Analisa Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) Organisasi Menggunakan Indeks KAMI Analysis Organization Information Security Management System (ISMS) Using Indeks KAMI Jeckson Sidabutar. Ahmad Turmudi Zy. Fresly Juliarta. Program Studi Rekayasa Keamanan Siber. Jurusan Keamanan Siber. Politeknik Siber dan Sandi Negara Jl. Usa. Putat Nutug. Ciseeng. Bogor. Jawa Barat. Indonesia 16120 Program Studi Teknik Informatika. Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa Jl. Inspeksi Kalimalang No. Cibatu. Cikarang Sel. Kabupaten Bekasi. Jawa Barat. Indonesia 17530 Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Labuhanbatu Jl. Raja. No. Aek Tapa. Rantauprapat. Labuhanbatu. Sumatera Utara. Indonesia 21411 Riwayat: Copyright A2024. JITU. Submitted: 14 Agustus 2024. Revised: 4 September 2024. Accepted: 19 September 2024. Published: 30 September 2024 DOI: 10. 32938/jitu. Abstract - A high amount of data and a low level of security will jeopardize an organization's business The important role of the organization's leaders is justified in managing the situation with the proposed new attitude. Organizational leaders have responsibility and commitment to the Information Security Management System (ISMS) policy, as well as providing knowledge to employees about ISMS "discipline". With good IMS discipline, the organization can systematically protect itself from the dangers and potential losses of computer misuse and This research provides a comprehensive way to apply SMKI Gap Analysis using the KAMI Index. KAMI Index is an evaluation tool that analyzes the level of SMKI readiness in an organization using ISO / IEC 27001: 2022 and COBIT standards. From this study, it is known that the Respondent Identity is at Value 41, which is Strategic. The results of the analysis were obtained based on the evaluation of the KAMI Index, namely the gap in the range of completeness of the Factual Gap security (Meeting the Basic Framewor. with the Conformance Gap (Good Enoug. with a range of 1 Level. While the Factual Gap gap (Meets the Basic Framewor. with the Ideal Gap (Goo. with a range of 2 Levels. These results provide an overview of SMKI readiness to organizational leaders in increasing awareness of information security needs and a new attitude toward the "discipline" of SMKI to the organization. Keywords - Gap Analysis. Indeks KAMI. Information Security Management System. Organization. Abstrak - Jumlah data yang tinggi dan tingkat keamanan yang rendah akan membahayakan proses bisnis dari suatu organisasi. Penulis korespondensi (Jeckson Sidabuta. Email: jeckson. sidabutar@poltekssn. Peran penting pemimpin organisasi dibenarkan dalam mengelola situasi dengan sikap baru yang diusulkan. Pemimpin organisasi memiliki tangung jawab dan komitmen atas kebijakan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI), serta memberikan pengetahuan kepada karyawan tentang AudisiplinAy SMKI. Dengan disiplin SMKI yang baik membuat organisasi dapat secara sistematis melindungi dirinya dari bahaya dan potensi kerugian akibat penyalahgunan komputer dan kejahatan dunia Penelitian ini memberikan cara yang komprehensif dengan menerapkan Analisa Gap SMKI menggunakan Indeks KAMI. Indeks KAMI merupakan alat evaluasi untuk menganalisa tingkat kesiapan SMKI disuatu organisasi dengan menggunakan standar ISO/IEC 27001:2022 dan COBIT. Dari penelitian ini diketahui Identitas Responden pada Nilai 41 yaitu Strategis. Hasil Analisa yang diperoleh berdasarkan evaluasi Indeks KAMI yaitu kesenjangan rentang kelengkapan pengamanan Gap Faktual (Memenuhi Kerangka Kerja Dasa. dengan Gap Kesesuaian (Cukup Bai. dengan rentang 1 Tingkat. Sedangkan kesenjangan Gap Faktual (Memenuhi Kerangka Kerja Dasa. dengan Gap Ideal (Bai. dengan rentang 2 Tingkat. Hasil ini memberikan gambaran kesiapan SMKI kepada pimpinan organisasi dalam meningkatkan kesadaran mengenai kebutuhan keamanan informasi dan sikap baru dalam AudisiplinAy SMKI kepada organisasi. Kata kunci - Analisa Gap. Indeks KAMI. Organisasi. Sistem Manajemen Keamanan Informasi. PENDAHULUAN Dengan kemajuan teknologi yang pesat, pergeseran lanskap ancaman siber, dan peningkatan digitalisasi, organisasi dapat mengekspos diri mereka pada risiko JOURNAL OF INFORMATION AND TECHNOLOGY UNIMOR (JITU) keamanan siber yang berpotensi memberikan dampak buruk bagi organisasi dan tujuan bisnis (Cyber Security Agency of Singapore, 2. Insiden pelanggaran keamanan informasi masih sangat tinggi dalam beberapa tahun terakhir, sehingga meningkatkan perhatian terkait masalah keamanan siber dari regulator, praktisi, dan peneliti akademisi (Bui. Clemons and Wang, 2. Tingginya jumlah data dan rendahnya tingkat keamanan akan membahayakan proses bisnis dari suatu organisasi (Toapanta et al. , 2. Terlepas dari kemajuan teknologi yang berkelanjutan, membuat pelanggaran keamanan menjadi besar dan informasi tetap menyebar di seluruh dunia (Bui. Clemons and Wang, 2. Informasi tentang model atau arsitektur keamanan di analisa untuk meminimalkan serangan siber dan mendukung layanan yang terintegrasi (Kementrian Sekretariat Negara, 2. (Badan Siber dan Sandi Negara, 2. Masalahnya adalah bahwa model keamanan yang digunakan dalam organisasi publik mengalami ancaman keamanan informasi dikarenakan kerentanan dalam Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) (Toapanta et , 2. Ancaman ini mengakibatkan kebocoran data konsumen maupun organisasi, sehingga dapat mengurangi kapabilitas organisasi (Jhony Pranata and Nuruzzaman, 2. Saat ini pengelolaan data yang baik merupakan asset yang tidak ternilai bagi setiap Dalam penanganan data, keamanan dan pelindungan data pribadi sangat penting bagi organisasi yang bertanggung jawab secara hukum atas pemrosesan data pribadi yang diselenggarakan (UUD No. 27, 2. Pemimpin organisasi harus memiliki tangung jawab dan komitmen atas kebijakan SMKI, serta memberikan pengetahuan kepada karyawan tentang AudisiplinAy yang diperlukan dalam proses bisnis (Badan Standarisasi Nasional, 2. Penerapan SMKI merupakan keputusan yang sangat strategis dari sebuah organisasi dan memberikan kepercayaan kepada pihak yang berkepentigan bahwa risiko telah dikelola secara baik (Badan Standarisasi Nasional, 2. SMKI dipertimbangkan dari sudut pandang kinerja bisnis organisasi secara keseluruhan, dalam konteks ini fokus praktisnya adalah pada evaluasi dan transformasi kinerja SMKI yang baik dapat melindungi informasi yang bersifat rahasia dan ketersedian informasi yang disimpan maupun sedang diolah (WIJATMOKO, 2. Peran penting pemimpin organisasi dibenarkan dalam mengelola situasi dan sikap baru yang diusulkan. Organisasi dapat secara sistematis melindungi dirinya penyalahgunan komputer, kejahatan siber dan dampak perang siber. Organisasi dapat membuat keputusan praktis tentang investasi keamanan informasi pada teknologi dan solusi keamanan yang digunakan untuk meningkatkan keamanan informasi dalam mengelola dan mengendalikan biaya keamanan informasi (Calder and Watkins, 2. Evaluasi tentang keamanan informasi telah banyak dilakukan, menghasilkan rekomendasi yang dapat memperbaiki SMKI menjadi lebih baik lagi. Pada penelitian K. Pecina. Bilbao, dan E. Bilbao keamanan Fisik dan Logis, serta kesulitan implementasi dikarenakan model organisasi yang berbeda disebagian besar departemen keamanan pada perusahaan atau organisasi (Pecina et al. , 2. Penelitian tersebut mengintegrasikan metodologi standar ISO 31000 untuk keamanan fisik dan standar ISO 27001 untuk keamanan logis, dalam menganalisa informasi dan asset fisik secara Penelitian tentang evaluasi dan manajemen keamanan menjelaskan dalam penangan data, keamanan dan privasi sangat penting bagi administrator dan pengguna (Toapanta et al. , 2. Penelitian tersebut menganalisa evaluasi dan manajemen keamanan basisdata di organisasi publik untuk mengurangi serangan siber berdasarkan proses enkripsi data dalam Penelitian T. Weil menggunakan penilaian resiko dalam konteks SMKI untuk platform komputasi awan dengan menggunakan ISO 27001 (Weil, 2. Sedangkan penelitian M. Talib. Khelifi, dan T. Ugurlu menggunakan pendekatan baru dalam mengajar dan melibatkan siswa dalam konteks pengalaman nyata yang terkait dengan bidang keamanan informasi menggunakan ISO 27001 (Talib. Khelifi and Ugurlu. Pada penelitian ini memberikan cara yang komprehensif dengan banyak sudut pandang yang berbeda dan relevan secara praktis untuk menerapkan SMKI melalui alat evaluasi Indeks Keamanan Informasi (Indeks KAMI). Alat evaluasi ini bertujuan untuk menganalisa tingkat kesiapan . elengkapan dan kematanga. kerangka kerja keamanan informasi kepada pimpinan organisasi. Indeks KAMI menggunakan standar ISO/IEC 27001:2022 untuk aspek keamanan kelengkapan kontrol, dan kerangka kerja COBIT untuk tingkat kematangan penerapan pengamanan (BSSN. Pentingnya Analisa keamanan informasi memberikan Informasi risiko, ancaman, dan kelemahan teknologi yang ditemukan, serta rekomendasi kepada organisasi (Calder and Watkins, 2. Indeks KAMI digunakan pada organisasi dengan berbagai tingkatan, ukuran, maupun kepentingan penggunan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Proses evaluasi menggunakan sejumlah pertanyaan, seperti: kategori sistem elektronik yang digunakan, tata kelola, pengelolaan risiko, kerangka kerja keamanan informasi, pengelolaan asset, teknologi dan keamanan informasi, pelindungan data pribadi, dan pengamanan keterlibatan pihak ketiga (BSSN, 2. Sehingga memberikan gambaran kondisi kesiapan SMKI sebagai hasil dari program kerja yang dijalankan kepada pimpinan organisasi. Hasil evaluasi ini dapat menjadi sikap baru dalam AudisiplinAy SMKI dan meningkatkan kesadaran dalam meningkatkan kesiapan mengenai kebutuhan keamanan informasi yang diusulkan kepada JOURNAL OF INFORMATION AND TECHNOLOGY UNIMOR (JITU) II. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, bertujuan untuk memahami kejadian yang sedang dialami oleh subjek, seperti tingkah laku manusia, kejadian di lapangan, dan kegiatan lainnya (Prof. Dr. Suryana, 2. Metode analisa gap digunakan untuk mengetahui kejadian pada subjek. Analisa gap merupakan salah satu proses untuk mengidentifikasi kesenjangan dan perbedaan kondisi saat ini terhadap kondisi yang ingin dicapai organisasi. Penelitian ini menggunakan analisa gap ekspetasi melalui tiga jenis kesenjangan, yaitu: gap faktual, gap kesesuaian, dan gap ideal, seperti Gambar 1 (Kim. Sora and Ji, 2. Gap Ideal (Tingkat yang Diharapka. Gap Kesesuaian Gap Faktual (Tingkat Saat In. Gambar 1. Analisa Gap Ekspetasi Melalui analisa gap, organisasi berusaha untuk memperbaiki kondisi saat ini dalam mencapai situasi yang diinginkan. Analisa gap berkontribusi untuk meningkatkan efektifitas organisasi. Analisa gap memiliki empat langkah yaitu, mengidentifikasi kebutuhan utama dari situasi saat ini, menentukan kebutuhan yang ideal atau situasi yang diinginkan organisasi, menyoroti kesenjangan yang ada dan perlu diisi, serta modifikasi dan implementasi rencana organisasi dalam mengisi kesenjangan. Proses Analisa pada evaluasi Indeks KAMI dilakukan melalui sejumlah pertanyaan di masing-masing area, seperti Tabel 1 (BSSN, 2. Tabel 1. Area Evaluasi Indeks KAMI Area Tata Kelola Pengelolaan Risiko Kerangka Kerja Keamanan Informasi Pengelolaan Aset Teknologi dan Keamanan Informasi Pelindungan Data Pribadi Pengamanan Keterlibatan Pihak Ketiga Penyedia Layanan Penjelasan Evaluasi kesiapan bentuk tata kelola keamanan informasi beserta instansi/perusahaan, fungsi, tugas dan tanggung jawab pengelola keamanan Evaluasi kesiapan penerapan pengelolaan risiko keamanan informasi sebagai dasar penerapan strategi keamanan informasi. Evaluasi kelengkapan dan kesiapan kerangka kerja . ebijakan & prosedu. pengelolaan keamanan informasi dan strategi penerapannya. Evaluasi kelengkapan pengamanan asset informasi, termasuk keseluruhan siklus penggunaan asset tersebut. Evaluasi kelengkapan, konsistensi dan efektifitas penggunaan teknologi dalam pengamanan asset informasi. Evaluasi kelengkapan, konsistensi dan efektifitas penerapan control keamanan terkait Pelindungan Data Pribadi (PDP). Evaluasi kelengkapan, konsistensi dan efektifitas penerapan mekanisme keamanan terkait risiko keterlibatan pihak ketiga eksternal dalam operasional penyelenggaraan layanan instansi/Perusahaan. Dengan analisa gap ekspetasi pada evaluasi Indeks KAMI memberikan gambaran hasil evaluasi akhir dan tingkat kesiapan pengamanan informasi disuatu Sehingga pimpinan dapat melihat kebutuhan dan perbaikan SMKI pada organisasinya Gap Faktual (Tingkat Saat In. Gap Faktual (Factua. mengacu pada perbedaan yang dirasakan dalam fakta mengenai keadaan atau kinerja organisasi saat ini. Pada bagian ini merupakan aktivitas awal yang dilakukan untuk mendapatkan informasi kondisi SMKI saat ini, meliputi kegiatan: studi literatur, penyusunan kuesioner, dan pengumpulan umpan balik kuesioner dari responden. Penyusunan kuesioner didasarkan pada kerangka kerja evaluasi Indeks KAMI yang diintegrasikan dengan kerangka kerja ISO/IEC 27001:2022 dan COBIT. Terdapat 2 tahapan yang dilakukan untuk mengevaluasi kondisi saat ini, yaitu evaluasi tingkat kategori sistem elektronik (SE) dan evaluasi tingkat keamanan informasi organisasi saat ini. Pada evaluasi kategori SE bertujuan untuk mengetahui tingkat atau kategori SE yang digunakan, semakin tinggi nilai yang diperoleh maka semakin tinggi Kategori SE. Sehingga untuk mencapai Status Kesiapan Baik pada Indeks KAMI dibutuhkan nilai akhir tinggi untuk evaluasi tingkat keamanan informasi, seperti pada Tabel 2 (BSSN. Tabel 2. Kategori Sistem Elektronik Rendah Nilai Akhir Tinggi Nilai Akhir Strategis Nilai Akhir Status Kesiapan Tidak Layak Pemenuhan Kerangka Dasar Cukup Baik Baik Status Kesiapan Tidak Layak Pemenuhan Kerangka Dasar Cukup Baik Baik Status Kesiapan Tidak Layak Pemenuhan Kerangka Dasar Cukup Baik Baik Berdasarkan Tabel 2. Status kesiapan tingkat Kematangan Indeks KAMI didefinisikan menggunakan pengukuran, seperti pada Gambar 2 (BSSN, 2. Gambar 2. Metrik Target Keamanan Informasi JOURNAL OF INFORMATION AND TECHNOLOGY UNIMOR (JITU) Evaluasi tingkat kematangan keamanan informasi bertujuan untuk mengetahui area-area mana yang memiliki tingkat kematangan yang harus diperhatikan dan diperbaiki. Pertanyaan dikategorikan sesuai dengan ISO/IEC27001:2022. Kategori pengamanan diberikan dengan label Au1Ay . erangka kerja dasar keamanan informas. , label Au2Ay . fektifitas dan konsistensi penerapanny. , dan label Au3Ay . elalu meningkatkan kinerja keamanan informasi. Label 3 ini merupakan prasyarat kesiapan minimum pada proses sertifikasi standar ISO/IEC27001:2022, seperti pada Tabel 3 (BSSN, 2. Tabel 3. Area Evaluasi Indeks KAMI Status Pengamanan Tidak Dilakukan Dalam Perencanaan Dalam Penerapan atau Diterapkan Sebagian Diterapkan Seluruhnya Kategori Pengamanan Gap Kesesuaian Gap Kesesuaian (Conformanc. menunjukkan perbedaan antara Aukondisi saat iniAy dengan apa yang AudiinginkanAy berdasarkan persepsi organisasi. Hal ini berdasarkan gap antara organisasi anggap sebagai "status yang diinginkan" dalam hal apa yang ingin dicapai organisasi dengan kondisi saat ini (Peciya. Bilbao and Bilbao, 2. Pada gap kesesuaian dilakukan kegiatan perbandingan antara kondisi saat ini dengan status yang diinginkan organisasi. Kesesuaian ini berdasarkan analisa dan formulasi umpan balik dari kuesioner responden, penentuan target terkait keamanan informasi pada tiap kurun waktu sampai dengan rencana pencapaian Indeks KAMI dan ISO 27001, serta penentuan kerangka kerja keamanan informasi yang Gap Ideal (Tingkat yang Diharapka. Gap Ideal merupakan perbedaan antara apa yang "diinginkan" organisasi dan apa yang "seharusnyaAy dilakukan organisasi (Kim. Sora and Ji, 2. Pada aktivitas ini dilakukan perbandingan antara keinginan organisasi dengan seharusnya yang dilakukan melalui kegiatan evaluasi, konfirmasi, dan klarifikasi . , serta membaca literatur-literatur tentang keamanan informasi dalam mengetahui yang seharusnya dilakukan organisasi. Kegiatan pada tahap ini antara lain: Diskusi formal maupun informal yang melibatkan personil Pusdatik. Forum Group Discusion (FGD) yang melibatkan audiens lebih besar, dan diskusi menggunakan berbagai media yang bersifat online (Zoom. WA, e-mail, dl. HASIL DAN PEMBAHASAN Gap Faktual Dari hasil poling responden pimpinan organisasi pada Evaluasi Kategori SE, diperoleh nilai penetapan kategori SE dengan nilai akhir 38, berdasarkan Tabel 2 nilai ini masuk kedalam Kategori Strategis. Sedangkan Evaluasi Tingkat Keamanan Informasi, menghasilkan total nilai nilai 477 dengan tingkat kematangan Pemenuhan Kerangka Kerja Dasar, seperti pada Tabel 4. Tabel 4. Nilai dan Tingkat Kematangan Area Nilai Tingkat Kematangan Tata Kelola Pengelolaan Risiko Kerangka Kerja Keamanan Informasi Pengelolaan Aset Teknologi dan Keamanan Informasi Pelindungan Data Pribadi Pengamanan Keterlibatan Pihak Ketiga Total Pemenuhan Kerangka Dasar Berdasarkan Tabel 4 tingkat kematangan pada posisi I dan II, maka Gap Faktual Indeks KAMI berada pada kategori Pemenuhan Kerangka Kerja Dasar. Jika evaluasi area target penerapan keamanan informasi berdasarkan kepatuhan ISO 27001, terlihat pada Gambar 3. Gambar 3. Diagram Indeks KAMI Pada Gambar 3. Penerapan Operasional hanya pada area Pengelolaan Aset dan Aspek Teknologi, sedangkan Kerangka Kerja. Pengelolaan Risiko. Tata Kelola, dan PDP masih dalam Kerangka Kerja Dasar. Pada area evaluasi Pengamanan Keterlibatan Pihak Ketiga sebesar 70% yang sasaran pencapaian maksimal/objektif. JOURNAL OF INFORMATION AND TECHNOLOGY UNIMOR (JITU) Gap Kesesuaian Dari hasil Gap faktual dengan Evaluasi Kategori SE masuk kedalam kategori Tinggi, sedangkan tingkat kematangan masuk ke tingkat I sampai II dengan rentang kelengkapan pengamanannya masuk ke status pemenuhan kerangka dasar. Penentuan target SMKI berdasarkan persepsi organisasi yaitu: tercapainya kesiapan Indeks KAMI dan Sertifikasi ISO 27001. Jika dilihat pada Gambar 2 untuk mencapai kesiapan sertifikasi ISO 27001 minimal rentang tingkat kematangannya berada pada tingkat 3. 5 atau rentang status pengamanannya berada pada status Cukup Baik. Pada Tabel 2 menjelaskan rentang pengamanan dengan status Cukup Baik pada Tingkat 3. 5 dengan memiliki status pengamanannya pada setiap area berada AuDiterapkan SebagianAy dan AuDiterapkan SeluruhnyaAy sehingga memperoleh minimal nilai 761. Hal ini menunjukkan perbedaan antara Aufakta saat iniAy dengan Auapa yang diinginkanAy oleh organisasi, dalam Tabel 5. Tabel 5. Analisa Kesenjangan Kesesuaian Area Tata Kelola Pengelolaan Risiko Kerangka Kerja Keamanan Informasi Pengelolaan Aset Teknologi Keamanan Informasi Pelindungan Data Pribadi Pengamanan Keterlibatan Pihak Ketiga Penyedia Layanan Kelengkapan Pengamanan Gap Faktual Status Dalam Perencanaan. Diterapkan Sebagian Dalam Perencanaan. Diterapkan Sebagian Dalam Perencanaan. Diterapkan Sebagian Diterapkan Sebagian. Diterapkan Seluruhnya Diterapkan Sebagian. Diterapkan Seluruhnya Diterapkan Sebagian. Diterapkan Seluruhnya Dalam Perencanaan Pemenuhan Kerangka Kerja Dasar Gap Kesesuaian Status Diterapkan Sebagian. Diterapkan Seluruhnya Diterapkan Sebagian. Diterapkan Seluruhnya Diterapkan Sebagian. Diterapkan Seluruhnya Diterapkan Sebagian. Diterapkan Seluruhnya Diterapkan Sebagian. Diterapkan Seluruhnya Diterapkan Sebagian. Diterapkan Seluruhnya Diterapkan Sebagian. Diterapkan Seluruhnya i i i i informasi dengan kategori SE Strategis. Maka didapatkan kesimpulan tingkat pengamanan informasi harus diterapkan seluruhnya pada semua area organisasi yang berarti pada kematangan tingkat V. Hal ini menunjukkan perbedaan antara apa yang "diinginkan" organisasi dan apa yang "seharusnyaAy dilakukan organisasi, seperti pada Tabel 6. Tabel 6. Analisa Kesenjangan Ideal Gap Faktual Status Area Tata Kelola Pengelolaan Risiko Kerangka Kerja Keamanan Informasi Pengelolaan Aset Teknologi Keamanan Informasi Pelindungan Data Pribadi Pengamanan Keterlibatan Pihak Ketiga Penyedia Layanan Kelengkapan Pengamanan Diterapkan Sebagian. Diterapkan Seluruhnya Diterapkan Sebagian. Diterapkan Seluruhnya Diterapkan Sebagian. Diterapkan Seluruhnya Diterapkan Sebagian. Diterapkan Seluruhnya Diterapkan Sebagian. Diterapkan Seluruhnya Diterapkan Sebagian. Diterapkan Seluruhnya Diterapkan Sebagian. Diterapkan Seluruhnya Gap Kesesuaian Status i Diterapkan Seluruhnya i Diterapkan Seluruhnya i Diterapkan Seluruhnya Diterapkan Seluruhnya Diterapkan Seluruhnya i Diterapkan Seluruhnya Diterapkan Seluruhnya Cukup Baik Baik Berdasarkan Tabel 6, organisasi seharusnya menerapkan pengamanan seluruhnya pada semua area. Sehingga evaluasi Indeks KAMI pada organisasi mendapatkan tingkat kematangan V dengan status kesiapan Baik. Hasil Analisa Hasil Analisa kesenjangan yang diperoleh kesenjangan antara Gap Faktual. Gap Kesesuaian, dan Gap Ideal seperti pada Tabel 7. Tabel 7. Hasil Analisa Cukup Baik Area Gap Ideal Gap Ideal pada Indeks KAMI berada pada tingkat kematangan tertinggi yaitu tingkat V dengan status pengamanan Baik. Dari hasil Gap Kesesuaian yang diinginkan organisasi berada pada tingkat kematangan 5 dengan status kelengkapan pengamanan Cukup Baik. Sehingga organisasi dapat mememenuhi kesiapan penilaian Indeks KAMI dan kesiapan sertifikasi ISO Berdasarkan kegiatan evaluasi, konfirmasi, dan klarifikasi, serta membaca literatur tentang keamanan Tata Kelola Pengelolaan Risiko Kerangka Kerja Keamanan Informasi Pengelolaan Aset Teknologi dan Keamanan Informasi Pelindungan Data Pribadi Pengamanan Keterlibatan Pihak Ketiga Kelengkapan Pengamanan Tingkat Kematangan Faktual Sesuai Ideal i i i i Pemenuhan Kerangka Dasar Cukup Baik Baik JOURNAL OF INFORMATION AND TECHNOLOGY UNIMOR (JITU) Kesenjangan tingkat kelengkapan pengamanan Gap Faktual yang memenuhi kerangka kerja dasar dengan Gap Kesesuaian Cukup Baik, jaraknya sekitar 2 Tingkat. Sedangkan kesenjangan Gap Faktual yang memenuhi Kerangka Kerja Dasar dengan Gap Ideal hasil Baik sekitar 4 Tingkat, seperti pada Gambar 4. Tata Kelola PelindungaA 4 Pengelola AspekA KerangkaA Pengelola Gap Faktual Gap Kesesuaian Gap Ideal Gambar 4. Hasil Analisa Gap Dari Gambar 4 untuk memenuhi kesiapan sertifikasi ISO27001 ISMS minimal rentang Tingkat kematangan di Tingkat 3,5 atau i , maka Gap Kesesuain yang di pilih di Tingkat 3,5 atau i . Responden harus melengkapi kesenjangan yang ada sekitar 2 tingkat, sehingga dapat memenuhi target yang ingin di capai yaitu pada Tingkat 3,5 atau i . Maka Gap ideal dengan nilai kategori SE dengan nilai Strategis tingkat pengamanan informasi harus diterapkan seluruhnya pada semua area organisasi. Hasil Analisa yang diperoleh berdasarkan evaluasi Indeks KAMI yaitu kesenjangan rentang kelengkapan pengamanan Gap Faktual (Memenuhi Kerangka Kerja Dasa. dengan Gap Kesesuaian (Cukup Bai. dengan rentang 2 Tingkat. Sedangkan kesenjangan Gap Faktual (Memenuhi Kerangka Kerja Dasa. dengan Gap Ideal (Bai. dengan rentang 3,5 Tingkat. IV. KESIMPULAN Berdasarkan analisa SMKI Organisasi menggunakan Indeks KAMI, diketahui Identitas Responden pada Nilai Kategori SE dengan Nilai 38 yaitu Strategis. Gap faktual didapatkan pada tingkat kelengkapan penerapan standar dengan total nilai 474 dan tingkat kematangan berada pada tingkat I sampai II, maka Gap Faktual Indeks KAMI berada pada kategori Pemenuhan Kerangka Dasar. Dari hasil Gap kesesuaian yang diinginkan organisasi berada pada tingkat kematangan i dengan status kelengkapan pengamanan Cukup Baik. Organisasi dapat mememenuhi kesiapan penilaian Indeks KAMI dan kesiapan sertifikasi ISO 27001. Hasil dari penelitian ini memberikan gambaran kondisi kesiapan SMKI kepada pimpinan organisasi dalam meningkatkan kesadaran mengenai kebutuhan keamanan informasi dan sikap baru dalam AudisiplinAy SMKI yang diusulkan kepada Sehingga pimpinan organisasi dapat melakukakan pembenahan untuk meningkatkan Nilai pada masing-masing Area Evaluasi dalam memperoleh hasil evaluasi akhir kategori Baik. DAFTAR PUSTAKA