J T S 2025 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 14 NOMOR 1 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN GEREJA YANG SEHAT DI MASA KINI Bethel Niatmi Zalukhu. Soendoro Jahja. Sunarti Mahasiswa Prodi Teologi Sekolah Tinggi Teologi Kristus Alfa Omega: bethelzalukhu@gmail. Dosen Sekolah Tinggi Teologi Kristus Alfa Omega: sundorojahja69@gmail. yohananyiw@gmail. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena pertumbuhan jemaat di Gereja Beth-El Tabernakel Kristus Alfa Omega (GBT KAO) Boja yang terjadi tanpa aktivitas penginjilan formal, baik oleh hamba Tuhan maupun jemaat. Hal ini mendorong peneliti untuk menyelidiki faktor-faktor lain yang mempengaruhi pertumbuhan gereja, meskipun secara teori penginjilan merupakan unsur utama dalam pertumbuhan gereja secara kuantitatif dan pelaksanaan Amanat Agung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktorfaktor yang memengaruhi pertumbuhan gereja di GBT KAO Boja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan gereja dipengaruhi oleh penginjilan, kepemimpinan yang memberdayakan, serta keterlibatan aktif jemaat dalam pelayanan, dengan keseimbangan antara pertumbuhan kualitas dan kuantitas sebagai kunci pertumbuhan gereja yang sehat dan berkelanjutan. Kata kunci: pertumbuhan gereja, penginjilan, pemberdayaan jemaat, keseimbangan kualitas dan kuantitas. Abstract This research is motivated by the phenomenon of congregation growth at the Beth-El Tabernacle Church of Christ Alpha Omega (GBT KAO) Boja, which occurred without any formal evangelistic activities by either the pastors or the congregation. This condition prompted the researcher to investigate other factors influencing church growth, even though, in theory, evangelism is considered a primary element in quantitative church growth and the fulfillment of the Great Commission. The purpose of this study is to identify the factors that influence church growth at GBT KAO Boja. A qualitative approach was employed using a descriptive study method through observation, in-depth interviews, and data analysis. The findings indicate that church growth is influenced by evangelism, empowering leadership, and active congregational involvement in ministry, with a balance between qualitative and quantitative growth being the key to a healthy and sustainable church. Key Word: church growth, evangelism, congregational empowerment, balance of quality and quantity PENDAHULUAN Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan di lapangan bahwa GBT KAO Boja dapat bertumbuh meskipun tidak ada pelatihan penginjilan ataupun penginjilan yang dilakukan. Pertumbuhan gereja seharusnya dipengaruhi oleh gerakan penginjilan yang dilakukan untuk memenangkan jiwa-jiwa Berdasarkan teori Gereja yang tidak melakukan penginjilan tentu akan sangat sulit mengalami pertumbuhan secara kuantitas atau bahkan bisa saja tidak mengalami pertumbuhan. Peneliti menjumpai bahwa di Gereja Beth-El Tabernakel Kristus Alfa Omega Boja penginjilan tidak dilakukan oleh hamba Tuhan maupun oleh jemaat melainkan hanya berfokus pada pemeliharaan jemaat yang ada. Penelitian ini mencoba mencari tahu apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan gereja di Gereja Beth-El Tabernakel Boja. J T S 2025 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 14 NOMOR 1 Pertumbuhan gereja secara kuantitas dipengaruhi oleh penginjilan yaitu memenangkan jiwa baru untuk dibawa dari gelap kepada terangnya Kristus. K Drost memberikan definisi penginjilan yaitu pelaksanaan perintah jabatan yang diberikan oleh Yesus Kristus kepada gereja dalam nama Bapa, yaitu untuk mengabarkan Injil kerajaan dalam zaman Roh Kudus. Ini menjadikan kesaksian bagi semua bangsa sampai ujung bumi, supaya melalui iman dan pertobatan orang-orang kafir dimasukkan ke dalam jemaat Kristus dengan tujuan supaya Allah Tritunggal menerima puji-pujian yang sepatutnya secara kekal dari kehidupan bangsa-bangsa. Dapat disimpulkan bahwa penginjilan merupakan sesuatu yang tidak boleh dihilangkan karena hanya melalui pengabaran Injil. Amanat Agung Tuhan Yesus dapat dilakukan sehingga melalui kesaksian bagi banyak orang menghasilkan iman dan pertobatan bagi orang yang sudah percaya kepada Yesus Kristus tetapi terhilang maupun kepada orang-orang yang belum percaya kepada Yesus Kristus. Pertumbuhan gereja memiliki pengertian yang beragam, dikemukakan oleh para penulis bertujuan membawa setiap orang bisa memiliki pemahaman yang benar tentang pengertian pertumbuhan gereja yang seharusnya. Istilah pertumbuhan gereja ditemukan oleh Donald McGavran. Sebelumnya dikenal dengan istilah penginjilan atau misi. 2 Pengertian pertumbuhan gereja kemudian mengalami banyak perkembangan arti yang dikemukakan oleh banyak orang. Pertumbuhan gereja dapat dilihat dari dua hal yaitu berdasarkan kualitas kerohanian dan kuantitas. Wujud dari kualitas kerohanian jemaat yang semakin meningkat dapat dilihat saat membawa orang yang tidak mempunyai hubungan dengan Kristus untuk mengalami pengenalan kepada Kristus. Semakin bertambah orang yang dibawa kepada Kristus maka kuantitas akan bertumbuh. Penelitian ini akan membahas mengenai pertumbuhan gereja di jemaat Gereja Beth-El Tabernakel Kristus Alfa Omega Boja untuk mengetahui hal-hal apa saja yang sudah diterapkan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan gereja sampai gereja bertumbuh dengan baik. Keberhasilan dari Pertumbuhan gereja secara kuantitas dapat dilihat dari pertambahan jumlah jemaat secara kuantitas. Penelitian ini akan bertujuan mencari tahu hal-hal yang mempengaruhi pertumbuhan gereja sehingga gereja mengalami pertumbuhan dengan baik. Pertumbuhan gereja seharusnya dipengaruhi oleh gerakan penginjilan yang dilakukan untuk memenangkan jiwa-jiwa baru. METODOLOGI Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi Pertumbuhan Gereja di Jemaat Gereja Beth-El Tabernakel Kristus Alfa Omega Boja, penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Vanema. Injil Untuk Semua Orang (Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF, 2. 2Jones Sagala Abimael Laia. AuPengaruh Pemahaman Anggota Jemaat Tentang Konsep Pertumbuhan Gereja Yang Sehat Dan Seimbang Terhadap Pertumbuhan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Distrik Siantar,Ay Jurnal Theologia forum STFT surya Nusantara VII . : 81. J T S 2025 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 14 NOMOR 1 kualitatif Studi Deskriptif dengan langkah-langkah: melakukan pengamatan maupun wawancara dan juga menganalisis data-data yang ada. Penelitian dilakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan wawancara yang telah dirancang sebelumnya, menganalisis data hasil wawancara yang telah dilakukan untuk mendapatkan penyelidikan lebih mendalam antara lain dengan mengerjakan data, mengorganisasi data, membagi data suatu satuan yang dapat dikelola, mensintesiskan, mencari pola, menemukan apa yang penting dan apa yang akan dipelajari dan memutuskan apa-apa saja yang akan dilaporkan. Langkah terakhir menjawab pertanyaan: Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan Gereja di Jemaat Gereja Beth-El Tabernakel Kristus Alfa Omega Boja? Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan mencakup banyak hal antara lain bagaimana pemahaman jemaat tentang definisi dari pertumbuhan gereja untuk melihat melihat apakah gereja sudah memenuhi berbagai karakteristik gereja yang bertumbuh, apakah gereja berorientasi pada karunia, mencari tahu apakah jemaat memiliki kerohanian yang antusias, melihat apakah komsel mampu menjawab kebutuhan jemaat, apakah melakukan penginjilan yang berorientasi pada kebutuhan dan hubungan antar jemaat terjalin dengan penuh kasih. Pertanyaan yang diajukan bertujuan melihat apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan gereja yang sehat di masa kini. PEMBAHASAN Pengertian Pertumbuhan Gereja Pandangan Para Ahli tentang Pertumbuhan Gereja Dari berbagai macam pandangan yang berbeda McGavran mengatakan bahwa pertumbuhan gereja adalah usaha mencari tahu faktor-faktor yang dapat menolong atau menghambat pertambahan Karena pada dasarnya konsep dari pertumbuhan gereja selalu berbicara tentang perkara jumlah atau kuantitas. 4 Jadi, saat gereja tidak mengalami pertambahan dalam jumlah berarti gereja tersebut merupakan gereja yang tidak hidup. Pertumbuhan gereja merupakan pertumbuhan yang aktif melayani, yang bertanggungjawab, dan memiliki kedewasaan rohani, serta keterlibatan dalam mengerti 5 Artinya adalah pertumbuhan gereja berbicara tentang bagaimana jemaat mau terlibat aktif dalam setiap kegiatan yang ada dalam gereja dan tidak sekedar datang beribadah atau menjadi jemaat Menurut Peter Wagner, pertumbuhan gereja meliputi segala sesuatu yang ada sangkut pautnya dalam usaha membawa orang-orang yang tidak mempunyai hubungan pribadi dengan Yesus Kristus 3Rulam Ahmadi. Memahami Metodologi Penelitian Kualitatif (Malang: UM Press, 2. , 4McGavran. Understanding Church Growth (London: world dominion, 1. , 2113. 5Jones Sagala Abimael Laia. AuPengaruh Pemahaman Anggota Jemaat Tentang Konsep Pertumbuhan Gereja Yang Sehat Dan Seimbang Terhadap Pertumbuhan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Distrik Siantar,Ay Jurnal Theologia forum STFT surya Nusantara VII . : 81 J T S 2025 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 14 NOMOR 1 kepada persekutuan dengan-Nya dan kepada keanggotaan gereja yang bertanggung jawab. 6 Peter Wongso mengungkapkan dalam salah satu tulisannya bahwa pertumbuhan gereja adalah Auperkembangan dan perluasan tubuh Kristus baik dalam kuantitas maupun kualitas, dalam bentuk yang nampak maupun isinya yang tidak tampakAy. 7 Ron Jenson dan Jim Stevens menjelaskan bahwa pertumbuhan gereja adalah kenaikan yang seimbang dalam kuantitas, kualitas dan kompleksitas organisasi sebuah gereja lokal. 8 Jadi dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan gereja adalah pertumbuhan yang seimbang dan terjadi dalam gereja meliputi kuantitas dan kualitasnya sebagai perwujudan perluasan tubuh Kristus. Pemahaman jemaat GBT KAO Boja terhadap pertumbuhan adalah Pertumbuhan gereja adalah mencakup dua hal, yaitu kualitas dan kuantitas. Kualitas berbicara tentang iman dan kerohanian jemaat, sedangkan kuantitas berbicara tentang jumlah jemaat secara angka. Pertumbuhan secara kualitas dan kuantitas sangat penting karena mempengaruhi keberlangsungan gereja dan Pertumbuhan yang seimbang antara kualitas dan kuantitas adalah kunci dari gereja Hasil penelitian memberikan informasi bahwa pengertian pertumbuhan gereja menurut pemahaman jemaat di GBT KAO Boja adalah pertumbuhan secara kualitas dan kuantitas. Pertumbuhan kualitas mencakup iman dan kerohanian jemaat di GBT KAO Boja sedangkan pertumbuhan secara kuantitas mencakup pertambahan jemaat secara jumlah. Jawaban dari setiap responden sesuai dengan teori yang ada bahwa gereja akan disebut mengalami pertumbuhan apabila gereja bertumbuh secara kualitas dan kuantitas. Pertumbuhan Gereja Menurut Perspektif Alkitab Gereja yang sehat akan mengalami pertumbuhan secara alamiah yang merupakan kemampuan gereja sebagai organisme hidup. Pertumbuhan yang terjadi tidak dilakukan oleh manusia melainkan bertumbuhnya gereja adalah karena anugerah, yang berasal dari Allah sebagai pemberian untuk semua gereja-Nya. 9 Manusia hanya bertanggungjawab menyingkirkan semua penghalang yang dapat menghalangi jalannya pertumbuhan gereja. Jika gereja sehat, maka secara alamiah gereja pasti mengalami pertumbuhan. 10 Artinya pertumbuhan gereja merupakan pekerjaan Allah secara penuh. Gereja dalam Kisah Para Rasul yaitu Jemaat mula-mula dalam zaman para rasul memberikan contoh pertumbuhan gereja yang sehat karena jemaat mampu menghasilkan pertumbuhan secara Peter Wagner. Strategi Perkembangan Gereja (Malang: Gandum Mas, 2. , 100. Peter Wongso. Tugas Gereja Dan Misi Masa Kini (Surabaya: YAKIN, 2. , 80. Ron Jenson dan Jim Stevens. Dinamika Pertumbuhan Gereja (Malang: Gandum Mas, 2. , 8. 9Christian Schwarz. Pertumbuhan Gereja Alamiah (Jakarta: Metanoia, 1. 10Gundari Ginting. AuPertumbuhan Gereja Dalam Perspektif Alkitab,Ay Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara 1, no. : 272, https://stt-su. id/e-journal/index. php/prosiding/article/view/75. J T S 2025 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 14 NOMOR 1 kualitatif maupun secara kuantitatif. Gereja dalam Kisah Para Rasul ditandai oleh AupersekutuanAy. AuMereka bertekun dalam pengajaran, rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoaAy (Kisah Para Rasul 2:. Persekutuan berarti saling berbagi satu sama lain. 11 Dalam Kisah Para Rasul 2:41-47, orang percaya mula-mula bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dalam persekutuan dan dalam doa, sehingga tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan. Hubungan dengan Tuhan menentukan pertumbuhan gereja. Dengan berakar didalam Tuhan jemaat dapat menjadi lebih kuat dan tahan terhadap segala macam badai hidup yang menggoyahkan iman jemaat. Rasul Paulus dalam suratnya menyampaikan pesan kepada jemaat di Kolose: AuHendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertumbuh teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur (Kolose 2:. Dengan akar tumbuhan bisa bertumbuh dengan baik. Suatu tanaman mampu menyerap nutrisi yang ada di dalam tanah melalui akar sehingga bisa mengalami pertumbuhan yang baik. Begitu juga dengan gereja yang memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan gereja pasti akan bisa mendapat segala sesuatu yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya. Selain itu. Gereja akan mengalami pertumbuhan apabila dalam pelayanan melakukan Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus. Matius 28:19-20 AuKarena itu pergilah, jadikan semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah. Aku akan menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. Ay Kehidupan pelayanan gereja harus selalu diikuti dengan penginjilan, pembaptisan dan pemuridan bertujuan agar gereja sehat dan mampu bertumbuh dengan baik. 12 Ketiga hal tersebut tidak dapat dipisahkan dari gereja karena itu adalah perintah Tuhan Yesus langsung kepada semua orang. Hakikat Pertumbuhan Gereja Hakikat pertumbuhan gereja adalah merupakan suatu dasar yang membuat gereja dapat Beberapa hal pokok yang menjadi hakikat pertumbuhan gereja berdasarkan Kisah Para Rasul 2:41-47 yaitu Firman Tuhan/ khotbah tentang Yesus Kristus, pekerjaan Roh Kudus, dan persekutuan dan kesatuan gereja. Ketiga hal yang menjadi hakikat pertumbuhan Gereja akan diuraikan berikut ini. 13 Dalam Kisah Para Rasul 2 memaparkan secara jelas bahwa khotbah Petrus mengakibatkan banyak orang mau bertobat dan memberi diri dibaptis. Dalam khotbahnya Petrus berbicara tentang Ralph H. Elliott. Church Growth That Counts (Valley Forge: Judson Press, 1. , 12Ibid. , 273. 13Adi Putra. AuHakikat Pertumbuhan Gereja Berdasarkan Kisah Para Rasul 2:41-47,Ay Teologi dan pendidikan Kristen Kontekstual 3 . : 275Ae279. J T S 2025 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 14 NOMOR 1 Yesus adalah Tuhan yaitu Anak Allah yang mau mati untuk menebus dosa-dosa manusia. Seperti pengakuan Petrus bahwa Yesus adalah Mesias. Anak Allah yang hidup! Yang pernah dia nyatakan dalam Matius 16:15 dan hal tersebut di respon oleh Yesus dengan berkata Aodan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-KuAo. Jadi dalam hal ini Yesus menjadi dasar dari sebuah gereja. 14 oleh sebab itu sangat mustahil gereja dapat bertumbuh jika mengabaikan pengajaran Firman Tuhan tentang Yesus. Yesus pernah berkata manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah (Matius 4:. Salah satu kekuatan rohani jemaat dalam gereja adalah hidup dalam pengajaran yang benar seperti yang dilakukan oleh jemaat mula-mula yang senantiasa bertekun dalam Jadi pertumbuhan gereja dapat terwujud apabila pemberitaan Firman Tuhan menjadikan Yesus Kristus sebagai dasar dari gereja. Selain itu, dalam Kisah Para Rasul Roh Kudus sering disebut sebagai kekuatan yang bisa memimpin, menggerakkan dan memampukan gereja untuk memberitakan Injil dan bertumbuh dalam Kristus. 15 Roh Kudus merupakan bagian yang tidak kalah penting untuk dibahas dalam pertumbuhan Minimnya atau kemiskinan pembahasan dan pembelajaran tentang pribadi Roh Kudus, termasuk memiliki hubungan dalam pertumbuhan gereja. 16 Ada beberapa peran Roh Kudus dalam pertumbuhan Gereja antara lain memperlengkapi gerejanya, menghadirkan kuasa Allah dalam gereja-Nya, memberikan keberanian untuk bersaksi dan menjadikan gereja-Nya serupa dengan gambar-Nya. Maka dari itu Roh Kudus suatu kebutuhan bagi gereja. Gereja harus mengandalkan Roh Kudus sebagai penolong dan pemimpin sejati dalam pertumbuhan-Nya. Roh Kudus berperan dalam memperlengkapi gereja. Setiap karunia Roh Kudus yang dimiliki oleh orang percaya menjadi sarana untuk melayani Tuhan. Karunia-karunia Roh Kuduslah yang membantu memperlengkapi gereja melakukan pekerjaan pelayanannya. 17 Karunia Roh Kudus diberikan oleh Allah kepada setiap orang percaya karena Allah rindu setiap orang percaya bisa melayani Dia dengan karunia-karunia yang dimiliki. Namun pada kenyataannya banyak orang yang tidak mau mengaplikasikan atau menggunakan karunia-karunia yang Allah berikan dalam kehidupannya berguna untuk melayani Tuhan maupun sesamanya manusia. 18 Pemahaman yang benar terhadap karunia Roh Kudus dalam hidup orang percaya akan menolong orang percaya untuk bisa menggunakan karunia yang ada di dalam dirinya. 14Ibid. , 276. 15Wenniarti lius. Febrianti denna saputri. Lia tallu padang. Zeira Milarti. AuPandangan Alkitab Mengenai Peran Roh Kudus Dalam Pelayanan Dan Pertumbuhan Gereja Masa Kini,Ay Humaniora, sosial dan bisnis 1 . : 193. Peter Wagner. AuPertumbuhan Gereja Dan Peranan Roh KudusAy . : 1. 17Paulus Kunto Baskoro and Yakub Hendrawan Perangin-Angin. AuPeran Karunia Roh Kudus Dalam Pelayanan Orang,Ay Biblika. Jurnal Teologi 6, no. : 1. 18Dyulius Thomas Bilo. AuKarakteristik Kasih Kristiani Menurut 1 Korintus 13,Ay Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi 1 1 . : 1Ae17. J T S 2025 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 14 NOMOR 1 Sejak zaman gereja mula-mula dalam Kisah Para Rasul 2, saat Roh Kudus turun kepada muridmurid, karunia Roh Kudus menghadirkan kuasa Allah dalam kehidupan gereja mula-mula. Murid-murid memiliki kuasa dan banyak melakukan mujizat sehingga gereja bisa bertumbuh dengan luar biasa. Allah memiliki tujuan istimewa untuk gereja oleh sebab itu Roh Kudus diberikan kepada gereja. 19 Orang percaya yang berharap penuh pada pimpinan kuasa Roh Kudus, maka kuasa Allah akan bekerja, dengan demikian akan ada jiwa-jiwa dimenangkan dan selain itu jiwa-jiwa di pulihkan, juga pekerjaan iblis dapat dihancurkan dan gereja bisa mengalami pertumbuhan dengan dipimpin oleh Roh Kudus. Roh Kudus juga memberikan kemampuan untuk bersaksi atau melakukan penginjilan. Dasar gereja untuk bisa bertumbuh di masa kini tidak bisa terpisah dari sejarah gereja mula-mula yang telah di tuliskan di dalam Alkitab. Dalam Kisah Para Rasul 1:8 penulis menuliskan bahwa : AuTetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi. Ay Keberanian yang dimiliki dalam memberitakan Injil adalah bentuk dari pekerjaan Roh Kudus atas kehidupan orang percaya. Dengan demikian melalui pekerjaan Roh Kudus atas setiap orang percaya maka Firman Tuhan bisa diberitakan, orang-orang mengalami pertobatan dan jiwa-jiwa bisa dimenangkan. Gereja tidak hanya sekedar bertumbuh dalam pertambahan jumlah jemaat saja, tetapi juga menyempurnakannya supaya bisa menjadi berkat bagi dunia dan menjadi serupa dengan Kristus. Keserupaan dengan Allah dapat ditunjukkan melalui karakter atau sikap yang ditunjukkan oleh jemaat, yang dimana perkataan dan perbuatan serta pikiran memenuhi seluruh kehidupan setiap jemaat. Hal tersebut dapat tercapai apabila jemaat mau dimuridkan melalui pengajaran dalam gereja. 20 Keserupaan gereja dengan Kristus dapat terwujud apabila jemaat menanggapi dengan serius setiap pengajaran yang ada dalam gereja. Tidak hanya Roh Kudus tetapi persekutuan dan kesatuan gereja juga penting dalam hakikat pertumbuhan gereja. Persekutuan . merupakan gambaran dari antusiasme setiap orang yang percaya yang ditunjukkan melalui ikatan bersama saat ibadah, makan bersama dan dalam berbagi segala apa yang mereka miliki (Kis 2:. Orang-orang Kristen menyebut satu sama lain sebagai saudara. Jadi persekutuan merupakan suatu ikatan ditunjukkan oleh gereja mula-mula. 21 Tanpa adanya persekutuan gereja tidak akan bisa memiliki ruang untuk bisa bertemu ataupun berbagi dengan saudara-saudara Persekutuan yang dimaksud tidak hanya sekedar menjadi rutinitas saja berkumpul dengan 19Paulus Kunto Baskoro and Yakub Hendrawan Perangin-Angin. AuPeran Karunia Roh Kudus Dalam Pelayanan Orang,Ay 40. 20Desy Masrina. Muryati Muryati, and Suwondo Sumen. AuDampak Pemuridan Bagi Kaderisasi Pelayan Tuhan Dan Pertumbuhan Gereja Bethel Indonesia Toho,Ay Jurnal Gamaliel: Teologi Praktika 3, no. : 128Ae134. 21Adi Putra. AuHakikat Pertumbuhan Gereja Berdasarkan Kisah Para Rasul 2:41-42,Ay BIAAo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual 3, no. : 271Ae272. J T S 2025 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 14 NOMOR 1 saudara-saudara seiman melainkan benar-benar hidup dalam persekutuan. Persekutuan memiliki makna yang sangat dalam yaitu mengasihi keluarga Allah dan membagi kehidupannya dalam perjumpaan dengan Kristus. Tanpa persekutuan manusia tidak dapat memenuhi tujuan Allah. 22 Jadi dasar untuk bisa melangkah melakukan pekerjaan Allah adalah melalui persekutuan. Karena tanpa persekutuan tidak akan ada pemuridan. Karakteristik Pertumbuhan Gereja. Karakteristik pertumbuhan gereja merupakan ciri khas yang melekat pada pertumbuhan gereja untuk menggambarkan bagaimana pertumbuhan gereja itu dapat terjadi. Dalam buku tentang pertumbuhan gereja alamiah. Schwarz menuliskan ada delapan karakteristik kualitas gereja yang membedakan gereja yang bertumbuh dengan gereja yang menurun. Karakteristik kualitas pertumbuhan gereja akan dibahas sebagai berikut: 23 Kepemimpinan yang Melakukan Pemberdayaan Peran pemimpin dalam memberdayakan mempunyai pengaruh besar terhadap pertumbuhan Masalah pemberdayaan yang sering dan dapat ditemukan dalam sistem kepemimpinan gereja adalah : Misuse. salah menggunakan anggota, yaitu dengan mempekerjakan orang-orang yang tidak memenuhi syarat. Disuse. tidak digunakan, yaitu anggota yang tidak dilibatkan dalam pelayanan. Abuse. menyalahgunakan, yaitu anggota yang memikul beban berlebihan. 24 Oleh karena itu sistem memberdayakan kepemimpinan adalah hal yang penting untuk dilakukan karena tanpa pemberdayaan sumber daya manusia semua usaha untuk mewujudkan visi gereja tidak akan berarti. Pemberdayaan yang dilakukan oleh gembala atau pemimpin gereja kepada jemaat sangat penting dalam pertumbuhan. GBT KAO Boja sudah melakukan pemberdayaan terhadap jemaatnya, tetapi belum maksimal gereja kurang tepat dalam penempatan beberapa anggota dalam pelayanan, yaitu memperkerjakan orang yang tidak memenuhi syarat. Selain itu, masih ada beberapa bidang yang masih terabaikan atau atau tidak diberdayakan contohnya pelatihan penginjilan. Memberdayakan jemaat, mengembangkan potensi yang dimiliki oleh jemaat dan mengikut sertakan jemaat dalam berbagai pelatihan-pelatihan maupun workshop adalah bagian dari tugas gembala sebagai pemimpin gereja dengan harapan jemaat bisa bertumbuh dalam gereja dan bisa aktif dan hal ini dilakukan di GBT KAO 22Maringan Pahala Siregar. AuPengaruh Kelompok Sel Terhadap Pertumbuhan Jemaat Gereja Bethel Indonesia Simalingkar B Medan,Ay HAGGADAH: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 2, no. : 18. 23Christoph Schalk Christian A. Schwarz. Pertumbuhan Gereja Alamiah (Jakarta: Metanoia, 1. , 15. 24Gidion. AuEfektifitas Kepemimpinan Yang Memberdayakan Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Gereja Di Gereja Jemaat Kristen Indonesia Maranatha Ungaran,Ay Shift Key : Jurnal Teologi dan Pelayanan 8, no. : 17. J T S 2025 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 14 NOMOR 1 Boja tetapi tidak maksimal. Hal ini sesuai dengan teori bahwa pemimpin mampu mengarahkan dan menggerakkan orang lain. Tugas Seorang pemimpin adalah menggunakan otoritasnya untuk memberdayakan jemaat sehingga gereja bisa bertumbuh. Pelayanan yang Berorientasi pada Karunia Yakob Tomatala mengatakan bahwa AuUntuk melaksanakan penatalayanan gereja. Kristus telah melengkapkan gereja dengan karunia-karunia rohani untuk melaksanakan penatalayanan Allah di dalam dan melalui gereja. 25 Karunia rohani yang dikaruniakan oleh Allah Bapa kepada setiap orang dalam gereja berguna untuk membuat gereja menjadi semakin bertumbuh dan mengembangkan pelayanan kerajaan Allah melalui gereja. Kurangnya pengetahuan akan karunia-karunia menjadi salah satu penyebab utama tidak bertumbuhnya gereja. Karunia diberikan oleh Allah kepada setiap orang untuk membangun sesama. Gereja yang tidak memberi pengajaran tentang karunia kepada jemaat membuat jemaat tidak dapat mengenali karunianya dan tidak dapat bermanfaat bagi pertumbuhan gereja. GBT KAO Boja tidak rutin dalam memberikan pengajaran tentang pelayanan yang berorientasi pada karunia kepada jemaat. beberapa hanya dilakukan pada momen pentakosta dan doa pencurahan Roh Kudus sepuluh hari. Akibatnya banyak jemaat yang masih ragu dan tidak yakin dengan karunia yang dimiliki. Pemimpin gereja yang menolong jemaat untuk menemukan karunia jemaat penting untuk pertumbuhan dan kesehatan gereja. Jemaat diberi karunia yang berbeda-beda oleh Tuhan, pemimpin gereja berperan mengidentifikasi dan mengembangkan karunia-karunia tersebut. Kerohanian yang Haus dan Antusiasme Pertumbuhan gereja dipengaruhi oleh tingkat iman jemaat dimana iman hidup di tengahtengah mereka. Hasrat rohani yang sangat besar adalah suatu hal yang menentukan dalam pertumbuhan Rasa haus dalam kerohanian tercermin dari sikap orang yang senantiasa terus mencari Tuhan, mau berkorban untuk hal-hal yang rohani, dan senantiasa selalu merindukan persekutuan dengan Tuhan. Tanpa hubungan pribadi dengan Kristus, tidak ada Augaya kerohanianAy yang haus dan penuh 26 Kerohanian yang seperti itu akan muncul dengan sendirinya ketika hubungan dengan Kristus ditingkatkan. 27 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa salah satu karakteristik pertumbuhan gereja dipengaruhi oleh tingkat kerohanian dan iman yang ditunjukan dengan rasa haus dan antusiasme di dalam gereja. 25Yakob Tomatala. Penatalayanan Gereja Yang Efektif Di Dunia Modern (Malang: Gandum Mas, 1. , 18. 26Seno Lamsir. Andreas Eko Nugroho, and Rikardo P. Sianipar. AuHubungan Kepemimpinan Hamba Matius-20:26-28. Antusiasme Melayani Dengan Pertumbuhan Iman Jemaat Ibadah Online Menara Doa Segala Bangsa Ministry Jakarta,Ay Jurnal Penelitian Inovatif 3, no. : 490. 27Christian A. Schwarz. Pertumbuhan Gereja Alamiah, 63. J T S 2025 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 14 NOMOR 1 Rasa haus dalam kerohanian pada umumnya tercermin dari sikap orang yang senantiasa terus mencari Tuhan, mau berkorban untuk hal-hal yang rohani dan senantiasa selalu merindukan persekutuan dengan Tuhan Jemaat di GBT KAO Boja sebagian besar tidak memiliki rasa haus dan antusias dalam Akibatnya kemauan jemaat untuk terlibat dalam berbagai kegiatan dan pelayanan di gereja menjadi menurun. Selain itu gereja akan kesulitan dalam menarik atau membawa anggota baru dan jemaat cenderung tidak memiliki dorongan untuk menjangkau orang lain. Kerohanian yang haus dan antusias akan muncul ketika hubungan dengan Kristus ditingkatkan. Struktur Pelayanan yang Tepat Guna Struktur pelayanan tepat guna adalah struktur yang memungkinkan karya pelayanan yang gesit dan lincah dalam menjawab kebutuhan jemaat. Prinsip dari pelayanan tepat guna adalah: pertama, struktur yang berorientasi pada kebutuhan. Kedua. Austruktur tepat gunaAy memerlukan SDM yang tepat guna, sehingga lebih efektif dan efisien dalam pencapaian suatu tujuan atau goal. 28 Melalui Struktur pelayanan yang tepat guna diharapkan jemaat bisa memakai setiap karunia-karunia yang sudah Allah berikan kepada gereja untuk dipergunakan dalam rangka kepentingan pertumbuhan gereja sehingga tuaian rohani menjadi semakin maksimal. Pelayanan yang tepat guna merupakan hal cukup serius untuk ditanggapi. Tujuannya adalah untuk semakin mengembangkan struktur pelayanan gereja sehingga menunjang proses pertumbuhan gereja semaksimal mungkin. Pelayanan yang tepat guna merupakan struktur yang berorientasi pada kebutuhan dan berguna untuk menjawab kebutuhan jemaat, baik itu di bidang pengajaran, penggembalaan, penyembuhan dan penginjilan. Pelayanan yang tepat guna di GBT KAO Boja belum secara maksimal dilakukan karena ada beberapa hal yang tidak sesuai pada tempatnya. Contohnya penempatan pelayan-pelayan mimbar tidak pada tempatnya atau tidak sesuai. Di GBT KAO Boja pelayanan tepat guna yang paling efektif dilakukan adalah visitasi. Ibadah yang Membangkitkan Inspirasi Ibadah tidak Auboleh memadamkan api RohAy, semua bentuk pelayanan dalam gereja harus dapat menjadi sarana bagi orang percaya untuk bisa mengalami Roh dan kasih Allah dalam komunitas orang Kristen. Ibadah biasanya mencakup banyak hal antara lain khotbah, musik, pujian penyembahan, dll. Ibadah yang benar dan mendatangkan pembaharuan merupakan suatu yang berpengaruh bagi pertumbuhan gereja baik kualitas maupun kuantitas. 29 Di posisi mana gereja saat ini merupakan petunjuk dan tanda yang jelas bagaimana keadaan gereja saat ini. 28Gidion. AuProfesionalitas Layanan Gereja. Shift Key: Jurnal Teologi Dan Pelayanan,Ay Jurnal Teologi Dan Pengembangan Pelayanan 7, no. :100. 29Yonggi Cho. Bukan Sekedar Jumlah (Jakarta: Yayasan pekabaran Injil Immanuel, 1. J T S 2025 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 14 NOMOR 1 Ibadah yang memberkati memiliki peran yang sangat penting dalam pertumbuhan gereja diantaranya adalah gereja yang memberkati mampu menciptakan lingkungan dimana orang-orang dapat tumbuh secara rohani sehingga memungkinkan jemaat untuk mengakui iman mereka secara teratur dan memperkuatnya melalui pujian, doa dan penyembahan. Jemaat di GBT KAO Boja sebagian besar mendapat berkat dari ibadah yang diikuti, baik itu dari khotbah maupun pelayanan pujian penyembahan akan tetapi tergantung pada keterbukaan hati jemaat dalam mengikuti ibadah yang dilaksanakan. Kelompok Kecil yang Menjawab Kebutuhan Secara Menyeluruh Kelompok kecil beberapa gereja mampu menjadi kelompok kecil yang menjawab kebutuhan secara menyeluruh. Akan tetapi kasus lain yang terjadi juga adalah kelompok kecil tidak benar-benar terfokus menjawab pertanyaan dan memenuhi kebutuhan nyata secara menyeluruh. Kualitas dari kelompok kecil tergantung kepada pemimpinnya. Orang yang memiliki karunialah yang dipanggil untuk memimpin kelompok kecil terutama karunia penggembalaan dan meskipun dengan karunia penggembalaan orang-orang tersebut masih perlu dilatih dalam bidang pelayanan mereka dan hal ini harus menjadi prioritas untuk dilakukan. Pemahaman jemaat jemaat terhadap komunitas kecil . memiliki pengaruh yang besar terhadap pertumbuhan gereja. Pemahaman yang baik tentang pentingnya komunitas ini mendorong jemaat untuk terlibat dalam komsel. Komsel mampu menjadi kelompok kecil yang menjawab kebutuhan jemaat secara menyeluruh karena jemaat cenderung lebih terbuka untuk terlibat dan berbagi kebutuhan serta doa dengan satu sama lain. Jemaat GBT KAO Boja memahami tentang komsel itu sebagai kelompok persekutuan yang ruang lingkupnya lebih kecil yang dilakukan untuk memuridkan jemaat antara lain dengan belajar Firman Tuhan, sesi tanya jawab, bersaksi, mendoakan sehingga iman jemaat semakin bertumbuh dan mempererat hubungan jemaat satu dengan yang lainnya. Penginjilan yang Berorientasi pada Kebutuhan Penginjilan memiliki dampak yang sangat penting terhadap pertumbuhan gereja. Penginjilan yang berorientasi pada kebutuhan sangatlah penting. Penginjilan bisa mengakibatkan pertumbuhan rohani bagi mereka yang menerima pesan Injil dan pertumbuhan kuantitas ketika orang tersebut menjadi bagian dari jemaat lokal dan berkontribusi pada pertumbuhan gereja secara keseluruhan. Banyak gereja yang menggunakan karunia rohani hanya dalam urusan intern dalam artian orang-orang yang tidak mempunyai kontak dengan gereja hampir tidak akan pernah terjamah oleh pelayanan mereka. Padahal karunia rohani orang Kristen dapat dimanfaatkan sehingga banyak orang mengenal Kristus melalui pelayanan yang dilakukan. Jemaat di GBT KAO Boja pernah melakukan penginjilan, baik itu melalui kesaksian, disampaikan kepada teman kerja, teman sekolah dll. Tetapi jemaat tidak melakukannya secara signifikan dan banyak yang sudah tidak melakukannya lagi dengan alasan merasa takut karena pernah ditolak. J T S 2025 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 14 NOMOR 1 Jemaat di GBT KAO Boja tidak melakukan penginjilan berdasarkan pada kebutuhan. Akibatnya pertumbuhan gereja terhambat karena orang-orang diluar gereja tidak pernah terjamah dalam pelayanan yang ada di gereja, karunia rohani yang ada dalam gereja hanya digunakan untuk urusan intern dan menjadi tidak bermanfaat secara luas. Hubungan yang Penuh Kasih. Karakteristik hubungan yang penuh kasih ini lebih banyak berbicara kepada anggota jemaat. Pemimpin gereja akan membuat suatu kemajuan apabila melibatkan semua orang Kristen untuk bisa bertumbuh bersama dalam kasih yang berkualitas. Caranya salah satunya adalah dengan menjadikan topik kasih menjadi topik utama selama beberapa bulan dalam tema khotbah yang dibawakan. Tujuan utama dari topik tersebut adalah memperdalam hubungan antara orang Kristen dengan orang lain dan meningkatkan kualitas hubungan tersebut atau mampu menunjukkan kasih nyata kepada orang yang bukan merupakan bagian dari gereja. Proses ini merupakan daya tarik penginjilan gereja lokal. Proses ini menjadi ukuran utama meningkatnya pertumbuhan gereja. Hubungan antara anggota jemaat cukup mempengaruhi pertumbuhan gereja karena hubungan yang erat antara anggota jemaat memperkuat ikatan dalam gereja dan mendorong anggota untuk tetap terlibat dan berkomitmen dalam pertumbuhan gereja karena hubungan yang positif memungkinkan jemaat untuk memperlihatkan kasih dan kerendahan hati dan saling melayani dan hal tersebut menjadi kesaksian yang kuat bagi orang yang diluar gereja. Jemaat di GBT KAO Boja sebagian besar memiliki hubungan yang cukup baik satu sama lain, meskipun tidak secara keseluruhan karena masih ada jemaat yang kurang memiliki empati antara satu sama lain. Pemimpin gereja di GBT KAO Boja sudah memberikan teladan dalam hubungan yang saling mengasihi terlihat dari kepedulian terhadap jemaat dan saat visitasi. KESIMPULAN Pertumbuhan gereja dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik melalui penginjilan langsung maupun tidak langsung, serta kepemimpinan yang mampu memotivasi dan memberdayakan jemaat. Keterlibatan aktif jemaat dalam pelayanan, penginjilan, dan kegiatan sosial terbukti sangat penting bagi pertumbuhan gereja. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan menekankan pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan kualitas dan kuantitas jemaat. Temuan ini mengidentifikasi delapan karakteristik gereja yang bertumbuh, seperti kepemimpinan yang memberdayakan, pelayanan berbasis karunia, ibadah yang inspiratif, dan kelompok kecil yang menjawab kebutuhan. Faktor rohani seperti pengajaran Firman, peran Roh Kudus, dan kasih antar jemaat juga memperkuat fondasi gereja. Gereja perlu mengambil langkah konkret untuk memperbaiki aspek-aspek yang masih lemah dan memaksimalkan potensi yang ada. Sistem pemberdayaan jemaat harus diperkuat melalui pelatihan dan J T S 2025 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 14 NOMOR 1 pembinaan yang terarah. Penginjilan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat perlu dihidupkan kembali sebagai bagian dari misi gereja. Struktur pelayanan juga perlu disesuaikan dengan dinamika zaman agar lebih efektif dan kontekstual. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengevaluasi dampak program pelatihan rohani terhadap pertumbuhan gereja secara menyeluruh. DAFTAR PUSTAKA