TADHKIRAH: Jurnal Terapan Hukum Islam dan Kajian Filsafat Syariah Volume 1 Nomor 3 September 2024 e-ISSN : x-x, dan p-ISSN : x-x. Hal. DOI : a Available online at : https://ibnusinapublisher. org/index. php/TADHKIRAH Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Darul Istiqomah Bojonegoro sebagai Lembaga Pendidikan Fani Burhan Firmansyah UIN Walisongo. Semarang. Indonesia Korespondensi penulis : Balbunder49@email. Abstract. This article discusses the history of the establishment of Pondok Pesantren Darul Istiqomah Bojonegoro as an educational institution. Darul Istiqomah Islamic Boarding School was founded in 1996 by KH. Abdul Hamid Saifuddin Zuhri Al Musyafa or better known as Kh. Saifuddin. Previously. Kh. Saifuddin had established Assulaiman Islamic Boarding School in 1984 in Nglumber Village. In its heyday. Assulaiman Islamic Boarding School had many students. But in 1994. Kh. Saifuddin decided to close the Assulaiman Islamic Boarding School because he experienced obstacles in preaching. Then he moved to Woro Village and established a new boarding school called Darul Istiqomah Islamic Boarding School. This article also discusses the biography of the boarding school caregiver. Kh. Saifuddin and the development of Darul Istiqomah Islamic Boarding School until now. Keywords: Islamic Boarding School. Kh. Saifuddin. Assulaiman. Darul Istiqomah. Abstrak. Artikel ini membahas tentang sejarah berdirinya Pondok Pesantren Darul Istiqomah Bojonegoro sebagai lembaga pendidikan. Pondok Pesantren Darul Istiqomah didirikan pada tahun 1996 oleh KH. Abdul Hamid Saifuddin Zuhri Al Musyafa atau lebih dikenal dengan Kh. Saifuddin. Sebelumnya. Kh. Saifuddin telah mendirikan Pondok Pesantren Assulaiman pada tahun 1984 di Desa Nglumber. Pada masa jayanya. Pondok Pesantren Assulaiman banyak mendapatkan santri. Namun pada tahun 1994. Kh. Saifuddin memutuskan menutup Pondok Pesantren Assulaiman karena mengalami hambatan dalam berdakwah. Kemudian beliau hijrah ke Desa Woro dan mendirikan pondok baru bernama Pondok Pesantren Darul Istiqomah. Artikel ini juga membahas tentang biografi pengasuh pondok yaitu Kh. Saifuddin beserta perkembangan Pondok Pesantren Darul Istiqomah hingga saat ini. Kata kunci: Pondok Pesantren. Kh. Saifuddin. Assulaiman. Darul Istiqomah PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara yang mayoritas penduduknya beragama muslim. Menurut beberapa sumber mengatakan bahwa awal masuknya islam ke Nusantara itu pada abad ke-7 Masehi (Mujib, 2. Bukti bahwa islam sudah masuk pada abad ke-7 Masehi ialah dengan berita cina dari Dinasti Tang mencatat bahwa pada 674 M sudah terdapat perkampungan yang bernama Barus atau Fansur berada di pantai barat Sumatra yang dihuni oleh orang arab yang beragama islam (Fuaddah, 2. Pada abad ini orang arab menyebarkan islam dengan cara berdagang dan ada juga yang berdakwah sebagaimana yang dilakukan oleh walisongo saat penyebaran islam diJawa. Ada beberapa jalur yang digunakan dalam penyebaran islam di Nusantara. Pertama, melalui jalur perdangangan, kedua jalur perkawinan, ketiga jalur akulturasi budaya, keempat jalur pendidikan, kelima jalur politik, keenam jalur tasawwuf. Dalam awal penyebaran islam, jalur perdagangan lah yang gampang diterima oleh Masyarakat Received : Juni 20, 2024. Revised : Juli 07, 2024. Accepted: Juli 21, 2024. Online Available : Juli 23, 2024 * M. Fani Burhan Firmansyah. Balbunder49@email. Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Darul Istiqomah Bojonegoro sebagai Lembaga Pendidikan yang menjadikan begitu cepat dan berkembang dalam penyebaran agama islam. Selain jalur perdagangan, jalur pendidikan juga berperan penting dalam penyebaran islam. Jalur ini dilakukan oleh para ulama/daAoi ini murni mempunyai misi untuk menyebarkan agama islam, bukan untuk berdagang. Tapi dalam praktik penyebarannya para pedagang yang mengarahkan para ulama/daAoi. Jalur pendidikan ini sangat penting. Sebab, dakwah islam yang awalnya dikenal di pantai sepanjang rute perdagangan akhirnya dapat berkembang luas hingga ke pulaupulau Nusantara bagian timur. Jalur pendidikan ini nantinya akan terbentuk beberapa lembaga pendidikan islam yang tersebar luas di Indonesia termasuk Pesantren. Pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia yang masih ada sampai saat ini. Lembaga pesantren ini ada pertama kalinya pada generasi pertama Wali Songo yakni, pesantren Syeikh Mawlana Malik Ibrahim di Gresik didirikan tahun 1419 M sebagai tempat penyebaran islam di Gresik. Jawa Timur (Misbah & Rozi, 2. Oleh karena itu. Syeikh Mawlana Malik Ibrahim dianggap sebagai bapak spiritual Wali Songo, gurunya guru . oko gur. tradisi pesantren ditanah jawa. Lalu, pada periode berikutnya berdirilah pesantren Sunal Ampel didaerah Ampel Denta. Dari pesantren Sunan Ampel inilah nantinya akan menjadi cikal-bakal berdirinya pesantren diseluruh wilayah Nusantara. Seperti, pesantren Sunan Giri di Sidomukti Gresik dan pesantren Raden Fatah di Desa Glagah Wangi yang berada di Selatan Jepara. Sejak awal kehadiran agama Islam di Nusantara, pesantren berfungsi sebagai lembaga pendidikan dan tempat penyebaran agama Islam. Pesantren mempunyai pengaruh yang cukup besar dalam penyebaran islam dikarenakan dengan adanya pesantren Masyarakat bisa mempelajari agama islam lebih dalam. Pesantren merupakan media Islamisasi masyarakat nusantara yang dengan mudah diterima oleh masyarakat pribumi saat itu Kebagaman dan perilaku masyarakat Muslim dapat dibentuk dengan lebih baik dari generasi ke generasi dengan adanya pondok pesantren (Susilo & Wulansari, 2. Terbukti sampai saat ini banyak dari orang tua menyerahkan anaknya pada pesantren untuk di didik menjadi pribadi muslim yang jauh lebih baik dan juga bermanfaat untuk masyarakat. Orang tua memilih pesantren sebagai tempat pendidikan anaknya karena berbagai alasan. Misalnya, ada orang tua yang memilih menitipkan anaknya ke pesantren yang sederhana tanpa mempertimbangkan fasilitas dan gedungnya, tetapi mereka lebih suka menitipkan anaknya kepada kiai yang memiliki sanad keilmuan yang jelas dan kuat. Sebagian orang tua memondokan anaknya agar bisa belajar hidup sederhana, memahami arti hidup, rela berbagi, dan bekerja sama. Karena pada dasarnya pendidikan merupakan investasi jangka Panjang bagi masa depan seseorang. Sehingga jika berbicara tentang cara mendidik seorang anak harus benar-benar diperhatikan lembaga TADHKIRAH - VOL. NO. 3 SEPTEMBER 2024 p-ISSN : x-x, e-ISSN : x-x. Hal 19-36 Oleh karena itu, pesantren merupakan lembaga pendidikan yang ideal dan paling aman. Alasan utama adalah orang tua mendapatkan jaminan lebih baik dari segi pemahaman agama yang didukung dengan bekal ilmu pengetahuan umum seperti. Ilmu Sains. Matematika, teknologi, dan yang kini sudah diajarkan oleh berbagai pesantren dan juga dikarenakan banyak anak yang tidak mempunyai etika atau moral yang baik meskipun anak itu tergolong pintar dalam akademik. Hal itu terjadi karena buruknya lingkungan anak tersebut. Dalam hal ini pesantren juga berperan penting dalam membentuk karakter anak menjadi lebih baik, karena Sebuah karakter yang baik dapat terbentuk apabila seseorang melakukan atau menjalani suatu kegiatan yang positif yang ada dalam lingkungannya. Seperti, sholat berjamaah tepat waktu. MutholaAoah . elajar diulang-ulan. , gotong royong membersihkan lingkungan atau biasa disebut dengan AutakrisAy dan sebagainya. Salah satu dari banyaknya pondok pesantren diwilayah Indonesia, terutama diJawa yang memiliki tujuan seperti diatas adalah Pondok Pesantren Darul Istiqomah woro. Bojonegoro. Pondok Pesantren Darul Istiqomah mempunyai Visi Tegaknya Amar MaAoruf Nahi Munkar di atas Ahlussunnah Wal JamaAoah, dan salah satu Misinya yakni. Mencetak generasi yang beriman dan berakidah Ahlusunnah Wal JamaAoah. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk meneliti tentang Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Darul Istiqomah Sebagai Lembaga Pendidikan. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah . mengetahui sejarah berdirinya Pondok Pesantren Darul Istiqomah. mengetahui perkembangan Pondok Pesantren Darul Istiqomah. mengetahui biorgrafi pengasuh Pondok Pesantren Darul . mengetahui sistem pendidikan Pondok Pesantren Darul Istiqomah. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sumber data dari penelitian ini diperoleh dari data primer dan sekunder. Adapun data primer diperoleh melalui wawancara langsung di Pondok Pesantren Darul Istiqomah, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku dan jurnal artikel sebelumnya yang terkait dengan kajian penelitian ini. Tehnik analisis data penelitian ini ini menggunakan pendekatan analisis dreskiptif kualitatif. Menurut I Made Winarta analisis dreskiptif kualitatif adalah memberikan paparan atau penggambaran mengenai situasi atau kondisi yang diteliti dalam bentuk naratif yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan studi pustaka sehingga dapat dipahami oleh orang lain(Winartha & Hardjono, 2. Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Darul Istiqomah Bojonegoro sebagai Lembaga Pendidikan HASIL DAN PEMBAHASAN Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Darul Istiqomah Pesantren memiliki arti keislaman dan keaslian . Indonesia. "Santri" diduga berasal dari istilah Sansekerta "sastri", yang berarti "melek huruf", atau dari bahasa Jawa "cantrik", yang berarti "orang yang mengikuti gurunya ke mana pun mereka pergi. Sementara "pesantren" berarti tempat para santri atau murid pesantren. Ini menunjukkan bahwa pesantren setidaknya terdiri dari tiga komponen: santri, kiai, dan asrama (MaAorifah & Mustaqim, 2. Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan berbasis islam yang kajian utamanya adalah mempelajari ilmu-ilmu agama islam. Seperti mempelajari ilmu tafsir al-QurAoan. Ilmu Fiqh. Ilmu Hadits, dan lain-lain dengan tujuan untuk membentuk kepribadian sebagai muslim yang taat pada ajaran islam. Tujuan ini sesuai dengan Pondok Pesantren Darul Istiqomah yang dibangun oleh KH. Abdul Hamid Saifuddin Zuhri Al Musyafa atau lebih dikenal dengan sebutan Kh. Saifuddin pada 15 November 1996 M. Kh. Saifuddin mulai merintis pondok pesantren pada tahun 1980. Beliau memulainya dengan membangun langgar kecil yang dia buat sendiri. Langar kecil ini hanya bisa memuat untuk sebagian santri yang mengaji kepada beliau. Pada awalnya santri yang mengaji kepada beliau tidaklah banyak hanya beberapa saja dan termasuk teman beliau sendiri. Keilmuan dan metode dakwah Kh. Saifuddin dapat menarik santri dan penduduk di sekitar Kecamatan Kepohbaru untuk belajar kepadanya. Pada tahun 1980, dua murid memilih untuk tinggal di langgar Kh. Saifuddin. Tujuan mereka adalah untuk mendapatkan lebih banyak pengetahuan dari beliau (Afifah, 2. Pada tahun 1984 Kh. Saifuddin mendirikan pondok pesantren di Dusun Janar. Desa Nglumber. Kecamatan Kepohbaru. Kabupaten Bojonegoro. Pondok ini diberi nama AuAssulaimanAy oleh Kh. Saifuddin dengan alasan terinspirasi oleh kakek beliau yang bernama Sulaiman. Pada masa ini banyak santri yang berdatangan dari berbagai penjuru wilayah bojonegoro yang jumlahnya mencapai ratusan untuk belajar kepada Kh. Saifuddin. Seperti dalam wawancara, sebagai berikut: AuTahun 1984 kulo wis mulai mbangun pondok pesantren neng Dusun Janar. Deso Nglumber sing tak wenehi jeneng Pondok Pesantren Assulaiman. Jeneng Assulaiman iku amarga kulo terinspirasi karo mbah buyut kulo sing jenenge Sulaiman. Pesantren iki awale maju lan santri pesantren iki nganti atusan sing saka deso-deso neng BojonegoroAy. TADHKIRAH - VOL. NO. 3 SEPTEMBER 2024 p-ISSN : x-x, e-ISSN : x-x. Hal 19-36 (Tahun 1984 saya sudah mulai membangun pondok pesantren di Dusun Janar. Desa Nglumber yang saya beri nama Pondok Pesantren Assulaiman. Nama Assulaiman ini karena saya terinspirasi dari kakek buyut saya yang namanya Sulaiman. Pesantren ini awalnya maju dan santri pesantren ini hingga ratusan dari desa-desa di Bojonegor. Tujuan santri berbondong-bondong datang ke Pondok Pesantren Assulaiman ini agar dapat bermukim menunut ilmu kepada Kh. Saifuddin Tahun 1985 sampai 1988 M, santri baru konsisten semakin bertambah hingga membuat asrama Pondok Pesantren Assulaiman yang dibangun di atas lahan yang luasnya 1 hektare ini tidak sanggup lagi untuk menampung para santri-santri baru tersebut. Tujuan Akan tetapi, saat masa jayanya Pondok Pesantren Assulaiman. Kh. Saifuddin menerima ujian berat, yaitu mengalami hambatan dalam upaya beliau Ketika berdakwah hingga pada tahun 1994 M. Beliau memutuskan untuk menutup Pondok Pesantren Assulaiman dan tidak meneruskan lagi Pondok Pesantren Assulaiman di Dusun Janar. Desa Nglumber. Kecamatan Kepohbaru. Setelah menutup Pondok Pesantren Assulaiman. KH. Saifuddin memutuskan untuk hijrah dari Dusun Janar. Desa Nglumber bersama istri dan anaknya untuk memperjuangkan agama Islam. KH. Saifuddin memutuskan untuk menempati sebidang tanah kosong yang sebenarnya tidak layak untuk ditinggali atas dasar petunjuk atau isyarah. Sebidang tanah kosong yang tidak layak huni ini berada di Desa Woro. Kecamatan Kepohbaru. Daerah ini sering terjadi banjir dan disekelilingnya terdapat rawa dan pohon besar (Afifah, 2. Pada waktu ini, istri pertama dan kedua Kh. Saifuddin yakni. Nyai Mukhotimatun dan Nyai Kasiroh serta keempat anaknya harus tinggal sementara dirumah ayah mertua Sedangkan beliau sendiri harus tinggal seorang diri dibangunan 2x3 meter yang ada disebidang tanah kosong. Tanah ini awalnya merupakan tanah milik warga desa woro sendiri, kemudian dibeli oleh Kh. Saifuddin beserta bangunan berukuran 2x3 itu. Tanah dan bangunan inilah yang nantinya menjadi cikal bakal berdirinya pondok pesantren Darul Istiqomah. Tanah ini dianggap angker oleh Masyarakat setempat. Sehingga konon selama beberapa waktu Kh. Saifuddin harus memindahkan penghuni lahan yang terdiri dari bangsa jin, agar nanti tempat ini bisa dihuni dengan layak dan nyaman. Keputusan Kh. Saifuddin dalam menutup pondok pesantren Assulaiman menuai banyak kontrovesi, baik dari masyarakat atau kerabat beliau sendiri. Saat itu beliau sampai dianggap "gila" karena telah menutup atau membubarkan pondok pesantren assulaiman. ada juga yang memfitnah bahwa beliau telah durhaka terhadap orang tuanya. tidak ada satupun dukungan dari Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Darul Istiqomah Bojonegoro sebagai Lembaga Pendidikan keluarga maupun Masyarakat yang didapatkan oleh Kh. Saifuddin dalam masa ini, kecuali satu santri, yakni Kang Tafakun. Kang Tafakun merupakan santri dari Desa Cengkir. Kecamatan Kepohbaru yang setia menemani Kh. Saifuddin dalam ujian besarnya ini (Putri, 2. Kh. Saifuddin mengalami masa sulit pada tahun pertama di Desa Woro, bangunan kecil terbuat dari bambu yang ditempati oleh beliau dan keluarganya sering terkena banjir, sehingga mengakibatkan lantai yang beralaskan tanah ini penuh dengan lumpur. Kondisi ini menjadikan istri dan anak-anak beliau harus tidur dilantai tanah dengan alas seadanya, ditambah badai fitnah yang belum kunjung usai membuat kehidupan Kh. Saifuddin beliau seolah berada dalam pengasingan. Suasana ini terus berlanjut hingga lebih dari satu tahun. Meskipun mengalami banyak cobaan. Kh. Saifuddin tetap percaya bahwa apa yang dia lakukan benar dan Allah SWT akan menghapus kebatilan yang menghambat dakwahnya. Atas kehendak Allah, pada tahun keduadi Desa Woro, sudah mulai terlihat tanda-tanda kebenaran dari tindakan yang dilakukan oleh Kh. Saifuddin dalam menutup pondok pesantren Assulaiman. Setelah itu satu persatu masyarakat dan para santri dating Kembali ke Kh. Saifuddin untuk meminta maaf atas perlakuan mereka yang sudah menuduh Kh. Saifuddin dengan tuduhan yang tidak benar. Setelah KH. Abdul Hamid Saifuddin Zuhri Al Musyafa dinyatakan tidak bersalah, masyarakat sekitar mulai membantunya membangun pondok pesantren baru di Desa Woro. Membantu menyediakan fasilitas mengaji dengan menggunakan modal seadanya dari masyarakat sekitar. Beberapa tempat untuk mengaji mulai dibangun dengan dinding terbuat dari bambu dari sisa-sisa bangunan Pondok Pesantren Assulaiman Untuk menyelesaikan pembangunan pondok pesantren baru di Desa Woro, beberapa ruang mengaji sederhana dibangun dan kegiatan mengaji dimulai Kembali. Hubungan antara Kh. Saifuddin dengan masyarakat dan para santri alumni Pondok Pesantren Assulaiman semakin baik. Lalu. Kh. Saifuddin meminta kepada mereka untuk membangun musholla guna menguji kesetiaan mereka. Lalu, para santri dan masyarakat melakukan iuran dana untuk membangun musholla dalam memperlihatkan kesetiaan mereka kepada Kh. Saifuddin. dari sinilah awal mula terbentuknya Pondok Pesantren Darul Istiqomah. Pondok Pesantren Darul Istiqomah, secara bahasa Darul memiliki arti Aurumah atau tempatAy, sedangkan Istiqomah berasal dari Bahasa Arab berarti AuluasAy. Pengertian dari Istiqomah adalah usaha dalam menjaga perbuatan baik dijalan Allah yang dilakukan secara konsinten dan tidak berubah. Sehingga Kh. Saifuddin memberi nama AuDarul IstiqomahAy dengan harapan setiap santri yang belajar dipondok ini dapat istiqomah dalam menegakkan TADHKIRAH - VOL. NO. 3 SEPTEMBER 2024 p-ISSN : x-x, e-ISSN : x-x. Hal 19-36 amar maAoruf nahi munkar diatas akidah Ahlussunnah Wal Jamaah. Seperti dalam wawancara berikut. AuMbah Yai berharap setiap santri yang menempuh pendidikan di Pesantren Darul Istiqomah ini, semuanya istiqomah menegakkan amar maAoruf nahi munkar diatas akidahnya Ahlus Sunnah Wal JamaahAy. Setelah musholla berdiri para santri dan masyarakat sekitar meramaikan Pondok Pesantren baru untuk mengaji. Dengan ini. Pondok Pesantren Assulaiman Kembali hadir dengan kondisi yang lebih layak dan baik. Pondok Pesantren Assulaiman berganti nama menjadi Pondok Pesantren Darul Istiqomah pada tanggal 15 November 1996 M. Biografi Pengasuh kata AuKyaiAy tidaklah asing dalam dunia pesantren. Karena Kyai merupakan salah satu unsur pokok yang harus ada dalam dunia pesantren. Kyai adalah figur masyarakat yang memiliki peran strategis dan penting. terkait erat dengan statusnya sebagai pendidik yang dihormati di masyarakat dan memberikan pendidikan Islam kepada penduduk desa dan santi-santrinya. Menurut Sukamto dalam Nur Rahmat Peran Kyai Dalam pondok pesantren bisa dijelaskan sebagai berikut. Kyai tidak hanya dianggap sebagai guru agama, tetapi juga dianggap oleh santri sebagai seorang bapak atau orang tuanya sendiri. Dengan demikian, santri menempatkan Kyai sebagai seorang yang disegani, dihormati, dipatuhi, dan dianggap sebagai sumber ilmu pengetahuan bagi santri (Rahmat, 2. KH. Abdul Hamid Saifuddin Zuhri Al Musyafa merupakan seorang Kyai yang alim, pintar, dan sabar. Terbukti dari penjelasan sebelumnya Kh. Saifuddin selalu sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan yang diberikan oleh Allah SWT kepadanya. Sehingga dengan kesabaranya itu terciptalah Pondok Pesantren Darul Istiqomah di Woro. Bojonegoro. Tentunya, dalam perjuangan nya itu Kh. Saifuddin tidak sendirian melainkan juga dengan istrinya. Dalam masa sulit dahulu. Kh. Saifuddin selalu mendapatkan dukungan kuat dari istrinya sendiri. KH. Saifuddin memiliki 4 istri, istri pertama Nyai Hj. Mukhotimatun, istri kedua Nyai Kasiroh, istri ketiga Nyai Roudhotul Jannah, dan istri keempat Nyai Asmawar. Dengan ke empat istri itu. Kh. Saifuddin di karuniai 19 anak terdiri dari 9 laki-laki dan 10 perempuan, kesembilan belas anak tersebut adalah. Nyai Hj. Mukhotimatun Gus Muhammad Najih Surohuddin menikah dengan Ning Iva Nur Lailiyah dan dikaruniai 3 anak. Ning Ayuneva Nafisa Najih. Ning Ayuneva Raffica Najih. Ning Ayuneva Dhafira Najih. Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Darul Istiqomah Bojonegoro sebagai Lembaga Pendidikan C Ning Iffah Almaziyah menikah dengan Gus Muhammad Ali Siswanto dan dikaruni 2 anak. Gus Sultan Hamangku Jaya. Gus Muhammad Idrus Among Djiwo. Ning Muhandis Herawati Fink Funk menikah dengan Gus Dedi Eko Sukoco dan dikaruniai 2 anak. Ning Shintya Nisyaggie. Ning Shimsomiel Hujjaji. Gus Ahmad Najah Subanuddin menikah dengan Ning Dewi Nafisatul Layla dan dikaruniai 1 anak. Gus Muhammad Sholahuddin Syubban HM. Ning Fithi Fitriya menikah dengan Gus Sunu Sonirul dan dikaruniai 2 anak. Ning Rihayati Halwah. Gus M. Hamar Hulalil. Gus Ahmad Burhan Subahruddin Buyut Samudra. Ning Putri Ayu Gundasari Ulya (Almarhuma. Gus Muhammad Mahdinuddin Madinatul Asror. Nyai Kasiroh Gus Muhammad Jabir Jabadruddin Tunggul Pamungkas. Gus Muhammad Khobar Khoiruddin. Gus Muhammad Jujud Sirajuddin. Ning Hilalul Mamluah. Gus Muhammad Yusron Muhibbuddin. Ning Genduk Nur Rohmah (Almarhuma. Ning Bilqis Kumala Jodha. Nyai Roudhotul Jannah (Almarhuma. C Gus Muhammad Farod Fahruddin Barod Putih. Ning Nur Hadiyati Wirda Makki. Nyai Asmawar Ning Indah Maulida Zuhri (Putri, 2. Perkembangan Pondok Pesantren Darul Istiqomah Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua diIndonesia. Seiring berjalannya waktu. Pondok Pesantren mengalami perkembangan/perubahan yang disesuaikan oleh keadaan zaman atau juga karena dorongan dari masyarakat untuk menjadikan Pondok Pesantren lebih maju, agar dalam memondokkan anaknya orang tua tidak khawatir akan ketertinggalan nya dengan sekolah formal lainya. Hal ini terbukti dengan banyaknya lulusan agama yang menjadi tokoh negara Seperti. Mahfud MD yang merupakan alumni Pondok Pesantren Al Mardhiyyah yang terletak di Waru. Pamekasan. Madura. serta ada lulusan Pondok Pesanhtren yang menjadi seorang Dokter seperti Faizal TADHKIRAH - VOL. NO. 3 SEPTEMBER 2024 p-ISSN : x-x, e-ISSN : x-x. Hal 19-36 Okta Widiyanto menjadi satu dari 20 dokter baru Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) yang dilantik pada hari Kamis, 19 Januari 2023. tak hanya itu. Faizal juga merupakan seorang hafiz. Dua contoh diatas membuktikan bahwa Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam telah membuktikan keberadaan dan keberhasilannya dalam meningkatkan sumber daya manusia . uman resources developmen. dan telah berhasil membina dan mengembangkan kehidupan beragama di Indonesia (Alfurqon, 2. Dalam hal perkembangan. Pondok Pesantren Darul Istiqomah melalui berbagai tahap. Sejarah Perkembangan Pondok Pesantren Assulaiman Pondok Pesantren Assulaiman merupakan pondok pesantren pendahulu dari Pondok Pesantren Darul Istiqomah Woro. Pondok ini didirikan oleh Kh. Saifuddin pada tahun 1984. Pada tahun ini banyak santri mulai berdatangan, dan puncaknya pada tahun 1988 Pondok Pesantren Assulaiman yang dimana asrama pondok pesantren tersebut tidak mampu untuk menampung para santri baru yang setiap tahun terus Pondok Pesantren Assulaiman berkembang karena ketertarikan santri dan masyarakat terhadap keilmuan dan cara dakwah KH. Abdul Hamid Saifuddin Zuhri Al Musyafa, yang membuat masyarakat mulai mengenal dan berbondong-bondong untuk menimba ilmu dari beliau. Selain itu. Pondok Pesantren Assulaiman mulai dikenal oleh masyarakat karena KH. Abdul Hamid Saifuddin Zuhri Al Musyafa sering menghadiri undangan ceramah dibeberapa daerah seperti. Kabupaten Bojonegoro, lamongan, dan Tuban (Afifah, 2. Dalam wawancara yang dilakukan kepada Gus Najih sistem pendidikan Pondok pesantren Assulaiman adalah sistem salafiyah atau tradisional yang tetap mempertahankan materi pelajaran yang bersumber dari kitab kuning. Sedangkan, pendidikan formal pada Pondok Assulaiman tidak ada, karena Kh. Saifuddin masih tetap mempertahankan sistem tradisonal dan belum memiliki keinginan untuk menerapkan pendidikan formal. Kh. Saifuddin pada masa Pondok Pesantren Assulaiman hanya menerima santri yang telah dewasa atau yang telah lulus sekolah pada jenjang terakhir. Namun. Pondok Pesantren Assulaiman hanya berjaya selama sebelas tahun. Pada tahun 1994 M. KH. Abdul Hamid Saifuddin Zuhri Al Musyafa harus menutupnya karena dia menghadapi tantangan besar dalam misi dakwahnya, serta masalah internal dalam keluarga besarnya. Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Darul Istiqomah Bojonegoro sebagai Lembaga Pendidikan Periode Pondok Pesantren Darul Istiqomah Pondok Pesantren Darul Istiqomah Woro merupakan pondok pesantren pewaris dari Pondok Pesantren Assulaiman, pondok pesantren tersebut hadir kembali dengan nama yang baru, yakni AuDarul IstiqomahAy, pondok pesantren ini termasuk diantara pondok pesantren yang menghadapi perkembangan yang cukup cepat. Perkembangan Pondok Pesantren Darul Istiqomah Woro tidak luput oleh pengaruh dan peran yang begitu hebat dari pengasuh pondok pesantren, yakni KH. Abdul Hamid Saifuddin Zuhri Al Musyafa yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Darul Istiqomah Woro sampai saat ini. Kh. Saifuddin yang menjadikan pondok pesantren tersebut menjadi maju dan berkembang. Pondok Pesantren Darul Istiqomah Woro mengalami berbagai perkembangan dari tahun 1996 sampai 2024 M dan mengalami beberapa periode, sebagai berikut: Membentuk Progam PKBA (Pendidikan Khusus Bahasa Al-QurAoa. 19972004 M Setelah berdirinya Pondok Pesantren Darul Istiqomah Woro pada tahun 1996 M, kegiatan mengaji hanya ditujukan untuk orang dewasa, termasuk para ibu bapak dan alumni Pondok Pesantren Assulaiman. Tidak ada kegiatan mengaji untuk anak-anak usia SD dan SMP di Pondok Pesantren Darul Istiqomah Woro. Kh. Saifuddin berpikir untuk membuat program baru untuk anak-anak yang masih dalam usia sekolah pada tahun 1997 M. PKBA (Pendidikan Khusus Bahasa AlQur'a. adalah program pendidikan yang bertujuan untuk mengajarkan dasardasar ilmu bahasa Arab kepada anak-anak yang masih belajar di bangku Sekolah Dasar (SD). Santri di PKBA diajarkan materi dasar seperti tashrif, i'lal, shorof, dan ilmu nahwu tahap awal. Melalui progam ini. Kh. Saifuddin berharap para santri bisa mampu memahami agama islam sebagai bekal mereka Ketika masuk Kegiatan PKBA dilaksanakan setiap hari mulai pukul 13:00 sampai 14:30 WIB. Kegiatan ini diikuti lebih dari 400 anak dari desa sekitar dan ada juga dari luar kecamatan. Progam PKBA dimulai dengan doa, dilanjutkan penyampaian materi yang berupa bait-bait nadhom berbahasa Jawa dan Indonesia yang dibuat oleh Kh. Saifuddin sendiri yang berjudul Khimar Al-SyuAora. Kegiatan ini ditutup dengan baris didepan halaman Pondok Pesantren yang dipandu oleh Kang Tasrun (Ustadz Darul Istiqoma. Beliau dengan semangat menata barisan para santri untuk melafadzkan bait-bait ilmu shorof dan nahwu yang baru diperoleh saat TADHKIRAH - VOL. NO. 3 SEPTEMBER 2024 p-ISSN : x-x, e-ISSN : x-x. Hal 19-36 belajar, kemudian setelah itu para santri baru diperbolehkan pulang kerumah masing-masing (Putri, 2. Seiring berjalannya waktu. Pondok Pesantren Darul Istiqomah Woro semakin maju dengan didukung oleh saluran informasi. Radio Baratayuda FM, yang secara teratur menyebarkan informasi tentang Pondok Pesantren Darul Istiqomah Woro. Dengan demikian, santri dan masyarakat yang tidak dapat menghadiri kegiatan mengaji di Pondok Pesantren Darul Istiqomah Woro dapat mendengarkan kegiatan mengaji secara langsung melalui Radio Baratayuda FM. Membentuk Program PONSATA (Pondok Satu Tahu. Pada Tahun 20052008 M Pada tahun 2005 Kh. Saifuddin Kembali membuat progam baru, dengan tujuan untuk memikat ketertarikan para pemuda. Progam ini merupakan kegiatan mempelajari berbagai ilmu dalam kurung waktu satu tahun. Kitab-kitab yang dipelajari pada progam ini seperti. Kitab Al-Jurumiyah. Kitab Al-Khulasa alAlfiyya. Kitab Tashrif. Kitab Al Maufud Nadhom Maqshud. Kitab Qowaidul I'lal. Kitab Jauhar Maknun. Kitab Ilmu Mantiq. Kitab Fiqih Sulamul Munajat. Kitab Kasyifatus Saja fi Syarh Safinatin Naja. Kitab Fathul Qarib. Dalam mempelajari berbagai ilmu seperti ini biasanya menghabiskan waktu dalam beberapa tahun. Tapi, pada progam PONSATA ini bisa ditempuh dalam satu tahun. Kegiatan sehari-hari santri program PONSATA hanya berpusat pada pendalaman ilmu. Hampir tidak ada waktu untuk santri dapat bermain. Mulai Waktu tahajjud sampai jam 10 malam para santri disibukkan oleh kegiatan mengaji, musyawarah, lalaran, sorogan, bandongan, dan wetonan. Sejak berdiri Pondok Pesantren Darul Istiqomah hingga tahun 2005, tahun terakhir inilah yang paling banyak santri mukim. Biasanya santri mukim selalu pasang surut. Banyak yang memilih mbajak Namun untuk tahun ini hampir jarang yang mbajak Santri mukim lebih dari 100 anak berusia SMA sampai usia Mahasiswa. Kehendak Allah swt Memang tak dapat diduga, ditengah usaha Darul Istiqomah untuk mendirikan sekolah formal ada program kemitraan Australia dan Indonesia metalus Departemen Agama yang akan memberikan bantuan dana pembangunan Madrasah Tsanawiyah di naungan Pondok Pesantren Melalui perjalanan panjang mulai pengajuan proposal, verifikasi. Akhirnyatahun 2008 Darul Istiqomah ditetapkan oleh AIBi (Australia Indonesia Basic Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Darul Istiqomah Bojonegoro sebagai Lembaga Pendidikan Education Progra. sebagai salah satu dari 504 pesantren penerima bantuan dana hibbah Australia se Indonesia. Membuka Sekolah Formal MTS-SA Darul Istiqomah Perkembangan zaman dan modernisasi yang terjadi dalam berbagai bidang kehidupan memberikan pengaruh yang cukup besar dalam bidang Diantara pengaruh yang ditimbulkan dalam bidang pendidikan adalah merosotnya nilai nilai Islam yang selama ini ditanamkan pada masyarakat muslim (Sirait, 2. Hal ini juga di dukung dengan merosotnya minat masyarakat muslim untukmenempuh pendidikan melalui pondok pesantren salaf. Keinginan Pondok Pesantren Darul Istiqomah Woro untuk terus melestarikan budaya "salaf" ala pesantren, agaknya asedikit Terhalang oleh perubahan pandangan sekelompok masyarakat terhadap dunia pendidikan. Sekolah formal dianggap satu satunya lembaga yang menjanjikan keberhasilan. Pandangan masyarakat yang keliru ini berdampak juga pada penurunan jumlah anak yang bersedia nyantri. Darul Istiqomah tidak ingin anak anak bangsa lari begitu saja dari dunia pesantren dan terbawa pengaruh liberalisasi dan sekulerisasi sekolah Untuk itu Darul Istiqomah mencoba menarik mereka kembali. Usaha men-salaf-kan sekolah modern harus di lakukanya itu dengan cara mendirikan madrasah di dalam naungan Pesantren salaf. Di bawah kepemimpinan K. Hasan Bisri sebagai ketua. Lembaga Pendidikan Ponpes Darul Istiqomah mulai bergerak menuju perkembangan dan perubahan yang cukup berarti. Pesantren mulai menyelenggarakan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 tahun (Program Depag untuk pendidikan Setara SMP), dan Kelompok Belajar Paket C (SetaraSMA). Program yang dikelola oleh Seksi bidang Pendidikan Ponpes Darul Istiqomah Bapak Sunawi. Ag ini dirasa masih kurang efektif karena minat masyarakat pada pendidikan kesetaraan memang tidak seperti pada madrasah atau sekolah umum. Oleh karenanya pengurus sepakat untuk mendirikan sekolah formal setingkat SMP/MTs. Awal Tahun 2009 pembangunan dimulai. Dikerjakan oleh KPM (Komite Pembangunan Madrasa. yang diketuai oleh Bapak Sunawi. Sekretaris Gus Najih Surohuddin. Pak Masijan sebagai bendahara, dan Gus Muhammad Ali siswanto yang mengurus administrasi keuangan. Dengan bimbingan konsultan dari AIBEP TADHKIRAH - VOL. NO. 3 SEPTEMBER 2024 p-ISSN : x-x, e-ISSN : x-x. Hal 19-36 dan pengawasan PMU akhirnya pada 11 Desember 2009 bangunan senialai 1,1 milyar ini selesai dikerjakan. Tahun 2010 MTS-SA Darul Istiqomah Islamic Boarding School diresmikan oleh Direktorat Jendral Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Jakarta. Acara peresmian MTs- SA dihelat bersamaan dengan Reuni Alumni Darul Istiqomah tanggal 19 Juni 2010 di halaman MTS-SA. Disaksikan oleh sekian ribu alumni, santri, dan masyarakat sekitar, acara peresmian yang ditandai pembukaan korden dan pelepasan balon ini berjalan lancar dan khidmat. Angkatan pertama MTs-SA hynya mendapat 25 santri namun dalam tahun ketiga telah mencapai 190 santri. 90% diantaranya bermukim di pesantren. Membuka Sekolah Formal MA-SA Darul Istiqomah Tahun ketiga MTs-SA menunjukkan perkembangan yang sangat baik. berkali kali menjuarai Porseni tingkat regional maupun Nasional. Tak ingin santri lulusan MTs-SA keluar tanpa bisa membimbing mereka hingga dewasa. Darul Istiqomah bertekad mendirikan Madrasah Aliyah sebagai kelanjutan dari MTsSA. Sabtu, 2 Juni 2012 dalam acara"Reuni Wisudadan Pembukaan MA". Darul Istiqomah mengumumkan membuka Madrasah Aliyah. Untuk angkatan pertama MA-SA mendapat 60 santri baru yang semuanya bermukim di pesantren. Sistem Pendidikan Pondok Pesantren Darul Istiqomah Sistem pendidikan merupakan rangkaian-rangkaian dari sub sistem atau unsurunsur pendidikan yang saling terkait dalam mewujudkan keberhasilannya. Ada tujuan, kurikulum, materi, metode, pendidik, peserta didik, sarana, alat, pendekatan dan sebagainya (Purwaningsih et al. , 2. Sejalan dengan perkembangan zaman. Pondok pesantren dikategorikan dalam tiga sistem pertama sistem lama . , kedua sistem modern . , ketiga sistem komprehensif . (Nihwan, 2. Dalam Pondok Pesantren Darul Istiqomah, sistem pendidikannya ialah sistem komprehensif. Artinya, dalam Pondok Pesantren Darul Istiqomah terdapat pendidikan formal dan non formal (Diniya. , pendidikan formalnya berupa sekolah Mts dan MA, non formalnya seperti sorogan, lalaran, bandungan dll. Seperti dalam wawancara kepada Gus Najih Surohuddin. AuSistem pendidikan yang dipakai dipondok ini ya seperti pondok pesantren umumnya, yakni ada pendidikan formal juga ada pendidikan non formalnya atau Diniyah. Untuk Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Darul Istiqomah Bojonegoro sebagai Lembaga Pendidikan formalnya ya sekolah MTS dan MA itu, dan yang non formalnya seperti sorogan, lalaran, bandungan, dan lain-lain. Ay Pendidikan formal Madrasah Tsanawiyah-SA Darul Istiqomah Madrasah Tsanawiyah (MT. merupakan jenjang sekolah menengah pada pendidikan formal lanjutan dari Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang ditempuh selama tiga tahun berawal dari kelas 7 hingga kelas 9. Lulusan dari Madrasah Tsanawiyah nantinya akan diarahkan untuk meneruskan pendidikan ke jenjang Madrasah Aliyah (MA) atau Sekolah Menengah Akhir (SMA). Dalam wawancara kepada Gus Najih. Kurikulum dari Madrasah Tsnawiyah (MT. Darul Istiqomah serupa dengan kurikulum Sekolah Menengah Pertama (SMP). Akan tetapi, selain mempelajari mata pelajaran umum juga ditambah mempelajari mata pelajaran agama Islam. Pembelajaran di MTs-SA Darul Istiqomah dilaksanakan pada hari senin, selasa, rabu, kamis, sabtu, ahad. Untuk hari jumAoat MTs-SA Darul Istiqomah tidak melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Visi dan Misi Madrasah Tsanawiyah-SA Darul Istiqomah ialah. Visi Terwujudnya insan yang beriman dan bertakwa, unggul dalam kecerdasan dan keterampilan, santun dalam perilaku. Misi Eo Mewujudkan MTs-SA Darul Istiqomah sebagai gerbang iman dan intelektual yang berwawasan pengembangan potensi peserta didik guna tercapainya khoirul ummah. Eo Menjadikan MTs-SA Darul Istiqomah sebagai pemelihara, penerus dan penerjemah sistem nilai Islam bagi peserta didik khususnya dan umat pada Eo Menjadikan MTs-SA Darul Istiqomah sebagai lembaga pendidikan yang memelihara nilai-nilai Islam dan sains berdasarkan Al-QurAoan dan As-Sunnah. Eo Menjadikan MTs-SA Darul Istiqomah sebagai lembaga pendidikan Islam yang secara professional berkhidmat kepada umat melalui pengembangan model dan manajemen pendidikan yang berkesinambungan dan integral. Madrasah Aliyah-SA Darul Istiqomah Madrasah Aliyah (MA) adalah jenjang pendidikan lanjutan dari Madrasah Tsanawiyah (MT. dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ditempuh selama TADHKIRAH - VOL. NO. 3 SEPTEMBER 2024 p-ISSN : x-x, e-ISSN : x-x. Hal 19-36 tiga tahun mulai dari kelas 10 hingga kelas 12. Kurikulum Madrasah Aliyah (MA) serupa dengan kurikulum Sekolah Menengah Akhir (SMA). Akan tetapi, selain mempelajari mata pelajaran umum juga ditambah mempelajari mata pelajaran agama Islam. Setelah masuk ke Madrasah Aliyah (MA), siswa dan siswi harus memilih salah satu dari empat jurusan yang tersedia. pertama Ilmu Pengetahuan Alam, kedua Ilmu Pengetahuan Sosial, ketiga Ilmu Keagamaan Islam, keempat Bahasa. Lulusan Madrasah Aliyah dapat meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi umum, perguruan tinggi agama Islam, atau bisa langsung bekerja. MA-SA Darul Istiqomah adalah jenjang pendidikan formal tertinggi dan terakhir di Pondok Pesantren Darul Istiqomah Woro. Siswa dan siswi baru di kelas sepuluh harus memilih tiga jurusan. Ada tiga jurusan di MA-SA Darul Istiqomah: Sains. Syar'i, dan Tahfidz, yang menghafal Al-Qur'an 30 juz. Pembelajaran di MA-SA Darul Istiqomah dilaksanakan pada hari senin, selasa, rabu, kamis, sabtu, ahad. Untuk hari jumAoat MA-SA Darul Istiqomah tidak melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Visi dan Misi Madrasah Aliyah-SA Darul Istiqomah ialah. Visi Terwujudnya insan yang beriman dan bertakwa, unggul dalam kecerdasan dan keterampilan, santun dalam perilaku. Misi Eo Mewujudkan MA-SA Darul Istiqomah sebagai gerbang iman dan intelektual yang berwawasan pengembangan potensi peserta didik guna tercapainya khoirul ummah. Eo Menjadikan MA-SA Darul Istiqomah sebagai pemelihara, penerus dan penerjemah sistem nilai Islam bagi peserta didik khususnya dan umat pada Eo Menjadikan MA-SA Darul Istiqomah sebagai lembaga pendidikan yang memelihara nilai-nilai Islam dan sains berdasarkan Al-QurAoan dan As-Sunnah. Pendidikan non formal Pada bidang pendidikan non formal Pondok Pesantren Darul Istiqomah Woro menerapkan lima macam metode pembelajaran yang sebagai berikut: Metode Sorogan Adapun istilah sorogan berdasar dari kata sorog (Jaw. yang artinya, yaitu Dalam pembelajaran metode sorogan para santri ini menyodorkan Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Darul Istiqomah Bojonegoro sebagai Lembaga Pendidikan kitab yang dipelajarinya di depan kyai dan santri diwajibkan membaca kitab tersebut untuk kyai dapat menyimaknya dan memberikan koreksi apabila ada kesalahan dari bacaan santri tersebut. Metode sorogan dalam peningkatan dan penerapannya dituntut harus terdapat ketekunan, keseriusan, kesabaran, dan ketertiban para santri. Dengan demikian, metode sorogan cukup efektif dalam pelaksanaanya yang menguatkan kyai untuk dapat membimbing, menilai, dan mengawasi para santrinya dengan cukup maksimal (Purnomo, 2. Metode Bandongan Bentuk pembelajaran dari metode bandongan, yaitu kyai membaca suatu kitab memakai bahasa daerah lokal serta kyai diharuskan untuk mengartikan kalimat-kalimat pada kitab dan menerangkan isi dari kitab yang dipelajarinya kepada santri. Sedangkan para santri juga membawa kitab yang serupa dan para santri diwajibkan harus menyimak serta mendengarkan kitab yang dibacakan oleh kyai, dan para santri diperlukan untuk mencatat terjemahan dan keterangan yang penting dari kitab tersebut (Nata, 2. Metode Lalaran Lalaran berasal pada bahasa Jawa Auuro-uroAy yang artinya Autetembungan seroAy atau perkataan keras. Metode lalaran merupakan metode hafalan yang santrinya harus menghafal suatu kalimat atau teks dari kitab-kitab yang sedang dikaji dan materi hafalannya berbentuk nadhom. Adapun nadhom merupakan rangkaian bait-bait syair yang isinya, yaitu materi. Kegiatan dari metode lalaran dengan cara mengulang-ulang hafalan nadzom dan dilagukan secara individu maupun bersama-sama. Metode lalaran memiliki prosedur, yaitu sercara berlanjut, dan secara bersambungan dengan tidak meninggalkan halaman-halaman berikutnya (Hidayah & Susilo, 2. Metode Wetonan Istilah Wetonan bersumber dari kata AuwektuAy dalam bahasa Jawa yang maksudnya adalah waktu, dikarenakan pembelajarannya diterapkan dalam waktuwaktu khusus saja. Pembelajaran metode wetonan ini santri-santri berpartisipasi dalam pelajaran dengan duduk di sekitar kyai yang menjelaskan kitab sedangkan santri menyimak pada kitabnya masing-masing. Metode wetonan ini dibagikan pada waktu-waktu khusus yang terkadang penerapan kegiatannya dibagikan pada sebelum atau setelah menjalankan sholat fardhu. Metode wetonan merupakan bentuk pembelajaran di pondok pesantren yang berdasar dari inisiatif kyai baik saat TADHKIRAH - VOL. NO. 3 SEPTEMBER 2024 p-ISSN : x-x, e-ISSN : x-x. Hal 19-36 memutuskan waktu, tempat, dan kitabkitabnya. Kelemahan pada metode wetonan, yaitu santri tidak memiliki kesempatan untuk bertanya dan menyampaikan pendapatnya (Fatah et al. , 2. Metode Musyawarah Metode musyawarah pada istilah lain disebut bahtsul masaAoil yang termasuk dalam metode pembelajaran berupa seminar dan diskusi (Anggiana. Pada kegiatannya para santri tersebut ditentukan jumlahnya untuk membentuk halaqah yang dibimbing langsung oleh kyai untuk mendiskusikan atau mengkaji permasalahan yang sudah disepakati sebelumnya. Metode musyawarah ini sangat mengutamakan pada keterampilan perseorangan santri dalam mengkaji dan menuntaskan suatu permasalahan dengan memakai argumen logika yang merujuk pada kitab-kitab tertentu yang dianggap sulit. Pada metode musyawarah para santri bebas mengajukan pendapat-pendapatnya dan dibolehkan untuk mengajukan pertanyaan. KESIMPULAN Pondok Pesantren Darul Istiqomah Bojonegoro didirikan oleh KH. Abdul Hamid Saifuddin Zuhri Al Musyafa pada tanggal 15 November 1996. Sebelumnya. Kh. Saifuddin telah mendirikan Pondok Pesantren Assulaiman pada tahun 1984 di Desa Nglumber. Pada masa kejayaannya. Pondok Pesantren Assulaiman banyak mendapatkan santri. Akan tetapi, pada tahun 1994 Kh. Saifuddin memutuskan menutup Pondok Pesantren Assulaiman karena mengalami hambatan dalam berdakwah. Setelah itu. Kh. Saifuddin hijrah ke Desa Woro dan mendirikan pondok baru bernama Pondok Pesantren Darul Istiqomah. Kh. Saifuddin mendirikan pondok ini dengan spirit untuk terus berdakwah dan mendidik santri di atas akidah Ahlussunnah Wal Jamaah. Pondok Pesantren Darul Istiqomah terus berkembang hingga saat ini menjadi salah satu pondok pesantren terkemuka di Bojonegoro. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Pondok Pesantren Darul Istiqomah didirikan atas dasar semangat keilmuan dan dakwah Kh. Saifuddin untuk terus menyebarkan ajaran Islam yang benar. Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Darul Istiqomah Bojonegoro sebagai Lembaga Pendidikan DAFTAR REFERENSI Afifah. Sejarah Perkembangan Pondok Pesantren Darul Istiqomah Desa Woro. Kecamatan Kepohbaru. Kabupaten Bojonegoro Tahun 1996-2021 M. Alfurqon. Perkembangan Pesantren Dari Masa Ke Masa. Hadharah: Jurnal Keislaman Dan Peradaban, 13. , 1Ae16. Anggiana. Metode Musyawarah Dalam Pembelajaran Fiqh Di Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Al-Hidayah. Fatah. Taufiq. , & Bisri. Rekonstruksi Pesantren Masa Depan: Dari Tradisonal. Modern. Hingga Post Modern. PT Listafariska Putra. Fuaddah. Sejarah Islam di Indonesia: Sudah Masuk sejak Abad ke-7 Ditunjukkan oleh Berita China Zaman Dinasti Tang. Intisari Online. Hidayah. , & Susilo. Tradisi Lalaran Sebagai Upaya Memotivasi Hafalan Santri. Jurnal Intelektual: Jurnal Pendidikan Dan Studi Keislaman, 10(Apri. MaAorifah. , & Mustaqim. Pesantren sebagai Habitus Peradaban Islam Indonesia. Jurnal Penelitian, 9. , 347Ae366. Misbah. , & Rozi. Sejarah Pesantren dan Tradisi Keilmuannya di Jawa. Al-Jadwa: Jurnal Studi Islam, 01. , 116Ae129. https://doi. org/10. 38073/aljadwa. Mujib. SEJARAH MASUKNYA ISLAM DAN KERAGAMAN KEBUDAYAAN ISLAM. Jurnal Dewantara. XI, 117Ae124. Nata. Sejarah pertumbuhan dan perkembangan lembaga-lembaga pendidikan Islam di Indonesia. Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasind. Nihwan. TIPOLOGI PESANTREN ( MENGKAJI SISTEM SALAF DAN MODERN ). Jurnal Pemikiran Dan Ilmu Keislaman, 2. Purnomo. Manajemen Pendidikan Pondok Pesantren. In A. Zaimina (Ed. Bildung Pustaka Utama (CV. Bildung Nusantar. Purwaningsih. Oktariani. Hernawati. Wardarita. , & Utami. Pendidikan Sebagai Suatu Sistem. Jurnal Visionary: Penelitian Dan Pengembangan Dibidang Administrasi Pendidikan, 10, 21Ae26. Putri. Buku Pribadi Santri Putri Pondok Pesantren Darul Istiqomah. Rahmat. Peran Kyai Dalam Upaya Pembaruan Pendidikan Di Pondok Pesantren Tri Bhakti At-Taqwa Rama Puja Raman Utara Lampung Timur. Sirait. Latar Belakang Historis Modernisasi Pendidikan Islam. Jurnal on Education, 06. , 10832Ae10843. Susilo. , & Wulansari. Sejarah Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia. Tamaddun: Jurnal Kebudayaan Dan Sastra Islam, 20. , 83Ae96. Winartha. , & Hardjono. Metode penelitian sosial ekonomi. Yokyakarta: Andi. TADHKIRAH - VOL. NO. 3 SEPTEMBER 2024