Bioadventure. Journal of Archipelagoes Wildlife and Life Science. Vol. 1 No. 1/Pages: 31-40 E-ISSN: x-x ISSN: Kajian Etnobiologi Minuman STMJ di Desa Landungsari Kabupaten Malang Rasmi Hi Panu1*. Hafsah2 Program Studi Biologi. Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara. Indonesia Biologi. Universitas Sipatokkong Mambo. Bone. Indonesia Email: rasmihipanu1992@gmail. Abstract STMJ merupakan salah satu minuman tradional yang diracik oleh masyarakat di Kota Malang dan dipercaya untuk meningkatkan stamina tubuh. Pemanfaatan bahan alam ini memberikan efek pada pelestarian dari masing-masing spesis yang digunakan saat meracik minuman STMJ. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan nilai penting dari minuman STMJ. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan koesioner, data dianalisis menggunakan microsoft axcel dan selanjutnya dihitung menggunakan rumus UVs untuk mengetahui nilai kegunaan suatu spesies dan rumus ICs untuk mengetahui nilai penting spesies dalam suatu budaya. Hasil penenlitian menunjukkan tidak semua orang menyukai racikan dengan 4 bahan yaitu susu, telur, madu dan jahe. Telur menjadi salah satu bahan yang memiliki nilai penting paling rendah atau 0,22 sehingga dikategorikan sebagai bahan yang tidak penting. Hal ini karena faktor rasa telur mentah yang khas . Namun, minuman ini tetap menjadi salah satu minuman traditional yang selalu direkomendasikan Key words: Pelestarian. Minuman Tradisional. Nilai Penting Pendahuluan Indonesia merupakan negara yang kaya dengan suku dan bahasa, setiap suku memiliki ciri khas tersendiri dalam mempertahankan hidupnya. Jumlah suku bangsa di Indonesia secara keseluruhan mencapai lebih dari 1. 300 suku bangsa dengan masing-masing kearifan lokal yang diwariskan secara turun temurun (NaAoim & Syaputra,2. Tingkat pengetahuan tentang pemanfaatan dan tumbuhan dari setiap suku berbeda-beda, antara lain disebabkan adanya perbedaan lingkungan setempat. Kearifan lokal memiliki berbagai terminologi lain, seperti tradisional, kearifan ekologi tradisional, kearifan pribumi, kearifan etnosains, kearifan rakyat, sains lokal dan pengetahuan nonformal. Akan tetapi semua istilah tersebut mengacu pada satu pengertian, yaitu pengetahuan lokal, tradisional dan unik, yang dipelihara dan dikembangkan oleh komunitas tertentu melalui sejarah interaksi yang panjang dengan lingkungan alam sekitarnya (Sukarata, 1. Salah satu suku yang memiliki kerifan lokal dan ciri khas tersendiri dalam mengelolah sumber daya alam adalah suku Jawa. Suku ini merupakan salah satu suku terbesar di Indonesia yang memiliki keunikan dan keragaman budaya serta olahan makanan dan minuman yang khas. Salah satu minuman masyarakat suku Jawa di Desa Landungsari. Kabupaten Malang adalah * Corresponding Author: rasmihipanu1992@gmail. Bioadventure. Journal of Archipelagoes Wildlife and Life Science. Vol. 1 No. 1/Pages: 31-40 E-ISSN: x-x ISSN: STMJ. Minuman ini merupakan minuman racikan yang terbuat dari bahan alami seperti Jahe. Susu sapi Murni. Madu murni dan Telur ayam kampung dan telah ada sejak lama dan dipertahankan secara turun temurun. Minuman ini dipercaya sebagai penambah stasmina tubuh dan berguna untuk menghangatkan tubuh pada musim dingin. Pemanfaatan bahan alam dalam pengelolaan makanan dan minuman traditional juga meningkatkan pelestarian pengetahuan tentang nilai penting suatu spesies perlu di kembangkan. Namun modernisasi banyak produk minuman berenergi yang diproduksi dan beredar dipasaran dengan harga yang relatif terjangkau, hal ini dikhawatirkan dapat menyebabkan hilangnya aspek kearifan lokal masyarakat karena tidak mampu bersaing di pasar global. Sehingga perlu adanya kajian minuman STMJ, untuk mengetahui persepsi dan nilai penting dari Minuman traditional Jawa terhadap Masyarakat Desa Landungsari. Kabupaten Malang. Berikut Peta Lokasi Desa Landungsari: Metode Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini laksanakan pada bulan November 2017, yang dilaksanakan di Desa Landungsari. Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Deskripsi Lokasi Penelitian Secara Desa Landungsari terletak pada posisi 7A21'7A31' Lintang Selatan dan 110A10'111A40' Bujur Timur. Topografi ketinggian Desa ini adalah berupa daratan tinggi yaitu sekitar 700. m di atas permukaan air laut. Secara administratif Desa Landungsari terletak di wilayah Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Landungsari memiliki potensi yang cukup strategis dengan luas wilayah 499 Ha yang terbagi menjadi 3 Dusun, yakni: Dusun Rambaan. Dusun Bendungan, dan Dusun Klandungan. Di desa Landungsari juga terdapat terminal persinggahan antar kabupaten kota yang diberi nama terminal landungsari. Jarak tempuh Desa Landungsari ke Ibukota Kecamatan adalah 2 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 15 menit. Sedangkan jarak tempuh ke Ibukota Kabupaten adalah 35 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 1,5 Informant Penelitian Penelitian ini terfokus pada warung STMJ Masayarakat Desa Landungsari. Adapun informant dalam penelitian ini adalah seluruh pelanggang minuman STMJ di Desa Landungsari. Data informan akan dianalisis berdasarkan usia dan jenis kelamin, batasan usia minimal dalam penelitian ini adalah 18 tahun. Arnett . , menjelaskan pada usia 18-40 tahun seseorang mampu melakukan tugas dan berkomitmen terhadap orang lain, memiliki otonomi besar dalam Sehingga infortmant dengan batas usia 18 tahun diharapkan dapat memberikan informasi lebih akurat. Teknik Pengumpulan data Observasi Bioadventure. Journal of Archipelagoes Wildlife and Life Science. Vol. 1 No. 1/Pages: 31-40 E-ISSN: x-x ISSN: Observasi penelitian dilakukan di Desa Landungsari. Observasi ini betujuan menentukan titik pengambilan data penelitian yaitu warung STMJ yang berada di Desa Landungsari. Koesioner Koesioner merupakan alat yang pertanyaan secara tertulis, (Sugiyono. Dalam penelitian ini, koesioner yang digunakan berupa koesioner terbuka dan tertutup, yang bertujuan untuk mendapatkan jawaban akurat sesuai dengan tujuan penelitian. Teknik Analisis Data Data dianalisis menggunakan statistik Data hasil koesioner dan observasi akan dikelompokkan dalam berbagai kriteria menggunakan Microsoft Excel. Kemudian data dipilih, hasil pengelompokkan yang berkaitan dengan spesies dan manfaat spesies akan dihitung menggunakan rumus UVs untuk mengetahui nilai kegunaan suatu spesies dan rumus ICs untuk mengetahui nilai penting spesies dalam suatu budaya. Berikut uraian rumus: Rumus UVis rumus Philips dan Gentry . Oc"#$ Perhitungan Nilai UVs = %#$ Keterangan: UVis = nilai kegunaan (Manfaa. suatu jenis tertentu . yang disampaikan oleh Uis = jumlah keseluruhan kegunaan jenis . yang dijelaskan setiap bertanya = jumlah total informan yang diwawancarai untuk nilai guna jenis Kategori nilai kegunaan tiap spesies . 0 = UVs . spesies tidak bermanfaat 0 < UVs<0,33 . spesies Kurang 0,33OUVsO0,66: Spesies Bermanfaat 0,66OUVsO1 : spesies sangat Tabel 1. Kategori kegunaan setiap spesies . elah dimodifikas. dari Philips dan Gentry . Rumus ICs Rumus ini merupakan rumus modifikasi dari Da Silva, dkk. ICs = Oc. x e x c ) x CF Nilai i 1 = penggunaan bahan STMJ untuk manfaat yang lain 2 = penggunaan bahan yang penting untuk kesehatan Nilai e 1 = bahan campuran minuman STMJ yang kurang digunakan 2 = bahan minuman STMJ yang wajib digunakan Nilai c 1 = bahan yang kurang digunakan dan kurang memiliki pengaruh terhadap rasa minuman STMJ 2 = bahan minuman STMJ yang selalu di gunakan dan memiliki nilai penting terhadap rasa Nilai Indeks ICs Ou1 0,40O1 0,30<0,40 0<0,30 Kategori Sangat Penting Penting Kurang penting Tidak penting Tabel 2. Nilai indeks kegunaan spesis dalam suatu budaya Bioadventure. Journal of Archipelagoes Wildlife and Life Science. Vol. 1 No. 1/Pages: 31-40 E-ISSN: x-x ISSN: Hasil dan Pembahasan Karakteristik Responden Desa Landungsari merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Dau. Kabupaten Malang. Provinsi Jawa Timur. Topografi ketinggian desa ini adalah berupa dataran tinggi yaitu antara 540- 700 meter di atas permukaan air Mayoritas Desa Landungsari Pemanfaatan tumbuhan dan hewan berdasarkan adat dan kebudayaan di desa landungsari beraneka macam, dimulai dari pemanfaatan sebagai bahan makanan, minuman, ritual dan obatobatan. Salah satu minuman traditional yang masih dipertahankan hingga saat ini adalah STMJ yang terdiri dari bahan susu. Telur ayam kampung, madu asli, dan Minuman ini diketahui sebagai minuman stamina bagi masyarakat desa landungsari yang telah dipertahankan secara turun temurun. Salah satu warung yang telah berdiri lebih dari 10 tahun adalah warung bu nanik. Berdasarkan hasil wawancara dan data koesioner karakteristik konsumen minuman STMJ ini adalah mayoritas pria yang berusia 23 tahun ke-atas. Hal ini dijelaskan bahwa rata-rata tujuan konsumsi STMJ adalah penambah stamina tubuh setelah melakukan perjalanan atau pekerjaan Berikut Ibu Nanik Teguh Noval Nasrullah Sofyan Yusri Imam Wasis Wira Suyanto Matius Tahun Usia Responden Responden Gambar 1. Grafik Usia Responden Grafik pada gambar 1 menunjukkan usia responden penelitian rata-rata 23-60 Arnett . menjelaskan 18-40 tahun dikategorikan dalam dewasa awal, 40-60 dikategorikan dalam usia dewasa. Masa dewasa dimulai dari umur 18 tahun sampai kira-kira 40 tahun, pada sekitar pertengahan usia 30 tahun seseorang telah memiliki kematangan emosi sehingga dapat menentukan pilihannya sehingga dapat disimpulkan responden dalam peenlitian ini adalah dalam kategori usia dewasa dan dapat memberikan pernyataan berdasarkan pendapatnya sendiri. Manfaat minuman STMJ. Minum STMJ terdiri dari bahan susu, telur ayam kampung, madu dan jahe. susu sapi bermanfaat sebagai sumber protein, lemak, karbohidrat, mineral dan Zat-zat gizi yang terkandung di dalamnya dalam perbandingan yang sempurna (Girisonta, 1. Jahe berfungsi menetralkan radikal bebas. Membuat lambung menjadi nyaman, meringankan kram perut dan membantu, mengeluarkan angin. Mencegah mual. Mencegah Menurunkan tekanan darah . Memperkuat pencernaan makanan dan mengusir gas di dalamnya, mengobati hati yang membengkak, batuk dan demam (Wijaya, 2. Madu dapat meningkatkan daya tahan tubuh, dan Madu mengandung zat antibakteri sehingga baik untuk mengobati luka luar dan penyakit infeksi. Madu sebagai bahan pengawet, karena madu mempunyai sifat osmolalitas, yang tinggi sehingga bakteri sulit untuk hidup. Madu dapat mengobati penyakit luar seperti luka bakar, bibir pecah-pecah, sariawan, dan penyakit kulit (Adji & Suranto, 2. Telur ayam kampung merupakan salah satus bahan Bioadventure. Journal of Archipelagoes Wildlife and Life Science. Vol. 1 No. 1/Pages: 31-40 E-ISSN: x-x ISSN: Rekomendasi ke Orang Lain Respon tA Gambar 3. Grafik tentang rekomendasi minuman STMJ ke orang lain A Responden Manfaat STMJ Rekomendasi ke orang lain. Rekomendasi merupakan bentuk apresiasi konsumnen terhadap produk yang pernah dinikmati. Berdasarkan Auapakah STMJ kepada orang lain?Ay sebgaian besar merekomendasikan dengan jawaban dibagi menjadi empat kriteria yaitu Selalu, sering, kadang-kadang dan tidak Dari 11 responden, satu responden yang menjawab tidak pernah merekomendasikan STMJ kepada orang lain karena harganya yang tidak ramah RP. 000/porsi, 5 reponden menjawab kadang-kadang, 3 responden menjawab sering, dan 2 orang menjawab selalu dengan alasan karena khasiatnya yang dapat menambah stamina dan rasa yang Berikut minuman STMJ: Jumlah Responden mngandung protein yang lengkap dengan asam amino, lemak, vitamin dan mineral dengan daya cerna yang tinggi (Rahayu. Uraian tersebut menjelaskan keempat bahan yang digunakan dalam minuman STMJ bermanfaat oleh tubuh. Berdasarkan data hasil penelitian, responden memberikan respon yang berbeda terhadap minuman STMJ, respon yang diberikan dikelompokkan menjadi tiga yaitu memiliki manfaat sosial, stamina bagi tubuh dan menghangatkan Terdapat menjawab manfaat sosial hal ini diketahui karena beberapa responden menikmati STMJ untuk mengeratkan hubungan mengkonsumsi minuman STMJ secara bersama, adapun kategori pekerjaan yang memberikan jawaban tersebut adalah mahasiswa. Terdapat 9 responden memberikan jawaban manfaat sebagai penambah stamina, responden yang memberikan jawaban ini cenderung responden yang aktif bekerja misal sopir, petani, dan orang yang dalam perjalanan. Dan dua responden memberikan respon menghangatkan tubuh, yang terdiri dari responden dalam perjalanan dan sopir Berikut grafik respon manfaat minuman STMJ: Respon Gambar 2. Grafik manfaat minuman STMJ Jangka Konsumsi Perbulan Jangka konsumsi STMJ dapat menunjukkan tinggi rendahnya apresiasi dari suatu produk, semakin banyak yang sering dikonsumsi dapat memberikan manfaat ekonomi bagi penjual dan Bioadventure. Journal of Archipelagoes Wildlife and Life Science. Vol. 1 No. 1/Pages: 31-40 E-ISSN: x-x ISSN: kadang-kadang Respon Gambar 4. Grafik jangka konsumsi minuman STMJ perbulan Preverensi Racikan STMJ Minuman STMJ terdiri dari empat bahan alami yang dikombinasikan yaitu susu, telur, jahe dan madu. Keempat bahan tersebut menjadi bahan yang wajib disediakan oleh penjual, namun selera setiap pelanggang berbeda-beda dan tergantung dari tujuan konsumsi STMJ. Beberapa pelanggang menjelaskan pesanan STMJ lengkap biasanya memang untuk stamina. Tujuan dan selera yang berbeda-beda dikelompokkan dalam preverensi racikan AuSTMJ . usu, telur, madu, jah. SJM (Susu, jahe, mad. STM . usu, telur. Preverensi Racikan STMJ Kadangkadang Sering Su . M su ad Su . Ja u. J su he ah ,T . M e ur adu su ad Jumlah Responden Jangka Konsumsi Perbulan mad. , dan SJ (Susu, jah. Ay. Data pelanggang adalah preverensi racikan selama mengkonsumsi minuman STMJ. Hasil menjawab selalu mengkonsumsi STMJ, 5 mengkonsumsi racikan SJM dengan alasan terkadang bau telur yang dicampurkan terlalu menyengat, 1 responden menjawab kadang-kadang memesan racikan STM, dengan alasan dikhawatirkan mengkonsumsi jahe dapat menyebabkan rasa sakit pada lambung, dan 2 responden menjawab kadangkadang memesan SJ dengan alasan hanya untuk menghangatkan tubuh dan harganya lebih murah. Selalu digunakan, karena semakin jarang suatu produk di konsumsi akan menurunkan nilai kegunaan suatu spesies dalam suatu kelompok masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat dua kategori respon Terdapat 6 responden yang memberikan jawaban sering minuman STMJ dapat manambah stamina, enak, dan menghangatkan Dan 5 responden menjawab jarang karena harga STMJ yang cenderung lebih mahal dari minuman mengkonsumsinya perlu uang yang lebih meski sangat bermanfaat. Jenis Racikan Gambar 5. Grafik preverensi racikan minuman STMJ Penggunaan Bahan STMJ Bahan STMJ merupakan bahan alami yang dikombinasikan menjadi minuman STMJ, bahan STMJ yang digunakan oleh penjual didapatkan dengan membelinya di pasar dan memesannya langsung dari petani atau peternak. Adapun bahan Bioadventure. Journal of Archipelagoes Wildlife and Life Science. Vol. 1 No. 1/Pages: 31-40 E-ISSN: x-x ISSN: STMJ adalah susu, madu, telur dan jahe. Preverensi selera dan jangka konsumsi setiap orang berbeda-beda namun dalam penggunaan bahan sebagain besar responden menganggap penting ke empat bahan STMJ. Dari 11 responden menjawab AuIyaAy pada bahan Susu. Jahe dan Madu. Sedangkan pada bahan Telur ayam kampung 9 orang orang menjawab AuiyaAy dan 3 orang menjawab AutidakAy, berdasarkan penjelasan yang menjawab AutidakAy bahwa telur yang digunakan terkadang memberikan bau yang amis dan menyengat, hal ini kemungkinan terjadi karena penggunaan bahan yang terkadang tidak segar. Berikut grafik penggunaan bahan STMJ: Jumlah Responden Penggunaan Bahan STMJ Bahan STMJ Gambar 6. Grafik penggunaan bahan STMJ Nilai ICs dan UVs minuman STMJ Nilai UVs minuman STMJ Nilai guna suatu tanaman didapatkan dari hasil pemanfaatan suatu spesies oleh Nilai guna spesies yang digunakan sebgai bahan STMJ dihitung dengan menggunakan rumus Philips dan Gentry . , dengan nilai kriteria indeks . elah dimodifikas. 0,66OUVsO1 : 0,33OUVsO0,66: Spesies Bermanfaat, 0 UVs<0,33 Kurang bermanfaat, 0 = UVs . spesies tidak Berdasarkan hasil penelitian yang dihitung dari nilai guna yang paling penggunaan bahan dalam racikan STMJ didapatkan hasil, nilai UVs susu adalah 1 sehingga dikelompokkan ke dalam Spesies yang sangat bermanfaat, nilai ini didapatkan dari banyaknya responden yang menyebutkan menggunakan susu dibagi dengan jumlah responden yang Dalam kaitannya dengan konservasi susu dapat dikategorikan bahan yang masih dapat bertahan dengan baik karena nilai manfaat yang tinggi disampaikan oleh informan. Nilai UVs terendah bahan STMJ yaitu telur ayam kampung dengan nilai 0,36 sehingga dikategorikan bermanfaat, nilai ini didapatkan dari banyaknya responden yang menjawab menggunakan telur dibagi dengan jumlah responden yang Dalam kaitannya dengan konservasi, penggunaan telur perlu dipertahankan dengan cara menjaga kualitas telur, sehingga telur yang digunakan adalah telur yang fresh dan tidak menimbulkan bau yang amis pada minuman STMJ. Berikut data hasil perhitungan UVs dan indeks pemanfaatan bahan minuman STMJ: Jenis Susu Nilai UVs Telur 0,36 Jahe 0,90 Madu 0,81 Kategori Spesies sangat Spesies Spesies sangat Spesies sangat Table. Nilai UVs dan nilai Indeks kategori pemanfaatan bahan minuman STMJ Nilai ICs bahan minuman STMJ Bioadventure. Journal of Archipelagoes Wildlife and Life Science. Vol. 1 No. 1/Pages: 31-40 E-ISSN: x-x ISSN: Nilai Index of Cultural Significance (ICS) atau Index Kepentingan Budaya merupakan suatu analisis etnobotani kepentingan setiap jenis tumbuhan berguna berdasarkan pada keperluan masyarakat dalam budaya tertentu (Purwanto & Munnawaroh, 2. Angka hasil perhitungan ICS menunjukkan tumbuhan berguna oleh masyarakat dalam budaya tertentu. Nilai ICS dalam penelitian ini didasarkan pada nilai penggunanya, nilai preferensinya dan nilai frekuensinya yang dimodifikasi menggunakan rumus Da Silva,dkk . dengan nilai indeks Ou1 dikategorikan sangat penting, 0,40 O 1 dikategorikan penting, 0,30 < 0,40 dikategorikan kurang penting dan 0 < 0,30 . Da Silva menggunakan dua pilihan untuk setiap variabel yang terhadap nilai yang dikaitkan dengan masing-masing memungkinkan peneliti mencatatnya masing-masing pengetahuan informan dengan cara yang lebih obyektif. Peneliti menggunakan rumus ini karena rumus Da Silva memperhitungnya nilai informan atau Consensus informant (CF). Nilai CF didapatkan dari jumlah kutipan spesies tertentu yang dibagi dengan jumlah kutipan dari spesies yang paling banyak Perhitungan ICS bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan yang masyarakat (Ajiningrum 2. Hasil menunjukkan nilai ICs bahan STMJ terbagi dalam 4 kategori yaitu sangat penting, penting, kurang penting dan tidak penting. Nilai ICs tertinggi adalah susu dengan nilai 1,44 atau Ou1 sehingga dikategori sebagai bahan yang sangat penting dalam suatu kelompok Nilai ICs terendah adalah telur, dengan nilai 0,22 atau < 0,30 sehingga dikategorikan sebagai bahan yang tidak penting dalam minuman STMJ Desa Landungsari. Berikut perhitungan ICs dari bahan STMJ: Jenis Susu Nilai ICs 1,44 Telur Jahe Madu 0,22 0,72 0,36 Kategori Sangat Tidak penting Penting Kurang Tabel 4. Nilai ICs dan indek kategori bahan STMJ Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui, jahe dan susu memiliki nilai ICs yang paling tinggi, dalam pandangan konservasi susu dan jahe menjadi bahan yang masih dipertahankan karena masih dianggap penting dalam suatu kelompok masyarakat, dalam hal ini masyarakat desa Landungsari. Sedangkan telur dan madu memiliki nilai ICs yang cenderung rendah sehingga diaktegorikan kedalam bahan yang kurang penting dan tidak penting, hal ini kemungkinan karena menginginkan bahan tersebut dalam campuran dengan alasan harga dan bahan yang kurang segar. Bioadventure. Journal of Archipelagoes Wildlife and Life Science. Vol. 1 No. 1/Pages: 31-40 E-ISSN: x-x ISSN: Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat diketahui persepsi masyarakat terhadap minuman STMJ yaitu memilki manfaat sosial, menambah stamina, dan menghangatkan tubuh. Dari aspek manfaat terseut sehingga minuman STMJ masih diperthankan hingga saat ini. namun terdapat beberapa kendala seperti STMJ menyebabkan fluktuasi pada jangka konsumsi minuman STMJ. Adapun nilai penting dari Minuman STMJ di Desa Landungsari. Kabupaten Malang bervariasi, nilai UVs tertinggi adalah susu dengan nilai 1 sehingga di kategorikan dalam spesies sangat bermanfaat, dan nilai UVs terendah adalah telur dengan Referensi