CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 Eksplorasi Nilai-Nilai Kebangsaan dan Religius dalam Kegiatan Sosial BPC GMKI Sentani Julianus Labobar1. Yakob Godlif Malatuny2. Metri Gamelia Usboko3 Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri Sentani Email: julianuslabobar02@gmail. com1, godliefmalatuny15@gmail. Abstrak Perubahan zaman dan dinamika masyarakat kontemporer memunculkan tantangan terhadap relevansi nilai-nilai religius dan kebangsaan dalam konteks kegiatan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana BPC GMKI Sentani merespons dinamika tersebut dengan mempertahankan esensi nilai-nilai religius dan kebangsaan sambil beradaptasi dengan tuntutan zaman. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksploratif, penelitian ini menggali secara mendalam berbagai isu yang dihadapi oleh GMKI Sentani, seperti penurunan solidaritas sosial, degradasi demokrasi, dan pernikahan anak. Temuan penelitian menunjukkan bahwa GMKI Sentani secara aktif menerapkan strategi edukasi, diskusi, dan kolaborasi untuk mengatasi tantangan ini, dengan fokus pada penguatan nasionalisme, demokrasi, dan hak asasi manusia melalui program kaderisasi dan kegiatan sosial. Kesimpulannya. BPC GMKI Sentani berhasil mengintegrasikan nilai-nilai religius dan kebangsaan dalam setiap aktivitas mereka, menjadikannya sebagai fondasi yang kokoh bagi anggotanya untuk menghadapi perubahan zaman. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat identitas religius dan kebangsaan di kalangan anggota tetapi juga mendorong partisipasi aktif dalam pembangunan sosial, menjadikan mereka agen perubahan positif di masyarakat. Kata Kunci: Nilai-Nilai Kebangsaan. Religius. Kegiatan Sosial. BPC GMKI Sentani Abstract The changing times and the dynamics of contemporary society raise challenges to the relevance of religious and national values in the context of social activities. This study aims to analyse how BPC GMKI Sentani responds to these dynamics by maintaining the essence of religious and national values while adapting to the demands of the times. Using a qualitative method with an exploratory approach, this research explores in depth various issues faced by GMKI Sentani, such as the decline of social solidarity, the degradation of democracy, and child The findings show that GMKI Sentani actively implements education, discussion and collaboration strategies to address these challenges, with a focus on strengthening nationalism, democracy and human rights through regeneration programmes and social activities. In conclusion. BPC GMKI Sentani has successfully integrated religious and national values into each of their activities, making it a solid foundation for its members to face the changing times. This approach not only strengthens religious and national identity among members but also encourages active participation in social development, making them agents of positive change in society. Keywords: National Values. Religion. Social Activities. BPC GMKI Sentani JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 Pendahuluan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) memainkan peranan penting dalam persiapan kader dengan kompetensi dalam iman, ilmu, kepemimpinan, dan kepekaan sosial yang dapat diaplikasikan dalam tiga medan pelayanannya, yaitu gereja, perguruan tinggi, dan masyarakat (Wambrauw & Novana Kareth, 2. GMKI juga berfokus pada pengembangan kapasitas dan kualitas kaderisasi mahasiswa Kristen melalui berbagai kegiatan (Simanjuntak. Nilai-nilai religius dan kebangsaan dalam kegiatan sosial Badan Pengurus Cabang (BPC) GMKI Sentani merupakan perjalanan mendalam untuk memahami dan menerapkan prinsip-prinsip moral dan identitas nasional dalam setiap aspek kegiatan mereka. Organisasi ini memiliki tanggung jawab dan komitmen untuk menciptakan dampak positif dalam masyarakat melalui kegiatan-kegiatan sosial yang diwarnai oleh nilai-nilai agama dan cinta tanah air (Atimeta & Jatiningsih. Dalam mengintegrasikan nilai-nilai religius. BPC GMKI Sentani mencurahkan perhatian khusus pada moralitas dan etika yang diambil dari ajaran Melalui pendalaman nilai-nilai ini, anggota organisasi menjadi agen perubahan yang berfokus pada kebaikan bersama dan kesejahteraan masyarakat. Mereka memahami bahwa tugas sosial yang diemban harus mencerminkan ajaran agama sebagai pedoman utama dalam bertindak (Sitorus* et al. , 2. Selain nilai-nilai religius, semangat kebangsaan juga menjadi komponen integral dalam kegiatan sosial BPC GMKI Sentani. Kebersamaan, kecintaan terhadap tanah air, dan semangat gotong-royong menjadi daya pendorong dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Organisasi ini berkomitmen untuk tidak hanya menjadi pemelihara nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga menjadi agen pembawa perubahan yang membangun karakter bangsa (Rungkat, 2. Dalam eksplorasi nilai-nilai tersebut. BPC GMKI Sentani perlu menghadapi berbagai tantangan, seperti perbedaan interpretasi nilai-nilai agama di antara anggotanya atau tekanan eksternal yang mungkin muncul. Namun, dengan menjalankan strategi komunikasi yang efektif dan memberikan ruang untuk dialog, organisasi ini dapat mengatasi hambatan tersebut dan memperkuat implementasi nilai-nilai religius dan kebangsaan (Sitorus* et al. , 2. Pentingnya pengukuran dan evaluasi dampak positif dari penerapan nilainilai religius dan kebangsaan dalam kegiatan sosial juga menjadi fokus utama BPC GMKI Sentani. Dengan memahami dampak nyata yang dihasilkan, organisasi ini dapat terus meningkatkan kualitas dan efektivitas kegiatan mereka, menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai pendorong utama dalam mewujudkan misi sosial dan kemanusiaan mereka. Sejalan dengan perubahan zaman, eksplorasi ini juga membuka pintu untuk adaptasi nilai-nilai tersebut agar tetap relevan dan memberikan kontribusi positif di tengah dinamika masyarakat kontemporer (Dwi Novia Sirait et al. , 2022. Malatuny, 2. Persoalan utama seputar nilai-nilai religius dan kebangsaan dalam kegiatan sosial mencakup sejumlah aspek yang dapat menjadi fokus perhatian. Salah satu persoalan utama adalah tantangan dalam mengintegrasikan nilai-nilai religius yang bervariasi di dalam sebuah organisasi atau komunitas. Dalam konteks BPC JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 GMKI Sentani, perbedaan interpretasi dan pemahaman terhadap nilai-nilai agama di antara anggota dapat menjadi sumber ketidakselarasan yang menghambat efektivitas kegiatan sosial. Oleh karena itu, bagaimana mengelola dan menyelaraskan beragam pandangan religius menjadi aspek sentral dalam memahami dan menangani persoalan ini (Rungkat, 2. Sesuai aspek kebangsaan, tantangan mungkin muncul dari dinamika politik dan sosial yang dapat mempengaruhi interpretasi serta implementasi nilainilai kebangsaan. Masyarakat kontemporer seringkali dihadapkan pada pergeseran nilai-nilai kebangsaan yang diakibatkan oleh globalisasi, perkembangan teknologi, dan adanya dinamika sosial yang cepat. Bagaimana BPC GMKI Sentani tetap relevan dan memperbaharui nilai-nilai kebangsaan mereka di tengah perubahan nilai masyarakat merupakan pertimbangan yang krusial (Wambrauw & Novana Kareth, 2. Pengukuran dan evaluasi dampak positif juga menjadi tantangan karena sifatnya yang seringkali abstrak dan sulit diukur secara langsung. Bagaimana mengidentifikasi indikator keberhasilan yang sesuai dan mencerminkan kontribusi nyata nilai-nilai religius dan kebangsaan terhadap kegiatan sosial menjadi bagian integral dari pemecahan masalah ini. Begitu pula dengan mengukur dampak jangka panjang dan mendalam pada masyarakat menjadi tugas yang kompleks, tetapi sangat penting untuk memahami apakah nilai-nilai tersebut memberikan manfaat yang signifikan (Dwi Novia Sirait et al. , 2. Perubahan zaman dan dinamika masyarakat kontemporer memunculkan pertanyaan tentang relevansi nilai-nilai religius dan kebangsaan dalam konteks kegiatan sosial. Bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diadaptasi tanpa mengorbankan esensinya atau menimbulkan konflik dengan nilai-nilai kontemporer menjadi salah satu permasalahan utama. Proses adaptasi yang sehat dan tetap mempertahankan esensi nilai-nilai tersebut dapat menjadi tantangan yang signifikan untuk BPC GMKI Sentani (Sitorus* et al. , 2. Pentingnya terus membuka ruang dialog internal dan eksternal juga menjadi bagian dari persoalan utama. Bagaimana BPC GMKI Sentani dapat mengelola perbedaan pandangan atau tuntutan dari luar agar nilai-nilai religius dan kebangsaan tetap kokoh dan relevan merupakan hal yang memerlukan pemikiran mendalam dan strategi yang matang. Dalam menghadapi persoalan utama ini akan memerlukan upaya bersama, pemikiran kreatif, dan komitmen untuk menjaga integritas nilai-nilai religius dan kebangsaan dalam kegiatan sosial (Simanjuntak, 2. Metode Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan eksploratif, di mana peneliti akan mendekati subjek penelitian dengan keingintahuan yang mendalam dan terbuka terhadap temuan yang muncul. Hal ini berarti bahwa peneliti ingin menganalisis secara mendalam dan menyeluruh tentang hal-hal yang menjadi objek penelitian berdasarkan fakta-fakta yang diperoleh di lapangan secara apa adanya sesuai hasil analisis data penelitian yang Penelitian kualitatif memiliki karakteristik yang unik yaitu mendeskripsikan suatu keadaan yang sebenarnya secara ilmiah, dengan demikian JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 laporannya bukan sekedar bentuk laporan suatu kejadian tanpa suatu interpretasi ilmiah (Muchtar, 2. Peneliti menggunakan teknik wawancara secara mendalam dengan Badan Pengurus Cabang GMKI Sentani tentang nilai-nilai kebangsaan dan religius dalam kegiatan sosial yang dilakukan oleh mereka. Hasil dan Pembahasan BPC GMKI Sentani Merespon Dinamika Perubahan Nilai dan Semangat Kebangsaan di Masyarakat Kontemporer Nilai kebangsaan Indonesia merujuk pada sikap dan semangat mencintai tanah air, yang ditunjukkan melalui aksi dan perilaku yang positif terhadap bangsa dan negara, tanpa diskriminasi terhadap kelompok atau individu tertentu. Nilainilai ini mencakup keadilan, kesetaraan, dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia, yang sejalan dengan cita-cita pendiri bangsa. Namun, nilai kebangsaan juga harus dijaga agar tidak berlebihan hingga menimbulkan chauvinisme, yaitu rasa bangga yang berlebihan terhadap bangsa sendiri yang dapat menimbulkan masalah baru dalam hubungan internasional (Mufti, 2. Nilai-nilai kebangsaan dalam Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) mencakup upaya dalam mewujudkan perdamaian, kesejahteraan, keadilan, kebenaran, dan cinta di tengah-tengah umat manusia. GMKI juga memiliki visi yang kuat yaitu AuRealisasi perdamaian, kesejahteraan, keadilan, kebenaran, integritas ciptaan dan demokrasi di Indonesia berdasarkan cintaAy yang menunjukkan komitmen mereka terhadap nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan (Sitorus, et al. , 2. Secara nasional bertujuan untuk membekali pemuda Kristen dengan prinsip-prinsip dasar iman Kristen dalam menanggapi tantangan terhadap doktrin Kristen dan untuk menghidupkan kembali komitmen mereka untuk berperan aktif dalam gereja dan masyarakat. Pemuda Kristen yang merupakan anggota GMKI memiliki kesadaran dan komitmen untuk mempraktikkan iman Kristen mereka dalam berperan aktif dalam gereja dan masyarakat, termasuk dalam mengkritik atau menawarkan solusi terhadap berbagai masalah bangsa dan masyarakat (Rungkat, 2. BPC GMKI Sentani mengamati bahwa dinamika perubahan nilai kebangsaan di masyarakat kontemporer menjadi semakin kompleks dan menimbulkan keprihatinan. Mereka mengidentifikasi tiga area utama di mana perubahan nilai-nilai kebangsaan mempengaruhi masyarakat: berkurangnya nilai kemanusiaan, masalah pernikahan anak, dan penurunan kualitas demokrasi. GMKI Sentani merasa bahwa simpati dan solidaritas sosial semakin menurun karena prioritas masyarakat yang lebih menekankan identitas dan golongan. Hal ini menyebabkan kekurangan dalam solidaritas sosial yang esensial bagi masyarakat yang harmonis . Nakmak et al. , 2. Isu pernikahan perempuan di bawah umur juga menjadi perhatian utama BPC GMKI Sentani. Bidang Gender GMKI tahun 2022 menyoroti masalah ini sebagai isu yang kurang mendapatkan perhatian memadai dari masyarakat, yang menunjukkan rendahnya kesadaran dan perhatian terhadap hak-hak perempuan dan anak. GMKI Sentani menilai bahwa peningkatan kesadaran dan tindakan JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 terhadap masalah ini sangat penting untuk melindungi hak-hak dasar perempuan dan anak serta memastikan bahwa nilai-nilai kebangsaan yang berfokus pada keadilan dan hak asasi manusia dipertahankan. Perubahan yang terkait dengan kepentingan pribadi yang mendominasi dalam sistem demokrasi telah menyebabkan penurunan nilai-nilai demokrasi dan partisipasi publik. GMKI Sentani merespon dengan bertindak sebagai pengawas dan pemantau pemilu untuk memastikan bahwa proses demokrasi tetap adil dan Ini mencerminkan komitmen GMKI Sentani untuk melindungi dan memperkuat prinsip-prinsip demokrasi dalam menghadapi tantangan-tantangan yang ada. Upaya meningkatkan semangat kebangsaan di kalangan anggotanya. BPC GMKI Sentani telah melaksanakan beberapa langkah konkret. Dalam Masa Perkenalan (Mape. dan melalui Pola Dasar Sistem Pengkaderan (PDSPK). GMKI Sentani berusaha membekali anggotanya dengan kemampuan untuk menganalisis isu-isu penting seperti nasionalisme, demokrasi, politik, dan hak asasi manusia (HAM). Hal ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman anggota tentang isu-isu kebangsaan dan memotivasi mereka untuk berkontribusi secara aktif terhadap masyarakat (Atimeta & Jatiningsih, 2. Selain itu. GMKI Sentani mendirikan rumah literasi sebagai bagian dari inisiatif pendidikan mereka. Rumah literasi ini bertujuan untuk memberantas buta aksara di kalangan masyarakat dan memberikan akses pendidikan dasar yang Dengan meningkatkan kemampuan baca-tulis masyarakat. GMKI Sentani berharap dapat memperkuat semangat kebangsaan melalui peningkatan pendidikan dan kesadaran. GMKI Sentani juga mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan dalam berbagai kegiatan mereka. Diskusi mengenai isu-isu kedaerahan, pembangunan, dan HAM sering diadakan, melibatkan anggota GMKI dan masyarakat luas. Melalui seminar dan diskusi. GMKI Sentani mengedukasi anggota dan masyarakat tentang pentingnya nilai-nilai kebangsaan, nasionalisme, dan Hal ini berfungsi untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang isu-isu penting yang mempengaruhi masyarakat (Simanjuntak, 2. Konferensi cabang GMKI Sentani adalah platform penting untuk merumuskan kebijakan dan program kerja yang berfokus pada isu-isu kedaerahan dan pembangunan. Konferensi ini juga berfungsi sebagai ajang untuk memperkuat komitmen anggota terhadap nilai-nilai kebangsaan. Selain itu, partisipasi dalam kongres pusat GMKI memungkinkan GMKI Sentani untuk berkontribusi pada diskusi tentang isu-isu nasional yang relevan, termasuk pembangunan dan HAM. Perubahan nilai kebangsaan mempengaruhi aktivitas BPC GMKI Sentani dalam mengasah kemampuan anggotanya dalam membedah isu-isu nasional seperti demokrasi, politik, dan HAM. Melalui diskusi, seminar, dan pelatihan kaderisasi. GMKI Sentani berupaya menciptakan pemimpin yang kritis dan peka terhadap isu-isu sosial dan politik. Nilai-nilai seperti gotong royong, toleransi, dan keadilan sosial tetap diutamakan dalam setiap program dan kegiatan mereka (Atimeta & Jatiningsih, 2. BPC GMKI Sentani juga berkolaborasi dengan berbagai organisasi mahasiswa dan lembaga untuk mempromosikan nilai-nilai kebangsaan. Diskusi JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 politik dengan organisasi mahasiswa lain seperti GMNI. PMKRI. PMII, dan HMI menjadi bagian dari upaya ini. Kolaborasi ini mencakup kerja sama dengan KPUD dan Bawaslu Kabupaten Jayapura untuk memastikan pelaksanaan demokrasi yang adil dan transparan serta meningkatkan kualitas pendidikan di Secara keseluruhan. BPC GMKI Sentani menunjukkan komitmen kuat dalam merespon dinamika perubahan nilai kebangsaan dengan tindakan konkret yang melibatkan pendidikan, diskusi, dan kolaborasi. Upaya ini bertujuan untuk memperkuat semangat kebangsaan di kalangan anggotanya dan masyarakat luas, serta memastikan bahwa nilai-nilai demokrasi, keadilan, dan hak asasi manusia tetap terjaga di tengah perubahan sosial yang cepat. BPC GMKI Sentani: Dampak Positif Penerapan Nilai-Nilai Religius dan Kebangsaan Dalam Kegiatan Sosial Nilai-nilai religius dan kebangsaan tetap memiliki relevansi yang signifikan dalam masyarakat kontemporer meskipun banyak perubahan yang terjadi dalam dinamika sosial dan budaya. Nilai-nilai religius dan kebangsaan memainkan peran penting dalam membentuk identitas individu, mempengaruhi hubungan sosial, dan memberikan panduan moral (HM et al. , 2. Nilai-nilai religius, yang terkait dengan keyakinan dan praktik keagamaan, masih merupakan faktor yang kuat dalam kehidupan banyak individu. Agama memiliki pengaruh yang mendalam dalam mengatur perilaku, norma, dan etika dalam masyarakat. Nilai-nilai seperti kasih sayang, keadilan, kejujuran, dan kerendahan hati sering kali dianggap penting dalam berbagai agama dan dapat membentuk perilaku dan interaksi sosial individu. Nilai-nilai religius juga dapat memberikan rasa tujuan, arti, dan ketenangan batin bagi banyak orang di tengah kompleksitas dan ketidakpastian kehidupan kontemporer (Savickaya et al. , 2. BPC GMKI Sentani menerapkan nilai-nilai religius secara konsisten dalam setiap kegiatan sosialnya dengan menekankan aksi pengabdian yang didasarkan pada kasih. Keterlibatan mereka dalam kegiatan pelayanan di PAM GKI Yahim, misalnya, menunjukkan dedikasi tinggi dalam melayani anak-anak muda melalui kegiatan rohani. Ini tidak hanya membantu PAM setempat tetapi juga memperkuat rasa solidaritas dan kepedulian di antara anggota BPC GMKI Sentani. BPC GMKI Sentani mengimplementasikan nilai-nilai religius melalui tiga medan pelayanan utama: Perguruan Tinggi. Gereja, dan Masyarakat. Dengan slogan AuTinggi Iman. Tinggi Ilmu. Tinggi Pengabdian,Ay mereka mengintegrasikan iman Kristiani dalam pendidikan dan kehidupan sehari-hari. Ini membantu anggota GMKI untuk menerapkan prinsip-prinsip Kristiani dalam setiap aspek kehidupan, baik di lingkungan akademik, gerejawi, maupun sosial. (Rungkat, 2. Di tingkat komisariat. BPC GMKI Sentani aktif menjawab kebutuhan kampus melalui berbagai aspirasi dan aksi nyata. Mereka berperan dalam advokasi mahasiswa dan kegiatan kampus yang berorientasi pada peningkatan kualitas kehidupan mahasiswa. Keterlibatan ini memperkuat posisi GMKI sebagai organisasi mahasiswa yang peduli dan membantu menanamkan nilai-nilai religius di kalangan mahasiswa. BPC GMKI Sentani juga berkontribusi dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan melalui kegiatan sosial dan diskusi politik dengan organisasi mahasiswa lain. Diskusi ini fokus pada isu-isu kebangsaan. JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 demokrasi, dan pembangunan daerah, yang bertujuan membekali anggotanya dengan pemahaman mendalam tentang isu nasional serta mendorong partisipasi aktif dalam membangun bangsa (Dwi Novia Sirait et al. , 2. BPC GMKI Sentani bekerja sama dengan KPUD dan Bawaslu Kabupaten Jayapura untuk memantau proses pemilu. Ini memastikan pelaksanaan demokrasi yang adil dan transparan, serta mendemonstrasikan komitmen mereka terhadap prinsip-prinsip kebangsaan dan demokrasi. BPC GMKI Sentani berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di Kegiatan ini meliputi diskusi, seminar, dan pelatihan kaderisasi yang menekankan nilai-nilai kebangsaan seperti gotong royong, toleransi, dan keadilan Ini membantu membentuk pemimpin masa depan yang kritis dan peka terhadap isu sosial dan politik. GMKI Sentani mengadakan konferensi cabang dan berpartisipasi dalam kongres pusat untuk merumuskan kebijakan dan program kerja yang berfokus pada isu-isu kedaerahan dan pembangunan. Kegiatan ini mendukung pembahasan isu-isu nasional yang relevan, termasuk pembangunan dan hak asasi manusia. BPC GMKI Sentani mengukur keberhasilan kegiatan sosial mereka melalui evaluasi dan umpan balik dari masyarakat, serta tingkat partisipasi anggota dan Evaluasi dilakukan melalui survei dan diskusi kelompok terarah, sementara tingkat partisipasi dilihat dari jumlah masyarakat yang terlibat dalam kegiatan sosial. Terdapat tantangan dalam menerapkan nilai-nilai religius dan kebangsaan, seperti sikap sinis dan kurangnya dukungan dana dari berbagai pihak. Sikap ini dapat menghambat partisipasi dan kolaborasi yang diperlukan untuk menyukseskan kegiatan sosial, sehingga nilai-nilai yang diharapkan sulit untuk diinternalisasi dan diaplikasikan secara luas (Rungkat, 2. Untuk memastikan nilai-nilai yang diajarkan dapat terus dipraktikkan. BPC GMKI Sentani melakukan pendekatan berkelanjutan dengan mengadakan program lanjutan dan membentuk kelompok-kelompok kecil yang memiliki tujuan bersama. Mereka juga menggandeng tokoh-tokoh masyarakat dan pemimpin lokal untuk menjadi teladan dalam menerapkan nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari, memastikan pemantauan dan dukungan yang berkesinambungan. BPC GMKI Sentani: Relevansi Nilai-Nilai Religius dan Kebangsaan Dalam Menghadapi Perubahan Zaman dan Tuntutan Masyarakat Menghadapi dinamika masyarakat kontemporer, relevansi nilai-nilai religius dan kebangsaan menjadi perdebatan yang signifikan. Meskipun terdapat variasi dalam cara nilai-nilai ini diinterpretasikan dan diaplikasikan, masih ada sejumlah aspek penting yang menunjukkan relevansinya. Pertama-tama, nilai-nilai religius menyediakan landasan etika dan moral yang krusial dalam menjaga keharmonisan sosial di tengah kompleksitas masyarakat modern. Konsep-konsep seperti keadilan, kasih sayang, dan toleransi, yang sering bersumber dari nilainilai agama, masih memiliki dampak positif dan relevansi yang kuat dalam mengatasi perbedaan dan konflik. Sesuai konteks kebangsaan, semangat gotong-royong, patriotisme, dan cinta tanah air tetap menjadi unsur-unsur yang penting dalam menghadapi JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 tantangan masyarakat kontemporer. Masyarakat yang memiliki kesadaran akan nilai-nilai kebangsaan cenderung lebih bersatu dalam menghadapi perubahan sosial dan ekonomi yang cepat. Dalam mengidentifikasi relevansi nilai-nilai ini, perlu diperhatikan bahwa pengaplikasiannya dapat melibatkan kreativitas dan penyesuaian agar tetap relevan di tengah perubahan zaman (Olga, 2. BPC GMKI Sentani menekankan relevansi nilai-nilai religius dan kebangsaan dengan mengintegrasikan keimanan, ilmu pengetahuan, dan pengabdian kepada masyarakat. Pendekatan ini memastikan bahwa para anggotanya memiliki landasan yang kokoh dalam menghadapi tantangan zaman. Melalui wawancara pada tanggal 7 Mei 2024. BPC GMKI Sentani menegaskan bahwa prinsip kemahasiswaan, kekristenan, dan keindonesiaan adalah pilar utama yang tercermin dalam berbagai kegiatan mereka. Program-program internal seperti malam perkenalan dan pendalaman Alkitab berperan penting dalam memperkuat nilai-nilai religius dan kebangsaan di kalangan anggota. Selain itu, partisipasi aktif dalam pembangunan sosial menjadi sarana untuk mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan nyata. Aktivitas seperti doa, persatuan, kreativitas, dan pembelajaran merupakan bagian integral dari upaya ini. Strategi utama BPC GMKI Sentani dalam mempertahankan relevansi nilai-nilai tersebut melibatkan integrasi keimanan dan kebangsaan dalam kegiatan internal dan eksternal. Mereka fokus pada kegiatan spiritual seperti doa dan pembelajaran, serta kolaborasi dengan organisasi pemuda lintas agama untuk menjaga persatuan dan keutuhan bangsa. Program seperti Malam Perkenalan dan Pendalaman Alkitab membantu memperdalam pemahaman nilai-nilai ini di kalangan anggota (Atimeta & Jatiningsih, 2. Adaptasi terhadap perkembangan teknologi juga menjadi perhatian BPC GMKI Sentani. Mereka menggunakan platform media sosial untuk menyebarkan informasi terkait kegiatan dan nilai-nilai religius serta kebangsaan, menjangkau audiens yang lebih luas. Kolaborasi dengan Relawan TIK Papua membantu meningkatkan kapasitas digital dan penggunaan teknologi informasi secara efektif, memastikan pesan mereka disampaikan dengan cara yang relevan dan Pendidikan memainkan peran kunci dalam memperkuat nilai-nilai religius dan kebangsaan di BPC GMKI Sentani. Mereka mengintegrasikan nilai-nilai ini dalam kurikulum pelatihan dan pendidikan, serta menyelenggarakan seminar, lokakarya, dan diskusi panel yang melibatkan tokoh masyarakat dan akademisi. Hal ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan tetapi juga mendorong partisipasi aktif dalam memecahkan masalah sosial. BPC GMKI Sentani juga memanfaatkan teknologi digital untuk menyebarkan materi edukasi, menjangkau khalayak yang lebih luas, dan mempermudah akses informasi mengenai nilai-nilai religius dan Dengan pendekatan ini, mereka memastikan bahwa pendidikan dan pemahaman nilai-nilai tersebut dapat diakses oleh lebih banyak orang. Tanggapan masyarakat terhadap upaya BPC GMKI Sentani umumnya Mereka mengapresiasi berbagai inisiatif yang dilakukan, termasuk kegiatan pengabdian masyarakat, program untuk rekan pemuda, serta acara MAPER dan ibadah rutin. Inisiatif ini membantu membentuk karakter, membina kepemimpinan, serta menanamkan nilai kemanusiaan, kasih, dan persaudaraan di JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 kalangan anggotanya. Cerita sukses yang menonjol dari BPC GMKI Sentani adalah keberhasilan dalam memberdayakan perempuan sebagai pemimpin. Ini menunjukkan dampak positif dalam memotivasi dan menginspirasi anggota lainnya untuk terlibat lebih aktif dalam kepemimpinan dan pelayanan masyarakat. GMKI berhasil mempertahankan nilai-nilai tradisional sambil beradaptasi dengan kebutuhan zaman (Simanjuntak, 2. Secara keseluruhan. BPC GMKI Sentani menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai religius dan kebangsaan tidak hanya relevan tetapi juga penting dalam menghadapi perubahan zaman dan tuntutan masyarakat. Dengan pendekatan yang komprehensif dan adaptif, mereka berhasil menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan karakter dan kepemimpinan yang kuat di kalangan Keberhasilan BPC GMKI Sentani dalam menjaga relevansi nilai-nilai religius dan kebangsaan dapat menjadi contoh bagi organisasi lain dalam menghadapi tantangan zaman. Dengan terus berinovasi dan beradaptasi, mereka mampu tetap relevan dan efektif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Simpulan BPC GMKI Sentani secara aktif merespons tantangan zaman dengan mengintegrasikan nilai-nilai religius dan kebangsaan ke dalam berbagai kegiatan sosial mereka. Program-program internal seperti Masa Perkenalan (Mape. dan Pola Dasar Sistem Pengkaderan (PDSPK) bertujuan untuk membekali anggota dengan pemahaman mendalam mengenai isu-isu nasionalisme, demokrasi, politik, dan Hak Asasi Manusia (HAM). Inisiatif ini bertujuan untuk menginspirasi para anggota agar terlibat aktif dalam masyarakat, tetap berpegang pada nilai-nilai religius dan kebangsaan, dan menjadi agen perubahan positif. Pendidikan memainkan peran kunci dalam memperkuat nilai-nilai ini di BPC GMKI Sentani. Mereka mengadakan seminar, lokakarya, dan diskusi panel dengan melibatkan tokoh masyarakat dan akademisi untuk membahas isu-isu kebangsaan dan Selain itu. GMKI Sentani juga memanfaatkan teknologi digital, seperti media sosial dan platform online, untuk menyebarkan materi edukasi kepada khalayak yang lebih luas, mempermudah akses informasi mengenai nilainilai religius dan kebangsaan, serta memperkuat fondasi digital anggota. Tanggapan masyarakat terhadap upaya GMKI Sentani umumnya positif. Masyarakat menghargai inisiatif mereka, termasuk kegiatan pengabdian masyarakat dan program untuk pemuda. Hal ini membantu membentuk karakter, membina kepemimpinan, dan menanamkan nilai kemanusiaan, kasih, dan persaudaraan di kalangan anggotanya. Keberhasilan GMKI dalam memberdayakan perempuan sebagai pemimpin juga memperlihatkan dampak positif dalam memotivasi dan menginspirasi anggota lainnya untuk terlibat lebih aktif dalam kepemimpinan dan pelayanan masyarakat. Referensi