Ad-Daqqoq: Indonesian Journal of Religion and Social Movement Vol. 1 Issue 1, 2025 DOI: XX. x/x E-ISSN: x-x Muhammadiyah's Humanist Education: Muhammadiyah's Strategy in Addressing Behavioral Anomalies of Generation Z Youth Unun Setia Premita 1. Moh. Nurhakim2 Universitas Muhammadiyah Malang. Indonesia1,2 Email correspondence: ununpremita257@gmail. Abstract: Article History The phenomenon of adolescent behavioral anomalies has Received: 15-02-2025 become a significant concern in social and religious Reviced: 20-03-2025 Muhammadiyah, as a major religious organization Accepted: 23-04-2025 in Indonesia, responds to this phenomenon with an approach that emphasizes social action as a manifestation of faith. This article aims to examine how Muhammadiyah Keywords: responds to adolescent behavioral anomalies through the Adolescent Behavioral concept of humanistic theology derived from Surah alAnomalies. Ma'un and its implementation in Islamic education. This Muhammadiyah, research employs a qualitative method with a literature Humanistic Theology, review approach, gathering data from various relevant Muhammadiyah's Social sources. The findings indicate that Muhammadiyah's Social Action Enterprise Action Enterprise (Amal Usaha Muhammadiyah. AUM) in the field of education, such as schools, orphanages, and other educational institutions, serves as an effective and solution-oriented means of addressing adolescent behavioral anomalies. AUM not only provides formal education but also character development based on Islamic values and social concern. The conclusion of this research is that the humanistic theological concept from al-Ma'un applied in AUM's educational field proves to be an effective strategy in addressing adolescent behavioral anomalies, shaping them into individuals of noble character and high This is an open access article under CC BY-SA 4. 0 license. Copyright A 2024 by Author. Published by CV. Zamron Pressindo Available online at: https://journal. id/index. php/addaqqo/issue/archive Unun Setia Premita et al. ABSTRAK: Fenomena anomali perilaku remaja menjadi perhatian penting dalam konteks sosial dan keagamaan. Muhammadiyah, sebagai organisasi keagamaan besar di Indonesia, merespons fenomena ini dengan pendekatan yang menekankan amal sosial sebagai manifestasi iman. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana Muhammadiyah menanggapi anomali perilaku remaja melalui konsep teologi humanis yang diambil dari Surah al-Ma'un dan implementasinya dalam pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, mengumpulkan data dari berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan, seperti sekolah, panti asuhan, dan lembaga pendidikan lainnya, menjadi sarana efektif dan solutif dalam menangani anomali perilaku remaja. AUM tidak hanya memberikan pendidikan formal tetapi juga pembinaan karakter yang berbasis pada nilai-nilai islami dan kepedulian sosial. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa konsep teologi humanis dari al-Ma'un yang diterapkan dalam AUM bidang pendidikan mampu menjadi strategi efektif dalam menghadapi anomali perilaku remaja, membentuk mereka menjadi individu yang berakhlak mulia dan berdaya saing tinggi. Kata Kunci: Anomali Perilaku Remaja. Muhammadiyah. Teologi Humanis. Amal Usaha Muhammadiyah PENDAHULUAN Generasi Z . ahir antara 1995-2. memainkan peran penting dalam masa Bonus Demografi Indonesia, di mana jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan usia non-produktif. Menurut sensus 2020, 27,94% penduduk Indonesia adalah Generasi Z . ahir 1997-2. , sedangkan Generasi Milenial mencapai 25,87%. Dominasi Gen Z ini menjadikan mereka kunci perkembangan ekonomi, teknologi, pendidikan, dan budaya Indonesia, dengan potensi membawa perubahan positif dan inovasi berkelanjutan sebagai generasi yang akrab dengan era digital. Potensi dan dominasi Generasi Z di Indonesia juga tidak terlepas dari berbagai tantangan dan ancaman terbesar yang dihadapi masyarakat modern. Survei dari Deloitte menunjukkan bahwa Generasi Z memiliki beberapa perilaku anomali kekhawatiran utama terkait biaya hidup, dengan . %) responden menyatakan keprihatinan terhadap tingginya biaya kebutuhan dasar. Selain itu, mereka juga mencemaskan masalah pengangguran . %), perubahan iklim . %), kesehatan mental . %), dan keamanan pribadi . %). Hal ini mencerminkan Badan Pusat Statistik. AuJumlah Penduduk Menurut Wilayah. Klasifikasi Generasi. Dan Jenis Kelamin. INDONESIA, 2020,Ay https://sensus. id/topik/tabular/sp2020/2/0/0, 2020. Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 Muhammadiyah's Humanist Education: Muhammadiyah's Strategy in Addressing Behavioral Anomalies of Generation Z Youth ketidakpastian ekonomi, kepedulian terhadap isu lingkungan, serta kesadaran akan pentingnya kesejahteraan mental dan privasi. Muhammadiyah memainkan peran penting dalam menghadapi tantangan yang dihadapi Generasi Z melalui komitmennya terhadap pembangunan moral dan Dengan berbagai program pendidikan dan sosial yang bertujuan mengembangkan keterampilan, pengetahuan, serta karakter dan nilai-nilai kuat. Muhammadiyah membantu generasi muda mengatasi tantangan ekonomi, lingkungan, dan sosial. Selain itu. Muhammadiyah mendorong umat Islam untuk berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan di berbagai aspek kehidupan, termasuk ekonomi, kesehatan, dan kesejahteraan umat, melalui pendirian lembaga sosial seperti panti asuhan, rumah singgah, rumah sakit, dan kelompok pengajian. Muhammadiyah, yang didirikan oleh Kiai Ahmad Dahlan pada awal abad ke20, telah lama mengimplementasikan konsep teologi humanis sebagai landasan Teologi humanis menekankan pentingnya amal sosial dan kepedulian terhadap kaum dhuafa sebagai manifestasi dari keimanan yang sejati. Dalam konteks ini, amal usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan, seperti sekolah dan panti asuhan, memainkan peran kunci dalam membina dan membentuk karakter Melalui pendidikan yang berintegrasi dengan nilai-nilai Islami. Muhammadiyah berupaya menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan peduli terhadap sesama. Pendidikan Muhammadiyah telah menunjukkan efektivitasnya dalam menanggulangi anomali perilaku remaja melalui pendekatan holistik yang mencakup pendidikan formal dan non-formal. Pendidikan formal diberikan melalui institusiinstitusi sekolah yang tersebar di seluruh Indonesia, sedangkan pendidikan nonformal dilakukan melalui kegiatan sosial, pengajian, dan pembinaan karakter di panti Metode ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, serta pembentukan moral dan spiritual yang kuat bagi para remaja. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji strategi pendidikan Muhammadiyah dalam menanggulangi anomali perilaku remaja Gen Z dengan berbasis pada teologi Penelitian ini akan mengulas bagaimana konsep teologi humanis diterapkan dalam program-program pendidikan Muhammadiyah dan dampaknya terhadap Sidiq Nur Zaman. AuSurvey Deloitte: Kekhawatiran Gen Z Dalam Hidup,Ay AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis 4, no. : 54Ae62, https://doi. org/10. 37481/jmh. 3 Anrial Sutarto. Dewi Pernama Sari. AuKiprah Muhammadiyah Dalam Pembaharuan Pendidikan Dan Sosial Keagamaan Di Nusantara: Kajian Terhadap Pemikiran KH. Ahmad Dahlan,Ay Belajea : Jurnal Pendidikan Islam 5, no. : 1Ae22, https://doi. org/10. 29240/belajea. 4 Lazuardi Lazuardi. AuPendidikan Humanisme Dalam Dalam Persfektif Pendidikan Muhammadiyah,Ay Forum Paedagogik 10, no. : 1Ae15, https://doi. org/10. 24952/paedagogik. 5 Sutarto. Dewi Pernama Sari. AuKiprah Muhammadiyah Dalam Pembaharuan Pendidikan Dan Sosial Keagamaan Di Nusantara: Kajian Terhadap Pemikiran KH. Ahmad Dahlan. Ay Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 Unun Setia Premita et al. pembinaan karakter remaja. Selain itu, artikel ini juga akan mengeksplorasi berbagai bentuk kegiatan dan program yang telah berhasil dilaksanakan oleh AUM di bidang pendidikan sebagai solusi atas masalah perilaku remaja. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi Metode ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk menggali dan memahami berbagai perspektif dari literatur yang sudah ada. Studi pustaka melibatkan pengumpulan data dari buku, jurnal, artikel ilmiah, dan sumber-sumber lain yang relevan dengan topik penelitian. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis secara kritis untuk menemukan pola-pola, tema-tema, dan konsep-konsep yang mendukung argumen penelitian. roses ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan penelitian mengenai bagaimana Muhammadiyah menanggulangi anomali perilaku remaja melalui pendidikan yang berlandaskan teologi humanis. Penelitian kualitatif adalah proses untuk memahami fenomena manusia atau sosial dengan menciptakan gambaran yang komprehensif dan kompleks melalui katakata, melaporkan pandangan rinci dari informan, dan dilakukan dalam setting alami. Dilaksanakan dalam setting nyata, penelitian ini menginvestigasi dan memahami fenomena yang terjadi, mengapa terjadi, dan bagaimana terjadinya, menggunakan metode yang mendalam dan berfokus pada kasus. Sejalan dengan Denzin & Lincoln, penelitian ini menggunakan latar alami untuk menafsirkan fenomena dengan berbagai metode, menggambarkan kegiatan dan dampaknya secara naratif. Berbasis pada filsafat post-positivisme, penelitian kualitatif meneliti objek alami dengan peneliti sebagai instrumen utama, pengambilan sampel dan sumber data secara purposive dan snowball, serta teknik pengumpulan melalui triangulasi dan analisis data induktif/kualitatif. Hasilnya lebih menekankan makna daripada generalisasi, dengan tujuan membuat fakta atau fenomena mudah dipahami dan memungkinkan untuk menghasilkan hipotesis baru. Penelitian ini bertujuan mendapatkan pemahaman mendalam tentang masalah-masalah manusia dan sosial, menafsirkan makna dari lingkungan sekitar, dan bagaimana makna tersebut mempengaruhi perilaku subjek. Penelitian kualitatif dapat digunakan untuk kegiatan penelitian tentang kehidupan masayarakat, sejarah, tingkah laku, fungsionalisasi organisasi, aktifitas sosial dan ekonomi. Hasil kegiatan penelitian kualitatif dapat berupa uraian yang mendalam tentang ucapan, tulisan, dan atau perilaku yang dapat diamati dari suatu Miza Nina Adlini et al. AuMetode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka,Ay Edumaspul: Jurnal Pendidikan 6, 1 . : 974Ae80, https://doi. org/10. 33487/edumaspul. Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 Muhammadiyah's Humanist Education: Muhammadiyah's Strategy in Addressing Behavioral Anomalies of Generation Z Youth individu, kelompok, masyarakat, dan atau organisasi tertentu dalam suatu keadan, konteks tertentu yang dikaji dari sudut pandang yang menyeluruh. Proses penelitian ini diawali dengan pencarian literatur yang relevan melalui database akademik, perpustakaan, dan sumber-sumber online, di mana setiap literatur yang ditemukan diseleksi berdasarkan relevansi dan kredibilitasnya. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik, yang memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi tema-tema utama serta hubungan antar tema yang berkaitan dengan penelitian. Hasil dari analisis tersebut digunakan untuk menyusun argumen yang mendukung hipotesis penelitian. Dalam penelitian ini, literatur yang digunakan mencakup karya-karya terkait teologi humanis, sejarah dan perkembangan Muhammadiyah, strategi pendidikan Islam, serta studi tentang perilaku remaja, yang semuanya dianalisis untuk memahami bagaimana teologi humanis diterapkan dalam program pendidikan Muhammadiyah dan bagaimana pendekatan tersebut berkontribusi dalam menanggulangi anomali perilaku remaja. Untuk memperkuat argumen yang disampaikan dalam artikel ini, ditambahkan data terbaru dari survei Deloitte tahun 2020 yang memaparkan berbagai kekhawatiran Generasi Z terkait tantangan sosial-ekonomi yang mereka hadapi. Survei tersebut menunjukkan bahwa 53% Generasi Z khawatir dengan biaya hidup yang semakin tinggi, 22% mencemaskan masalah pengangguran, 21% prihatin terhadap perubahan iklim, dan 19% mengkhawatirkan kesehatan mental mereka. Data ini sangat relevan dalam memahami latar belakang sosial dan ekonomi yang mempengaruhi perilaku remaja saat ini. Anomali perilaku yang ditunjukkan oleh Generasi Z sebagian besar berakar pada ketidakpastian yang mereka hadapi di berbagai bidang kehidupan. Dengan adanya data ini, artikel ini memperkuat argumen bahwa pendidikan tidak hanya bertugas untuk mencerdaskan anak didik dari segi akademik, tetapi juga harus mampu membekali mereka dengan keterampilan emosional dan sosial yang Di sinilah peran penting pendidikan Muhammadiyah dalam menerapkan teologi humanistik berdasarkan Surah al-Ma'un, yang menekankan kepedulian sosial dan tanggung jawab terhadap sesama, sebagai strategi yang relevan dan tepat dalam menghadapi tantangan yang dihadapi oleh Generasi Z. Selain itu, artikel ini juga memperkaya argumen dengan menambahkan referensi dari jurnal-jurnal terbaru yang membahas pentingnya integrasi nilai-nilai agama dalam pendidikan untuk membentuk perilaku sosial yang baik. Karya Lazuardi . , misalnya, menyoroti bagaimana pendidikan humanistik berbasis Islam yang diterapkan Muhammadiyah berhasil dalam mengembangkan karakter siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga berakhlak mulia. I Made Laut Mertha Jaya. AuMetode Penelitian Kuantitaif Dan Kualitatif : Teori. Penerapan Dan Riset NyataAy (Yogyakarta: Anak Hebat Indonesia, 2. , 6. 8 Zaman. AuSurvey Deloitte: Kekhawatiran Gen Z Dalam Hidup. Ay Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 Unun Setia Premita et al. Sementara itu. Syaifuddin & Fahyuni . menunjukkan bahwa program-program pendidikan karakter yang dilakukan di sekolah-sekolah Muhammadiyah telah terbukti mampu mencegah perilaku menyimpang, seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, dan pergaulan bebas. Referensi ini memberikan dukungan empiris yang kuat terhadap kesimpulan bahwa pendidikan Muhammadiyah, dengan fokus pada pengembangan moral dan sosial, efektif dalam membentuk perilaku positif di kalangan remaja. Programprogram yang berlandaskan nilai-nilai teologi humanistik tidak hanya membentuk remaja menjadi individu yang berkompetensi tinggi secara akademik, tetapi juga mampu mengatasi tantangan sosial dan ekonomi yang mereka hadapi dengan cara yang konstruktif. HASIL PENELITIAN 1 Implementasi Teologi Humanis dalam Pendidikan Muhammadiyah Humanisme berasal dari bahasa Latin "humanus" dan "homo" yang berarti "manusia". Secara terminologi, humanisme adalah ideologi yang menghargai dan berusaha meningkatkan harkat dan martabat manusia ke tingkat yang lebih tinggi dan layak. Nurcholish Madjid mendefinisikan humanisme sebagai gagasan dan keyakinan yang berlandaskan kemampuan manusia untuk mencari nilai-nilai penting dalam hidup. Ali Syari'ati menambahkan bahwa humanisme bertujuan mencapai kesempurnaan dan keamanan manusia melalui kesadaran diri. Secara umum, humanisme menolak ajaran otoriter dan mendukung kebebasan individu dalam menentukan pilihan hidup, sambil menghormati nilai-nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia. Teori humanisme menekankan perkembangan kepribadian manusia dengan fokus pada potensi individu dan pendekatan pendidikan yang kooperatif dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan, seperti sekolah, panti asuhan, dan lembaga pendidikan lainnya, menjadi sarana efektif dalam menangani anomali perilaku remaja. Muhammadiyah sudah sejak lama memadukan sistem pendidikan pesantren yang tradisional dengan sistem pendidikan sekolah yang modern, menghasilkan pendidikan madrasah atau sekolah agama yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan umum dan pendidikan agama Islam. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kecerdasan akademik siswa tetapi juga Siyono. AuIMPLEMENTASI NILAI HUMANIS DALAM PENDIDIKAN PESANTREN,Ay in Esensi Nilai-Nilai Keagamaan (Tulungagung: Akademia Pustaka, 2. , 13Ae15. Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 Muhammadiyah's Humanist Education: Muhammadiyah's Strategy in Addressing Behavioral Anomalies of Generation Z Youth memperkuat dasar moral dan spiritual mereka, mencerminkan komitmen Muhammadiyah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui jalur pendidikan. Sekolah-sekolah Muhammadiyah menerapkan konsep teologi humanis melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang mengajarkan nilai-nilai sosial dan Misalnya, kegiatan sosial seperti bakti sosial, penggalangan dana untuk amal, dan kunjungan ke panti asuhan atau panti jompo. Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menumbuhkan rasa empati, kepedulian sosial, dan tanggung jawab pada diri siswa, tetapi juga untuk mengimplementasikan ajaran Kyai Ahmad Dahlan yang menekankan pentingnya amal nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini mengajak siswa untuk mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan tindakan sosial, sehingga mereka dapat menjadi individu yang berkarakter dan memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama. 11 Dengan demikian, pendidikan di sekolah Muhammadiyah tidak hanya berfokus pada aspek akademis, tetapi juga pada pembentukan moral dan etika siswa melalui kegiatan yang bersifat praktis dan Teologi al-Ma'un, yang menjadi prinsip dan nilai humanistik Muhammadiyah, berakar dari Surah al-Ma'un dalam Al-Qur'an. Surah ini menekankan pentingnya amal sosial dan kepedulian terhadap kaum dhuafa, termasuk orang miskin dan anak Menurut teologi ini, iman yang sejati harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. Surat Al-Ma'un secara tegas menyatakan bahwa orang yang menelantarkan anak yatim dan tidak berupaya mengentaskan kemiskinan adalah pendusta agama. Oleh karena itu, ritual keagamaan menjadi tidak berarti jika pelakunya tidak peduli terhadap permasalahan sosial di sekitarnya. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, mengajarkan bahwa agama bukan hanya soal ritual, tetapi juga tentang memberikan kontribusi positif kepada lingkungan sekitar. Dengan spirit Al-Ma'un. Muhammadiyah mewariskan gerakan pembebasan umat dari kebodohan, keterbelakangan, dan ketidakberdayaan. Islam menegaskan bahwa misi dari setiap ritus Islam harus memiliki akuntabilitas sosial. Tanpa implikasi sosial, semua ritus Islam dianggap sia-sia. Ajaran ini mengajak umat Islam untuk tidak hanya berfokus pada aspek ritual, tetapi juga aktif dalam upaya sosial yang nyata dan bermanfaat bagi masyarakat. Syamsul Huda and Dahani Kusumawati. AuMuhammadiyah Sebagai Gerakan Pendidikan,Ay Tarlim : Jurnal Pendidikan Agama Islam 2, no. : 163, https://doi. org/10. 32528/tarlim. 11 Ahmad Ruslan. AuFalsafah Ajaran Kyai Ahmad Dahlan Dan Etos Pendidikan Muhammadiyah,Ay Chronologia 2, no. : 46Ae54, https://doi. org/10. 22236/jhe. 12 Muhammad Nawir. Irdansyah Irdansyah, and Dahlan Lamabawa. AuStudi Literature : Muhammadiyah Dalam Tinjauan Historis. Teologis. Dan Sosiologis,Ay TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman Dan Kemanusiaan 7, no. : 17Ae28, https://doi. org/10. 52266/tadjid. 13 Huda and Kusumawati. AuMuhammadiyah Sebagai Gerakan Pendidikan. Ay Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 Unun Setia Premita et al. Berbeda dengan Paulo Freire, dalam konsep humanistiknya yang menekankan peran utama pendidikan dalam memberdayakan dan mentransformasi masyarakat. Dia menggambarkan pendidikan yang bermakna di mana siswa tidak hanya menjadi objek pasif, tetapi juga subjek aktif dalam proses pembelajaran. Tujuan utamanya adalah untuk membangun kesadaran kritis dan memperluas pemahaman tentang realitas sosial, sehingga individu dapat terlibat secara aktif dalam perubahan sosial. Metode yang sering digunakan adalah pendekatan dialogis, di mana guru dan siswa berinteraksi terbuka untuk memahami realitas sosial dan membangun pengetahuan Sementara itu, konsep humanistik dalam teologi al-Ma'un yang diprakarsai oleh KH. Ahmad Dahlan memberikan pendekatan yang lebih holistik dengan mengintegrasikan aspek spiritual dan religius dalam pendidikan. Diakar pada Surah al-Ma'un dalam Al-Qur'an, teologi ini menekankan pentingnya amal sosial dan kepedulian terhadap kaum dhuafa sebagai manifestasi iman yang sejati. Ahmad Dahlan mengajarkan bahwa agama bukan hanya tentang ritual, tetapi juga tentang kontribusi positif kepada lingkungan sekitar, dengan menekankan akuntabilitas sosial dalam setiap aksi Islam. Pendekatan ini menciptakan individu yang tidak hanya berakhlak mulia tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan sosial, menghasilkan dampak yang signifikan dalam masyarakat. 2 Pendidikan Formal dan Non-Formal sebagai Pendekatan Holistik Pendidikan Muhammadiyah, yang berlandaskan pada konsep pendidikan holistik, tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan tetapi juga menjalankan fungsi dakwah, perkaderan, dan pelayanan sosial. Setiap Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan selalu menyertakan mata pelajaran AlIslam dan Kemuhammadiyahan (AIK) sebagai bagian wajib dari kurikulum untuk semua siswa. AIK bertujuan khusus untuk: a. Menumbuhkan dan mengembangkan akidah melalui pengajaran, pemupukan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengalaman, pembiasaan, serta praktik siswa mengenai Al-Islam, sehingga mereka menjadi individu muslim yang terus meningkat keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah SWT, sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah. Memberikan panduan dalam Pembinaan Organisasi Otonom (ORTOM) di Sekolah Muhammadiyah. Membentuk manusia Indonesia yang taat beragama dan berakhlak mulia, yaitu individu yang berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, kreatif, inovatif, jujur, adil, etis, berdisiplin, bertoleransi . Pinna Nur Latifah. Muhammad Devy Habibi, and Ari Susandi. AuKonsep Pendidikan Humanistik Dalam Konteks Pemikiran Paulo Freire Dan K. H Ahmad Dahlan,Ay IQRO: Journal of Islamic Education 4, 2 . : 103Ae16, https://doi. org/10. 24256/iqro. 15 Nawir. Irdansyah, and Lamabawa. AuStudi Literature : Muhammadiyah Dalam Tinjauan Historis. Teologis. Dan Sosiologis. Ay Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 Muhammadiyah's Humanist Education: Muhammadiyah's Strategy in Addressing Behavioral Anomalies of Generation Z Youth menjaga keharmonisan baik secara personal maupun sosial, serta mengembangkan budaya Islami di lingkungan sekolah. Konsep pendidikan karakter KH. Ahmad Dahlan bertujuan untuk membentuk manusia muslim yang memiliki budi pekerti luhur, luas pandangan, dan pemahaman masalah ilmu keduniaan, serta bersedia berjuang untuk kemajuan masyarakat secara Selain pendidikan formal. Muhammadiyah juga menjalankan berbagai program pendidikan non-formal, seperti pengajian, pelatihan keterampilan, dan kegiatan sosial di panti asuhan, yang bertujuan untuk membina karakter remaja. Melalui program-program ini, remaja diajarkan nilai-nilai kepedulian sosial, kerja sama, dan tanggung jawab, yang membantu mereka mengembangkan sikap positif dan menghindari perilaku menyimpang. Dengan demikian, pendidikan Muhammadiyah tidak hanya berfokus pada aspek akademis, tetapi juga pada pembinaan karakter dan pengembangan sikap positif pada remaja. Program pendidikan non-formal sering kali dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler yang diintegrasikan dengan kurikulum sekolah, di mana penanaman nilai-nilai tersebut didukung oleh kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler serta program peningkatan karakter yang telah disusun oleh sekolah. Pelatihan keterampilan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan remaja dalam berbagai bidang seperti teknologi informasi, kewirausahaan, dan keterampilan sosial, yang ditetapkan berdasarkan ciri khas, potensi, dan keunggulan daerah. Sasaran pembelajaran muatan lokal meliputi pengembangan karakter dan moral, jiwa kewirausahaan, serta penanaman nilai-nilai budaya sesuai dengan lingkungan. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat praktis tetapi juga membantu remaja mengembangkan rasa percaya diri dan kemandirian, dengan nilai-nilai karakter seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kepekaan terhadap lingkungan, kerja sama, inovasi, kreativitas, berpikir kritis, eksplorasi, komunikasi, kemandirian, dan etos kerja. Tujuan pendidikan menurut teologi humanistik yang diusung Muhammadiyah adalah membentuk individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga berakhlak mulia dan peduli terhadap sesama. Pendidikan harus menghasilkan manusia yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Baidarus Baidarus et al. AuAl-Islam Dan Kemuhammadiyahan Sebagai Basis Pendidikan Karakter,Ay AL-ASASIYYA: Journal Of Basic Education 4, no. : 71, https://doi. org/10. 24269/ajbe. 17 Fandi Akhmad. AuImplementasi Pendidikan Karakter Dalam Konsep Pendidikan Muhammadiyah,Ay Al-Misbah (Jurnal Islamic Studie. 8, no. : 82Ae84, https://doi. org/10. 26555/almisbah. 18 M. A Syaifuddin and E. F Fahyuni. AuPenguatan Penddikan Karakter Melalui Kurikulum Muatan Lokal Di SMP Muhammadiyah 2 Taman,Ay PALAPA : Jurnal Studi Keislaman Dan Ilmu Pendidikan 7, no. : 281Ae84. Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 Unun Setia Premita et al. terutama bagi mereka yang membutuhkan. Ini sejalan dengan misi Muhammadiyah dalam menciptakan masyarakat yang berkemajuan dan berkeadilan sosial. 3 Dampak Pendidikan Muhammadiyah terhadap Perilaku Remaja Penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pendidikan Muhammadiyah yang berfokus pada pelestarian budaya, etika, dan moral, serta pengenalan bahasa Jawa, memiliki dampak positif yang signifikan terhadap perilaku remaja. Program pendidikan Muhammadiyah mendorong perilaku positif, seperti peningkatan kepedulian sosial, tanggung jawab, dan etika kerja yang baik, serta mampu menghindari perilaku negatif seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, dan pergaulan bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pendidikan Muhammadiyah yang berbasis pada teologi humanis memiliki dampak positif yang signifikan terhadap perilaku remaja. Remaja yang terlibat dalam program-program pendidikan Muhammadiyah cenderung menunjukkan perilaku yang lebih positif, seperti meningkatnya kepedulian sosial, tanggung jawab, dan etika kerja yang baik. Mereka juga lebih mampu menghindari perilaku negatif seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, dan pergaulan bebas. Program-program pendidikan Muhammadiyah tidak hanya fokus pada pengembangan intelektual tetapi juga pada pembentukan karakter yang kuat. Melalui pendidikan yang holistik dan terintegrasi dengan nilai-nilai Islami. Muhammadiyah berhasil menciptakan lingkungan belajar yang kondusif untuk pengembangan moral dan spiritual remaja. Hal ini terlihat dari berbagai studi kasus dan laporan empiris yang menunjukkan keberhasilan program-program AUM dalam membina karakter KESIMPULAN Pendidikan Muhammadiyah yang berfokus pada teologi humanis, khususnya berdasarkan nilai-nilai dari Surah Al-Ma'un, terbukti efektif dalam menanggulangi anomali perilaku remaja. Pendekatan ini menekankan pentingnya amal sosial sebagai manifestasi iman, yang diwujudkan melalui berbagai program pendidikan dan sosial. Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan tidak hanya memberikan pendidikan formal tetapi juga membentuk karakter berbasis nilai-nilai Islam dan kepedulian sosial. ZAKIYUDDIN BAIDHAWY. AuMuhammadiyah Dan Spirit Islam Berkemajuan Dalam Sinaran Etos AlqurAoan,Ay Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies 13, no. : 19Ae42, https://doi. org/10. 18196/aiijis. 20 Syaifuddin and Fahyuni. AuPenguatan Penddikan Karakter Melalui Kurikulum Muatan Lokal Di SMP Muhammadiyah 2 Taman. Ay Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 Muhammadiyah's Humanist Education: Muhammadiyah's Strategy in Addressing Behavioral Anomalies of Generation Z Youth Program-program pendidikan Muhammadiyah, yang mencakup sekolah, panti asuhan, dan lembaga pendidikan lainnya, berhasil menciptakan lingkungan belajar yang kondusif untuk pengembangan moral dan spiritual remaja. Dengan demikian, remaja yang terlibat dalam program-program ini cenderung menunjukkan perilaku positif seperti meningkatnya kepedulian sosial, tanggung jawab, dan etika kerja yang baik, serta mampu menghindari perilaku negatif seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, dan pergaulan bebas. Konsep teologi humanis dari Al-Ma'un, ketika diterapkan dalam pendidikan Muhammadiyah, mampu menjadi strategi efektif dalam menghadapi anomali perilaku remaja. Hal ini membantu membentuk mereka menjadi individu yang berakhlak mulia dan berdaya saing tinggi, serta berkontribusi positif kepada masyarakat sekitar. REFERENSI