Equilibrium: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya Tersedia online di http://e-journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN: 2303-1565 E-ISSN: 2502-1575 Analisis penggunaan spaylater di kalangan mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas PGRI Madiun Kiki Dwi Setyaningtiyas1. Novita Erliana Sari2. Yahya Reka Wirawan 3 Program Studi Pendidikan Ekonomi. FKIP. Universitas PGRI Madiun. Indonesia, 63118 kiki_202107022@unipma. id*, novitaerliana@unipma. id , yahyareka@unipma. Abstrak Kemajuan teknologi memberikan dampak besar terhadap mahasiswa, khususnya dalam meningkatkan produktivitas dan menyelesaikan pekerjaan, salah satunya melalui layanan pembayaran kredit online yang cukup populer di kalangan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi yaitu fitur spaylater. Dari observasi awal yang dilakukan, sebanyak 20 mahasiswa aktif menggunakan spaylater, sementara 4 lainnya pernah mencobanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan spaylater di kalangan mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas PGRI Madiun. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan sumber data utama berasal dari mahasiswa dan data sekunder berupa dokumen pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kondisi keuangan mahasiswa tergolong stabil karena ditanggung oleh uang saku orang tua. Namun, spaylater tetap menjadi alternatif saat dana terbatas. Frekuensi penggunaan bervariasi dan cenderung meningkat saat terdapat promo atau voucher. Alasan utama mahasiswa memanfaatkan layanan ini adalah karena adanya potongan harga dan cashback. Faktor yang mempengaruhi antara lain aspek psikologis, sosial, teknis, ekonomi, serta literasi keuangan. Walaupun memberikan kemudahan dalam transaksi, spaylater juga dapat memicu perilaku Secara keseluruhan, mahasiswa merasa puas dengan layanan ini karena belum menemui hambatan yang berarti. Kata kunci: mahasiswa. kredit online. Diterima. 21-07-2025 Accepted 23-12-2025. Diterbitkan 28-01-2026 Analysis of spaylater usage among economic education students at Universitas PGRI Madiun Abstract Technological advancements have had a significant impact on students, especially in improving productivity and completing tasks. One such development is the use of online credit payment services, which have become quite popular among Economic Education studentsAiparticularly the SpayLater feature. Based on initial observations, 20 students are active users of SpayLater, while 4 others have used it at least once. This study aims to examine the use of SpayLater among Economic Education students at Universitas PGRI Madiun. The research uses a qualitative descriptive method, with primary data sourced from students and secondary data taken from supporting documents. The findings reveal that, in general, students' financial conditions are relatively stable as they are supported by allowances from their parents. However. SpayLater is still used as an alternative during times of limited funds. The frequency of usage varies and tends to increase during promotions or when discount vouchers are available. The main reasons students use this service are the discounts and cashback offers. Factors influencing its use include psychological, social, technical, economic, and financial literacy aspects. Although SpayLater offers convenience in transactions, it may also lead to consumptive behavior. Overall, students are satisfied with the service, as they have not encountered any significant issues during its use. Keywords: student. online credit. Received . 21-07-2025 Accepted 23-12-2025. Published 28-01-2026 DOI: 10. 25273/equilibrium. Copyright A 2026 Universitas PGRI Madiun Some rights reserved. | 36 Analisis penggunaan spaylater di kalangan mahasiswan pendiidkan ekonomi Universitas PGRI Madiun (Setyaningtiya. PENDAHULUAN Kemajuan teknologi yang terus berkembang pada saat ini memberikan pengaruh yang signifikan bagi penggunanya. Teknologi adalah sesuatu yang dapat membantu manusia mempermudah sarana untuk menjalankan kegiatan harian yang dikerjakan oleh manusia dalam bekerja maupun aktivitas sehari-hari (Maritsa et al. , 2. Penggunaan teknologi bertujuan untuk membantu manusia dalam melaksanakan aktivitas, khususnya untuk hal-hal yang tidak mampu dijangkau dengan mengandalkan tangan kosong (Budiyono, 2. Era teknologi digital banyak menawarkan kemudahan dalam memperoleh dan menyebarluaskan teknologi, jika digunakan secara tepat, teknologi akan membawa manfaat bagi penggunanya (Darwanto et al. , 2. Sehingga dapat disimpulkan bahwa teknologi adalah sesuatu hal yang dapat membantu aktivitas manusia. Salah satunya adalah penggunaan internet yang terus meluas bagi masyarakat, khususnya di kalangan mahasiswa. Mahasiswa adalah salah satu kelompok masyarakat yang aktif dan berperan dalam menggunakan teknologi. Hal ini menyebabkan sistem pembayaran pay later diterima di kalangan mahasiswa. Apalagi pembayaran yang tidak dilakukan di awal, namun setelah barang sampai ditangan (P. Amelia et al. , 2. Shopee adalah marketplace yang muncul pada tahun 2015 dengan situs elektronik komersial berkantor di Singapura dibawah naungan Sea Group yang didirikan oleh Forest Li (Wulandari & Anwar US. Salah satu fitur menarik dalam pembayaran Shopee adalah spaylater. Spaylater adalah fitur yang ditawarkan oleh Shopee kepada pembeli agar dapat melakukan transaksi pembayaran dengan cara dicicil. Laporan keuangan yang dicatat perusahaan induk Shopee Sea Group menunjukkan bahwa penggunaan spaylater tidak sedikit dipengaruhi oleh tingkat pembelian menggunakan pembayaran melalui spaylater (Rahima & Cahyadi. Mahasiswa menjadi salah satu target market bagi perusahaan karena seorang mahasiswa belum memiliki pendapatan sendiri sehingga memiliki keterbatasan dalam keuangan dan tantangan finansial yang harus dihadapi. Apalagi bagi anak muda yang lebih memahami dan memanfaatkan secara maksimal peran teknologi dan internet yang dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat umum khususnya di kalangan mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas PGRI Madiun. Berdasarkan pengalaman beberapa pengguna spaylater di kalangan mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas PGRI Madiun, cicilan yang tidak dibayarkan sesuai dengan tenggat pembayaran yang telah disepakati dapat menumpuk utang dan denda yang terus bertambah. Penggunaan pay later yang tidak terkontrol dapat mengganggu pengelolaan keuangan pribadi mahasiswa. Layanan spaylater dianggap membantu mahasiswa Pendidikan Ekonomi dalam melakukan transaksi jual beli. Meskipun layanan spaylater memberikan kemudahan, namun spaylater memiliki risiko yang terus berkembang jika tidak dapat dikontrol. Hal ini menunjukkan bahwa jika penggunaan spaylater tidak bijaksana dapat menyebabkan terganggunya masalah finansial dalam jangka panjang. Namun berbeda dengan beberapa mahasiswa lain yang menganggap bahwa mereka merasa terbantu atas kehadiran spaylater. Pasalnya spaylater memiliki fitur untuk membeli barang yang akan dipinjami kemudian pembeli dapat membayarnya di kemudian hari sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan. Sehingga spaylater tidak hanya memiliki Jurnal Equilbrium: Jurnal Ekonomi dan Pembelajarannya | 37 Vol 14 no 01 Hal 36-47 Analisis penggunaan spaylater di kalangan mahasiswan pendiidkan ekonomi Universitas PGRI Madiun (Setyaningtiya. kerugian bagi pengguna, namun juga dapat menjadi salah satu solusi bagi mahasiswa yang memiliki masalah finansial dalam melakukan pembelian. Penggunaan spaylater ini dipicu dengan berbagai kebutuhan bagi mahasiswa dari kebutuhan akademik, hiburan, bahkan gaya hidup. Dengan adanya spaylater yang memberikan kemudahan bagi mahasiswa dalam membeli barang atau jasa tanpa harus membayar secara langsung. Namun setiap kemudahan yang didapatkan juga dapat menimbulkan kekhawatiran bagi pengguna akibat penggunaan yang tidak terkontrol. Selain itu transaksi online yang terus berkembang menjadi kebiasaan dan budaya baru dalam kegiatan belanja bagi mahasiswa yang dirasa mudah dan praktis. Generasi muda pada saat ini memilih untuk melakukan kegiatan jual beli secara online dinilai lebih praktis sehingga dapat menghemat waktu. Salah satu layanan yang menarik dari platform jual beli dari Shopee adalah Slogan Shopee untuk spaylater, yaitu AuBeli Sekarang. Bayar NantiAy. Yang artinya, pembeli dapat membeli barang yang diinginkan dalam aplikasi tersebut, dengan pembayaran yang akan di pinjamin oleh PT. Commerce Finance dari perusahaan keuangan digital yang bekerja sama dengan Shopee untuk meminjamkan uang kepada pembeli (Ihsan & Mutahir, 2. Layanan pay later menjadi salah satu layanan yang digunakan oleh mahasiswa karena memberikan kemudahan dalam melakukan pembelian, khususnya bagi mereka yang kekurangan uang tunai. Sehingga pay later menjadi salah satu alternatif bagi mahasiswa untuk membeli barang yang dibutuhkan jika kekurangan uang dalam melakukan transaksi (Zahara et al. , 2. Dalam R. Amelia & Syafrini, . bahwa mahasiswa menggunakan fitur spaylater untuk membeli barang pribadi yang diinginkan. Pemberian limit pembelian di fitur spaylater dapat mengakibatkan besarnya jumlah utang yang dimiliki akibat kurangnya kontrol diri dalam menggunakannya. Hal ini dibuktikan dengan jumlah pengguna spaylater terus bertambah setiap tahunnya. Mahasiswa memutuskan untuk menggunakan fitur spaylater karena keterbatasan finansial, gratis ongkir, memiliki usaha, hingga sistem pembayaran yang mudah dengan cara dicicil. Dalam Yasmin et al. , . bahwa faktor yang mempengaruhi mahasiswa dalam menggunakan fitur spaylater adalah kebutuhan mendesak, fasilitas, dan kemudahan dalam menggunakan layanan pay later di aplikasi Shopee. Pengalaman yang dirasakan mahasiswa dalam menggunakan fitur spaylater adalah timbulnya kepuasan dan kekhawatiran. Kepuasan mahasiswa dalam menggunakan spaylater karena kemudahan pembayaran, proses verifikasi mudah, bunga rendah, dan variasi jangka waktu pembayaran. Sedangkan kekhawatiran timbul akibat perilaku konsumtif yang berlebih, kecenderungan berhutang, dan keterbatasan menonaktifkan fitur spaylater (Silaban & Iqbal, 2. Dalam penelitian Restike et al. menyatakan bahwa literasi keuangan dan pembelian impulsif memiliki pengaruh terhadap penggunaan fitur spaylater. Semakin baik literasi keuangan mahasiswa, maka semakin bijak penggunaan fitur spaylater. Sedangkan pembelian impulsif yang dilakukan berdasarkan keinginan dapat meledak ketika menggunakan fitur spaylater. Seiring dengan berkembangnya fenomena ini menjadi dasar dalam melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kondisi keuangan, frekuensi, alasan, faktor yang mempengaruhi, dampak positif, dampak negatif, dan pengalaman mahasiswa Jurnal Equilbrium: Jurnal Ekonomi dan Pembelajarannya | 38 Vol 14 no 01 Hal 36-47 Analisis penggunaan spaylater di kalangan mahasiswan pendiidkan ekonomi Universitas PGRI Madiun (Setyaningtiya. Pendidikan Ekonomi di Universitas PGRI Madiun dalam menggunakan spaylater. Maka peneliti memutuskan untuk untuk mengambil judul penelitian AuAnalisis Penggunaan Spaylater Di Kalangan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas PGRI MadiunAy. METODE Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang didasari metode untuk memaknai atau menginterpretasi terhadap fenomena dengan produk atau tindakan sebagai pelaku (Saleh, 2. Metode deskriptif adalah metode pencarian fakta dengan penafsiran yang tepat. Penelitian deskriptif mempelajari permasalahan yang terjadi dalam masyarakat dan berusaha untuk menggambarkan objek atau subjek yang diteliti sesuai fakta yang terjadi (Syahrizal & Jailani, 2. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekuner. Data primer merupakan data yang diperoleh melalui informan berdasarkan fakta dan realitas terkait penelitian secara langsung yang terkait atau relevan dengan penelitian, dimana kaitan atau relevansinya sangat jelas, bahkan secara langsung karena data tersebut menjadi penentu utama berhasil atau tidaknya sebuah proses penelitian (Haryoko et al. , 2. Informan dari penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas PGRI Madiun. Sedangkan, data sekunder merupakan sumber data pendukung untuk melengkapi hasil yang diperoleh dan diperoleh secara tidak langsung dari sumbernya. Data sekunder mengacu pada informasi Informasi yang dikumpulkan dari referensi luar disebut data sekunder (Simanulang & Tambuan, 2. Hal ini mencakup buku, artikel, jurnal, dan sumber-sumber lain. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan instrumen penelitian yang membantu dalam pengambilan data yaitu kamera. Observasi ini dilakukan dengan cara peneliti turut aktif dalam kegiatan yang dilakukan oleh kelompok yang diteliti (Daruhadi & Sopiati, 2. Observasi yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi profil Spaylater dan fitur-fitur Spaylater yang bisa digunakan oleh penggunannya. Sedangkan, wawancara diharapkan peneliti mendapatkan informasi lebih dalam terhadap penelitian. Wawancara dilakukan dengan 10 Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas PGRI Madiun yang pernah atau masih menggunakan Spaylater. Informasi akan direkam dan dicatat yang selanjutnya akan disusun kembali serta dituangkan dalam catatan hasil kegiatan lapangan dengan jenis pertanyaan yang didasarkan pada rumusan masalah yang ditentukan (Sulistyawati, 2. Teknik analisi data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analsis model interaktif Miles & Huberman . yang merupakan teknik analisis paling sederhana dan paling banyak digunakan dalam penelitian. Teknik analisis ini memiliki 3 tahap analisis data yaitu tahap reduksi data, tahap penyajian data, dan tahap penarikan kesimpulan dan verifikasi (Haryoko et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Profil Spaylater di Aplikasi Shopee Aplikasi Shopee memiliki fitur pay later yang menarik bagi pengguna yaitu spaylater dengan slogan AuBeli Sekarang. Bayar NantiAy yang bekerja sama dengan PT. Commerce Jurnal Equilbrium: Jurnal Ekonomi dan Pembelajarannya | 39 Vol 14 no 01 Hal 36-47 Analisis penggunaan spaylater di kalangan mahasiswan pendiidkan ekonomi Universitas PGRI Madiun (Setyaningtiya. Finance. Beberapa keuntungan yang bisa didapatkan bagi pengguna spaylater adalah sebagai berikut: . Proses verifikasi yang cepat dan aman dengan waktu verifikasi 2 kali 24 jam dan diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Berbagai macam tenor cicilan yaitu 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, dan 24 bulan. Suku bunga rendah dengan pembayaran di bulan berikutnya 0%, cicilan 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, 18 bulan, dan 24 bulan dengan bunga 1,95%, dan biaya denda 5% dari total jatuh tempo. Dibalik keuntungan yang bisa didapatkan, spaylater juga memberikan peringatan kepada pengguna dengan risiko yang bisa terjadi jika melakukan keterlambatan pembayaran yaitu adanya biaya keterlambatan, penagihan yang dilakukan oleh perusahaan dan/atau pihak ketiga, dan turunya reputasi dengan tercatatnya riwayat pembiayaan pada sistem layanan informasi keuangan (SLIK). Spaylater memiliki fitur bagi pengguna untuk memberikan kemudahan dalam mengakses dan operasional pengguna spaylater. Beberapa fitur spaylater yang bisa digunakan pengguna adalah sebagai berikut : . Tagihan Saya. Fitur ini disediakan untuk melihat jumlah tagihan yang harus dibayarkan oleh pengguna dan tanggal jatuh tempo dengan menunjukkan jumlah tagihan belum lunas dan lunas. Transaksi. Fitur transaksi ini menunjukkan riwayat transaksi yang dilakukan pengguna selama menggunakan metode pembayaran spaylater. Hal ini dapat membantu pengguna dalam melakukan pencatatan atau pembukuan pengeluaran untuk mengelola keuangan. Voucher Saya. Voucher atau kode promo dapat digunakan pengguna untuk mendapatkan potongan harga maupun cashback selama menggunakan metode pembayaran spaylater. Fitur QRIS. Spaylater tidak hanya bisa digunakan untuk pembayaran belanja di aplikasi Shopee, namun spaylater juga bisa digunakan untuk pembayaran QRIS dengan syarat toko telah menjadi mitra Shopee. Limit Spaylater. Setiap pengguna memiliki limit pembelian yang berbeda-beda untuk melakukan pembayaran spaylater. Jumlah limit yang diberikan akan disesuaikan setiap bulannya tergantung jumlah pembelian yang dilakukan dengan Namun, limit spaylater hanya bisa digunakan untuk pembayaran dan tidak bisa Kondisi Keuangan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas PGRI Madiun Kondisi keuangan menjadi salah satu hal yang penting bagi mahasiswa dalam menggunakan spaylater. Hal ini mencakup sumber dana, pengelolaan, dan hal-hal yang berkaitan dengan uang. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan informan, diperoleh informasi bahwa kondisi keuangan mahasiswa pendidikan ekonomi cukup stabil dan aman terkendali. Dalam menghadapi keterbatasan dana, mahasiswa Pendidikan Ekonomi memanfaatkan layanan spaylater sebagai solusi alternatif. Sebagai mahasiswa yang masih mengandalkan uang saku dari orang tua. Pengelolaan keuangan menjadi salah satu hal yang penting dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka agar terhindar dari permasalah keuangan dengan menggunakan fitur spaylater yang bijak dan terkontrol. Spaylater digunakan sebagai pengganti uang tunai atau saldo bank saat melakukan pembayaran, baik di Shopee maupun toko yang menerima QRIS dari Shopee. Dengan begitu, uang tunai yang dimiliki dapat dialokasikan untuk kebutuhan lain yang tidak bisa dibayar dengan spaylater. Layanan ini dinilai praktis dan sangat membantu dalam kondisi keuangan yang terbatas. Hasil penelitian ini didukung oleh Yasmin et al. Jurnal Equilbrium: Jurnal Ekonomi dan Pembelajarannya | 40 Vol 14 no 01 Hal 36-47 Analisis penggunaan spaylater di kalangan mahasiswan pendiidkan ekonomi Universitas PGRI Madiun (Setyaningtiya. dan Sabilah et al. , . yang menyebutkan bahwa mahasiswa memilih menggunakan spaylater untuk memenuhi kebutuhan mendesak dalam keterbatasan Frekuensi Penggunaan Spaylater Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas PGRI Madiun Frekuensi penggunaan spaylater dalam hal ini merupakan seberapa sering mahasiswa Pendidikan Ekonomi menggunakan spaylater dalam kurun waktu tertentu. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan, frekuensi penggunaan spaylater di kalangan mahasiswa Pendidikan Ekonomi menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki frekuensi penggunaan yang beragam mulai dari 1-2 kali seminggu hingga 1-2 kali dalam satu bulan. Mahasiswa Pendidikan Ekonomi menyebutkan bahwa mereka menggunaka spaylater karena mereka belum memiliki pendapatan sendiri dan penawaran promo seperti diskon dan cashback yang ditawarkan oleh aplikasi Shopee setiap bulannya. Mahasiswa menggunakan fitur Spaylater ketika terdapat voucher atau potongan harga dengan catatan menggunakan metode pembayaran Spaylater. Dengan memberikan strategi promosi Shopee dengan memfokuskan kenyaman dan keuntungan bagi pengguna. Mahasiswa sendiri menyebutkan bahwa mereka merasa tertarik dan diuntungkan atas strategi yang diterapkan oleh Shopee sebagai iklan dan menarik pengguna Shopee agar melakukan aktivasi spaylater. Hasil penelitian ini di dukung oleh Silaban & Iqbal, . yang mengemukakan bahwa shopee pay later menerapkan strategi promosi dengan memfokuskan pada keuntungan dan kenyamana pengguna. Alasan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas PGRI Madiun Tertarik Menggunakan Spaylater Perkembangan teknologi digital terus menunjukkan berbagai inovasi dalam metode pembayaran seperti halnya fitur pay later. Mahasiswa Pendidikan Ekonomi menyebutkan bahwa mereka tertarik menggunakan spaylater karena adanya diskon dan cashback yang ditawarkan bagi pengguna yang melakukan aktivasi spaylater. Selain itu, faktor kenyamanan dan mahasiswa yang terbiasa menggunakan aplikasi Shopee sebagai aplikasi belanja menjadi salah satu pendorong bagi mereka untuk menggunakan spaylater. Mahasiswa Pendidikan Ekonomi merasakan adanya kemudahan dan keuntungan saat menggunakan spaylater seperti biaya administrasi yang murah, bunga rendah, serta diskon dan cashback yang rutin ditawarkan oleh aplikasi Shopee sebagai pengguna spaylater. Hal ini menjadi salah satu alasan mahasiswa Pendidikan Ekonomi terus menggunakan spaylater setelah melakukan aktivasi awal karena adanya promosi gratis ongkir, potongan harga, dan keuntungan lainnya. Hasil penelitian ini dikung oleh Silaban & Iqbal, . dan Widyani et al. , . yang mengemukakan bahwa mahasiswa menggunakan spaylater karena adanya opsi pembayaran yang mudah, penawaran diskon harga, dan terbiasa menggunakan aplikasi shopee. Faktor Yang Mempengaruhi Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas PGRI Madiun Menggunakan Spaylater Berdasarkan Kebutuhan Faktor psikologi Faktor psikologi dalam hal ini adalah kebiasaan dan kepuasan belanja seseorang yang berasal dari dalam diri mereka. Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan Jurnal Equilbrium: Jurnal Ekonomi dan Pembelajarannya | 41 Vol 14 no 01 Hal 36-47 Analisis penggunaan spaylater di kalangan mahasiswan pendiidkan ekonomi Universitas PGRI Madiun (Setyaningtiya. beberapa informan bahwa faktor yang mempengaruhi mahasiswa Pendidikan Ekonomi dalam menggunakan spaylater karena pengguna telah menggunakan aplikasi Shopee sejak lama dan kurang memahami aplikasi pay later yang lain. Sehingga hal ini menjadi aktivitas yang menjadi suatu kebiasaan seseorang dalam menggunakan aplikasi. Pengguna spaylater mengatakan bahwa selama menggunakan spaylater, mereka merasakan kepuasan Rasa puas tersebut ada karena pengguna merasa terbantu dengan sistem pembayaran spaylater yang mudah dan menguntungkan. Dalam hal ini, kepuasan belanja online yang mempermudah seseorang untuk melakukan transaksi dan menjadi gaya hidup baru dalam melakukan belanja untuk memenuhi kebutuhan dengan menunda pembayaran atau membayar dengan cara dicicil. Mahasiswa Pendidikan Ekonomi menyebutkan bahwa perasaan puas yang mereka rasakan karena adanya sistem pembelian yang dapat dilakukan tanpa harus membayar pada saat itu juga. Penelitian ini didukung oleh Farhani et al. , . dan Awdes et al. , . yang menyebutkan bahwa kebiasaan atau habit menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi mahasiswa dalam menggunakan Faktor sosial Lingkungan sosial menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi keputusan pengguna dalam menggunakan spaylater. Lingkungan sosial dalam hal ini yaitu mencakup keluarga, orang lain, budaya maupun norma yang berlaku. Salah satu faktor sosial yang dapat mempengaruhi keputusan pengguna spaylater adalah social influence yang berasal dari promosi maupun rekomendasi dari orang lain yang dianggap terpercaya oleh pengguna. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan mahasiswa Pendidikan Ekonomi yang menyebutkan bahwa mereka tertarik menggunakan spaylater karena ada promosi yang dilakukan oleh Shopee dengan menawarkan voucher, potongan harga, maupun cashback jika pengguna melakukan aktivasi spaylater dan menggunakannya sebagai metode Meskipun mahasiswa Pendidikan Ekonomi mengatakan bahwa mereka tidak mendapatkan rekomendasi dari orang terdekat, namun keberadaan orang disekitar mereka menjadi salah satu faktor pendukung sebagai bahan referensi pengalaman selama menggunakan spaylater dan dapat menjadi bahan pertimbang pengguna dalam menggunakan secara bijak dan menguntungkan. Penelitian ini didukung oleh Silaban & Iqbal, . dan Farhani et al. , . yang mengemukakan bahwa salah satu latar belakang mahasiswa menggunakan spaylater adalah promosi dan adanya pengaruh dari social influence. Faktor teknis Faktor teknis menjadi salah satu hal yang penting dalam penggunaan spaylater. Hal ini karena pengguna tentu saja menginginkan kinerja dan layanan yang fungsional dan Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan informan, fitur spaylater memiliki proses pembayaran yang mudah dan terpercaya ditambah dengan fitur khusus spaylater seperti voucher diskon, cashback, dan kinerja produk yang mudah dan Disisi lain, fitur spaylater juga memiliki beberapa pilihan tempat untuk membayar tagihan yang dapat ditemukan pengguna dengan mudah. Ditambah lagi pilihan tenor cicilan yang beragam sehingga dapat disesuaikan dengan keadaan finansial Selanjutnya rasa percaya mahasiswa Pendidikan Ekonomi memberikan Jurnal Equilbrium: Jurnal Ekonomi dan Pembelajarannya | 42 Vol 14 no 01 Hal 36-47 Analisis penggunaan spaylater di kalangan mahasiswan pendiidkan ekonomi Universitas PGRI Madiun (Setyaningtiya. pengaruh yang kuat untuk menggunakan spaylater. Fitur spaylater sendiri merupakan produk yang telah memiliki izin dan diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menjamin keamanan data pengguna dan mematuhi undang-undang yang Hasil penelitian ini didukung oleh Zigari et al. , . dan Sholehah & Amaniyah, . yang menyebutkan bahwa kondisi lingkungan dari sistem paylater dan tingkat kepercayaan mahasiswa terhadap spaylater meningkatkan minat beli mahasiswa. Faktor ekonomi Faktor ekonomi adalah faktor yang berasal dari kondisi ekonomi seseorang yang dapat mempengaruhi keputusan pengguna spaylater. Mahasiswa Pendidikan Ekonomi menyebutkan bahwa mereka mendapatkan uang saku dari orang tua sebagai sumber utama pemasukan mereka. Namun, setiap mahasiswa memiliki jumlah uang saku yang berbeda-beda tergantung dari kondisi ekonomi orang tua. Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan beberapa informan, promo potongan harga dan voucher menjadi salah satu faktor mahasiswa untuk menggunakan spaylater. Potongan harga maupun cashback dapat memberika harga yang lebih murah dibandingkan dengan harga biasanya. Kebutuhan mendesak dalam hal ini adalah ketika mahasiswa tidak memiliki saldo yang cukup, pengguna dapat menggunakan spaylater dengan pembayaran QRIS yang tersedia. Sehingga uang cash yang dimiliki dapat digunakan untuk membeli hal lain yang tidak dapat dibayar menggunakan metode pembayaran spaylater. Hasil penelitian ini didukung oleh Yulianah et al. , . yang mengemukakan bahwa kebutuhan mendesak menjadi mempertimbangkan nilai harga barang dari tambahan bunga dan biaya admin dalam jumlah harga yang perlu dibayarkan . rice valu. Faktor literasi Literasi keuangan menjadi salah satu hal yang penting dalam mengelola keuangan dan bagaimana cara kerja kredit online agar tidak terjadi permasalahan finansial yang dapat mengganggu kondisi keuangan seseorang. Berdasarkan hasil wawancara yag dilakukan, mahasiwa Pendidikan Ekonomi mengemukakan bahwa literasi keuangan dan kredit online sangat mempengaruhi keputusannya dalam menggunakan spaylater. Dengan memiliki pengetahuan tentang ekonomi dan literasi keuangan yang baik, pengguna spaylater dapat menganalisis risiko, kosekuensi dan dampak yang terjadi jika menggunakan kredit online secara berlebih dan tidak memiliki kontrol diri yang baik. Mahasiswa Pendidikan Ekonomi juga menyebutkan bahwa spaylater memiliki peran penting dalam mengatur dan mengelola keuangan seperti memanfaatkan fitur QRIS untuk melakukan pembayaran di toko yang telah bekerja sama dengan Shopee dan memiliki catatan pengeluaran. Mahasiswa juga menyebutkan bahwa mereka lebih disiplin dalam mencatat laporan pengeluaran agar dapat menyiapkan dana untuk pembayaran tagihan selanjutnya. Hasil penelitian ini didukung oleh Sholehah & Amaniyah, . yang mengemuakakan bahwa literasi leunagan dapat menjadi dasar bagi mahasiswa dalam memanfaatkan dan menggunakan alat keuangan yang baik. Dampak Positif Yang Didapatkan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas PGRI Madiun Ketika Menggunakan Spaylater Jurnal Equilbrium: Jurnal Ekonomi dan Pembelajarannya | 43 Vol 14 no 01 Hal 36-47 Analisis penggunaan spaylater di kalangan mahasiswan pendiidkan ekonomi Universitas PGRI Madiun (Setyaningtiya. Fitur spaylater memiliki dampak positif terkait perannya dalam pembayaran kredit dengan sistem pembayaran nanti. Fitur ini dianggap memberikan kemudahan dan keuntungan bagi penggunannya. Berdasarkan wawancara yang dilakukan, mahasiswa menyebutkan bahwa mereka mendapatkan kemudahan seperti tempat pembayaran yang fleksibel dengan berbagai pilihan tempat yang dapat dijangkau. Selain kemudahan dan keuntungannya yang didapatkan, spaylater dapat digunakan sebagai solusi alternatif pada saat keterbatasan finansial yang terjadi ketika melakukan belanja. Mahasiswa Pendidikan Ekonomi menyebutkan bahwa spaylater dapat digunakan ketika mereka ingin membeli barang dan jumlah uang yang dimilikinya terbatas, maka mahasiswa tersebut akan menggunakan spaylater untuk pembelian di Shopee maupun toko yang bekerja sama dengan Shopee dan uang yang dimiliki bisa digunakan untuk keperluan lainnya. Hasil penelitian ini didukung oleh Amelia et al. , . yang mengemukakan bahwa dampak positif dari fitur spaylater adalah kemudahan dalam melakukan belanja ditengah kesibukan dan keterbatasan finansial yang dialami oleh pengguna. Dampak Negatif Yang Didapatkan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas PGRI Madiun Ketika Menggunakan Spaylater Dalam menggunakan spaylater, mahasiswa Pendidikan Ekonomi tidak hanya mendapatakan dampak positif. Namun terdapat dampak negatif yang bisa saja terjadi kepada mereka. Berdasarkan hasil wawancata yang dilakukan dengan informan, mereka mengemukakan bahwa dampak negatif yang mereka rasakan selama menggunakan spaylater adalah munculnya gaya hidup konsumtif dan menjadi pribadi yang lebih boros. Gaya hidup konsumtif ini bisa terjadi karena seseorang melakukan pembelian tanpa mempertimbangkan pengeluaran yang berlebihan. Sedangkan perilaku boros yang meruapakn salah satu perilaku konsumtif yaitu wastefull buying yaitu pembelian yang dilakukan secara berlebihan. Dengan adanya sistem paylater dengan pembayaran yang bisa dilakukan dengan cara dicicil. Pengguna bisa saja melakukan tanpa menyadari jumlah pembayaran yang harus dilakukan dikemudian hari. Penelitian ini didukung oleh Kurniasari & Fisabilillah, . dan Putri & Pradananta, . yang mengemukakan bahwa perilaku konsumtif yang dilakukan oleh pengguna spaylater dapat terjadi karena adanya pembelian secara berlebihan yang tidak terencana. Pengalaman Mahasiswa Selama Menggunakan Metode Pembayaran Spaylater Pengalaman merupakan interaksi yang dilakukan seseorang dengan lingkungan disekitar mereka. selama menggunakan spaylater, pengguna pasti pernah merasakan permasalahan maupun kendala yang harus dihadapinya. Berdasarkan hasil wawancata yang dilakukan dengan informan, mahasiswa Pendidikan Ekonomi menyebutkan bahwa mereka belum pernah mengalami permasalahan maupun kendala yang dihadapi selama menggunakan spaylater. Hal ini menunjukkan bahwa layanan spaylater memberikan kenyamanan dan kepuasa bagi penggunanya. Metode pembayaran yang mudah dan cepat dapat meningkatkan minat mereka untuk terus menggunakan spaylater. Apalagi mahasiswa menyukai hal yang praktis untuk membantu aktivitas mereka. Hasil penelitian ini didukung oleh Wijaya et al. , . yang mengemukakan bahwa Spaylater menciptakan pengalaman pengguna yang sangat nyaman memungkinkan pengguna mengelola pembayarannya dengan mudah dan cepat. Jurnal Equilbrium: Jurnal Ekonomi dan Pembelajarannya | 44 Vol 14 no 01 Hal 36-47 Analisis penggunaan spaylater di kalangan mahasiswan pendiidkan ekonomi Universitas PGRI Madiun (Setyaningtiya. SIMPULAN Mahasiswa Pendidikan Ekonomi umumnya memiliki kondisi keuangan yang cukup stabil meskipun masih bergantung pada uang saku orang tua. Dalam memenuhi kebutuhan mendesak, mereka memanfaatkan SpayLater sebagai solusi praktis. Frekuensi penggunaan layanan ini dipengaruhi oleh adanya promo seperti diskon dan cashback yang dinilai menguntungkan. Aktivasi SpayLater juga didorong oleh kemudahan penggunaan aplikasi Shopee dan biaya administrasi yang relatif murah. Penggunaan layanan ini dipengaruhi oleh faktor psikologis, sosial, teknis, ekonomi, dan literasi keuangan. Dampak positif SpayLater adalah kemudahan transaksi dan penghematan pengeluaran. Namun, di sisi lain, layanan ini dapat menimbulkan perilaku konsumtif akibat pembelian Meskipun demikian, sebagian besar mahasiswa merasa puas dan nyaman karena kepraktisan serta minimnya kendala dalam penggunaan. Studi lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi lebih mendalam perbandingan penggunaan layanan paylater di berbagai platform digital dengan paylater di aplikasi Shopee. sehingga hal ini dapat menghasilkan penelitian yang lebih lengkap dan menyeluruh terkait penggunaan paylater di kalangan DAFTAR PUSTAKA