Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar ISSN : 1907-8153 (Prin. e-ISSN : 2549-0567 (Onlin. PROPIOCEPTIVE NEUROMUSKULAR LEBIH BAIK DARIPADA CORE STABILITY PADA PENURUNAN NYERI LOW BACK PAIN NON SPESIFIK DI RSAD TK. II PELAMONIA MAKASSAR Neuromuscular Propioceptive is Better Than Core Stability in Reducing Non-Specific Low Back Pain At RSAD TK. II Pelamonia Makassar Wildayati1. ArpanjamAoan2. Andi Halimah3 1Universitas udayana 2,3Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Makassar ABSTRACT Background: Non specific low back pain is a musculoceletal complaint that often causes motion pain and hypomobile in the lumbar segment. The most common source of pain comes from the facet joint and the muscles, so it often causes pain when there is loading on the facet joint and the muscles. The condition of non-specific low back pain often develops into chronic low back pain and consequently will cause a decrease in lumban functional activity. Method: This study was a quasy experimental study with a pre-post-test two group design design, aimed at finding out the differences in the effect of PNF and Core Stability on the application of MWD to pain relief in patients with non-specific low back pain. This research was conducted at RSAD TK. II Pelamonia Makassar, with the sample being a non-specific patient with low back pain in accordance with the inclusion criteria and the way of sampling by purposive sampling. Total population of 71 people with a sample of 18 people who were randomly divided into 2 groups, namely the PNF and MWD treatment groups of 9 people and the Core Stability and MWD treatment groups of 9 people. Results: Based on the Wilcoxon Test showed that PNF and MWD produced a significant pain reduction with 3. 667 A 0. 931 cm with a p value <0. 05, while Core Stabilty and MWD produced a significant pain reduction with 4. 300 A 0. 507 cm with a p value <0. Based on the Mann Whitney Test, it shows that there is a significant effect between treatment groups with a value of p = 0. 053 <0. 05 Conclusion: The conclusion of this study is PNF and MWD with Core Stability and MWD have a significant difference in effect on pain reduction in patients with non-specific low back pain Keywords: PNF. MWD. Core Stability. Non Spesifik Low Back Pain ABSTRAK Latar Belakang: Non spesifik low back pain merupakan keluhan muskulokeletal yang sering menyebabkan nyeri gerak dan hipomobile pada segmen lumbal. Sumber nyeri umunya berasal dari facet joint dan otot, sehingga sering menimbulkan nyeri saat terjadi pembebanan pada facet joint dan otot. Kondisi Low back pain non-spesific sering berkembang menjadi chronic low back pain dan akibatnya akan menimbulkan penurunan aktivitas penurunan aktivitas fungsional lumban. Metode: Penelitian ini adalah penelitian quasy eksperimen dengan desain pre test Ae post test two group design, bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh pemberian PNF dengan Core Stability pada penerapan MWD terhadap penurunan nyeri pada penderita non spesifik low back pain. Penelitian ini dilaksanakan di RSAD TK. Pelamonia Makassar, dengan sampel adalah penderita non spesifik low back pain yang sesuai dengan kriteria inklusi dan cara pengambilan sampel dengan cara purposive sampeling. Jumlah populasi 71 orang dengan sampel adalah 18 orang yang dibagi secara acak ke dalam 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan PNF dan MWD sebanyak 9 orang dan kelompok perlakuan Core Stability dan MWD sebanyak 9 orang Hasil: Berdasarkan Uji Wilcoxon menunjukkan bahwa PNF dan MWD menghasilkan penurunan nyeri yang signifikan dengan 3,667 A 0,931 cm dengan nilai p< 0,05, sedangkan Core Stabilty dan MWD menghasilkan penurunan nyeri yang signifikan dengan 4,300 A 0,507 cm dengan nilai p< 0,05. Berdasarkan Ujii Mann Whitney, menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antar kelompok perlakuan dengan nilai p = 0,053 < 0,05 Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah PNF dan MWD dengan Core Stability dan MWD memiliki perbedaan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan nyeri pada penderita non spesifik low back pain Kata Kunci : PNF. MWD. Core Stability. Non Spesifik Low Back Pain PENDAHULUAN Low back pain non-spesific (LBP) adalah nyeri punggung bawah yang paling sering terjadi, diperkirankan 70-80% dari seluruh populasi perna mengalami Low back pain non-spesific pada masa hidupnya. Prevalens pertahunya bervariasi low back pain di Negara Amerika Serika dilaporan sebesar 15- 45% dan angka kejadian tersebut terbanyak didapatkan pada usia 35 th Ae 55 th. Berdasarkan copcord Indonesia . ommunity oriented for controle of rhematic diseas. menujukan prevalensi nyeri punggung bawah 18,2% pada laki-laki dan 13,6% pada wanita (Pramita, 2. Hampir 20% orang mengalami low back pain setiap tahunnya dan hanya sekitar 10-20% saja di temukan diagnosisnya secara Paling banyak adalah low back pain mekanik yaitu 97% dari seluruh kasus Low Back Pain Non Spesifik. Sebanyak 90% keluhan akan hilang dalam waktu kurang dari 2 Ae 3 minggu setelah onset (Berua & Sultana. Penyebab terjadinya Low Back Pain adalah karena terjadinya tekanan pada susunan saraf tepi daerah pinggang . araf Jepitan pada saraf ini dapat terjadi karena gangguan pada otot dan jaringan sekitarnya, gangguan pada sarafnya sendiri, kelainan tulang belakang maupun kelainan di tempat lain. Spesme otot . etengan oto. merupakan penyebab terbanyak dari LBP. Sebagian besar kasus nyeri punggung bawah bersifat non spesifik dan dapat pulih Vol. XVi No. 1 Juni 2023 DOI: https://doi. org/10. 32382/medkes. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Non spesifik low back pain merupakan menyebabkan nyeri gerak dan hipomobile pada segmen lumbal. Sumber nyeri umunya berasal dari facet joint dan otot, sehingga sering menimbulkan nyeri saat terjadi pembebanan pada facet joint dan otot. Kondisi Low back pain non-spesific sering berkembang menjadi chronic low back pain dan akibatnya akan menimbulkan penurunan aktivitas penurunan aktivitas fungsional Berdasarkan penelitian di RSAD TK. II Pelamonia Makassar mengeluhkan Low Back Pain Non Spesifik dalam kurung waktu 3 bulan terakhir. Diantara 71 pasien tersebut, terdapat 35 pasien dengan keluhan Low Back Pain Non Spesifik berusia di bawah 50 tahun . ata primer 2. Terdapat beberapa metode intervensi untuk memperbaiki gangguan fungsional lumbal pada Low Back Pain Non Spesifik antara lain Manual Therapy dan Exercise Therapy. Menurut Suryo N . dalam penelitian Tarek M. et al, . Pada problem keterbatasan gerak sebabkan oleh Low Back Pain Non Spesifik, pemberian Core Stability Exercise dapat memperbaiki control postural dengan mengaktifka core muscle pada lumbal, dimana umumnya core muscle mengalami kelemahan pada Low Back Pain Non Spesifik. Adanya perbaikan mobilitas memperbaiki aktivitas fungsional lumbal. Dan ada beberapa penelitian yang membandikan efek tekni PNF pada kasus Low Back Pain Non Spesifik. Hasil penelitian Beom-Ryong Kim et al, . Pada penurunan nyeri oleh Low Back Pain Non Spesifik, pemberian teknik PNF dapat menurunkan nyeri dan menambah Range Of Mation (ROM) dengan mengkontraksikan otot erector spine yang mengalami spame sehingga dapat mengunrangi nyeri pada kasus Low Back Pain Non Spesifik. Low Back Pain Non Spesifik gangguan muskulokeletal yang umumnya menimbulkan Problem nyeri dapat ditangani dengan intervensi fisioterapi, meliputi pemberian MWD/SWD. Pengobatan yang umum dilakukan pada kondisi ini adalah pemberian electro terapi dan manual therapy. Contract relax merupakan metode dari PNF. PNF merupakan serangkaian metode ISSN : 1907-8153 (Prin. e-ISSN : 2549-0567 (Onlin. yang bertujuan untuk memperbaiki fungsi tubuh dan aktivitas didalam kontek. pengobatan (Adler et al, 2. Dalam PNF prinsip dasar untuk fasilitasi. Prosedur digunakan untuk mengobati pasien dengan berbagai diagnosis atau kondisi, meskipun kondisi pasien memerlukan pengunaan beberapa metode atau prosedur. Terapi harus menghindari timbulnya nyeri atau yang memperberat nyeri (Adler et al,. Berdasarkan uraian masalah di atas, maka rumusan masalah penelitian ini adalah apakah ada pengaruh pemberian teknik Core Stability dan MWD dengan PNF dan MWD terhadap penurunan nyeri pada kasus Low Back Pain Non Spesifik?, dan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Core stability dan MWD dapat menurunkan nyeri pada kasus low back pain non spesifik PNF dan MWD dapat menurunkan nyeri pada kasus low back pain non Beda pengaruh Core stability dengan PNF dalam penerapan MWD dapat menurunkan nyeri pada kasus Low back pain non spesifik PROSEDUR DAN METODE Jenis penelitian Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan pre test-post test two group design. Penelitian terdiri dari 2 kelompok sampel yaitu kelompok perlakuan 1 yang di berikan PNF dan MWD, dan kelompok perlakuan 2 yang berikan Core Stability dan MWD. Populasi dan sampel Populasi penelitian adalah semua penderita Low Back Pain Non Spesifik berusia 20-45 tahun yang berkunjung di poli fisioterapi di RSAD TK. II Pelamonia Makassar selama penelitian berlangsung. Pengambilan sample dalam penelitian ini ddilakukan secara purposive sampling yaitu pengambil sample berdasarkan kreteria inklusi an eksklusi yang telah ditetapkan oleh Kreteria inklusi Penderita berusia 20- 45 tahun Tidak memiliki penyakit lain yang dapat menggangu penelitian Vol. XVi No. 1 Juni 2023 DOI: https://doi. org/10. 32382/medkes. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Mengalami spasme pada otot erector Bersedia mengikuti program terapi yang diberikan Kreteria ekslusi Penderita yang memiliki riwayat penyakit HNP, spondylolisthesis, osteophorosis fraktur vertebra thoraco-lumbal, tumor vertebra lumbal Penderita mengalami reaksi inflamasi pada vertebra lumbal Penderita yang over waight/obesitas Besar Sampel Berdasarkan hasil penghitungan sample diatas besaran sample yang di dapat sebanyak 9 orang . di bulatkan menjadi 9 orang di setiap kelompok sehingga tolat sample sebanyak 18 orang. Untuk menentukan besarn sample di gunakan . rumus Pocock . sebagai 2yuayua 2 . uyu, yuy. ycuycu = . uNyuN2 Oe yuNyuN1 )2 Keterangan: = jumlah sampel = simpang baku gabungan kelompok kontrol dan perlakuan = nilai rerata kelompok kontrol AA1 = nilai rerata kelompok perlakuan AA2 = tingkat kesalahan I . itetapkan 0,. = tingkat kesalahan II . itetapkan 0,. E(,)= interval kepercayaan 3,8 . esuai tabel Pococ. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukanoleh Sumit B Inani, et, al . , diperoleh nilai rarata penurunan nyeri pada Low Back Pain Non Spesifik untuk kelompok Perlakuan I AA1 = 2,3 dan standar deviasi E = 0,9 sedangkan kelompok perlakuan II adalah AA2 =1,4 ycuycu = ycuycu = ycuycu = 2 . ,3Oe 1,. 2 ycuycu 3,8 2 . ycuycu 3,8 0,81 6,156 ycuycu = 7,16 ycuycu 20% ycuycu = 9,12 ISSN : 1907-8153 (Prin. e-ISSN : 2549-0567 (Onlin. Prosedur Pengumpuloan Data Pegumpulan data diperoleh melalui data pre test dan post test yaitu pengukuran visual analog scale (VAS) dengan proseduer test sebagai berikut: Pemeriksaan menggerakan lumbalnya kearah ekstensi, lateral fleksi atau rotasi Saat melakukan gerakan, pasien diminta untuk menujukan garis skala VAS sesuai dengan kualitas nyeri yang di rasakan Prosedur Pelaksanaan Intervensi Terdapat 2 kelompok sampel yaitu kelompok perlakuan 1 yang diberika PNF dan MWD, dan kelompok perlakuan 2 yang diberikan Core Stability dan MWD dijelakan sebagai berikut: Micro Wave Diathery Pemberian MWD pada pasien dalam posisi tidur tengkurap di bed. Pastikan posisi pasien senyaman mungkin. Persiapkan alat MWD yang akan Teknik Pelaksanaan Dosis MWD pengobatan dengan mengunakan elektromagnetik yang dihasilkan oleh arus bolak balik dengan frekuensi 50 watt, adapaun terapi selama 5 menit selama 3 kali seminggu. Core Stability Lakukan Core Stability Exercise dengan cara sebagai berikut . Prone Bridging On Elbow Berbaring tengkurap di atas meja atau matras dengan lengan / siku di atas meja / tikar. Bangkit sehingga Anda mempertahankan posisi di mempertahankan perut. Punggung dalam posisi lurus. Tahan posisi ini selama 15 detik - 1 menit. Kemajuan dalam peningkatan 15 . Supine Butt Lift With Arm and side Berbaring telentang di atas meja atau tikar dengan pinggul dan lutut ditekuk hingga 90 derajat dengan kaki rata di lantai dan lengan menghadap ke bawah. Menarik otot perut dan pertahankan selama Pelan-pelan angkat dengan Vol. XVi No. 1 Juni 2023 DOI: https://doi. org/10. 32382/medkes. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar hamstrings Anda sampai trunk sejajar dengan paha. tahan selama 3-5 detik. Quadruped Opposite arm/leg Dalam pertahankan kepala lurus dengan lutut membungkuk ke 90 derajat. Libatkan core Anda untuk menjaga punggung tetap lurus selama seluruh latihan dan gunakan hamstring, glutes, dan low back Anda untuk mengangkat kaki lurus sambil mengangkat lengan yang . Supine Butt Lift With Arm and side Berbaring telentang di atas meja atau tikar dengan pinggul dan lutut ditekuk hingga 90 derajat dengan kaki rata di lantai dan lengan menghadap ke bawah. Menarik otot perut dan pertahankan selama Pelan-pelan meja/mat hamstrings Anda sampai trunk sejajar dengan paha. tahan selama 3-5 detik. Ulangi 10 - 20 kali. Latihan Core Stability diberikan repetisi sebanyak 5 kali tiap gerakan dan dilakukan 3x seminggu sebanyak 12x selama 5 minggu. PNF Contract relaks Pasien dalam posisi side lying, kemudian lakukan gerakan pasif atau aktif pada pla gerak agonis hingga batas dimana nyeri mulai timbul. Pasien dierikan instruksi untuk menahan tahanan yang di berikan tanpa disertai gerakan sendi pola agonisnya dengan tahanan meningkat secara perlahan. Setelah akhir kontraksi kemudian diikuti rileksasi dari pola agonis tersebut tunggu hingga benar-benar rileks, kemudian diberikan penguluran pada otot tersebut secara pasif. Hipotesis Penelitian Ada perbedaan pengaruh antara Core Stability dengan PNF pada penerapan MWD terhadap penurunan nyeri pasien Low Back Pain Non Spesifik. Analisis Data Uji statistic deskriptif, untuk memaparkan karakteristik sampel berdasarkan usia dan jenis kelamin. ISSN : 1907-8153 (Prin. e-ISSN : 2549-0567 (Onlin. Uji analisis komparatif . ji hipotesi. karena data penelitian tergolong kedalam skala data ordinal maka digunakan uji statistic non-parametrik yaitu uji Wilcoxon dan uji mann whitney. HASIL PENELITIAN Umur merupakan salah satu indikator yang mempengaruhi kasus Non Spesifik Low Back Pain. Adapun analisis kategori umur pasien dengan Low Back Pain Non Spesifik di RSAD TK. II Pelamonia Makassar Frekuensi jenis kelamin kelompok sampel bahwa pasien yang menderita Low Back Pain Non Spesifik adalah laki-laki sebanyak 6 orang . ,3%) dan perempuan sebanyak 12 orang . ,7%), dengan demikian hasil analisis menunjukan bahwa perempuan lebih dominan dari pada laki-laki pada kasus Low Back Pain Non Spesifik. Berdasarkan hasil data yang diperoleh kategori nyeri pada saat pre test dengan menggunakan pengukuran VAS nyeri sedang 66,7 persen dan sangat nyeri tapi terkontrol 33,3 persen. Sedangkan hasil kategori nyeri pada saat post test yaitu nyeri ringan 77,8 persen dan nyeri sedang 22,2 Artinya terjadi perubahan kategori nyeri setelah dilakukan pemberian intervensi PNF dan MWD penderita Low Back Pain Non Spesifik Berdasarkan hasil data yang diperoleh kategori nyeri pada saat pre test dengan menggunakan pengukuran VAS nyeri sedang 33,3 persen dan sangat nyeri tapi terkontrol 66,7 persen. Sedangkan hasil kategori nyeri pada saat post test yaitu nyeri sedang 22,2 persen dan nyeri ringan 77,8 Artinya terjadi perubahan kategori nyeri setelah dilakukan pemberian intervensi Core Stability dan MWD Penderita Non Spesifik Low Back Pain. Diketahui bahwa rerata pre test yaitu 6,589 A 1,217 dan nilai rerata post test yaitu 3,667 A 0,931 dengan selisih nilai rerata sebesar 2,922 A 0,496. Berdasarkan nilai rerata yang di peroleh menunjukan adanya penurunan nyeri sesudah pemberian PNF dan MWD dengan frekuensi 12 kali selama 4 Diketahui bahwa rerata pre test yaitu 7,711A 0,631 dan nilai rerata post test yaitu 4,300 A 0,507 dengan selisih nilai rerata sebesar 3,411 A 0,731. Berdasarkan nilai rerata yang di peroleh menunjukan adanya penurunan nyeri sesudah pemberian Core Vol. XVi No. 1 Juni 2023 DOI: https://doi. org/10. 32382/medkes. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Stability dan MWD dengan grekuensi 12 kali selama 4 minggu. Hasil analisis Uji Mann Whitney menunjukkan bahwa nilai p = 0,053 > 0,05 yang berarti ada perbedaan pengaruh yang signifikan dari penurunan intensitas nyeri penderita Low Back Pain Non Spesifik di RSAD TK. II Pelamonia Makassar antar kelompok perlakuan PNF dan MWD dengan Core Stability dan MWD. PEMBAHASAN Nilai Intesitas Nyeri Sebelum Dan Sesudah Pemberian PNF Dan MWD Di RSAD TK. II Pelamonia Makassar Berdasarkan uji Wilcoxon table 5. menunjukan bahwa PNF menurunkan intesitas nyeri pada pasien Low Back Pain Non Spesifik. Menurut Pettanasing et al . 6 ) dalam penelitiannya memaparkan bahwa PNF dapat menurunkan nyeri dan meningkatkan fungsional pada kasus Low Back Pain Non Spesifik. Penurunan Microwave diathermy melalui efek strensor melalui efak panas, dan juga melalui mekanik Pada cedera jaringan dihasilkan produk-produk nociceptor seperti prostaglandin dan histamine. Pemberian MWD dapat menghasilkan reaksi lokal pada jaringan dimana akan meningkatkan vaso-motion sphincter sehingga timbul homeostatic lokal dan akhirnya terjadi vaso-dilatasi lokal pada tendon dan perbaikan Hal ini juga telah dijelaskan pada penelitian Shaik Ahmed Et. Al . yang menyatakan bahwa penggunaan MWD merangsang nociceptor dan histamine yang menyebabkan reaksi local sehingga terjadi vasodilatasi pada tendon dan memperbaiki metabolisme. Dengan demikian pemberian MWD dan PNF pada pasien Low Back Pain Non Spesifik terjadi penurunan nyeri selama 12 kali intervensi selama 4 Nilai Intesitas Nyeri sebelum Dan Sesudah Pemberian Core Stability Dan MWD Penderita Low Back Pain Non Spesifik Di RSAD TK. II Pelamonia Makassar Berdasarkan uji Wilcoxon table 5. menunjukan bahwa Core Stability dapat ISSN : 1907-8153 (Prin. e-ISSN : 2549-0567 (Onlin. menurunkan intensitas nyeri pada penderita Low Back Pain Non Spesifik. Indah menyatakan bahwa Core Stability dapat menurunkan nyeri pada penderita Low Back Pain Non Spesifik dan berbagai penelitian yang banyak menyatakan bahwa Core Stability efektif terhadap menurunan nyeri dan meningkatkan kemapuan fungsional. Menurut Perdis et, al . menyatakan bahwa latihan pada Core Stability lumbopelvic dan dapat dimasukan memperbaikain postur pada tulang belakang. Klizine . mengungkapkan bahwa latihan stability inti untuk meningkatkan are penampang lumbal multifidus baik wanita sehat baik wanita Low Back Pain, dan berbagai penelitian juga menganjurkan memberikan latihan stability pada pasien Low Back Pain. Penunrunan Microwave diathermy melalui efek strensor melalui efak panas, dan juga melalui mekanik Pada cedera jaringan dihasilkan produk-produk nociceptor seperti prostaglandin dan histamine. Pemberian MWD dapat menghasilkan reaksi lokal pada jaringan dimana akan meningkatkan vaso-motion sphincter sehingga timbul homeostatic lokal dan akhirnya terjadi vaso-dilatasi lokal pada tendon dan perbaikan Hal ini juga telah dijelaskan pada penelitian shaik ahmed et, al . yang menyatakan bahwa penggunaan MWD merangsang nociceptor dan histamine yang menyebabkan reaksi local sehingga terjadi vasodilatasi pada tendon dan memperbaiki metabolisme. Dengan disimpulkan bahwan pemberian MWD dan Core Stability dapat menurunkan nyeri pada pasien Low Back Pain Non Spesifik di RSAD TK. II Pelamonia Makassar Perbedaan Pengaruh PNF dan MWD dengan Core Stability Dan MWD Pada Penderita Low Back Pain Non Spesifik Setelah Intervensi Di RSAD TK. Makassar Vol. XVi No. 1 Juni 2023 DOI: https://doi. org/10. 32382/medkes. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Hasil penelitian Kumar et, al . pada intervensi MET dan PNF yang dilakukan 12 kali intervensi menyatakan bahwa terjadi penurunan nyeri secara sitnifikan pada nyeri punggung dan meningkatkan kemampuan fungsional mengunakalat ukur Visual Analog Scale (VAS) dan Rang Of Mation (ROM). Hasil uji Mann-whitney menunjukan ada perubahan pengaruha pada PNF dan MWD dengan Core Stability dan MWD sesuai table 5. Hal ini juga diperkuat oleh Deivendran . menyatakan bahwan PNF Core Stability menurunkan nyeri dan luas gerak sendi, sama-sama mengurangi nyeri dan PNF lebih efektif menurunkan nyeri karena PNF sangat efektif dalam meningkatkan fleksibilitas, kekuatan dan rentang gerak dalam kerusakan atau otot yang kaku 1. Studi ini membandingkan efek dari program fasilitasi neuromuskuler proprioseptif versus latihan stabilisasi inti untuk fleksibilitas dan kemampuan fungsional pasien dengan nyeri punggung bawah KESIMPULAN Pemberian MWD dan PNF mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap penurunan intensitas nyeri pada penderita non spesifik low back pain. Pemberian MWD dan Core Stability mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap penurunan intensitas nyeri pada penderita non spesifik low back pain. Tidak Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara pemberian Pemberian MWDdan PNF dengan pemberian MWD dan Core Tability terhadap penurunan nyeri pada penderita non spesifik low back pain. SARAN Fisioterapi dapat memberikan MWD dan PNF untuk mengurangi intesitas nyeri pada penderita Non Spesifik Low Back Fisioterapi dapat memberikan MWD dan Core Stability untuk mengurangi nyeri pada penderita Non Spesifik Low Back Pain ISSN : 1907-8153 (Prin. e-ISSN : 2549-0567 (Onlin. DAFTAR PUSTAKA