NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 5 Nomor 3. Agustus 2025 e-ISSN: 2962-4800. p-ISSN: 2962-360X. Hal 402-410 DOI: https://doi. org/10. 55606/nusantara. Available online at: https://prin. id/index. php/nusantara Sosialisasi dan Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Bagi UMKM di Desa Giling. Kecamatan Pabelan. Kabupaten Semarang Nur Anita1*. Niswah Baroroh2. Muhammad Khafid3 Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Universitas Negeri Semarang. Indonesia *Korespondensi: nuranita@mail. Article History: Received: Mei 12, 2025. Revised: Juni 18, 2025. Accepted: Juli 30, 2025. Published: August 01, 2025. Keywords: financial literacy, financial reports. Giling Village. MSMEs, training Abstract: This community service activity aims to improve the financial literacy of MSMEs in Giling Village. Pabelan District. Semarang Regency, through training on preparing simple financial The training was conducted over one day and attended by 20 MSMEs from various business sectors, such as culinary, handicrafts, and trade. The methods used in this training included socialization of basic accounting materials tailored to the level of understanding of the participants, as well as hands-on practice in preparing financial reports, such as profit and loss statements and balance sheets. The material was presented in a simple and easy-tounderstand manner, so that participants could immediately apply it to their businesses. Evaluation was carried out by observing the process of preparing financial reports by participants, using the provided practice sheets, and a feedback questionnaire that measured the extent of participants' understanding and changes in The results of this activity showed that most participants were able to understand basic accounting concepts and were able to prepare simple financial reports quite well. This was also followed by an increase in participants' awareness of the importance of neat and orderly recording of daily transactions in running a business. Furthermore, this training succeeded in motivating participants to apply what they had learned in their respective businesses Although this activity was short-lived, it had a very positive impact in building a strong foundation for more orderly and transparent financial governance among MSMEs. Therefore, it is recommended that follow-up training and regular mentoring be conducted to ensure the skills acquired can be applied sustainably and improve the ability of MSMEs to manage their finances Furthermore, this activity also provided a deeper understanding of the importance of sound financial planning for those wanting to start a business. Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan pelaku UMKM di Desa Giling. Kecamatan Pabelan. Kabupaten Semarang, melalui pelatihan penyusunan laporan keuangan Pelatihan ini dilaksanakan dalam satu hari dan diikuti oleh 20 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha, seperti kuliner, kerajinan tangan, dan perdagangan. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini meliputi sosialisasi materi dasar akuntansi yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman peserta, serta praktik langsung dalam menyusun laporan keuangan, seperti laporan laba rugi dan neraca. Materi tersebut disampaikan dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami, sehingga peserta dapat langsung mempraktikkannya dalam usaha Evaluasi dilakukan dengan mengamati proses penyusunan laporan keuangan oleh peserta, menggunakan lembar praktik yang diberikan, serta kuesioner umpan balik yang mengukur sejauh mana pemahaman dan perubahan sikap peserta. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa mayoritas peserta dapat memahami konsep dasar akuntansi dan mampu menyusun laporan keuangan sederhana dengan cukup baik. Hal ini juga diikuti dengan peningkatan kesadaran peserta mengenai pentingnya pencatatan transaksi harian yang rapi dan teratur dalam menjalankan usaha. Selain itu, pelatihan ini berhasil memotivasi peserta untuk menerapkan apa yang telah dipelajari dalam usaha mereka masing-masing secara mandiri. Meskipun kegiatan ini hanya berlangsung dalam waktu singkat, dampaknya sangat positif dalam membangun dasar yang kuat untuk tata kelola keuangan yang lebih tertib dan transparan di kalangan UMKM. Oleh karena itu, disarankan agar diadakan pelatihan lanjutan dan pendampingan berkala, guna memastikan keterampilan yang telah diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan Sosialisasi dan Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Bagi UMKM di Desa Giling. Kecamatan Pabelan. Kabupaten Semarang dan meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam mengelola keuangan mereka secara profesional. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya perencanaan keuangan yang baik bagi keberlanjutan usaha. Kata kunci: Desa Giling, laporan keuangan, literasi keuangan, pelatihan. UMKM PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan pilar utama perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM . , terdapat lebih dari 65 juta pelaku UMKM yang menyumbang lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sekitar 97% tenaga kerja nasional. Namun, banyak pelaku UMKM menghadapi tantangan dalam pengelolaan usaha, khususnya dalam aspek pencatatan keuangan. Padahal, laporan keuangan merupakan komponen penting dalam evaluasi kinerja dan pengambilan keputusan usaha (Dharma et al. , 2024. Muktiana et al. , 2. Desa Giling. Kecamatan Pabelan. Kabupaten Semarang, merupakan salah satu wilayah dengan pertumbuhan UMKM yang cukup signifikan dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan data dari Pemerintah Desa Giling tahun 2024, terdapat lebih dari 45 usaha mikro dan kecil yang bergerak di sektor makanan, kerajinan, serta perdagangan. Mayoritas pelaku UMKM di desa ini berpendidikan terakhir SMA/sederajat . %) dan menjalankan usahanya secara turuntemurun tanpa pelatihan manajerial. Secara geografis. Desa Giling memiliki akses jalan yang memadai dan dekat dengan pasar tradisional serta jalur distribusi regional, yang menjadikan wilayah ini strategis untuk pengembangan UMKM. Dari hasil observasi dan wawancara dengan perangkat desa serta pelaku usaha, ditemukan bahwa sebagian besar UMKM belum menyusun laporan keuangan secara Pencatatan transaksi masih bersifat manual dan terbatas pada informasi penjualan harian, tanpa memperhitungkan biaya, aset, atau kewajiban usaha. Hal ini membuat pelaku usaha kesulitan mengukur tingkat keuntungan riil, menyusun strategi bisnis, atau mengajukan pinjaman ke lembaga keuangan (Santiago & Estiningrum, 2. Kondisi ini mengindikasikan adanya kebutuhan mendesak terhadap pelatihan pencatatan dan pelaporan keuangan yang sederhana namun bermakna (Rikardus et al. , 2. Masalah utama yang diidentifikasi adalah rendahnya literasi keuangan pelaku UMKM di Desa Giling. Rendahnya pemahaman tentang pencatatan transaksi, pengelompokan akun, serta penyusunan laporan laba rugi dan neraca sederhana merupakan hambatan nyata yang dialami mitra. Masalah ini tidak hanya berdampak pada keberlangsungan usaha, tetapi juga menghambat akses mereka terhadap pendanaan dan peluang kerjasama dengan pihak eksternal (Febriyanto et al. , 2. Keterbatasan sumber daya dan tidak adanya pelatihan berkala juga NUSANTARA - VOLUME 5 NOMOR 3. AGUSTUS 2025 e-ISSN: 2962-4800. p-ISSN: 2962-360X. Hal 402-410 memperkuat kondisi tersebut. Kegiatan pengabdian ini ditujukan untuk memberikan pelatihan penyusunan laporan keuangan sederhana kepada pelaku UMKM di Desa Giling. Pelatihan ini mencakup pemahaman dasar-dasar akuntansi, praktik pencatatan transaksi harian, hingga penyusunan laporan keuangan bulanan menggunakan format yang mudah dipahami. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong pelaku usaha untuk menggunakan laporan tersebut dalam pengambilan keputusan usaha sehari-hari. Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kapasitas manajerial dan transparansi keuangan UMKM agar mampu bersaing secara berkelanjutan (Kurniawan & Homan, 2. Kajian literatur menunjukkan bahwa pelatihan keuangan yang dirancang sesuai kebutuhan lokal terbukti efektif dalam meningkatkan literasi dan keterampilan keuangan pelaku UMKM (Safitri et al. , 2024. Setiawan, 2. Pendekatan pelatihan berbasis praktik . earning by doin. dapat meningkatkan pemahaman peserta karena langsung berinteraksi dengan kasus nyata dari usaha mereka sendiri. Studi lain juga menunjukkan bahwa keterampilan pencatatan dan pelaporan keuangan berdampak signifikan terhadap kemampuan UMKM untuk mengakses pembiayaan formal (Sriningsih & Mustamin, 2. Potensi besar dari mitra kegiatan terletak pada semangat belajar yang tinggi dan keberadaan komunitas UMKM yang cukup aktif di Desa Giling. Sebagai desa yang sedang berkembang secara ekonomi, mitra memiliki keinginan kuat untuk meningkatkan usahanya, namun terbentur pada aspek manajerial. Potensi ini menjadi peluang strategis bagi pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan yang terstruktur dan aplikatif. Dengan memanfaatkan semangat dan antusiasme pelaku UMKM, kegiatan ini diharapkan menghasilkan perubahan yang nyata dan berkelanjutan dalam pengelolaan keuangan usaha mereka (Winarsih et al. , 2. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan pencatatan keuangan yang dihadapi UMKM, tetapi juga memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat Desa Giling secara menyeluruh. Kegiatan pelatihan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menjembatani kesenjangan antara pengetahuan akademik dan kebutuhan praktis masyarakat, serta mendukung pembangunan ekonomi berbasis potensi Sosialisasi dan Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Bagi UMKM di Desa Giling. Kecamatan Pabelan. Kabupaten Semarang METODE Berisi deskripsi tentang proses perencanaan aksi bersama komunitas . engorganisasian Dalam hal ini dijelaskan siapa subyek pengabdian, tempat dan lokasi pengabdian, keterlibatan subyek dampingan dalam proses perencanaan dan pengorganisasian komunitas, metode atau strategi riset yang digunakan dalam mencapai tujuan yang diharapan dan tahapantahapan kegiatan pengabdian masyarakat. Proses perencanaan dan strategi/metode digunakan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan singkat selama satu hari penuh yang mencakup dua sesi utama: . sosialisasi materi dasar akuntansi, dan . praktik langsung penyusunan laporan keuangan sederhana. Kegiatan ini menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif, di mana peserta tidak hanya menerima materi secara pasif, tetapi juga aktif dilibatkan dalam praktik penyusunan laporan berdasarkan transaksi nyata dari usaha masing-masing. Peserta kegiatan adalah 20 pelaku UMKM yang berasal dari Desa Giling. Kecamatan Pabelan. Kabupaten Semarang. Mereka dipilih berdasarkan kriteria kesediaan mengikuti pelatihan secara penuh, memiliki usaha aktif minimal satu tahun, dan belum memiliki sistem pencatatan keuangan yang tertata. Kegiatan ini dilaksanakan di balai desa setempat dengan memanfaatkan fasilitas proyektor dan lembar kerja sederhana yang disiapkan oleh tim Sesi pertama pelatihan berfokus pada pengenalan konsep dasar akuntansi untuk UMKM, seperti pentingnya pencatatan transaksi, pemahaman jenis akun, dan prinsip dasar laporan laba rugi serta neraca. Materi disampaikan secara sederhana dan kontekstual agar mudah dipahami oleh peserta dari berbagai latar belakang pendidikan. Tim pengabdi juga menekankan manfaat laporan keuangan sebagai alat bantu pengambilan keputusan usaha dan syarat pengajuan pembiayaan ke lembaga keuangan. Sesi kedua berupa latihan praktik yang dilakukan secara berkelompok. Peserta diberikan studi kasus sederhana dan diminta menyusun laporan laba rugi serta neraca berdasarkan contoh transaksi harian. Tim pengabdi mendampingi peserta dalam memahami proses klasifikasi akun, pencatatan, hingga penyusunan format laporan keuangan yang sederhana namun informatif. Pendekatan ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan teknis peserta dalam waktu singkat melalui metode learning by doing (Kartika et al. , 2. Untuk mengukur tingkat keberhasilan kegiatan, digunakan dua alat ukur utama. Pertama, lembar evaluasi praktik yang menilai kemampuan peserta dalam menyusun laporan keuangan sederhana secara tepat. Penilaian dilakukan berdasarkan ketepatan klasifikasi akun, kelengkapan laporan, dan kemampuan menjelaskan hasil penyusunan. Kedua, kuesioner NUSANTARA - VOLUME 5 NOMOR 3. AGUSTUS 2025 e-ISSN: 2962-4800. p-ISSN: 2962-360X. Hal 402-410 umpan balik digunakan untuk menilai peningkatan pemahaman peserta terhadap materi, serta persepsi mereka mengenai manfaat pelatihan terhadap usaha masing-masing. Tingkat ketercapaian juga diamati secara kualitatif dari perubahan sikap peserta, seperti antusiasme mengikuti sesi, inisiatif bertanya, serta niat untuk mulai mencatat transaksi secara rutin. Indikator keberhasilan lainnya adalah keinginan peserta untuk melanjutkan praktik penyusunan laporan secara mandiri setelah pelatihan. Meski tidak dapat mengukur dampak ekonomi secara langsung dalam satu hari, perubahan sikap ini menjadi indikator awal yang penting dalam upaya pemberdayaan pelaku UMKM. Secara keseluruhan, metode penerapan ini difokuskan pada penyampaian materi yang relevan dan praktik langsung, sehingga meskipun kegiatan berlangsung singkat, diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam membentuk kesadaran dan keterampilan dasar akuntansi bagi pelaku UMKM. Kegiatan ini juga menjadi titik awal untuk pendampingan lanjutan dalam pengelolaan keuangan usaha secara mandiri dan berkelanjutan. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan pada tanggal 5 Juli 2025 di Desa Giling berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan positif dari para pelaku UMKM. Sebanyak 20 peserta hadir dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan mulai dari sesi sosialisasi materi dasar akuntansi hingga praktik penyusunan laporan keuangan sederhana. Para peserta terdiri dari pelaku usaha makanan, kerajinan tangan, serta pedagang eceran yang sebelumnya belum memiliki sistem pencatatan keuangan yang tertata. Pada sesi pertama, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya laporan keuangan dalam pengelolaan usaha, termasuk manfaat pencatatan transaksi harian, pengklasifikasian akun, dan penyusunan laporan laba rugi serta neraca sederhana. Penyampaian materi dilakukan dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami, disertai contoh kasus riil dari aktivitas usaha harian peserta. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa peserta cukup antusias dan aktif dalam berdiskusi serta bertanya mengenai praktik keuangan yang relevan dengan usaha mereka masing-masing. Sesi praktik menjadi bagian yang paling menarik dan interaktif. Peserta dibagi dalam kelompok kecil dan diminta menyusun laporan laba rugi dan neraca berdasarkan studi kasus yang diberikan. Dari hasil latihan, sekitar 80% peserta mampu menyusun laporan laba rugi sederhana dengan benar, dan sekitar 60% peserta mampu menyusun format neraca dasar meskipun masih memerlukan bimbingan dalam klasifikasi akun dan penyusunan akhir. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun kegiatan hanya berlangsung satu hari, pendekatan learning by Sosialisasi dan Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Bagi UMKM di Desa Giling. Kecamatan Pabelan. Kabupaten Semarang doing cukup efektif meningkatkan pemahaman teknis peserta (Hayati, 2. Evaluasi ketercapaian dilakukan melalui lembar observasi dan kuesioner umpan balik yang dibagikan setelah kegiatan (Maharani & Widhiasih, 2. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa 85% peserta merasa mendapatkan pemahaman baru tentang pentingnya laporan keuangan, dan 75% menyatakan siap untuk mulai menerapkan pencatatan transaksi harian pada Beberapa peserta bahkan menyampaikan keinginan untuk mengikuti pelatihan lanjutan agar dapat mendalami akuntansi usaha secara lebih menyeluruh. Dari sisi perubahan sikap, terlihat adanya peningkatan kesadaran pentingnya pengelolaan keuangan yang tertib. Sebelum kegiatan, sebagian besar peserta mengaku hanya mengandalkan ingatan dalam mencatat pengeluaran dan pemasukan usaha. Namun setelah pelatihan, mereka menunjukkan komitmen untuk menggunakan buku catatan atau aplikasi sederhana guna mencatat transaksi harian. Hal ini merupakan indikator awal perubahan perilaku yang positif dalam mengelola usaha secara lebih professional (Hendarwan, 2. Dari sisi sosial, kegiatan ini juga mendorong terbentuknya jejaring antar pelaku usaha di Desa Giling. Beberapa peserta mulai bertukar informasi tentang praktik usaha dan berbagi tantangan yang dihadapi dalam manajemen keuangan. Diskusi informal yang terjadi selama dan setelah pelatihan menunjukkan bahwa pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan individu, tetapi juga memperkuat hubungan sosial di antara pelaku UMKM yang sebelumnya tidak saling mengenal. Meskipun dampak ekonomi belum dapat diukur secara langsung dalam waktu singkat, peserta mengungkapkan bahwa pemahaman baru ini akan digunakan untuk merencanakan usaha dengan lebih baik, seperti menghitung keuntungan bersih, menetapkan harga jual, dan mempersiapkan dokumen saat mengajukan pinjaman ke lembaga keuangan. Hal ini sejalan dengan literatur yang menyatakan bahwa pencatatan keuangan yang baik dapat meningkatkan akses UMKM terhadap permodalan (Sailendra et al. , 2. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini berhasil mencapai tujuan utama, yaitu memberikan pemahaman dasar akuntansi dan keterampilan teknis dalam menyusun laporan keuangan sederhana. Meskipun dilakukan dalam waktu yang terbatas, pendekatan partisipatif, materi yang aplikatif, serta praktik langsung terbukti mampu menumbuhkan kesadaran dan keterampilan awal yang diperlukan dalam pengelolaan keuangan UMKM. NUSANTARA - VOLUME 5 NOMOR 3. AGUSTUS 2025 e-ISSN: 2962-4800. p-ISSN: 2962-360X. Hal 402-410 Gambar 1. Dokumentasi Kegiatan Pengabdian KESIMPULAN Kegiatan pelatihan penyusunan laporan keuangan sederhana yang dilaksanakan di Desa Giling berhasil memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan dasar pelaku UMKM terkait pencatatan keuangan. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, peserta tidak hanya memperoleh wawasan mengenai pentingnya laporan keuangan dalam pengelolaan usaha, tetapi juga mampu mempraktikkan penyusunan laporan laba rugi dan neraca secara sederhana berdasarkan transaksi riil usaha mereka. Hasil observasi dan evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman, antusiasme yang tinggi, serta komitmen peserta untuk mulai menerapkan pencatatan keuangan secara mandiri. Meskipun kegiatan ini hanya berlangsung selama satu hari, dampaknya cukup signifikan dalam membentuk kesadaran awal akan pentingnya manajemen keuangan yang Selain perubahan individu, kegiatan ini juga mendorong interaksi dan jejaring sosial antar pelaku UMKM, yang menjadi modal sosial penting untuk pengembangan usaha di tingkat Untuk menjaga keberlanjutan dampak kegiatan ini, disarankan agar pelatihan serupa dilakukan secara berkala dan dilengkapi dengan pendampingan lanjutan. Pemerintah desa, perguruan tinggi, serta lembaga keuangan lokal diharapkan dapat bersinergi dalam mendukung pelaku UMKM agar semakin profesional, kompetitif, dan mampu mengakses sumber pembiayaan secara optimal. Sosialisasi dan Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Bagi UMKM di Desa Giling. Kecamatan Pabelan. Kabupaten Semarang PENGAKUAN/ACKNOWLEDGEMENTS Penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Semarang atas dukungan dan fasilitasi yang telah diberikan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Dukungan tersebut sangat berarti dalam mewujudkan terselenggaranya program yang bermanfaat bagi mitra sasaran. DAFTAR REFERENSI Dharma. Ramadhani. , & Reitandi. Pentingnya laporan keuangan untuk menilai kinerja suatu perusahaan. El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4. , 137143. https://doi. org/10. 47467/elmujtama. Febriyanto. Soegiono. , & Kristanto. Pemanfaatan informasi keuangan dan akses pembiayaan bagi usaha mikro kecil dan menengah. Jurnal Ilmiah Akuntansi Dan Humanika, 9. https://doi. org/10. 36407/akurasi. Hayati. Implementasi metode learning by doing untuk meningkatkan keterampilan peserta didik pada mata pelajaran fikih kelas X di MAN 9 Jombang. IAIN Kediri. https://doi. org/10. 58258/jime. Hendarwan. Menumbuhkan jiwa, perilaku dan nilai kewirausahaan dalam Mbia, 17. , https://doi. org/10. 33557/mbia. Kartika. Khoiri. Sibuea. , & Rozi. Learning by doing, training and life MUDABBIR Journal Research and Education Studies, 1. , 91-103. https://doi. org/10. 56832/mudabbir. Kurniawan. , & Homan. Penguatan kapasitas pengelolaan keuangan melalui pelatihan akuntansi sederhana bagi pelaku UMKM di Kecamatan Tanjungkerta. Sumedang. Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas, 9. , https://doi. org/10. 52250/p3m. Maharani. , & Widhiasih. Respon siswa terhadap umpan balik guru saat pelajaran bahasa Inggris di SD Saraswati 5 Denpasar. Jurnal Bakti Saraswati (JBS), 5. Muktiana. Erlinda. , & Triyandari. Pentingnya laporan keuangan dalam menilai kinerja keuangan pada perusahaan. Prosiding Seminar Nasional Hukum. Bisnis. Sains Dan Teknologi, 3. , 16-24. Rikardus. Pecamuya. Tuakra. , & Wika. Peningkatan kapasitas aparatur kampung dalam pengelolaan dana desa untuk pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Merauke. Aksi Kita: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1. , 340-352. Safitri. Komala Dewi. , & Fitmawati. Pengaruh pelatihan literasi keuangan dan teknologi informasi terhadap pengembangan UMKM. Institut Agama Islam Negeri Curup. Sailendra. Suratno. , & Tampubolon. Tatakelola keuangan dan akses permodalan UMKM terhadap perbankan dalam meningkatkan dan pengembangan nilai ekonomi usaha: UMKM Pujasera Cempaka Putih Jakarta Pusat. CAPACITAREA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1. NUSANTARA - VOLUME 5 NOMOR 3. AGUSTUS 2025 e-ISSN: 2962-4800. p-ISSN: 2962-360X. Hal 402-410 https://doi. org/10. 35814/capacitarea. Santiago. , & Estiningrum. Persepsi dan pemahaman pelaku usaha terhadap pentingnya laporan keuangan pada UMKM. Ekuitas: Jurnal Pendidikan Ekonomi, 9. , https://doi. org/10. 23887/ekuitas. Setiawan. Peningkatan literasi dan inklusi keuangan bagi pelaku UMKM di Desa Lembak. SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 9. , 1190-1199. Sriningsih. , & Mustamin. Faktor-faktor penentu keberhasilan manajemen keuangan pada UMKM. JISMA: Jurnal Ilmu Sosial. Manajemen. Dan Akuntansi, 3. Winarsih. Fariz. , & Resmawa. Penguatan UMKM melalui program inkubasi kewirausahaan bagi pemuda Karang Taruna di Desa Genilangit Kabupaten Magetan. Science Contribution Society Journal, 4. , https://doi. org/10. 35457/scs.