menampilkan diri kita sendiri kepada orang lain dan mencapai ambisi peribadi. Kedua, untuk kelangsuungan hidup masyarakat tepatnya untuk memperbaiki hubungan sosial. Ada beberapa kasus yang memperlihatkan kurangnya etika manusia dalam berkomunikasi terutama didunia digital. Seperti kasus kejahatan pidana melecehkan perempuan disosial media dengan menggunakan kata-kata yang mengandung unsur seksual . ate speec. Media sosial yang seharusnya menjadi ruang kehidupan kedua untuk bersosialisasi ternyata tak lepas dari kekerasan seksual terhadap perempuan. 3 Kasus berikutnya ujian kebencian yang marak terjadi di sosial media yang dilakukan seorang anak muda asal Pohuwato yang menyebarkan ujaran kebencian melalui media sosial facebook kepada pihak kepolisian dengan menggunakan kata-kata penghinaan dan Penelitian-penelitian terdahulu menunjukkan relevansi prinsip-prinsip etika komunikasi dalam al-Qur'an terhadap praktik komunikasi digital abad ke-21. Beberapa penelitian mengkaji bagaimana prinsip-prinsip seperti tabayyun . larifikasi informas. , qaulan sadidan . erkataan yang bena. , dan qaulan ma'rufan . erkataan yang bai. dapat diterapkan dalam dunia digital untuk mengatasi tantangan seperti penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di media sosial. 5 Penelitian ini menekankan bahwa prinsip-prinsip etika 1 Adhis Ubaidillah. AuKonsep Dasar Komunikasi Untuk Kehidupan,Ay AL IBTIDAAo : Jurnal Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 4, no. Desember 2. : 30Ae54, https://ejournal. id/mataraman/index. php/alibtida/article/view/2987. 2 Dr Armawati Arbi M. Si dan Kencana. Komunikasi Intrapribadi: Integrasi Komunikasi Spiritual. Komunikasi Islam, dan Komunikasi Lingkungan (Prenada Media, 2. 3 Anwar Hidayat. AuKekerasan Terhadap Anak Dan Perempuan,Ay AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan Dan Keislaman . Juli 22Ae33, https://doi. org/10. 53627/jam. 4 Azhari Andi. AuMenyikapi Fenomena Labelling Olok-Olok Politik Di Media Sosial Perspektif Hadis Nabi,Ay Jurnal Living Hadis 3, no. Oktober 2. : 207Ae33, https://doi. org/10. 14421/livinghadis. 5 Muhamad Malik. AuPendidikan Literasi Dalam Al-QurAoan Studi Analisis Tafsir Tematik Pada Kata IqraAo. Utlu<. Uktub Dan QalamAy . achelorThesis. FU, https://repository. id/dspace/handle/123456789/72307. Konsep Etika Komunikasi Dalam Al-Qur'an komunikasi dalam al-Qur'an sangat relevan untuk mengatasi permasalahan komunikasi digital yang sering kali penuh dengan disinformasi dan kebencian. Penelitian lain juga mengkaji penerapan etika komunikasi dalam media sosial dan menemukan bahwa prinsip seperti qaulan ma'rufan . erkataan yang bai. dan qaulan layyina . erkataan yang lembu. bisa membantu menciptakan komunikasi yang lebih harmonis dan produktif di dunia maya. 6 Penelitian tersebut juga menyoroti pentingnya menjaga kesopanan dalam berkomunikasi, yang dapat mengurangi potensi terjadinya konflik atau penyebaran informasi yang merugikan. Prinsip tabayyun . larifikasi informas. juga sangat penting dalam mencegah penyebaran berita palsu atau hoaks di platform digital. Dengan mengedepankan klarifikasi informasi, komunikasi yang lebih transparan dan akurat dapat terwujud, yang pada gilirannya mengurangi dampak negatif dari berita yang tidak benar. Penelitian-penelitian tersebut menunjukkan bahwa prinsip-prinsip etika komunikasi dalam al-Qur'an, seperti klarifikasi informasi, perkataan yang baik, dan penghindaran terhadap ghibah dan fitnah, memiliki relevansi yang besar dalam praktik komunikasi digital abad ke-21. Penerapan prinsip-prinsip ini dapat membantu menciptakan komunikasi yang lebih bertanggung jawab, menjaga keharmonisan sosial, serta mencegah kerusakan yang diakibatkan oleh penyebaran informasi yang salah atau berbahaya. Salah satu yang paling mencolok adalah penelitian yang mengidentifikasi bahwa etika komunikasi dalam al-QurAoan mencakup prinsip kejujuran, keadilan, dan penghormatan terhadap orang lain. 7 Dalam komunikasi digital, prinsip-prinsip ini sangat penting karena komunikasi online berisiko menimbulkan penyebaran informasi palsu dan Etika yang dicontohkan dalam al-QurAoan, seperti qaulan sadidan . erkataan yang bena. dan qaulan layyinan . erkataan yang lemah lembu. , menjadi pedoman dalam berkomunikasi secara bertanggung jawab di media sosial. 8 Selanjutnya penelitian yang berfokus terhadap penafsiran Ibnu Katsir yang menjelaskan enam bentuk komunikasi etis, 6 Subhan Fadli. AuPenanggulangan Terhadap Patologi Digital Melalui Pendidikan Ruhani Berbasis AlqurAoanAy . Institut PTIQ Jakarta, https://repository. id/id/eprint/653/. 7 Nur Marwah. AuETIKA KOMUNIKASI ISLAM,Ay Al-Din: Jurnal Dakwah dan Sosial Keagamaan 7, no. Juni 2. , https://doi. org/10. 35673/ajdsk. 8 Khairul Ikhwan Ikhwan. Hidayat Wahyu, dan Wasehudin Wasehudin. AuEtika Komunikasi Pada Media Sosial Berdasarkan Perspektif Al-QurAoan,Ay Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan Dan Agama Islam 22, no. Mei 2. : 570Ae78, https://doi. org/10. 47467/mk. Kgs M Choirul Muchlis. Risan Rusli. Meiti Islamdini termasuk qaulan kariman . erkataan yang muli. dan qaulan maysuran . erkataan yang memudahka. , yang menekankan pentingnya menyampaikan pesan dengan cara yang benar dan menghargai penerima. Penelitian ini menawarkan pendekatan yang unik dan revolusioner dalam mengkaji etika komunikasi Qur'ani, dengan menggali penerapannya dalam konteks komunikasi digital abad ke-21. Al-Qur'an sebagai pedoman hidup umat Islam memuat berbagai prinsip dan nilai etika komunikasi yang sangat relevan dan universal, seperti tabayyun . larifikasi informas. , qaulan sadidan . capan yang bena. , qaulan ma'rufan . capan yang bai. , serta anjuran untuk menghindari prasangka buruk dan gibah . Sayangnya, meskipun prinsip-prinsip ini sudah banyak diterapkan dalam komunikasi tatap muka dalam kehidupan sosial tradisional, penerapan nilai-nilai ini dalam komunikasi digital, yang berkembang pesat, masih kurang mendapat perhatian. Oleh karena itu, penelitian ini mengisi celah penting tersebut dengan mengkaji etika komunikasi Qur'ani melalui pendekatan tafsir tematik . audhuAo. , yang secara khusus menyelami bagaimana nilai-nilai komunikasi dalam al-Qur'an dapat diterjemahkan dalam praktik komunikasi digital modern. Inovasi utama dari penelitian ini adalah penerapan pendekatan tafsir tematik untuk mengkaji ayat-ayat yang mengatur etika komunikasi, dengan tujuan untuk memahami prinsip-prinsip etika tersebut dalam konteks digital yang semakin mendominasi interaksi sosial saat ini. Dengan menggunakan tafsir tematik, penelitian ini tidak hanya membahas tafsir berdasarkan konteks sejarah atau tempat turunnya ayat, tetapi lebih kepada mengeksplorasi tema-tema khusus yang berkaitan dengan komunikasi yang relevan untuk dunia digital, seperti kejujuran dalam informasi, komunikasi yang santun, dan penghormatan terhadap orang lain meski berada dalam jarak jauh. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan pendekatan kepustakaan . ibrary researc. , dimana sumber utama data-data yang diperoleh dari karya-karya tertulis, baik 9 Edo Ardo Arta Diansah dkk. AuUrgensi Evaluasi Dalam Komunikasi Dakwah Menurut Tafsir Ibnu Katsir QS. Al-Hasyr Ayat 18-19,Ay TaAowiluna: Jurnal Ilmu Al-QurAoan. Tafsir Dan Pemikiran Islam 5, no. Desember 2. : 463Ae82, https://doi. org/10. 58401/takwiluna. Konsep Etika Komunikasi Dalam Al-Qur'an dalam bentuk manuskrip klasik maupun buku-buku cetakan modern yang relevan. 10Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan metode maudhuAoi, metode ini, menurut M. Quraish Shihab, sebaiknya melihat pengertian kosa kata ayat dengan merujuk kepada penggunan Al-QurAoan sendiri, dengan melihat kepada bentuk Maksudnya membandingkan dengan kata dalam ayat-ayat Al-QurAoan atau tafsir Al-QurAoan serta melihat konteks ayat dari segi turunnya . sbab nuzu. maupun dari segi keterkaitan ayat sebelum dan sesudahnya dalam satu surat . serta priodesasi turunnya ayat . akkiyah dan madaniya. 11 Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara mengidentifikasi, menelaah, dan mencatat informasi dari naskah-naskah tersebut secara Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis, yakni dengan menjelaskan kandungan makna dari setiap penafsiran yang dikaji, serta melakukan analisis perbandingan . mengenai Konsep etika komunikasi dalam al-QurAoan dan relevansinya terhadap praktik komunikasi digital abad ke-21. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep. Etika. Komunikasi dalam Al-QurAoan Secara etimologis, istilah konsep berasal dari kata conceptum yang berarti sesuatu yang dipahami. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, konsep adalah ide atau pengertian yang diabstrakkan dari peristiwa konkret. Ia juga berarti sebuah gambaran mental dari obyek, proses, pendapat, atau apapun yang digunakan oleh akal budi untuk memahami hal-hal lain. 12 Jadi, konsep adalah sebuah ide, pengertian, gambaran mental dalam bentuk istilah atau rangkaian kata yang mengabstraksikan suatu objek . Purwono Juniatmoko Fuad Hasyim. Annida Unatiq Ulya. Nurwulan Purnasari. Ronnawan. Metodologi Penelitian (Kuantitatif. Kualitatif dan Mix Metho. (GUEPEDIA, t. 11 Ahmad Fauzul Adlim. AuTeori Munasabah Dan Aplikasinya Dalam Al QurAoan,Ay Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran Dan Tafsir 1, no. Juni 2. : 14Ae30, https://ejournal. id/Alfurqon/article/view/203. 12 Ubaidillah. AuKonsep Dasar Komunikasi Untuk Kehidupan. Ay Kgs M Choirul Muchlis. Risan Rusli. Meiti Islamdini pendapat, kejadian, keadaan, kelompok, individ. untuk menggolongkan dan mewakili realitas kompleks hingga dapat dipahami. Etika adalah bagian integral dari kehidupan manusia yang memberikan panduan untuk bertindak dengan benar dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Etika membantu manusia dalam membuat keputusan yang tepat dan memahami situasi dengan lebih 13 Secara etimologi, etika berasal dari bahasa Yunani AuethosAy yang berarti adat kebiasaan atau watak, dan dalam filsafat, etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan buruk, serta hak dan kewajiban moral. Etika juga dikenal sebagai moral philosophy yang mengatur nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan dalam perilaku manusia. Komunikasi adalah proses penyampaian pesan yang berupa pikiran, kehendak, dan perasaan kepada orang lain baik secara lisan maupun secara tertulis. Pengertian lain adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih dengan cara yang baik dan tepat sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami dengan jelas. Sehingga dapat dipahami bahwa konsep etika berkomunikasi adalah konsep etika komunikasi adalah ide atau gagasan pokok tentang tata cara yang baik berbicara menurut al-QurAoan. Sejarah komunikasi manusia dimulai sejak dialog antara Nabi Adam dan Iblis yang terdokumentasi dalam berbagai surat al-QurAoan. 16 Perkembangan kemampuan komunikasi manusia, dari lisan hingga tulisan, terlihat dalam penemuan awal tulisan di Sumeria sekitar 4000 SM dan evolusi komunikasi melalui cetak oleh Gutenberg pada 1450 Masehi. Inovasi berlanjut dengan penemuan televisi oleh Amerika pada abad ke-20, 13 M. Zia Al-Ayyubi. AuETIKA BERMEDIA SOSIAL DALAM MENYIKAPI PEMBERITAAN BOHONG (HOAX) PERSPEKTIF HADIS,Ay Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Al-QurAoan Dan Hadis 19, no. : 148Ae66, https://doi. org/10. 14421/qh. 14 Amran Amran. AuETIKA BERKOMUNIKASI PERSPEKTIF HADIS,Ay Wasatiyah: Jurnal Hukum . 25Ae38, https://jurnal. id/index. php/Wasatiyah/article/view/58. 15 Ikhwan. Wahyu, dan Wasehudin. AuEtika Komunikasi Pada Media Sosial Berdasarkan Perspektif Al-QurAoan. Ay 16 Ubaidillah Nafi. Ishaq, dan Pujiono. AuKOMUNIKASI POLITIK KIAI NU DALAM KONTESTASI PILKADA PERSPEKTIF TEORI STRUKTURASI GIDDENS,Ay IJIC: Indonesian Journal of Islamic Communication 4, no. : 106Ae33, https://doi. org/10. 35719/ijic. Konsep Etika Komunikasi Dalam Al-Qur'an memunculkan era media interaktif menurut Everett M. Rogers. 17 Unsur-unsur komunikasi mencakup komunikator, pesan, saluran, komunikan, dan efek, serta tambahan seperti umpan balik, gangguan, dan konteks. Di samping itu, komunikasi berperan penting dalam berbagai bentuk dan jenisnya, seperti komunikasi personal, publik, massa, dan Komunikasi verbal menggunakan bahasa sebagai sarana utama, sedangkan komunikasi nonverbal memanfaatkan ekspresi tubuh dan gerakan. Fungsi komunikasi, menurut William I. Gorden, mencakup fungsi sosial untuk membentuk identitas sosial dan memperoleh kebahagiaan, fungsi ekspresif untuk menyampaikan emosi, fungsi ritual dalam upacara-upacara simbolis, dan fungsi instrumental untuk memenuhi kebutuhan manusia. 18 Dengan demikian, komunikasi tidak hanya memengaruhi perilaku, tetapi juga esensi dan perkembangan manusia dalam masyarakat modern19. Salah satu bentuk komunikasi adalah komunikasi digital, bentuk komunikasi yang muncul sebagai hasil dari kemajuan teknologi komunikasi dan informasi pada era modern. Komunikasi ini melibatkan penggunaan teknologi digital seperti internet, telepon seluler, dan perangkat elektronik lainnya untuk mentransmisikan pesan antara individu atau kelompok. Perkembangan komunikasi digital telah mengubah cara manusia berinteraksi dan melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. Sebelum adanya komunikasi digital, interaksi manusia terbatas pada pertemuan langsung, surat-menyurat, atau komunikasi telepon konvensional. Namun, dengan adopsi teknologi digital, komunikasi menjadi lebih cepat, lebih efisien, dan lebih mudah diakses dari jarak jauh. Al-QurAoan sebagai pedoman hidup umat Islam telah memuat berbagai prinsip dan nilai-nilai etika komunikasi yang relevan sepanjang zaman. Nilai-nilai tersebut di antaranya adalah tabayyun . larifikasi informas. , qaulan sadidan . capan yang bena. Abd Hamid Majid. AuEtika Komunikasi Di Era Digital Perspektif Al-QurAoan: Studi Penafsiran Sufistik Ibnu AoAji>bah dalam al-Ba. r al-Madi>dAy (S1. Institut Al Fithrah (IAF) Surabaya, 2. , https://erepository. id/id/eprint/48/. 18 Muhammad Farid Zulkarnain. Hilalludin Hilalludin, dan Adi Haironi. AuPrinsip Kesantunan Berbahasa Dalam Komunikasi Siswa Di Sekolah,Ay Dinamika Pembelajaran : Jurnal Pendidikan Dan Bahasa 1, no. Juni 2. : 117Ae25, https://doi. org/10. 62383/dilan. 19 Ahmad Sultra Rustan dan Nurhakki Hakki. Pengantar Ilmu Komunikasi (Yogyakarta: Penerbit Deepublish, 2. 20 Mubarok Ahmadi dan Tri Tami Gunarti. AuEtika Komunikasi Dalam Dunia Maya:,Ay J-KIs: Jurnal Komunikasi Islam 4, no. Desember 2. : 237Ae46, https://doi. org/10. 53429/jkis. Kgs M Choirul Muchlis. Risan Rusli. Meiti Islamdini qaulan maAorufan . capan yang bai. , larangan berprasangka buruk, larangan gibah, serta anjuran untuk bersikap adil dan santun dalam berbicara. Nilai-nilai ini tidak hanya diterapkan dalam komunikasi tatap muka, tetapi juga sangat penting untuk diimplementasikan dalam konteks komunikasi digital saat ini. Komunikasi digital tidak hanya mengubah cara individu berkomunikasi, tetapi juga menciptakan peradaban baru yang lebih terhubung secara global. 21 Hal ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat memfasilitasi dan mengubah cara manusia hidup dan berinteraksi dalam masyarakat Didalam al-QurAoan secara spesifik telah menjelaskan etika manusia dalam berkomunikasi diantaranya: Etika kejujuran atau tabayyun Salah satu prinsip utama komunikasi dalam al-QurAoan adalah kejujuran dan (Qs. al-Hujurat . : . menegaskan pentingnya verifikasi informasi. AO aOac N Eac OI I IOO uI EO I Aa A A C Ia a u Aa a a ac IOO aI O A a aOO Ca OIU aa aN EaA a a a a a a AA AOA a A O a Ea O Ia Aa a E OI aaI IA a OaA a OA Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. Menurut Quraish Shihab dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat diatas menerangkan kepada orang-rang yang beriman Ketika ada orang yang fasik dalam membawa berita khendaknya diteliti dan dioeriksa terlebih dahulu kebenaran berita hal itu supaya tidak menimpakan musibah kepada suatu kaum tanpa kalian tau keadaannya. Sehingga apa yang tela kalian lakukan terhadap meraka, setelah nyata bahwa mereka tidak melakukannya, menjadikan kalian selalu menyesal atas kejadian itu dan berharap kejadian itu tidak kalian lakukan. 21 M. Quraish Shihab. Al-Quran dan Maknanya (Lentera Hati, 2. 22 Al Kahfi dan Hamidullah Mahmud. AuPENERAPAN ETIKA AMANAH DALAM MANAJEMEN KEPEMIMPINAN MODERN PERSPEKTIF Q. S AL-AHZAB : 72 BERDASARKAN TAFSIR AL-MISBAH,Ay Al-Munir: Jurnal Studi Ilmu Al-QurAoan Dan Tafsir 6, no. Oktober 2. 293Ae314, https://doi. org/10. 24239/al-munir. Konsep Etika Komunikasi Dalam Al-Qur'an Ayat ini juga berlaku di dunia digital sama menerangkan adab yang harus diperhatikan oleh orang-orang yang berakal, yaitu apabila ada orang fasik yang memberitahukan kepada mereka suatu berita, maka hendaknya mereka menelitinya dan tidak langsung menerima beritanya, karena jika demikian terdapat bahaya yang besar dan terjatuh ke dalam dosa. Hal itu karena jika berita orang fasik menempati posisi berita orang yang yang benar lagi adil sehingga dibenarkan dan dilanjutkan konsekuensinya tentu akan menimbulkan bahaya, seperti binasanya jiwa dan harta tanpa alasan yang benar sehingga membuat seseorang menyesal. Ayat ini menjadi dasar penting dalam menghadapi era banjir informasi, terutama dalam menangkal hoaks dan disinformasi. Larangan ghibah, namimah dan fitnah Aac A A A AA A O O aOaEA ca aA E acI ue n aOaE aA a AOI Ia IOO a I aOO aE OU I aI E acI uIac a A a AaO aOac aN E A A a O OE I aI aO OE E aaE I A AO a EO I n OA Aa N Ia U Aa aE N OIO ONO n aO ac CO OA U a Aa OA a ca aOA a a a AacacEEa n uIac acacEEa a acO a IA Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka . , karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (Qs. Al-hujurat : . Menurut Wahbah Zuhaili, ayat diatas menerangkan untuk menjauhi banyak dari prasangka buruk kepada manusia yang tidak disertai bukti atau tanda-tanda, sesungguhnya sebagian prasangka, yakni prasangka yang tidak disertai bukti atau tanda-tanda itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain yang sengaja ditutup-tutupi untuk mencemoohnya dan janganlah ada di antara kamu Wahyudi Zulfa Hariki dkk. AuMENERAPKAN PENTINGNYA NILAI-NILAI KEJUJURAN DI DALAM BERBISNIS: STUDI ANALISIS Q. S AL-MUTHAFFIFIN 1-3 BERDASARKAN TAFSIR AL-MISBAH,Ay El-MuAoJam. Jurnal Kajian Al QurAoan Dan Al-Hadis 5, no. Mei 44Ae60, https://ejournal. iainu-kebumen. id/index. php/elmujam/article/view/2614. Kgs M Choirul Muchlis. Risan Rusli. Meiti Islamdini yang menggunjing, yakni membicarakan aib, sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa Karena itu hindarilah pergunjingan karena itu sama dengan memakan daging saudara yang telah mati. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat kepada orang yang bertobat. Maha Penyayang kepada orang yang Di ayat ini Allah Subhaanahu wa Ta'aala melarang banyak dari prasangka terhadap kaum mukmin, karena sebagian dari prasangka adalah dosa, seperti sangkaan yang kosong dari hakikat dan qarinah, bersangka buruk yang diiringi dengan ucapan dan perbuatan yang diharamkan, karena bersangka buruk di hati tidak sebatas sampai di situ, bahkan terus menjalar sehingga ia mengatakan kata-kata yang tidak patut dan melakukan perbuatan yang tidak layak dilakukan, disamping sebagai sikap suAouzhan terhadap seorang muslim, membencinya dan memusuhinya, padahal yang diperintahkan adalah kebalikannya. 25 Dalam media sosial, fenomena saling menghina, mengungkap aib, dan menyebar rumor sangat marak terjadi, sehingga prinsip ini sangat relevan untuk menjaga kehormatan dan etika interaksi antar padahal Allah. SWT menyebutkan perumpamaan untuk menjauhkan sesorang dari ghibah. Yakni sebagaimana kamu tidak suka dan merasa jijik memakan bangkai saudaramu yang sudah mati, maka seperti itulah seharusnya sikap kamu terhadap ghibah . enggunjing saudaram. Ayat ini menunjukkan ancaman yang keras terhadap ghibah, dan bahwa ghibah termasuk dosa yang besar karena Allah mengumpamakannya seperti memakan daging saudaranya yang telah mati. Ifk dan Etika Menyebarkan Informasi 24 WaqiAoatul Hasanah dan Hartono Hartono. AuANALISIS LARANGAN GHIBAH DALAM SURAH AL-HUJURAT AYAT 12 PENDEKATAN FENOMOLOGI SOSIAL,Ay As-Syifa: Journal of Islamic Studies History . Januari 43Ae54, https://doi. org/10. 35132/assyifa. 25 Imam Shofwan dan Achmad Munib. AuPendidikan Karakter Sosial QurAoani: Studi Tafsir Surat Al-Hujurat Ayat 11-13,Ay Intelektual: Jurnal Pendidikan Dan Studi Keislaman 13, no. Juni 2. : 72Ae84, https://doi. org/10. 33367/ji. 26 Indah Maisyatis Sholihah. AuBATASAN PRASANGKA BURUK PERSPEKTIF M. QURAISH SHIHAB DALAM TAFSIR AL-MISBAH SURAT AL-HUJURAT AYAT 12,Ay GRADUASI: Jurnal Kajian Islam Interdisipliner . Februari 111Ae17, https://doi. org/10. 33650/graduasi. Konsep Etika Komunikasi Dalam Al-Qur'an Qs. An-nur ayat 11-15 A ac A AA A A n A aOONO a Uc EaEO I n aE ON aO a O EaEO IA a Au Iac E A a AOI a OO a eE A E O aA aa I I EO I n aE aA A A A I aI eE e n aO Eac O a aO accE E eaNO I I ON I EaNO a a a IA a AA a aAE EO E I I I ON I Ia E A Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar. Menurut Quraish shihab Sesungguhnya orang-orang yang membuat buat kebohongan yang jauh dari petunjuk Allah terhadap Aisyah r. a istri Rasulullah. Ketika menyebarkan isy-isu negative tentang dirinya, adalah sekelompok orang yang hidup Bersama kalian. Jangan berprasangka bahwa peristiwa itu berarti jelek buat Sebaliknya, peristiwa itu justru mengandung asrti sangat baik bagi kalian, karena dapat membedakan siapa di antara kalian yang berifat munafik dari siapa yang benar-benar beriman. Disamping itu peristiwa itu juga menunjukkan kesucian orangorang yang tak bersalah yang disakiti, masing-masing anggota kelompok itu akan mendapatkan balasannya sendiri-sendiri sesuai kadar keikutsertaannya dalam tuduhan Dan pemimpin kelompok itu mendapat siksa amat kejam karena dosannya yang besar QS. an-Nur . : 11-15 mengisahkan peristiwa ifk . itnah terhadap AoAisyah r. yang memberi pelajaran penting bahwa menyebarkan informasi tanpa bukti adalah dosa besar. Wahbah az-Zuhaili dalam Tafsir al-Munir menekankan bahwa umat Islam harus menahan diri dari menyebarkan kabar yang belum pasti dan menghindari Perintah Berkata Baik QS. al-Baqarah . : 83 27 Muhammad Quraish Shihab. Tafsir al-Misbah, vol. 2, 2 1 (Jakarta: Lentera Hati, 2. 28 Nur Aisyah dan Hasyimsah Nasution. AuETIKA KOMUNIKASI DI MEDIA SOSIAL: KAJIAN AL-QURAN SURAT AN-NUR AYAT 11-15,Ay Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr 13, no. Juli 2. : 497Ae511, https://doi. org/10. 24090/jimrf. Kgs M Choirul Muchlis. Risan Rusli. Meiti Islamdini A A A A AA ca AA AaI aO O E CO aA U AA a AaOuA a Aa aaI I a aC a I u a Ea aE a aO O O aI u aE acacEEa aOa E aO E a O I u A AO E a a Ia O O E I E A AO aOCOOEOO EE Iac A A O IU aOaC IO O E ac aE a ao acEaE a eOac a aOEac OI u acaEA a a a AE I I EO I aOaI OI IO O O aIA U ACaEA Dan . , ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil . : Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling. Redaksi ayat diatas menjelaskan bahwa orang-orang Yahudi memiliki sejarah yang dipenuhi dengan berbagai pelanggaran, pengingkaran janji, dan ketidakpatuhan terhadap ketentuan-ketentuan Allah. Ingatlah janji yang pernah kalian ikrarkan kepada Kami dalam kitab Taurat: bahwa kalian tidak akan menyembah selain Allah, akan berbuat baik kepada kedua orangtua, sanak kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang Kalian juga diminta untuk berbicara dengan kata-kata yang lembut dan menyatukan, bukan yang memecah belah. Selain itu, kalian diwajibkan untuk menunaikan salat dan membayar zakat. 29 Namun, renungkanlah kembali apa yang lakukan terhadap janji besar dari kalian mengingkarinya dan berpaling, hanya sedikit saja yang tetap berpegang pada Qs. Al-Isra ayat 53 AO COE E a O O CO OEOO Eac N O a I n u Iac E ac a Ia O I O Ia N I n u Iac E ac a Ia Ea Ia e I A AI a O UcO IO a IU A Aa a a OA AaOA Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik . Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia. Ayat diatas memerintahkan umat Islam untuk berkata baik dan lemah lembut. Prinsip ini mengarahkan komunikasi digital agar tetap sopan, santun, dan tidak 29 NISRINA AULIA. AuKONSEP PENDIDIKAN REMAJA ERA GENERASI Z DALAM PERSPEKTIF AL-QURAoAN SURAT AL-BAQARAH AYAT 83 (KAJIAN TAFSIR AL-MISBAH)Ay . S1-tadris Matematika IAIN SYEKH NURJATI CIREBON, https://repository. id/10997/. Konsep Etika Komunikasi Dalam Al-Qur'an provokatif, bahkan dalam kondisi perbedaan pendapat sekalipun. Selain itu, komunikasi juga sering disebut dalam al-QurAoan yang terkumpul spesifik dalam istilah 30 Berikut tabel terkait dua hal tersebut: Tabel 1 istilah Komunikasi memakai term Qaul Aspek Arti Indikator Qaulan Baligha Perkataan C Bersifat komunikatif An-nisa yang efektif C Langsung kepada atau tepat pokok permasalahan Qaulan MaAorufa Perkataan C Kata-kata yang sopan Al-baqarah yang baik C Kata mengandung ayat 253, dan pantas an nisa C Menimbulkan ayat 5 dan 8, al-ahzab Qaulan Sadidan Perkataan C Sesuai kriteria An-nisa yang benar ayat 9, al- C Tidak dusta dan jujur ahzab ayat Qaulan karima Perkataan C Bertata keramah Al-isra ayat yang mulia C Umumnya lebih kesasaran yang lebih C Ungkapan tidak Qaulan maAoisura Perkataan C Bahasa yang mudah Al-isra ayat yang mudah 30 Muttaqien. AuTafsir Tentang Etika Komunikasi: Studi Terhadap Konsep Etika Komunikasi Lisan Dengan Baik Dan Benar Surah al-IsraAo Ayat 53 Dan al-Ahzab Ayat 70,Ay Jurnal An-Nasyr: Jurnal Dakwah Dalam Mata Tinta 4, no. Juni 2. : 1Ae15, https://doi. org/10. 54621/jn. Kgs M Choirul Muchlis. Risan Rusli. Meiti Islamdini Qauan layyina C Sederhana Perkataan C ramah tidak yang lemah Thaha ayat C menyejukkan hati C enak didengar Berdasarkan keempat ayat yang telah dijelaskan bahwa etika komunikasi adalah tingkah atau sikap saat berkomunikasi yang sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku sebagaimana yang telah disyariatkan dalam Al-Qur`an. Dalam Islam, etika komunikasi adalah cara berkomunikasi yang sesuai dengan yang perintah dan larangan Allah, baik yang tercantum dalam Al-Qur`an maupun yang disebutkan dalam Sunnah Nabi. Al-Qur`an menyebutkan ayat etika komunikasi dengan kata AuqaulanAy yang diklasifikasikan kedalam enam bagian, yakni qaulan sadidan qaulan maysuran qaulan balighan, qaulan layyinan qaulan maAorufan dan qaulan kariman. Relevansi dalam konteks digital abad ke-21 Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola komunikasi manusia. Interaksi yang dahulu bersifat tatap muka kini telah bergeser menjadi komunikasi daring yang lintas waktu dan ruang. Dalam konteks ini, komunikasi digital tidak hanya menjadi sarana pertukaran informasi, tetapi juga medan baru bagi terbentuknya budaya komunikasi yang kompleks, yang acap kali mengabaikan nilai-nilai Konsep etika komunikasi dalam al-QurAoan, sebagaimana dianalisis melalui pendekatan tafsir tematik, sangat relevan untuk menjawab tantangan komunikasi digital masa kini. Prinsip idq . dan tabayyun . sebagaimana tercantum dalam QS. al-Hujurat ayat 6 menjadi fondasi untuk menghadapi maraknya penyebaran hoaks dan disinformasi di media sosial. Dalam era di mana informasi dapat tersebar dalam 31 Novi Anggraini. AuEtika Komunikasi Bagi Pengguna Media Sosial Menurut Al-QurAoan | Journal Comprehensive Islamic Studies,Ay Juni https://journal. id/index. php/jocis/article/view/242. Konsep Etika Komunikasi Dalam Al-Qur'an hitungan detik, prinsip ini menuntut setiap individu untuk tidak menjadi penyambung kabar palsu yang dapat merusak tatanan sosial. Selain itu, larangan terhadap ghibah, namimah, dan ifk (QS. al-Hujurat: 12 dan QS. an-Nur: 11-. memiliki implikasi langsung terhadap fenomena cyber bullying, doxing, dan penyebaran aib pribadi yang sering terjadi di platform digital. Etika QurAoani menuntut agar setiap individu menjaga martabat orang lain dan tidak menyebarkan hal-hal yang dapat merusak reputasi seseorang tanpa dasar yang benar. Prinsip komunikasi yang lembut dan berkata baik (QS. al-IsraAo: . menjadi pedoman dalam berinteraksi secara santun dan konstruktif di ruang digital, bahkan dalam situasi perdebatan atau perbedaan Etika ini penting dalam menciptakan ekosistem komunikasi digital yang inklusif, sehat, dan tidak destruktif. Lebih jauh, relevansi konsep etika QurAoani ini juga mencakup kebutuhan akan literasi etika digital yang berakar pada nilai-nilai agama. Dalam hal ini, pengintegrasian prinsip-prinsip etika QurAoani dalam kurikulum pendidikan digital, pelatihan bagi pengguna media sosial, hingga regulasi platform digital, merupakan langkah konkret yang perlu diambil untuk membangun masyarakat informasi yang beradab . ivilized digital societ. Dengan demikian, nilai-nilai etika komunikasi dalam al-QurAoan tidak hanya memiliki dimensi spiritual dan moral, tetapi juga aplikatif dan kontekstual dalam menjawab tantangan komunikasi digital abad ke-21. Ajaran al-QurAoan terbukti memiliki fleksibilitas dan relevansi lintas zaman dalam membimbing umat manusia menuju komunikasi yang lebih bertanggung jawab dan bermartabat, khususnya dalam konteks komunikasi digital abad ke-21. Prinsip-prinsip seperti idq . dan tabayyun . yang tercantum dalam QS. al-Hujurat: 6 sangat relevan dalam mengatasi masalah penyebaran hoaks dan disinformasi di media sosial, di mana informasi dapat tersebar dengan cepat tanpa verifikasi yang memadai. Selain itu, larangan terhadap ghibah, namimah, dan ifk dalam QS. al-Hujurat: 12 dan QS. an-Nur: 11-15 mengajarkan pentingnya menjaga martabat orang lain, yang sangat relevan dengan fenomena cyber bullying, doxing, dan penyebaran aib pribadi di dunia maya. Prinsip komunikasi yang lembut dan berkata baik, seperti yang tercantum dalam QS. al32 Futihatul Janah dan Apriyadi Yusuf. AuEtika Komunikasi Di Media Sosial Melalui Prinsip SMART (Salam. MaAoruf. Dan Tabayyu. Perspektif Al-Quran,Ay JAWI 3, no. https://doi. org/10. 24042/jw. Kgs M Choirul Muchlis. Risan Rusli. Meiti Islamdini IsraAo: 53, juga menekankan pentingnya kesantunan dalam berinteraksi, bahkan dalam perbedaan pendapat, yang menjadi pedoman penting dalam dunia digital yang sering kali anonim dan penuh polarisasi. SIMPULAN Prinsip-prinsip etika komunikasi dalam Al-Qur'an, seperti qaulan sadidan . erkataan yang bena. , qaulan ma'rufan . erkataan yang bai. , qaulan karima . erkataan yang muli. , qaulan ma'isura . erkataan yang memudahka. , dan qaulan layyina . erkataan yang lembu. , mengarahkan kita untuk berkomunikasi dengan cara yang sopan, benar, dan menghargai orang lain. Di dunia digital, prinsip-prinsip ini sangat relevan untuk menghadapi tantangan seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah yang sering terjadi di media sosial. Etika komunikasi dalam Al-Qur'an juga menekankan pentingnya tabayyun . larifikasi informas. , penghindaran dari ghibah . , namimah . engadu domb. , dan fitnah . enyebaran berita bohon. Penerapan prinsipprinsip ini dapat membantu menciptakan komunikasi digital yang lebih bertanggung jawab, menjaga keharmonisan sosial, serta mencegah kerusakan yang dapat ditimbulkan oleh informasi yang salah atau merugikan. Dengan menggunakan pendekatan tafsir tematik, penelitian ini mengkaji penerapan prinsip-prinsip etika komunikasi dalam konteks dunia digital, yang semakin mendominasi interaksi sosial. Oleh karena itu, mengintegrasikan nilai-nilai etika QurAoani dalam pendidikan digital dan regulasi media sosial akan membantu menciptakan ekosistem digital yang lebih sehat dan beradab. Secara keseluruhan, etika komunikasi dalam Al-Qur'an memberikan pedoman yang sangat penting untuk berkomunikasi secara bertanggung jawab, tidak hanya dalam kehidupan sosial tradisional tetapi juga dalam dunia digital yang semakin berkembang. DAFTAR PUSTAKA