Prosiding SINAPTEK Volume 4 tahun 2021 | E-ISSN 2810-0867 PENDAMPINGAN PETANI ANGGREK DI DESA BATURITI, TABANAN - BALI Ni Kadek Dwipayani Lestari . Ni Wayan Deswiniyanti Program Studi Biologi. Fakultas Kesehatan. Sains dan Teknologi. Universitas Dhyana Pura. Jl. Raya Padang Luwih Tegaljaya Dalung Kuta Utara. Bali. Indonesi. Program Studi Perekam Informasi Kesehatan. Fakultas Kesehatan. Sains dan Teknologi. Universitas Dhyana Pura. Jl. Raya Padang Luwih Tegaljaya Dalung Kuta Utara. Bali. Indonesia Email: dwipayanilestari@undhirabali. ABSTRAK Budidaya anggrek yang selama ini dikenal sebagai bagian dari hobi tanaman hias, merupakan prospek yang cukup menguntungkan, harga relatif stabil dan peminatnya hampir di segala usia. Hal inilah yang menjadikan salah satu mitra kami mengoptimalkan kualitas perawatan pada tanaman anggreknya. Kebun anggrek yang dikelola oleh Bapak Gede Ardika . berdiri tahun 2016 di Desa Baturiti Tabanan Bali yang sekarang ini memiliki 3 pegawai, kebun yang dikelola terdiri dari 2 jenis kebun anggrek yaitu untuk pembibitan anggrek spesies dan anggrek Kendala utama yang dihadapi oleh petani anggrek di Desa Baturiti Tabanan yaitu kurangnya pengetahuan di bidang aklimatisasi pembibitan anggrek dari hasil kultur jaringan anggrek hibridisasi, kurangnya pengetahuan tentang teknik pembuatan dan pengemasan pupuk organik cair siap jual. Metode yang digunakan dalam pendampingan ini yaitu pelatihan dan pendampingan metode aklilmatisasi pembibitan anggrek hasil kultur jaringan dan pendampingan pembuatan produk pupuk organik cair untuk budidaya anggrek. Hasil evaluasi kegiatan yaitu adanya pre-test dan post-test serta hasil produk setelah kegiatan. Hasil post-test kegiatan menunjukan hasil adanya 25% peningkatan pengetahuan di bidang budidaya aklimatisasi dan pembuatan pupuk organik, sedangkan untuk produk yakni pembibitan hasil kultur jaringan memiliki persentase hidup 90% setelah masa tanam aklimatisasi dan adanya pemanfaatan pupuk organik cair untuk budidaya anggrek. Kata kunci: Anggrek, aklimatisasi, petani, kultur jaringan Pendahuluan Anggrek merupakan tanaman hias yang memiliki potensi yang amat besar untuk dibudidayakan secara komersil dan memiliki prospek bisnis tanaman hias yang bernilai jual tinggi dan relatif stabil. Peluang usaha anggrek ini sebenarnya menjanjikan, hal ini tercermin dari setiap fase dalam perkembangan anggrek yang bisa dijadikan usaha dimulai dari mengadakan silangan untuk membuat kultivar baru sampai tanaman pot anggrek hias berbunga atau produksi bunga potong (Widiastoety dkk. , 2. Anggrek biasanya diperjualbelikan dalam tiga bentuk, yaitu bibit anggrek, tanaman anggrek dewasa . ot plan. dan bunga anggrek potong (Setiawan, 2. Bibit anggrek terbagi lagi menjadi empat segmen, yaitu bibit botolan, bibit seedling . anaman dar. , bibit kompot, dan bibit tanaman remaja. Bibit anggrek menjadi komoditas perdagangan di tingkat petani dan importir bibit, sedangkan tanaman hias anggrek dewasa dan bunga anggrek diperdagangkan di tingkat penjual/ pusat pemasaran (Gunawan,2. Salah satu petani yang kami temui yaitu Bapak Gede Ardika . tahun ) yang menggeluti usaha pertanian khususnya di bidang budidaya tanaman anggrek. Usaha Prosiding SINAPTEK Volume 4 tahun 2021 | E-ISSN 2810-0867 yang digeluti sudah berlangsung selama 6 tahun saat ini omzet penjualan berkisar antara 15-20 juta per bulan. Usaha tanaman anggrek yang digeluti ada 2 jenis kebun yang dikembangkan yaitu pembibitan anggrek spesies dan anggrek hibridisasi. Usaha ini awalnya hanya didirikan seorang diri oleh Bapak gede namun saat ini sudah memiliki 2 orang karyawan yang membantu mengurus kebun anggrek Bapak Gede ardika saat ini belum memiliki laboratorium untuk kultur jaringan, jadi hanya membudidayakan dari bibit yang sudah siap diperjualbelikan dari agen resseler. Jadi belum pernah membibitkan dari hasil kultur jaringan, dengan metode aklimatimatisasi bibit anggrek, karena kurangnya pengetahuan di bidang aklimatisasi. Metode aklimatisasi kultur jaringan menghasilkan bibit dengan modal lebih rendah dan menghasilkan ratusan bibit dalam sekali penerapannya. Maka dari itu memerlukan adanya pendampingan tentang teknik atau metode aklimatisasi pembibitan anggrek. Untuk proses pembungaan anggrek di kebun anggrek bapak Gede memiliki pupuk buatan sendiri yang dapat memicu pembungaan anggrek. Namun belum dapat dijual secara komersil karena kurangnya pengetahuan teknik produksi dan Maka, berdasarkan hasil diskusi dengan bapak Gede Ardika pendampingan yang akan dilakukan yaitu, pelatihan dan pendampingan metode aklimatisasi pembibitan anggrek, produksi dan pengemasan pupuk organik untuk anggrek. Solusi dan Target Luaran Solusi dari permasalahan mitra dan analisis situasi yakni Metode Aklimatisasi Pembibitan Kurangnya pengetahuan tentang aplikasi metode Aklimatisasi Pembibitan anggrek dan bahan Ae bahan kimia yang digunakan. Dari hasil observasi yang telah dilakukan petani memiliki produk pupuk organik yang dapat dikemas dan diperjualbelikan. Kurangnya pengetahuan untuk pembuatan pupuk organik yang baik serta pengemasan untuk diperjualbelikan Target luaran dari kegiatan ini yaitu sasaran Peningkatan kualitas pengetahuan di bidang aklimatisasi dan produksi pupuk organik pada petani anggrek di Desa Baturiti Tabanan Bali Metode Langkah Ae langkah metode yang diterapkan yaitu: Rapat kerja penyiapan kegiatan. Sosialisasi kegiatan dilakukan dengan menghadirkan kelompok mitra dalam sebuah pertemuan Pendampingan dan pelatihan metode aklimatisasi anggrek memberikan pelatihan mengenai teknik budidaya dengan metode aklimatisasi bibit anggrek. Bibit anggrek siap tanam dikeluarkan dari dalam botol dengan cara direndam dalam air bersih dan dikeluarkan secara bertahap dengan pinset. Setelah dicuci bersih dan bibit direndam dengan B1 dan fungisida . begitu pula dengan pot dan media anggrek untuk akklimatisasi. Selanjutnya bibit ditanam dengan media moss yang telah steril, selanjutnya bibit disimpan dalam tempat khusus bibit Pendampingan produksi dan pengemasan pupuk organik cair memberikan pelatihan dan pendampingan dalam produksi pupuk organik cair. Poduksi menggunakan alat berupa derigen untuk pembatan pupuk yang telah bersih dan pupuk difermentasikan dengan EM4 selama 2 minggu dan selanjutnya dikemas dengan baik. Prosiding SINAPTEK Volume 4 tahun 2021 | E-ISSN 2810-0867 Hasil dan Pembahasan Pendampingan aklimatisasi bibit kultur jaringan Pendampingan dari kegiatan aklimatisasi bibit anggrek atau seedling anggrek dari hasil kultur jaringan dilakukan dengan menjelaskan teori dengan praktik langsung cara untuk aklimatisasi bibit anggrek hasil kultur jaringan dengan baik, sehingga persentase keberhasilan hidup bibit anggrek tinggi. Dari hasil evaluasi selama 3 bulan hasil aklimatisasi bibit anggrek sebanyak 20 botol yang masing Ae masing terdapat rata- rata 25 bibit anggrek, persentase keberhasilan untuk hidup yakni sebesar 90%. Dan hasil pre-test dan post-test sebanyak 10 pertanyaan kepada 4 orang petani setelah kegiatan yakni terdapat peningkatan pengetahuan petani anggrek tentang teknik aklimatisasi yang baik sebanyak 25%. Tabel 1. Pengetahuan petani anggrek di Desa Baturiti Tabanan Kegiatan Rerata Pengetahuan mitra Pre-test Post-test materi metode aklimatisasi Moss steril penirisan bibit d. pemisahan kompot Gambar 1. Proses aklimatisasi bibit anggrek Keberhasilan dari teknik aklimatisasi anggrek yakni pemilihan jenis media tanam, tingkat kelmbaban, nutrisi dan hama. Media yang digunakan harus menggunakan media yang dapat menyimpan air dan juga berporus serta steril tujuannya untuk menjaga kelembaban dan aerasi udara yang baik untuk pertumbuhan akar. Salah satu faktor penting dalam pengembangan anggrek adalah pemilihan jenis media yang sesuai untuk mendukung pertumbuhannya. Media untuk pemindahan anggrek harus disesuaikan dengan jenis anggrek, iklim dan ketersediaannya. Beberapa bahan yang dapat digunakan sebagai media tanam anggrek adalah pakis, sabut kelapa, arang, dan lumut/moss (Kartana, 2. Metode pencegahan hama jamur bibit anggrek dengan cara direndam fungsida untuk menghindari tumbuhnya jamur karena memerlukan kelembaban yang cukup tinggi, pada saat proses aklimatiasi. Dan nutrisi yang diberikan saat aklimatiasi yakni vitamin B1 untuk mengurangi stress pada tanaman dan memicu tumbuhnya bibit pada Prosiding SINAPTEK Volume 4 tahun 2021 | E-ISSN 2810-0867 media baru, yang selanjutnya diberikan pupuk organik dan vitamin B1 seminggu sekali secara rutin. Pendampingan produksi dan pengemasan pupuk organik cair Pendampingan dari kegiatan produksi dan pengemasan pupuk organik cair dilakukan dengan menjelaskan teori dengan praktik langsung cara untuk produksi dan pengemasan pupuk organik cair dengan baik, sehingga persentase keberhasilan hidup bibit anggrek tinggi. Dan hasil pre-test dan post-test sebanyak 10 pertanyaan kepada 4 orang petani setelah kegiatan yakni terdapat peningkatan pengetahuan petani anggrek tentang teknik produksi pupuk organik yang baik sebanyak 25%. Tabel 1. Pengetahuan petani anggrek di Desa Baturiti Tabanan Kegiatan Rerata Pengetahuan mitra materi produksi pupuk organik Pre-test Post-test Pembuatan pupuk organik merupakan suatu metode untuk mengkonversi bahan organik menjadi bahan yang lebih sederhana dengan menggunakan aktivitas Untuk mikroba yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu menggunakan EM4 (Effective Microorganism. Pada dasarnya pembuatan pupuk organik padat maupun cair adalah dekomposisi dengan memanfaatkan aktivitas mikroba, oleh karena itu kecepatan dekomposisi dan kualitas kompos tergantung pada keadaan dan jenis mikroba yang aktif selama proses fermentasi. Kondisi optimum bagi aktivitas mikroba perlu diperhatikan selama proses fermentasi pupuk, seperti aerasi, media tumbuh dan sumber makanan . ula/karbohidra. bagi mikroba (Yuwono, 2. Proses fermentasi akan berlangsung dengan baik dalam kondisi semi anaerob, dengan kadar pH rendah . , kadar garam dan kadar gula tinggi, kandungan air sedang 30-40%, adanya mikroorganisme fermentasi, dan suhu antara 40-50oC (Indriani. Mikroorganisme yang terdapat dalam EM4 memberikan pengaruh yang baik terhadap kualitas pupuk organik, sedangkan ketersediaan unsur hara seperti N. K dalam pupuk organik sangat dipengaruhi oleh lamanya waktu yang diperlukan bakteri untuk mendegradasi bahan organik. Waktu optimal untuk proses fermentasi berkisar antara 14-15 hari (Nur, 2. Simpulan Simpulan dari kegiatan pendampingan budidaya anggrek kepada petani anggrek di Desa Baturiti Tabanan yaittu proses pendampingan terdiri dari 2 kegiatan secara teori dan praktek. Hasil kegiatan secra teori menunjukan hasil adanya 25% peningkatan pengetahuan di bidang budidaya aklimatisasi dan pembuatan pupuk organik, sedangkan untuk produk yakni pembibitan hasil kultur jaringan memiliki persentase hidup 90% setelah masa tanam aklimatisasi dan adanya pemanfaatan pupuk organik cair untuk budidaya anggrek. Prosiding SINAPTEK Volume 4 tahun 2021 | E-ISSN 2810-0867 Daftar Rujukan Indriani. H, 2002. Membuat Kompos Secara Kilat. Cet. Penebar Swadaya. Jakarta. Kartana. Uji berbagai media tanam dalam meningkatkan pertumbuhan bibit anggrek bulan yang berasal dari alam. Jurnal Penelitian PIPER. : 19-25. Gunawan. ,Winata. Budidaya Anggrek. Penebar Swadaya. Jakarta. Nur. Ahmad Rizali N. Muthia E. Pembuatan Pupuk Organik Cair Dari Sampah Organik Rumah Tangga Dengan Penambahan Bioaktivator EM4 (Effective Microorganism. Konversi. :5-12. Setiawan. Herman. Usaha Pembesaran Anggrek. Penebar Swadaya. Jakarta. Widiastoety D. Nina, dan Muchtar S. Potensi Anggrek Dendrobium dalam Meningkatkan Variasi dan Kualitas Anggrek Bunga Potong. Jurnal Litbang Pertanian. : 101-106 Yuwono. Teguh, 2006. Kecepatan Dekomposisi dan kualitas Kompos Sampah Organik. Jurnal Inovasi Pertanian. :116-123. Prosiding SINAPTEK Volume 4 tahun 2021 | E-ISSN 2810-0867