GG I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. PENERAPAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT(PHBS) TATANAN RUMAH TANGGA DI JORONG BATU BASA KECAMATAN PARIANGAN IMPLEMENTATION OF CLEAN AND HEALTHY LIVING BEHAVIOR (PHBS)HOUSEHOLD ORDER IN JORONG BATU BASA PARIANGAN DISTRICT Lilisa Murni. Ida Suryati. Rara Raih Impian (Email: idasuryati647@gmail. ABSTRAK Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seyogyanya sudah menjadi perilaku hidup sehat masyarakat karena sejak program ini dicanangkan tahun 2011 sudah disosialisasikan, dilakukan edukasi oleh instansi terkait secara langsung maupun melalui media elektronik sesuai pedoman. Kenyataannya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat belum sesuai dengan pedoman dan target capaian pemerintah. Hal ini perlu ditanggulangi secara baik agar penerapan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi pola hidup sesuai aturan kesehatan. Penelitian ini dilaksanakan di Jorong Batu Basa. Kecamatan Pariangan Kabupaten Tanah Datar tahun 2025. Populasi adalah 200 KK dan teknik penarikan sampel adalah total sampling, dilakukan dengan metode survai dan pengolahan data dengan teknik Prosentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat tinggi 85% dan 15% rendah, sikap 57% positif dan 43% negatif serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat 56% baik dan 43% tidak baik. Belum tercapainya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat sesuai target dengan prosentase capaian 56% dari target 80% menjadi bahan kajian bagi pihat terkait untuk merancang program peningkatan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat melalui pemecahan masalah dan kendala yang ditemukan di lapangan berkaitan dengan kelengkapan fasilitas TPA ( Tempat Pembuangan Akhir Sampah ), edukasi cuci tangan bagi anak-anak dan orang dewasa, ketersediaan jamban sehat dan tidak buang air besar di sungai, serta tidak merokok dalam rumah. Kata kunci : PHBS . ABSTRACT The implementation of clean and healthy living behavior (PHBS) should have become a healthy living behavior of the community because since this program was launched in 2011, it has been socialized, education has been carried out by related agencies directly or through electronic media according to the In reality, the implementation of clean and healthy living behavior is not in accordance with the guidelines and government achievement targets. This needs to be addressed properly so that the implementation of clean and healthy living behavior becomes a lifestyle according to health regulations. This study was conducted in Jorong Batu Basa. Pariangan District. Tanah Datar Regency in 2025. The JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. population was 200 families and the sampling technique was total sampling, carried out using the survey method and data processing using the Percentage technique. The results of the study showed that public knowledge about clean and healthy living behavior was high 85% and 15% low, attitudes 57% positive and 43% negative and the implementation of clean and healthy living behavior 56% good and 43% not The failure to achieve the implementation of clean and healthy living behavior according to the target with an achievement percentage of 56% of the target of 80% is a study material for related parties to design a program to improve the implementation of clean and healthy living behavior through solving problems and obstacles found in the field related to the completeness of TPA (Final Waste Disposal Sit. facilities, hand washing education for children and adults, the availability of healthy toilets and not defecating in the river, and not smoking in the house. Keywords: PHBS. PENDAHULUAN Pemerintah memulai rancang strategi pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germa. Tahun 2025 terutama pada penguatan keberlanjutan implementasi Germas. Berdasarkan Inpres 1 Tahun 2017 Tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, adalah kegiatan yang berkaitan Peningkatan aktivitas fisik. Peningkatan PHBS. Penyediaan pangan sehat dan percepatan gizi. Peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit. Peningkatan kualitas Peningkatan edukasi hidup Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai salah satu elemen Germas telah menjadi sebuah pola atau kebiasaan maupun perilaku setiap orang untuk menuju hidup sehat. Mencapai PHBS ini sudah banyak program kegiatan yang dilakukan oleh Instansi Kesehatan seperti Puskesmas. Pustu dan Posyandu dalam mensosialisasikannya kepada masyarakat baik secara kelompok, maupun individu atau melalui program di media elektronik dan media sosial. Hal ini berarti bahwa pengetahuan, sikap dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sudah menjadi sebuah pola yang dilakukan secara terus menerus dan menjadi kebiasaanserta dalam Islam pun mengajarkan bahwa kebersihan itu adalah sebagian dari Iman. Menurut Badan Penelitian Pengembangan, kecenderungan proporsi anggota rumah tangga yang berperilaku benar dalam hal JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 mencuci tangan di Indonesia yaitu 47%. Berdasarkan hal tersebut, ternyata masih kurangnya masyarakat Indonesia yang belum menerapkan perilaku cuci tangan dengan baik dan Target nasional untuk cakupan Standar Pelayanan Minimal Promosi Kesehatan merupakan acuan Kabupaten/Kota adalah rumah tangga sehat atau PHBS 80%. ASI Eksklusif 80%, dan persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan 92% pada tahun 2015 (Marzuki, 2. Dalam ruang lingkup yang lebih kecil yaitu di Kecamatan Pariangan Kabupaten Tanah Datar Tahun 2023 bahwa jumlah Bayi yang Diberi ASI Eksklusif adalah 34,50%. Angka ini adalah terendah dari 14 (Empat Bela. Kecamatan yang ada di Kabupaten Tanah Datar berdasarkan data dari Kabupaten Tanah Datar Dalam Angka Tahun Jumlah Pelanggan Air Menurut Kecamatan di Kabupaten Tanah Datar, 2023 bahwa Kecamatan Pariangan nomor 2 . umlah pelanggan . dari 14 . mpat bela. kecamatan yang ada. Nagari Batu Basa berada di Kecamatan Pariangan. Kabupaten Tanah Datar. Provinsi Sumatra Barat. Luas Nagari Batu Basa: 13,76 kilometer persegi atau 18 persen dari luas wilayah Kecamatan Pariangan, dalam fasilitas kesehatan yang dimiliki adalah Puskesmas Pembantu (Pust. Unit. I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan bahwa pembuangan sampah yang dilakukan masyarakat langsung dibuang ke sungai karena belum adanya tempat pembuangan sampah akhir (TPA). Kondisi ini tentu akan mencemari sungai dan lingkungan serta berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan. Masyarakat juga membawa sampahnya ke pasar pada malam hari dengan harapan sampah tersebut dibawa oleh mobil pengangkut sampah. Kesadaran untuk mencuci tangan pakai sabun setelah beraktivitas juga masih rendah terutama dikalangan anak-anak dan orang dewasa. Ketersediaan air bersih juga belum menjangkau semua masyarakat. Beberapa rumah sudah memiliki jamban sehat tetapi ada juga yang masih belum memiliki jamban sehat, beberapa warga yang tidak memiliki jamban masih melakukan buang air besar di sungai serta masih adanya kebiasaan merokok masyarakat di dalam rumah juga ditemukan. Kondisi ini akan berakibat pada penurunan kualitas lingkungan berupa pencemaran tanah, air dan udara, gangguan kesehatan yang berasal dari kualitas lingkungan yang kurang baik seperti diare. Adanya gangguan rasa nyaman dan gangguan pandangan dengan situasi lingkungan seperti hal Jika hal ini dibiarkan akan membentuk pola hidup sehat dan bersih masyarakat belum sesuai dengan aturan kesehatan. Kenyataan tersebut telah mendorong penulis untuk melakukan penelitian berkaitan dengan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di Berdasarkan pengumpulan data di Jorong Batu Basa karakteristik responden adalah dari 562 responden atau 200 KK, mayoritas masyarakat berusia >20-45 tahun, dengan jumlah perempuan sebanyak 206 . ,5%) penduduk dan laki-laki 172 KK . ,2 %) penduduk. Tingkat Pendidikan dari 562 responden atau 200 KK mayoritas adalah tamat SD sebanyak . ,28%). Pekerjaan atau mata pencarian penduduk adalah dari 562 penduduk atau 200 KK, didapat mayoritas 371 . ,5%) Penduduk sebagai ibu rumah tangga dan 236 . ,8%) bekerja sebagai petani. JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 Jorong Batu Basa. Kecamatan Pariangan Kabupaten Tanah Datar . Idealnya perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat sudah sesuai dengan pola yang diturunkan oleh pemerintah karena sudah dilakukan sosialisasi dan edukasi baik secara langsung maupun melalui media elektronik Tujuan mengetahui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat tatanan rumah tangga di Jorong Batu Basa Kecamatan Pariangan Tahun 2025. BAHAN DAN METODE Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survei di Jorong Batu Basa. Kenagarian Batu Basa. Kecamatan Pariangan. Kabupaten Tanah Datar. Pelaksanaan penelitian adalah pada Tanggal 21-27 April Tahun Populasi dalam penelitian ini adalah semua Kepala Keluarga yang ada di Jorong Batu Basa. Kenagarian Batu Basa. Kecamatan Pariangan. Kabupaten Tanah Datar yang berjumlah 200 KK. Teknik penarikan sampel adalah total sampling dari jumlah KK yang ada pada populasi yakni 200 KK. Instrumen penelitian sebagai alat ukur yang digunakan dalam pengumpulan data dan menjawab permasalahan penelitian diturunkan Analisis menggunakan analisis Prosentase untuk melihat frekuensi atau proporsi suatu kejadian atau kategori tertentu dalam suatu populasi atau HASIL Berdasarkan data yang diperoleh, dari 562 responden atau 200 KK tentang aspek pengetahuan masyarakat terhadap PHBS bahwasanya pengetahuan penduduk termasuk kategori tinggi 171 . %) dan 29 . %) lainnya pengetahuan masyarakat masih termasuk Distribusi pengetahuan masyarakat tentang PHBS berdasarkan Pertanyaan pengetahuan tentang PHBS di jorong Batu Basa Tahun 2025 sebagai berikut : Persalinan seharusnya ditolong oleh tenaga Kesehatan dan dipelayanan kesehatan, ( 92,5% ) menjawab betul dan 15 I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. ,5%) menjawab salah. Bayi diberi makanan pendamping ASI pada usia 6 bulan, 180 ( 90%) menjawab betul dan 20 . %) menjawab Pemberian ASI tetap dilanjutkan hingga bayi berusia 2 tahun, 182 . %) menjawab benar dan 18 . %) menjawab salah. Penimbangan balita minimal 1 bulan sekali, 193 . ,5%) menjawab benar dan 7 . ,5%) menjawab salah. Syarat-syarat air bersih adalah tidak berasa, tidak bewarna, dan tidak berbau, 195 ( 97,5% ) menjawab betul dan 5 . ,5%) menjawab salah. Mencuci tangan yang baik dengan air bersih mengalir dan sabun, 193 ( 96,5%) menjawab betul dan 7. ,5%) menjawab salah. Jarak sumber air dengan septic tank sebaiknya minimal 10 m, 196 . %) menjawab benar dam 4 . % ) menjawab Pencegahan DBD dapat dilakukan dengan 3M plus . enguras tempat penampungan air menutup tempat-tempat penampungan air, dan mengubur barang beka. , 196 . %) menjawab benar dan 4 . %) menjawab salah. Mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari dapat menghindari penyakit tidak menular, 194 . %) menjawab benar dan 6 . %) menjawab Aktivitas fisik yang dianjurkan adalah 2-3 x/minggu dengan waktu 20-45 menit, 195 . ,5% ) menjawab benar dan 5 . ,5%) menjawab Merokok di dalam rumah dapat membahayakan seluruh anggota keluarga, 192 . %) menjawab benar dan 8. %) menjawab Aspek Sikap berdasarkan data yang diperoleh dari 562 responden tentang sikap masyarakat terhadap PHBS bahwasanya sikap penduduk termasuk kategori positif 115. %) dan 85. %) lainnya sikap masyarakat masih termasuk kategori negatif. Distribusi frekuensi sikap masyarakat tentang PHBS berdasarkan Pertanyaan sikap tentang PHBS di Jorong Batu Basa Tahun 2025 adalah sebagai berikut : Ibu selalu ke bidan atau ketenaga kesehatan lain untuk pertolongan persalinan 112 . %) sangat setuju, 76. %) setuju 12. %) cukup setuju dan 0 . %) sangat tidak setuju. Ibu memberikan makanan tambahan . usu formula, bubur, pisan. setelah bayi berusia 6 bulan, 107 . ,5%) sangat setuju, 86 dan 0. %) menyatakan sangat JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 tidak setuju. Ibu memberikan ASI pada anak sampai usia 2 tahun 109 . ,5%) menjawab sangat setuju, 86 . %) setuju, 5 . ,5%) tidak setuju dan 0 . %) sangat tidak setuju. Keluarga menimbang bayi dan balita setiap bulan ke Posyandu atau fasilitas kesehatan, 116. %) menjawab setuju, 78 . %) setuju, 5 . ,5%) tidak setuju, 0 . %) sangat tidak setuju. Keluarga menggunakan air PAM/sumurpompa/air gallon untuk masak dan minum, 116 . %) menjawab sangat setuju, 76. %) setuju, 7. ,5%) tidak setuju dan 1. ,5%) sangat tidak setuju. Anggota keluarga cuci tangan memakai sabun sebelum dan sesudah makan. BAB,BAK dan beraktifitas, 113 . ,5%) sangat setuju, 76. %) setuju, 10. %) tidak setuju dan 1. ,5%) sangat tidak Keluarga Buang Air Besar/kecil di WC/jamban keluarga sendiri yang menggunkan septik tank dan leher angsa/toilet, 105. ,5%) menjawab sangat setuju, 84. %) setuju, 10. %) tidak setuju dan 3. ,5%) sangat tidak setuju. Keluarga menguras dan menyikat tempat penampungan air secara rutin minimal 1xseminggu, 104. %) menjawab sangat setuju, 81. %) setuju, 8. %)tidak setuju, dan 3. ,5%) sangat tidak setuju. Anggota keluarga makan buah dan sayur setiap hari, 106. %) menjawab sangat setuju, 85. %) setuju, 8 . %) tidak setuju dan 1. ,5%) sangat tidak setuju. Anggota keluarga berolahraga/aktifitas fisik secara teratur minimal 2 kali seminggu, 100 . %) menjawab sangat setuju, 86. %) setuju, 13. ,5%) tidak setuju dan 1. ,5%) sangat tidak setuju. Aspek penerapan perilaku masyarakat terhadap PHBS bahwasanya tindakan penduduk termasuk kategori baik 112. %) dan 88. %) lainnya tindakan masyarakat masih termasuk kategori rendah. Distribusi frekuensi sebagai berikut : Memeriksakan kesehatan atau mengontrol tekanan darah ke tenaga kesehatan atau puskesmas minimal 1x sebulan 149 . ,5%) selalu, 41. kadang-kadang, 6 . %) jarang dan 4 . %) tidak pernah. Mengonsumsi obat Hipertensi secara teratur sesuai arahan dokter, 149 . ,5%) selalu, 32. %) kadang-kadang , 14 . %) kadang-kadang dan 6 . %) tidak Berkonsultasi kedokter/kepuskesmas GG I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. apabila ada keluhan sakit kepala, jantung berdebar-debar, kuduk terasa sakit dan merasa kelelahan 151 . ,5% ) selalu, 35 . ,5%) kadang-kadang, 11 ( 5,5%) jarang dan 3 ( 1,5%) tidak pernah. Mengurangi makanan asin dan mengurangi takaran garam pada masakan, 116 . %) selalu, 66. %) kadang-kadang, 11. ,5%) jarang dan 8 . %) tidak pernah. Makan sayur-sayuran dan buahbuahan setiap hari, 122 . %) selalu, 34 . %) kadang-kadang, 38 . %) jarang dan 5 ( 2,5%) tidak pernah. Melakukan olahraga seperti jalan santai menimal 30 menit minimal 2 kali seminggu, 130 . %) selalu, 31 . ,5%) kadang-kadang, 36 ( 18%) jarang dan 5. ,5%) tidak pernah. Jika merasakan adanya kebas, terasa berat pada tangan dan kaki segera datang ke pelayanan kesehatan 153 . ,5%) selalu, 29 . ,5%) kadang-kadang, 10 . %) jarang dan 9 . ,5%) tidak pernah. Mengontrol emosi jika sedang marah dan banyak pikiran 104 ( 52%) selalu, 63 . ,5%) kadang-kadang, 21 . ,5% ) jarang dan 11. ,5%) tidak pernah. Menjaga berat badan ideal untuk mencegah resiko tejadi hipertensi, 101 . ,5%) selalu, 56 . %) kadang-kadang, 35 . ,5%) jarang dan 6. %) tidak pernah. Istirahat dan tidur yang cukup . inimal 7-8 jam ) dalam sehari, 107 ( 53,5%) selalu, 54 . %) kadangkadang, 24 . %) jarang dan 15 . ,5%) tidak PEMBAHASAN Komposisi penduduk yang masih memiliki pengetahuan yang rendah tentang perilaku hidup bersih dan sehat sejalan dengan strata pendidikan masyarakat sebesar 41,28% berpendidikan tamat SD. Hasil wawancara dengan petugas promosi kesehatan di Puskesmas Pembantu Kenagarian Batu Basa bahwa pelaksanaan program edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) telah dilaksanakan secara rutin baik secara langsung seperti penyuluhan di posyandu, pertemuan kader, dan program desa siaga serta telah dilakukan sosialisasi melalu media. Meskipun demikian, sebagian besar masyarakat masih memiliki tingkat JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 pengetahuan yang rendah terkait indikatorindikator PHBS, hal ini ditunjukkan dengan masih terbatasnya pemahaman warga terhadap komponen PHBS seperti pemberian makanan pendamping ASI, sampai usia berapa pemberian ASI, siapa seharusnya yang memberikan pertolongan persalinan, pentingnya mencuci tangan pakai sabun, bahaya merokok dalam Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Adistya Yora . bahwa 51,5% responden memiliki pengetahuan yang rendah tentang PHBS di Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar tahun 2024 dan hasil penelitian Rena Azizul Fadila dkk . 0 ) bahwa pengetahuan keluarga merupakan faktor utama pada penerapan PHBS di tatanan rumah tangga. Aspek Sikap masyarakat terhadap PHBS dengan kategori positif 115 . %) yang komposisinya lebih tinggi dibandingkan dengan yang negatif sebanyak 85. %) menunjukkan adanya keterbukaan terhadap informasi yang disampaikan oleh pihak terkait seperti Puskesmas dan tokoh masyarakat serta partisipasi warga dalam kegiatan penyuluhan. Dari indikator PHBS sikap Masyarakat memiliki pandangan yang positif terhadap pentingnya hidup bersih dan sehat. Hasil wawancara dengan pihak wali jorong menunjukkan bahwa masyarakat pada umumnya telah memiliki kesadaran akan pentingnya kesehatan lingkungan dan kebersihan pribadi. Mendukung hal tersebut berdasarkan hasil wawancara dengan Walinagari bahwa sebagian besar masyarakat dinilai memiliki sikap yang positif terhadap program PHBS. Sikap masyarakat terhadap ajakan untuk hidup sehat cukup positif ditunjukkan dengan keterlibatan dalam kegiatan komunitas seperti kerja bakti dan penyuluhan kesehatan. Aspek perilaku masyarakat terhadap PHBS dengan komposisi baik 112 . %) lebih besar dibandingkan dengan perilaku dengan kategori kurang baik 88. %) didukung dengan data dari Puskesmas bahwa penerapan perilaku sesuai prinsip PHBS masih belum merata. Ditemukan bahwa tindakan nyata seperti rutinitas memeriksakan dan kontrol kesehatan, pola makan sehat dan melakukan aktifitas fisik atau olah raga I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. secara rutin. Istirahat atau tidur sesuai aturan Selain itu kebiasaan mencuci tangan, penggunaan jamban sehat serta pengelolaan limbah rumah tangga belum dilakukan secara konsisten oleh sebagian besar warga. Masih sembarangan, serta penggunaan jamban yang tidak memenuhi standar sanitasi. Penelitian menunjukkan hasil bahwa jumlah ibu yang memberikan ASI Eksklusif di Kelurahan Ujung Kecamatan Semampir Kota Surabaya rendah. Hal ini dikarenakan pengetahuan ibu tentang pentingnya pemberian ASI Eksklusif Selain pemberian ASI Eksklusif yang rendah, capaian imunisasi dasar lengkap juga rendah karena masyarakat tidak secara rutin menimbang balita di posyandu serta dipengaruhi juga oleh kurangnya pengetahuan ibu tentang pentingnya imunisasi dan adanya anggapan yang salah tentang imunisasi. Sehingga dapat dikatakan responden tidak menerapkan PHBS apabila terdapat salah satu indicator PHBS yang tidak diterapkan (Azizul Fadila dkk, 2. Sejalan dengan hasil penelitian Lintje Boekosoe . bahwa pada masyarakat pesisir desa Deme II Kecamatan Sumalata Timur Kabupaten Gorontalo Utara sebagian besar menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan baik . ,8%). Status ekonomi . ilai ya 0,000. R = 0,306. R Square = 0,. dan pengetahuan . ilai ya 0,000. R = 0,418. R Square = 0,. berpengaruh signifikan terhadap perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada Tatanan Rumah Tangga masyarakat pesisir Desa Deme II Kecamatan Sumalata Timur. Gorontalo Utara. status ekonomi berpengaruh lemah sebesar 9,3% dan pengetahuan berpengaruh sedang sebesar 17,5%. Pemerintah nagari telah berupaya mendukung pelaksanaan program PHBS melalui penyediaan fasilitas dasar seperti tempat sampah umum, pembangunan saluran drainase serta pelatihan kader kesehatan. Meskipun dukungan infrastruktur telah tersedia, masih terdapat kendala dalam hal implementasi perilaku PHBS oleh Belum terbentuknya kebiasaan hidup sehat menyebabkan tindakan masyarakat masih berada dalam kategori yang kurang baik. JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa pengetahuan masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat tinggi masih ada pada kategori rendah, demikian juga dengan sikap kategori negatif dengan kategori cukup signifikan, sedangkan untuk penerapan perilaku juga signifikan pada kategori tidak baik. Saran dalam hal ini dengan belum tercapainya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat sesuai target dengan prosentase capaian 56% dari target 80% menjadi bahan kajian bagi pihat terkait untuk merancang program peningkatan penerapan perilaku hidup bersih dan melalui pemecahan masalah dan kendala yang ditemukan di lapangan berkaitan dengan edukasi rutinitas memeriksakan dan kontrol kesehatan, pola makan sehat dan melakukan aktifitas fisik atau olah raga secara rutin,cuci tangan bagi anak-anak dan orang dewasa, tidak buang air besar di sungai serta tidak merokok dalam rumah. Upaya ketersediaan jamban sehat dan, kelengkapan fasilitas TPA ( Tempat Pembuangan Akhir Sampah ),Diperlukan pendekatan berkelanjutan yang mencakup edukasi, pembinaan, serta pengawasan yang lebih intensif untuk meningkatkan penerapan PHBS secara konsisten di tingkat rumah tangga. DAFTAR PUSTAKA