PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 Tubuh Kristus sebagai Gereja dalam Perspektif Paulus Thomas Nanulaitta Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara johanis1616@gmail. Abstract: This paper shows Paul's view in Romans and Corinthians about the "body of Christ" and Paul's view in Deutero Paul about "the body of Christ" in Ephesians and Colossians. Paul's view of the "body of Christ" as the church . in a different context. In the context of Romans and Corinthian letters, the phrase "the body of Christ" describes the unity of the organs of the body as a metaphor for the unity of the members of the congregation in the church. Meanwhile, in the context of the letters of Ephesians and Colossians, "the body of Christ" describes the unity of the body's members who submit to the head with a metaphor to describe the church that is subject to Christ as the head. The understanding in the letters of Ephesians and Colossians describes the "body of Christ" in the context of the government of an ecclesiastical organization, where the congregation must submit to the bishop who represents Christ in the midst of the world. The author uses the library research method or literature study. Keywords: Church. Christ body. Abstrak: Tulisan ini memperlihatkan pandangan Paulus dalam surat Roma dan Korintus tentang Autubuh KristusAy dan pandangan Paulus dalam Deutero Paulus tentang Autubuh KristusAy dalam surat Efesus dan Kolose. Pandangan Paulus tentang Autubuh KristusAy sebagai gereja . dalam konteks yang berbeda. Konteks dalam surat Roma dan Korintus, ungkapan Autubuh KristusAy menggambarkan satu kesatuan organ-organ tubuh sebagai metafora dari kesatuan anggota jemaat dalam gereja. Sedangkan dalam konteks surat Efesus dan Kolose. Autubuh KristusAy menggambarkan kesatuan aggota tubuh yang tunduk kepada kepala dengan metafora untuk menggambarkan jemaat yang tunduk kepada Kristus sebagai kepala. Pemahaman dalam surat Efesus dan Kolose menggambarkan Autubuh KristusAy dalam konteks pemerintahan organisasi gerejawi, dimana jemaat harus tunduk kepada uskup yang mewakili Kristus di tengah-tengah dunia. Penulis menggunakan metode penelitian pustaka atau studi Kata kunci: Gereja. tubuh kristus. Pendahuluan Berbicara tentang metafora tubuh Kristus sebagai gereja banyak menimbulkan kesalahan pemahaman teristimewa dalam konteks surat-surat Paulus. Dalam surat-surat Proto Paulus Roma dan Korintus keesaan diantara anggota jemaat sangat ditekankan. Saling keterikatan antara anggota-anggota tubuh itu tidak bisa dipisahkan satu dari yang lain. Anggota-anggota tubuh itu saling membutuhkan dan saling menopang. Dalam konteks ini tubuh Kristus sebagai gereja di dalamnya berkumpul semua anggota jemaat dengan tidak saling intervensi satu dengan yang lain, tidak ada superior satu dari yang lain. Kedudukan anggota jemaat semuanya sama. Inilah yang dimaksudkan Paulus dalam surat Roma dan Korintus. Semua anggota jemaat memiliki karunia roh yang berbeda untuk saling membangun jemaat itu. Karunia-karunia roh bukan untuk kesombongan tetapi untuk melayani Tuhan dan membangun jemaat. Keesaan gereja baik lokal maupun universal sangatlah ditekankan. PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 Sedangkan dalam surat-surat Deutero Paulus Efesus dan Kolose penekanan tubuh Kristus itu pada pemerintahan atau kuasa Yesus sebagai kepala dari jemaat. Penekanan disini adalah bahwa tubuh tidak terlepas dari kepala. Jemat tidak terlepas dari Kristus sebagai pimpinan jemaat. Jemaat itu ada karena Kristus. Kristus sebagai kepala memperlihatkan kuasa dalam jemaat. Jemaat itu dibangun karena Kristus. Di luar Kristus jemaat itu tidak berarti dan jemaat itu bisa mati. Hal ini dikembangkan oleh pemahaman gereja mula-mula dimana seorang uskup mewakili Kristus. Jadi jemaat tidak bisa hidup tanpa uskup. Apa perkataan uskup disamakan dengan perkataan Kristus. Ordonansi gereja sudah terlihat, uskuplah yang besar, mulia yang memerintah gereja. Gereja harus mendengar suara uskup. Sudah ada hierarkhi atau strata dalam ordinansi gereja. Kelihatan mulai muncul suksesi apostolik dimulai dari pemahaman bahwa uskup adalah mandataris Kristus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dengan jelas berkenaan dengan tubuh Kristus sebagai gereja berdasarkan kajian surat Paulus. II. Metode Penelitian Penelitian ini memiliki mengunakan metode liberary research. (Almanshur and Djunadi 2. Jadi, melihat kepustakaan sebagai landasan teori, dan disimpulkan sebagai teori (Noor 2. Untuk melihat gereja sebagai tubuh Kristus untuk meningkatkan kasatuan di dalam melayani. Sumber data berasal dari alkitab dan buku-buku yang berkaitan dengan gereja sebagai tubuh Kristus khususnya tulisan Paulus. Sehingga ditemukan gereja yang bersatu sebagai tubuh Kristus. Hasil dan Pembahasan Tubuh Kristus sebagai Metaphor untuk Gereja - Konteks Gereja Korintus Memahami gereja sebagai tubuh Kristus (EA AA) akan dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi pertumbuhan dan pengembangan gereja dalam bersekutu, bersaksi dan melayani. Surat-surat Paulus dan Paulinis disebutkan bahwa gereja adalah AyTubuh KristusAy . Kor. atau gereja adalah Ausatu tubuh dalam KristusAy (AEA AA) . Roma 12:. (Zieslier 1. (Zieslier 1. Penggunaan kata AutubuhAy E sebagai metaphor untuk jemaat menimbulkan banyak diskusi hangat di kalangan para teolog. Sehubungan dengan kataAytubuhAy (E) itu Paulus melihat adanya kemungkinan AuanggotaAy tubuh( AA) sebagai bagian-bagian tubuh misalnya dalam Rom. 6:13,17:4-5, dan 1Kor. 12:3. Manusia bukan saja mempunyai tubuhnya, tetapi ia juga adalah tubuhnya. Tubuh tidak pernah merupakan suatu stuktur obyektif, melainkan suatu kemungkinan unuk berkelakuan mengatur hidupnya, kemudian menjalankan ketaatan atau tidak ketaatan pada Allah. (Peursen 1. Kasemann berpendapat bahwa teologia Paulus bersumber dari ketegangan antara tubuh, jiwa, roh, kedangingan serta roh, jasmaniah dan (Kasemann 1. Dari tulisan-tulisan Paulus diketahui bahwa manusia disatu pihak keberadaan yang dikotomi dan dipihak lain sesuatu seperti yang terlihat pada satu 1Tes. 5:23 yaitu tubuh, jiwa dan roh. Tapi W. Nelson, menyatakan bahwa yang ditemukan disana sebenarnya hanya istilah antropologi. Paulus yang menggambarkan eksitensi keseluruhan PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 manusia sesuai tradisi Yahudi. Paulus sangat menekankan totalitas diri manusia. Walaupun Paulus nampaknya mempergunakan istilah-istilah yang di ambil dari pemikiran Hellenistik yang berbau dikotomi ataupun trikotomi. Manusia adalah satu-kesatuan baik dipandang dari sudut fisik, mental maupun kehidupan spiritual. (Nelson 1. Pemahaman tentang AutubuhAy dipergunakan Paulus dalam pemahamannya tentang Autubuh KristusAy. Pengertian tentang Aytubuh KristusAy tidak didasarkan Paulus dariperjanjian lama, tetapi satu konsep yang dikembangkan oleh Paulus sendiri. (Richardson 1. Ada pendapat yang menduga bahwa konsep tubuh Kristus ini muncul pada waktu Paulus berjalanjalan mengelilingi kota Korintus dan sewaktu ia melihat ada persembahan untuk memenuhi nazar di luar kuil Aesklepius. Didorong oleh kesadaran tentang keutuhan Autubuh KristusAy walau mempunyai banyak anggota. Paulus bertanya dalam 1 Kor . 1:13Ay adakah Kristus terbagi-bagi?Ay. Dalam suratsurat Paulus misalnya 1 Kor. 12:12-27 dan Roma 12:4-5, ide pokok adalah banyak anggota tetapi diikat menjadi satu tubuh dan masing-masing anggota bekerja untuk kebersamaan seperti saling menolong dalam rasa saling memiliki. Mereka semua disatukan dengan pengertian simpati . (Schlier 1. Pemberian metafora AutubuhAy untuk jemaat oleh Paulus dilatarbelakangi oleh jemaat Korintus yang belum mengerti tentang persekutuan kristen yang hidup dalam Kristus. Dalam surat-surat Paulus seperti 1Korintus dan Roma kata Autubuh KristusAy mempunyai pengertian yang sama dengan AuekklesiaAy. Ekklesia dengan anggota yang banyak digambarkan seperti Autubuh manusiaAy, mempunyai beragam anggota yang berpaut satu dengan yang lain. (Schlier 1. Disini ada keselarasan pemahaman tentang Autubuh KristusAy dan AugerejaAy. Sebagaimana dalam Roma 12:4-5 dapat dipahami adanya kesatuan dalam kepelbagaian. Gereja sebagai satu tubuh membutuhkan pemberian karunia dan fungsi-fungsi dari anggotanya. Paulus sendiri melihat berapa jumlah pemberian karunia-karunia yang ada dalam gereja. Macam-macam karunia (A) itu terlihat dalam 1 Kor. 12, terdapat banyak perbedaan tetapi saling Bersama James Dunn dapat dikatakan bahwa Autubuh KristusAy menurut Paulus adalah persekutuan kharismatik. Fungsi tubuh adalah tepat bila kharismatik dipandang sebagai karunia Roh Kudus untuk memfungsikan tubuh (Roma. Setiap anggota tubuh adalah individu orangAeorang percaya yang berhimpun dalam persekutuan kharismatik. Untuk itu memfungsikan anggotaAeanggota tubuh adalah manifestasi istemewa dari pemberian roh dan setiap aktivitas orang percaya berasal dari roh yang bermanfaat bagi persekutuan itu sendiri dan dapat melayani kehidupan bersama (Roma 12:4-8 & 1Kor. 12: 4-. (Dunn 1. Tubuh Kristus sebagai metaphor untuk gereja karena gambaran tubuh itu terbentang keanekaragaman anggota tubuh, namun tetap satu sebagai tubuh yang utuh. Keanggotaan namun merupakan kesatuan yang tak dapat dipisahkan satu dangan yang lain. (Minear 1. Tubuh Kristus sebagai satu metaphor untuk gereja merupakan suatu antropologi realitas Dengan metaphor tubuh Kristus Paulus mencoba mengungkapkan gereja dengan suatu konsep metafisik bahasa duniawi. Menurut J. Ziesler, ada kesan bahwa AutubuhAy bukanlah suatu analogi yang tepat dengan keadaan jemaat mula-mula, tetapi suatu ide kontemporer yang lebih dekat dengan PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 pandangan para rabbi tentang tubuh Adam. Selanjutnya menurut dia gereja sebagai Autubuh KristusAy adalah persekutuan dari Adam akhir yaitu persekutuan dalam Kristus dan merupakan Allah karena imam. (Zieslier 1. Berdirinya suatu jemaat menurut pengakuan Paulus atas kekuatan roh kudus, bukan karena pekerjaannya saja. Bd. 1Tes. 1:5. Bagi pengikut Kristus di anggap adalah anak-anak terang/siang bukan orang-orang gelap/malam bd. 1Tes. 1:5. Itulah orang- orang yang telah di pilih sejak mulanya untuk di selamatkan sejakmulanya untuk di selamatkan dalam roh dan di kuduskan dala ke percayaan yang mereka percayai,2Tes. 2:13 , melalui panggilan injil mereka memperoleh kemuliaan Kristus, tuhan mereka, bd, 2Tes 2:14. Jemaat itu adalah jemaat Allah disebutkan keluarga Allah yakni jemaat dari Allah. Allah tiang penopang dan dasar kebenaran 1Tim. 3:15. Munculnya pengaruh antusiasme Hellenistisk merupakan ancaman besar bagi kesatuan dan keutuhan persekutuan Kristen di Korintus . Kor. 1:1-10,11:17-. Entusias-entusias itu memandang diri mereka sebagai orang-orang rohani . khususnya dalam 1 Kor. 3:1 yang memiliki AurohAy. AuSophiaAy dan AugnosisAy (AA, i,E) yang sempurna . 2:6,3:1-3,8:. Gnosis disini bukan pengetahuan intelektual tapi pengetahuan yang berasal dari wahyu ilahi. (Bornkam 1. Dalam satu Kor. 12-14, nampak bahwa entusia-entusia itu sangat menghargai tinggi gejala-gejala pneumatik yang ekstaktik dan spektakuler . uar bias. sebagai manifestasi kuasa roh yang tertinggi. Karena itu mereka bersaing untuk mengejar Aupneumatika ekstatikAy itu mirip dengan praktek-praktek esktase dala kultus kekafiran . Kor. Persaingan mengerja AupneumatikaAy yang spetakuler itu mengakibatkan timbul iri hati, cemburu, ketidak sabaran, sombong, marah, . 1Kor. 13:4-. dalam kehidupan persekutuan. Pengalaman pneumatika estetik yang luar biasa itu tidak di gunakan untuk membangun jemaat itu, tetapi untuk memuliakan dirinya sendiri. (Walther 1. Kita harus belajar tentang bagaimana mengembangkan talenta yang sehat sebagai karunia Allah. Anggota Tubuh yang Berbeda tetapi Hidup Menjadi Satu dalam Kristus - Konteks Gereja Roma Dalam surat Roma yang ditulis Paulus di kemudian hari setelah surat Korintus. Paulus memaparkan pemahamannya lagi tentang jemaat Kristen di Roma sebagai satu tubuh, namun di sini ada perkembangan pemikiran. Latar belakang perkembangan pemikiran itu dapat diikuti berdasarkan pengenalan Paulus pada jemaat Kristen di Roma. Jemaat Roma berdiri bukan karena hasil penginjilan Paulus. Tetapi merupakan hasil pekabaran injil orang-orang yang tidak diketahui namanya. (Duyverman 1. Pemahaman Paulus tentang tubuh Kristus di jemaat Roma terinspirasi perumpamaan dalam lingkungan Yunani-Romawi. Ada cerita tentang pemberontakan kaum plebeii . akyat keci. yang merasa ditekan oleh kaum patricii . olongan ata. Golongan kecil ini bermaksud meninggalkan kota Roma dan hendak mendirikan sebuah kota baru. Lalu seorang wakil dari golongan patricii mendatangi mereka dan menceritakan kepada mereka kisah anggota tubuh . angan dan kak. yang tidak mau lagi berlelah mencari makanan bagi perut, sebab menurut tangan dan kaki, mereka tidak mendapat PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 Masakan tangan dan kaki bekerja itu lalu yang memperoleh adalah perut sendiri. Setelah mereka tidak bekerja waktu berselang, semua anggota tubuh, termasuk tangan dan kaki ikut menderita. Maka sadarlah tangan dan kaki lalu kembali mereka menunaikan tugasnya masing-masing. (Th. Setelah Paulus mendengar tentang jemaat ini melalui laporan Akwila dan Priskila. Paulus merasakan betapa pentingnya dia uraikan pokok-pokok ajaran kristiani dan pemahaman tentang gereja serta tata kehidupan yang seharusnya dilakukan oleh orang yang tak terpisahkan dari jemaat dan demikian juga jemaat Roma tidak terpisahkan dari jemaatjemaat Kristus yang universal waktu itu . Roma 1:8-. Dalam Roma 12 ini Paulus juga menggambarkan jemaat itu sebagai satu tubuh yang mempunyai banyak anggota yang berbeda-beda . Roma 12:. Tetapi dalam menguraikan hal itu dalam konteks yang berbeda dengan 1Kor. Di Roma Autidak ada perpecahanAy jemaat orang Kristen, oleh karena itu penggambaran jemaat orang Kristen sebagai tubuh diterangkan dalam kaitannya dengan tutuntan agar tubuh itu dipersembahkan sebagai persembahan hidup, dan jemaat sebagai satu tubuh yang dipergunakan dalam rangka menjelaskan keanekaragaman kasih karunia bersama dan bagi manusia yang dan dianugrahkan kepada setiap (Bruner 1. Sebagaimana dalam 1Kor. Paulus melihat jemaat orang Kristen baik itu Roma dan dirinya sendiri merupakan satu tubuh yang mempunyai banyak anggota. Disini Paulus memakai kata orang 1 jamat . itu berarti Paulus melihat dirinya sebagai bagian integral dari jemaat Roma. Dalam 1 Kor. 12, ia menyapa jemaat dengan: kamu, kalian (AA). Sedangkan dalam Roma 12:4-5, ia mempergunakan kata 1 jamak (A AA). Anggotaanggota yang dimaksud adalah warga jemaat yang terdiri banyak orang dangan berlainan karunia, keanekaragaman bertujuan untuk melaksanakan tugas yang tidak sama dalam rangka mempersembahkan tubuh yang utuh itu sebagai persembahan hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah. (De Boor 1. Tentu tidak mudah menggambarkan gereja dengan jelas sebagai AutubuhAy, tetapi argumentasi Paulus berpangkal pada pokok AuKristologiAy seperti jelas terungkap dalam Roma 12:4. Disini AutubuhAy menunjuk kepada diri Kristus sendiri . emang ayat ini sangat hati-hati ditafsirka. , sama seperti tubuh. Para sarjana menilai gaya bahasa ini untuk menyatakan ide Aucorporate pernalityAy dari pandangan Yahudi sebagaimana dalam mitos mereka. Menurut Kasemann dalam penggunaan deskripsi tubuh Kristus, itu menunjukkan pada suatu resalitas. Disana diperlihatkan struktur karakteristik satu tubuh, yang dijelaskan Paulus dengan membuat perbedaan yang mendalam antara anggota-anggota tubuh . I Kor. 12:14. Tetapi dengan cara ini Paulus ingin menunjukkan bahwa yang digambarkan itu bukanlah suatu perbedaan atau pertentangan. Pertentangan atau perbedaan akan membawa kita dari relaitas penerapan-penerapan kongkrit dari suatu pernyataan. Dengan menemukan realitas kita memperoleh jati diri identitas kehidupan baru dalam persekutuan Kristen. Secara realitas dapat dibayangkan bahwa pribadi . Kristus adalah suatu realitas karena Ia memiliki suatu tubuh duniawi. Semua orang percaya secara faktual dimasukkan ke dalamnya, dan oleh karena itu semua orang percaya memiliki apa yang dimilikinya. (Kasemann 1. PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 Kasemann mengemukakan apabila kita ingin memahami ide Paulus tentang Autubuh KristusAy, maka harus diperhatikan juga faktor waktu. Sama seperti sebuah konsep, ide Paulus tersebut juga mempunyai latarbelakang situasi, kondisi, sejarah. AuSitz im LebenAy, dan pemahamannya hanya dapat dimengerti dalam terang ini. Dalam hal ini tidak perlu dibedakan situasi dan waktu dari komponen-komponen dari apa yang dipertimbangkan secara tidak sempurna pada proses metafasis. Dari surat Roma dikenal satu doktrin AuCorpus Christi MysticumAy. Doktrin ini bertujuan untuk menjaga teologi Paulus tetap dalam gambaran yang murni, guna membedakan suatu methapor diantaramethapor-methapor lainnya. Yang mengikat hanyalah untuk metaphor yang dihasilkandari konteks sejarah. (Kasemann 1. Menurut Kasemann satu hal yang penting adalah ide Paulus tentang AugerejaAy sebagai eskatologi umat Allah. Ini adalah satu kontribusi dari ekklesiologi Paulus, yang sacara nyata mempunyai hubungan dengan tubuh Kristus. Tema tentang umat Allah berakar dalam tradisi Kristen mula-mula. Tema ini selalu dimamfaatkan dalam berbagai bentuk dan variasi dalam teologi Paulus dan memiliki bobot yang berat. Dalam surat-surat deutero Paulus tekanan bergeser kepada struktur hirarki gereja. Pauluslah yang menemukan ide tentang eskatologi umat Allah dalam tradisi Yahudi. (Kasemann 1. Kasemann berpendapat bahwa tema tubuh Kristus itu berasal dari antropologi Paulus yaitu konsepnya tentang AutubuhAy. Sejak Paulus menggunakan tubuh Kristus dengan tubuh manusia mempunyai tujuan tertentu yaitu menggambarkan tubuh orang-orang Kristen sebagai anggota Kristus, gambaran adanya relasi yang jelas dan dapat dimengerti di antara mereka. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah Paulus sendiri mengerti antropologi tentang tubuh dengan segala kelengkapan keutuhan jasmaninya sebagai sesuatu yang penting untuk tema kita ini? Hal ini mungkin dapat dipikirkan sebagai AuukuranAy bahwa tubuh adalah sebuah istilah utama untuk menggambarkan manusia itu sendiri sebagai seorang pribadi . (Kasemann 1. Dalam ayat 4. Paulus berbicara dengan Auaydan ayat 5. a merupakan lanjutan argumentasi Paulus yang menerangkanAysiapa kita selaku orang KristenAy. Yang di maksud denganAy ay ialah anggota-anggota jemaat yang diibaratkan seperti anggota-anggota pada tubuh. Mereka adalah semua satu tubuh. Di sini Paulus menekankan AoAAo . yaitu untuk menandakan keutuhan semua anggota tubuh yang banyak tersebut. (Davidson and Martin 1. Kasemann mengemukakan bahwa ide tentang organisme atau Aucorporate personalityAy belum cukup mengekspresikan bentuk gereja, makanya diperlukan motif tubuh Kristus dalam hubungan dengan tema eskatologi Adam. Ini membuktikan bahwa ekklesiologi Paulus berpusat pada Kristologi. Konteks dalam Roma 12:3-5 dan 1Kor. 12:12f, jelas bertentangan dengan entusias Autheologia gloriaeAy. Tubuh manusia adalah suatu kebutuhan dan realitas dari eksistensi komunikasi. Gereja dilihat sebagi wujud realitas dari komunikasi diantara kebangkitan Kristus dan dunia kita. Dalam realitas ini gereja disebut tubuh-Nya. (Davidson and Martin 1. Selanjutnya E. Schweizer mengemukakan bahwa AuEAy sering dikaitkan dengan Karena dilihat ada kesamaan tubuh dengan kosmos. Kosmos dipandang sebagai Ausatu PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 kesatuan yang hidupAy sebagai mahluk hidup yang punya jiwa manusia adalah mikrokosmos . (Schweizer 1. Xenophon berpendapat bahwa AuEAy adalah ungkapan AupribadiAy . AuEAy juga merupakan objek dari nafsu dan sekaligus alat persekutuan. Disamping AuEAy ada jiwa. Jiwa menguasai tubuh, sebagaimana dewa menguasai alam Di zaman-zaman sesudah Plato/Aristoteles arti AuEAy sebagai tubuh atau pribadi dipertahankan terus. Selain memegang arti seperti dikatakan di atas, aristoteles juga mengartikan AuEAy itu sebagai substansi . atau elemen . (Schweizer 1. Sedikit lain dengan 1Kor. 12:27. Paulus di sini tidak mengatakan AuAE A AA E ay. emikian juga kita banyak adalah Autubuh KristusA. , tetapi Au E AA A AEAy. alam tubuh Kristu. Dari itu oaring dapat berpikir di situ pihak adanya satu tubuh yang berada dalam Kristus dan pihak lain masih terbuka berapa banyak tubuh yang bisa berada dalam Kristus. Namun kenyataan Paulus menekankan adanya hanya satu tubuh dalam Kristus yang membungkus tubuh, dengan tubuh itu sendiri, karena tubuh itu sendiri tidak dikatakan Paulus adalah Kristus sebagaimana yang ia katakan dalam 1Kor. 12:27. Tetapi dengan mengatakan satu tubuh dalam Kristus Paulus menjelaskan bahwa tubuh dengan segala anggotanya berada dalam Kristus pada hekekatnya menyatakan Kristus itu sendiri. Jadi disini benda yang terbungkus dikenal melalui bungkusannya. Dalam hal ini, ada keselarasan yang mutlak antara pembungkus dengan banyak dibungkus. Artinya, kalau jemaat sebagaimana satu tubuh dalam Kristus, pada hakekatnya jemaat menampakkan sifat dan ciriciri Kristus. Kristuslah yang senantiasa terbaca pada pribadi setiap anggota jemaat. (De Boor Keberadaan jemaat selaku tubuh dalam Kristus menjelaskan hubungan jemaat/anggota jemaat kepada Kristus. Dalam hubungan ini. Kristus bukan hanya kepala tubuh dan bukan sebagian dari anggota tubuh, tetapi merupakan hal yang ada dalam setiap bagian anggota tubuh itu . nggota jemaa. Adanya unsur Kristus dalam setiap anggota jemaat menentukan keutuhan dan keadaan satu dari pada tubuh. Dalam Roma 12:4 gambaran ini ditaruh pada awal sebuah paranese. Disini jemaat bukan hanya adalah tubuh Kristus, tetapi adalah tubuh Kristus, tetapi adalah satu tubuh. Jemaat dalam Kristus pada jajaran sejarah tertentu, sudah sejak semula adalah satu kesatuan. Satu tubuh (A E) adalah ungkapan untuk kesatuan . Ungkapan tubuh Kristus dengan sendirinya menjelaskan persekutuan jemaat. Jemaat makan satu roti, karena mereka satu tubuh dan itu berarti juga persekutuan dengan Kristus . Kor. 10:16f. AuEAy jemaat adalah AuA ay . nggota Kristu. Berada dalam Kristus berarti berada dalam Siapa dibaptis, berarti dipautkan dengan kesatuan dengan Kristus. (Schweizer 1. Menurut Bultman istilah AuEAy adalah istilah yang paling cocok menerangkan Authe beingAy manusia dan paling pelik juga dipahami di dunia, tetapi juga pada hidup sesudah mati, demikian pandangan Bultman menanggapi Paulus yang didasarkan pada 1 Korintus 15. Tubuh yang bangkit bukan tubuh jasmani (AuECa. tetapi tubuh rohani (AuEa. Kor. 15:44-. atau AuEA AAy (Bil. 3:21, bd. II Kor. Dari itu ditarik kesimpulan bahwa AuEAy sebagi bentuk jasmani terdiri dari bahan yang berbeda-beda yaitu yang jasmani dan yang rohani . I Kor. 15:33 ds. PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 Manusia secara total dapat disebut dengan AuEAy. AuEAy tidak pernah dianggap tubuh mati/nayat, atau bangkai sebagaimana juga diartikan dalam dunia Yunani profan. Makna AuEAy yang khusus di sini adalah: manusia adalah AuEAy, bila dia berlaku sebagai suyek sesuatu kegiatan, yang mengalami derita. Manusia adalah AuEAy bila dia punya sikap terhadap dirinya sendiri, sebagai subyek ataupun sebagai objek terhadap didinya (Bultmann 1. Tolak ukur untuk satunya tubuh, satunya jemaat di dalam Kristus tidak ditentukan oleh asal keturunan bangsa atau pimpinan jemaat atau tempat jemaat berada. Ciri Kristus yang ada pada setiap anggota inilah yang menentukan berkenannya tubuh/jemaat sebagai persembahan di hadapan Tuhan. Ciri Kristus itu memiliki oleh jemaat dapat dilihat dari isi iman yang diakui oleh setiap anggota jemaat tersebut. Siapa yang mengakui imannya kepada Kristus jelas adalah merupakan anggota tubuh yang tidak terpisahkan dari tubuh yang ada dalam Kristus Tuhan, sebagaimana yang disaksikan Alkitab, dia merupakan bagian yang tak terpisahkan dari gereja yang esa. (Kasemann 1. Menurut penulis dalam Roma 12:5. Paulus bukan hanya menjelaskan hubungan sikap dan status orang Kristen kepada atau di hadapan Kristus tetapi juga menjelaskan hubungan antara orang Kristen satu sama lain dengan mengatakan kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain. Yang dimaksud dengan Au A Ao AAy setiap individu, warga jemaat dan merupakan aposisi kepada Auay . sedangkan AuAEAy . enetif jamak dari A. menunjuk kepada banyak anggota jemaat lainnya. Jadi setiap warga jemaat yang banyak itu adalah sama-sama anggota. Kata Auay menunjukkan kepada status dan hakekat dari setiap anggota jemaat tersebut. Perbedaan-perbedaan kharisma yang dimiliki masing-masing anggota tidak membuat adanya perbedaan status dan hakekat semua anggota tersebut. Pengenalan terhadap status dan hakekat yang sama ini menjadi pengikat keutuhan-keutuhan jemaat selaku tubuh dalam Kristus dan membuka peluang kepada saling menghormati walaupun masing-masing memiliki kharisma yang berbeda. Kharisma yang berbeda-beda sebagaimana yang dijelaskan Paulus dalam ayat 6-8, bukan bermaksud untuk membedakan masing-masing warga jemaat, tetapi yang dimaksudkan untuk pelaksanaan tugas-tugas yang diatur Tuhan demi pertumbuhan jemaat dan keluasan kerajaan Allah. (Bruner 1. Dari teks ini, misi Paulus berperan dalam melihat hal-hal pelayanan secara komprehensif, yaitu jemaat bersatu dalam Kristus. kesatuan itu adalah kesatuan dalam pelbagaian. para anggota jemaat harus saling masing-masing anggota harus menekuni pelayanan serta karunianya sendiri. (Th. Kita harus belajar tentang perbedaan-perbedaan yang ada dalam jemaat, bukan untuk saling menghancurkan tetapi saling menguatkan untuk mempersatukan anggota tubuh Kristus. Kristus sebagai Kepala atas Tubuh Gereja yang Universal - Konteks Gereja Efesus dan Kolose Surat Efesus dan Kolose lebih umum dikenal di kalangan ahli-ahli PB sebagai suratsurat deutero Pauline yaitu surat-surat yang ditulis berdasarkan theologia Paulus yang (Kummel n. ) Dalam kedua surat ini disebut juga bahwa jemaat Kristen adalah PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 tubuh Kristus. Tetapi lain dari apa yang dikatakan Paulus dalam surat 1 Ko. 12, disini tubuh Kristus tersebut jelas mempunyai AukepalaAy yaitu Kristus sendiri. Dalam 1 Kor. 12 dan Roma12 jemaat itu adalah tubuh Kristus . Kor. 12:12,. atau satu tubuh dalam Kristus (Roma 12:. tanpa perbedaan tubuh dan kepala. Dalam surat Efesus dan Kolose, tubuh dan kepala itu jelas disebut siapa, sewaktu pengarang buku tersebut menggambarkan jemaat sebagai tubuh Kristus dan kepala tubuh tersebut ialah Kristus sendiri. Fungsi AukepalaAy itu sendiri pun bukan hanya untuk tubuh semata-mata tetapi memenuhi semua dan segala sesuatu. Pemahaman kedua surat ini (Efesus dan Kolos. tentang tubuh Kristus perlu diperjelaskan, sehingga semakin nyata beda dan kesamaan pemahaman tersebut dengan pemahaman tubuh Kristus dalam surat 1 Korintus dan Roma. Kata kepala (ACA) mendapat arti yang jelas secara teknologis, dalam pandangan Efesus dan Kolose mengenai Kristus dan gereja seperti yang dimaksud dalam Ef. 1:2223. 4:15-16. 5:23. Kol. 1:18. 2:10. 2:19. Dari ayat-ayat di atas, maka kata kepala menunjuk kepada Kristus sebagai Tuhan yang mulia, sebagai kepala tubuhAeNya. Tubuh-Nya adalah gereja, dalam arti bahwa dari kepala itu berkembang kearah kepala (Ef. 4:15-16. Kol. Sebagai tubuh dan kepala besama-sama membentuk orang dewasa (A AA)atau manusia baru ( A) (Ef. 4:13. Gereja adalah tubuh (E) yang kepalanya ialah Kristus. Tidak ada kepala tanpa dan diluar tubuh, dan tidak ada tubuh tanpa dan lepas dari Gereja adalah tubuh duniawi dari kepala di bawah dialah kepala, karena mengusahakan perkembangan tubuh kearah diri-Nya. Kepala ini tidak hanya merupakan dasar hidup untuk tubuh tetapi ia juga mengarahkan perkembangan hidup gereja. Itu berarti gereja mempunyai orientasi eskatologis. (Schweizer 1. Dengan demikian semakin jelas nantinya pengamatan tentang makna pemahaman tubuh Kristus dalam 1 Korintus untuk pertumbuhan dan pengembangan gereja dulu dan sekarang. Surat Efesus mula-mula menjelang fungsi Kristus sebagai kepala sesuatu baik yang disurga maupun dibumi. AuDalam kepalaAy atau Audalam KristusAy inilah segala sesuatu dipersatukan (Ef. , dimana Paulus dan kawan-kawan juga mendapat yang dijanjikan yaitu bagian yang sesuai dengan maksud Allah. Fungsi Kristus sebagai kepala disini berarti sebagai sumber segala kekayan orang-orang terpilih. Segala sesuatu terhisab kepada . AukepalaAy Disini ditekankan terletak pada ungkapan Ausegala sesuatu, baik yang disurga maupun yang dibumiAy. (Strelan 1. Di dalam segala sesuatu ini termasuk Aujemaat KristenAy, sebagai sesuatu yang ada di Allah yang membangkitkan Kristus dan mendudukkan dia di sebelah kanan-Nya di surga, memberikan Kristus sebagai kepala dari segala yang ada (Ef. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan dia yang memenuhi semua dan segala sesutu (Ef. Jelas bahwa jemaat dengan pemberian itu mempunya kepala, tetapi disini masih belum jelas hubungan antara Kristus sebagai kepala dengan jemaat sebagai tubuh Kristus. Karena Kristus sebagai kepala dihubungkan dengan dia yang ada dan jemaat sebagai tubuh Kristus dihubungkan denga dia yang memenuhi segala sesuatu. Jemaat adalahAykepenuhan dari DiaAy. PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 Dia yang dimaksudkan disini ialah Allah dan Bapa dari semua. Allah yang di atas semua dan di dalam semua (Ef. (Strelan 1. Dari Efesus 4:15-17, semakin jelas hubungannya jemaat sebagai tubuh Kristus dengan Kristus sebagai Kepala. Disana dikatakan bahwa dengan berperang teguh kepada kebenaran di dalam kasih kita . aitu penulis surat Efesus dan orang Kristen Efesu. bertumbuh dalam segala hal kearah Dia yaitu Kristus yang adalah kepala. Dari pada-Nyalah seluruh tubuh yang rapi menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota menerima pertumbuhan dan membangun diri di dalam kasih (Ef. 4:15-. Hubungan langsung antara Kristus sebagai kepala jemaat kemudian cukup jelas, sewaktu penulis surat Efesus membandingkan hubungan suami istri sebagai hubungan Kristus dengan jemaat: karena suami adalah kepala istri Ausama seperti Kristus adalah kepala jemaatAy. (Davidson and Martin 1. Catatan-catatan ini memberikan pengalaman surat Efesus tentang jemaat sebagai tubuh Kristusdan Kristus sebagai kepala jemaat (AiA A AA) serta nisbah kedua bagian Pertama-tama dipahami bahwa Kristus bukan hanya kepala jemaat melainkan kepala segala sesuatu, baik yang ada di surga maupun yang di bumi. Kepala yang bersifat universal ini, kemudian diberikan kepada jemaat menjadi kepalanya dan jemaat . menjadi tubuh-Nya. Walaupun Kristus dianggap sebagai kepala segala sesuatu, tetapi Ausegala sesuatuAy itu tidak dipandang sebagai tubuh Kristus, melainkan merupakan hal-hal yang diletakkan di bawah kaki Kristus. Kalau Kristus sebagai kepala segala sesuatu itu berarti bahwa Kristuslah satu-satunya yang berada di atas segala sesuatu tersebut,dan dialah yang memerintah segala sesuatu tersebut. Jemaat adalah tubuh-Nya (EAA), atau tubuh Kristus. Jemaat dianggap kepenuhan Dia, kepenuhan Allah, yang menyatakan dirinya dalam Kristus itu berarti jemaat adalah kepenuhan Kristus. Kepenuhan(AAE) menunjukkan kepada tindakan Allah, bahwa Dia membuat jemaat sebagai tempat penyataannya, menjadi alat-Nya yang diisi dengan kuat kuasa-Nya. Kristus mewarnai semua bagian-bagian tubuh. (Strelan 1. Tubuh itu . bertumbuh di dalam segala sesuatu kearah Dia. Kristus, yang adalah kepala. Tujuan pertumbuhan jemaat adalah Kristus dan hukum-dunia ini. Jemaat itu sendiri yang berasal dari Kristus. Dari pada-Nyalah seluruh tubuh (Ef. Dengan demikian nampak suatu siklus dalam hubungan Kristus . ebagai kepal. dengan jemaat . ebagai tubu. : Jemaat berasal dari Kristus dan bertumbuh kearah Kristus. Jemaat adalah dari, oleh dan untuk Kristus. Walaupun surat Efesus mengadakan pembedaan yang jelas antara kepala (Kristu. dengan tubuh . , namun yang paling menentukan disana adalah Kristus. Jemaat adalah penjelasan Kristus dan penampakan segala kekayaan Kristus yang telah dilimpahkan dan dinyatakan di dunia ini. Jemaat merupakan kelanjutan dari kehidupan pribadi Kristus. (Rienecker and Boor 1. Bila jemaat tidak tunduk kepada Kristus, itu berarti jemaat menyangkal siapa diri dan wujudnya yang sebenarnya. Tidak satupun kelompok manusia di dunia ini dapat dikatakan sebagai jemaat Kristus, bila Kristus disangkal di tengah-tengah kelompok tersebut. Dan tidak satupun kelompok yang mengaku Kristus sebagai kepalanya dapat dituduh sebagai tidak bagian dari tubuh Kristus. PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 Jemaat tunduk kepada Kristus bukanlah ibarat ditundukkan seekor binatang pemeliharaan kepada tuannya, tetapi karena jemaat . elaku tubu. merupakan bagian tak terpisahkan dari Kristus selaku kepala. Sama seperti dalam sistem organisme tubuh, setiap bagian dari angota tubuh tahu berbuat jemaat . dapat berbuat baik bila dengardengaran kepada Kristus. Jemaat, ekklesia, yaitu kelompok orang-orang yang dipanggil keluar dari dunia ini dijadikan Kristus menjadi tubuh-Nya. Jemaat selaku tubuh bukan hanya utuh dengan Kristus sebagai anggotanya, melainkan juga utuh dalam dirinya. Jemaat selakmu tubuh Kristus diperkuat rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua baginya sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota (Ef. 4:16. Dengan demikian surat Efesus, menekankan keutuhan jemaat selaku tubuh Kristus. Keutuhan itu merupakan hal yang mutlak. Keutuhan itu tidak hanya terletak dalam keberadaan jemaat sebagai tubuh yang dari-oleh dan untuk Kristus, atau oleh kerapian anggota tubuh itu tersusun . Oleh pemangilan-Nya (Kristu. tetapi jemaat selaku tubuh Kristus diikat menjadi satu (A) oleh pelayanan semua bagiannyaAy (LAI) (A AA A AA AA= di satukan melalui semua pengikat begian/ Kata Auayberarti : pengikat, yakni otot yang membuat bagian tubuh tertaut sama lain, sedangkan Auay adalah bagian-bagian tubuh yang merupakan alat yang berfungsi bagi tubuh . uplay, provision, equipmen. (Souter 1. Alat-alat tubh itu diikat menjadi satu sesuai dengan kadar pekerjaan ( . tiap-tiap anggota, menurut Paulus ungkapan Au a dibaca dengan Au ay(=dan pekerjaa. Artinya bahwa menurut Paulus, faktor pekerjaan turut mengikat satunya semua bagian tubuh, sedangkan menurut teks itu adalah demi pekerjaan tiap angota. Tujuan melalui otot pengikat adalah agar bagian tubuh berfungsi sebagaimana mestinya, tubuh itu dapat bertumbuh dan membangun Semua anggota tubuh . emua anggota jemaa. bertanggung jawab dan untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh Kristus. Partisipasi setiap anggota tubuh. dalam pertumbuhan dan prkembangan tubuh . tersebut sesuai dengan karunia, kemampuan yang dianugerahkan Kristus . ebagai kepala jemaa. kepala masing-masing anggota . Rom. (Rienecker and Boor 1. Dalam rangka menjelaskan keutamaan Kristus, surat Kolose menyebutkan Kristus sebagai kepala tubuh yaitu jemaat (Kol. Kepala jemaat ini (Kristu. adalah gambaran Allah, di dalam dia telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di surga dan yang ada dibumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan (Kol. 1: 15 ds. Segala sesuatu itu diciptakan oleh dia (Kristu. Dengan kata lain, jemaat . juga termasuk yang diciptakan oleh Kristus. Dengan kata lain, jemaat . adalah yang dipanggil keluar dari dunia oleh Kristus untuk dijadikan tubuh-Nya. Yang dimaksudkan dengan tubuh disini lain halnya dengan Autubuh jasmani KristusAy (Kol. yang diserahkan kepada kematian demi perdamaian orang yang dahulu jauh dari Allah dan yang memusuhi Allah . Kol. Seseorang yang menjadi anggota jemaat Kristus harus berperang teguh kepada kepala, yaitu Kristus . d,2:. Kalau tidak demikian, itu berarti berada diluar tubuh Kristus. Surat Kolose berbicara tentang Auseluruh tubuhAy (AE- Kol. dan yang dimaksudkan PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 dengan itu adalah seluruh anggota jemaat . , dan dalam hubuangannya dengan jemaat, yang dimaksudkan adalah semua jemaat, yaitu anggota jemaat yang bukan orag Yunani, orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbaratau Skit, budak atau orang merdeka, yang semuanya tidak diperhatikan berdasar latarbelakang kehidupan, kesukaan dan budaya masing-masing. Mereka dalam Kristus dipersatukan dan diikat menjadi (Gankroger and Wood 2. Kalau menurut Kolose 2:9, seluruh tubuh itu AuditunjangAy . = yang disusun rapi . Ef. ibarat menyusun batu bata dalam pembangunan ruma. dan diikat menjadi satu (AA) oleh urat-urat (E) dan sandi-sandi (AA), maka penggunaan kasih oleh semua anggota jemaat, adalah sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnahkan seluruh anggota jemaat haruslah berakar di dalam Kristus, dan dibangun di atas Kristus . Kol. Hidup jemaat harus tetapdi dalam Kristus, dan dibangun di atas Kristus . Kol. Hidup jemaat harus tetap di dalam Kristus (Kol. (Strelan 1. Pada Kristus sebagai kepala didasari bukan hanya gereja, tetapi seluruh ciptaan. Disini nampak gambaran dan bahasa dari mite gnostis. Kristus bukan hanya penebus, tetapi juga manusia pertama. Keduanya ini tidak berdiri sendiri, melainkan manusia pertama barkarya dalam penebus dan dalam tubuh penebus di dalam tubuh gereja. Alam semesta mempunyai dasarnya, ciptaan adalah dunia. Sama seperti gereja, begitu juga ciptaannya hanyalah berada di bawah kepalanya. Dengan memberikan kepalanya kepada gereja, juga diberikan tuannya kepada alam semesta (Lih. Kol. (Schweizer 1. Dari isi surat Kolose ini dapat dilihat bahwa Kristus adalah kepala jemaat, tetapi bukan hanya kepala jemaat, ikut juga kepala semua pemerintah dan penguasa. Jemaat berfungsi sebagai tubuh Kristus dan berpegang teguh kepada kepalanya, yaitu Kristus. Tetapi selain sebagai kepala. Kristus dipahami sebagai hidup jemaat yang ada di tengah-tengah jemaat, yang di dalamnya jemaat berada didalam Dia jemaat berakar dan di atas-Nya jemaat di (Bolkestein 1. Surat Kolose tidak bicara tentang pribadi-pribadi dan kharisma yang ada di dalam jemaat dipandang sebagai suatu wujud yang satu utuh itu dapat bertumbuh dan berkembang dengan sehat dan baik, bila di bangun dan dikembangkan dalam dan atau di atas alas yaitu Kristus. Kita harus memahami bahwa tidak ada kuasa yang lebih besar selain kuasa Yesus sebagai kepala gereja dan kita jemaat adalah umat gembalaan-Nya. IV. Kesimpulan Memahami arti Autubuh KristusAy sebagai ekklesia tidak selalu sama dalam konteksnya. Pergumulan gereja-gereja di dalam surat Roma dan Korintus berbeda dengan pergumulan gereja-gereja dalam surat Efesus dan Kolose. Walaupun perbedaan konteks dari surat Proto Paulus (Roma dan Korintu. dan Deutero Paulus (Efesus dan Kolose tetapi yang utama adalah sebagai anggota Autubuh KristusAy tetap memiliki kesetiaan dan kebersamaan dalam suatu persekutuan gereja Tuhan. Sebagai umat Tuhan, haruslah setia kepada Kristus dan taat kepada pimpinan gereja. PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 Referensi